Analisis Persepsi Dosen dan Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Frieska Maryova Rachmasisca1*. Surastina2 STKIP PGRI Bandar Lampung yova041188@gmail. com, 2srastina@gmail. How to cite . n APA Styl. : Rachmasisca. Surastina. Analisis Persepsi Dosen dan Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 18 . , pp. Abstract: The development of digital technology has brought significant changes to higher education, including in the teaching of Indonesian Language and Literature. One emerging technology that is increasingly utilized in academic contexts is Artificial Intelligence (AI) as a learning support tool. This study aims to analyze lecturersAo and studentsAo perceptions of AI use in Indonesian Language and Literature learning and its implications for academic literacy development. The study is motivated by ongoing challenges in higher education, particularly regarding studentsAo academic writing skills, idea development, language accuracy, and active engagement in learning activities. A qualitative descriptive approach was employed, involving lecturers and students participating in Indonesian Language and Literature courses as research subjects. Data were collected through open-ended questionnaires, interviews, classroom observations, and documentation of studentsAo academic assignments. The findings indicate that both lecturers and students generally hold positive perceptions of AI as a supportive learning tool. AI is perceived to assist students in understanding academic text structures, improving language use, and enhancing confidence and learning From the lecturersAo perspective. AI is considered a promising pedagogical innovation, yet it requires guidance and ethical oversight to ensure responsible use. The study concludes that integrating AI into Indonesian Language and Literature instruction offers significant potential for improving academic literacy, provided it is implemented in a planned, ethical, and responsible manner. Keyword: artificial intelligence, lecturersAo and studentsAo perceptions. Indonesian Language and Literature learning, academic literacy PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital pada era Revolusi Industri 4. 0 dan transisi menuju Society 5. 0 telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi. Transformasi digital mendorong integrasi teknologi cerdas dalam proses pembelajaran, tidak hanya sebagai sarana pendukung administratif, tetapi juga sebagai instrumen pedagogis Analisis Persepsi Dosen dan Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang memengaruhi cara dosen mengajar dan mahasiswa belajar. Salah satu bentuk teknologi yang berkembang pesat dan memperoleh perhatian luas dalam konteks akademik adalah Artificial Intelligence (AI). Kehadiran AI menandai pergeseran paradigma pembelajaran dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan berbasis data. Dalam konteks pendidikan tinggi. AI mulai dimanfaatkan untuk berbagai keperluan akademik, seperti pencarian dan pengelolaan informasi, penyusunan dan penyuntingan teks ilmiah, analisis bahasa, hingga pemberian umpan balik otomatis terhadap hasil belajar mahasiswa. Pemanfaatan AI ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dalam penguatan literasi akademik yang menjadi fondasi utama keberhasilan studi Literasi akademik mencakup kemampuan membaca kritis, menulis ilmiah secara sistematis, mengembangkan argumen logis, mengintegrasikan sumber referensi secara etis, serta mematuhi kaidah kebahasaan dan konvensi akademik yang berlaku. Berbagai hasil penelitian terdahulu dan pengalaman empiris dosen di perguruan tinggi menunjukkan bahwa kemampuan literasi akademik mahasiswa masih menghadapi sejumlah tantangan. Mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam merumuskan gagasan secara mandiri, menyusun paragraf yang koheren dan kohesif, menggunakan bahasa akademik yang tepat, serta mengelola sumber rujukan secara benar. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi pembelajaran yang tidak hanya relevan dengan karakteristik generasi digital, tetapi juga mampu menjembatani kesenjangan antara tuntutan akademik dan kemampuan aktual Pemanfaatan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia muncul sebagai salah satu alternatif strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Berbagai perangkat berbasis AI, seperti language model, grammar checker, paraphrasing tools, dan reference manager, berpotensi membantu mahasiswa dalam proses memahami teks, mengembangkan ide, menulis dan merevisi karya ilmiah, serta meningkatkan kualitas kebahasaan tulisan akademik. Dalam konteks ini. AI diposisikan bukan sebagai pengganti peran dosen, melainkan sebagai alat bantu pedagogis yang dapat memperkuat proses pembelajaran, meningkatkan efisiensi, serta mendorong kemandirian belajar mahasiswa. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia juga memunculkan berbagai respons dan persepsi yang beragam, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa. Di satu sisi. AI dipersepsikan sebagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, mempermudah proses akademik, dan memperluas akses terhadap sumber belajar. Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran terkait potensi ketergantungan berlebihan, berkurangnya proses berpikir kritis, risiko pelanggaran etika akademik, serta persoalan keaslian karya Perbedaan persepsi ini menunjukkan bahwa penerimaan dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh latar Frieska Maryova Rachmasisca dan Surastina LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. belakang, pengalaman, pemahaman teknologi, serta sikap pedagogis masingmasing pengguna. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dirancang untuk mengkaji secara mendalam persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan tinggi. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana dosen dan mahasiswa memandang peran, manfaat, tantangan, serta implikasi etis penggunaan AI dalam proses Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi bentukbentuk pemanfaatan AI yang telah digunakan dalam pembelajaran serta sejauh mana AI dipersepsikan mampu mendukung pengembangan literasi akademik Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi dosen terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan AI sebagai alat bantu akademik, serta membandingkan pandangan kedua kelompok tersebut dalam konteks pedagogis dan etika akademik. Secara opsional, hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan bahwa terdapat persepsi positif dari dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, namun disertai dengan sejumlah kekhawatiran terkait aspek etika dan kemandirian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian yang sesuai dengan tujuan tersebut, yaitu pendekatan kualitatif deskriptif atau pendekatan campuran . ixed method. Data penelitian dikumpulkan melalui angket persepsi, wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen akademik yang relevan. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pengalaman, pandangan, dan sikap dosen serta mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian tentang integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dari perspektif persepsi pengguna. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi dosen, pengembang kurikulum, dan pemangku kebijakan pendidikan tinggi dalam merumuskan strategi pemanfaatan AI yang pedagogis, etis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian. AI dapat diintegrasikan secara optimal sebagai bagian dari inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa mengabaikan nilai-nilai akademik dan kemanusiaan. KAJIAN TEORI Persepsi Dosen dan Mahasiswa dalam Pembelajaran Persepsi merupakan proses individu dalam menafsirkan dan memberi makna terhadap stimulus yang diterima dari lingkungan. Dalam konteks pendidikan Analisis Persepsi Dosen dan Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tinggi, persepsi dosen dan mahasiswa terhadap suatu inovasi pembelajaran akan sangat memengaruhi tingkat penerimaan, pemanfaatan, dan keberhasilannya. Menurut Walgito . , persepsi adalah proses psikologis yang melibatkan penginderaan, pengorganisasian, dan penafsiran stimulus sehingga membentuk pemahaman tertentu. Sejalan dengan itu. Slameto . menjelaskan bahwa persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran dipengaruhi oleh pengalaman belajar, kebutuhan akademik, serta lingkungan belajar. Persepsi dosen dan mahasiswa terhadap inovasi teknologi Menurut Uno dan Lamatenggo . , persepsi dosen terhadap teknologi pembelajaran menentukan cara teknologi tersebut diintegrasikan secara pedagogis. Sementara itu, menurut Kurniawan . , persepsi mahasiswa terhadap teknologi digital berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan kemandirian belajar. Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan sistem cerdas yang mampu meniru kemampuan kognitif manusia, seperti berpikir, belajar, dan memecahkan masalah. Konsep dan karakteristik artificial intelligence Menurut Prasetyo . AI adalah teknologi yang memungkinkan mesin melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, termasuk pemrosesan bahasa alami. Sejalan dengan itu. Suyanto . menegaskan bahwa AI berkembang pesat dalam bentuk machine learning dan natural language processing yang relevan dengan pembelajaran Fungsi AI dalam pembelajaran Menurut Daryanto dan Karim . AI dalam pendidikan berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran yang menyediakan umpan balik otomatis, personalisasi materi, dan analisis capaian belajar. Selanjutnya, menurut Munir . AI mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran di perguruan tinggi. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan tinggi bertujuan mengembangkan kompetensi kebahasaan, kesastraan, dan literasi akademik mahasiswa secara komprehensif. Hakikat pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia Menurut Mahsun . , pembelajaran Bahasa Indonesia menekankan pada penguasaan teks dan konteks penggunaan bahasa secara akademik. Senada dengan itu, menurut Alwasilah . , pembelajaran bahasa harus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Tantangan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia Menurut Widodo . , tantangan utama pembelajaran bahasa di era digital adalah adaptasi terhadap teknologi tanpa mengabaikan aspek etika dan karakter. Hal ini diperkuat oleh pendapat Suyitno . yang menyatakan bahwa dosen perlu mengintegrasikan teknologi secara selektif dan bertanggung jawab. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia membuka peluang baru dalam pengembangan keterampilan berbahasa dan Frieska Maryova Rachmasisca dan Surastina LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. AI sebagai asisten pembelajaran bahasa Menurut Rahmawati . AI berbasis bahasa dapat dimanfaatkan untuk analisis kebahasaan, penyuntingan teks, dan parafrase akademik. Selanjutnya, menurut Hidayat . , teknologi AI mampu membantu mahasiswa meningkatkan akurasi penggunaan bahasa Indonesia AI dan pembelajaran sastra Menurut Endraswara . , teknologi digital, termasuk AI, dapat memperkaya pembelajaran sastra melalui analisis teks dan eksplorasi makna secara interaktif. Sejalan dengan itu, menurut Wicaksono . AI dapat digunakan sebagai media apresiasi sastra yang inovatif. Etika dan Tantangan Penggunaan AI dalam Pembelajaran Penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia harus diimbangi dengan penguatan etika akademik. Etika akademik dalam pemanfaatan AI Menurut Sastroasmoro . , etika akademik menuntut kejujuran ilmiah, termasuk dalam penggunaan teknologi. Selanjutnya, menurut Sugiharto . AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir kritis Tantangan dan strategi implementasi Menurut Arifin . , tantangan utama penggunaan AI adalah potensi ketergantungan dan plagiarisme. Oleh karena itu, menurut Sudrajat . , diperlukan kebijakan dan pedoman pedagogis yang jelas dalam pemanfaatan AI di perguruan tinggi. Hubungan Persepsi. AI, dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan AI berpengaruh langsung terhadap efektivitas pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Menurut Nurhadi . , persepsi positif terhadap teknologi mendorong pemanfaatan yang optimal dalam pembelajaran. Sejalan dengan itu, menurut Zulela . , integrasi AI yang dirancang secara pedagogis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra tanpa menghilangkan nilai-nilai akademik dan budaya. METODE Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini menekankan pada pemahaman makna, pandangan, dan pengalaman subjek penelitian terhadap pemanfaatan AI dalam konteks pembelajaran, tanpa melakukan pengujian hipotesis secara statistik. Subjek penelitian terdiri atas dosen pengampu mata kuliah Bahasa dan Sastra Indonesia serta mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut pada semester berjalan. Populasi penelitian mencakup seluruh dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di program studi Analisis Persepsi Dosen dan Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang diteliti. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu memilih dosen dan mahasiswa yang telah menggunakan atau mengenal pemanfaatan AI dalam kegiatan pembelajaran. Penentuan jumlah subjek dilakukan secara fleksibel hingga data yang diperoleh mencapai tingkat Pengumpulan data dilakukan melalui angket terbuka, wawancara semiterstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Angket terbuka digunakan untuk memperoleh gambaran umum persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan AI. Wawancara dilakukan untuk menggali secara lebih mendalam pandangan, sikap, serta pengalaman subjek penelitian. Observasi dilakukan untuk mengamati praktik penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, sedangkan dokumentasi berupa tugas akademik mahasiswa dan perangkat pembelajaran digunakan sebagai data pendukung. Pengumpulan data dapat dilaksanakan secara luring maupun daring dengan memanfaatkan platform Analisis data dilakukan secara kualitatif tematik melalui tahap pengodean, pengelompokan data, dan penafsiran makna. Data yang relevan dikategorikan berdasarkan tema-tema utama persepsi, manfaat, dan tantangan penggunaan AI. Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap dan diverifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia telah diterima dan dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa dengan intensitas yang beragam. Mahasiswa memanfaatkan AI sebagai alat bantu akademik dalam proses pembelajaran, khususnya pada kegiatan yang berkaitan dengan literasi akademik, seperti perencanaan tulisan, pengembangan gagasan, perbaikan kebahasaan, serta penyuntingan karya tulis ilmiah. AI dipandang sebagai sarana pendukung yang membantu mahasiswa memahami tuntutan akademik secara lebih sistematis. Data angket menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Mahasiswa menilai AI membantu mereka memahami struktur teks akademik, penggunaan bahasa formal, serta penyusunan argumen yang runtut dan logis. Selain itu. AI dimanfaatkan untuk memperoleh alternatif diksi, memperbaiki kesalahan ejaan, dan meningkatkan kohesi serta koherensi paragraf. Temuan wawancara mengungkapkan bahwa mahasiswa merasa lebih terbantu dan percaya diri dalam menulis karya ilmiah setelah menggunakan AI sebagai pendamping belajar. Dari sisi dosen, hasil wawancara menunjukkan bahwa AI dipersepsikan sebagai inovasi pembelajaran yang potensial untuk mendukung proses literasi akademik mahasiswa. Dosen menilai AI dapat mempercepat proses umpan balik Frieska Maryova Rachmasisca dan Surastina LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. dan membantu mahasiswa mengatasi kesulitan teknis dalam menulis. Namun, dosen juga menekankan perlunya pengawasan dan pengarahan agar mahasiswa tidak menggunakan AI secara mekanis tanpa proses berpikir kritis. Hasil observasi pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik. Mahasiswa tampak lebih aktif berdiskusi, lebih terbuka terhadap proses revisi, dan lebih tekun dalam memperbaiki tulisan berdasarkan masukan yang diterima. Dari aspek afektif, penggunaan AI turut meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa, yang tercermin dari kesungguhan dalam menyelesaikan tugas dan kesediaan melakukan perbaikan secara mandiri. Meski demikian, penelitian ini juga menemukan kendala berupa perbedaan tingkat literasi digital mahasiswa serta kecenderungan sebagian mahasiswa untuk menerima hasil AI tanpa evaluasi kritis. Pembahasan Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia cenderung positif, khususnya dalam mendukung pengembangan literasi akademik. AI berfungsi sebagai alat bantu kognitif dan linguistik yang membantu mahasiswa mengatasi hambatan teknis dalam menulis, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengembangan substansi dan argumentasi ilmiah. Hal ini menegaskan peran AI sebagai pendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti aktivitas intelektual mahasiswa. Peningkatan partisipasi dan motivasi belajar mahasiswa dapat dipahami melalui perspektif pembelajaran berbasis teknologi, yang menekankan pentingnya media pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. AI memberikan pengalaman belajar yang lebih personal melalui umpan balik cepat dan fleksibel, sehingga mahasiswa merasa terbantu dalam mengelola proses belajarnya sendiri. Kondisi ini menjadikan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia lebih kontekstual dan responsif terhadap tuntutan akademik di era Namun demikian, kecenderungan ketergantungan mahasiswa terhadap AI mengindikasikan adanya tantangan pedagogis yang perlu diantisipasi. Tanpa pendampingan yang tepat. AI berpotensi mengurangi kemandirian berpikir dan kepekaan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, peran dosen menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran etika dan sikap kritis mahasiswa terhadap penggunaan AI. Dosen perlu menegaskan batasan pemanfaatan AI serta mengintegrasikannya secara terarah dalam desain pembelajaran. Hasil penelitian ini juga mengisyaratkan perlunya peningkatan literasi digital mahasiswa agar mereka mampu mengevaluasi keluaran AI secara kritis dan bertanggung jawab. Selain itu, dukungan institusional berupa kebijakan, pedoman penggunaan AI, serta pelatihan bagi dosen dan mahasiswa menjadi faktor penting untuk memastikan pemanfaatan AI berjalan secara etis dan edukatif. Dengan Analisis Persepsi Dosen dan Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pengelolaan yang tepat. AI dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan tinggi. SIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosen dan mahasiswa pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan tinggi. dipandang sebagai teknologi pendukung yang mampu membantu proses pembelajaran, terutama dalam kegiatan literasi akademik, seperti penataan struktur tulisan, perbaikan kebahasaan, serta pengembangan gagasan secara lebih terarah. Kehadiran AI menjadikan pembelajaran lebih adaptif terhadap kebutuhan akademik mahasiswa dan selaras dengan perkembangan teknologi digital. Dari perspektif mahasiswa, penggunaan AI berkontribusi terhadap meningkatnya kepercayaan diri, keterlibatan, dan kemandirian dalam proses Mahasiswa lebih terdorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan menulis, melakukan revisi, serta merefleksikan kualitas karya akademik yang dihasilkan. Sementara itu, dari sudut pandang dosen. AI dipersepsikan sebagai inovasi pembelajaran yang dapat memperkuat pendampingan akademik, meskipun tetap memerlukan pengawasan agar tidak menggeser peran dosen sebagai pembimbing utama proses berpikir dan pembentukan karakter ilmiah mahasiswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengungkap adanya kekhawatiran terkait potensi ketergantungan mahasiswa terhadap AI serta rendahnya kesadaran sebagian mahasiswa terhadap etika akademik. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu diiringi dengan penguatan literasi digital, pemahaman etika akademik, dan pembiasaan berpikir kritis agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan tetap menjaga orisinalitas karya ilmiah. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar dosen Bahasa dan Sastra Indonesia mengintegrasikan AI dalam pembelajaran secara terencana, terarah, dan Perguruan tinggi juga diharapkan berperan aktif dalam menyediakan regulasi, pelatihan, dan infrastruktur pendukung agar pemanfaatan AI dapat berjalan secara etis dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut. AI berpotensi menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di perguruan tinggi. Frieska Maryova Rachmasisca dan Surastina LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. DAFTAR PUSTAKA