p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Lansia terhadap Kesehatan Mental Pratiwi Gasril*1. Silvia Elki Putri2. Harun Mukhtar3. Alfaizun Nur Alfidin4. Dhea Dahliana Amanda5. Ilham Dwi Pramaditya6 Fakultas Mipa dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Mipa dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Mipa dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Mipa dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau email : pratiwi@umri. Abstract Mental health is an important aspect in maintaining the quality of life of the elderly. However, low knowledge and positive attitudes towards mental health often become obstacles in achieving it. It is estimated that 121 million people on earth experience Mental Health problems. So far, the prevalence of the problem Mental Health, one of which is depression in the elderly in the world is around 8-15% and the results of meta analysis from reports of countries in the world, the average prevalence of depression in the elderly is 13. 5% with a comparison between women and men of 14,1:18,6. This service activity aims to evaluate the effectiveness of educational programs at the School for the Elderly in increasing the knowledge and attitudes of the elderly towards mental health. The service method uses a quantitative approach with a pretest-posttest design. A total of 30 elderly people were involved as The intervention was carried out through a series of educational sessions that included an introduction to mental health, stress management, and techniques to improve the mental health wellbeing of the elderly. The results of this activity show an increase in the knowledge and attitudes of elderly people towards mental health. The pre score for elderly knowledge was 60. 0% and increased as seen from the post test results, namely 96. Likewise, attitude also increased, namely from 30. 0% . re test score to 96. 7% . ost test scor. Keywords: Mental health, elderly, knowledge, attitudes. School for the Elderly. Abstrak Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas hidup lansia. Namun, rendahnya pengetahuan dan sikap positif terhadap kesehatan mental sering menjadi hambatan dalam Diperkirakan 121 juta manusia di muka bumi mengalami masalah Kesehatan Mental. Sejauh ini, prevalensi masalah Kesehatan Mental salah satunya depresi pada lansia di dunia berkisar 8-15% dan hasil meta analisis dari laporan negara-negara di dunia mendapatkan prevelensi rata-rata depresi pada lansia adalah 13,5% dengan perbandingan antara perempuan dan laki-laki yaitu 14,1:18,6. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi di Sekolah Lansia dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia terhadap kesehatan mental. Metode pengabdian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Sebanyak 30 lansia dilibatkan sebagai responden. Intervensi dilakukan melalui serangkaian sesi edukasi yang mencakup pengenalan kesehatan mental, pengelolaan stres, serta teknik peningkatan kesejahteraan kesehatan mental lansia. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap lansia terhadap kesehatan mental. Nilai pre pada pengetahuan lansia yaitu 60,0% dan meningkat yang dilihat dari hasil post test yaitu 96,7%. Begitu juga dengan sikap juga mengalami peningkatan yaitu dari 30,0% . ilai pre test menjadi 96,7% . ilai post test Kata Kunci: Kesehatan mental, lansia, pengetahuan, sikap. Sekolah Lansia. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 PENDAHULUAN Indonesia menghadapi tantangan dengan kenaikan jumlah lansia (Kemenkes RI, 2017. Indonesia memiliki jumlah lansia mencapai 9,27% . ,49 juta tahun 2018 dan diperkirakan mencapai 20% lansia . ,31 juta pada tahun 2045 (Badan Pusat Statistik (BPS, 2018. Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH merupakan salah satu pembangunan nasional terutama di bidang Peningkatan Usia Harapan Hidup di Indonesia tahun 2016 adalah 70,9 menjadi 71,34 pada tahun 2019 (BPS. Berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia (UU RI Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, lansia merupakan seseorang berumur 60 tahun ke atas. Peningkatan UHH dan jumlah lansia diharapkan sejalan dengan peningkatan kesehatan lansia. UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini belum tercapai karena tingginya masalah kesehatan yang dialami lansia. Hasil Riskesdas . 8 menunjukkan bahwa masalah kesehatan penyakit tidak menular (PTM yang dialami lansia yaitu asma, kanker, diabetes mellitus, penyakit jantung, hiperkolesterol, hipertensi, stroke, penyakit gagal ginjal kronis, dan penyakit sendi . Lansia yang mengalami penurunan kesehatan akan menimbulkan peningkatan biaya pelayanan kesehatan, penurunan kurangnya dukungan sosial, serta tidak ramahnya lingkungan terhadap lansia. Tingginya populasi lansia secara global dapat mempengaruhi resiko masalah Kesehatan pada lansia, diantaranya adalah mulai kehilangan pekerjaan, kehilangan tujuan hidup, kehilangan teman, risiko terkena penyakit, terisolasi dari lingkungan dan kesepian. salah satu permasalahan yang mempengaruhi derajat Kesehatan lansia https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 adalah masalah Psikologis diantaranya adalah Kesehatan Mental. Diperkirakan 121 juta manusia di muka bumi mengalami masalah Kesehatan Mental. Sejauh ini, prevalensi masalah Kesehatan Mental salah satunya depresi pada lansia di dunia berkisar 8-15% dan hasil meta analisis dari laporan negaranegara di dunia mendapatkan prevelensi rata-rata depresi pada lansia adalah 13,5% dengan perbandingan antara perempuan dan laki-laki yaitu 14,1:18,6. Prevalensi depresi . asalah Kesehatan Mental di Indonesia berdasarkan Pusat Informasi Penyakit Tidak Menular, lansia yang mengalami masalah Kesehatan Mental salah satunya depresi sebesar 11,6%. Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, menyebutkan bahwa prevalensi lansia di Provinsi Riau berada di 10 besar tertinggi, lansia yang mengalami masalah Kesehatan Mental salah satunya depresi dengan prevalensi berusia 55-64 tahun yang mengalami depresi sebesar 79,170%, lansia usia 65-74 tahun sebesar 37,491%, dan lansia usia diatas 75 tahun sebesar 15,951%. METODE PELAKSANAAN Adapun metode pelaksanakan yang digunakan adalah flowchart. Berikut ini merupakan langkah- langkah pengabdian Flowchart dapat dilihat pada Gambar 1 Metode Pelaksanaan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Tahap Persiapan Tahap ini melakukan persiapan seperti koordinasi dengan ketua RW, kepala sekolah lansia, pihak puskesmas dan lain-lain Tahap Pelaksanaan Tahap ini, responden mengisi terlebih dahulu kuisioner yang telah dibagikan. Kemudian baru di berikan edukasi kesehatan terkait kesehatan mental Tahap Evaluasi Tahap ini responden di minta untuk mengisi kuisioner post test sebagai keberhasilan penyuluhan yang telah Selesai HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa intervensi berupa sosialisasi kesehatan mental dan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap lansia. Sebelum sosialisasi, meskipun sebagian besar lansia memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan mental, masih ada sekelompok kecil yang berada pada kategori cukup dan Pada Diagram diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan lansia terkait kesehatan mental dari 60. 0% pada kategori baik sebelum edukasi menjadi 7% setelah edukasi. Diagram 2 Sikap Kesehatan Mental Lansia Sebelum Dan Sesudah Edukasi Kesehatan Kesehatan Mental Lansia Sikap Kesehatan Mental Lansia Pre Test Post Test Hasil Pre-Post Pada diagram diatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sikap lansia terkait kesehatan mental 30. 0% sebelum edukasi 7% setelah edukasi. Diagram 1 Pengetahuan Kesehatan Mental Lansia Sebelum Dan Sesudah Edukasi Kesehatan Mental Lansia Pengetahuan Kesehatan Mental Lansia . Pre Test Post Test Hasil Pre-Post Test . https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 serta mendukung kegiatan ini berjalan sesuai dengan . yang diharapkan. DAFTAR PUSTAKA Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Puskesmas. Jakarta: Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Berlian. , & Heppy. Hubungan depresi dengan kejadian insomnia pada lansia dipanti sosial tresna wedha kasih sayang ibu Jurnal Kesehatan Stikes Prima Nusantara Bukit Tinggi ,83. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 Allender. Rector. Warner. Community Health Nursing: Promoting and Protecting the Public's Health. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilki . Gambar 2 Pengetahuan tentang kesehatan mental lansia . pengisian kuisioner pre test . Edukasi kesehatan . pengisian kuisioner post test Peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan sikap pasca-sosialisasi . 0% menjadi 96. 7% untuk pengetahuan dan 30. 0% menjadi 96. untuk sikap sangat baik membuktikan masyarakat yang dilaksanakan. Edukasi memperluas wawasan lansia mengenai penggunaan sistem informasi untuk mendukung kesejahteraan mereka. Namun, meskipun pengetahuan lansia mengenai kesehatan mental meningkat, tetapi lansia harus tetap di perhatikan dan di pantau terutama oleh keluarga karena keluarga merupakan orang terdekat dari lansia. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi tambahan yang bisa memantau kondisi lansia. UCAPAN TERIMA KASIH