Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Perkembangan Ekonomi Masyarakat Transmigrasi Desa Air Terang Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol Olviana Anggraini*. Abdul Hamid Mahasiswa dan Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Palu *email: olvianaanggraini. geografi@gmail. ABSTRACT The aim of this research is to describe the initial process of incoming transmigration and the economic development of transmigration This research uses field research with a qualitative descriptive approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The results of research on the economic development of the transmigration community in Air Terang Village. Tiloan District. Buol Regency, are as follows: First, the initial process of entering the transmigration community. Second, changes in life in terms of the economy of the transmigration community have experienced many developments in terms of the economy, the community can be said to be prosperous in terms of quality of life and material aspects, such as. of house, food. From aspects of life such as: land owned has increased, wealth assets, as well as private and public facilities that support the activities and needs of the community in Air Terang Village. Tiloan District. Buol Regency. Keywords: Development, economy, society, transmigration. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Pendahuluan Manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya baik moral maupun material. Kebutuhan . asic human need. dapat dijelaskan sebagai kebutuhan yang sangat penting guna kelangsungan hidup manusia. Manusia dalam memenuhi kebutuhan ekonomi selama hidup pasti mengalami perubahan (E. Harlock, 2. Adapun perubahan dapat berupa pengaruhnya terbatas maupun luas, perubahan yang lambat dan ada juga perubahan yang berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan yang terjadi bisa berupa kemajuan dalam perencanaan pembangunan pedesaan, perencanaan ekonomi merupakan prasyarat suatu desa dianalisis sebagai sistem perekonomian, yang berhubungan dengan desa-desa yang lain (Chourmain dan Prihatin, 2. Menurut Munir . alam Wiyana 2. , melalui arus perpindahan faktor produksi, pertukaran arus perpindahan faktor produksi, pertukaran komoditas, informasi, serta mobilitas penduduk merupakan persoalan yang penting pula, yaitu bagaimana mengukur peningkatan dalam Peningkatan produksi dan sumberdaya pembangunan dan pendapatan perkapita, perbaikan serta sistem transportasi. Perubahan sering dilakukan masyarakat yaitu dengan cara melakukan transmigrasi . roses perpindahan pendudu. untuk memenuhi segala kebutuhannya termasuk memenuhi kebutuhan ekonomi (Nurkholis, 2. Penyelenggaraan transmigrasi di Indonesia berawal dari jaman kolonisasi yaitu pada tahun 1905 ditandai dengan penempatan pertama sebanyak 155 Kepala Keluarga (KK) dari Kedu Jawa Tengah ke Gedong Tataan Provinsi Lampung. Ada beberapa periode transmigrasi yang dijalankan pemerintah Indonesia selama 90 tahun terakhir sebagai bentuk usaha meratakan persebaran penduduk, yang mana fokus utamanya adalah pemecahan masalah persebaran penduduk (Warsito, 2. Namun usaha pemerintah melalui transmigrasi tersebut belum cukup untuk memberikan pengaruh yang merata (Maruwae, 2. Oleh karena itu, di masa reformasi tujuan transmigrasi lebih difokuskan pada pengembangan ekonomi dan pembangunan daerah (Langumadi, 2. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Menurut Tjondronegoro dan Sihaloho . , fokus tujuan pemerintah pembangunan transmigrasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pembangunan daerah, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Karena sebab itu, pemerintah mengharapkan Desa Air Terang mengalami pembangunan daerah yang baik serta memiliki masyarakat yang sejahtera, sesuai tujuan pembangunan transmigrasi itu sendiri. Maka masuknya masyarakat yang ikut program transmigrasi di Desa Air Terang Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol berlangsung pada tahun 1992 saat itu adalah diperiode masa reformasi. Hal ini berdasarkan informasi dari para transmigran dan data yang diberikan pihak desa Air Terang. Berdasarkan data awal bahwa masyarakat transmigrasi pertama yang masuk di Desa Air Terang yang masih tergabung dalam UPT. Diat Momunu, gelombang pertama berasal dari Jawa Tengah, gelombang kedua berasal dari Jawa Timur sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini masih menjadi masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang, dan terakhir gelombang ketiga adalah masyarakat campuran. Transmigrasi di Desa Air Terang terjadi saat Kabupaten Buol masih tergabung sebagai Kabupaten Buol. Tolitoli pada tahun 1992, masyarakat yang ikut transmigrasi ini juga berangkat dari pulau jawa dengan menggunakan kapal. Masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang tentunya sudah mengalami perubahan dalam segi perekonomian. Contoh perubahan yang peneliti amati di lapangan perkembangannya seperti perubahan pada kondisi fisik rumah transmigran, kemudian transmigran sudah memiliki fasilitas pribadi, dan memiliki aset berupa tanah yang luas. II. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang yang diamati dalam kata lain penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data berupa kata- Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X kata atau lisan dari objek yang akan di kaji (Sujarweni, 2014:. Sementara Arikunto . , penelitian deskriptif sendiri merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain yang sudah disebutkan, yang mana hasilnya akan dipaparkan dalam bentuk laporan Subjek dalam penelitian ini adalah kepala keluarga (KK) dalam hal ini tidak dibatasi perempuan atau laki-laki, karena dapat memudahkan peneliti mengetahui tingkat perkembangan ekonomi di Desa Air Terang Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol. Teknik pengumpulan data menurut Sukmadinata . , dapat dilakukan dengan cara observasi . , dokumentasi. Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensiskanya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong, 2. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang memiliki tiga langkah, yaitu: Reduksi data . ata reductio. Penyajian data . ata displa. , dan Penarikan Kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Proses Awal Transmigrasi di Desa Air Terang Sebelum membahas hasil penelitian mengenai perkembangan ekonomi masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol. Hasil wawancara tersebut menyatakan bagaimana proses masuknya masyarakat dari Pulau Jawa sebagai transmigran di Desa Air Terang. Dijelaskan bahwa transmigrasi di Desa Air Terang berlangsung pada tahun 1992 sampai tahun 1993, dan ada 3 gelombang masuknya para transmigran di Desa Air Terang selamakurun waktu tersebut. Tahun Masuknya Transmigran Masyarakat transmigran yang ada di Desa Air Terang rata-rata masuk pada tahun 1992 sampai tahun 1993. Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa para transmigran ini masuk sekitar tahun 1992 dan tahun 1993. Pada Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X tahun 1992 terdapat 2 gelombang pemberangkatan, sedangkan 1 gelombang pemberangkatan pada tahun 1993. Mereka berangkat dari pelabuhan di Surabaya dan sampai di Pelabuhan Leok Kabupaten Buol. Daerah Asal Transmigran Masyarakat transmigran di Desa Air Terang berasal dari beberapa daerah di Pulau Jawa yakni derah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hasil dari wawancara diketahui bahwa mereka berasal dari Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Terdapat 4 kabupaten di Jawa Timur yang merupakan daerah asal Para responden yang peneliti temui yakni Kabupaten Jombang. Kabupaten Pasuruan. Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar. Mengikuti Transmigrasi Umum/Biaya Pemerintah Masyarakat transmigran di Desa Air Terang semuanya mengikuti transmigrasi lokal atau dibiayai pemerintah, jadi mereka tidak mengeluarkan sedikitpun biaya sendiri. Dari hasil wawancara peneliti dilapangan, diketahui bahwa seluruh transmigran di Desa Air Terang mengikuti transmigrasi umum, yang seluruh pembiayaan dan tempat diatur pemerintah. Transmigrasi umum dimulai pada tahun 1952, mereka ditempatkan di daerah yang telah ditentukan pemerintah. Kesulitan Para Transmigran Sebelum di Berangkatkan Menurut para transmigran, sebelum mereka diberangkatkan sebagai transmigran ke Desa Air Terang, para transmigran ini memiliki kesulitan ekonomi di daerah asal mereka. Hasil wawancara dengan para informan maka diketahui permasalahan mereka di daerah asal sebelum berangkat menjadi calon transmigran adalah permasalahan ekonomi. Mereka ikut transmigrasi bertujuan untuk memperbaiki kehidupan dalamhal ini perekonomian. Perkembangan Kehidupan Ekonomi Masyarakat Transmigrasi Hasil wawancara tersebut diketahui bahwa perekonomian masyarakat transmigrasi belum berkembang, mereka baru akan menempati rumah dan melakukan pembersihan di lingkungan sekitar rumah. Karena tanah yang subur mereka dapat memanen padi selama tiga kali dalam satu kali tanam Itu pula menjadi awal perekenomian masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang mengalami perkembangan. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Modal Awal Yang Di Berikan Pemerintah Kepada Transmigran Selain rumah, para transmigran juga diberikan modal awal dari pemerintah berupa Lahan persawahan, lahan perkebunan, alat pertanian, perlengkapan rumah tangga, dan jaminan hidup selama satu tahun berupa Kemudian setelah lewat satu tahun jika sudah mengalami kemajuan atau mendapatkan hasil dari mengolah sawah dan perkebunan, maka bantuan tidak lagi diberikan, karena sudah berhasil mengolah lahan yang diberikan sebagai modal awal. Berdasarkan hasil jawaban dari wawancara peneliti dengan para responden, bahwa pemerintah memberikan modal sebagai awal memulai kehidupan di lokasi transmigrasi. Pemberian pemerintah tersebut selain rumah yakni berupa tanah dua hektar yang sudah dibagi antara lahan satu untuk sawah dan lahan dua untuk perkebunan. Pemerintah juga memberikan jatah hidup berupa beras, minyak tanah, minyak goreng, gula, sabun, garam, lauk pauk, dan peralatan rumah tangga lengkap. Tapi jatah hidup tersebut akan dihentikan penyalurannya jika para transmigran sudah berhasil dalam mengolah sawah dan kebun. Usaha Para Transmigran Mengelolah Lahan Yang Di Berikan Keseluruhan usaha dalam mengolah tanah oleh masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang persawahan dan perkebunan, semua bibit tanaman adalah pemberian pemerintah yang sudah menjadi bagian dari modal awal yang mereka berikan kepada masyarakat transmigrasi. Hasil wawancara peneliti dengan responden di atas, diketahui bahwa seluruh masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang mengolah tanah pemberian pemerintah seluas 2 Hektar sebagai sawah untuk lahan 1 dan sayuran untuk Sebelum mereka mengolah lahan tersebut, mereka diberikan kursus atau pemahaman mengenai tanaman terlebih dahulu. Kemudian mereka diberikan bibit-bibit tanaman. Perubahan Ekonomi yang Para Transmigran Alami setelah menjadi Masyarakat Transmigrasi Para transmigran ini sudah merasakan perubahan dari awal datang hingga sekarang, rata-rata mereka sudah memiliki rumah yang dibangun lebih besar dan memiliki lahan sawah yang cukup luas, dan perkebunan yang Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X sekarang sudah terlihat hasilnya. Namun ada beberapa transmigran yang sawah dan perkebunannyaitu dikelolah oleh anak-anak dari transmigran yang sudah wafat. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan responden, bahwa setelah beberapa tahun menjadi warga masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang, mereka telah banyak mengalami dan merasakan perubahan perekonomian dalam kehidupan mereka. Rata-rata masyarakat transmigrasi ini tidak lagi menempati rumah yang dulu diberikan sebagai tempat tinggal waktu pertama datang di Desa Air Terang. Mereka membangun rumah dan memiliki lahan sawah yang tidak hanya 1 hektar tetapi menambah dengan cara membeli lahan agar jadi tabungan di masa depan. Para transmigran ini juga sekarang sudah memiliki tv dan ada pula yang memiliki kendaraan roda Menurut keterangan informan dulu ada satu tv di Desa Air Terang tapi itupun ditempatkan di kantor UPT, jadi jika masyarakat ingin menonton mereka harus berjalan kaki untuk sampai di kantor, tv saat itu masih bermerk Nasional dengan gambar hanya ada dua warna yaitu hitam dan putih. semua merupakan bukti jika transmigran di Desa Air Terang sudah mengalami perkembangan ekonomi. Pembahasan Proses Awal Transmgirasi di Desa Air Terang Berdasarkan informasi yang diperoleh, program transmigrasi di Desa Air Terang bermula dari survei lahan, baik kesuburan tanah, hidrologi, iklim, maupun potensi lingkungan fisik lainnya dan sosial budaya masyarakat disekitar lokasi. Selanjutnya dibuat rencana dan tata ruangnya (RTSP) berupa rencana teknis satuan pemukiman serta penentuan batas wilayah di lapangan maupun dalam peta. Salah satu batas wilayahnya jelas kemudian dibangun rumah dan sarana olahraga, sarana keagamaan, sarana pemerintahan desa, sarana kesehatan, dan sarana umum lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, transmigran di Desa Air Terang masuk pada tahun 1992 sampai tahun Mereka didatangkan ke lokasi tersebut dari daerah asal setelah lokasi tersebut siap dihuni. Mereka datang dari berbagai daerah yang berbeda bahasa dan adat istiadatnya. Pemberangkatan memiliki beberapa tahap Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X yakni gelombang pertama, gelombang kedua, dan gelombang ketiga. Pada tahun 1992 ada dua tahap pemberangkatan yang diselenggarakan pemerintah, dan satu tahap pemberangkatan di tahun 1993. Calon transmigran diberangkatkan dari pelabuhan di Surabaya dengan menggunakan kapal barang, yang menurut petugas transmigrasi adalah kapal penumpang seperti calon transmigran bayangkan, tapi ketika sampai dipelabuhan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Semua para transmigran yang ada di Desa Air Terang mereka mengikuti transmigrasi umum, yakni seluruh pembiayaan dan tempat diatur Dari hasil yang peneliti dapatkan dilapangan para responden berasal dari Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Seperti tujuan transmigrasi menurut Tjondronegoro dalamWiyana . Peningkatan produksi dan pendapatan para petani. Perluasan kesempatan bekerja dan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kesadaran, tata tertib dan keamanan sosial. Penyebaran Penduduk lebih Merata. Program transmigrasi sangat bermanfaat baik bagi pemerintah maupun para transmigran. Selain mengurangi kepadatan penduduk, program transmigrasi dapat membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, hal ini dikarenakan setiap masyarakat yang ikut diberikan modal dan tanah di lokasi mereka nanti ditempatkan sehingga membuka peluang mereka berusaha dan memperbaiki keadaan perekonomian mereka. Program transmigrasi ini juga berhasil menciptakan lapangan kerja baru, mewujudkan masyarakat mandiri serta melahirkan masyarakat yang memiliki ekonomi yang berkecukupan karena mereka betul-betul berusaha didaerah transmigrasi. Setidaknya hal tersebut yang dirasakan oleh masyarakat transmigrasi yang berasal dari Pulau jawa yang ditempatkan di Desa Air Terang. Perubahan Kesejahteraan Hidup Dalam Perekonomian Yang Dialami Masyarakat Transmigrasi Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan wawancara di lapangan, pada saat masyarakat transmigrasi sampai dilokasi, mereka mendapat sebuah 0,75 Ha lahan usaha. 0,25 Ha lahan pekarangan. serta 1 Ha lahan usaha II. Selama dalam pembianaan transmigrasi para transmigran juga mendapatkan paket-paket, baik paket fisik maupun maupun non fisik. Paket fisik berupa jatah hidup seperti beras, minyak tanah, minyak goreng, gula, sabun garam, lauk pauk, dan alat masak. Jatah hidup itu diberikan selama 12 bulan/1 tahun. Selain itu mereka mendapatkan paket A dan paket B berupa saranan pertanian dan bibit tanaman keras serta bibit tanaman pangan dan palawija. Paket non fisik berupa pemberian kursus-kursus seperti usaha tani, kursus pasca panen, kursus koprasi, kursus kader kesehatan, dll. Kursus itu diberikan baik oleh departemen transmigrasi atau instansi sektoral yang ada di Kabupaten Buol. Dari usaha para transmigran mengolah sawah dan berkebun, ada yang sudah dapat menikmati hasilnya, sehingga yang sudah mendapatkan hasil dari sawah dan kebun tidak lagi diberikan jatah hidup oleh instansi terkait Setelah beberapa tahun menjadi masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang, mereka sudah memiliki aset yang dikembangkan dari usaha mengolah sawah dan perkebunan, aset tersebut berupa rumah, tanah, sawah dan kebun. Sebelumnya mereka hanya memiliki rumah dengan pekarangan yang terbilang kecil yakni hanya berukuran 25x100 m2. Seperti yang dijelaskan oleh Rukmadi Warsito . , program pelaksanaan transmigrasi memungkinkan untuk melaksanakan pemerataan pendidikan, kesehatan dam jaminan sosial kepada golongan penduduk yang selama ini tidak terjamah oleh fasilitas-fasilitas sosial tersebut. Program transmigrasi di Desa Air Terang termasuk transmigrasi yang dikatakan berhasil, karena masyarakatnya sekarang sudah bisa dikatakan memiliki kesejahteraan hidup yang baik dalam hal ekonomi. Hal tersebut dilihat dari lahan yang dimiliki oleh para transmigran, aset kekayaan yang sekarang bisa mereka dapatkan dengan cara membeli, kemudian kepemilikan fasilitas. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Transmigran di Desa Air Terang rata-rata sudah memiliki lahan lebih dari 2 hektar, yang merupakan hasil dari kerja keras kemudian mendapatkan hasil serta membeli kembali lahan. Kemudian adanya aset kekayaan berupa rumah, barang elektronik seperti tv dan kulkas serta kendaraan roda dua. Hal tersebut berhasil mereka miliki karena adanya usaha dari para transmigran itu sendiri, karena diberikan modal oleh pemerintah, mereka kelolah hingga terjadi peningkatan dalamperekonomian mereka. Di ketahui bahwa dulunya fasilitas-fasilitas umum yang awalnya hanya ada beberapa yakni kantor desa 1 unit, balai desa 1 unit, masjid 2 unit, sekolah dasar 2 unit, pustu 1 unit, rumah dinas 4 unit, serta pasar swadaya yang dibuat oleh warga sebagai hasil dari kerja sama dan gotong royong masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang. Setelah beberapa tahun fasilitasfasilitas umum di Desa Air Terang bertambah sekaligus menunjang pelaksanaan pemerataan pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial masyarakat Transmigrasi di desa ini. Karena Desa Air Terang menjadi ibu kota Kecamatan Tiloan, oleh sebab itu fasilitas umum yang didirikan juga bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan pendidikan, kesehatan serta jaminan sosial masyarakat tidak hanya untuk warga Desa Air Terang tetapi juga bagi warga masyarakat desa tetangga yang termasuk dalam lingkup Kecamatan Tiloan. Fasilitas tersebut yakni pertama fasilitas penunjang kesehatan masyarakat terdapat Pustu 1 unit, puskesdes 1 unit, posyandu 1 unit. Kemudian fasilitas penunjang jaminan sosial masyarakat yakni kantor camat 1 unit, balai pertemuan 1 unit. Kantor BKBA 1 unit, pos polisi 1 unit. Gedung BUMPES 1 unit. KUA 1 unit. Selanjutnya fasilitas dalam menunjang kegiatan peribadatan dan keagamaan diDesa Air Terang terdapat masjid 2 unit, gereja 1 unit, serta pesantren1 unit. Adapun fasilitas atau sarana umum seperti adanya pertasop 1 unit yakni tempat pengisian bahan bakar untuk kendaraan roda 2 dan roda 4 guna memudahkan warga masyarakat lingkup Kecamatan Tiloan untuk tidak harus turun ke kota mengisi bahan bakar, kemudian adanya pasar 1 unit. Terakhir yakni fasilitas penunjang pendidikan seperti gedung TK 2 unit, gedung SMP 1 unit, dan gedung SMK 1 Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Peneliti mengukur kesejahteraan masyarakat transmigrasi diDesa Air Terang, dengan mengutip salah satu aspek kehidupan menurut Kolle . alam Rosni 2. , yakni dengan melihat kualitas hidup dari segi materi, seperti kualitas rumah, bahan pangan dan sebagainya. Masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang sudah dikatakan sejahtera dilihat dari aspek kehidupan seperti lahan yang dimiliki sudah bertambah, memiliki aset kekayaan, serta fasilitas-fasilitas pribadi maupun fasilitas umum yang sudah menunjang kegiatan dan kebutuhan masyarakat di Desa Air Terang. Kecamatan Tiloan. Kabupaten Buol. Kaitan Tema dengan Bidang Pendidikan Penelitian ini merupakan bagian dari perkembangan perekonomian yang berkaitan dengan masyarakat transmigran, karena tujuan dari transmigrasi diantaranya pemerintah dan keseimbangan pertumbuhan penduduk di wilayah Kesatuan Republik Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran di daerah, membuka pusat pertumbuhan ekonomi di daerah baru, membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja di daerah baru, semua itu berkaitan dengan perkembangan perekonomian dalam masyarakat terutama bagi masyarakat transmigrasi. Untuk itu tindakan yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan perekonomiannya yaitu dengan memilikipedidikan. Era globalisasi yang ditandai dengan persaingan kualitas sumber daya manusia, menuntut semua pihak dalam berbagai bidang senantiasa meningkatkan kompetensinya termasuk dalam bidang pendidikan. Suatu organisasi dalam menjalankan aktifitasnya akan selalu berhubungan dengan manusia sebagai sumber daya yang dinamis dan memiliki kemampuan untuk terus berkembang. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya tersebut ditempuh melalui sektor pendidikan. Karena lembaga pendidikan merupakan lembaga yang berperan penting dalam menghasilkan SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensitinggi. Tinggi atau rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang tentunya sangat berpengaruh dengan keadaan dan perubahan perekonomiannya, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin baik cara Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X berfikir untuk mendorong tingkat perekonomiannya lebih produktif dan memiliki kreatifitas yang lebih baik bila dibandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki pendidikan. Zaman yang berkembang membawa perubahan yang besar bagi kehidupan bermasyarakat, dengan adanya pendidikan dalam masyarakat dan pemerintah yang terlibat langsung sebagai pengamat, memberi solusi dan memberikan informasi tentang pendidikan, bahkan sebagai tim penilai bagi para anak-anak yang mempengaruhi pendidikan bagi keluarga yang memberikan anak-anak mereka kesempatan untuk menikmati dunia pendidikan karena warga transmigrasi generasi pertama masih sangat rendah pendidikannya, hanya beberapa saja yang mencapai tingkat SMA . ekolah menengah ata. dikarenakan perekonomian yang tidak baik. Di Indonesia untuk tingkat pendidikan masih rendah, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran pemerintah dalam memperhatikan pentingnya pendidikan bagi warga masyarakat Indonesia, sehingga banyak pula masalah yang timbul diakibatkan rendahnya kualitas pendidikan. Salah satu contoh rendahnya kualitas pendidikan dengan melihat rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu untuk dapat meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat melalui bidang pendidikan, maka diperlukan tindakan pemerintah dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya bidang pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan kehidupan melalui penerapan materi di pendidikan formal ataupun informal. Hubungan investasi sumber daya manusia . dengan meningkatkannya perekonomian merupakan dua mata rantai. Oleh karena itu pendidikan akan menjadi sangat dibutuhkan dalam keluarga, guna untuk membantu keluarga meningkatkan kehidupan perekonomian serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dari hasil penelitian ini, perkembangan perekonomian tidak terlepas kaitannya dengan pendidikan. Berdasarkan informasi yang diperoleh peneliti bahwa rata-rata pendidikan para transmigran di Desa Air Terang adalah SMP dan SMA, oleh karena itu kondisi perekonomian mereka juga termasuk cepat mengalami perkembangan. Tidak hanya itu, para transmigran di Desa Air Terang juga berusaha menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X lebih tinggi. Dengan adanya pendidikan dan pengetahuan para transmigran dapat mengelolah lahan usaha dengan baik sehingga mereka sudah merasakan perubahan tidak hanya pada sisi perekonomian tetapi pada tingkat kesejahteraan keluarga. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Indonesia, menyebutkan bahwa standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Pendidikan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, bab II pasal 3 disebutkan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak sertaperadaban bangsa yang bermartabat bertujuan untuk berkembangnyaa potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis. Pendidikan disekolah difokuskan dalam bentuk pembinaan dalam aspek akademik, non akademik, dan sikap/mental spiritual. Pembinaan aspek akademik di sekolah meliputi kegiatan yang tergantung dalam kurikuler, aspek non akademik meliputi kegiatan ekstrakulikuler, dan pembinaan untuk sikap/mental spiritual meliputi kegiatan sholat jumat bersama dan doa Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : Proses Awal Transmigrasi di Desa Air Terang, berdasarkan informasi yang diperoleh, program transmigrasi di Desa Air Terang bermula dari survei lahan, baik kesuburan tanah, hidrologi, iklim, maupun potensi lingkungan fisik lainnya dan sosial budaya masyarakat disekitar lokasi. Selain mengurangi kepadatan penduduk, program transmigrasi dapat membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X hal ini dikarenakan setiap masyarakat yang ikut diberikan modal dan tanah di lokasi mereka nanti ditempatkan sehingga membuka peluang mereka berusaha dan memperbaiki keadaan perekonomian mereka. Masyarakat transmigrasi ini sangat bersungguh-sungguh dalam mengolah lahan, karena bagi mereka sawah dan kebun adalah satu-satunya penghasilan. Setidaknya hal tersebut yang dirasakan oleh masyarakat transmigrasi yang berasal dari Pulau Jawa yang ditempatkan di Desa Air Terang. Perubahan kesejahteraan hidup dalam perekonomian yang dialami masyarakat transmigrasi, berdasarkan hasil yang diperoleh dari hasil wawancara, pada saat masyarakat transmigrasi sampai dilokasi mereka mendapat sebuah rumah. 0,75 Ha lahan usaha. 0,25 Ha lahan pekarangan. serta 1 Ha lahan usaha II. Dari usaha para transmigran mengolah sawah dan berkebun, ada yang sudah dapat menikmati hasilnya, sehingga yang sudah mendapatkan hasil dari sawah dan kebun tidak lagi diberikan jatah hidup oleh instansi terkait transmigrasi. Setelah beberapa tahun menjadi masyarakat transmigrasi di Desa Air Terang, perkembangan ekonomi yang sudah mereka rasakan yakni lahan yang dimiliki sekarang sudah lebih dari dua hektar yang sudah termasuk lahan sawah dan kebun, adanya kepemilikian aset berupa rumah, kendaraan bermotor dan alat elektronik, fasilitas-fasilitas umum yang awalnya hanya ada beberapa saja kini dikarenakan Desa Air Terang menjadi ibu kota Kecamatan Tiloan, oleh sebab itu fasilitas umum yang didirikan sudah sangat menunjang kebutuhan masyarakat juga lengkapnya fasilitas- fasilyas tersebut bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan pendidikan, kesehatan serta jaminan sosial masyarakat tidak hanya untuk warga Desa Air Terang tetapi juga bagi warga masyarakat desa tetangga yang termasuk dalam lingkup Kecamatan Tiloan. Kesejahteran masyarakat transmigran di Desa Air Terang. Kecamatan Tiloan. Kabupaten Buol, yang di ukur dengan salah satunya dari aspek kehidupan dengan melihat kualitas hidup dari segi materi, seperti kualitas rumah, lahan yang dimiliki, aset kekayaan, serta fasilitas umum/pribadi. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Masyarakat transmigran di Desa Air Terang sudah mengalami kesejahteraan. Hal ini dilihat dari aset yang dimiliki masyarakatnya seperti bangunan rumah yang dibangun bertingkat dan memiliki aset berupa kendaraan pribadi dan adanya beberapa barang elektronik. Kesejahteraan juga dapat dilihat dari fasilitas- fasilitas umum penunjang kehidupan sosial DAFTAR PUSTAKA