Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: x-x Vol. No. : 45-56 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi Konsep Supervisi Pendidikan Sebagai Tindakan Moral Hindun Maisaroh Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Email: hindunmaisaroh24@gmail. ABSTRACT Integrity can be seen from the level of honesty and moral quality possessed by someone who is done consistently every day. When someone emphasizes morals in every activity carried out, a maximum achievement will be obtained. By giving each other mutual understanding of the obligations and rights of supervisors and supervision, in this case moral action is needed in the supervision process. So that it is hoped that a responsible person and professionalism can be created in carrying out his duties and obligations without any supervision carried out by a supervisor. In this study, the author uses a qualitative descriptive approach, and the type of research used is library research. The results of the literature review are: . The importance of moral action in this case will foster good reciprocal relationships, such as a school principal or supervisor in supervising teachers can reflect an attitude of mutual trust, openness and flexibility so that in the implementation of the supervision process between supervisors and those who supervised can speak on the basis of responsibility and can encourage each person to respect the integrity of others. the implementation procedure of the supervision activities takes three stages, namely preliminary meetings, observations of educators who are teaching, and feedback meetings. there are four aspects related to professional nature, namely those that can have an impact on increasing morale in schools, namely: commitment to practicing exemplary teaching, commitment to practicing teaching towards socially valuable end results. a commitment that is not only inherent in the individual but also the teaching practice itself, a commitment to an ethic of care. Keywords: Education Supervision. Moral Action. ABSTRAK Integritas dapat dilihat dari tingkat kejujuran dan kualitas moral yang dimiliki oleh seseorang yang dilakukan secara konsisten setiap harinya. Ketika seseorang menekankan moral dalam setiap kegiatan yang dilakukan, maka akan didapatkan suatu capaian yang Dengan saling memberikan sikap saling mengerti atas kewajiban dan hak dari supervisor dan supervise maka dalam hal ini tindakan moral sangat diperlukan di dalam proses supervisi. Sehingga diharapkan dapat tercipta pribadi yang bertanggung jawab serta profesionalitas dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tanpa adanya pengawasan yang dilakukan oleh seorang supervisor. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan . ibrary researc. Adapaun hasi telaah pustaka yaitu: . pentingnya tindakan moral dalam hal ini akan menumbuhkan hubungan timbale balik yang baik, seperti pada seorang kepala sekolah ataupun pengawas dalam mensupervisi guru dapat mencerminkan sikap saling percaya, terbuka serta fleksibel sehingga dalam pelaksanaan proses supervisi antara supervisor dan yang dsupervisi dapat berbicara berbicara berdasarkan tanggung jawab yang dimiliki dan dapat mendorong masing-masing orang untuk menghargai integritas orang lain. prosedur pelaksanaan dari kegiatan supervise menempuh tiga tahapan, yaitu pertemuan pendahuluan, observasi pendidik yang sedang mengajar, dan pertemuan balikan. terdapat empat aspek yang berhubungan dengan sifat profesional yaitu dapat memberikan dampak peningkatan moral disekolah. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. komitmen untuk mempraktekkan pengajaran yang patut dicontoh, komitmen untuk mempraktekkan pengajaran menuju hasil akhir yang bernilai sosial, komitmen yang tidak hanya melekat dalam individu namun juga praktek pengajaran itu sendiri, serta komitmen untuk etika kepedulian. Kata Kunci: Supervisi Pendidikan. Tindakan Moral. PENDAHULUAN Pendidikan sebagai mercusuar dalam membangun moral dan etika bangsa memiliki tugas dalam mengembangkan karakter bangsa. Moral pendidikan menjadi ukuran norma dan perilaku yang dapat dijadikan indikator baik buruknya seseorang. Begitu pula perilaku kepala sekolah, guru, hingga peserta didiknya menjadi cerminan moral pendidikan. Maka dari itu sekolah atau lembaga pendidikan lainnya menjadi wahana mendidik moral peserta didik (Ibrahim Bafadhal, 2. Begitu pula dengan seorang supervisor yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan serta pengevaluasi dari kinerja anggotanya. Kini integritas dapat dilihat dari tingkat kejujuran dan kualitas moral yang dimiliki oleh seseorang yang dilakukan secara konsisten setiap harinya. Ketika seorang menekankan moral dalam setiap kegiatan yang dilakukan, maka akan didapatkan suatu capaian yang Melalui pendidikan moral sendiri akan memberikan dampak yang positif dalam pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh seorang supervisor, agar proses pembinaan serta evaluasi dari seorang supervisor dapat tersampaikan dengan baik kepada supervise. Dengan saling memberikan sikap saling mengerti atas kewajiban dan hak dari supervisor dan supervise maka dalam hal ini tindakan moral sangat diperlukan di dalam proses supervisi. Sehinga diharapkan dapat tercipta pribadi yang bertanggung jawab serta profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tanpa adanya pengawasan yang dilakukan oleh seorang supervisor. Mutu hubungan antar manusia, suasana dan keadaan serta kenyamaan kerja menjadi faktor-faktor yang turut menciptakan tingkat rasa betah pada lingkungan sekolah atau suatu lembaga (Syaiful Sagala, 2. Maka dari itu pentingnya pengikutsertaan tindakan moral dalam supervisi pendidikan itu sendiri. Karena dengan adanya seni dalam melaksanakan supervisi antara supervisor dan supervisi, seperti adanya keterbukaan atau kesepakatan antara keduanya, maka pelaksanaan pembinaan dan pengevaluasian dari segi pengajaran hingga manajerial dapat tercapai dengan baik. Dilapangan masih banyak ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, seperti pada aspek sumber daya guru di sekolah yaitu rendahnya motivasi guru untuk di supervisi karena dalam hal ini guru melihat negatif atas supervisi yang diasumsikan bahwa supervisi menjadi model pengawasan terhadap guru dengan menekan kebebasan guru dalam menyampaikan pendapat dan guru senior cenderung menganggap bahwa supervisi merupakan kegiatan yang tidak perlu karena mereka merasa telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih (Yani Maisul, 2. Dari paparan diatas, maka penulis akan membahas mengenai pengertian serta pentingnya tindakan moral dalam supervisi dan prosedur dari tindakan moral tersebut, hingga dapat meningkatkan strategi moral di lembaga pendidikan melalui pengawasan serta komunikasi personal intensif dalam supervisi pendidikan. Dalam runtutan yang telah dipaparkan supervisi sebagai tindakan moral yang dalam hal ini dilaksanakan sehingga dapat terjalin keterbukaan serta kesepakatan dalam pembinaan yang dilaksanakan, sehingga dapat tercapai profesionalisme seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Sehingga adanya Supervisi Pendidikan Sebagai Tindakan Moral Hindun Maisaroh pengawas maupun supervisor dalam pelaksanaan tugas, pendidik dapat menjalankan tugasnya dengan baik, serta penuh rasa tanggung jawab serta profesionalisme. Karena supervisi sangat berpengaruh besar dalam mencapai mutu suatu lembaga pendidikan. Maka dari itu diperlukannya seorang supervisor yang baik dan berkualitas, yang dapat memahami dan melaksanakan supervisi pendidikan sebagai tindakan moral terhadap supervisi hingga tercapai secara efektif dan efisien. Berdasarkan dasar pemikiran di atas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana pentingnya tindakan moral dalam supervisi pendidikan? Bagaimana prosedur dari tindakan moral dalam supervisi pendidikan? Bagaimana strategi peningkatan moral di sekolah melalui pengawasan dan komunikasi personal intensif dalam supervisi pendidikan? Kajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memahami konsep supervisi pendidikan sebagai tindakan moral guna meningkatkan kompetensi serta profesionalistas dari pendidik, kepala sekolah hingga pengawas pendidikan. KAJIAN LITERATUR Pengertian Tindakan Moral Moral ditinjau dari segi bahasa berasal dari bahasa latin AumoresAy yaitu jamak dari kata mos yang memiliki makna adat atau kebiasaan. Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral yaitu penentuan baik atu buruk tatas perbuatan dan kelakuan (Abuddin Nata, 2. Abdullah Idi dalam Alfarezi Robani memaparkan bahwa tindakan moral adalah pembinaan akhlak sejak dini untuk mengarah pada moral yang baik, sebab moral tumbuh bersamaan dengan pengalaman langsung dari lingkungan dimana anak hidup, berkembang menjadi kebiasaan (Alfarezi Rabbani, 2. Zainudin Ali dalam Alfarezi memaparkan bahwa moral yaitu suatu kebiasaan, susila, adat mengenai baik buruknya manusia. Perilaku moral menurut sejumlah ahli seperti Kolberg terkait dengan perkembangan kognitif seseorang yang dibentuk oleh orang tua atau Kolberg menyatakan bahwa perkembangan tingkat pertimbangan seseorang amat berhubungan dengan inteligensi, pengetahuan tentang moral, kecenderungan harapan akan kondisi moral yang lebih tinggi dan kecakapan seseorang dalam memahami nilai-nilai Seperti yang diapaparkan Muchtar Samad Dalam Miswardi, bahwa moral merupakan jiwa yang mendasari perilaku seseorang atau masyarakat yang lebih ditekankan kepada ketentuan yang bersifat sosial. Kemudia pada Dian Ibung dalam Miswardi memaparkan bahwa moral sebagai suatu keyakinan yang mendasari tindakan atau pemikiran yang sesuai dengan kesepakatan sosial, moral yang baik akan menjadkan modal individu dalam berinteraksi sosial (Miswadi dkk, 2. Dari beberapa paparan mengenai pengertian moral diatas, jadi tindakan moral merupakan suatu perbuatan manusia yang dilakukan dengan sengaja dan terkait dengan penilaian baik dan buruk. Dalam hal ini moral dapat dikatakan suatu perilaku atau akhlak yang dimiliki oleh seseorang, yang mana seseorang dapat menentukan suatu tindakan yang akan dia lakukan, baik atau buruknya. Begitu pula dalam penerapan supervisi sebaga tindakan moral, yang mana tanpa disadari terkadang dalam proses pengawasan yang dilakukan oleh seorang supervisor telah memeiliki unsure moral di dalamnya. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Pentingnya Tindakan Moral Didalam kehidupan kita setiap harinya, tidak lepas dari suatu tindakan moral. Karena moral atau akhlak merupakan suatu hal yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Maka dari itu moral yang baik akan memberikan dampak berarti bagi Namun bila suatu masyarakat telah rusak moralnya, maka itu tidak akan berarti lagi masyarakat dunia. Sesungguhnya dalam berprilaku kita dapat menentukan akankah kita berbuat baik atau buruk. Maka dari itu perlunya penanaman moral atau akhlak yang baik sejak dini, hingga dalam lingkungan kerjapun, aspek moral ini harus dikedepankan. Dalam hal ini moral begitu penting bagi kehidupan kita dan kehidupan masyarakat. Adapun beberapa alasan mengapa moral atau akhlak sangat penting bagi kehidupan kita. Karena melalui akhlak maka kehidupan manusia akan menjadi makmur. Di dalam masyarakat yang mempunyai penduduk yang berakhlak, maka mereka akan selalu berbuat sebaik-baiknya untuk diri dan masyarakatnya. Mereka akan senantiasa menjalankan amanah yang dipercayakan masyarakatnya. Mereka akan selalu berusaha menjalankan amanah yang dipercayakan masyarakat kepadanya sebagaimana sesuai dengan haknya. Yang mana mereka akan sellau bekerja dan berusaha untuk sebesar-besarnya guna mendapatkan sebuah kemakmuran masyarakat secara nyata (Saifuddin Zuhri, 2. Nilai-nilai moral terkadang diekspresikan sebagai suatu pernyataan yang menggambarkan objek-objek atau cirri-ciri objek yang bernilai, seperti Aukejujuran itu baikAy dan Auketidakadilan itu burukAy. Dalam hal ini moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, perngaruh masyarakat sekitar, seperti pada lingkungan sekolah, surat kabar, music serta perkumpulan. Sedangkan standar moral meliputi, standar moral yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara benarbenar atau akan memberikan keuntungan yang sungguh-sungguh (Muhammad Abdul Manan, 2. Largus Nadeak dalam Muhammad Abdul Hanan memaparkan pentingnya tindakan moral juga dapat kita lihat dalam aspek fungsi-fungsi norma moral tersebut dalam kehidupan bersama yaitu: Membungkus nilai-nilai moral . inta kasih, kebaikan, kejujuran, keadilan, kemanusiaa. yang menjadi orientasi. Mengingatkan manusia untuk melakukan suatu hal yang baik untuk diri sendiri serta Menarik perhatian sehingga orang menjadi mengetahui terhadap masalah-masalah yang kurang diperhatikan. Agar manusia tidak hanyut perasaan, seperti jangan membunuh dengan menggunakan norma ini manusia dapat mengolah emosinya. Dapat mengerti dengan baik akan fungsi norma ini sekiranya tidak ada lagi orang jatuh pada pemikiran atau anggapan bahwa norma moral membatasi tindakan seseorang. Konsep berpikir ini perlu dijadikan landasan perilaku dalam melaksanakan berbagai pekerjaan (Muhammad Abdul Manan, 2. Ketika kegiatan supervisi menjadi suatu tindakan moral, maka dalam hal ini perlu memperhatikan dari integritas antara supervisor dan supervise. Dengan begitu, akan terjalin hubungan timbal balik yang baik, seperti pada seorang kepala sekolah ataupun pengawas dalam mensupervisi guru dapat mecerminkan sikap saling percaya, terbuka serta fleksibel sehingg dalam pelaksanaan proses supervisi antara supervisor dan yang disupervisi dapat berbicara berdasarkan tanggung jawab yang dimiliki dan dapat mendorong masing-masing Supervisi Pendidikan Sebagai Tindakan Moral Hindun Maisaroh oraang untuk menghargai integritas orang lain. Hubungan timbal balik itu harus dimulai dengan menggunakan diskusi yang jujur mengenai hal-hal apa saja yang sepenuhnya akan membantu para guru dan siswa. Dengan begitu aka nada rasa saling keterbukaan dan pembinaan yang dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik. Prosedur Tindakan Moral Dalam Supervisi Dalam setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau dapat disebut juga kegiatan supervisi dan dalam hal ini supervisor memiliki tanggng jawab dalam munculnya sesuatu yang efektif dan efisien terhadap program tersebut. Sehingga supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melaksanakan pekerjaan secara efektif (Hirunisa Jeflin, 2. Dengan adanya supervisi yang dilakukan oleh seorang supervisor diharapkan kinerja serta proses pengembangan dari guru maupun staff dapat menjadi lebih baik, karena melalui pengawasan serta pembinaan yang dilakukan oleh seorang supervisor menjadi salah satu upaya dalam peningkatan profesionalisme guru serta staff. Adapun dalam prosedur tindakan moral sebagai supervisi pendidikan terkandung proses dari pelaksanaan kegiatan supervisi yaitu melalui adanya perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dari kegiatan supervisi yang mana tidak lepas dari tindakan moral dari seorang supervisor dan supervise. Mengenai proses supervisi tersebut yaitu: (Hirunisa Jeflin, 2. Perencanaan Dalam proses perencanaan supervisi mengacu kepada kegiatan identifikasi Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam perencaan tersebut . Mengumpulkan data lapangan, dapat melalui kunjungan kelas, pertemuan secara langsung ataupun diadakan rapat staf . Mengolah data berdasarkan koreksi kebenaran terhadap data yang terkumpul . Mengklasifikasikan data berdasarkan bidang permasalahan yang ditemui . Menarik kesimpulan mengenai permasalahan objek sesuai dengan keadaan nyata di . Menetapkan teknik/ pendekatan yang tepat untuk diterapkan saat pelaksaan program supervisi guna memperbaiki atau Meningkatkan profesionalisme pendidik. Pelaksanaan Pada kegiatan pelaksanaan menjadi kegiatan nyata yang dilaksanakan guna memperbaiki atau Meningkatkan kemampuan pendidik ataupun staff. Kegiatan pelaksanaan ini menjadi kegiatan yang memberikan bantuan dari supervisor kepada pendidik, agar dapat terlaksana secara efektif dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, serta perlunya keikutsertaan untuk melihat keberhasilan dari proses pelaksanaan supervisi. Evaluasi Pada kegiatan evaluasi menjadi kegiatan untuk menelaah keberhasilan atas proses dan hasil pelaksanaan supervisi. Kegiatan evaluasi dilaksanakan secara komprehensif. Sasaran evaluasi supervisi ditujukn untuk seluruh pelaku yang terlibat dalam proses pelaksanaan supervisi, adapun hasil dari kegiatan evaluasi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan perencanaan berikutnya. Soetopo dan Soemanto dalam Hairunisa Jeflin memaparkan evaluasi berpedoman atas tujuan yang telah dibuat dan tujuan dari supervsi dirumuskan sesuai dengan sorak dan tujuan sekolah sendiri. Adapun prosedur pelaksanaan dari kegiatan supervisi Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. menempuh tiga tahapan, yaitu pertemuan pendahuluan, observasi pendidik yang sedang mengajar, dan pertemuan balikan. Tindak Lanjut Pada kegiatan tindak lanut supervisi akademik dapat dilakukan melalui kegiatan sebagai . Pembinaan kegiatan dapat dilaksanakan secara langsung dan tidak langsung . Pembinaan langsung Pembinaan langsung yang dilakukan oleh kepala sekolah selesai melakukan observasi pembelajaran disebut pasca observasi. Pada kegiatan ini kepala sekolah memberikan balikan serta masukan guna membantu mengembangkan perilaku serta prose pembalajaran guru. Dari umpan bali tersebut dapat tercipta komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, dimana guru dapat dengan nyaman dan terbuka kepada supervisor. Dalam hal ini supervisor dapat melakukan lima langkah pembinaan kemampuan guru yaitu: menciptakan hubungan yang harmonis, analisis kebutuhan, mengembangkan strategi dan media, meniai, dan revisi. Pembinaan tidak langsung Pembinaan tidak langsung ini merupakan pendekatan yang menggunakan sistem mendengarkan, member penguatan, menjelaskan, menyajikan serta emmecahkan Adapun yang dapat diilih kepala sekolah dalam membina guru untuk Meningkatkan proses pembelajaran sebagai berikut: menggunakan buku pdoman/ petunjuk bagi guru dan bahan pembantu guru lainnya secara efektif, ataupun menggunakan instrumen atau bahan lain yang dapat digunakan guru. Strategi Peningkatan Moral di sekolah Melalui Pengawasan dan Komunikasi Personal Intensif dalam Supervisi Pendidikan Peningkatan moral bertujuan untuk menjadikan manusia lebih bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya. Hal tersebut dapat ditemukan di lingkungan keluarga dan tentunya lingkungan sekolah. Pendidikan moral di sekolah bertujuan agar siswa tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual melainkan juga terhadap kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial sehingga menempatkan dirinya dalam masyarakat dengan menjalankan nilai-nilai dan norma terutama di era zaman modernisasi saat ini (Deni Sutisna dkk, 2. Seorang supervisor memiliki tanggung jawab yang besar dibanding guru. Dalam konteks ini tanggung jawab seorang guru terhadap siswa adalah mengamati siswa apakah para siswa telah mempelajari apa yang ditetapkan oleh guru serta komunitas sekolah, sedangkan tanggung jawab dari seorang supervisor lebih besar lagi, karena menyangkut keseluruhan komunitas yaitu mengenai tujuan umum dari sekolah itu sendiri, apakah sudah tercapai atau belum. Seorang supervisor bagaimanapun harus dapat menikmati berbagai kesempatan guna menciptakan dan mempertahankan pembahasan dengan berbagai kelompok dalam komunitas sekolah. Ketika berbicara mengenai dimensi moral supervisi dengan melihat lebih dekat dimensi moral yang tercakup dalam pengajaran professional. Pada pendidik sepakat atas pengajaran yang idealnya yaitu pengajaran yang memahami konsep umum profesionalisme. Ketika berbicara mengenai profesionalisme, maka pasti akan tertuju pada kompetensi yang dimiliki pendidik, namun disini profesionalisme bukan hanya sekedar itu, melainkan seorang yang professional akan menikmati kepuasan batin karena telah dipercaya. Kepercayaan yang tidak dapat dengan mudah diberikan hanya dengan sebatas kompetensi Supervisi Pendidikan Sebagai Tindakan Moral Hindun Maisaroh yang dimiliki (Muhammad Abdul Manan, 2. Dalam hal ini terdapat empat aspek yang berhubungan dengan sifat professional yaitu: Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran yang patut dicontoh Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran menuju hasil akhir yang bernilai sosial Komitmen yang tidak hanya melekat dalam individu namun juga praktek pengajaran itu Komitmen untuk etika kepeduliaan. Keempat dimensi dari sifat professional ini menjadi dasar pengembangan norma yang kuat hingga mampu mentransformasikan supervisi yang sekarang ini sering Dalam hal ini, pembentukan sisi kebaikan dari sifat profesionalisme menjadi prioritas utama dalam supervisi. Seperti contoh pada komitmen untuk mempraktekkan pengajaran yang patut dicontoh menerapkan penghapusan cara pengajaran yang tidak tepat, mengikuti perkembangan praktek pengajaran yang berjalan saat ini, melihat serta mencari tau cara pengajaran praktek milik seseorang, melakukan eksperimen pendekatan baru, serta menggali informasi lainnya. Dengan dimensi demikian, maka guru akan bertanggungjawab atas pengembangan profesionalisme mereka sendiri, sehingga mengurangi peran orang lain dalam merencanakan dalam pelaksanaan program pengembangan mereka. Trenholm dan Jensen dalam Saptudin dkk memaparkan memaparkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran. Suatu proses yang menyalurkan pesan kepada penerima pesan melalui bermacam media yang dilaksanakan oleh komunikator adalah suatu tindakan komunikasi (Saptuddin dkk, 2. Sedangkan menurut Effendy dalam Saptudin dkk memaparkan bahwa pesan yang disampaikan dalam bentuk makna lambang yang menjadi bentuk dari ide, informasi harapan juga himbauan yang ditujukan kepada seseorang baik secara langsung atau tidak langsung yang memiliki tujuan dapat merubah pandangan, sikap serta perilaku itu diartikan sebuah komunikasi. Sedangkan intensif disini memiliki makna sungguh-sungguh/ berkelanjutan. Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi intensif memiliki makna proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain secara sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang optimal. Melalui komunikasi intensif yang digunakan dalam proses supervisi guna menjadi salah satu strategi peningkatakn moral di sekolah dalam supervisi memberikan langkah terbaik dalam pelaksanaannya. Jadi dimensi moral supervisi yang telah dipaparkan di atas, dapat diilihat lebih dekat dan tercakup segala tujuan yang Sehingga pendidik dapat memahami dengan benar tentang konsep dari profesionalisme, dan para pendidik dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman serta tercapai pembinaan serta perbaikan yang diberikan pengawas/ supervisor. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan . ibrary researc. , yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat Atau telah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan pustaka yang Menurut M. Nazir studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, jurnal, catatan- Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. (M. Nazir: . Kemudian M. Nazir menambahkan bahwa studi kepustakaan merupakan langkah yang penting, dimana setelah seorang peneliti menetapkan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan teori topik penelitian. Dalam pencarian teori, peneliti akan mengumpulkan infromasi sebanyak-banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan. Sumber-sumber kepustakaan dapat diperoleh dari buku, jurnal, majalah, hasil-hasil penelitian serta sumber-sumber lainya yang sesuai. Bila telah memperoleh kepustakaan yang relevan, maka segera disusun secara teratur unutk dipergunakan dalam penellitian. Oleh karena itu, studi kepustakaan meliputi proses umum seperti mengindentifikasi teori secara sistematis, penemuan pustaka dan analisis dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan topik penelitian. HASIL Berdasarkan pembahasan yang akan dipaparkan pada bab dibawah ini, adapun hasil dalam penelitisn ini yaitu : Pentingnya tindakan moral dalam hal ini akan menumbuhkan hubungan timbal balik yang baik, seperti pada seorang kepala sekolah ataupun pengawas dalam mensupervisi guru dapat mecerminkan sikap saling percaya, terbuka serta fleksibel sehingga dalam pelaksanaan proses supervisi antara supervisor dan yang disupervisi dapat berbicara berdasarkan tanggung jawab yang dimiliki dan dapat mendorong masing-masing oraang untuk menghargai integritas orang lain. Sehingga diharapkan tercipta sikap tanggung jawab serta profesionalisme dari pendidik, kepala sekolah, serta pengawas dalam melaksanakan tugasnya tanpa adanya sebuah pengawasan. Adapun prosedur pelaksanaan dari kegiatan supervisi menempuh tiga tahapan, yaitu pertemuan pendahuluan, observasi pendidik yang sedang mengajar, dan pertemuan balikan. Dalam hal ini terdapat empat aspek yang berhubungan dengan sifat professional yaitu yang dapat memberikan dampak peningkatan moral di sekolah, yaitu: Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran yang patut dicontoh Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran menuju hasil akhir yang bernilai Komitmen yang tidak hanya melekat dalam individu namun juga praktek pengajaran itu sendiri Komitmen untuk etika kepeduliaan. PEMBAHASAN Supervisi pendidikan sebagai tindakan moral dimaknai pada pelaksanaan suatu kegiatan dari seorang supervise dan supervisor yang dapat melaksanakan tugasnya menjadi suatu hal yang dapat dilaksanakan dengan tanpa adanya sebuah paksanaan. Adapun yang dikatakan keadaan tanpa suatu paksanaan, seorang supervisor melaksanakan tugasnya sesuai dengan kewajibannya dengan rasa keterbukaan dan bersifat fleksibel, yang berlandaskan atas nilai-nilai moral pendidikan yang ada. Dengan begitu kegiatan supervisi dapat terlaksana dengan baik, tanpa adanya rasa pengawasan yang hanya mencari Sehingga tenaga pendidik atau kependidikan, dapat melaksanakan tugasnya Supervisi Pendidikan Sebagai Tindakan Moral Hindun Maisaroh dengan baik, tanpa ada suatu tuntutan guna memenuhi kegiatan supervisi yang Seperti halnya sebuah interaksi yang terjadi antara seorang guru dan peserta didik dalam sebuah proses pendidikan. Guna menjalin sebuah hubungan yang baik, aka guru harus bisa mengenal peserta didiknya, seperti dengan menggunakan pendekatanpendekatan yang dapat diterima dan dipahamia oleh peserta didik, agar dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang ingin Dengan demikian, guru akan sering menemui sebuah masalah atau tantangan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, maka seorang guru membutuhkan bantuan dari seorang ahli pada bidang pengajaran. Adapaun orang tersebut merupakan seorang supervisor yang dapat menggunakan berbagai macam teknik dalam melaksanakan supervisi akademik guna mengatasi masalah yang dihadapi oleh seorang pendidik (Syaiful Sagala, 2. Dengan demikian, pentingnya sebuah supervisi yang dilandasi dengan tindakan moral, agar antara supervisor dan supervise dapat terlaksana dengan baik, sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Karena hal demikian sudah menjadi tugas dari seorang Seperti halnya hasil penelitian pertama terhadap pentingnya supervisi pendidikan sebagai tindakan moral yaitu: Pentingnya tindakan moral dalam hal ini akan menumbuhkan hubungan timbal balik yang baik, seperti pada seorang kepala sekolah ataupun pengawas dalam mensupervisi guru dapat mecerminkan sikap saling percaya, terbuka serta fleksibel sehingga dalam pelaksanaan proses supervisi antara supervisor dan yang disupervisi dapat berbicara berdasarkan tanggung jawab yang dimiliki dan dapat mendorong masing-masing oraang untuk menghargai integritas orang lain. Sehingga diharapkan tercipta sikap tanggung jawab serta profesionalisme dari pendidik, kepala sekolah, serta pengawas dalam melaksanakan tugasnya tanpa adanya sebuah pengawasan. Ketika suatu kegiatan pengawasan dilaksanakan secara berkelanjutan, dan aktivitas itu dapat terus berjalan, maka kegiatan supervisi yang dilakukan dapat terus terlaksana dengan baik, maka hal demikian yang menjadi harapan dari tujuan dilaksanakannya Sehingga masing-masing dari tenaga pendidik dan kependidikan terus dapat meingkatkan sifat profesionalitasnya dalam menjalankan tugasnya. Karena melalui kegiatan pembelajaran yang berhasil, akan didapatkan peserta didik yang berpretasi, karena pendidik yang selalu memberikan perbaikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Seperti dalam firman Allah SWT dalam Qs Al-Mujadalah ayat 11. a A aO AaOA a Aa EEac aNEa aEI n aO aua CaO aE OA A aOA ca aAOa aOac aN EacaONa aIOaO aua CaO aE aE aEI a a A aO Oa a A aO AaO E aI a aE a a ca AcEEa EacaONa aIOaO aIO aEI aOEacaONa aOaO E aE aI a a a n aOA ca aAOa )11( AcEEa a aI a aIEaOIa aaOA AuHai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ay . Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Ayat diatas menjelaskan, bahwa kelak manusia diangkat derajatnya hanya dengan Begitupun dengan seorang pendidik yang terus melakukan sebuah perbaikan dalam proses pembelajaran, dengan begitu siswa akan terus mendapatkan sebuah bimbingan yang terbaik, hingga dapat berprestasi. Maka dari itu pentingnya untuk saling mengingatkan serta terus melakukan peningkatan, baik secara indvidu, maupun pembinaan bersama oleh yang ahli pada bidangnya, dalam hal ini yaitu seorang supervisor. Bukan berarti ilmu pengetahuan saja, namun ketika kita manusia dapat memberikan keterampilan atau keahlian yang dimiliki dijalan kebaikan, maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya, bukan hanya didunia namun diakhirat juga. Dengan begitu manusia akan selalu memberikan hal-hal yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Seperti yang telah dipaparkan pada sub bab diatas mengenai pentingnya tindakan moral dalam kehidupan manusia. Seperti halnya dalam supervisi pendidikan yang mana juga sangat membutuhkan sutu tindakan moral dalam pelaksanaannya. Jika supervisi menjadi tindakan moral, maka perlu adanya rasa saling percaya serta prinsip terbuka, fleksibelitas dalam melaksanakan pembinaan serta penilaian yang dilaksanakan. Sehingga dapat terwujud tujuan utama dari proses supervisi itu sendiri dan guru ataupun kepala sekolah dapat neningkatkan profesionalitasnya dalam melaksanakan tugasnya. Maka dari itu agar hal tersebut dapat tercapai dengan baik, para supervisor harus dapat mencari jalan atau akses bagaimana menggali kondisi dalam rangka membangun dan mempertahankan kepercayaan, kejujuran dan komunikasi yang terbuka dengan supervise. Dengan arti, supervisor harus dapat berdiskusi dengan para supervise mengenai prosedur yang harus dipatuhi, hak dan kewajiban yang harus dijabarkan, siapa mengontrol apa, kebutuhan siapa yang harus dilayani, tujuan dari hubungan timbal balik, serta aspek-aspek lainnya yang dapat mensukseskan tujuan yang ingin dicapai (Muhammad Abdul Manan. Adapun prosedur pelaksanaan dari kegiatan supervisi menempuh tiga tahapan, yaitu pertemuan pendahuluan, observasi pendidik yang sedang mengajar, dan pertemuan Dari prosedur yang telah ditetapkan maka dalam pelaksanaan kegiatan supervisi dapat terarah dan tercapai sesuai dengan dengan tujuan yang akan dicapai. Adapaun dalam prosedur pertama yaitu pada tahap pendahuluan, yang mencakup mengenai sebuah prose perencanaan, seperti pada kegiatan mengumpulkan data lapangan, mengolah data serta mengklasifikasikan sesuai dengan masalah yang ditemui oleh supervisor atas supervise. Sehingga masalah yang ditemukan dilapangan baik dalam sistem pembelajaran maupun teknis administrasi seorang pendidik dapat terselesaikan dengan pembinaan yang diberikan oleh supervisor (Hirunnisa Jeflin, 2. Pada prosedur kedua yaitu pada tahap observasi pendidik yang sedang mengajar, pada kegiatan ini dapat dikategorikan pada sebuah proses pelaksanaan dari kegiatan supervisi, yang mana kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat bagaimana seorang pendidik dalam melaksanakan tuugasnya, hingga supervisor dapat mengetahui dan memberikan sebuah perbaikan guna Meningkatkan kemampuan pendidik. Dengan begitu kegiatan ini memberikan bantuan kepada pendidik dalam menyelesaikan sebuah masalah atau tantangan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Adapun pada prosedur ketiga yaitu pertemuan timbal balik. Dalam pertemuan timbale balik ini antara supervisor dan supervise dapat terus berkomunikasi dan memberikan tindak lanjut dari kegiatan pelaksanaan yang telak dilaksanakan pendidik. Dengan begitu kegiatan pengawasan yang telah dilaksanakan dapat terus berjalan dengan Supervisi Pendidikan Sebagai Tindakan Moral Hindun Maisaroh baik, walaupun dengan adanya sebuah pengawasan yang ada. Ini yang menjadi poin utama dari kegiatan supervisi sebagai tindakan moral. Sehingga akan tercapai tujuan dari supervisi yang dilakukan secara efektif dan efisien. Dalam strategi yang digunakan dalam peningkatan moral di seolah melali pengawasan dan komunikasi personal intensif dalam supervesi pendidikan, dalam hal ini terdapat empat aspek yang berhubungan dengan sifat professional yaitu yang dapat memberikan dampak peningkatan moral di sekolah, yaitu: Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran yang patut dicontoh Komitmen untuk mempraktekkan pengajaran menuju hasil akhir yang bernilai Komitmen yang tidak hanya melekat dalam individu namun juga praktek pengajaran itu sendiri, serta Komitmen untuk etika kepeduliaan. Dengan adanya empat aspek yang telah dipaparkan, maka kegiatan supervisi yang berlandaskan atas tindakan moral, akan memberikan dampak yang bersifat berkelanjutan. Karena kini kita melihat. Indonesia sedang mengalami sebuah krisis multidimensional yang berdampak pada beberapa bidang, seperti pada bidang ekonomi, politik, sosial kemasyarakatan, hingga pada merosotnya akhlak dan budi pekerti sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan sebuah perhatian khusus dalam hal bagaimana Meningkatkan mmoralitas bangsa dan mengembalikan citra bangsa Indonesia, terkhusus pada kaum milineal, yang menajdi aset fundamental dalam setiap aktivitas, yang pada hakikatnya itu semua menjadi tujuan dari pendidikan (Imam Turmidzi, 2. Melihat fenomena diatas, maka perlunya dalam peningkatan moral yang dalam hal ini, pada kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh supervisor, guna terus memberikan perbaikan-perbaikan di bidang pendidikan, agar kegiatan pengawasan ini dapat terlaksana secara efektif dan efisien guna mencapai sasaran yang dituju. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. REFERENSI