JURNAL BHAKTI CIVITAS AKADEMIKA Volume VII. Nomor 2. Tahun 2024 ISSN 2615-210X (Prin. dan ISSN . (Onlin. Available Online at http://e-journal. id/index. php/jbca MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA LOW BACK PAIN MELALUI TERAPI WILLIAM FLEXION EXERCISE Nasrul Hadi Purwanto. Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto. Email : nasrulraza@yahoo. Luthfiah Nur Aini. Program Studi Profesi Ners. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto. Email : elena_arif@yahoo. Fajar Purwanto. Program Studi Manajemen. Universitas Mayjen Sungkono. Email : fajar. purwanto@gmail. Korespondensi : fajar. purwanto@gmail. ABSTRAK Salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia adalah terjadinya LBP (Low Back Pai. LBP merupakan gejala ketidaknyamanan yang dialami seseorang yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada bagian punggung bawah. LBP diakibatkan karena adanya gangguan yang berkaitan dengan muskuloskeletal dan neuromuskular. Beberapa faktor utama yang sering mengakibatkan terjadinya LBP adalah postur tubuh yang salah saat beraktivitas dan melakukan aktivitas tertentu dalam posisi statis yang cukup lama. Penegangan otot dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan kekakuan otot terutama otot yang berada di area punggung sehingga memicu terjadinya rasa nyeri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menggunakan teknik wawancara dan praktik. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat penderita LBP (Low Back Pai. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 17 peserta. Berdasarkan hasil analisis deskriptif . retest Ae posttes. intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. yang dialami peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan untuk peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri ringan yang semula hanya 3 peserta naik menjadi 6 peserta, peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri sedang yang semula sebanyak 10 peserta turun menjadi 8 peserta, dan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri berat yang semula sebanyak 4 peserta turun menjadi 3 peserta. Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perbedaan intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. pada peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kata Kunci : Intensitas Nyeri. Low Back Pain. William Flexion Exercise Halaman | 59 PENDAHULUAN Nyeri punggung bawah atau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan LBP (Low Back Pai. merupakan gejala ketidaknyamanan yang dialami seseorang yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri / tidak nyaman pada bagian punggung bawah. Kecenderungan yang terjadi. LBP (Low Back Pai. diakibatkan karena adanya gangguan yang berkaitan dengan muskuloskeletal dan neuromuskular (Allegri et al, 2016. Hasmar & Faridah, 2. Beberapa faktor utama yang sering mengakibatkan terjadinya LBP (Low Back Pai. adalah postur tubuh yang salah saat beraktivitas, seperti duduk dengan tidak ergonomi dalam keadaan statis dan dalam waktu yang cukup lama, berdiri dengan posisi statis dalam jangka waktu yang cukup lama, dan cara mengangkat atau memindahkan benda yang salah. Penegangan otot dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan kekakuan otot terutama otot yang berada di area punggung sehingga memicu terjadinya rasa tidak nyaman / nyeri (Setiawan & Widiyanto. LBP (Low Back Pai. merupakan hal yang sering dialami orang semua Kondisi ini menjadi salah satu penyebab seseorang tidak dapat bekerja secara maksimal dan menurunkan produktivitas kerja mereka. Tidak ada data tertulis terkait mengenai jumlah penderita LBP (Low Back Pai. Organisasi kesehatan dunia WHO melaporkan, pada tahun 2020. LBP (Low Back Pai. mempengaruhi 619 juta orang di seluruh dunia dan diperkirakan jumlah kasus akan meningkat menjadi 843 juta kasus pada tahun 2050, sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan populasi dan penuaan (WHO, 2. LBP (Low Back Pai. merupakan penyebab utama kecacatan di seluruh dunia dan kondisi yang membutuhkan rehabilitasi bagi sebagian besar orang. LBP (Low Back Pai. dapat dialami pada usia berapa pun, dan kebanyakan orang mengalami LBP (Low Back Pai. setidaknya sekali dalam hidup mereka. Prevalensi meningkat seiring bertambahnya usia hingga 80 tahun, sedangkan jumlah kasus LBP (Low Back Pai. tertinggi terjadi pada usia 50Ae55 tahun. LBP (Low Back Pai. lebih banyak terjadi pada wanita. LBP (Low Back Pai. non-spesifik merupakan presentasi LBP (Low Back Pai. yang paling umum . ekitar 90% kasu. (WHO, 2. LBP (Low Back Pai. menggambarkan rasa sakit di antara tepi bawah tulang rusuk dan bokong. Rasa sakit ini dapat berlangsung dalam waktu singkat . , sedikit lebih lama . atau dalam waktu lama . Rasa sakit ini dapat menyerang siapa saja. LBP (Low Back Pai. membuat seseorang sulit bergerak dan dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mental. Kondisi ini dapat membatasi aktivitas kerja dan interaksi dengan keluarga dan teman (Jehaman et al. , 2. LBP (Low Back Pai. dapat bersifat spesifik atau tidak spesifik. LBP (Low Back Pai. spesifik adalah nyeri yang disebabkan oleh penyakit tertentu atau masalah struktural di tulang belakang, atau ketika nyeri menjalar dari bagian tubuh lain. LBP (Low Back Pai. non-spesifik terjadi ketika tidak mungkin mengidentifikasi penyakit tertentu atau penyebab struktural yang dapat menjelaskan rasa sakit. LBP bersifat non-spesifik pada sekitar 90% kasus (Anung et al. , 2. Pada semua jenis dan pada semua tahap LBP (Low Back Pai. , rehabilitasi sangat penting untuk meyakinkan penderita dan membantu mereka memahami rasa sakitnya, membantu mereka kembali ke aktivitas yang mereka sukai, dan Halaman | 60 mengidentifikasi strategi untuk mendukung pemulihan dan meningkatkan fungsi. Jalur perawatan khusus mungkin diperlukan untuk LBP (Low Back Pai. LBP (Low Back Pai. merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama. LBP (Low Back Pai. sering dikaitkan dengan hilangnya produktivitas kerja dan dengan demikian menimbulkan beban ekonomi yang besar bagi individu dan masyarakat (Pratama & Umi, 2. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi keluhan nyeri akibat terjadinya LBP (Low Back Pai. adalah dengan melakukan william flexion exercise. William flexion exercise adalah latihan untuk meningkatkan stabilitas lumbal dengan penguatan otot abdominal dan penguluran otot punggung (Zahrah et al. , 2. Terdapat tujuh gerakan utama dalam william flexion exercise yaitu pelvic tilting exercise, partial sit-up, single knee to chest, double knee to chest, hamstring stretch, hip flexor stretch dan squat. Dengan melakukan william flexion exercise, secara berangsur-angsur keluhan nyeri akibat terjadinya LBP (Low Back Pai. dapat berkurang PELAKSANAAN DAN METODE Tahapan pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pengajuan perijinan Setelah mendapatkan ijin, selanjutnya pelaksana kegiatan menyiapkan kebutuhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dibutuhkan nantinya termasuk lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 27 April 2024 mulai pukul 08. 00 WIB s/d selesai. Kegiatan ini dilakukan di balai pertemuan Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Jumlah peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebanyak 17 peserta Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan pengukuran intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. Alat ukur yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Numerical Rating Scale (NRS), karena mudah dipahami oleh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Numerical Rating Scale (NRS) mempunyai skala 0-10. Angka 0 menggambarkan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak merasakan nyeri, sedangkan angka 10 menggambarkan nyeri paling berat yang dirasakan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Semakin tinggi skala nyeri, maka peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan merasakan nyeri sekali. Data pretest di dapatkan dari pengukuran Numerical Rating Scale (NRS) sebelum diberikan william flexion exercise. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai LBP (Low Back Pai. Materi yang disampaikan diantara definisi terkait LBP (Low Back Pai. , penyebab LBP (Low Back Pai. , mekanisme terjadinya nyeri akibat LBP (Low Back Pai. , serta cara mengatasi nyeri LBP (Low Back Pai. menggunakan metode komplementer. Setelah materi disampaikan, selanjutnya peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat diajak untuk melakukan praktik gerakan william flexion exercise. Peralatan seperti matras, telah disiapkan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada Pemateri menjelaskan setiap gerakan yang dipraktikkan oleh mahasiswa keperawatan. Selanjutnya tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga memberikan arahan kepada peserta kegiatan masyarakat untuk Halaman | 61 melakukan gerakan william flexion exercise. Pada akhir sesi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim pelaksana kembali membagikan kuesioner Numerical Rating Scale (NRS) untuk dilakukan pengisian oleh peserta kegiatan. Hasil pengukuran ini . akan menjadi data intensitas nyeri peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesudah diberikan william flexion exercise HASIL KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto pada bulan April 2024. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disajikan dalam data sebagai berikut : Karakteristik peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tabel 1. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Keterangan Jumlah Prosentase (%) 1 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 2 Usia 21-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun 3 Pekerjaan Aktif bekerja Tidak bekerja / IRT Jumlah Sumber : Data Pengabdian kepada Masyarakat Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto didapatkan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah laki-laki yaitu sebanyak 11 peserta . ,7%), lebih dari separuh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat berusia 21-30 tahun yaitu sebanyak 9 peserta . ,9%), dan sebagian besar peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat aktif bekerja yaitu sebanyak 14 peserta . ,4%) Intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. sebelum dilakukan william flexion Tabel 2. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. sebelum dilakukan william flexion exercise di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Keterangan Jumlah Prosentase (%) 1 Tidak nyeri 2 Nyeri ringan . kor 1-. 3 Nyeri sedang . kor 4-. Halaman | 62 Nyeri berat . kor 7-. Nyeri sangat berat . Jumlah Sumber : Data Pengabdian kepada Masyarakat Dari hasil hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto didapatkan lebih dari separuh peserta kegiatan mengalami intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri sedang . kor 4-. erdasarkan skala Numerical Rating Scale / NRS) yaitu sebanyak 10 peserta . ,8%) Sosialisasi dan Praktik william flexion exercise Persiapan Sebelum melakukan gerakan william flexion exercise, pastikan pasien / peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan baju yang nyaman untuk melakukan gerakan senam. Penggunaan baju jenis kaos dan celana yang mudah menyerap keringat sangat disarankan. Lakukan gerakan ini di tempat datar, semisal pada lantai. Bisa menggunakan alas senam atau alas lainnya untuk melindungi tubuh dari hal yang tidak diinginkan Gerakan william flexion exercise Terdapat tujuh gerakan utama dalam william flexion exercise yaitu pelvic tilting exercise, partial sit-up, single knee to chest, double knee to chest, hamstring stretch, hip flexor stretch dan squat. Pelvic tilting exercise Pasien / peserta kegiatan PkM diminta memposisikan diri dengan posisi tidur terlentang. Posisikan tangan berada di samping pinggul dan kemudian tekuk bagian lutut. Tarik atau tekan bagian perut sehingga pinggul tertarik keatas, sementara itu posisikan punggung agar sepenuhnya menyentuh lantai. Gerakan ini dilakukan hingga 20 hitungan Gambar 1. Posisi pelvic tilting exercise Partial sit-up Tahap selanjutnya adalah partial sit-up. Gerakan ini dilakukan dengan posisi tidur terlentang, kedua tangan disamping dan lutut ditekuk sama dengan posisi pelvic tilting exercise. Lakukan gerakan seperti melakukan sit-up, namun yang diangkat hanyalah dada. Rasakan kontraksi otot hanya pada otot perut. Setelah itu, turunkan secara perlahan. Halaman | 63 Gambar 2. Posisi partial sit-up Saat melakukan gerakan ini, lutut harus ditekuk dan telapak kaki menempel di lantai. Jangan mengangkat kepala dengan tangan dan hanya cukup mengangkat tulang belikat saja. Gerakan ini dilakukan hingga 20 hitungan Single knee to chest Gerakan ketiga adalah single knee to chest. Masih dalam posisi tubuh tidur terlentang, tarik salah satu kaki . aki kana. hingga lutut dalam posisi menekuk. Upayakan posisi lutut mencapai atau mendekati area dada. Tahan posisi ini dalam 10 hitungan Gambar 3. Single knee to chest Selanjutnya kaki yang ditekuk diluruskan. Ulangi gerakan sama untuk kaki sebelah kiri. Tarik menggunakan kedua tangan hingga posisi lutut mencapai atau mendekati area dada. Tahan posisi ini dalam 10 hitungan Double knee to chest Double knee to chest dilakukan dengan posisi tidur terlentang. Tekuk kedua lutut secara bersamaan, lalu tarik kedua lutut a ke arah Gunakan tangan anda untuk memeluk kedua lutut untuk menghasilkan tarikan maksimal, lalu tahan posisi tersebut selama 10 Gambar 4. Double knee to chest Saat menahan posisi tersebut, tekuk kepala ke arah dada, tahan posisi tersebut lalu kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini sebanyak 2 kali Halaman | 64 . Hamstring stretch Latihan dilakukan dengan tidur terlentang dan salah satu lutut ditekuk dan lutut lainnya diluruskan. Angkat sisi kaki yang lurus ke atas dan rasakan hingga ada tarikan pada bagian paha belakang. Gambar 5. Hamstring stretch Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan ini. Untuk membantu melakukan gerakan hamstring stretch, dapat dilakukan dengan meletakkan salah satu kaki pada tembok atau Gambar 6. Hamstring stretch dengan meletakkan kaki pada tembok Gambar 7. Hamstring stretch dengan meletakkan kaki kursi atau sofa Gerakan hamstring stretch juga dapat dilakukan dengan posisi Serahkan kepada pasien / peserta kegiatan yang menurut mereka lebih mudah dilakukan. Hal ini dikarenakan posisi gerakan hamstring stretch membutuhkan tenaga yang cukup besar Halaman | 65 Gambar 8. Hamstring stretch dalam posisi duduk Hamstring stretch dalam posisi duduk dilakukan dengan meluruskan salah satu kaki dan satu kaki ditekuk seperti posisi duduk Tarik ujung jari kaki menggunakan bantuan jari tangan hingga pada paha bawah terasa tertarik. Lakukan selama 10 hitungan. Selanjutnya lakukan gerakan yang sama untuk kaki sebelahnya. Masing-masing gerakan dilakukan dalam 10 hitungan Hip flexor stretch Gerakan selanjutnya adalah hip flexor stretch. Posisikan tubuh dalam keadaan berlutut, lalu salah satu kaki di tekuk dan kaki satunya lurus ke belakang dengan punggung yang ditegakkan. Dorong badan kedepan hingga terasa adanya tarikan bagian paha dari kaki yang Gambar 9. Gerakan hip flexor stretch Pastikan kaki yang ada dibelakang, mampu untuk mencapai posisi lurus. Gerakan ini dilakukan selama 10 hitungan. Selanjutnya lakukan gerakan yang sama untuk kaki sebelahnya dan dilakukan selama 10 hitungan Squat Gerakan terakhir dari william flexion exercise adalah squat. Posisikan tubuh untuk berdiri dengan kaki sedikit lebih lebar dari lebar pinggul, jari kaki sedikit mengarah ke luar, dan genggam tangan di dada untuk menjaga keseimbangan. Gerakkan pinggul ke belakang dan tekuk lutut untuk turun sejauh mungkin dengan dada Halaman | 66 dibusungkan. Setelah itu, berikan dorongan di tumit dan melompatlah secara vertikal. Gambar 10. Gerakan squat Beberapa orang lebih senang saat squat kaki ikut terangkat. Namun beberapa orang juga tidak menyukai squat sambil melompat. Berikan pilihan sesuai keinginan dari pasien / peserta kegiatan karena masing-masing pasien / peserta kegiatan memiliki alasan masingmasing. Lakukan gerakan squat sebanyak 20 hitungan Pendinginan Pada proses pendinginan / cooling down, pasien / peserta kegiatan PkM dapat memposisikan diri dengan tidur terlentang, dalam posisi duduk atau dalam posisi berdiri. Pada bagian ini, pasien / peserta kegiatan diminta untuk menarik nafas dalam-dalam. Lakukan gerakan pendinginan selama 20 hitungan. William flexion exercise dapat dilakukan berulang dan dilakukan dalam jangka waktu yang berbeda. Durasi yang disarankan untuk melakukan latihan ini adalah setiap hari selama 10-20 menit. Intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. setelah dilakukan william flexion Tabel 3. Karakteristik peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. setelah dilakukan william flexion exercise di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Keterangan Jumlah Prosentase (%) 1 Tidak nyeri 2 Nyeri ringan . kor 1-. 3 Nyeri sedang . kor 4-. 4 Nyeri berat . kor 7-. 5 Nyeri sangat berat . Jumlah Sumber : Data Pengabdian kepada Masyarakat Halaman | 67 Dari hasil hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto didapatkan hampir separuh peserta kegiatan mengalami intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri sedang . kor 4-. erdasarkan skala Numerical Rating Scale / NRS) yaitu sebanyak 8 peserta . ,1%). Berdasarkan hasil analisis deskriptif . retest Ae posttes. intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. yang dialami peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan untuk peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri ringan yang semula hanya 3 peserta naik menjadi 6 peserta, peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri sedang yang semula sebanyak 10 peserta turun menjadi 8 peserta, dan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri berat yang semula sebanyak 4 peserta turun menjadi 3 peserta. Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perbedaan intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. pada peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis deskriptif . retest Ae posttes. intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. yang dialami peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan untuk peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri ringan yang semula hanya 3 peserta naik menjadi 6 peserta, peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri sedang yang semula sebanyak 10 peserta turun menjadi 8 peserta, dan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengalami intensitas intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. dalam kategori nyeri berat yang semula sebanyak 4 peserta turun menjadi 3 peserta. Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perbedaan intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. pada peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat Nyeri punggung bawah atau juga dikenal dengan istilah low back pain adalah rasa sakit yang timbul pada punggung bagian bawah tubuh, meliputi tulang punggung bawah, pinggang, panggul, dan bisa menjalar ke bokong atau kaki. Biasanya, low back pain dialami oleh seseorang setelah melakukan kegiatan fisik secara berlebihan seperti mengangkat beban yang terlalu berat. Lantaran, punggung bawah memiliki fungsi utama dalam menopang tubuh ketika sedang melakukan kegiatan fisik. Namun, ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami low back pain, seperti kelainan tulang lordosis, skoliosis, dan kifosis. Rasa nyeri dari low back pain tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Oleh karena itu, low back pain perlu ditangani sesegera mungkin (SHMT, 2. LBP (Low Back Pai. memiliki prevalensi tertinggi di dunia di antara kondisi muskuloskeletal dan merupakan penyebab utama kecacatan di seluruh Halaman | 68 dunia. Ini adalah kondisi dimana sebagian besar orang dapat memperoleh manfaat dari rehabilitasi (Hitiyaut et al. , 2. Orang-orang di segala usia dapat mengalami nyeri punggung bawah, termasuk anak-anak dan remaja. Kebanyakan orang mengalami nyeri punggung bawah di beberapa titik dalam hidup mereka. Puncak jumlah kasus terjadi pada usia 50Ae55 tahun, dan wanita lebih sering mengalami nyeri punggung bawah daripada pria. Prevalensi dan dampak disabilitas dari nyeri punggung bawah paling besar terjadi pada orang lanjut usia berusia 80Ae85 tahun. Episode nyeri punggung bawah berulang lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia (Hasmar & Faridah, 2. LBP (Low Back Pai. kronis merupakan penyebab utama hilangnya pekerjaan dan pembatasan partisipasi serta penurunan kualitas hidup di seluruh dunia. Mengingat tingginya prevalensi. LBP (Low Back Pai. berkontribusi terhadap beban ekonomi yang besar bagi masyarakat. LBP (Low Back Pai. harus dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat global yang memerlukan respons yang tepat (Anung et al. Nyeri punggung bawah dapat berupa nyeri tumpul atau nyeri tajam. Nyeri ini juga dapat menjalar ke area tubuh lainnya, terutama kaki. LBP (Low Back Pai. dapat membatasi pergerakan seseorang, yang dapat memengaruhi pekerjaan, sekolah, dan keterlibatan masyarakat. LBP (Low Back Pai. juga dapat menyebabkan masalah tidur, suasana hati yang buruk, dan tekanan. LBP (Low Back Pai. dapat bersifat akut . erlangsung kurang dari 6 mingg. , subakut . Ae12 mingg. , atau kronis . ebih dari 12 mingg. Pada sebagian besar kasus LBP (Low Back Pai. akut, gejalanya akan hilang dengan sendirinya dan sebagian besar orang akan pulih dengan baik. Namun, pada sebagian orang, gejalanya akan berlanjut dan berubah menjadi nyeri kronis. Orang dengan LBP (Low Back Pai. juga dapat mengalami nyeri kaki yang berhubungan dengan tulang belakang . adang-kadang disebut linu panggul atau nyeri radikula. Kondisi ini sering digambarkan sebagai sensasi tumpul atau sensasi sengatan listrik yang tajam. Mati rasa atau kesemutan dan kelemahan pada beberapa otot dapat dialami bersamaan dengan nyeri kaki. Bila dikaitkan dengan nyeri punggung bawah, tanda dan gejala radikular sering kali disebabkan oleh keterlibatan akar saraf tulang belakang. Sebagian orang mungkin mengalami gejala radikular tanpa nyeri punggung bawah, saat saraf tertekan atau cedera di bagian distal tulang belakang. Semua pengalaman ini memengaruhi kesejahteraan dan kualitas hidup dan sering kali menyebabkan hilangnya pekerjaan dan kekayaan pensiun, terutama pada mereka yang mengalami gejala kronis. LBP (Low Back Pai. dapat diklasifikasikan sebagai spesifik atau nonspesifik. Non-spesifik berarti bahwa pengalaman nyeri tidak dapat dijelaskan dengan pasti oleh diagnosis lain seperti penyakit yang mendasarinya, patologi atau kerusakan jaringan. LBP (Low Back Pai. bersifat non-spesifik pada sekitar 90% kasus. Faktor risiko LBP (Low Back Pai. non-spesifik meliputi tingkat aktivitas fisik yang rendah, merokok, obesitas dan stres fisik yang tinggi di tempat LBP spesifik dapat dijelaskan oleh penyakit yang mendasarinya . isalnya, kanke. , kerusakan jaringan . isalnya, patah tulan. , atau mungkin berasal dari organ lain . isalnya, dari ginjal atau aneurisma aort. Pengobatan untuk LBP (Low Back Pai. bergantung pada sifat nyeri dan apakah nyeri tersebut spesifik atau non-spesifik. Untuk LBP (Low Back Pai. Halaman | 69 spesifik, penanganannya difokuskan pada penanganan kondisi mendasar yang menyebabkan nyeri. Perawatan untuk LBP (Low Back Pai. non-spesifik meliputi . terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan bergerak serta melanjutkan aktivitas fisik dan latihan, . dukungan psikologis dan sosial untuk membantu orang mengelola rasa sakit mereka dan kembali melakukan aktivitas yang mereka sukai, . mengurangi ketegangan selama pekerjaan fisik, dan . perubahan gaya hidup termasuk lebih banyak aktivitas fisik, pola makan sehat, dan kebiasaan tidur yang baik. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi gejala LBP (Low Back Pai. dan sebaiknya dikombinasikan dengan pengobatan Obat pereda nyeri tidak boleh menjadi pengobatan lini pertama untuk LBP (Low Back Pai. Orang lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi medis lain harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum menggunakan obat-obatan. Pada saat timbulnya LBP (Low Back Pai. , penilaian klinis komprehensif yang meliputi pemeriksaan fisik cermat dan penilaian psikososial sangat penting untuk menyesuaikan perawatan dengan mempertimbangkan nilai, preferensi, dan prioritas perawatan seseorang. Semakin lama seseorang mengalami LBP (Low Back Pai. , semakin besar kemungkinan keterbatasan dalam fungsi akan Dalam konteks ini, penerapan pendekatan biopsikososial untuk penilaian dan perencanaan perawatan menjadi semakin penting. Rehabilitasi mencakup serangkaian intervensi yang bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari dan partisipasi optimal dalam aktivitas yang bermakna, seperti pekerjaan dan kehidupan bermasyarakat, serta untuk mencapai kesejahteraan. Intervensi untuk rehabilitasi pada LBP (Low Back Pai. mencakup pilihan non-farmakologis dan farmakologis, sedangkan intervensi non-farmakologis dalam sebagian besar kasus memiliki prioritas tinggi. Salah satu terapi intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan intensitas nyeri LBP (Low Back Pai. adalah dengan melakukan william flexion Penelitian yang dilakukan oleh Sukmajaya et al . membuktikan bahwa william flexion exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional tanpa memandang usia. Nyeri punggung bawah dapat disebabkan karena ketidakseimbangan antara otot fleksor dan ekstensor punggung. Pemberian william flexion exercise dapat mengembalikan keseimbangan otot fleksor dan ekstensor punggung sehingga stabilitas lower trunk juga meningkat. Peningkatan stabilitas ini berfungsi dalam mempertahankan posisi tubuh yang benar. William flexion exercise adalah latihan dengan konsep spinal fleksi yang berfokus pada gerakan penguluran otot daerah dorsolumbal dan penguatan otot daerah Penguluran pada otot dorsolumbar yang memendek dapat mengaktivasi golgi tendon dan muscle spindle sehingga terjadi relaksasi. Selain itu, penguatan otot abdominal terjadi karena kontraksi otot yang dilakukan secara berulang sehingga elastisitas meningkat. Maka terbentuklah keseimbangan antara otot fleksor dan ekstensor trunk sehingga stabilitas daerah lumbal akan Hal ini akan diikuti dengan peningkatan kemampuan fungsional pada William flexion exercise akan melatih otot-otot yang melenturkan tulang belakang lumbosakral, yaitu otot perut dan otot gluteus maximus dan ekstensi Halaman | 70 ekstensor pinggul. Hal ini berdampak pada penambahan aktivitas fungsional, gerakan lumbar, dan bisa mengurangi rasa sakit pinggang, sebab latihan tersebut menimbulkan pengaruh pada fleksibilitas dan kontraktilitas otot dalam gerakan sinergis, yakni antara otot perut dan lumbar. Waktu mengkontraksikan otot perut, membuat otot punggung bawah menjadi nyaman. Gerakan terapi william flexion exercise untuk melonggarkan foramen intervertebralis, meluaskan struktur ligamen, serta memungkinkan sendi apophiseal meregang. Latihan pelvic tilt digunakan untuk memperkuat otot penyangga di sekitar pinggang, terutama otot Gerakan pelvic berfungsi untuk mengurangi kejang otot pada punggung. Gerakan single and double knee to chest untuk melemaskan otot pinggul. Gerakan lying leg digunakan menguatkan otot paha belakang dan psoas. Latihan partial sit up mempunyai manfaat menurunkan kurva lumbar Melakukan william flexion exercise secara teratur akan membantu penderita LBP (Low Back Pai. dalam mengatasi intensitas nyeri yang dialami. Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal, penderita LBP (Low Back Pai. harus secara rutin melakukan william flexion exercise. Ketika nyeri LBP (Low Back Pai. sesegera mungkin penderita LBP (Low Back Pai. melakukan gerakan william flexion exercise. Untuk maintenance dan menjaga munculnya LBP (Low Back Pai. , william flexion exercise dapat dilakukan setiap hari dengan durasi waktu 20-30 menit KESIMPULAN Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan, didapatkan hasil bahwasanya melakukan william flexion exercise akan membantu penderita LBP (Low Back Pai. untuk mengatasi nyeri yang timbul akibat terjadinya LBP (Low Back Pai. SARAN Pelaksanaan transfer IPTEK sebagai bagian dari tanggungjawab civitas akademika baik terhadap pengembangan keilmuan dan hilirisasi informasi, perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum mampu mengakses beragam informasi yang bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan mereka. Sosilisasi dan edukasi tentang william flexion exercise merupakan upaya nyata yang dapat dilakukan oleh civitas akademika untuk memastikan setiap penderita LBP (Low Back Pai. mampu mengatasi nyeri yang dirasakan akibat terjadinya LBP (Low Back Pai. DAFTAR PUSTAKA