MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Optimalisasi Peran Pesantren dalam Lembaga Pendidikan Islam di Era Modern Aulya Hamidah Mansyuri Insitut Agama Islam Negeri Ponorogo Auliahm557@gmail. Beta Ardana Patrisia Insitut Agama Islam Negeri Ponorogo betaap1910@gmail. Binti Karimah Insitut Agama Islam Negeri Ponorogo bintikrmh@gmail. Defi Vita Fitria Sari Insitut Agama Islam Negeri Ponorogo defita726@gmail. Wahyu Nur Huda Insitut Agama Islam Negeri Ponorogo sugionoparon058@gmail. Abstract: Education has a very important role in efforts to prepare generations of nations and The success or failure of a nation or state is highly dependent on the education of a nation. Islamic boarding schools as the oldest educational institutions in Indonesia are still making an important contribution in the socio-religious field. Islamic boarding schools as educational institutions that have strong . roots in Indonesian Muslim society, in their journey are able to maintain and maintain their survival . urvival syste. and have a multi-aspect educational Islamic boarding schools have five elements or elements, namely mosques, kyai, boarding schools, students, and recitation of the yellow book . afaqquh fi al-di. As an educational institution, pesantren must also play a role as a reformer of religious understanding. As a religious education institution. Islamic boarding schools can also carry out their roles, duties and responsibilities in the implementation of inspiration, motivator and dynamism in the implementation of regional and regional development in their respective fields. Islamic boarding schools have a strategic role in efforts to develop and advance education in Indonesia, especially at this time, namely the modern era, especially Islamic education which is much needed and the choice of Indonesian people. Keyword : The Role of Islamic Boarding Schools. Islamic Education Institutions. The Modern Era. Abstrak: Pendidikan mempunyai peranan yang sangat krusial dalam upaya mempersiapkan generasi bangsa dan agama. Keberhasilan atau tidaknya suatu bangsa maupun negara sangat tergantung pada aspek pendidikan suatu bangsa. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia sampai sekarang masih tetap memberikan kontribusi penting di bidang sosial keagamaan. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat . pada masyarakat muslim Indonesia, dalam perjalanannya mampu menjaga dan mempertahankan keberlangsungan dirinya . urvival syste. serta memiliki model pendidikan multi aspek. Pesantren memiliki lima unsur atau elemen, yaitu masjid, kyai, pondok, santri, dan pengajian kitab kuning . afaqquh fi al-di. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren tentunya juga harus berperan sebagai pembaharu paham keagamaan sebagai lembaga pendidikan agama pesantren juga dapat menjalankan peran, tugas dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan inspirator, motivator dan dinamisme dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan daerah di bidangnya masing-masing. Pesantren memiliki peran strategis dalam upaya pengembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya pada saat ini yaitu era modern, lebih-lebih pesantren merupakan pendidikan Islam yang mana sangat dibutuhkan dan menjadi pilihan oleh masyarakat Indonesia. Kata Kunci : Peran pesantren. Lembaga Pendidikan Islam. Era Modern. PENDAHULUAN Pendidikan yaitu salah satu aspek penting dalam usaha mempersiapkan generasi muda untuk menyambut dan menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompetitif, sehingga lembaga pendidikan dituntut mampu menjawab permasalahan. Permasalahan tersebut baik dari segi yang bersifat lokal, nasional dan perubahan secara global yang begitu pesat. Pendidikan yang berkualitas dan tentunya berbobot pada saat ini adalah keperluan yang sangat krusial atau penting dalam kehidupan manusia. Jatuh bangun suatu bangsa atau negara sangat tergantung pada pendidikan bangsa tersebut. Kita telah mengetahui bahwasannya pesantren sendiri adalah bagian dari lembaga pengembangan pendidikan. Dalam hal ini tentu pesantren mampu membawa transformasi besar terhadap persepsi masyarakat umum tentang arti penting agama dan pendidikan. Maka berangkat dari situlah orang mulai mengerti bahwa dalam rangka penyempurnaan keberagamaan, mutlak diperlukan rangkaian pendalaman dan penelaahan secara mendalam terkait pengetahuan agama mereka di 2 Pesantren juga jika dibaurkan dengan lembaga pendidikan yang pernah hadir di Indonesia, pesantren sendiri yaitu sistem pendidikan tertua dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia. Pesantren dalam lintasan sejarah bangsa dinyatakan sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia. Di era peradapan modern yang mana semakin luas, setiap bangsa tentu harus memajukan daya saingnya dalam berbagai aspek terutama terhadap sumber daya manusianya. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya mampu bersaing yang mana setiap orang dituntut untuk mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam rangka menjawab tantangan yang semakin berat lembaga pendidikan perlu melakukan transformasi yang signifikan, dalam rangka mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab setiap perubahan di setiap zaman nya. Dalam hal ini, pesantren Ahmadi. Menejemen Kurikulum Pendidikan Kecakapan (Yogyakarta: Pustaka Ifada 2. , 162. Yusuf Umar. Manajemen Pendidikan Pesantren Bermutu (Bandung: PT Refika Aditama, 2. Fatah Syukur. Dinamika Pesantren dan Madrasah (Cet. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 248. sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam guna memenuhi tuntutan tersebut berupaya melakukan perubahan dan perkembangan secara terus-menerus guna menghasilkan lulusan yang berkualitas. Keberadaan pesantren dengan berbagai macam tuntutan tidak serta merta selamanya berjalan dengan mudah, akan tetapi juga kadangkala menjumpai kendala dan juga tantangan. Tantangan pesantren sendiri diantara nya dalam menghadapi kemajuan iptek. Kemudian dalam menghadapi budaya Barat, dalam menghadapi persaingan bisnis pendidikan, dalam menghadapi tuduhan miring serta dalam mengembangkan IImu agama. 4 Tentu kita menyadari bahwa peran pesantren bahkan tidak cukup bila dikatakan hanya sebatas skala regional. Aktifitas pesantren dalam merespon persoalan global telah dibuktikan semenjak masa-masa awal kejayaannya. Keterlibatan pesantren dalam dunia global telah dibuktikan oleh fakta sejarah yang tidak mungkin untuk dinafikan5. Oleh karena itu, dalam artikel jurnl ini akan membahas tentang optimalisasi peran pesantren dalam lembaga pendidikan islam di negeri ini dari sejarah, perkembangan pesantren dan eksistensianya sampai pada era peradaban modern saat ini. METODE Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan merujuk pada referensi dan literatur yang mana untuk mendapatkan data artikel yang akan disajikan. Dalam penelitian kualitatif sebuah proses lebih dipentingkan daripada hasil. Dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan secara ananlisis induktif dan makna merupakan hal yang paling esensial. 6 Data artikel bersumber dari buku, jurnal, dan beberapa penelitian lain yang memiliki relevansi dan keterkaitan dengan pembahasan artikel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk memperoleh topik pembahasan dan kesimpulan artikel. HASIL PEMBAHASAN Sejarah Kelahiran Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Secara historis, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam telah mengalami perjalanan yang cukup panjang. Pesantren lahir bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan akan pentingnya pendidikan tetapi juga memiliki peran untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Dalam sejarah pesantren telah memberikan sumbangsih yang survive untuk mewujudkan idealisme pendidikan bangsa yang bukan sekedar meningkatkan kualitas sumber daya manusia saja melainkan juga Iswati,dkk. Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Lampung: Cv. Laduny Alifatama, 2. , 125. Samsurrohman,AyPesantren dan arus globalAy. Jurnal Qalam. Vol. XII No. Juni . : 209. Nana Syaodih Sukamdinata. Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 43. mencetak moralitas dan spiritualitas bangsa yang luhur. 7 Kemudian. Syaikh Maulana Malik Ibrahim atau biasa dipanggil Sunan Gresik adalah orang pertama yang mendirikan lembaga pengajian yang mana sebagai cikal bakal berdirinya pesantren untuk tempat mendidik dan menggembleng para santri. Tujuannya agar para santri menjadi juru dakwah yang mahir sebelum mereka diterjunkan langsung di masyarakat luas. Hasil diagnosis sejarah ditemukan sejumlah bukti yang akurat menunjukkan bahwa cikal bakal pendirian pesantren pada awal ini terdapat di daerah-daerah sepanjang pantai utara Jawa, seperti Giri (Gresi. Ampel Denta (Surabay. Bonang (Tuba. Kudus. Lasem, dan Cirebon. Kota-kota tersebut pada masa itu adalah kota kosmopolitan atau bisa dikatakan sebagai kota yang luas yang mana menjadi jalur penghubung perdagangan dunia, dan juga sebagai tempat persinggahan para pedagang dan mubaligh Islam yang datang dari Jazirah Arab seperti Hadramaut. Persia, dan Irak. Lembaga pendidikan pada awal masuknya Islam belum bernama pesantren. Pesantren sendiri pada abad ke-7 M. atau abad pertama hijriyah diketahui terdapat komunitas muslim di Indonesia (Peureula. , namun belum mengenal lembaga pendidikan pesantren. Lembaga pendidikan yang ada pada masa-masa awal itu adalah masjid atau yang lebih dikenal dengan nama meunasah di Aceh, tempat masyarakat muslim belajar agama. Lembaga pesantren seperti yang kita kenal sekarang berasal dari Jawa10 Upaya dakwah yang mana mencapai puncak yang di Jawa terjadi pada abad ke-14 M yang dipimpin oleh Maulana Malik Ibrahim dari tanah Arab. Ia mendarat di pantai Jawa Timur bersama beberapa orang kawannya dan menetap di kota Gresik. Sehingga pada abad ke-15 telah terdapat banyak orang Islam di daerah itu yang terdiri dari orang-orang asing, terutama dari Arab dan India. Di Gresik. Maulana Malik Ibrahim tinggal menetap dan menyiarkan agama Islam sampai akhir hayatnya tahun 1419 M. Sebelum meninggal dunia. Maulana Malik Ibrahim berhasil mengkader para mubaligh dan di antara mereka kemudian dikenal juga dengan wali. Para wali inilah yang meneruskan penyiaran dan pendidikan Islam melalui pesantren. Maulana Malik Ibrahim dianggap sebagai perintis lahirnya pesantren di tanah air yang kemudian dilanjutkan oleh Sunan Ampel. Mengenai sejarah berdirinya pesantren pertama atau tertua di Indonesia terdapat perbedaan pendapat di kalangan peneliti, baik nama pesantren maupun tahun berdirinya. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Depatremen Agama pada 1984-1985 diperoleh informasi bahwa Ngainun Naim. Character Buliding Optimalisasi Peran Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu & Pembentukan Karakter bangsa. (Jogjakarta : ArRuzz Media, 2. , 13. Alwi Shihab. Islam Inklusif (Cet. Bandung: Mizan, 2. Syukur. Fatah. Dinamika Pesantren dan Madrasah . Cet. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2018, 248 Marwan Saridjo. Pendidikan Islam dari Masa ke Masa: Tinjauan Kebijakan terhadap Pendidikan Islam di Indonesia (Cet. Jakarta: Yayasan Ngali Aksara, 2. , 17-30. Ibid. pesantren tertua di Indonesia adalah Pesantren Jan Tanpes II di Pamekasan Madura yang didirikan pada tahun 1762. 12 Tetapi data Departemen Agama ini ditolak oleh Mastuhu. Sedangkan menurut Martin Van Bruinessen seperti dikutip Abdullah Aly bahwa Pesantren Tegalsari, salah satu desa di Ponorogo. Jawa Timur merupakan pesantren tertua di Indonesia yang didirikan tahun 1742 M. Perbedaan pendapat tersebut karena minimnya catatan sejarah pesantren yang menjelaskan tentang keberadaan pesantren. Dari segi etimologi pondok pesantren merupakan satu lembaga kuno yang mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan agama. Ada sisi kesamaan secara bahasa antara pesantren yang ada dalam sejarah Hindu dengan pesantren yang lahir belakangan. Antara keduanya memiliki kesamaan prinsip pengajaran ilmu agama yang dilakukan dalam bentuk asrama. Sedangkan ecara terminologi. KH. Imam Zarkasih mengartikan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok, di mana kyai sebagai figur sentral, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama Islam di bawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya. Pesantren sekarang ini merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki ciri khas tersendiri. Lembaga pesantren ini sebagai lembaga Islam tertua dalam sejarah Indonesia yang memiliki peran besar dalam proses keberlanjutan pendidikan nasional. KH. Abdurrahman Wahid, mendefinisikan pesantren secara teknis, pesantren adalah tempat di mana santri tinggal. Mengenai asal-usul dan latar belakang pesantren di Indonesia terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ahli sejarah. Pertama, pendapat yang menyebutkan bahwa pesantren berakar pada tradisi Islam sendiri, yaitu tradisi tarekat. Pandangan ini dikaitkan dengan fakta bahwa penyebaran Islam di Indonesia pada awalnya banyak dikenal dalam bentuk kegiatan tarekat dengan dipimpin oleh Salah satu kegiatan tarekat adalah mengadakan suluk, melakukan ibadah di masjid di bawah bimbingan kyai. Untuk keperluan tersebut, kyai menyediakan ruang-ruang khusus untuk menampung para santri sebelah kiri dan kanan masjid. Para pengikut tarekat selain diajarkan amalan-amalan tarekat mereka juga diajarkan kitab agama dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan agama Islam. Aktivitas mereka itu kemudian dinamakan pengajian. Perkembangan selanjutnya, lembaga pengajian ini tumbuh dan berkembang menjadi lembaga pesantren. Bahkan dari segi penamaan istilah pengajian merupakan istilah baku yang digunakan pesantren, baik salaf maupun khalaf. Ibid. ,31. Abdullah Aly. Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren: Telaah terhadap Kurikulum Pondok Pesantren Modern Islam Assalam Surakarta (Cet. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 154-156. Amir Hamzah Wiryosukarto. Merintis Pesantren Modern (Ponorogo: Gontor Press, 2. , 51. Abdurrahman Wahid. Menggerakkan Tradisi. Esai-esai Pesantren (Cet. Yogyakarta: KIS, 2. , 17. Abdul Aziz. Ensiklopedi Islam IV (Cet. II. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2. , 103. Pendapat kedua, menyatakan bahwa kehadiran pesantren di Indonesia diilhami oleh lembaga pendidikan AukuttabAy, yakni lembaga pendidikan pada masa kerajaan bani Umayyah yang semula hanya merupakan wahana atau lembaga baca dan tulis dengan sistem halaqah. Pada tahap berikutnya lembaga ini mengalami perkembangan pesat, karena didukung oleh iuran masyarakat serta adanya rencana-rencana yang harus dipatuhi oleh pendidik dan anak didik. Pendapat ketiga, pesantren yang ada sekarang merupakan pengambil-alihan dari sistem pesantren orang-orang Hindu di Nusantara pada masa sebelum Islam. Lembaga ini dimaksudkan sebagai tempat mengajarkan ajaran-ajaran agama Hindu serta tempat membina kader-kader penyebar agama tersebut. 18 Terlepas dari itu, bahwa pesantren yang dikenal masyarakat saat ini adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang memiliki peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta sebagai pusat pengembangan Islam. Bahkan seiring dengan perkembangan zaman, pesantren saat ini terus berbenah diri dengan melakukan berbagai pola dan inovasi pendidikan guna menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan Pesantren di Indonesia Pada awal berkembangnya, terdapat dua fungsi pesantren. Fungsi pesantren disini sebagai lembaga pendidikan dan sebagai lembaga penyiaran agama. Fungsi utama itu masih melekat pada pesantren, walaupun pada perkembangan selanjutnya pesantren mengalami perubahan. Pesantren di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat. Sepanjang abad ke18 sampai dengan abad ke-20, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam semakin dirasakan keberadaannya oleh masyarakat secara luas, sehingga kemunculan pesantren di tengah masayarakat selalu direspons positif oleh Respon positif masyarakat tersebut yaitu pesantren didirikan oleh seorang kyai dengan bantuan masyarakat dengan cara memperluas bangunan di sekitar surau, langgar atau masjid untuk tempat pengajian dan sekaligus sebagai asrama bagi anak-anak. Dengan begitu anak-anak tidak perlu bolak-balik pulang ke rumah orang tua mereka. Anak-anak menetap tinggal bersama kyai di tempat Perkembangan pesantren terhambat ketika Belanda datang ke Indonesia untuk menjajah. Hal ini terjadi karena pesantren bersikap non-kooperatif bahkan mengadakan konfrontasi terhadap Lingkungan pesantren merasa bahwa sesuatu yang berasal dari Barat dan bersifat modern menyimpang dari ajaran agama Islam. Di masa kolonial Belanda, pesantren sangat antipati terhadap Muhaimin. Pemikiran Pendidikan Islam (Cet. Bandung: Tri Genda Karya, 2. , 298-299. Zamakhsyari Dhofier,T radisi Pesantren: Memadu Modernitas untuk Kemajuan. Cet. (Jakarta. Pesantren Nawesea Press, 2. , 5. Zuhairini. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 212. westernisasi dan modernisme yang ditawarkan oleh Belanda. Akibat dari sikap tersebut, pemerintah kolonial mengadakan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pesantren. Pemerintah Belanda mencurigai institusi pendidikan dan keagamaan pribumi yang digunakan untuk melatih para pejuang militan untuk melawan penjajah. 20 Dalam masa penjajahan Belanda, pendidikan Islam yang berpusat pada pesantren, surau, dayah, dan lembaga pendidikan Islam lainnya sengaja melakukan uzlah dari kekuasaan kolonial. Pada tahun 1882 pemerintah Belanda mendirikan Priesterreden (Pengadilan Agam. yang bertugas mengawasi kehidupan beragama dan pendidikan pesantren. Setelah itu, dikeluarkan Ordonansi tahun 1905 yang berisi peraturan bahwa guru agama yang mengajar harus mendapatkan izin dari pemerintah. Peraturan yang lebih ketat lagi dibuat pada tahun 1925 yang membatasi orang yang boleh memberikan pelajaran mengaji. Akhirnya, pada tahun 1932 peraturan dikeluarkan yang dapat memberantas dan menutup madrasah dan sekolah yang tidak ada izinnya atau yang memberikan pelajaran yang tak disukai oleh pemerintah. 22 Peraturan-peraturan tersebut membuktikan ketidakadilan kebijaksanaan pemerintah penjajahan Belanda terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Akan tetapi, pesantren tetap bertahan dan berkembang karena pengelolanya mampu mengatur strategi dengan baik. Setelah Indonesia merdeka, pesantren tumbuh dan berkembang dengan pesat. Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren yang semula hanya based institution kemudian berkembang menjadi pendidikan yang maju. Bahkan kini pesantren bukan hanya milik organisasi tertentu tetapi milik umat Islam Indonesia. Pada awal tahun 1949. Pemerintah Republik Indonesia mendorong pembangunan sekolah umum seluas-luasnya dan membuka secara luas jabatan-jabatan dalam administrasi modern bagi bangsa Indonesia yang terdidik dalam sekolah-sekolah umum tersebut. 23 Pendirian madrasah di pesantren semakin menemukan momentumnya ketika K. Wahid Hasyim menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Ia melakukan pembaruan pendidikan agama Islam melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 3 tahun 1950, yang menginstruksikan pemberian pelajaran umum di madrasah dan memberi pelajaran agama di sekolah umum negeri/swasta. Hal ini semakin mendorong pesantren mengadopsi madrasah ke dalam pesantren. Pesantren semakin lebih membuka kelembagaan dan fasilitas-fasilitas pendidikannya bagi kepentingan pendidikan umum. Pesantren Abdurrahman MasAoud. Dari Haramain ke Nusantara: Jejak Intelektual Arsitek Pesantren (Cet. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2. , 89. Burhanuddin. Mencetak Muslim Modern: Peta Pendidikan Islam Indonesia (Cet. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2. , 2. Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Pesantren: Memadu Modernitas untuk Kemajuan (Cet. Jakarta. Pesantren Nawesea Press, 2. , 41. Ibid. tidak hanya mengadopsi madrasah tetapi juga mendirikan sekolah-sekolah umum. Pesantren Tebuireng Jombang adalah pesantren pertama yang mendirikan SMP/SMA. Langkah ini kemudian diikuti oleh pesantren lain, bahkan berlomba-lomba mendirikan sekolah umum untuk mengikuti tuntutan masyarakat agar santri bisa belajar pengetahuan agama dan menguasai pengetahuan umum seperti murid-murid di sekolah umum sehingga akses santri dalam melanjutkan pendidikan semakin meluas seperti sekolah-sekolah umum di luar pesantren. Saat ini tidak jarang kita temui pesantren memiliki lembaga pendidikan umum mulai TK. SD. SMP. SMA dan SMK di samping MI. MTs, dan MA. Pada tahun 1978 berdasarkan laporan Departemen Agama Republik Indonesia, jumlah pesantren dan santri berkembang pesat berjumlah 675. 364 orang. Hasil survei Departemen Agama Republik Indonesia pada tahun 1978 mengenai keadaan pesantren di Jawa, menunjukkan bahwa sistem pendidikan pesantren dipelihara, dikembangkan dan dihargai oleh masyarakat umat Islam di Indonesia. Kekuatan pesantren dapat dilihat dari segi lain, yaitu walaupun setelah Indonesia merdeka telah berkembang jenis pendidikan Islam formal dalam bentuk madrasah. 26 Antara tahun 1987 sampai dengan tahun 2004 pesantren bertambah rata-rata 500 setiap tahunnya. Tahun 2004 sampai 2008 bertambah 1. 000 buah pesantren dan dalam waktu 10 tahun terakhir, santrinya bertambah lebih dari dua juta. Pesantren pada umumnya bersifat mandiri, tidak tergantung kepada kebijakan pemerintah yang ada sehingga pesantren bisa memegang teguh kemurniannya sebagai lembaga pendidikan Islam. Optimalisasi Peran Pesantren dalam Lembaga Pendidikan Islam di Era Peradapan Modern Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan islam yanga mana sebenarnya mempunyai potensi yang cukup strategi memasuki era peradapan modern ini. Potensi pondok pesantren berupa pondok, masjid, kitab-kitab klasik, kyai, dan santri merupakan potensi yang baik. Pengembangan potensi tersebut dapat mengimbangi segala tuntutan zaman modern. Pondok pesantren akan terus eksis di masyarakat Indonesia selama pondok pesantren dapat mengembangkan potensi tersebut atau istilah lain dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki tanpa harus kehilangan ciri khas dari pondok pesantren itu sendiri. Layaknya sebuah industri pesantren dapat mengembangkan pendidikan disesuaikan dengan keadaan. 27 Tentu dengan adanya fakta tersebut, tidak heran jika sebagai lembaga Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Pesantren: Memadu Modernitas untuk Kemajuan (Cet. Jakarta. Pesantren Nawesea Press, 2. ,58. Ibid. Departemen Agama Republik Indonesia. Direktori Pesantren 3 (Cet. Jakarta: Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, 2. , 386. Yudha Al-Farisi,Ay Potensi Pondok Pesantren Dan Upaya Pengembangan Dan PembinaannyaAy. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Hasanah. Vol. No. Desember . : 48. pendidikam Islam yang mana telah memiliki sejarah yang bisa dikatakan cukup lama dan masih terbukti eksis dari zaman ke zaman. Pesantren sendiri lahir membawa tujuan yang mana dalam rangka membina kepribadian Islami, yaitu kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Berakhlak mulia, bermanfaat dan berkkhidmat kepada Allah SWT (Khadim Al- Umma. Pesantrem telah lama menjadi lembaga yang memiliki kontribusi penting dalam ikut serta mencerdaskan bangsa. Selanjutnya jika kita berbicara mengenai tugas pesantren diera peradapan modern ini sendiri adalah mempertahankan eksistensi dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan ilmu agama, cara nya dengan konsisten berinovasi dalam kegiatan pendidikan yang diselenggarakannya misalnya dengan mengadopsi sistem pendidikan formal, serta mengem-bangkan kegiatan seperti dalam bi-dang ekonomi dan bisnis agar eksistensi pesantren tetap terjaga. Se-dangkan fungsi pesantren adalah menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat atau berkhidmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat, sebagaimana ke-pribadian Nabi Muhammad SAW . engikuti sunnah Nab. , mampu berdiri sendiri, bebas, dan teguh da-lam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan Islam dan kejayaan umat Islam ditengah-tengah masyarakat (Izz al-Islam wa al-Muslimi. dan mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian manusia. Sekaligus memilki etik dan etos kerja . manu wa amilushshali-ha. yang sangat dibutuhkan terutama di era modern seperti saat ini, pesantren harus mampu mendidik santri dengan soft skill dan wawasan ilmu keagamaannya agar mampu memberi warna berbeda dan penerang ditengah masyarakat modern yang cenderung memisahkan urusan dunia dan keagamaan. Dalam fungsi sosialnya pesantren saat ini masih sangat berperan penting dalam menjaga nilai-nilai tradisional keislaman dan juga moral masyarakat, terakhir fungsi pesantren di era modern bertambah dengan berkem-bangnya kegiatan pesantren dalam bidang ekonomi dan bisnis dengan mendirikan usaha usaha yang masih dikelola oleh pesantren, hal ini memungkinkan pesantren di masa modern juga memiliki fungsi ekonomi. Terlepas dari fungsi dan tugas pesantren di era peradapan modern, selanjutnya berbicara mengenai pesantren di era peradapan modern memiliki peran yang dapat diamainkan oleh pesantren itu sendiri agar tetap eksis di era modern ini. Peranan nya yaitu dari segi sarana dan prasarana penunjang yang memadai, lalu meningkatan sumber daya manusia dalam bidang manajemen Ani Himmatul Aliyah. AuPeran Pondok Pesantren dalam Pengembangan Pendidikan IslamAy. Jurnal Prosiding Nasional Pascasaerjana IAIN Kediri. Vol. November . : 217. Yani Achdiani. AuTugas dan Fungsi Pesantren di Era ModernAy Jurnal Sosietas. Vol. No. 1 ( 2. : 14. Ibid. ,15 kelembagaan, serta bidang-bidang yang berakitan dengan kehidupan masyarakat yang mana harus menjadi prioritas pesantren, kemandirian kelembagaan dengan menciptakan usaha sendiri, adanya kurikulum yang beroientasi life skill santri dan masyarakat yang mana hal ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas santri dan masyarakat tidak hanya cukup dalam bidang keagamaan semata melainkan harus di tinjang oleh kemampuan yang bersifat keahlian. Maka dalam hal ini, pesantren dijadikan sebagai agen perubahan . gent of chang. sebagai lembaga perantara yang diharapkan dapat berperan sebagai dinamisator dan katalisator pemberdayaan sumber daya manusia, penggerak pembangunan di segala bidang, serta pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era peradapan modern ini. Sebagai suatu lembaga pendidikan yang hidup di tengah arus modernisasi, agar eksistensinya tetap bisa dipertahankan, pesantren diwajibkan oleh tuntutan-tuntutan hidup anak didiknya dalam kaitannya dengan perkembangan zaman untuk membekali mereka dengan keahlian melalui berbagai macam pendidikan dan Tujuan pendidikan pesantren adalah terbentuknya manusia yang memiliki kesadaran setinggi-tingginya akan bimbingan Islam yang bersifat menyeluruh dan dilengkapi dengan kemampuan untuk mengadakan respons terhadap tantangan dan tuntutan hidup dalam konteks ruang dan waktu baik di Indonesia maupun dunia abad sekarang atau bisa dikatakan sebagai era peradapan modern yang mana pentingnya transformasi pesantren itu sendiri namum tetap menjaga ciri khas KESIMPULAN Pesantren yang dikenal sekarang berasal dari Jawa, walaupun pada abad ke-7 M. diketahui terdapat komunitas muslim di Indonesia (Peureula. , namun lembaga pendidikan pada masa itu dikenal nama meunasah. Pesantren diartikan sebagai lembaga pendidikan Islam dengan sistem asrama atau pondok, kiyai sebagai figur sentralnya, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama Islam di bawah bimbingan kyai yang diikuti santri. Perkembangan pesantren dari masa ke masa tetap mengalami perkembangan yang signifikan, walaupun pada masa penjajahan Belanda, lembaga pendidikan Islam mengalami penurunan kuantitas karena tindakan diskriminatif penjajah Belanda. Namun, pesantren tetap eksis karena kemampuan pengelola pesantren menyiasati segala kebijakan penguasa dari masa ke masa. Pada tahun 2001, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia membentuk Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren setelah menyadari perkembangan pesantren yang pesat. Saifuddin Amir. Pesantren. Sejarah dan Perkembangannya (Cet. Bandung: Pustaka Pelajar, 2. , 57. Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan islam yanga mana sebenarnya mempunyai potensi yang cukup strategi memasuki era peradapan modern ini. Potensi pondok pesantren berupa pondok, masjid, kitab-kitab klasik, kyai, dan santri merupakan potensi yang baik. Pengembangan potensi tersebut dapat mengimbangi segala tuntutan zaman modern. Pondok pesantren akan terus eksis di masyarakat Indonesia selama pondok pesantren dapat mengembangkan potensi tersebut atau istilah lain dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki tanpa harus kehilangan ciri khas dari pondok pesantren itu sendiri. DAFTAR PUSTAKA