ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS. SOLVABILITAS. REPUTASI AUDITOR, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERTAMBANGAN BATU BARA DI BURSA EFEK INDONESIA Rini Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak Email: someonerini@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan profitabilitas, solvabilitas, reputasi auditor, dan ukuran perusahaan dengan audit delay pada Perusahaan Sub Sektor Pertambangan Batu Bara di Bursa Efek Indonesia. Populasi sebanyak 22 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak tujuh belas perusahaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan bentuk penelitian asosiatif. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi berganda, dan koefisien determinasi, serta uji Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay, solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit delay, sedangkan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. KATA KUNCI: Profitabilitas. Solvabilitas. Reputasi Auditor, dan Ukuran Perusahaan. Audit Delay PENDAHULUAN Pada Bursa Efek Indonesia, masih terdapat perusahaan-perusahan yang terlambat menyerahkan laporan keuangannya. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh lama waktu penyelesaian audit. Perbedaan waktu antara tanggal tutup tahun buku perusahaan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang diselesaikan auditor. Perbedaan waktu ini dalam audit sering disebut dengan audit delay. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi terjadinya audit delay diantaranya profitabilitas, solvabilitas, reputasi auditor dan ukuran perusahaan. Profitabilitas Semakin besar keuntungan . yang didapatkan perusahaan, maka penyelesaian laporan keuangan yang diaudit akan semakin tepat waktu dan sebaliknya jika perusahaan mengalami kerugian, maka penyelesaian laporan keuangan yang diaudit cenderung memakan waktu lebih lama. Solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar semua utangutangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tingginya debt to total asset Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 ratio mencerminkan tingginya risiko keuangan perusahaan. Risiko perusahaan yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Kesulitan keuangan akan memengaruhi waktu penyelesaian laporan keuangan yang diaudit lebih Reputasi auditor dapat diukur dari penggunaan jasa Kantor Akuntan Publik (KAP). Umumnya KAP yang berafiliasi dengan The Big Four memiliki sumber daya yang lebih terampil dan lebih berpengalaman serta didukung dengan sistem yang lebih canggih sehingga laporan auditan yang dihasilkan lebih akurat dan memengaruhi ketepatan waktu dalam penyelesaian laporan keuangan yang diaudit. Ukuran perusahaan merupakan suatu ukuran yang menentukan besar, menengah dan kecilnya suatu perusahaan. Semakin besar suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut akan semakin cepat mempublikasikan laporan keuangan auditan. Hal ini disebabkan perusahaan besar biasanya sudah memiliki sistem pengendalian internal yang baik sehingga memudahkan auditor dalam melakukan pengauditan atas laporan Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian yaitu mengananalisis pengaruh profitabilitas, solvabilitas, reputasi auditor dan ukuran perusahaan terhadap audit delay pada Perusahaan Sub Sektor Batu Bara di Bursa Efek Indonesia. KAJIAN TEORITIS Investor akan menanamkan modalnya jika perusahaan mampu memberikan informasi yang baik dan handal mengenai kondisi perusahaan yang sebenarnya melalui laporan keuangan yang sudah diaudit. Laporan keuangan haruslah memberi keyakinan bahwa informasi keuangan yang disajikan perusahaan secara wajar dan sesuai Standar Akuntansi Berlaku Umum yang akan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Perusahaan yang terlambat menyampaikan terlambat menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bapepam, maka akan dikenakan sanksi administrasi dan denda. Penerbitan laporan keuangan selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga . setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Rentang waktu penyampaian laporan keuangan yang melewati batas waktu ketentuan Bapepam-LK tentu berakibat pada Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 keterlambatan publikasi laporan keuangan. Ketepatwaktuan publikasi informasi akuntansi dapat dipengaruhi oleh panjang pendeknya audit delay suatu perusahaan. Perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia diharuskan untuk menyampaikan laporan keuangan sebagai wujud tanggung jawab manajemen kepada investor. Namun demikian, masih terdapat perusahaan-perusahan yang terlambat mempublikasikan laporan keuangannya di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat disebabkan oleh lama waktu penyelesaian audit. Menurut Tuanakotta . 1: . : Audit delay atau audit report lag adalah jarak waktu antara tanggal neraca dan tanggal laporan audit. Jarak waktu ini adalah gabungan antara waktu yang dibutuhkan klien untuk menyusun laporan keuangannya dan waktu untuk mengauditnya. Penyajian informasi harus disampaikan sedini mungkin secara akurat dan tepat waktu pada saat dibutuhkan oleh pemakai laporan keuangan. Lamanya waktu penyelesaian audit menyebabkan informasi menjadi out of date dan tidak lagi relevan bagi pembuat keputusan oleh para pengguna laporan keuangan. Waktu antara tanggal laporan keuangan dan laporan audit . udit dela. mencerminkan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan. Beberapa faktor yang kemungkinan dapat memengaruhi audit delay pada suatu perusahaan adalah profitabilitas, solvabilitas, reputasi auditor dan ukuran perusahaan. Menurut Kasmir . 1: . : AuRasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Ay Menurut Sudana . 1: . AuROA menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak. Rasio ini penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan. Semakin besar ROA, berarti semakin efisien penggunaan aktiva perusahaan atau dengan kata lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar, dan sebaliknya. Ay Pengukuran profitabilitas sebagaimana menurut Sudana . 1: . dengan rumus Return On Assets sebagai berikut: ROA= Earning After Taxes Total Asset Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba atau Perusahaan yang mengalami tingkat profitabilitas tinggi . ood new. cenderung tidak akan menunda penerbitan laporan keuangan mereka dibandingkan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 dengan perusahaan yang memperoleh profitabilitas rendah . ad new. Sebagai dasar pemikiran bahwa tingkat keuntungan dipakai salah satu cara untuk menilai keberhasilan efektivitas perusahaan, yang berkaitan dengan hasil akhir dari berbagai kebijakan dan keputusan perusahaan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan dalam periode berjalan. Perusahaan yang profitable memiliki insentif untuk menginformasikan ke publik kinerja unggul mereka dengan mengeluarkan laporan tahunan secara cepat. Dengan kata lain tingkat keuntungan atau laba dapat membantu manajemen dan investor untuk melihat seberapa baik suatu perusahaan mampu mengelola investasinya pada aset. Perusahaan yang mampu menghasilkan profit yang tinggi akan cenderung mengalami audit delay yang lebih pendek. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Murti dan Widhiyani . Wariyanti dan Suryono . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Menurut Fahmi . 5: . : AuRasio leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Ay Menurut Kasmir . 1: . : AuDebt ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan Ay Perusahaan yang tidak solvable yaitu perusahaan yang total utangnya lebih besar dari total asetnya. Pengukuran solvabilitas sebagaimana menurut Kasmir . dengan rumus berikut: DAR = Total Debt Total Asset Solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya, baik kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek. Risiko perusahaan yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan Kesulitan keuangan merupakan berita buruk yang akan memengaruhi kondisi perusahaan di mata masyarakat. Tingginya jumlah utang yang dimiliki perusahaan akan menyebabkan proses audit relatif lama, karena adanya tingkat utang yang tinggi mengindikasikan perusahaan tersebut mendapatkan masalah dan tidak berjalan secara efektif sehingga dapat memperpanjang audit delay. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Kartika . Sari dan Priyadi . yang menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit delay. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Menurut Rahayu dan Suhayati . 3: . : Reputasi auditor adalah tanggung jawab auditor untuk tetap menjamin kualitas pelaksanaan tugas atau jasa professional yang diberikan serta memberikan keyakinan memadai tentang kesesuaian perikatan professional dengan Standar Professional Akuntan Publik. Kualitas audit sangat menentukan kredibilitas laporan keuangan, dimana dalam hal ini kualitas auditor berdampak pada audit delay. Guna meningkatkan kredibilitas laporan, perusahaan akan menggunakan jasa KAP yang memiliki reputasi baik. Kantor Akuntan Publik (KAP) diklasifikasikan menjadi dua yakni KAP big four dan KAP non big four. Menurut Krissindiastuti dan Rasmini . 6: . : Kode 1 diberikan untuk perusahaan yang menggunakan jasa KAP big four atau yang berafiliasi dengan KAP big four, sedangkan kode 0 untuk perusahaan yang menggunakan jasa KAP non big four atau yang tidak berafiliasi dengan KAP big Auditor empat besar (The Big Four Auditor. adalah kelompok empat firma jasa profesional dan akuntansi internasional terbesar, yang menangani mayoritas pekerjaan audit untuk perusahaan publik maupun perusahaan tertutup. Kantor akutan publik di Indonesia yang termasuk dalam kategori KAP the big four di Indonesia adalah: Kantor Akuntan Publik Price Water Cooper (PWC), yang berkerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Tanudireja. Wibisana dan rekan. Kantor Akuntan Publik KPMG (Klynfeld Peat Marwick Goedela. , yang berkerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Shidarta dan Wijaya. Kantor Akuntan Publik Ernest and Young, yang berkerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Suherman dan Surja. Kantor Akuntan Publik Delloite Tauce Thomatsu, yang berkerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Oesman Bing Satrio dan rekan. Kantor Akuntan Publik big four diperkirakan dapat melakukan audit lebih efisien dan memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk menyelesaikan audit sesuai jadwal, sehingga informasi dapat lebih cepat diterima. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartika . menyatakan bahwa reputasi auditor berpengaruh negatif terhadap audit delay. Ukuran perusahaan merupakan besar atau kecilnya suatu perusahaan yang dapat diukur berdasarkan ukuran nominalnya seperti dengan menggunakan jumlah kekayaan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 . otal ase. Aset perusahaan yang semakin besar maka semakin banyak modal yang ditanam, semakin banyak penjualan maka semakin banyak perputarann uang, dan semakin besar kapitalisasi pasar maka perusahaan akan semakin dikenal masyarakat. Perusahaan yang semakin dikenal publik memiliki tuntutan dalam hal transparasi yang semakin besar pula sehingga kebutuhan akan penyampaian laporan keuangan juga semakin dibutuhkan. Menurut Kartika . 1: . : AuVariabel ukuran perusahaan diukur berdasarkan total aset atau total aktiva yang dimiliki oleh setiap perusahaan sampel dan digunakan sebagai tolok ukur skala perusahaan. Variabel ini diproksi dengan menggunakan logaritma. Ay Menurut Rodoni dan Ali . 0: . : AuKarena aset biasanya sangat besar nilainya dan untuk menghindari bias skala maka besaran aset perlu Secara umum proksi size dipakai Logaritma . atau Logaritme Natural Ay Untuk mengukur ukuran perusahaan berdasarkan besar kecilnya total aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Perusahaan yang lebih besar mempunyai pengendalian internal yang lebih baik sehingga akan mempermudah auditor melakukan proses pengauditannya. Selain itu perusahaan yang berskala besar cenderung mendapatkan tekanan untuk segera mempublikasikan laporan keuangan sehingga mengurangi audit delay. Penelitian yang dilakukan oleh Kartika . Megayanti dan Budiartha . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini: H1: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. H2: Solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit delay. H3: Reputasi auditor berpengaruh negatif terhadap audit delay. H4: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, bentuk penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu penelitian asosiatif. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa laporan tahunan . nnual report. dari periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia melalui website w. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Perusahaan Sub Sektor Pertambangan Batu Bara di Bursa Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Efek Indonesia yang berjumlah 22 perusahaan. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Adapun kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sub Sektor Pertambangan Batu Bara yang sudah IPO sebelum tahun 2012 dan tidak pernah delisting selama periode penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah tujuh belas Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut ini adalah hasil tabel analisis statistik deskriptif pada data variabel sebagai berikut: TABEL 1 STATISTIK DESKRIPTIF Return On Asset Debt to Total Asset Ratio Ukuran Perusahaan Audit Delay Valid N . Mean Std. Deviation 3,5202 ,081518 ,4058433 ,0342 2,7456 ,636860 ,6154141 25,7840 32,1042 29,215564 75,81 1,5093957 30,679 Minimum Maximum -,6439 Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2018 Berdasarkan Tabel 1, maka dapat diketahui bahwa jumlah data (N) secara keseluruhan berjumlah 85 data. Audit delay memiliki nilai minimum sebesar 39 hari dan nilai maksimum sebesar 274 hari dengan rata-rata sebesar 76 hari dan standar deviasi sebesar 30,679. Profitabilitas yang diukur dengan return on asset memiliki nilai minimum sebesar -0,6439 dan nilai maksimum sebesar 3,5202 dengan rata-rata sebesar 0,8151 dan standar deviasi sebesar 0,4058. Solvabilitas yang diukur dengan debt to total asset ratio memiliki nilai minimum sebesar 0,0342 dan nilai maksimum sebesar 2,7456 dengan rata-rata sebesar 0,6369 dan standar deviasi sebesar 0,6154. Ukuran perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 25,7840 dan nilai maksimum sebesar 32,1042 dengan rata-rata 29,2156 dan standar deviasi 1,5094. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 TABEL 2 STATISTIK DESKRIPTIF REPUTASI AUDITOR Valid Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2018 Berdasarkan Tabel 2, maka dapat diketahui bahwa terdapat 32 data atau sebesar 37,6 persen dari sampel penelitian perusahaan yang menggunakan Kantor Akuntan Publik yang tidak berafiliasi the big four sedangkan sisanya 53 data atau sebesar 62,4 persen dari sampel penelitian yang menggunakan Kantor Akuntan Publik the big four. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda adalah analisis untuk mengukur pengaruh antara dua variabel atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Berikut ini disajikan hasil pengujian analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 22 ditampilkan pada Tabel 3 berikut: TABEL 3 ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA Model 1 (Constan. Return On Asset Debt to Total Asset Reputasi Auditor Ukuran Perusahaan Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error 161,285 32,889 Collinearity Statistics Sig. Tolera VIF 4,904 ,000 -9,213 4,397 -,238 -2,095 ,040 ,854 1,172 8,015 3,811 ,266 2,103 ,039 ,687 1,456 ,694 3,926 ,021 ,177 ,860 ,769 1,301 -3,202 1,131 -,302 -2,830 ,006 ,962 1,040 Dependent Variable: Audit Delay Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2018 Berdasarkan Tabel 3, maka persamaan regresi linear berganda yang terbentuk sebagai berikut: Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Y = 161,285 Ae 9,213X1 8,015X2 0,694X3 Ae 3,202X4 e Analisis Koefisien Korelasi Berganda (R) dan Koefisien Determinasi (Adjusted R Squar. Koefisien korelasi berganda menunjukkan kekuatan hubungan antara dua atau lebih variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase sumbangan variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Berikut ini disajikan hasil pengujian analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 22 ditampilkan pada Tabel 4 berikut: TABEL 4 ANALISIS KOEFISIEN KORELASI BERGANDA DAN KOEFISIEN KORELASI DETERMINASI Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Return On Asset. Reputasi Auditor. Debt to Total Asset Dependent Variable: Audit Delay Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2018 Berdasarkan Tabel 4, dapat diketahui bahwa koefisien korelasi berganda sebesar 0,421, maka dapat diketahui bahwa korelasi antara return on asset, debt to total asset ratio, reputasi auditor, dan ukuran perusahaan dengan audit delay adalah cukup kuat. Berdasarkan Tabel 4, nilai koefisien determinasi dilihat dari nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0,134 atau 13,4 persen, yang artinya bahwa perubahan audit delay dapat dijelaskan oleh profitabilitas, solvabilitas, reputasi auditor, dan ukuran perusahaan hanya sebesar 13,4 persen, sedangkan sisanya yaitu 86,6 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel independen yang diteliti. Uji Kelayakan Model (Uji Statistik F) Uji F merupakan pengujian kelayakan model. Kriteria pengujian apakah hipotesis diterima atau ditolak adalah dengan menggunakan taraf signifikansi. Berikut ini disajikan data hasil pengujian output SPSS untuk uji F yang dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut: Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 TABEL 5 HASIL UJI F Model Regression Residual Total ANOVAa Sum of Squares Mean Square Sig. Dependent Variable: Audit Delay Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Return On Asset. Reputasi Auditor. Debt to Total Asset Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2018 Berdasarkan Tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat diketahui bahwa model regresi dengan variabel independen return on asset, debt to total asset ratio, reputasi auditor, dan ukuran perusahaan terhadap audit delay layak untuk diuji. Uji t Berdasarkan Tabel 3, maka hasil uji hipotesis dapat dijabarkan sebagai berikut: Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay. Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa variabel profitabilitas yang diukur dengan return on asset memiliki nilai signifikansi sebesar 0,040 yang lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi sebesar -9,213. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh negatif antara profitabilitas terhadap audit delay. Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit Delay. Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa variabel solvabilitas yang diukur dengan debt to total asset ratio memiliki nilai signifikansi sebesar 0,039 yang lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi sebesar 8,015. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif antara solvabilitas terhadap audit delay. Pengaruh Reputasi auditor terhadap Audit Delay. Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa variabel reputasi auditor reputasi auditor memiliki nilai signifikansi sebesar 0,860 yang lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara reputasi auditor terhadap audit delay. Pengaruh Ukuran perusahaa terhadap Audit Delay. Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,006 yang lebih kecil dari 0,05 dengan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 koefisien regresi sebesar -3,202. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara ukuran perusahaan terhadap audit delay. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dikemukakan sebelumnya, diketahui bahwa profitabilitas yang diukur dengan return on asset (ROA) memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay, solvabilitas yang diukur dengan debt to total asset ratio (DAR) memiliki pengaruh positif terhadap audit delay, reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Adapun saran yang dapat diberikan bagi peneliti selanjutnya yang hendak meneliti terkait profitabilitas, solvabilitas, reputasi auditor, dan ukuran perusahaan terhadap audit delay agar meneliti industri lain di Indonesia dan dalam pemilihan sektor dan rentang waktu yang berbeda bertujuan untuk membandingkannya dengan hasil penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA