Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Membaca Suku Kata Melalui Metode Kooperatif Type NHT Berbantuan Media Gambar Siswa SDN Sumurgedei Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Nurhayati 1*. Prima Danu Astri Susanti 2. Muhammad Arif 3 Mahasiswa Program studi S1 Ae PGSD. FKIP Universitas Terbuka Pendidikan Geografi. STKIP Pesisir Selatan *Email: nurhayati@gmail. Received 24/07/2023. accepted 31/08/2023. published 01/09/2023 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep membaca suku kata dengan metode Kooperatif type NHT berbantuan media gambar dengan harapan pemahaman membaca suku kata siswa akan meningkat. Penelitian jenis ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus perbaikan dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas I SDN Sumurgede I dengan jumlah 26 siswa, diantaranya 19 siswa laki-laki dan 17 siswi perempuan. Pelaksanaan siklus I ketuntasan siswa sebesar 38,19% dan meningkat pada perbaikan siklus II dengan ketutasan siswa sebesar 95,44%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode Kooperatif type NHT berbantuan media gambar dapat meningkatkan konsep membaca suku kata siswa kelasI SDN Sumurgede I Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawangsemester II tahun pelajaran 2022/2023. Kata Kunci: pemahaman konsep, kooperatif tipe NHT, media gambar. Abstract The purpose of this study was to increase understanding of the concept of reading syllables with the NHT type cooperative method assisted by media images in the hope that students' reading comprehension of syllables would increase. This type of research is Classroom Action Research which consists of 2 improvement cycles with four stages namely, planning, implementing, observing, and The research subjects were class I students at SDN Sumurgede I with a total of 26 students, including 19 male students and 17 female students. The implementation of the first cycle of student completeness was 38. 19% and increased in the improvement of the second cycle with student mastery of 95. Based on the results of this study, it can be concluded that the NHT-type Cooperative method assisted by media images can improve the reading syllable concepts of class I SDN Sumurgede I SDN Cilamaya Kulon District. Karawang Regency semester II in the 2022/2023 academic year. Keywords: understanding of concepts, cooperative type NHT, media images. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 68 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ PENDAHULUAN Pembelajaran Menguasai keterampilan membaca adalah salah satu dasar yang harus dikuasai anak usia dini. Membaca suku kata merupakan langkah awal dalam prosespembelajaran membaca yang harusdikuasai oleh anak kelas I. Hal ini karena membaca suku kata merupakan fondasi dalam mengembangkan kemampuan membaca secara keseluruhan. Menurut Sapudin . belajar adalah sebuah proses perubahan yang dialami oleh siswa dalam hal kompetensinya untuk berperilaku dengan cara yang baru, hal ini sebagai hasil interaksi sebuah stimulus dan respons. Dari proses belajar bagi siswa maupun guru pasti menginginkan hasil yang memuaskan. Maka dari itu guru sebagai penyalur ilmu pengetahuan untuk siswanya menginginkan anak didiknya memahami apa yang di pelajarinya dan tentu saja mendapat nilai yang memuaskan. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah menerima pengalaman pembelajaran yang akan menghasilkan perubahan tingkah laku. Sebagai hasil dari belajar yang dianggap penting dan dapat mencerminkan hasil dari belajar tersebut, baik dari aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik (Nabillah & Abadi, 2. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor intern . ari dala. dan ekstren . ari lua. Menurut Raresik, dkk. Faktor intern meliputi faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik seperti keadaan kesehatan, keadaan tubuh. Dan faktor psikis seperti perhatian, minat , bakat, dan Sedangkan faktor ekstrn yaitu faktor sekolah seperti kurikulum, metode mengajar, interaksi antar siswa, sisiplin di sekolah, alat pelajaran, keadaan gedung, dan perpustakaan. Dalam mendapatkan hasil belajar setiap proses pembelajaran memiliki faktor-faktor yang memberikan dampak hasil belajar siswa. Keinginan/dorongan dan ketertarikan siswa dalam belajar merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Tinggi rendahnya hasil belajar matematika yang menimbulkan banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya . faktor internal yaitu yang berasal dari dalam diri siswa, seperti kurangnya minat dan motivasi peserta didik saat pembelajaran matematika . faktor eksternal yaitu yang berasal dari luar diri siswa, seperti metode guru yang tidak menarik bagi peserta didik (Nabillah & Abadi, 2020. Slameto, 2. Tinggi rendahnya hasil belajar IPA yang diperoleh siswa dapat dipengaruhi oleh faktor gaya belajar dan faktor pemanfaatan media belajar (Astiti, dkk, 2. Kondisi yang mempengaruhi hasil belajar siswa ini ini tentu juga terjadi SDN Sumurgede I Kecamatan Cilamaya Kulon. Hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran siswa kelas 1 di SDN Sumurgede I Kecamatan Cilamaya Kulon terdapat bebeberapa kesulitan siswa antara lain: kurangnya perhatian dan motivasi anak dalam proses pembelajaran membaca, kurangnya pengalaman membaca sebelum masuk sekolah, kurangnya penggunaan metode pembelajaran yang tepat. Kesulitan mengenali pola- pola suku kata. Kurangnya pengalaman membaca anakanak kelas 1. Latar belakang pendidikan di keluarga peserta didik. Kurangnya motivasi dan dorongan Motivasi yang diberikan pada anak- anak dalam, meningkatkan kemampuan membaca suku kata. Kesulitan siswa yang kelas dalam pembelajaran tentu Perlu dilakukan upaya untuk mengatasi permasalahan masih rendahnya pemahaman konsep membaca suku kata siswa. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan model, metode pembelajaran, strategi pembelajaran yang bervariasi. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode kooperatif type NHT berbantuan media gambar. Penggunaan media pembelajaran yang menarik, serta pemberian motivasi dan dorongan yang cukup kepada anak- anak dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok diharapkan dapat memecahkan masalah pemahaman konsep siswa (Suyanto &Wibowo, 2. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 69 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Metode kooperatif NHT dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar melalui diskusi kelompok yang aktif. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan sosial siswa. Metode ini memiliki prinsip dasar yang melibatkan pembentukan kelompok, diskusi kelompok, dan pertanggungjawaban kelompok. Kooperatif type NHT memberikan manfaat dalam meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, keterampilan sosial, dan kepercayaan diri (Slavin, 2011. Akbar & Siregar, 2. Dengan demikian, penggunaan Kooperatif type NHT dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan proses pembelajaran di kelas Dalam hal pemahaman membaca suku kata. Menurut Setiawan . Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media ini dapat mencakup berbagai bentuk, seperti cetak, digital, atau media campuran. Gambar dapat berupa foto, ilustrasi, grafik, atau kombinasi dari semuanya. Melalui penggunaan gambar dalam metode pembelajaran kooperatif tipe NHT, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi (Arifin, 2017. Setiawan, 2. Metode Kooperatif type NHT berbantuan media gambar dapat diimplementasikan sebagai berikut: Pembentukan Kelompok Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota yang sama. Setiap anggota kelompok diberikan nomor urut . Misalnya, jika terdapat 5 anggota dalam satu kelompok, maka mereka diberi nomorurut 1-5. Materi Pelajaran Materi pelajaran yang akan dipelajari adalah pemahaman membaca suku kata. Siswa diberikan contoh kata dan diminta untuk mengidentifikasi suku kata yang ada dalam kata tersebut. Diskusi Kelompok Guru memberikan pertanyaan terkait pemahaman membaca suku kata kepada kelompok-kelompok siswa. Diperlukan kerja sama dari setiap anggota kelompok agar dapat mencapai tujuan bersama mencari jawaban yang Setiap anggota kelompok harus berbicara dan saling mendengarkan satusama lain. Menyepakati Jawaban Setelah diskusi selesai, setiap kelompok harus menyepakati jawaban yang paling tepat. Setiap anggota kelompok harus siap untuk menjawab pertanyaan dari guru dengan menggunakan jawaban yang disepakati bersama. Presentasi Kelompok Setiap kelompok dipanggil untuk mempresentasikan jawaban yang sudah disepakati. Setiap anggota kelompok harus memberikan jawaban secara bergantian dengan menggunakan nomor urut . Jika ada jawaban yang salah, maka anggota kelompokyang memberikan jawaban tersebut harus diberi masukanoleh guru dan kelompoknya. Evaluasi Guru dapat mengevaluasi pemahaman siswa terkait pembelajaran pemahaman membaca suku kata melalui diskusi kelompokdan presentasi kelompok. Guru juga dapat memberikan tugas individu atau tugas kelompok lainnya untuk mengukur pemahaman siswa secara lebih Metode pembelajaran kooperatife type NHT berbantuan media gambar dapat membantu siswa dalam membangun keterampilan kerjasama, komunikasi, dan pemecahan Selain itu, metode ini dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif bagi siswa. Penggunaan metode kooperatife type NHT diharapkan siswa kelas I SDN Sumurgede I dapat lebih mudah dan cepat menguasai kemampuan membaca suku kata sehingga dapat mengembangkan kemampuan membaca mereka secara keseluruhan dengan lebih baik. Untuk itu dapat dijelaskan tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep membaca suku kata siswa kelas I SDN Sumurgede I. Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 70 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek yang diteliti siswa kelas I SDN SumurgedeI Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun ajaran 2022/2023 yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Pelaksanaan Penelitian ini menggunakan Metode pembelajaran NHT metode pembelajaran kolaboratif yang melibatkan kelompok kecil siswa dalam memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan. Prosedur pelaksanaan penelitian yang digunakan Penelitian ini mengikuti empat tahap yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Waktu pelaksanaan penelitian siklus I selasa, 02-05-2023 dan pelaksanaan siklus II selasa, 09-05-2023 melalui Teknik dokumentasi, permainan tebak gambar, tanya jawab dan tes, penelitian melakukan perbandingan dengan menentukan peningkatan nilai yang terjadi antara siklus I dan siklus II tesebut dengan membuat analisis perbaikan pada siklus II. Kegiatan ini di lakukan setiap akhir pelaksanaan pembelajaran. Dari setiap penilaian pelaksanaan kegiatan penelitimenggunakan Teknik kuantitatif untuk mendapatkan nilai yang maksimal dan peneliti juga dapat lebih mudah memberikan soal evaluasi pada berlangsungnya pelaksanaan peneletian. Hal ini juga bertujuan untuk mempermudah seorang peneliti memahami sejauh mana peningkatan kemampuan siswa dapat terlihat. Analisis data dihitung dengan menggunakan statistik sederhana, yaitu : Keterangan : X = nilai rata-rata Oc ycu = Jumlah semua nilai siswa Oc n = Jumlah siswa Seorang siswa telah tuntas belajar apabila telah mencapai skor 70% atau nilai 70 dan kelas disebut tuntas belajar apabila di kelas tersebut terdapat siswa yang telahmencapai dayaserap lebih dari atau sama dengan 70%. Untuk menghitung presentaseketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut : X 100% HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran yang mempelajari tentang cara membaca suku kata kelas I ini sebelum nya kurang efektif karena guru belum melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran. Sebelumnya guru hanyamelaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah yang monotonakhirnya menimbulkan tingkat kejenuhan yang tinggi bagi siswa kelas I yang memang siswa kelas I ini adalah siswa yang mana berada pada masa transisi. Dampak ini juga membuat kurang meningkatnya motivasi siswa atau peserta didik. Oleh karena itu, guru melaksanakan observasi dengan Teknik. Penelitian Kindakan Kelas yang bertujuan untuk lebihmengetahui tingkat kemampuan siswa. Penelitian ini di laksanakan dengan metode kooperatif tipe NHT dan metode tambahan yaitu metode media gambar untuklebih mudah meningkatkan pemahaman membaca suku kata pada This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 71 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ siswa kelasI SDN SumurgedeI Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Maka dari itu peneliti melaksanakan tes dengan menulis nama pada gambar dengan membacakan suku kata secaratepat dalam materi Bahasa Indonesia. Dari hasil tes siklus I yang di laksanakan pada hari selasa, 02- 05-2023 ini siswa kelas I memperoleh nilai hampir 68% siswa belum dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau hanya 32% siswayang sudah mencapai KKM. Dari hasil permasalah nilai peneltian di atas maka guru melaksanakan perbaikan dengan masing-masing penilaian siklus I dan siklus II peneliti Pelaksanaan tindakan Siklus I dilaksanakan dalam bentuk tahapan Ae tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan Berikut data hasil belajar pada siklusI. Tabel 1. Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus 1 Hasil Belajar Siklus 1 Tuntas TidakTuntas Jumlah Persentase 38,19% *) KKM : 70 Pada siklus 1 ini, masih banyak siswa terlihat pasif dan bingung dengan aturan main model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Sehingga pembelajaran belum terlihat student centered dan masih didominasi oleh guru. Hasil belajar yang diperoleh siswa pada tahap pembelajaran siklus I ini mengalami peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan pembelajarankooperatif tipe NHT . Persentase nilai siswa di bawah KKM sebesar 61,81%, di atas KKM 38,19% dan rata-rata nilainya mencapai 72,05. Berdasarkan hasil refleksi diperoleh persentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebesar 38,19%. Hal ini berarti keberhasilan pembelajaran masih belum tercapai secara keseluruhan, maka kegiatan selanjutnya ialah dengan menerapkan model pembelajarankooperatif tipe NHT berbantuan media gambar pada siklus ke-II untuk memperbaiki beberapa kekurangan yang ada pada siklus I. Pelaksanaan tindakan Siklus II dilaksanakan dalam bentuk tahapan Ae tahapan,yaitu perencanaan,tindakan, observasi, dan refleksi. Berikut data hasilbelajar pada siklusII. Tabel 2. Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus 2 Tuntas Hasil Belajar Siklus 2 TidakTuntas Jumlah Persentase 95,44% *) KKM : 70 Pada tahap siklus 2 ini, hasil belajar yang diperoleh siswa mengalami peningkatanyang signifikan dari siklus sebelumya. Hal demikian terlihat dari data hasil perolehan nilaisiswa. siswa yang tidak memenuhi KKM hanya 2 orang siswa atau sebanyak This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 72 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ 5,56 % dalampersentase. Sedangkan, 95,44% siswa mendapatkan nilaidi atas KKM serta nilai rata-rata mencapai 90,25. Setelah proses pembelajaran siklus II berakhir dan data nilai tes akhir yang diperoleh siswa dianalisis, ternyata menunjukan bahwa pembelajaran siklus II berhasil dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berikut ini adalah perbandingan data hasil belajar siswa yang diperoleh dari pelaksanaan pra siklus, siklus I,dan siklus II. Tabel 3. Perbandingan Nilai Evaluasi pada Pra Siklus. Siklus I, dan Siklus II Perbandingan Pra Siklus Siklus I Siklus II Jumlah Nilai Nilai Rata-rata 70,74 72,05 90,25 Jumlah Siswa Presentase Ou 70 33,33 % 38,19% 95,44% Adapun grafik perolehan nilai evaluasi atau rata-rata mulai dari pra siklus, siklus I, siklus II dapat dilihat pada Gambar 1. Nilai Rata-Rata Pra Sklus. Siklus I. Siklus II 90,25 72,05 70,74 29,26 27,95 9,75 Pra Siklus Siklus I Tidak Lulus Siklus II Lulus Gambar 1. Nilai Rata-Rata pada Pra Siklus. Siklus I, dan Siklus II Berdasarkan grafik diatas terlihat dengan jelas bahwa nilai rata-rata siswa terus mengalami peningkatan mulai dari pra siklus dengan nilai rata-rata ketuntasan 70,77, pada siklus 1 mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 72,05, sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan yang sangat tinggi yaitu dengan nilai rata-rata siswa 90,25. Dari data nilai rata-rata ini terlihat bahwa penggunaan metode Kooperatif type NHT berbantuan media gambar dapat meningkatkan konsep membaca suku kata siswa kelas I SDN Sumurgede I Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas dapat disimpulkan hasil belajar siswa kelas I SDN SumurgedeI Kulon Kabupaten This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 73 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Karawang dengan materi konsep membaca suku kata dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode Kooperatif tipe NHT berbantuan dengan media gambar sehingga iklim pembelajaran tidak terlalu pasif dan hasil belajar siswa meningkat. DAFTAR PUSTAKA