PENGELOLAAN DESA WISATA KARANGSAMBUNG KEBUMEN BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM Arini Shofi Elmia*. Alexander Reyaan. Endah Trihayuningtyas. Zulhelfa Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Kota Bandung. Indonesia E-mail: arini@poltekpar-nhi. ABSTRACT This research aims to create a model for Karangsambung Tourism Village Management Based on Community Based Tourism Concept in Kebumen Regency. Community-based tourism development in Karangsambung Village still faces various problems, including differences in the way actors are involved in managing the village, many tourism development initiatives by villages and communities have failed or stopped after running for a while, and the tourism concept developed is not following local conditions. and ignoring developments in tourism market trends. Therefore, the concept of Community Based Tourism is considered suitable for the development of community-based tourism. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Resource persons were presented from various stakeholders/actors involved in the development of the Karangsambung tourist village. Through the survey results, it was found that 5 achievements must be met in developing community-based tourism villages, namely involving local communities, protecting the environment and natural resources, improving the quality of tourism services and products, utilizing technology and innovation, and supporting the local Keywords: Tourism Village. Community-Based Tourism. Rural Area ABSTRAK Tujuan dibuatnya penelitian ini adalah merekomendasikan pengelolaan desa wisata karangsambung berbasis Community Based Tourism di Kabupaten Kebumen. Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Karangsambung masih menemui berbagai permasalahan diantaranya masih adanya perbedaan cara pandana aktor yang terlibat dalam pengelolaan desa, banyak inisiasi pengembangan wisata oleh desa dan komunitas yang gagal atau berhenti setelah berjalan beberapa saat, konsep wisata yang dikembangkan tidak sesuai dengan kondisi lokal serta mengabaikan perkembangan trend pasar pariwisata. Karenanya konsep Comunity Based Tourism dinilai cocok dikembangkan oleh wisata berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Narasumber dihadirkan dari berbagai pemangku kepentingan/aktor yang terlibat dalam pengembangan desa wisata Karangsambung. Melalui hasil survei didapatkan 5 capaian yang harus dipenuhi dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yaitu pelibatan masyarakat lokal, menjaga lingkungan dan SDA, meningkatkan kualitas layanan dan produk wisata, memanfaatkan teknologi dan inovasi, serta mendukung ekonomi lokal. Kata Kunci: Desa Wisata. Community-Based Tourism. Pedesaan Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism PENDAHULUAN Pengembangan membutuhkan peran aktif masyarakat Tujuannya adalah untuk memenuhi aspek ekonomi, sosial, dan estetika, sekaligus melestarikan ekologi, keanekaragaman hayati, budaya, serta sistem kehidupan. Peran masyarakat dalam industri pariwisata sangatlah Keberhasilan pengembangan pariwisata bergantung pada partisipasi memberikan dampak positif bagi komunitas lokal, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun budaya. (Tongkotow et al. , 2. Selain itu, pengembangan sektor pariwisata juga bertujuan untuk mengelola sumber daya alam di daerah tersebut. Hal ini menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, dalam pengelolaan pariwisata. (Prasetyo 2. Indonesia sudah mulai menerapkan model pariwisata berbasis potensi melalui desa wisata sejak dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Pengelolaan desa dengan konsep pedesaan melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki desa. Potensi tersebut kemudian dikelola oleh masyarakat setempat bersama para pemangku kepentingan yang berperan dalam mengembangkan desa agar lebih maju di sektor pariwisata. Desa Karangsambung terletak di Kota Kebumen. Pengembangan desa wisata ini tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga berperan dalam konservasi lingkungan. Saat ini. Desa Wisata Karangsambung berstatus sebagai Desa Wisata Maju. Adapun produk wisata unggulan yang ditawarkan meliputi wisata alam, tubing, kesenian budaya kuliner khas, dll. Pengembangan pariwisata berbasis Masyarakat di Desa Karangsambung masih menemui berbagai permasalahan diantaranya: Masih adanya perbedaan cara pandanga aktor yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata (Manar dan Aziz, pengembangan wisata oleh desa dan komunitas yang gagal atau berhenti setelah berjalan beberapa saat (Prabowo dan Kristananda, 2. konsep wisata yang dikembangkan tidak sesuai dengan kondisi lokal serta mengabaikan perkembangan trend pasar pariwisata (Prabowo dan Kristananda, 2. konsep ekowisata yang sangat cocok dikembangkan oleh wisata berbasis komunitas justru diabaikan karena pesona wisata masal yang lebih cepat mendatangkan keuntungan. yang buruk, kapasitas sumber daya manusia yang tak memadai serta minimnya fasilitasi dan regulasi oleh pemerintah (Prabowo dan Kristananda. Penyebab terjadi permasalahan tersebut diantaranya, masyarakat Desa Karangsambung belum memiliki model masyarakat yang dipahami oleh seluruh Padahal peran serta masyarakat diperlukan dalam upaya pengembangan desa wisata karena keberhasilan Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 19 Nomor 1 Januari 2025 : 80 - 96 pengembangan sektor pariwisata harus didukung oleh terwujudnya kerjasama antar pemangku kepentingan (Prasetyo Maka penelitian ini bermaksud masyarakat yang tepat untuk diterapkan di Desa Wisata Karangsambung Kabupaten Kebumen. Dalam penelitian ini permasalahan yang terjadi ditinjau dari potensi parwisata yang ada, aktor yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata dan implementasi CBT dalam pengelolaan di Desa Karangsambung Kabupaten Kebumen, sedangkan tujuan penelitian Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Berbasis CommunityBased Tourism (CBT) ASEAN Di Kabupaten Kebumen. TINJAUAN PUSTAKA Desa Wisata Desa wisata adalah destinasi yang menawarkan daya tarik utama berupa kehidupan masyarakat setempat. Dengan keunikan dalam interaksi sosial, keindahan alam, dan kekayaan budaya, desa wisata memiliki potensi besar untuk menjadi pusat daya tarik, terutama bagi wisatawan mancanegara. Keberhasilan pengelolaan desa wisata dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti intensitas kegiatan, lokasi, manajemen, serta keterlibatan masyarakat lokal. Dukungan dari masyarakat menjadi elemen kunci dalam pengembangan desa wisata, karena mereka berperan sebagai subjek utama dalam proses pembangunan (Aziz dan Mawar, 2. Desa memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang mengedepankan Selain itu, desa wisata pertumbuhan ekonomi dengan prinsip gotong royong serta berorientasi pada Kearifan lokal menjadi elemen utama dalam pengelolaan desa Kampung. Nagari. Gampong, atau sebutan lainnya merupakan wilayah yang memiliki potensi serta keunikan tersendiri sebagai daya tarik wisata. Keistimewaan tersebut memungkinkan pengalaman autentik kehidupan dan tradisi masyarakat pedesaan beserta segala potensinya. Desa wisata dapat dikategorikan berdasarkan beberapa kriteria berikut: Memiliki daya tarik wisata, baik yang bersumber dari alam, budaya, maupun hasil karya kreatif buatan manusia. Memiliki komunitas masyarakat yang Memiliki sumber daya manusia lokal yang berpotensi untuk terlibat dalam pengembangan desa wisata. Memiliki bertanggung jawab dalam pengelolaan desa wisata. Memiliki peluang serta dukungan terhadap ketersediaan fasilitas dan infrastruktur dasar untuk mendukung kegiatan pariwisata. Memiliki potensi serta peluang dalam pengembangan pasar wisatawan. Dalam pengembangan desa wisata, prinsip pengembangan produk desa wisata yaitu prinsip keaslian, masyarakat Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism setempat, keterlibatan masyarakat, sikap dan nilai, serta konservasi dan daya Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Desa wisata memiliki peran penting dalam perkembangan pariwisata di Indonesia. Keberadaannya menghadirkan variasi destinasi yang lebih dinamis dalam sektor pariwisata. Selain itu, desa wisata juga membuktikan perannya sebagai penyerap tenaga kerja di pedesaan, pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta sarana untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa desa wisata menghadapi berbagai tantangan dalam Sejumlah permasalahan yang muncul menjadi kendala dalam pengembangan desa wisata (Widiastuti dan Rudianto, 2. , antara lain: Produk wisata tidak berasal dari potensi lokal. Desain produk terkesan kurang unik. Tidak ada standarisasi desa wisata. Keterbatasan akses. Pemerintah Rendahnya kualitas SDM lokal. Kelemahan dalam pengemasan produk paket wisata. Kurangnya komitmen pemerintah. Kurangnya manajemen pengelolaan yang tepat. Munculnya konsep pengelolaan merupakan respons terhadap praktik pengelolaan wisata yang kurang melibatkan masyarakat serta dianggap kurang efektif dalam memberdayakan Community Based Tourism (CBT) komunitas adalah pendekatan dalam pengelolaan wisata yang menekankan partisipasi aktif masyarakat. Tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan serta melindungi kehidupan sosial dan budaya mereka. Manajemen diperlukan untuk mencapai tujuan atau target, baik secara individu maupun kelompok, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara kooperatif. Melalui manajemen, manusia dapat merancang dan menyusun strategi yang efektif. Ilmu manajemen berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu pekerjaan. Jika manajemen diterapkan dengan baik, maka pekerjaan akan lebih terstruktur dan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kesuksesan. Jika manajemen tidak diterapkan dengan baik, maka pekerjaan dapat terhambat dan menjadi tidak teratur. Manajemen merupakan seni yang menuntut keahlian, keterampilan, serta kemampuan dalam menerapkan ilmu pengetahuan guna mencapai suatu Manajemen dikategorikan sebagai ilmu yang telah disusun secara sistematis dan terorganisir untuk memperoleh kebenaran umum. Fungsi manajemen terdiri dari empat elemen utama, yaitu: Perencanaan adalah suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan suatu tujuan terlebih dahulu untuk jangka waktu/periode tertentu . ntuk minimal 4 tahun kedepa. serta menetapkan tahapan atau langkahlangkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 19 Nomor 1 Januari 2025 : 80 - 96 Pengorganisasian adalah suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam direncanakan oleh anggota kelompok pekerjaan yang baik diantara mereka serta pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang kondusif. Pembentukan struktur organisasi juga dibuat pada tahapan ini. Arahan dari seorang pemimpin merupakan serangkaian tindakan yang bertujuan untuk memberikan petunjuk dan instruksi dari atasan kepada bawahan atau anggota dalam sebuah kelompok formal guna mencapai tujuan bersama. Pengendalian atau pengawasan adalah proses yang bertujuan untuk dilaksanakan sesuai dengan rencana dan tahapan yang telah ditetapkan. Jika ditemukan penyimpangan dari rencana atau tahapan tersebut, maka dilakukan tindakan korektif untuk memperbaikinya. Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Touris. Mengembangkan berbasis masyarakat pada dasarnya merupakan salah satu gagasan penting dalam pembaruan teori pengembangan pariwisata tradisional yang berorientasi pada pertumbuhan. Model tradisional ini sering kali mengabaikan hak-hak masyarakat lokal serta menjauhkan mereka dari aktivitas pariwisata. Menurut Nicole Hausler . dalam Tourism Forum International. Community Based Tourism (CBT) didefinisikan sebagai bentuk pariwisata yang memberi kesempatan kepada masyarakat lokal untuk berpartisipasi, pengembangan pariwisata di daerah Hausler mengemukakan tiga gagasan utama dalam konsep pariwisata berbasis masyarakat: Model memungkinkan masyarakat lokal pengelolaan serta pengembangan sektor pariwisata. Masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam industri pariwisata tetap dapat merasakan manfaat dari perkembangan sektor tersebut. Mendorong masyarakat secara politis dan distribusi keuntungan yang lebih merata, terutama bagi komunitas yang kurang beruntung. Pendekatan pariwisata berbasis komunitas telah diterapkan secara luas sebagai konsep dalam pengembangan berkembang di Asia. (Rocharungsat and Pimrawee, 2. Dengan strategi penerapan sinergi komunitas lokal dan perangkat daerah, pariwisata berbasis komunitas berbasis pada keberlanjutan, konservasi, dan peningkatan budaya untuk meningkatkan perekonomian penghidupan penduduk sebagai akibat dari pengembangan potensi daerah. kawasan yang dikelola (Janet and Andrea, 2. Pariwisata berbasis komunitas dapat dilaksanakan atas dasar keberadaan Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism warisan budaya suatu komunitas dan sumber daya manusianya yang mampu menggali potensi tersebut. Hal ini dinilai sangat ideal dan strategis karena terciptanya pariwisata tidak hanya dapat daerah, tetapi juga dapat menjadi wadah pelestarian budaya daerah yang dapat menjadi daya tarik wisata daerah. Campbell dan Vainio-Mattila . juga berbicara tentang pariwisata berbasis komunitas yang menyarankan bahwa dalam pengembangannya, kawasan objek wisata dapat memberikan peluang alternatif bagi masyarakat. kegiatan yang mempunyai nilai konservasi sebagai daya tarik yang tidak banyak daerah yang Pariwisata berbasis komunitas (CBT) merupakan sebuah konsep berbicara tentang pemerataan, manfaat, dan upaya redistributif sebagai suatu konsep pengelolaan masyarakat yang Kajian-kajian menjelaskan bahwa pariwisata berbasis masyarakat mempunyai peran dan peluang yang baik sebagai sebuah konsep pelestarian lingkungan dan budaya lokal serta peningkatan pendapatan daerah melalui partisipasi masyarakat lokal. Terdapat nilai-nilai pengembangan masyarakat, antara lain sebagai berikut (Veriasa dan Waite. Partisipasi: dalam konteks ini partisipasi tidak hanya sekedar berpartisipasi tetapi juga terlibat Pemberdayaan: kekuasaan . , dan pendayagunaan merupakan inti dari pemberdayaan, tidak terbatas pada peningkatan kapasitas dan pemberian bantuan. Kepemilikan: kegiatan pengembangan perubahan pandangan bahwa kegiatan pengembangan masyarakat adalah milik masyarakat itu sendiri dan untuk masa depan mereka sehingga mereka bertanggung jawab penuh atas Modal sosial atau Modal institusional: Modal sosial merujuk pada kumpulan berbagai aset, termasuk aspek sosial, psikologis, budaya, dan institusional yang bersifat tidak berwujud serta berperan dalam membentuk perilaku kerja sama. Modal sosial hanya dapat dirasakan ketika terjadi interaksi antarindividu yang didasarkan pada struktur sosial yang ada. Dari nilai-nilai tersebut, pariwisata dapat menjadi sektor yang tepat untuk Pariwisata memberikan dampak baik dalam melestarikan ekologi dan budaya lokal (Nair dan Hamzah, 2. , meningkatkan perekonomian nasional dan komunitas lokal (Gezici et al. , 2006. Johnson, 2010. Liu, 2. , bahkan mengentaskan kemiskinan dan memberikan kesetaraan atau keadilan (APEC, 2014. Dangi dan Jamal, 2016. Deller, 2010. Ghaderi dan Henderson, 2. Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Potensi Lokal yaitu kesejahteraan masyarakat. Kegiatan Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 19 Nomor 1 Januari 2025 : 80 - 96 pariwisata ini dimiliki, dioperasikan, dikelola dan dikoordinasikan oleh Pemberdayaan didasarkan pada hal-hal sebagai berikut: Memajukan tingkat hidup masyarakat sekaligus melestarikan identitas. Meningkatkan Tingkat pendapatan penduduk lokal. Berorientasi pada pengembangan usaha berskala kecil dan menengah dengan daya serap tenaga besar dan berorientasi pada teknologi tepat guna. Mengembangkan semangat kompetisi sekaligus kooperatif. Memanfaatkan pariwisata seoptimal mungkin sebagai agen penyumbang tradisi budaya dengan dampak seminimal mungkin. Desa Wisata yang menerapkan masyarakat terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi. Tabel berikut ini menunjukkan 8 kriteria CBT ASEAN Tabel 1. Kriteria Community Based Tourism ASEAN Kriteria A Sub Kriteria Kepemilikan dan Terdapat pengelolaan yang efektif dan transparan kepengurusan oleh Legalitas lembaga/kelompok Desa Wisata Memiliki pengelolaan yang efektif dan transparan Memiliki kemitraan yang efektif BUM Desa sebagai badan usaha mengelola Desa Wisata dengan berkolaborasi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Kepemilikan yang pengelolaannya melalui kerjasama pemerintah desa dengan pihak yang akan mengelola desa wisata Kepemilikan yang pengelolaannya membentuk lembaga baru yang mengelola dan mengembangkan desa wisata dengan melibatkan beberapa Kontribusi terhadap Menjaga martabat manusia kesejahteraan sosial Pembagian biaya dan keuntungan yang adil Memiliki jaringan ke ekonomi lokal dan regional Melestarikan sumber daya alam Kontribusi untuk Melestarikan sumber daya alam menjaga dan Aktifitas konservasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan meningkatkan kualitas Mendorong Terdapat interaksi antara tamu dan masyarakat lokal terjadinya partisipasi Keberlanjutan produk-produk wisata berbasis Masyarakat interaktif antara Peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat desa oleh pemerintah desa masyarakat lokal dengan pengunjung . Jasa perjalanan wisata Kualitas dan keahlian pramuwisata desa wisata dan pramuwisata yang Memastikan kualitas perjalanan wisata Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism Kriteria A Sub Kriteria Pemantauan kinerja dari jasa perjalanan wisata dan pramuwisata oleh pemerintah desa Jasa perjalanan wisata dan pramuwisata harus menerapkan standar kesehatan adaptasi kebiasaan baru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Kualitas makanan dan Kualitas pelayanan makanan dan minuman Memastikan makanan dan minuman yang berkualitas Kualitas akomodasi Kualitas pelayanan akomodasi Memastikan pengelolaan akomodasi yang berkualitas Kinerja Friendly Tour Komitmen kepada nilai-nilai ideal desa wisata Operator Kontribusi terhadap perlindungan masyarakat dan alam Dukungan terhadap ekonomi lokal Mempromosikan indahnya penemuan, pengetahuan dan penghargaan Mempromosikan pengalaman yang memuaskan dan aman bagi wisatawan dan masyarakat Masyarakat lokal yang sadar wisata Masyarakat lokal yang memahami sapta pesona dan menerapkannya Pemanfaatan Teknologi 9. Menerapkan teknologi sebagai media penyebaran informasi dan promosi Menerapkan teknologi dalam pengelolaan desa wisata (Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesi. METODE Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian merupakan bentuk penelitian formatif yang menggunakan teknik tertentu untuk menggali secara mendalam pemikiran dan perasaan audiens target. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh wawasan yang lebih dalam mengenai sikap, keyakinan, motivasi, serta perilaku Jika diterapkan dengan tepat, metode kualitatif dapat memberikan respons dan persepsi responden. Menurut Sugiyono . , metode deskriptif adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan objek yang diteliti berdasarkan data atau sampel yang telah dikumpulkan, tanpa melakukan analisis lebih lanjut atau menarik kesimpulan Peneliti menggunakan data primer dan sekunder sebagai bahan penelitian. Data Primer Merupakan dikumpulkan dengan mengunakan pendekatan pertama dari sumbersumber primer. Peneliti melakukan Desa Karangsambung dengan menemui para narasumber seperti: Kepala Desa. Pokdarwis. Pengelola Daya Tarik Wisata. Data sekunder Merupakan dikumpulkan melalui sumber kedua data yang dibutuhkan. Peneliti menggunakan data sekunder melalui jurnal, buku, dokumen pemerintahan, dan media internet. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Desa Karangsambung Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 19 Nomor 1 Januari 2025 : 80 - 96 Desa Karangsambung berada di Kecamatan Karangsambung. Kabupaten Kebumen. Kecamatan Karangsambung berada di utara Kota Kebumen. Luas wilayahnya 101,150 km dengan jumlah 138 jiwa . aki-laki 18. jiwa dan perempuan 18. 656 jiw. Jarak Ibu kota Kecamatan ke Ibu kota Kabupaten adalah 20,00 km. Kecamatan Karangsambung terdiri atas 14 desa, 62 RW, dan 252 RT. Pusat pemerintaha Kecamatan Karangsambung berada di Desa Karangsambung (Profil Desa Karangsambung, 2. Desa ini terletak di kawasan berbukit dengan formasi batuan yang saling menyambung. Secara historis. Karangsambung mengalami peristiwa geologi luar biasa jutaan tahun yang lalu. Fenomena subduksi yang terjadi menyebabkan benturan antara bebatuan di dasar laut. Proses ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, hingga akhirnya menjadikannya daratan yang kini dikenal sebagai Kecamatan Karangsambung. Jika menelusuri kembali peristiwa alam tersebut dan mengaitkannya dengan Karangsambung, disimpulkan bahwa pemberian nama tempat ini tidaklah sembarangan. Orang memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu geologi dan mengetahui secara pasti peristiwa yang terjadi di masa lampau. Dengan kata lain, individu yang memberikan nama Karangsambung bisa dikatakan sebagai seorang ahli geologi pada masanya. Daya Tarik Wisata Karangsambung Desa Karangsambung memiliki beberapa daya tarik dan aktivitas wisata yang menarik yaitu. BRIN. Pentulu Indah. Situs Gunung Parang. Batuan Diabas Campursari. River Tubing. Wisata Edukasi. Kesenian Kuda Kepang dan Janeng. Event Budaya Tahunan. Gambar 1. Bukit Pentulu Indah (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2. Keunggulan dari daya tarik tersebut dari aspek budaya yaitu masyarakat Desa Karangsambung aktif melaksanakan pelestarian budaya. Dari aspek alam. Desa ini memiliki spot sunrise yang bagus, tenang, aman, dan memiliki pemandangan yang indah. Sedangkan dari aspek industri kreatif. Desa Karangsambung memiliki keunggulan dari komoditas jahe, oyek, sriping, wingko oyek, dan nasi bucu. Pengelola daya tarik tersebut beragam, ada yang dikelola oleh Pokdarwis dan ada yang dikelola oleh Masyarakat. Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism Gambar 2. ATV di Pentulu Indah (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2. Aktor dalam Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Desa Karang sambung dijalankan melalui keterlibatan beberapa pihak yaitu Masyarakat Desa. Pemerintah Desa. Pokdarwis, dan Pengelola Desa Wisata. Pemerintah Desa berperan dalam hal membantu semua kegiatan serta mendukung dengan segala keterbatasan. Desa dalam hal ini berperan dalam penyediaan homestay, mengadakan pelatihan dari dinas maupun pihak kesadaran Masyarakat akan pentingnya sadar wisata. Peran Pokdarwis Pokdarwis dalam keberjalanan Desa Wisata Karangsambung berperan sebagai pengelola kegiatan, mengajak masyarakat melek pariwisata dan Gambar 3. Pokdarwis Desa Karangsambung (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2. Peran BUMDES Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Karang Sambung berperan dalam membantu membangun tempat usaha/ warung/kios dan lain-lain, menyediakan lapak pedagang, serta berperan sebagai investor lokal. Peran Industri Sementara itu peran industri di Desa Wisata Karangsambung didominasi mensupport penyediaan amenitas seperti catering dan landry, penyedia makan, minum, dan transportasi. Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 19 Nomor 1 Januari 2025 : 80 - 96 Peran Media Media yang dimaksud tidak secara khusus perusahan media eksternal melainkan sosial media yang dikelola Desa Wisata Karangsambung. Masyarakat Desa menggunakan Instagram. Youtube. TikTok, dan Facebook. Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Saat Ini Manajemen atau pengelolaan berperan dalam membantu manusia dalam merancang dan menyusun strategi yang efektif. Ilmu manajemen memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan suatu pekerjaan, baik dalam penyelesaiannya maupun pencapaian Manajemen yang baik akan meningkatkan peluang keberhasilan, sedangkan manajemen yang kurang efektif dapat menyebabkan hambatan dan ketidakteraturan dalam pekerjaan. Manajemen merupakan suatu seni yang menuntut keahlian, keterampilan, serta pemahaman dalam menerapkan ilmu pengetahuan guna mencapai tujuan Selain itu, manajemen juga dapat dianggap sebagai ilmu yang telah terorganisir untuk memperoleh prinsipprinsip umum yang dapat diterapkan secara luas. Fungsi dari Manajemen 4 elemen di Desa Karangsambung, adalah: Perencanaan Pihak yang terlibat dalam perencanaan Desa Wisata sudah meliputi berbagai actor yaitu Pemerintah Desa. Bumdes, tokoh masyarakat. Karang Taruna. Pokdarwis. Pemerintah Kabupaten, dan Elemen Masyarakat. Visi yang ingin dicapai dari adanya desa wisata ini yaitu . Meningkatkan SDM dan . Meningkatkan ekonomi desa yang . Meningkatkan perekonomian desa Karangsambung. Desa Wisata ini memiliki target dalam hal peningkatan jumlah pengunjung dan meningkatkan Masyarakat. Masterplan musyawarah dan mufakat dimana target utamanya adalah membuat paket wisata yang selanjutnya dijual kepada wisatawan. Proses yang dilakukan melalui perencanaan yang melibatkan masyarakat desa. di media dan dating ke instansidan sekolah sekolah. promosi melalui dan musyawarah dan mufakat dalam rapat . emerintah desa, pokdarwis, masyarakat, melakukan Pengorganisasian dan Pengarahan Organisasi pengelola Desa Wisata telah melibatkan Masyarakat dengan organisasi pengelola. Pemegang jabatan dari organisasi tersebut terdiri Pokdarwis. Koordinasi dilakasanakan melalui rapat rutin yang dilaksanakan satu bulan sekali. Kendala yang promosi dan relasi. SDM dan pengelola, modal, dan ketersediaan air Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism Pengendalian atau Pengawasan Adalah suatu proses dan rangkaian untuk mengusahakn agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dnegan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harus dilalui. Dengan demikian apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan tersebut, diadakan suatu Mekanisme pengelola Desa Wisata ialah melalui Dilaksanakan program yang sudah berjalan. Koordinasi dilakukan melalui rapat bulanan dan diskusi dnegan elemen pengelola Desa. Sementara itu pengawasan dilaksanakan melalui rapat evaluasi. Identifikasi Pengelolaan Desa Wisata Berdasarkan Konsep Community Based Tourism Pengelolaan Desa Wisata dengan Konsep CBT ditandai dengan adanya transparansi dalam pengelolaan Desa Wisata, lembaga/kelompok Desa Wisata kemitraan yang terjalin dengan pihak Berdasarkan hasil wawancara didapatkan keterangan sebgaai berikut: Tabel 2. Identifikasi Penerapan CBT ASEAN alam Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Dimensi Aspek Hasil Kepemilikan dan Transparansi Dibuatnya laporan keuangan kepengurusan oleh pengelolaan Desa Wisata bulanan dan tahunan Ada dengan AD ART Lembaga/kelompok Desa SK Bupati dan SK Desa Wisata mengenai Desa Wisata BUMDES Bumdes menjadi investor dengan pokdarwis untuk dalam Pembangunan daya tarik pengelolaan Desa Wisata Berkolaborasi pengelolaan Desa Wisata Kepemilikan aset desa wisata Kepemilikan aset desa wisata dilakukan dengan kerjasama dilakukan dengan kerjasama antara Pemerintah Desa dan pengelola Desa Wisata Terdapat Pengelola homestay. Tim SAR, dan LMDH melibatkan pihak lain dalam mengelola Desa Wisata Kontribusi terhadap Terdapat upaya pengelola Adanya mata anggaran yang kesejahteraan sosial Desa Wisata jelas disetiap pelaksanaan memastikan keuntungan yang kegiatan dan hasil dari wisata adil bagi seluruh masyarakat yang masuk yang terlibat Adanya AD/ART disepakati dan presentasi yang Ada pembagian hasil yang dan melibatkan masyarkat pada momen-momen tertentu Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 19 Nomor 1 Januari 2025 : 80 - 96 Dimensi Kontribusi kualitas lingkungan Mendorong partisipasi interaktif antara masyarakat . Jasa pramuwisata yang Aspek Tedapat upaya pengelola Desa Wisata memastikan pelestarian SDA tanpa perusakan lingkungan di Desa Wisata Terdapat upaya pengelola Desa Wisata wisatawan dan masyarakat Terdapat upaya pengelola Desa Wisata memastikan Kualitas dan keahlian pramuwisata desa Terdapat upaya pengelola Desa Wisata sadar wisata dan sapta pesona di masyarakat Masih Pemanfaatan Teknologi Apakah pengelola desa wisata sebagai media penyebaran informasi dan promosi (Sumber: Hasil Analisis, 2. Pengelolaan Desa Wisata Berbasis CBT-ASEAN Berdasarkan summary assessment diatas, dapat disimpulkan bahwasannya Desa Wisata Karansambung Papan informasi dan sosialisasi Menerapkan sapta pesona . erutama ramah tama. Desa dan pokdarwis saling Dilaksanakan pelatihan, study banding, bimtek dan sosialisasi, serta praktik lapangan Hasil Mengadakan forum diskusi, masyarakat dengan wisatawan Berdiskusi dan edukasi menuju desa merdikari Memanfaatkan forum-forum di lingkungan masyarakat untuk Menerapkan sapta pesona Melalui IG. FB, twitter, youtube, website beberapa poin pengembangan yang perlu dilakukan agar lebih optimal. Berikut ini adalah skema model pengembangan desa wisata berdasarkan konsep CBTASEAN: Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism Gambar 3. Skema Model Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Berbasis CBT (Sumber: Hasil Analisis, 2. Dari 8 dimensi ASEAN, maka rekomendasi model pengembangan yang dapat diterapkan di Desa Wisata Karangsambung yaitu: Masyarakat asli sebagai aktor. Menerapkan masa jabatan dengan rentang waktu yang disepakati untuk mendukung pengembangan program dan kinerja. Kepastian akan pembagian hasil yang adil dan merata bagi masyarakat yang Dibuatnya aturan, tata kelola, dan SOP yang disepakat masyarakat dan pengunjung dalam rangka menjaga lingkungan dan sumber daya alam. Penetapan standardisasi homestay Pembuatan produk wisata yang pengunjung . t: wisata kreati. Pelatihan menyeluruh bagi para pramuwisata di Optimalisasi pemanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran maupun pelayanan bagi wisatawan. Pemanfaatan bahan lokal sebagai makanan minuman khas yang KESIMPULAN Pembangunan Indonesia, khususnya di Desa Wisata Karangsambung, memerlukan partisipasi masyarakat lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memenuhi aspek ekonomi, sosial, budaya, dan Desa Wisata Karangsambung menghadapi berbagai permasalahan, seperti perbedaan cara pandang aktor, inisiatif yang gagal, konsep yang tidak sesuai, dan perencanaan yang buruk. Penelitian menganalisis model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 19 Nomor 1 Januari 2025 : 80 - 96 yang tepat untuk diterapkan di Desa Wisata Karangsambung. Model ini pengembangan desa wisata. Manajemen berperan penting dalam keberhasilan Desa Wisata Karangsambung. Pengelolaan Karangsambung melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa. Bumdes, tokoh masyarakat. Karang Taruna. Pokdarwis, dan pemerintah kabupaten. Fungsi-fungsi manajemen yang Desa Wisata Karangsambung Perencanaan: Visi dan target desa wisata telah ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat, dengan fokus utama pada pengembangan paket wisata dan peningkatan jumlah pengunjung. Pengorganisasian Pengarahan: Masyarakat dilibatkan dalam struktur organisasi pengelola desa wisata, dan koordinasi dilakukan melalui rapat rutin Pengendalian Pengawasan: Mekanisme pengendalian dilakukan melalui musyawarah dan rapat evaluasi, serta koordinasi dengan elemen pengelola desa wisata. Kendala yang dihadapi pengelola desa wisata antar lain . Masterplan . Keterbatasan promosi dan relasi. Kurangnya SDM dan pengelola yang . Modal yang terbatas. Ketersediaan air bersih yang belum memadai Maka, pengelolaan Desa Wisata Karangsambung ditingkatkan dengan mengatasi kendala yang ada dan memperkuat penerapan fungsi-fungsi manajemen. Berdasarkan dimensi konsep CBT ASEAN, berikut adalah rekomendasi model pengembangan yang dapat Desa Wisata Karangsambung: Melibatkan Masyarakat Lokal Artinya masyarakat asli harus menjadi aktor utama dalam pengembangan desa wisata. Masa jabatan pengurus desa wisata harus dibatasi dengan rentang waktu yang disepakati untuk memastikan kinerja dan akuntabilitas. Pembagian hasil yang adil dan merata bagi masyarakat yang terlibat harus Menjaga Lingkungan dan Sumber Daya Alam Aturan, tata kelola, dan SOP yang disepakati masyarakat dan pengunjung lingkungan dan sumber daya alam. Meningkatkan Kualitas Layanan dan Produk Wisata Produk wisata yang mengedepankan interaksi antar pengunjung . eperti wisata kreati. harus dikembangkan. Pelatihan yang berkelanjutan dan menyeluruh bagi para pramuwisata di desa harus dilakukan. Standarisasi Memanfaatkan Teknologi dan Inovasi Pemanfaatan media digital harus dioptimalkan untuk pemasaran dan pelayanan bagi wisatawan. Mendukung Ekonomi Lokal Bahan lokal harus dimanfaatkan sebagai makanan dan minuman khas yang berkualitas. Arini Shofi Elmia, dkk: Pengelolaan Desa Wisata Karangsambung Kebumen Berbasis Community Based Tourism Dengan menerapkan rekomendasirekomendasi ini, diharapkan Desa Wisata Karangsambung dapat berkembang dengan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. DAFTAR PUSTAKA