Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi https://journal. id/index. php/ABDIKAN ISSN 2828-4526 (Media Onlin. | ISSN 2828-450X (Media Ceta. Vol. 4 No. 2 (Mei 2. 67-74 DOI: 10. 55123/abdikan. Submitted: 23-04-2025 | Accepted: 13-05-2025 | Published: 20-05-2025 Peningkatan Kesehatan Keluarga melalui Edukasi dan Implementasi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang untuk Pengaturan Jarak Kehamilan Hasnita1. Firawati2. Lili Purnama Sari3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin. Makassar. Indonesia Email: 1hasnita@stikesnh. id, 2firawati@stikesnh. id, 3*lilipurnamasari275@gmail. 1,2,3 Abstract Ideal pregnancy spacing has a major impact not only on maternal and infant health, but also on the overall well-being of the family. Unplanned pregnancy spacing also has an impact on the mother's mental health, family economic limitations, and the quality of care that can be given to previous children. Therefore, appropriate pregnancy spacing is an important component in efforts to improve public health. However, the prevalence of long-term contraceptive methods (LMP. in Indonesia is still low due to lack of knowledge and myths. Therefore, this community service aims to improve family health through education and implementation of LMPs as a pregnancy spacing strategy. Community service activities are carried out using the Counseling method in the Bara-Baraya Health Center work area. The stages of the activity include the preparation, implementation and evaluation stages. The results of the activity showed a significant increase in the level of knowledge of women of childbearing age regarding LMPs, participants understood the material that had been presented. Supporting factors for success include the active involvement of health workers and positive community acceptance of community-based education. The conclusion of the comprehensive LMP education and implementation activities can improve the understanding and use of LMPs in the community. It is recommended that similar programs be integrated into local health policies by expanding access to MKJP services and reducing existing cultural barriers. Keywords: Family Health. Education. Implementation. Long Term Contraceptive Methods. Pregnancy Spacing. Abstrak Pengaturan jarak kehamilan yang ideal memiliki dampak besar tidak hanya bagi kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga terhadap kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. jarak kehamilan yang tidak terencana juga berdampak pada kesehatan mental ibu, keterbatasan ekonomi keluarga, dan kualitas perawatan yang dapat diberikan kepada anak sebelumnya. Oleh karena itu, pengaturan jarak kehamilan yang sesuai merupakan komponen penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, prevalensi penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Indonesia masih rendah akibat kurangnya pengetahuan, mitos yang beredar. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan keluarga melalui edukasi dan implementasi MKJP sebagai strategi pengaturan jarak kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode Penyuluhan di wilayah kerja puskesmas bara-baraya. Tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan wanita usia subur mengenai Metode kontrsepsi jangka panjang (MKJP), peserta memahami materi yang telah di sampaikan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan aktif tenaga kesehatan dan penerimaan positif masyarakat terhadap edukasi berbasis komunitas. Kesimpulan dari kegiatan edukasi dan implementasi MKJP secara komprehensif dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan MKJP di masyarakat. Disarankan agar program serupa diintegrasikan ke dalam kebijakan kesehatan lokal dengan memperluas akses layanan MKJP dan mengurangi hambatan kultural yang ada Kata Kunci: Kesehatan Keluarga. Edukasi. Implementasi. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Jarak Kehamilan. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Hasnita1. Firawati2. Lili Purnama Sari3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 67 Ae 74 PENDAHULUAN Kesehatan keluarga merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat yang Salah satu indikator kesehatan keluarga yang sering menjadi perhatian adalah pengaturan jarak kehamilan. Jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi, seperti perdarahan, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian maternal dan neonatal (Sari, 2. Oleh karena itu, upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengaturan jarak kehamilan menjadi sangat relevan. Salah satu persoalan besar yang dihadapi dunia adalah masalah kependudukan. Jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah sangat banyak diperkirakan akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka Untuk itu diperlukan upaya dan langkah konkrit guna menurunkan laju pertumbuhan penduduk melalui berbagai program baik dari aspek kualitas maupun kuantitas (Ria Febrina, 2. Salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah merencanakan dan mengatur keluarga melalui pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). Program KB bertujuan bagaimana mengatur jarak kehamilan atau membatasi kelahiran anak (Azizah, 2. Penggunaan kontrasepsi dengan metode jangka panjang merupakan salah satu upaya dalam program keluarga berencana untuk pengendalian fertilitas atau menekan pertumbuhan penduduk yang paling efektif (Ria Febrina, 2. Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai upaya, khususnya melalui Program Keluarga Berencana (KB), dengan tujuan utama mendorong masyarakat memanfaatkan metode kontrasepsi untuk mencegah dan menjarangkan kehamilan. Strategi penurunan angka kelahiran diimplementasikan melalui program KB, yang salah satunya mempromosikan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti Intra Uterine Device (IUD), implan, vasektomi, dan tubektomi (Br et al. , 2. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan serta menghentikan kesuburan yang digunakan dalam jangka Panjang (Mirawati,et ,2. Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti implan, intrauterine device (IUD), dan sterilisasi, merupakan salah satu strategi efektif dalam mengatur jarak kehamilan. MKJP memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, tingkat kegagalan yang rendah, komplikasi ataupun efek samping yang dialami klien lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang lain dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa perlu intervensi berulang (Bayu A. Merita A. , 2. (Yulizawati, 2. MKJP merupakan jenis kontrasepsi yang sekali pemakaiannya dapat bertahan selama mulai 3 tahun sampai seumur hidup. Terdapat berbagai jenis MKJP seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)yang penggunaanya bisa sampai 10 tahun, implan bisa di gunakan sampai 3 tahun , metode permanen seperti medis operatif wanita (MOP) dan medis operasi pria (MOP) yang bisa di gunakan seumur hidup (Dahniar,et al. ,2. (Yulizawati, 2. Meskipun demikian, prevalensi penggunaan MKJP di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia . Pemilihan jenis metode kontrsepsi di Indonesia, untuk penggunaan kontrasepsi jangka panjang (MKJP) masih sangat rendah, dari keseluruhan jumlah peserta KB aktif, hanya 17,45% diantaranya yang menggunakan KB MKJP. Sedangkan 81,23 % lainnya pengguna KB non MKJP dan 1,32% menggunakan KB tradisional (Kemenkes, 2. (Fakhriyah,et. ,al. ,2. Rendahnya penggunaan MKJP di masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya pengetahuan, mitos yang beredar, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang menyediakan MKJP (Bayu A. P & Merita A. ,2. Menurut Sari,et al. , . Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya Pengunaan MKJP adalah usia, jumlah anak, pendapatan, pengetahuan, paparan sumber informasi dan persepsi individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi adalah Dengan keterbatasan pengetahuan akan mempengaruhi pemilihan ibu pada jenis metode Sumber informasi yang jelas dan akurat tentang metode kontrasepsi termasuk tentang berbagai jenis kontrasepsi akan meningkatkan keikutsertaan menjadi akseptor KB ( Omiati Natalia, et ,2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat ibu terhadap penggunaan MKJP menurut hasil penelitian Sari. Eminur dan Evi . adalah usia, jumlah anak, pendapatan, pengetahuan, paparan sumber informasi dan persepsi individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemakaian kontrasepsi adalah Dengan keterbatasan pengetahuan akan mempengaruhi pemilihan ibu pada pada metode Pengetahuan yang benar tentang program KB termasuk tentang berbagai jenis kontrasepsi akan Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Hasnita1. Firawati2. Lili Purnama Sari3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 67 Ae 74 mempertinggi keikutsertaan masyarakat dalam program KB merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (Omiati Natalia, et al. ,2. Berdasarkan kajian informasi di wilayah kerja PKM Bara-Baraya, ditemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu mengenai kontrasepsi implan. AKDR masih sangat rendah. faktor lingkungan, ekonomi keluarga, , memengaruhi preferensi wanita usia subur dalam penggunaan kontrasepsi implan dan IUD. Semakin luas pengetahuan mengenai kontrasepsi MKJP akan semakin besar potensi keikutsertaan menjadi akseptor KB MKJP. Sebaliknya jika pengetahuan kurang akan menjadi penghambat dalam proses keikutsertaan menjadi akseptor KB MKJP (Sari & Irnawati. ,2. Edukasi yang komprehensif tentang MKJP dapat menjadi solusi untuk mengatasi hambatan ini. Edukasi perlu dilakukan secara intensif dengan pendekatan berbasis komunitas agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh masyarakat (Rakhmat, 2. Selain edukasi, implementasi MKJP juga memerlukan dukungan dari tenaga kesehatan yang kompeten. Tenaga kesehatan berperan penting dalam memberikan informasi yang akurat, membangun kepercayaan masyarakat, dan memastikan prosedur pemasangan MKJP dilakukan dengan aman (Mirawati,etal. ,2. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat bertujuan memberikan edukasi dan penggimplementasian MKJP. kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengaturan jarak kehamilan serta meningkatkan prevalensi penggunaan MKJP di wilayah sasaran. PELAKSAAN DAN METODE Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Bara-Baraya pada Bulan Januari 2025 dengan sasaran semua ibu Wanita Usia Subur. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) terbagi dalam beberapa tahap Meliputi : Tahap Persiapan . Persiapan dilakukan pada bulan September 2024 sampai dengan Januari 2025. Survey lokasi dengan melakukan kunjungan ke lokasi mitra dan kelompok masyarakat yang akan dijadikan sasaran wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas Bara-Baraya. Mengumpulkan data-data serta berdiskusi dan berkoordinasi dengan Bidan di puksesmas Bara-baraya . Persiapan bahan administrasi yaitu surat tugas, surat izin melakukan kegiatan, surat undangan kegiatan, permohonan ijin peminjaman ruangan dan persiapan logistik pelaksanaan kegiatan . Persiapan petugas yaitu pembagian tugas dan tanggung jawab dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam pegabdian Masyarakat. Persiapan materi dan media yang akan digunakan dalam kegiatan PKM yaitu Laptop. LCD. Leafet. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan Pegabdian masyarakat menggunakan metode penyuluhan kepada masyarakat yaitu melibatkan Wanita usia subur, tenaga kesehatan, dosen dan mahasiswa selama proses pelaksanaan. Pelaksanaan dilakukan pada Hari rabu, 15 Januari 2025. Adapun kegiatan pelaksanaan yang akan dilaksanakan yaitu sebagai berikut : Melakukan Pre test: Pada tahap ini dosen menggali pemahaman ibu hamil tentang Metode Kontrasepsi Jangka panjang. Penyuluhan: Pada tahap pelaksanaan ini dosen memberikan penyuluhan tentang metode Kontrasepsi jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan . Evaluasi: Pada tahap pelaksanaan ini melakukan evaluasi sederhana untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan dengan melakukan tanya jawab sederhana pada peserta Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Hasnita1. Firawati2. Lili Purnama Sari3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 67 Ae 74 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di Puskesmas Bara-barayya pada Rabu, 15 Januari 2025 pada pukul 00 wita - selesai. Peserta dalam kegiatan ini adalah semua ibu Wanita subur yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bara-Barayya. Peserta yang hadir sebanyak 20 orang yang terdiri dari 2 orang usia <20 tahun, 14 orang usia 20-35 Tahun, dan 4 orang >35 tahun. dimana 20 peserta yang hadir 2 peserta Aksepstor KB MKJP yakni Implan, dan 18 Lainnya menjadi akseptor KB Non MKJP yaitu MAL, suntik, dan PIL. Salah satu team pegabdian masyarakat di tugaskan membuka acara, dilanjutkan dengan pre test dengan metode tanya jawab untuk melihat sejauhmana pemahaman yang ibu hamil ketahui tentang metode kontrasepsi jangka panjang dan di lanjutkan penyaji materi yang dilakukan oleh 3 dosen , adapun menyajikan materi penyuluhan dalam waktu 30 menit. Penyajian materi dilaksanakan dengan pembagian leaflet kepada para peserta setelah itu dilanjutkan dengan sesi diskusi . Peserta yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan ini dilihat dari beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan. Acara dilanjutkan dengan evaluasi post test dengan metode tanya jawab sederhana. Hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana dimana setelah dilakukan penyuluhan peserta mampu memahami dan termotivasi dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka Panjang. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan. TINGKAT PENGETAHUAN PRE TEST TAHU POST TEST KURANG TAHU Diagram 1. Tingkat Pengetahuan wanita usia subur tentang pentingnya Menjarangkan kehamilan menggunakan MKJP Dari Hasil analisis pre test sebagian Besar Wanita usia subur tidak mengetahui tentang pentingnya metode kontrasespi jangka panjang bagi ibu sendiri dan keluarga dimana Hasil jawaban pertanyaan pre test tersebut menunjukkan Tahu 4 orang atau jika dalam persentase adalah 20%. Kurang Tahu sebanyak 16 orang . %), namun setelah dilakukan penyuluhan Hasil Post Test menunjukkan Hampir semua mengetahui pentingnya metode kontrasespi jangka panjang bagi ibu sendiri dan keluarga, dimana Hasil jawaban dalam pertanyaan post test dimana Tahu sebanyak 17 orang . %). Kurang tahu 3 orang . %). Pengetahuan akseptor KB sangat erat kaitannya terhadap pemilihan alat kontrasepsi, karena dengan adanya pengetahuan yang baik terhadap metode kontrasepsi tertentu akan merubah cara pandang akseptor dalam menentukan kontrasepsi yang paling sesuai dan efektif digunakan, sehingga membuat pengguna KB lebih nyaman terhadap kontrasepsi tersebut dan dengan pengetahuan yang baik akan alat kontrasepsi dapat menghindari kesalahan dalam pemilihan alat kontrasepsi yang paling sesuai bagi pengguna itu sendiri. Karena semakin baik pengetahuan responden, maka tingkat kesadaran responden untuk menggunakan MKJP semakin tinggi (Laras Tsany, dkk, 2. Hasil ini juga sejalan dengan hasil penelitian Yusuf . dalam penelitiannya juga menemukan bahwa pengetahuan MKJP berhubungan dengan minat untuk mengunakan MKJP berhubungan dengan minat untuk menggunakan metode kontrasepsi implan . =0,. Ibu yang mempunyai pengetahuan MKJP tinggi memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk menggunakan MKJP dibandingkan dengan Akseptor yang berpengetahuan MKJP rendah. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Hasnita1. Firawati2. Lili Purnama Sari3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 67 Ae 74 Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang sangat efektif diantarnya Kontrasepsi implan, atau yang dikenal juga sebagai Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK), merupakan metode kontrasepsi hormonal yang sangat efektif dengan tingkat kegagalan yang rendah, sehingga ideal bagi wanita usia subur yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Implan merupakan kontrasepsi subdermal yang terdiri dari batang kecil berbahan silikon yang mengandung hormon dan dimasukkan ke lengan atas (Haslan & Indryani, 2. IUD merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan aman dibandingkan metode kontrasepsi lainnya (Novitasari et al. , 2. Mencakup durasi yang panjang dan bekerja hingga 10 tahun (La Hamiru Ane,2. Banyak sekali jenis alat kontrasepsi modern yang dapat digunakan baik alat kontrasepsi jangka pendek (Non-MKJP) seperti suntik, pil dan kondom atau pun menggunakan alat kontrasepsi jangka Panjang (MKJP) seperti Implan. IUD. MOW, dan MOP. Mengingat tingginya angka drop out pada Metode Kontrasepsi Jangka Pendek . on-MKJP) maka pengguna KB aktif diarahkan untuk meningkatkan cakupan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Hal ini dikarenakan. MKJP lebih efektif dalam mencegah kehamilan tidak diinginkan dari pada non- MKJP (La Hamiru Ane,2. Meskipun Implan dan IUD memberikan manfaat bagi kesehatan reproduksi ibu dan berpotensi mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, data menunjukkan penurunan penggunaan kontrasepsi Implan dan IUD dibandingkan kontrasepsi hormonal. Beberapa penelitian mengindikasikan potensi risiko penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang dan biaya yang relatif lebih tinggi dibandingkan kontrasepsi non-hormonal (Susani et al. , 2. Metode kontrasepsi jangka panjang termasuk implan dan IUD, memiliki efektivitas yang tinggi, tingkat adopsinya masih rendah. Penyediaan informasi yang komprehensif mengenai metode kontrasepsi oleh penyedia layanan kesehatan dapat meningkatkan kepercayaan akseptor. Kepercayaan ini berpotensi memengaruhi secara positif keputusan dan kesiapan wanita dalam menggunakan alat Dengan memberikan pengetahuan yang memadai, penyedia layanan dapat meningkatkan pemahaman dan keyakinan akseptor terhadap metode kontrasepsi tertentu, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan reproduksi mereka (Fatchiya et al. , 2. Pemberian informasi dalam program KB dikenal dengan nama Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) KB. KIE adalah suatu kegiatan dimana terjadi proses komunikasi dengan penyebaran informasi yang mempercepat terjadinya perubahan perilaku dari masyarakat. Adapun bentuk dari KIE KB dapat berupa penyuluhan dan kunjungan oleh petugas KB. KIE KB merupakan aspek penting dalam pelayanan keluarga Dengan melakukan KIE berarti bidan membantu calon akseptor untuk dapat menentukan jenis kontrasepsi yang terbaik untuk dirinya dan membantu akseptor KB dalam menggunakan kontrasepsinya lebih lama dan meningkatkan keberhasilan KB (Laras Tsany, dkk, 2. Pemberian Edukasi yang dilakukan sangat berperan penting terhadap peningkatan pengetahuan calon akseptor KB, sehingga akseptor KB mengetahui jenis kontrasepsi yang cocok untuk digunakan. Semakin baik tingkat edukasi yang didapatkan ibu usia subur akan meningkatkan kemungkinan orang tersebut menggunakan kontrasepsi jenis MKJP. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mirawati et al. , . menunjukkan terdapat hubungan komunikasi informasi edukasi dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia. Hasil penelitian Ane La Hamiru . mengemukakan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masyarakat kurang teredukasi perihal manfaat dan tata cara penggunaanya, disisi lain faktor budaya juga turut mendukung respon negatif masyarakat tersebut sedangkan faktor-faktor yang secara langsung memengaruhi penggunaan MKJP, kurangnya pengetahuan tentang MKJP, kurangnya komunikasi-informasi dan edukasi terkait MKJP kepada masyarakat, mahalnya biaya penggunaan MKJP ditengah ekonomi masyarakat yang tergolong rendah, dan kurangnya dukungan pria/suami dalam penggunaan MKJP. Penggunaan MKJP sangat dipengaruhi oleh faktor individu, karena Keputusan akan menggunakan atau tidaknya jenis kontrasepsi tetap berada pada individu. Faktor kognitif seperti pengetahuan, sikap, diskusi dengan pasangan tentang penggunaan MKJP. Pemberian edukasi dengan media yang menarik juga merupakan salah satu faktor yang dapat membuat berhasilnya edukasi yang diberikan. Pada pengabdian masyarakat media yang di gunakan yaitu leaflet yang memiliki peran penting untuk meningkatkan minat peserta. Leaflet yang di buatdengan Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Hasnita1. Firawati2. Lili Purnama Sari3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 67 Ae 74 menampilkan gambar lebih membuat peserta tertarik dan tidak bosan. Pemberian informasi kontrasepsi dengan media juga dilakukan oleh Nurhayati . yaitu pada kegiatan pengabdian menggunakan teknik pemberian konseling melalui ABPK yang di fokuskan dalam memberikan konseling tentang Metode kontrasepsi jangka Panjang (MKJP). Gambar 1. Penyuluhan pegabdian masyarakat Gambar 2. Penyuluhan Pegabdian Masyarakat Gambar 3. TIM Pegabdian Masyarakat Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Hasnita1. Firawati2. Lili Purnama Sari3 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 67 Ae 74 PENUTUP Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema "Peningkatan Kesehatan Keluarga melalui Edukasi dan Implementasi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang untuk Pengaturan Jarak Kehamilan" telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta motivasi ibu Wanita usia subur tentang pentingnya pengaturan jarak kehamilan. Peningkatan ini diiringi dengan keterlibatan aktif peserta selama pelaksanaan Saran Diharapkan dengan Penyuluhan ini Adanya kegiatan lanjutan dari tenaga kesehatan untuk memberikan health education terkait kesehatan keluarga. Melalui penyuluhan ini peserta dapat memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan , serta bisa memantau Kesehatan reproduksi Wanita usia subur. Ucapan Terima Kasih Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta kegiatan pengabdian masyarakat, tenaga kesehatan yang telah mendukung implementasi program ini, serta pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk material maupun non-material. Semoga hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA