Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 046 Ae 052 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI SMA ADABIAH 2 KOTA PADANG Nila Eza Fitria1. Delvi Hamdayani2 1Prodi S1 Kebidanan/Universitas MERCUBAKTIJAYA 2Prodi S1 Keperawatan/Universitas MERCUBAKTIJAYA E-mail: nila. ezafitria@gmail. Abstrak Latar Belakang: Kondisi remaja saat ini tidak terlepas dari banyak tantangan untuk menggapai kesehatan reproduksi yang sehat tanpa masalah. Perilaku seksual yang tidak sehat dikalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat, oleh sebab itu penting dilakukan pemberdayaan pada perempuan untuk peningkatan pengetahuan seksual pranikah remaja melalui pelatihan kepada kelompok PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaj. sebagai Kader di sekolah yang akan memberikan informasi kepada teman-teman sebayanya untuk mencapai reproduksi yang sehat. Melihat situasi saat ini dilingkungan sekolah banyak risikorisiko yang dapat menyerang remaja. Risiko tersebut dapat berupa: penggunaan NAPZA, kehamilan diluar nikah, ancaman penyakit berupa HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat akibat melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat malakukan Aborsi yang semakin tinggi. Edukasi sacara langsung merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait dengan reproduksi sehat. Metode: Masalah pada mitra diatasi dengan memberikan edukasi untuk mencegah risiko kenakalan remaja melalui pelatihan kesehatan reproduksi kepada kelompok PIK-R, dan pelatihan tentang penanganan masalah gangguan selama mentruasi. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian yang diperoleh 90% Remaja PIK-R memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pengangan terhdapa masalah gangguan mentruasi yang masih tergologong ke masalah fisiologis. Kata Kunci: Pemberdayaan. Kesehatan Reproduksi. Remaja Abstract Background: The current condition of adolescents is inseparable from many challenges to achieve healthy reproductive health without problems. Unhealthy sexual behavior among adolescents, especially unmarried adolescents, tends to increase, therefore it is important to empower women to increase adolescent premarital sexual knowledge through training for PIK-R (Adolescent Counseling Information Cente. groups as cadres in schools who will provide information to their peers to achieve healthy reproduction. Seeing the current situation in the school environment, there are many risks that can attack adolescents. These risks can be: drug use, pregnancy outside of marriage, the threat of disease in the form of HIV / AIDS, increasing maternal mortality rates due to giving birth at a young age, to the death of adolescent girls due to reckless abortions which are increasingly Direct education is one of the efforts made to increase adolescent understanding related to healthy reproduction. Method: Problems with partners are addressed by providing education to prevent the risk of juvenile delinquency through reproductive health training to the PIK-R group, and training on handling problems with menstrual disorders. Result: The results of the community service activities obtained were that 90% of PIK-R teenagers had good knowledge after being given education about reproductive health and handling menstrual disorders, which were still classified as physiological problems. Keywords: Empowerment. Reproductive Health. Adolescents ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/ 10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 046 - 052 Pendahuluan Remaja memiliki peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan masa depan suatu bangsa. Perubahan komplek akan terjadi pada periode ini sehingga membutuhkan pengenalan yang baik terutama dari remaja itu sendiri. Proses perkembangan remaja sangat rawan dan penuh resiko sehingga dibutuhkan kesehatan diri yang baik(Suhenda et al. Kondisi remaja saat ini tidak terlepas dari banyak tantangan untuk menggapai kesehatan reproduksi yang sehat tanpa masalah. Beberapa permasalahan justru mengancam remaja terutama yang terkait dengan kesehatan reproduksi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai aktor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga. Pubertas atau kematangan seksual yang semakin dini . spek interna. dan aksesibilitas terhadap berbagai media . spek eksterna. serta pengaruh negatif teman sebaya menjadikan remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko (Hidayatulloh and Syifa 2. Perilaku seksual yang tidak sehat dikalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Survey Demokrafi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 tingkat nasional menunjukkan persentase seks pranikah pada remaja yaitu laki-laki 15,2% dan perempuan perempuan 6,5%. Data (Riskesda. 2018 menyebutkan 33,5% remaja perempuan usia 15-19 tahun sudah hamil (Ningsih. Susila, and Safitri 2. Pengetahuan seksual pranikah remaja adalah ilmu penolong ketika mengalami masalah seksual. Pengetahuan seksual pranikah remaja dapat berupa pemahamaan sebelum menikah seperti fungsi hubungan seksual, akibat seksual pra nikah, dan faktor yang mendorong seksual pra nikah. Pengetahuan seksual pranikah harus diperoleh dari lingkungan keluarga dan sekolah (Azis. Kurnia, and Bulan 2. Peran guru di sekolah sangat penting dalam mengedukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja ataupun seksual pada remaja. Melihat situasi saat ini dilingkungan sekolah banyak risiko-risiko yang dapat menyerang remaja. Risiko tersebut dapat berupa: penggunaan NAPZA, kehamilan diluar nikah, ancaman penyakit berupa HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat akibat melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat malakukan Aborsi yang semakin tinggi (Nurmala et al. Analisis situasi di sekolah SMA Adabiah 2 Kota Padang belum ada dilakukan edukasi kesehatan secara berkala tentang penyuluhan kesehatan reproduksi. Selama ini baru dilakukan skrining dari pihak puskesmas setiap tahun ajaran baru kemudian sekolah mendapatkan data siswa-siswi yang bermasalah dengan kesehatannya. Sekolah sangat berharap adanya agenda rutin secara berkala dari tenaga kesehatan (NAKES) untuk melakukan edukasi kepada siswa-siswi terkait dengan informasi-informasi kesehatan, sehingga terhindar dari perilaku yang menyimpang. Upaya sekolah dalam menangani permasalahan kenakalan remaja memberikan nasehat dan memanggil orang tua kesekolah untuk ditindaklanjuti. Oleh karena itu melihat fenomena yang terjadi maka kami mengangkat topic pengabdian masyarakat dengan judul AuPemberdayaan perempuan melalui pelatihan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 046 - 052 kesehatan reproduksi berupa : edukasi untuk mencegah risiko kenakalan remaja melalui pelatihan kesehatan reproduksi kepada kelompok PIK-R . engan materi Resiko kehamilan di usia dini dan menikah di usia muda. Pengaruh penggunaan obat-obat terlarang. Gizi pada remaja dan pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi. pelatihan tentang penanganan masalah gangguan selama mentruasi pada remaja di SMA Adabiah 2 Kota Padang. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini direncanakan tiga tahap agar bisa dilakukan evaluasi untuk tindak lanjut terkait permasalahan mitra. Tahap I Kegiatan tahap pertama dilaksanakan setelah persiapan semua selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan dan perizinan selesai. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah di SMA Adabiah 2 Kota Padang. Sasaran pada kegiatan ini adalah remaja putri kelompok PIK-R yang berjumlah 20 orang dan siswi kelas 1 dengan masalah gizi dan anemia berjumlah 15 orang. Setelah kontrak waktu dengan Kepala sekolah dan penanggung jawab UKS maka tim turun sesuai jadwal yang telah disepakati bersama. Sesuai dengan kontrak waktu dan rencana solusi yang ditawarkan, tim akan turun ke lapangan pada hari Selasa dan Rabu tanggal 15 dan 16 Oktober 2024 untuk pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati. Tim membawa persiapaan segala keperluan untuk kegiatan pengabdian seperti alat dan media yang digunakan. Setelah sampai di lokasi mitra maka langkah awal sebelum melakukan pelatihan tim akan melakukan Pretest terlebih dahulu untuk mengukur pengetahuan mitra tentang kesehatan Reproduksi, setelah itu tim pengabdi membagikan modul pelatihan kepada sasaran. Selanjutnya materi dari tim pengabdi. Untuk mengatasi permasalahan utama mitra sesuai solusi yang ditawarkan, tim memberikan pelatihan kepada mitra dengan Bahaya pergaulan bebas yang berpengaruh kepada kesehatan reproduksi Resiko kehamilan di usia dini dan menikah di usia muda Pengaruh penggunaan obat-obat terlarang. Cara mengatasi gangguan mentruasi Gizi pada remaja dan pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi Setelah materi diberikan, dilanjutkan dengan role play bermain peran sebagai kader kesehatan di sekolah dan praktik konseling teman sebaya. Diharapkan selesai kegiatan, nantinya peserta pelatihan mampu memberikan informasi dan konseling kepada teman sebaya dibantu dengan alat bantu liflet dan video edukasi yang telah disiapkan oleh tim pengabdi. Dipenghujung kegiatan tim pengabdi kembali membagikan kuisioner untuk melakukan Post-tes. Tahap II Pelaksanaan kegiatan pengabdian tahap II pada Hari Rabu Tanggal 16 Oktober 2024 sesuai dengan kesepakatan dengan mitra, melakukan pemeriksaan HB dan pengukuran LILA serta Berat Badan kepada 15 orang siswi remaja perempuan yang ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 046 - 052 masalah gizi dan anemia bekerja sama dengan Puskesmas Andalas Kota Padang. Kegiatan ini sebagai hasil rencana tindak lanjut dari kegiatan tahap pertama untuk melihat kondisi remaja yang bermasalah apakah ada perbaikan atau tidak dari sebelumnya. Langkah selanjutnya tim memberikan edukasi terkait gizi pada remaja dengan demontrasi. Membentuk beberapa kelompok untuk membuat contoh menu makanan sehari hari sebagai evaluasi dari pelatihan yang diberikan pada kegiatan tahap I. Edukasi selanjutnya tentang penanganan masalah gangguan mentruasi dengan memberikan salah satu contoh kepada remaja melalui kompres hangat dan teknik relaksasi untuk remaja dengan masalah gangguan dismonorhea yang selama ini banyak terjadi dikalangan mereka dan mengganggu proses belajar. Diakhir pertemuan tim memberikan poster-poster terkait dengan kesehatan reproduksi yaitu Bahaya dan risiko menikah dan hamil diusia muda, dan poster cara mengatasi gangguan haid. Tim juga meninggalkan leflet tentang kesehatan reproduksi di UKS dan modul sebagai bahan bacaan dan alat bantu bagi mereka jika ada teman sebaya yang mempunyai masalah. Tahap i Evaluasi kegiatan dilaksanakan untuk melihat perkembangan kegiatan yang sudah dilakukan dan target capaian yang diharapkan. Sebagai kegiatan evaluasi pada kegiatan ini dilakukan Post-test untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan dan Observasi langsung oleh Tim pengabdi tentang jalannya kegiatan ini melaui guru-guru UKS. Pada tahap evaluasi ini juga rencana tindak lanjut dari kegiatan yang sudah dilakukan juga didiskusikan dengan Kepala sekolah dan guru-guru tim Pembina UKS. Hasil Kegiatan Pengabdian Tahap I Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilakukan tahap I dimulai pada Hari Selasa Tanggal 15 Oktober 2024 di Aula SMA Adabiah 2 Kota Padang dengan sasaran remaja PIK-R dan kelas 1 yang bermasalah dengan gizi serta anemia yang terdiri dari remaja PIK-R 20 orang dan kelas 1 sebanyak 15 orang sehingga totalnya sebanyak 35 Hasil kegiatan pada tahap I ini seluruh remaja yang ikut terlihat antusias dan dapat memahami materi pelatihan yang diberikan oleh Tim Pengabdi dengan topik materi yaitu Bahaya pergaulan bebas yang berpengaruh kepada kesehatan Reproduksi. Resiko kehamilan di usia dini dan menikah di usia muda. Pengaruh penggunaan obat-obat terlarang. Cara mengatasi gangguan mentruasi. Gizi pada remaja dan pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi Remaja yang ikut pelatihan mampu melakukan simulasi terkait dengan konseling teman sebaya dan edukasi terkait dengan gangguang fisIologis saat menstruasi bagi remaja perempuan. Tahap II Kegiatan Tahap II telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 2024 dimana tim Pengabdi melakukan pemeriksaan HB dan pengukuran LILA serta Berat Badan kepada 15 orang siswi remaja perempuan yang masalah gizi dan anemia bekerja ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 046 - 052 sama dengan Puskesmas Andalas Kota Padang. selanjutnya tim memberikan edukasi terkait gizi pada remaja dan demontrasi terkait contoh menu makanan bergizi. Tahap i Kegiatan Tahap i ini dilaksanakan pada hari kedua Rabu 16 Oktober 2024 juga untuk mengevaluasi kegiatan pada Tahap I dan Tahap II sekaligus. Kegiatan evaluasi ini dilakukan Post-test untuk mengukur keberhasilan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat dan observasi langsung oleh Tim pengabdi tentang jalannya kegiatan ini melaui guru-guru UKS dan Guru BK SMA Adabiah 2 Kota Padang. Pada tahap evaluasi ini juga tindak lanjut dari kegiatan yang sudah dilakukan juga didiskusikan dengan kepala sekolah dan guru-guru tim Pembina UKS serta guru BK. Gambaran pengetahun remaja tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pengabdian tahap I adalah sebagai berikut: Tabel 1. Pengetahuan Remaja Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan Pengabdian tentang Kesehatan Reproduksi di SMA Adabiah 2 Kota Padang. Kategori Pengetahuan Pre Test Post Test Tinggi Rendah Total Berdasarkan tabel 1 didapatkan hasil pre-test sebagian kecil yaitu 28% Remaja di SMA Adabiah 2 sudah mengetahui tentang kesehatan reproduksi tetapi setelah dilakukan kegiatan pelatihan dan edukasi terkait dengan kesehatan reproduksi sebagain besar peserta pelatihan paham tentang kesehatan reproduksi dan pengetahuan meningkat yaitu 86%. Diskusi Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan sebagian besar yaitu 86% Remaja SMA Adabiah 2 yang mengikuti pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan mampu melakukan simulasi terkait dengan konseling sebaya dan edukasi penganganan masalah fisiologis gangguan menstruasi pada remaja putri. Pemberian edukasi dan latihan dapat meninggkatkan pengetahuan seseorang tentang sesuatu hal (Eza & Febrida, 2. Pemberian simulasi dan edukasi bertujuan untuk melatih remaja agar mampu menjadi duta kesehatan khususnya terkait masalah kesehatan reproduksi untuk teman-teman sebayanya disekolah. Pada kegiatan pengabdian ini tidak hanya melakukan pelatihan melalui pemberian materi, simulasi dan edukasi tetapi juga dilakukan pemeriksaan terhadap siswa yang bermasalah dengan gizi dan anemia yang bekerja sama dengan Puskesmas Andalas terhadap siswa kelas 1 yang berjumlah sebanyak 15 orang. Disamping itu tim Pengabdi juga telah memberikan poster, leflet dan modul tentang kesehatan reproduksi di UKS sebagai bahan bacaan dan alat bantu bagi mereka jika ada teman sebaya yang ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 046 - 052 mempunyai masalah. Peserta yang ikut dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini disepakati dengan pihak sekolah sebagai kader kesehatan untuk memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi kepada teman sebayanya. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tim pengabdi. Guru BK bekerjasama dengan Puskesmas Andalas dan orang tua siswa untuk melakukan penanganan dan edukasi bagi remaja yang bermasalah dan pembinaan serta pemantauan orang tua terkait masalah remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Orang tua sangat diharapkan dalam pemantauan dan pembinaan kepada anaknya yang masih remaja agar terhindar dari pergaulan bebas yang beresiko pada kenakalan remaja yang berujung pada kehamilan usia muda. Problematika kaum remaja dapat terjadi sehubungan dengan adanya perbedaan kebutuhan . dan aktualisasi dari kemampuan penyesuaian diri . remaja terhadap lingkungan tempat hidupnya dan tumbuh berkembang sebagai seorang pribadi manusia dan makhluk sosial. Masa transisi ini merupakan masa yang kritis bagi remaja, disaat muncul keinginan lepas mandiri dari ketergantungan orang tua, rasa ingin tahu yang berlebihan dan mulai rentan terhadap perilaku beresiko. Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Disisi lain remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat. Akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. Dengan makin banyaknya persoalan kesehatan reproduksi remaja, maka pemberian informasi, layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjadi sangat penting. Remaja dapat lebih mudah mengutarakan pendapatnya kepada teman sebaya dibandingkan dengan orang lain yang di atas usianya. Menurut Depkes . 2, dalam Christin. , sikap, pembicaraan, minat, penampilan, dan perilaku teman sebaya lebih besar pengaruhnya daripada keluarga. Di dalam kelompok sebaya, remaja berusaha menemukan konsep dirinya. Disini ia dinilai oleh teman sebayanya tanpa memerdulikan sanksi-sanksi dunia dewasa. Kelompok sebaya memberikan lingkungan, yaitu dunia tempat remaja melakukan sosialisasi di mana nilai yang berlaku bukanlah nilai yang ditetapkan oleh orang dewasa, melainkan oleh teman seusianya. Kegiatan ini memberikan dampak positif yaitu meningkatnya wawasan dan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sehingga mereka dapat menjaga kesehatan reproduksinya dengan lebih baik. Kesehatan reproduksi yang dijaga dengan baik ini secara tidak langsung meningkatkan taraf ekonomi dan sosialnya karena dengan kesehatan reproduksi yang baik memungkinkan individu dapat lebih merencanakan masa depannya menjadi lebih baik. Kesimpulan dan Saran Perilaku seksual yang tidak sehat dikalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat, oleh sebab itu penting dilakukan pemberdayaan pada perempuan untuk peningkatan pengetahuan seksual pranikah remaja melalui ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2024, pp. 046 - 052 pelatihan kepada kelompok PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaj. sebagai kader di sekolah yang akan memberikan informasi kepada teman-teman sebayanya untuk mencapai reproduksi yang sehat. Edukasi sacara langsung merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait dengan reproduksi Ucapan Terima Kasih