TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2025 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Materi Kubus Dan Balok Melalui Penerapan Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learnin. Moh. Nasrul Fuad Universitas Islam Kadiri Email : nasrul@uniska-kediri. Abstract Abstract : This research is motivated by the low student learning outcomes in mathematics, particularly in the topics of cubes and cuboids, which require spatial visualization skills. The primary factor contributing to these low outcomes is the use of conventional teacher-centered learning models, which lead students to memorize formulas without understanding the underlying concepts. This study aims to improve student learning outcomes through the application of the Problem Based Learning (PBL) model. The research method employed is Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 33 students from class IX A at MTs Sunan Kalojogo. Data were collected using observation sheets, interviews, field notes, and written tests. The results indicated that the implementation of the PBL model significantly improved student learning outcomes. In Cycle I, the average score was 74. 6 with a 73% completeness rate. Following improvements in Cycle II, the average score rose to 80. 7 with a completeness rate of 94%. Thus, this study concludes that the PBL model is effective in enhancing student mastery and learning outcomes in the topics of cubes and cuboids. Abstrak : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika, khususnya pada materi kubus dan balok yang membutuhkan kemampuan visualisasi spasial. Faktor penyebab utama rendahnya hasil belajar tersebut adalah penggunaan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, sehingga siswa kesulitan memahami konsep dasar dan cenderung hanya menghafal rumus. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learnin. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 33 siswa kelas IX A MTs Sunan Kalojogo. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa sebesar 74,6 dengan persentase ketuntasan 73%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 80,7 dengan persentase ketuntasan mencapai 94%. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan penguasaan materi dan hasil belajar siswa pada topik kubus dan balok Article Info Article History Received : 12-10-2025. Revised : 22-11-2025. Accepted : 31-12-2025 Keywords: Problem Based Learning (PBL). Learning Outcomes. Mathematics. Cube and Cuboid Kata Kunci : Problem Based Learning (PBL). Hasil Belajar. Matematika. Kubus dan Balok Pendahuluan Matematika merupakan disiplin ilmu yang memiliki peran sentral dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis siswa. Namun pada kenyataannya, banyak siswa masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Hal ini sering kali berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa, terutama pada materi yang membutuhkan kemampuan visualisasi spasial seperti materi Kubus dan Balok. Seringkali, pembelajaran di kelas masih bersifat konvensional atau berpusat pada guru . eacher-centere. Siswa hanya menghafal rumus volume dan luas permukaan tanpa memahami konsep dasarnya atau bagaimana mengaplikasikannya dalam permasalahan kehidupan nyata. Kusrini . menyatakan pengertian tentang matematika tidak didefinisikan secara tepat dan menyeluruh. Hal ini mengingat belum ada kesepakatan atau definisi tunggal tentang Menurut Hudoyo . alam Kusrini, 2. hakikat matematika berkenaan dengan ide-ide, struktur-sruktur dan hubungan-hubungan yang diatur menurut urutan yang logis. James dan james . alam Kusrini, 2. menyebutkan matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2025 susunan besaran, dan konsep-konsep hubungan lainya yang jumlahnya banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Geometri merupakan salah satu bagian dari matematika yang dirasa sulit bagi siswa, terutama ketika menentukan volume dan luas sisi bangun ruang . ubus dan balo. Siswa kesulitan dalam mengerjakan tes evaluasi volume dan luas sisi kubus dan balok. Hal ini tercermin dari hasil belajar sebagian besar siswa yang masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimal. Kegagalan dalam pembelajaran volume dan luas sisi kubus dan balok disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat oleh guru. Guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran, siswa kurang tertarik dengan materi yang disampaikan guru, siswa sulit menyerap materi pelajaran. Hal di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kesulitan memahami materi volume dan luas sisi kubus dan balok. Berdasarkan penyebab utama munculnya permasalahan tersebut, maka untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi volume dan luas sisi kubus dan balok salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai sehingga siswa lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan diatas, peneliti menerapkan model Problem based learning (PBL) dalam proses kegiatan pembelajaran matematika materi volum dan luas sisi kubus dan balok. Sofyan . menyatakan PBL . roblem based learnin. adalah suatu strategi pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai stimulus untuk menemukan atau mendapatkan informasi yang diperlukan untuk memahami dan mencari solusinya. Masalah yang digunakan adalah masalah nyata . yang tidak terstruktur . dan bersifat terbuka sebagai konteks bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta sekaligus membangun pengetahuan baru. Sihombing . menyatakan PBL . roblem based learnin. salah satu model pembelajaran yang menyuguhkan situasi bermasalah yang autentik dan bermakna untuk memperoleh pengetahuan baru yaitu dengan model pembelajaran berbasis masalah. Melalui model pembelajaran berbasis masalah, siswa dapat melakukan kegiatan mengidentifikasi dan meneliti konsep dan prinsip yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Dari pernyataan - pernyataan tersebut memperkuat keyakinan peneliti untuk menggunakan model PBL ( Problem based learning ) pada materi kubus dan balok ini. Karena materi kubus dan balok sangat erat hubungan nya dengan permasalahan sehari-hari seperti benda - benda disekitar kita yang berbentuk kubus dan balok. Dengan penerapan Problem based learning siswa akan diberikan sebuah permasalahan yang erat kaitannya dengan keseharian siswa. Dengan model PBL (Problem based learnin. ini diharapkan siswa menjadi tertarik dan termotivasi untuk menyelesaikan permasalah yang diberikan, keaktifan siswa meningkat, konsep materi semakin dikuasai dan hasil belajar siswa dapat meningkat serta pengetahuan siswa akan manfaat matematika khususnya materi kubus dan balok semakin bertambah. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dengan memberikan tindakan-tindakan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Arikunto . menyatakan terdapat empat tahapan yang dilalui dalam melaksanakan PTK, yaitu . perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, dan . Adapun model PTK ditunjukkan dalam Gambar berikut ini. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2025 Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1. Model Penelitian Tindakan Kelas Penelitian ini mengambil tempat di MTs Sunan Kalojogo, subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas IX A MTs Sunan Kalojogo yang berjumlah 33 anak yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah : lembar wawancara, lembar observasi, catatan lapangan, dan lembar tes tertulis. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus I Pada tahap perencanaan peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan tahapan Problem Based Learning (PBL) yang terdiri dari 5 tahap yaitu : Tahap 1 : Mengorientasikan peserta didik terhadap masalah Tahap 2 : Megorganisasi peserta didik untuk belajar Tahap 3 : Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok Tahap 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Tahap 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Pada tahap pelaksanaan, peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP yang sudah disusun yang mengacu pada tahapan pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Adapun dari hasil pelaksanaan diperoleh catatan sebagai berikut: . Pada kegiatan membuka pelajaran, peneliti telah melakukan dengan baik. Peneliti mengucapkan salam kepada siswa, mengondisikan kelas untuk siap belajar . emeriksa kehadiran dan mempersiapkan buku pelajara. Memberikan informasi mengenai tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran yang akan Memberikan apersepsi, serta menyiapkan media pembelajaran tetapi pemberian motivasi siswa belum dilakukan. Pada kegiatan inti pembelajaran, peneliti dengan baik menerapkan model PBL (Problem based learnin. Tetapi terdapat beberapa kelemahan dalam kegiatan TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2025 inti siklus 1 ini antara lain ketika peneliti meminta siswa untuk membentuk kelompok, banyak siswa yang enggan untuk membentuk kelompok. Pada saat berdiskusi secara kelompok, dari 7 kelompok ada 3 kelompok yang kesulitan dalam menemukan solusi permasalahan dari LKPD, sedangkan 4 kelompok yang lain sudah mampu menyelesaikan masalah dalam LKPD. Pada kegiatan presentasi 4 kelompok sudah cukup baik dalam menyiapkan materi dan menyajikan materi dalam . Pada kegiatan penutup, peneliti sudah baik dalam menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari, memberikan motivasi kepada siswa untuk semangat belajar. Berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa diperoleh hasil belajar siswa pada siklus 1 disajikan pada tabel berikut : Tabel 1. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I Aspek Hasil Belajar Siklus I Rata - rata Jumlah siswa tuntas Jumlah siswa tidak tuntas Persentase siswa tuntas Persentase siswa tidak tuntas Nilai tertinggi Nilai terendah KKM Berdasarkan tabel di atas dari jumlah 33 siswa yang tuntas belajar berjumlah 24 siswa, persentase ketuntasan siswa mengerjakan tes 73%. Jumlah siswa yang belum tuntas sejumlah 9 siswa, ketuntasan siswa 27%. Dari hasil evaluasi tersebut, nilai tes pada siklus 1 belum mencapai target yang diharapkan . % siswa mencapai ketuntasa. Pada tahap refleksi yang dilakukan peneliti terdapat beberapa perbaikan yang perlu dilaksanakan yaitu : kemampuan siswa dalam berdiskusi menyelesaikan masalah, kemampuan presentasi siswa, meningkatkan nilai siswa agar lebih optimal, meningkatkan jumlah siswa tuntas KKM . % siswa mencapai ketuntasa. , dan mengelola waktu belajar agar lebih efisien. Siklus II Pada tahap perencanaan peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan tahapan Problem Based Learning (PBL) dan melakukan perbaikan sesuai hasil refleksi Pada tahap pelaksanaan diperoleh catatan sebagai berikut: . Pada kegiatan membuka pelajaran, peneliti telah melakukan dengan baik. Peneliti mengucapkan salam kepada siswa, mengondisikan kelas untuk siap belajar . emeriksa kehadiran dan mempersiapkan buku pelajara. , menyampaikan informasi mengenai tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, memberikan apersepsi, serta menyiapkan media pembelajaran. Pada kegiatan inti pembelajaran, peneliti dengan baik menerapkan model PBL ( Problem based learnin. pada materi volume dan luas sisi kubus dan balok, siswa merasa tertantang dan tertarik dengan permasalahan yang diberikan oleh peneliti dan kegiatan ini juga menarik perhatian siswa. Siswa aktif berdiskusi dan mengamati alat peraga, siswa sudah cukup baik ketika melakukan presentasi. Selain itu Siswa juga mengumpulkan lembar jawaban tepat waktu. Pada kegiatan menutup pembelajaran, peneliti sudah sangat baik dalam menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari dan melakukan tindak lanjut serta memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2025 Berdasarkan hasil evaluasi belajar siswa diperoleh hasil belajar siswa pada siklus 2 disajikan pada tabel berikut : Tabel 2. Hasil Belajar Siswa pada Siklus II Aspek Hasil Belajar Siklus II Rata - rata Jumlah siswa tuntas Jumlah siswa tidak tuntas Persentase siswa tuntas Persentase siswa tidak tuntas Nilai tertinggi Nilai terendah KKM Berdasarkan data di atas 31 siswa tuntas mengerjakan tes dengan persentase 94%, sementara 2 siswa tidak tuntas mengerjakan tes dengan persentase 6%. Sehingga pada tahap refleksi siklus 2 peneliti menyimpulkan bahwa penelitian telah memenuhi target kelulusan yang diharapkan . % siswa mencapai ketuntasa. Rangkuman Perbandingan Hasil Penelitian Siklus I dan II Berdasarkan analisis data hasil penelitian Siklus I dan Siklus II dapat dibandingkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian sebagimana dalam tabel berikut ini : Tabel 3. Rangkuman Perbandingan Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II Aspek Hasil Siklus Siklus 1 Siklus II Ketuntasan Hasil Belajar Rata-rata Nilai Pada tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada persentase ketuntasan hasil belajar dan rata-rata nilai hasil belajar. Peningkatan ketuntasan hasil belajar setelah diberikan tindakan naik dari siklus I sebesar 73% menjadi 94% pada siklus II. Peningkatan rata-rata hasil belajar setelah diberikan tindakan naik dari siklus I sebesar 74,6 menjadi 80,7 pada siklus II. Perbandingan pencapaian setiap siklus perbaikan/peningkatan mutu yang berkesinambungan. Kesimpulan Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus 1 dan siklus 2, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: Penerapan model PBL (Problem based learnin. untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi volume dan luas sisi kubus dan balok dilaksanakan melalui 2 siklus yaitu siklus 1 dan . Penerapan model PBL . roblem based learnin. dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Volume dan luas sisi kubus dan balok. Hal ini ditunjukkan terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar setelah diberikan tindakan naik dari siklus I sebesar 73% menjadi 94% pada siklus II. Sedangkan peningkatan rata-rata hasil belajar setelah diberikan tindakan naik dari siklus I sebesar 74,6 menjadi 80,7 pada siklus II. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2025 Daftar Pustaka