Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 763-777 Available at: https://journal. id/index. php/jmdb EISSN: 2797-9555 Keterkaitan pengalaman magang dengan kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir: Studi pada jurusan administrasi niaga Politeknik Negeri Bandung Putri Sintawati*. Sri Surjani Tjahjawati Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung. Indonesia *) Korespondensi . -mail: putri. abs421@polban. Abstract Improving labor productivity and competitiveness requires developing high-quality human resources (HR). Education and training, including internship programs, provide direct experience with real-world work practices. The high unemployment rate among university graduates in Indonesia indicates that work readiness remains a key challenge in HR This study examines the effect of internship experience on the work-readiness of final-year students in the Business Administration Department at Bandung State Polytechnic, using a quantitative approach with descriptive analysis and SEM-PLS. Data were obtained through questionnaires distributed to 192 students who met the research criteria. The results show that internship experience has a positive, significant effect on students' workreadiness. These findings highlight the importance of internship programs as a strategic effort to develop human resources ready to compete in the job market. Therefore, students are encouraged to make the most of internship programs to develop into more competent, jobready graduates. Keywords: Internship Experience. Job Readiness. HR Development. Final-Year Student. Abstrak Peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan dan pelatihan, termasuk program magang berperan dalam memberikan pengalaman langsung mengenai praktik kerja nyata. Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia, menunjukkan bahwa kesiapan kerja menjadi tantangan dalam pengembangan SDM. Penelitian ini mengkaji pengaruh pengalaman magang terhadap kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan analisis SEM-PLS. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 192 mahasiswa sesuai kriteria penelitian. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman magang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Hal ini mempertegas pentingnya program magang sebagai strategi dalam pengembangan SDM yang siap bersaing di pasar kerja. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan program magang sebagai upaya pengembangan SDM untuk membentuk diri menjadi lulusan yang lebih kompeten dan siap kerja. Kata kunci: Pengalaman Magang. Kesiapan Kerja. Pengembangan SDM. Mahasiswa Akhir How to cite: Sintawati. , & Tjahjawati. Keterkaitan pengalaman magang dengan kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir: Studi pada jurusan administrasi niaga Politeknik Negeri Bandung. Journal of Management and Digital Business, 5. , 763Ae https://doi. org/10. 53088/jmdb. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 764 Pendahuluan Pesatnya kemajuan industri tentunya menuntut negara Indonesia agar berupaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk bersaing di Tingkat global. Manajemen sumber daya manusia SDM merupakan nama Ilmu yang menanganinya. Menurut Mustari, . Tujuan utama manajemen sumber daya manusia adalah pelatihan dan pengembangan karyawan. Secara umum, kualitas sumber daya manusia dapat dinilai menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut data dari (BPS, 2. IPM Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada tahun 2023, mencapai 0,84 persen, jumlah ini jauh lebih meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan IPM tahun 2021 yang hanya mencapai 0,48 persen. Ada tiga faktor yang digunakan untuk menilai Indeks Pembangunan Manusia, yakni harapan hidup dan kesehatan, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. Meskipun data BPS menunjukkan indeks Pembangunan Indonesia meningkat signifikan, laporan terbaru dari International Monetary Fund (IMF) yang terbit pada April 2024 tingkat pengangguran di indonesia menjadi perhatian yang tersorot dalam laporan tersebut. Dengan angka pengangguran sebesar 5,2. Indonesia memiliki angka pengangguran tertinggi dikawasan ASEAN, menurut Laporan World Economic Outlook (IMF, 2. Berdasarkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,82% dengan jumlah pengangguran sekitar 7,19 juta orang yang tidak bekerja di Indonesia pada Februari 2024 (BPS, 2. Hal ini menunjukkan bahwa dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih memiliki Tingkat Kesiapan kerja yang rendah. Lulusan SMA. SMK, diploma, dan universitas memberikan dampak yang signifikan terhadap angka pengangguran di Indonesia. Sistem Pendidikan harus mampu menciptakan tenaga kerja yang kompetitif dan berkualitas tinggi dalam menghadapi keadaan ini. Sarjana lulusan perguruan tinggi, sebagai bagian besar dari angkatan kerja, diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjadi tenaga profesional. Pada kenyataannya, banyak lulusan baru masih kesulitan mencari yang sesuai dengan keterampilan dan minatnya. Tabel 1. Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Diploma I/II/i Universitas Total Sumber: BPS tahun 2024 Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan data jumlah pengangguran lulusan pendidikan tinggi di Indonesia yang mengalami fluktuasi dalam periode 2021 hingga Pada tahun 2021, total pengangguran tercatat sebanyak 1. 681 orang dan mengalami penurunan signifikan menjadi 832. 975 orang pada tahun 2022. Akan tetapi, tren tersebut kembali meningkat pada tahun 2023 menjadi 958. 870 orang, dan terus bertambah pada tahun 2024 hingga mencapai 1. 905 meningkat 5,24% dari tahun Selain itu, data dari (BPS) per Agustus 2024 mencatat ada 842. 378 ribu lulusan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 765 Pendidikan tinggi mulai dari sarjana hingga doktor yang masih pengangguran. Statistik tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesiapan (SDM) di Indonesia untuk menghadapi persaingan kerja profesional masih tergolong rendah. Sebagai calon pekerja profesional, seorang mahasiswa harus mempersiapkan diri secara memadai agar memiliki keterampilan kerja dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kinerja profesional. Kemampuan untuk menangani dunia kerja setelah lulus kuliah tanpa perlu mengikuti pelatihan disebut dengan Aukesiapan kerjaAy (Alhadi et al. Akan tetapi, menurut Suyanto et al. , . pemahaman mengenai dunia kerja sering kali tidak sejalan dengan realitas. Banyak sektor Pembangunan membutuhkan tenaga profesional, tetapi lulusan dari sistem Pendidikan yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini cukup mengungkapkan bahwa apa yang diajarkan di Pendidikan belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Kekurangan ini tidak hanya terlihat dari jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan, tetapi juga dari segi kualitasnya. Kemudian hal ini dapat mengungkapkan bahwa apa yang diajarkan di Pendidikan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan dunia kerja. Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa dalam memaksimalkan pengetahuan dan skill yang dimiliki untuk lebih siap saat memulai kerja dengan memiliki pengalaman Pengalaman magang disebut-sebut sangat penting untuk meningkatkan soft skill dan meningkatkan semangat kerja. Tingkat kesiapan kerja mahasiswa sangat dipengaruhi oleh pengalaman magangnya. Tanpa pengalaman magang, tidak menutup kemungkinan mahasiswa akan menghadapi kesulitan dalam meningkatkan kepercayaan diri menghadapi tantangan di tempat kerja masa depan Pambajeng et , . Hasil penelitian terdahulu tidak konsisten, terdapat ketidaksesuaian hasil mengenai bagaimana pengalaman magang mempengaruhi kemampuan individu dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Pengalaman magang memberikan pengaruh yang baik dan signifikan pada variabel kesiapan kerja mahasiswa diberbagai universitas menurut penelitian (Pambajeng & Sumartik, 2. , (Hananto, 2. dan (Cristal. Weall et al. , 2. Berbeda hal nya dengan hasil penelitian (Alhadi et al. yang melakukan penelitian serupa dengan objek yang berbeda yaitu mahasiswa jurusan administrasi bisnis politeknik negeri sriwijaya menemukan bahwa variabel pengalaman magang hanya memberikan kontribusi sebesar 6,5% terhadap kesiapan kerja dan tidak memberikan dampak yang nyata dan hasil dari analisis regresi dan kolerasinya tidak mencapai 50%. Selain itu, meskipun sejumlah penelitian telah membahas hubungan antara pengalaman magang dan kesiapan kerja, tetapi Sebagian besar studi masih berfokus pada konteks Pendidikan akademik di universitas menggunakan pendekatan statistik yang terbatas. Peneliti mengidentifikasi adanya celah dalam penelitian yang dikenal sebagai research gap. Research gap adalah kekurangan dalam topik yang dibahas yang muncul akibat penelitian sebelumnya Hanifah et al. , . Agar memperoleh data yang lebih baru, peneliti bermaksud untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji mahasiswa vokasi pada jurusan Administrasi Niaga di Politeknik Negeri Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 766 Bandung Angkatan 2021-2022 selaku mahasiswa Tingkat akhir yang dalam waktu dekat akan menjadi lulusan baru, menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis SEMPLS. Selain mengkaji bagaimana pengalaman magang berpengaruh terhadap kesiapan kerja, juga mengidentifikasi indikator pengalaman magang yang paling berkontribusi terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Tinjauan Pustaka Pengalaman Magang Suyanto et al. , . menyatakan pengalaman merupakan hasil dari pembelajaran yang dilakukan dengan mengacu pada pengetahuan dan kemampuan orang, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Seseorang dianggap berpengalaman ketika ia telah menguasai pengetahuan serta keterampilan yang relevan dengan bidang Untuk memperoleh pengalaman tentunya bisa dengan berbagai cara, termasuk pendidikan dan pelatihan. Salah satu bentuk pelatihan yang umum dilakukan adalah program magang, magang menurut Simanungkalit . adalah program pelatihan bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan di bidangnya sebagai bagian dari kurikulum atau persiapan kerja. Ju-Hsuan et al. mengungkapkan program magang diluar kampus memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan pendekatan learning by doing dan memperoleh pembelajaran yang bersifat langsung di lingkungan kerja nyata. Dalam konteks ini, magang berperan untuk membentuk keterampilan kerja atau employability Menurut Yolanda et al. employability skills merupakan seperangkat kemampuan, pengetahuan, dan sifat karakter yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dan berhasil dalam karier yang dipilihnya. Kemudian menurut Ariyani, . Salah satu aspek yang mempengaruhi persiapan seseorang dalam memasuki dunia kerja yang profesional adalah pengalaman magangnya. Setiarini et . mengungkapkan bahwa pengalaman magang mahasiswa memiliki pengaruh yang signifikan dalam membuat pertimbangan yang rasional, mengembangkan kemampuan bekerja sama tim, memanajemen emosi, berpikir kritis, serta memiliki keberanian untuk bertanggung jawab secara individu. Adapun pengertian magang merupakan bentuk interaksi edukatif yang melibatkan proses belajar sambil bekerja maupun bekerja sambil belajar yang memiliki peran penting dalam keberhasilan program tersebut (Yusril, 2. Rahman . menyebutkan bahwa indikator pengalaman magang adalah pengetahuan profesi, keterampilan dan sikap kerja. Sedangkan Indikator pengalaman magang yang dikemukakan oleh Hamalik . & Widyawati . durasi pelaksanaan magang, semakin lama magang, semakin baik pula hasil yang dicapai dari pelaksanaannya. pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, berperan dalam membantu mahasiswa menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja. optimalisasi hasil belajar, mahasiswa mampu menerapkan keterampilan dasar yang memungkinkan mereka menyelesaikan tugas dengan efisien, profesional, dan efektif. Keahlian ini menjadi Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 767 aspek fundamental yang harus dikuasai dalam proses pembelajaran. keterampilan kerja, untuk dapat menjalankan tugas dengan optimal, seseorang perlu memiliki kemampuan khusus yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. pembentukan sikap, muncul dari keterlibatan langsung dalam lingkungan kerja, yang dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, kepuasan kerja, dan kedisiplinan. Dengan indikator tersebut dapat menjadi acuan dalam menilai kualitas pengalaman magang serta dapat memberikan gambaran mengenai seberapa besar kontribusi kegiatan magang dalam upaya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Studi terdahulu yang dijadikan acuan dalam penelitian mengindikasikan bahwa magang memiliki pengaruh yang positif dan substansial terhadap persiapan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja (Simanungkalit, 2. Hasil yang sama juga dikemukakan oleh Mayhesya et al. , . dimana pengalaman magang mempengaruhi kesiapan kerja secara signifikan. Temuan serupa ditemukan oleh Supriyanto et al. , . dalam penelitian lainnya yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari pengalaman magang terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Kesiapan Kerja Kesiapan kerja adalah proses berkesinambungan yang pastinya dialami oleh mahasiswa setelah merasa sudah memiliki informasi, sikap dan keahlian yang diperlukan untuk memasuki profesional kerja (Ariyani, 2. Menurut Wiharja MS et . dalam persaingan pasar kerja, kesiapan kerja sangat berperan penting, karena memberikan pengaruh pada produktivitas, kualitas kerja, dan kemampuan untuk berhasil menyelesaikan tugas diberikan secara tuntas. Adapun menurut Anastasya et al. kemampuan calon tenaga kerja untuk siap secara fisik dan mental untuk bekerja saat mereka memasuki dunia kerja yang dikenal sebagai Aukesiapan kerjaAy. Fitriyanto . menyatakan AuKesiapan kerja juga merupakan kemampuan mahasiswa untu langsung memasuki dunia kerja setelah lulus tanpa memerlukan banyak waktu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjaAy. Kemudian Wiharja MS et al. , . , karakteristik internal pribadi juga dapat ikut berkontribusi memberikan dampak terhadap kesiapan kerja, seperti tingkat kematangan psikologis, serta berbagai aspek yang memerlukan fokus yang serius dari mereka. Penelitian literatur yang sebelumnya telah dilakukan oleh Insiyah et al. mengungkapkan bahwa sebagai mahasiswa merupakan tenaga kerja siap pakai dan mulai mencari peluang di pasar kerja, maka kesiapan kerja mahasiwa merupakan hal yang sangatlah Tingkat kesiapan kerja mahasiswa bergantung pada seberapa baik mereka mempersiapkan diri. Kajian literatur yang dikemukakan oleh Kirani & Chusairi . menyimpulkan persiapan seseorang dalam memasuki dunia kerja dipengaruhi oleh beberapa unsur terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja seseorang yaitu faktor personal, faktor eksternal dan faktor pendidikan. kesiapan kerja menurut Fitriyanto . & Limpele et al. merupakan suatu keadaan yang menunjukkan adanya keseimbangan antara kematangan fisik, mental dan keterampilan sebagai dasar Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 768 kemampuan individu dalam melaksanakan profersi. Adapun indikator yang mencerminkan kesiapan kerja yaitu . Berorientasi pada kemajuan, yaitu dorongan untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi melalui motivasi belajar dan pengembangan diri, seperti mengikuti perkembangan bidang studi dan mengasah keahlian tertentu. memiliki pertimbangan logis dan objektif. Kemampuan untuk berpikir secara rasional dan tidak terpengaruh oleh emosi atau faktor subjektif sangat penting dalam dunia kerja. Pengambilan keputusan yang didasarkan pada fakta dan analisis yang jelas akan membantu individu dalam menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien. kemampuan berpikir kritis, berpikir kritis memungkinkan seseorang untuk mengevaluasi informasi secara mendalam, memecahkan masalah dengan tepat, serta menghasilkan solusi yang inovatif . Bertanggung jawab terhadap pekerjaan, sikap bertanggung jawa terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban merupakan tanda kesiapan kerja. Orang yang memiliki rasa tanggung jawab yang kuat akan melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Kemampuan beradaptasi. Kemampuan beradaptasi mengacu pada keterampilan yang diperoleh siswa melalui keterlibatan dalam pengalaman kerja, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan tempat kerja. Kesimpulan Wiharja MS et al. dalam penelitiannya menyatakan bahwa kesiapan kerja seseorang terbentuk melalui proses pendidikan yang dijalani serta pengalaman yang diperoleh selama masa studi. Kemudian (Lau et al. , 2. menarik Kesimpulan dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa pemberi kerja mencari lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan akademik sesuai bidang studinya, tetapi juga memiliki soft skill, sepert komunikasi yang baik, kemampuan memecahkan masalah, bekerja sama dakam tim dan berkolaborasi secara efektif. Dengan demikian, pengalaman magang memiliki peran strategis dalam membentuk kesiapan kerja Berdasarkan pemikiran tersebut dan diperkuat oleh research terdahulu berasumsi bahwa Tingkat persiapan kerja dan pengalaman magang mahasiswa berkolerasi kuat (Supriyanto et al. , 2022. Kapareliotis et al. , 2. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 : Pengalaman magang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa Tingkat akhir jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung Angkatan 2021-2022. H0 : Pengalaman magang tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa Tingkat akhir jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung Angkatan 2021-2022. Metode Penelitian Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini melalui analisis data secara deskriptif guna mengukur pengaruh dan hubungan antara variabel bebas pengalaman magang (X) dan variabel terikat yaitu kesiapan kerja (Y). Variabel pengalaman magang diukur melalui 5 indikator, yakni : . durasi praktik magang, . pendidikan dan pengembangan SDM, . optimalisasi hasil belajar, . keterampilan kerja, dan . Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 769 pembentukan sikap. Setiap indikator dikembangkan menjadi beberapa item pernyataan, sehingga total terdapat 11 item kuesioner untuk variabel ini. Sementara itu, variabel kesiapan kerja juga diukur melalui 5 indikator yaitu: . berorientasi pada kemajuan, . memiliki pertimbangan logis dan objektif, . kemampuan berpikir kritis, . tanggung jawab terhadap pekerjaan dan . kemampuan beradaptasi. Dari kelima indikator tersebut, disusun menjadi 9 item pernyataan kuesioner. Populasi dalam penelitian, yaitu sebanyak 354 mahasiswa dari 6 program studi di jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung Angkatan 2021 Ae 2022. Rumus Slovin digunakan untuk menentukan sampel yang dibutuhkan dengan Tingkat persisi sebesar 5% dengan jumlah perhitungan sebanyak 188 responden. Agar setiap program studi memiliki proporsi yang seimbang dalam sampel, teknik yang digunakan yaitu probability sampling dengan metode stratified random sampling dengan menghitung proporsi masing-masing program studi berdasarkan total populasi, lalu menerapkan proporsi tersebut pada jumlah sampel yang telah ditetapkan yaitu 188 responden dengan hasil perhitungan yaitu program studi D-3 Administrasi Bisnis sebanyak 29 sampel. D-3 Manajemen Pemasaran 30 sampel. D-3 Usaha Perjalanan Wisata 32 sampel. D-4 Administrasi Bisnis 32 sampel. D-4 Manajemen Aset 33 sampel, dan D-4 Manajemen Pemasaran sebanyak 32 sampel Sampel yang didapat terdiri dari 192 responden yang sudah sesuai dengan kriteria penelitian yaitu mahasiswa Tingkat akhir jurusan administrasi niaga politeknik negeri bandung dan sudah memiliki pengalaman. Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner secara online dengan metode pengukuran Skala Likert yaitu memberikan skor pada skala 1 sampai 5 dengan penjelasan sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS). Netral (N). Setuju (S) dan sangat setuju (SS) pada setiap jawaban responden. Data yang terkumpul akan melalui pengujian dan berbagai analisis yaitu analisis deskriptif, analisis SEM-PLS meliputi pengujian outer dan inner model serta analisis hipotesis dengan memanfaatkan software SmartPLS 4 dalam pengujiannya. Pengalaman Magang Kesiapan Kerja Gambar 1. Model Penelitian Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian Analisis Deskriptif Pada tabel 2 menunjukkan hasil analisis deskriptif dan dapat diketahui variabel pengalaman magang terdiri dari 5 indikator dengan 11 item pernyataan dan rata-rata keseluruhan bernilai 4. Menunjukkan bahwa pengalaman magang yang dimiliki mahasiswa cenderung tinggi karena rata-rata berada di atas skala 4 dari rentang skala likert yaitu 1 sampai 5 yang digunakan pada kuesioner yang telah disebarkan. Item Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 770 pada pernyataan no 4, merupakan item dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu AuSaya mendapatkan gambaran dunia kerja secara langsung saat mengikuti praktik magangAy dengan nilai 4. 583 dan pernyataan no 7 memiliki rata-rata terendah sebesar 4. Nilai standard deviation berkisar antara 0. 586 hingga 0. 673, yang menunjukkan adanya variasi yang cukup konsisten antar responden dalam menilai pengalaman yang dimilikinya. Tabel 2. Analisis Deskriptif Pertanyaan Pengalaman Magang Durasi magang yang saya Jalani cukup untuk memahami tugas dan tanggung jawab di tempat kerja. Lamanya waktu magang membantu saya beradaptasi dengan lingkungan kerja secara efektif. Semakin lama durasi magang, semakin banyak keterampilan yang saya peroleh. Semakin lama durasi magang, semakin banyak keterampilan yang saya peroleh. Saya mendapatkan gambaran dunia kerja secara langsung saat mengikuti praktik magang Magang membantu saya memahami pentingnya pengembangan diri dalam meningkatkan kesiapan kerja. Saat pelaksanaan magang saya mampu mengaplikasikan hasil pembelajaran dibangku kuliah Saya memiliki pemahaman yang baik antara teori dan praktik saat magang Saya mampu meningkatkan keterampilan kerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Magang telah membantu saya mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Saya merasa terlatih menjadi disiplin dan bertanggung jawab Saya mampu menerapkan nilai dan prinsip moral dalam melaksanakan tugas. Rata-rata Kesiapan Kerja Saya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi tuntutantuntutan dalam dunia kerja. Saya mempunyai visi misi untuk mengikuti perkembangan pekerjaan sesuai bidangnya Saya mampu menganalisis suatu masalah di tempat kerja secara logis sebelum mengambil keputusan. Saya mampu memilah informasi yang relevan dan penting sebelum membuat Keputusan dalam pekerjaan. Saya mampu mengajukan pertanyaan yang tepat untuk menggali informasi lebih dalam sebelum membuat keputusan. Saya dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari berbagai alternatif solusi sebelum menentukan keputusan yang Saya mempunyai tanggung jawab besar terhadap pekerjaan yang dilakukan, baik secara individu atau kelompok Saya mudah menyesuaikan diri terhadap situasi maupun kondisi di tempat kerja. Saya dapat bekerja dengan baik dalam berbagai situasi dengan berbagai tipe rekan kerja. Rata-rata Mean St. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 771 Selanjutnya untuk variabel Kesiapan Kerja, terdapat 9 item pernyataan dengan ratarata keseluruhan bernilai 4. Item pernyataan no 7 merupakan item dengan ratarata tertinggi dengan nilai mean sebesar 4. Nilai standard deviation untuk indikator-indikator pada kesiapan kerja berkisar antara 0. 619 hingga 0. 703, yang menunjukkan persebaran data relatif merata. Measurement Model (Outer Mode. Convergent Validity Suatu indikator dianggap memiliki validitas reflektif yang tinggi apabila menunjukkan korelasi di atas 0,60 terhadap konstruk yang diukur. (Sihombing & Arsani, 2. Berikut merupakan hasil loading factor menggunakan Smart PLS 4. Gambar 1. Loading Factor Pengalaman Magang dan Kesiapan Kerja Tabel 3. Outer Loading Variabel Pengalaman Magang (X) Kesiapan Kerja (Y) Item Outer Loading Item X10 X11 Outer Loading Berdasarkan hasil pengujian loading factor, seluruh item pernyataan kuesioner yang digunakan dan mewakili indikator dalam penelitian tersebut, dinyatakan valid. Hal ini ditunjukkan dengan nilai loading factor dari setiap indikator berada di atas angka 0,6, sesuai dengan kriteria validitas konvergen. Dengan demikian, seluruh indikator dan pernyataan kuesioner baik pada variabel pengalaman magang maupun kesiapan Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 772 kerja telah memenuhi syarat validitas sehingga dapat digunakan untuk analisis lebih Jika nilai Average Variance Extracted (AVE) lebih dari 0,5, maka suatu konstruk dapat dikatakan memenuhi validitas konvergen yang menjelaskan sampai 50% varians inidkator (Sihombing & Arsani, 2. Tabel 4. Hasil Uji Validity dan Reliability Variabel AVE Pengalaman Magang Kesiapan Kerja Cronbach's Composite reliability . Nilai Average Variance Extracted untuk variabel pengalaman magang adalah sebesar 0,511. Sedangkan, variabel kesiapan kerja sebesar 0,516. Kedua nilai tersebut melebihi batas minimum 0,5, yang menyimpulkan bahwa setiap konstruk telah memenuhi validitas konvergen dan dinyatakan valid. Setelah itu. Masing-masing variabel dalam penelitian ini memiliki nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability lebih dari 0,70 yang menunjukkan bahwa konstruk tersebut reliabel dan layak digunakan dalam analisis statistik. Discriminant validity Uji validitas diskriminan memastikan bahwa indikator lebih kuat dalam mengukur variabelnya sendiri dibandingkan variabel lainnya. Tabel 5. Hasil Uji Heterotrait-Monotrait Rasio of Correlations (HTMT) Variabel Nilai HTMT Pengalaman Magang -> Kesiapan Kerja Berdasarkan uji HTMT, nilai korelasi antara variabel pengalaman magang dan kesiapan kerja sebesar 0,820. Karena hasil nilai masih berada di bawah batas maksimal 0,90, maka dapat disimpulkan bahwa model memenuhi kriteria validitas diskriminan, sehingga tidak terdapat masalah dalam pembedaan antar konstruk. Structural Model (Inner Mode. Variance inflation factor (VIF) Tabel 6. Hasil Uji Variance Inflation Factor (VIF) Kesiapan Kerja Pengalaman Magang Tidak terdapat multikolinearitas antar variabel, ditunjukkan dengan nilai VIF sebesar 1,000 sehingga seluruh variabel independen layak untuk digunakan dalam analisis. R-square Kesiapan Kerja Tabel 7. Hasil Uji R Square R-square R-square adjusted Merujuk pada output pengujian, nilai R Square untuk variabel Y yaitu kesiapan kerja sebesar 0,552, yang berarti pengalaman magang mampu menjelaskan 55,2% variasi Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 773 yang terjadi pada kesiapan kerja. Sedangkan Adjusted R Square yang mencapai 0,549 menunjukkan bahwa setelah disesuaikan dengan jumlah variabel dalam model, kontribusi sebesar 54,9% dari variabel pengalaman magang terhadap kesiapan kerja F-square Tabel 8. Hasil Uji F Square Variabel F Square Pengalaman Magang -> Kesiapan Kerja Berdasarkan hasil analisis, pengalaman magang menghasilkan nilai F Square kesiapan kerja sebesar 1,231. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman magang memiliki dampak besar pada kesiapan kerja dipengaruhi secara signifikan oleh pengalaman magang jauh di atas standar batas ukuran efek besar . Nilai ini mengindikasikan bahwa pengalaman magang berdampak dengan signifikan dalam mempengaruhi kesiapan kerja mahasiswa jurusan Administrasi Niaga. Uji Hipotesis Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis Hubungan Pengalaman Magang -> kesiapan kerja Original sample (O) Sample mean (M) Standard deviation (STDEV) Penelitian ini menghasilkan uji hipotesisi dengan nilai t-statistic sebesar 21,157, signifikan lebih tinggi dari 1,96 dengan Tingkat signifikansi 5%, dan 0,000 nilai p-value juga berada jauh dibawah 0,05 yang berarti hasil ini signifikan secara statistik. Karena nilai t-statistic > t-tabel dan p-value < 0,05, maka hipotesis nol (H. yang menyatakan pengalaman magang tidak berpengaruh terhadap kesiapan kerja ditolak. Namun, hipotesis (H. yang menyatakan bahwa pengalaman magang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung, diterima. Pembahasan Pengalaman Magang dan Kesiapan Kerja Mahasiswa Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pengalaman magang memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja mahasiswa untuk memasuki dunia kerja semakin meningkat seiring dengan kualitas pengalaman magang mereka. Hasil penemuan ini sejalan dengan Simanungkalit, . yang menyimpulkan bahwa pengalaman magang berdampak positif signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Adapun menurut Setiarini et al. mengungkapkan bahwa pengalaman magang mahasiswa memiliki pengaruh yang signifikan dalam membuat pertimbangan yang rasional, mengembangkan kemampuan bekerja sama tim, memanajemen emosi, berpikir kritis, serta memiliki keberanian untuk bertanggung jawab secara individu. Sejalan dengan pendapat Lau Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 774 et al. , . yang menekankan pentingnya soft skills seperti komunikasi, tanggung jawab dan kemampuan beradaptasi yang dicari oleh pemberi kerja terhadap lulusan baru, bukan hanya menguasai pengetahuan dibidang studinya saja. Secara teoritis, hasil temuan juga menguatkan konsep employability skills, menurut Yolanda et al. employability skills merupakan kemampuan, informasi, dan sifat personal yang memudahkan seseorang dalam memperoleh pekerjaan dan sukses dalam karier yang ditempuh. Secara realistis, mahasiswa yang menjalani magang tentu memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi situasi kerja nyata yang tentunya tidak mereka dapatkan melalui pembelajaran dikelas. Hal ini tentu melatih keterampilan teknis serta mental mahasiswa dalam kesiapan kerja mereka. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perguruan tinggi harus mengoptimalkan program magang untuk menjadi langkah strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia terbaik yang siap bersaing dipasar kerja global dan mahasiswa harus memanfaatkan pengalaman magang mereka sebaik-baiknya. Penelitian ini juga memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara pengalaman magang dengan kesiapan kerja mahasiswa, khususnya dalam konteks Pendidikan vokasi. Aspek Pengalaman Magang berkontribusi besar terhadap kesiapan kerja Sesuai dengan hasil analisis deskriptif,mahasiswa memiliki pandangan yang positif terhadap pengalaman magangnya, yang terlihat dari nilai rata-rata yang tinggi pada indikator pengalaman magang dan kesiapan kerja. Serta dapat mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa merasa pengalaman magang memberikan pemahaman nyata mengenai situasi, lingkungan kerja dan keterlibatan secara langsung terhadap dunia industri sehingga membuat mereka lebih siap menghadapi kondisi kerja setelah Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Kapareliotis et al. , . yang mengemukakan bahwa mahasiswa yang telah menyelesaikan magang cenderung lebih memahami peran dan tanggung jawab ditempat kerja, serta mampu mengaplikasikan keterampilan akademis dan profesional sesuai kebutuhan dunia Dari beberapa indikator yang ada pada variabel pengalaman magang, pernyataan kuesioner no 4 . aya mendapatkan gambaran dunia kerja secara langsung saat mengikuti praktik magan. pada indikator Pendidikan dan Pengembangan SDM memiliki nilai rata-rata paling tinggi. Indikator tersebut merupakan salah satu aspek pengalaman magang yang berkontribusi besar dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Pendapat Ariyani, . yang mengemukakan bahwa pengalaman magang seseorang merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kesiapa seseorang dalam memasuki dunia kerja profesional semakin menguatkan pernyataan tersebut. Kesimpulan Temuan penelitian mengindikasikan bahwa persiapan kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh pengalaman magang khususnya untuk mahasiswa tingkat akhir di Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 775 jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung untuk dunia kerja. Hasil analisis SEM-PLS menghasilkan nilai t-statistic sebesar 21,157 dengan p-value 0,000 yang berarti hipotesis alternatif diterima. Kemudian dalam hasil analisis deskriptif ditemukan bahwa pada variabel pengalaman magang terdapat salah satu pernyataan kuesioner dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 4. 583 dalam indikator Pendidikan dan Pengembangan SDM, temuan ini mengindikasikan semakin baik pengalaman magang yang dijalani maka semakin banyak peluang untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam menghadapi dunia kerja. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan melibatkan variabel lainnya seperti motivasi kerja, pengalaman organisasi atau employability skills sebagai variabel mediasi atau moderasi. Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu menurunkan tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi dengan menawarkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang unsur-unsur yang terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia. Referensi