https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. DOI: https://doi. org/10. 38035/jihhp. Received: 12 September 2023. Revised: 29 September 2023. Publish: 30 September 2023 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Peranan Guru PPKn dalam Menanamkan Nilai- Nilai Patriotisme di SMP Negeri 1 Painan Nining Wulandari1 Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia, ccewek96@yahoo. Corresponding Author: ccewek96@yahoo. Abstract: This research aims to describe the role of teachers in instilling patriotism values, identify the obstacles faced by teachers in instilling patriotism values, and identify the efforts made by PPKN teachers in instilling patriotism values at SMP Negeri 1 Painan. The type of research used in this research is qualitative with descriptive methods. The types of data are primary data and secondary data collected through interviews and documentation studies. Data validity testing was carried out through triangulation techniques based on sources. Data analysis was carried out using the process of collecting data in qualitative research, reducing data, presenting data, and drawing conclusions obtained during the research. The results of the research show that the role of PPKn teachers in instilling the values of patriotism has not been fully implemented, this can be seen by the fact that there are still students who do not heed the values of patriotism, such as the discovery of a lack of attitude of love for the homeland of students seen during the flag ceremony, many students are not and considering the flag ceremony as an unimportant activity, what is even more worrying is that there are students who do not memorize the mandatory Indonesian Raya song, this clearly shows the lack of love for the water in the students. Keyword: Role of Teachers. Patriotism Values. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam penanaman nilainilai patriotisme, mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme, dan mengidentifikasi upaya-upaya yang dilakukan guru PPKN dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme di SMP Negeri 1 Painan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis datanya adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi berdasarkan sumber. Analisis data dilakukan dengan menggunakan proses pengumpulan data pada penelitian kualitatif, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperoleh selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PPKn dalam menanamkan nilai-nilai cinta tanah air belum sepenuhnya terlaksana, hal ini terlihat dengan masih adanya siswa yang tidak mengindahkan nilai-nilai cinta tanah air, seperti ditemukannya Kurangnya sikap cinta tanah air siswa terlihat pada saat upacara bendera, banyak siswa yang tidak serius. dan mengingat upacara bendera merupakan kegiatan yang tidak penting, yang lebih memprihatinkan lagi 164 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. adalah masih adanya siswa yang tidak hafal lagu wajib indonesia raya, hal ini jelas menunjukkan kurangnya kecintaan terhadap air pada diri siswa. Kata Kunci: Peranan Guru. Nilai-Nilai Patriotisme. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan sarana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Sebagaimana dijelaskan dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 1 tentang pendidikan. Dengan mencermati isi dari UU No. 20 tahun 2003 tersebut, tugas seorang guru memang berat, sebab kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh keberhasilan pendidikan dari bangsa itu sendiri. Jika seorang guru atau pendidik tidak berhasil mengembangkan potensi peserta didik, maka negara itu tidak akan maju, sebaliknya jika guru atau pendidik berhasil mengembangkan potensi peserta didik, maka terciptalah manusia yang cerdas, terampil, dan Untuk mencapai tujuan tersebut guru sangatlah dibutuhkan. Peranan guru sangat penting sekali untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Guru sebagai seorang pendidik juga membina sikap mental yang menyangkut aspek-aspek manusiawi dengan karakteristik yang beragam dalam arti berbeda antara satu siswa dengan Guru merupakan unsur penting dalam keseluruhan sistem pendidikan. Oleh karena itu peranan dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu dan kualitas anak didik perlu diperhitungkan dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan pendapat Wina Sanjaya . 6 : . , peran guru adalah: AuSebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, dan evaluatorAy. Selanjutnya menurut Muhtar . , guru juga berperan sebagai: . Fasilitator perkembangan siswa, . agen pembaharuan, . pengelola kegiatan proses belajar mengajar, . pengganti orang tua Guru merupakan suatu profesi, yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Guru sebagai profesional dalam bidang pendidikan tentu harus memiliki profesionalisme yang tinggi. Begitu pula dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan. Guru Pendidikan Kewarganegaraan harus mampu membentuk warga negara cerdas, terampil dan berkarakter, yang setia dan memiliki komitmen kepada bangsa dan negara Indonesia yang majemuk. Selain itu, guru PPKn bisa membina sikap dan perilaku siswa sesuai dengan nilai moral Pancasila dan UUD 1945 serta menangkal berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar baik yang berkaitan dengan masalah ideologi maupun budaya. Sesuai dengan yang dikemukakan Prof. Dardji Darmodiharjo S. H dalam Daryono . mengemukakan persyaratan kualitatif bagi guru PKn, yaitu: Mempunyai keyakinan terhadap Pancasila, baik sebagai dasar negara maupun sebagai pandangan hidup bangsa. Memiliki moral, yang tercermin dalam sikap dan tingkah laku, yang sesuai dengan normanorma penghayatan Pancasila. Memiliki pengetahuan yang benar tentang Pancasila tentang UUD 1945 dan pengetahuan penunjang lainya. Menguasai keterampilan mendidik, karena PPKn adalah pendidikan moral. Menguasai metode pendidikan moral. Memahami cara-cara mengevaluasi pendidikan moral. 165 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. Guru merupakan faktor penting dalam menanamkan nilai-nilai, terutama guru mata pelajaran PPKn yang mengimplementasikan nilai-nilai yang ada dalam pancasila yang dapat diterapkan dan dimanfaatkan sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam mata pelajaran PPKn guru dituntut mampu menerapkan nilai-nilai pancasila guna membentuk karakter siswa dan dijadikan sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari. Guru PPKn memiliki peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai pancasila, terutama sekali nilai patriotisme yang merupakan nilai yang harus dimiliki siswa guna meningkatkan mutu dan kemajuan negara kita. Nilai-nilai patriotisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Inti patriotisme adalah semangat cinta tanah air. Kecintaan itu diwujudkan dengan berani berkorban memajukan masyarakat, bangsa dan Negara. Ini berarti, untuk dapat menerapkan nilai patriotisme orang harus mempunyai kesadaran mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dalam masyarakat terkecil dalam keluarga, orang dapat saja menerapkan nilai patriotisme itu. Bila keluarga sebagai kesatuan masyarakat terkecil sejahtera dan maju , hal itu bermanfaat dan mendorong kemajuan masyarakat yang lebih Wajar ada yang mengatakan bahwa keluarga adalah harta, mutiara, dan istana yang paling indah. Dalam keluarga itulah manusia antara lain dididik untuk mempunyai kesadaran akan tanggung jawab sosial, yang menjadi awal dari dasar bagi seseorang untuk dapat mencintai masyarakat, bangsa, dan negaranya. (Bambang Suteng, 2. Sehubungan hal diatas, maka guru PPKn perlu menerapkan nilai-nilai patriotisme pada siswa SMP N 1 Painan, agar siswa memiliki rasa cinta tanah air dan rela bekorban untuk membela negara dan mempertahankan bangsa dan negara. Sebagai semangat cinta tanah air, pada sikap patriotisme diwujudkan melalui perbuatan rela berkorban untuk membela, mempertahankan, dan mengisi kelangsungan hidup Negara. Berdasarkan observasi pada tanggal 24 Februari 2014 peranan guru dalam menanamkan niai- nilai patroitisme masih belum terlaksana dengan baik karena murangnya kesadaran siswa yang terlihat pada pelaksanaan upacara bendera di kalangan siswa SMP N 1 Painan terlihat siswa saat menyanyikan lagu wajib banyak tidak hafal karena disaat pelaksanaan lagu wajib diasaat upacara bendera siswa hanya ikut menggerak gerakkan bibirnya saja dan disaat hormat kepada bendera banyak siswa yang tidak serius bahkan ada yang tidak ikut hormat. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan salah seorang guru PPKn yaitu mengatakan bahwa dalam menanamkan nilai- nilai patriotisme Kurangnya kesadaran siswa bukan hanya disaat upacara bendera saja, namun dalam hal lain yaitu masih banyak siswa yang tidak mau ikut partisipasi dalam rangka mengenang hari pahlawan, seperti tidak ikut serta dalam kegiatan yang diadakan seperti perlombaan antar kelas yang bertema Berdasarkan pernyataan di atas tergambar bahwa di SMP N 1 Painan penanaman nilainilai patriotisme masih sangat kurang dan banyaknya hambatan-hambatan, sebagai seorang guru mata pelajaran PPKn harus mampu menanamkan nilai patriotisme yaitu rasa cinta tanah air yang tinggi agar negara kita terus berkembang ke arah yang lebih maju dan dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa dimata Dunia. METODE Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif yaitu membuat deskripsi, gambaran, dan lukisan tentang suatu keadaan atau peristiwa sebagaimana mestinya. Informan penelitian ditentukan dengan cara purposive Jenis datanya adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi berdasarkan sumber. Analisis data dilakukan dengan proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, mereduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan yang diperoleh selama penelitian. 166 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Peranan Guru PPKn Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Patriotisme Peranan adalah tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu peristiwa atau bagian yang dimainkan seseorang dalam suatu peristiwa. Peranan guru dalam penelitian ini adalah penilaian sejauh mana seseorang guru berperan dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme di SMP Negeri 1 Painan. Berikut ini akan penulis uraikan bentukbentuk nilai patriotisme siswa di SMP Negeri 1 Painan yang meliputi : Cinta tanah air Rela berkorban Rasa persatuan dan kesatuan Berjiwa pembaharu Tidak kenal meyerah. Dari hasil wawancara dan observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilainilai patriotisme belum terlaksana dengan baik. Penerapan sikap pantang menyerah seperti yang mau menyampaikan aspirasi dan pendapat didepan umum, giat dalam belajar belum sepenuhnya diterapkan. Hal ini terlihat dengan masih adanya siswa yang takut menyampaikan aspirasinya disalam kelas maupun didepan umum atau disaat diskusi waktu Namun tindakan guru disini hanya sekedar menegur mereka yang suka mengejek teman, sehingga siswa tidak begitu mengindahkan teguran tersebut karena tidak terlihat sikap yang tegas dari guru. Tindakan siswa yang demikian tentunya tidak menggambarkan sikap pantang menyerah yang harus dimiliki siswa sebagai siswa yang patriotisme. Kendala-kendala yang dihadapi guru Pkn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Kendala adalah sesuatu yang merintangi tujuan, membatasi, atau mencegah pencapaian suatu tujuan. Dari penelitian yang penulis lakukan di SMP Negeri 1 Painan, penulis menemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh guru dalam menanamkan nilai patriotisme. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme pada siswa yaitu kurangnya materi yang harus dikembangkan dalam kurikulum, kurangnya materi-materi yang ada dalam referensi, kesulitannya siswa memahami materi yang diajarkan sehingga untuk menerapkannya susah. Selain itu kendala yang paling dominan yaitu pengaruh dari budaya-budaya asing yang banyak membuat siswa lupa akan budayanya sendiri. Berdasarkan observasi pada Rabu tanggal 9 april 2014, jam 09. 30 di kelas VII. tentang materi prilaku menjunjung persatuan dan kesatuan, terlihat guru mengajar hanya terpaku pada buku paket yang ada, serta tidak terlalu mengembangkan materi yang ada dalam buku paket, dan cara mengajar guru kadang ada yang tidak sesuai dengan yang dikembangkannya di rpp. Dalam rpp cara mengajar guru yaitu dengan menggunakan metode diskusi, namun pada observasi ini terlihat guru hanya mengguanakan metode ceramah saja dan memberikan latihan kepada siswa jika materi telah diberikan, terlihat disaat menggunakan metode ceramah guru juga hanya terfokus pada buku paket yang ada dan tidak mengembangkan sedemikian rupa sehingga siswa jadi bosan, banyak siswa terlihat mengobrol dengan teman dan bermain-main saat proses belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan hasil wawancara penulis ibu Gusnelly . uru mata pelajaran PPK. pada 12 april 2014 yang mengatakan bahwa: AuKendala yang saya temui yaitu kesulitan dalam waktu pemberian materi saat belajar, karena minimnya materi yang ada dalam buku serta sedikitnya indikator yang ada dalam kurikulum jadi untuk mengembangkannya jadi susah. Selain itu siswa juga kesulitan dalam memahami yang materi dibuku menjadikan mereka bosan belajar dan materi-materi yang ada hanya sebatas kognitif saja. Namun hal lain yang sangat menyulitkan saya menanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu budaya asing yang sangat kuat dalam diri siswaAy 167 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa kendala dalam menanamkan nilai patriotisme yaitu minimnya materi tentang patriotisme, kurangnya pengembangan materi yang ada dibuku yang menyulitkan guru mengembangkan dan mengajarkan siswa tentang patriotisme, kemudian materi-materi yang di buku juga sulit dipahami siswa jadi siswa susah untuk menerapkan nilai patriotisme dalam dirinya karena yang diberikan tidak se detaildetailnya melainkan gambaran secara umum saja atau hanya bersifat kognitif. Berdasarkan wawancara dengan Fenni Lestari Raja Guk-Guk pada 12 april 2014 hari mengatakan: AuPelajaran mengenai patriotisme hanya memiliki materi yang sedikit dibuku, materinya hanya sebatas pengetahuan umum, jadi kami sulit mengerti dan mengetahui apa itu patriotisme apalagi dalam menerapkannya, dan guru juga menerangkan sedikit saja tentang patriotisme tersebutAy Tidak jauh berbeda dengan pendapat Reza Wiriantama siswa SMP Negeri 1 Painan pada 12 april 2014 mengatakan: AuMateri tentang patriotisme sangat sedikit, apalagi dalam buku sudah sedikit dan tidak mudah dimengerti sehingga kami tidak terlalu memahami patriotisme dengan baik, karena materi-materi hanyalah sekilas saja tidak secara mendalam, hanya diajarkan pengertian dan ciri-ciri patriotisme tersebutAy Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang penulis lakukan dapat disimpulkan kendala yang dihadapi guru pendidikan kewarganegaraan dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu buku dan materi dalam kurikukulum. Materi tentang patriotisme yang terlalu sedikit juga susah dipahami apalagi ditanamkan karena materi tentang patriotime hanya bersifat kognitif saja melainkan hal Aehal yang bersifat umum, bukan materi yang secara detail dan gampang dimengerti siswa. Kemudian kendala yang lain yaitu masuknya budaya asing yang sangat dominan didiri siswa yaitu menyukai produk luar negeri, serta musik maupun gaya dari luar negeri, hal ini tentu sangat menyulitkan guru menanamkan nilai Selanjutnya guru juga tidak mengembangkan materi-materi yang ada dibuku paket sehingga siswa cenderung bosan dalam belajar dan mengakibatkan mereka main-main dan tidak mengerti apa yang diajarkan oleh guru. Upaya yang dilakukan guru PPkn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Upaya adalah kegiatan yang mengerahkan tenaga dan pikiran atau badan untuk mencapai suatu tujuan. Berdasarkah observasi yang dilakukan penulis sudah tampak beberapa upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu guru mengajak dan mengajarkan siswa untuk saling tolong menolong satu sama lain, rela berkorban dan mengajak siswa mencintai produk-produk dalam negeri. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada senin tanggal 14 april 2014 dikelas VII. terlihat siswa sedang belajar tentang materi memelihara semangat persatuan indonesia, sebelum masuk ke materi guru tampak memberikan motivasi kenapa kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta meberikan contoh-contoh sikap yang menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Disini terlihat guru menggunakan metode diskusi dalam belajar, siswa disuruh mendiskusikan masalah budaya asing yang begitu cepat merambat ke indonesia terutama pada remaja, terlihat siswa sangat antusias dalam berdiskusi dan banyak siswa yang ikut aktif dalam diskusi. Namun ada juga beberapa siswa yang dalam diskusi tidak aktif saat kegiatan diskusi berlangsung. Disini terlihat guru sudah menanamkan nilai-nilai patiotisme dalam materi yang diajarkannya. Berdasarkan wawancara dengan ibu Gusnelly . uru mata pelajaran PPKN) pada 15 april 2014 yang mengatakan bahwa: AuUpaya yang saya lakukan dalam menanamkan nilainilai patriotisme yaitu tidak bosan-bosannya saya mengingatkan siswa agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan, memiliki sikap tolong menolong, rela berkorban, saling hormat menghormati baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Dalam hal lain kebiasaan saya sebelum memberikan materi patriotisme saya sering memberi motivasi terlebih dahulu sebelum belajar seperti menceritakan perjuangan para pahlawan,namun siswa masih saja 168 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. menganggap sepele motivasi-motivasi yang saya berikan, bahkan masih banyak siswa yang tidak mempedulikan apa yang telah saya ajarkanAy Sedangkan hasil wawancara dengan ibu Hj. Ema Zulmi. Pd . akil kesiswaa. Pada 15 april 2014 mengatakan : AuUpaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu pada peringatan hari kemerdekaan pihak sekolah selalu mengadakan kegiatan yang bernuansa mengingat hari kemerdekaan seperti menayangkan kembali detik-detik proklamasi, mengadakan perlombaan yang bertemakan kebangsaan, selain itu di hari pahlawan pihak sekolah juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang membangkitkan semangat kebangsaan siswa serta memasang gambar-gambar pahlawan di lingkungan sekolah serta ruangan kelasAy Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah dan guru guna menanamkan nilai-nilai patriotisme. Hal yang dilakukan pihak sekolah yaitu dengan mengadakan kegiatan dan perlombaan yang dilakukan pada hari kemerdekaan, adanya pemajangan foto-foto para pahlawan di lingkungan sekolah. Sedangkan upaya yang dilakukan guru yaitu mengingatkan siswa agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan, memiliki sikap tolong menolong, rela berkorban, saling hormat menghormati baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah, selanjutnya memberikan motivasi terlebih dahulu sebelum belajar seperti menceritakan perjuangan para pahlawan. Berdasarkan wawancara dengan Fenni Lestari Raja Guk-Guk 15 april 2014 hari mengatakan: Ausekolah selalu mengadakan perlombaan-perlombaan setiap hari kemerdekaan dan hari pahlawan, namun disekolah ini tidak banyak siswa yang mau ikut, karena mereka berfikiran kalau ikut perlombaan hanya berpanas-panasan saja dan bikin capek, selain sekolah guru juga sering mangingatkan betapa pentingnya patriotisme, dan sering memberi motivasi kepada siswa, menceritakan perjuangan pahlawan namun siswa kebanyakan menganggap cerita perjuangan pahlawan sangatlah membosankan, karena sudah sering diberikanAy Dari hasil wawancara dan observasi di atas, dapat disimpulkan bahwa sudah banyaknya upaya yang dilakukan guru pendidikan kewarganegaraan dalam menerapkan nilai patriotisme, bukan hanya guru tetapi pihak sekolah juga memiliki upaya yang bagitu bagus untuk menanamkan nilai patriotisme yaitu dengan adanya kegiatan-kegiatan dan perlombaan yang dilakukan pada hari kemerdekaan, adanya pemajangan foto-foto para pahlawan guan meningkatkan semangat kebangsaan siswa. Disisi lain guru pendidikan kewarganegaraan juga berupaya terus-menerus dalam meanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu dengan memberi motivasi sebelum belajar, selalu mengingatkan siswa untuk saling tolong menolong, menjaga persatuan, rela berkorban serta saling hormat menghormati satu sama lain. Pembahasan Peranan guru PPKn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Peranan guru Pkn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme di SMP Negeri 1 Painan hanya terlihat dilalam kelas saja, yaitu metode yang digunakan guru pada saat belajar mengajar adalah metode ceramah, sehingga guru menerapkan nilai-nilai patriotisme yaitu dengan cara menekankan pemberian motivasi sebagai pengantar awal proses belajar mengajar yaitu dengan cara mengingat kembali jasa para pahlawan yang disesuaikan dengan materi Kemudian guru juga menerapkan nilai-nilai patriotisme dengan cara memberikan contoh-contoh nilai-nilai patriotisme sesuai dengan materi yang diberikan contohnya saja materi tentang rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Peran guru juga belum terlihat sebagai agen pembaharuan, karena guru hanya memberikan materi-materi yang ada dibuku sehingga tidak dapat mengembangkan kreatifitas siswa, selain itu guru juga belum mampu menjadi pengganti orang tua disekolah, karena guru hanya memberikan pelajaran disaat dalam kelas saja, jelas hal ini menunjukkan bahwa guru belum berperan dengan baik bagi siswa disekolah. Peran guru yang masih sedikit menjadikan 169 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. banyak siswa yang tidak menerapkan nilai-nilai patriotisme. Hal ini terlihat masih adanya siswa yang tidak mengindahkan nilai-nilai patriotisme yaitu adanya siswa yang tidak tahu apa itu patriotisme. Dalam hal lain juga terlihat kurangnya rasa cinta terhadap tanah air hal ini ditunjukkan dengan sikap dan prilaku siswa saat upacara bendera, kurangngya sikap rela berkorban, rasa persatuan dan kesatuan, berjiwa pembaharu serta tidak kenal menyerah juga terlihat sangat minim, karena siswa tidak begitu peduli dengan nilai-nilai patriotisme. Peranan adalah tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu peristiwa atau bagian yang dimainkan seseorang dalam suatu peristiwa. Soerjono Soekanto . 2: . Peranan merupakan aspek dinamisi kedudukan. Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan. Dalam dunia pendidikan guru memiliki peranan yang sangat besar karena guru merupakan faktor terpenting dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu guru juga memiliki tanggung jawab dalam membimbing, mengarahkan dan membina siswa guna mencapai tujuan pendidikan nasional. Muhtar . mengemukakan peran guru sebagai berikut: Fasilitator perkembangan siswa Kemampuan dan potensi yang dimiliki siswa tidak mungkin dapat berkembang dengan baik apabila tidak mendapat rangsangan dari lingkungannya. Dalam suasana sekolah, guru diharapkan dengan siswa secara individual telah mempunyai kemampuan dan potensi itu. Dengan kata lain mempunyai peranan sebagai fasilitator dalam mengantarkan siswa ke arah hasil pendidikan yang tinggi mutunya. Agen pembaharuan Kehidupan manusia merupakan serangkaian perubahan-perubahan yang nyata. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ini mengalami kepesatan yang melangit. Dalam hal ini, guru dituntut untuk tanggap terhadap perubahan dan dituntut untuk bertugas sebagai agen pembaharuan dan mampu menularkan kreatifitas dan kesiapan mental siswa. Pengelola kegiatan proses belajar mengajar Guru dalam hal ini bertugas mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu dalam menyajikan materi pelajarannya. Guru berperan dan bertugas sebagai pengelola proses belajar mengajar. Pengganti orangtua disekolah Guru dalam hal ini harus dapat menggantikan orang tua siswa apabila siswa sedang berada di sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengganti orang tua, guru-guru harus mampu menghayati hubungan kasih sayang seorang bapak atau seorang ibu terhadap Oleh karena itu, guru mampu mengenal suasana siswa di rumah atau dalam Namun kenyataannya yang peneliti lihat di SMP N 1 Painan guru hanya melakasanakan kewajibannya didalam kelas saja yaitu hanya mengajar siswa dan memberi materi disaat proses belajar mengajar berlangsung. Guru menganggap bahwa peranan seorang guru itu hanya mengajar didalam kelas dan memberi materi ajar yang akan diberikan kepada siswa. Jadi setelah peneliti melakukan penelitian di SMP N 1 Painan peneliti menyimpulkan bahwa peranan guru dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme masih rendah karena guru menganggap kewajibannya hanya mengajar didalam kelas dan meberikan materi-materi yang ada dibuku kepada siswa. Kendala-kendala yang dihadapi guru Pkn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Cara seorang guru dalam mengajar sangatlah berpengaruh terhadap sukses atau tercapainya tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan. Guru hanya terpaku dengan buku ajar, dan tidak memiliki sumber lain dalam mengembangkan materi, selain itu 170 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. guru juga terkendala dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme karena materi tentang nilainilai patriotisme sangatlah minim dan melajunya dengan cepat budaya asing dalam diri siswa juga menyulitkan guru dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme. Dalam penyajian materi sebaiknya guru jangan terpaku dengan materi yang ada di buku ajar sebaiknya guru mengembangkan materi-materi yang ada dibuku ajar dengan mencari sumber-sumber lain, hal ini mencerminkan kurangnya kualifikasi profesional seorang guru. Daryono . 1: . menyatakan guru PPKN harus memiliki kualifikasi profesionalisme sebagai berikut: Kompetensi pribadi Mempunyai keyakinan terhadap pancasila, baik sebagai dasar negara maupun sebagai pandangan hidup bangsa. Guru PPKn harus memiliki moral . ang tingg. , yang tercermin dalam sikap dan perilakunya yang sesuai dengan norma-norma penghayatan dan pengalaman pancasila seperti tercantum dalam Tap. MPR No. II/MPR/1978. Ini berarti seorang guru PPKn dituntun memiliki pribadi yang baik, yang dijiwai oleh nilai-nilai pancasila. Kompetensi kemasyarakatan Kompetensi kemasyarakatan terwujud dalam partisipasi sosial seorang guru PPKn, dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, dalam bentuk sikap dan perilakunya. Kompetensi profesional Kompetensi profesional terwujud: Penguasaan, pengetahuan yang benar tentang Pancasila dan UUD 1945, serta pengetahuan lain yang menunjang. Pengetahuan dasar tentang kependidikan Sebagai seseorang guru PPKn harus menguasai pengetahuan-pengetahuan kependidikan, seperti strategi belajar mengajar, memahami prinsip-prinsip evaluasi dan lain Sehubungan dengan hal diatas seseorang guru PPKn yang profesional harus mampu menanamkan nilai-nilai patriotisme demi kemajuan bangsa. Kendala guru hanya terletak pada buku ajar yang sebenarnya itu bisa dikembangkan dan dicari lagi, namun upaya guru disini sangatlah kurang. Daryono . 1: . mengemukakan bahwa PPKn memiliki tujuan kurikuler yang dijabarkan dalam tujuan instruksional umum yang jumlahnya 36 butir, yaitu diantaranya: siswa rela bekorban untuk kepentingan bangsa dan negara, siswa cinta bangsa dan tanah air, siswa bangga sebagai bangsa indonesia dan bertanah air indonesia. Dari berbagai pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu tujuan dari PPKn adalah mengembangkan sikap rela berkorban, sikap cinta tanah air dan sikap bangga memiliki bangsa indonesia, hal ini merupakan semangat kebangsaan yang dikenal dengan nilai Namun dalam kenyataannya banyak siswa yang meremehkan tujuan dari PPKn itu sendiri, yang terlihat dalam kenyataan siswa lebih terpengaruhi oleh budaya asing dan siswa melupakan budaya yang ada di diri bangsanya sendiri yang merupakan jati diri bangsa yaitu seperti sikap rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, siswa yang cinta tanah air, namun hal ini sudah terlihat memudar dalam diri siswa di SMP N 1 Painan. Jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa kendala-kendala yang ditemui dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme yaitu sumber belajar yang terlalu minim, kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan materi yang ada dalam sumber belajar atau buku, selanjutnya menjamurnya budaya asing di kalangan siswa SMP N 1 Painan. Upaya yang dilakukan guru PPkn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Upaya yang dilakukan guru pendidikan kewarganegaraan dalam menerapkan nilai patriotisme, bukan hanya guru tetapi pihak sekolah juga memiliki upaya yang bagitu bagus untuk menanamkan nilai patriotisme yaitu dengan adanya kegiatan-kegiatan dan perlombaan 171 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. yang dilakukan pada hari kemerdekaan, adanya pemajangan foto-foto para pahlawan guan meningkatkan semangat kebangsaan siswa. Disisi lain guru pendidikan kewarganegaraan juga berupaya terus-menerus dalam meanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu dengan memberi motivasi sebelum belajar, selalu mengingatkan siswa untuk saling tolong menolong, menjaga persatuan, rela berkorban serta saling hormat menghormati satu sama lain. Ratnawilis,dkk( 2010: . mengartikan patriotisme sebagai semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya. Sejalan dengan pendapat Dwi Cahyati dan Warsito . 1: . mengemukakan patriotisme berarti paham tentang kecintaan pada tanah air. Oleh karena itu, semangat patriotisme berarti semangat untuk mencintai tanah air. Namun dalam kenyataan upaya yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme di SMP N 1 Painan yaitu dengan pemberian motivasi sebelum proses belajar mengajar, namun sebaiknya guru bukan hanya memberikan motivasi sebelum proses belajar mengajar saja tetapi juga di lingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai pengganti orang tua disekolah agar siswa dapat menanamkan nilai-nilai patriotisme. Jadi peneliti dapat menyimpulkan upaya yang dilakukan Upaya yang dilakukan guru pendidikan kewarganegaraan dalam menerapkan nilai patriotisme yaitu dengan memberi motivasi sebelum belajar, selalu mengingatkan siswa untuk saling tolong menolong, menjaga persatuan, rela berkorban serta saling hormat menghormati satu sama lain. KESIMPULAN Berdasarkan temuan penelitian yang penulis lakukan di SMP Negeri 1 Painan, maka dapat disimpulkan bahwa siswa belum sepenuhnya menanamkan nilai-nilai patriotisme. Peranan guru PPKn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Guru PPKn di SMP Negeri 1 Painan belum sepenuhnya berperan apalagi dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme. Hal ini terlihat masih adanya siswa yang tidak mengindahkan nilai-nilai patriotisme yaitu adanya siswa yang tidak tahu apa itu Dalam hal lain juga terlihat kurangnya rasa cinta terhadap tanah air hal ini ditunjukkan dengan sikap dan prilaku siswa saat upacara bendera, kurangngya sikap rela berkorban, rasa persatuan dan kesatuan, berjiwa pembaharu serta tidak kenal menyerah juga terlihat sangat minim, karena siswa tidak begitu peduli dengan nilai-nilai patriotisme. Kendala-kendala yang dihadapi guru PPKn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Dari temuan penelitian yang dilakukan ditemukan kendala-kendala dalam menanamkan nilai patriotisme. Kendala yang dihadapi guru pendidikan kewarganegaraan dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu buku dan materi dalam kurikukulum. Materi tentang patriotisme yang terlalu sedikit juga susah dipahami apalagi ditanamkan karena materi tentang patriotime hanya bersifat kognitif saja melainkan hal Aehal yang bersifat umum, bukan materi yang secara detail dan gampang dimengerti siswa. Kemudian kendala yang lain yaitu masuknya budaya asing yang sangat dominan didiri siswa yaitu menyukai produk luar negeri, serta musik maupun gaya dari luar negeri, hal ini tentu sangat menyulitkan guru menanamkan nilai patriotisme. Upaya yang dilakukan guru PPkn dalam menerapkan nilai-nilai patriotisme Upaya yang dilakukan guru PPkn dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme masih belum diindahkan siswa. Upaya menanamkkan nilai-nilai patriotisme bukan hanya guru yang melakukan melainkan juga pihak sekolah. Upaya yang dilakukan pihak sekolah yaitu adanya kegiatan-kegiatan dan perlombaan yang dilakukan pada hari kemerdekaan, adanya pemajangan foto-foto para pahlawan guan meningkatkan semangat kebangsaan siswa. Disisi lain guru pendidikan kewarganegaraan juga berupaya terus-menerus dalam meanamkan nilai-nilai patriotisme yaitu dengan memberi motivasi sebelum belajar, selalu mengingatkan siswa untuk saling tolong menolong, menjaga persatuan, rela berkorban serta saling hormat menghormati satu sama lain. 172 | P a g e https://dinastirev. org/JIHHP. Vol. No. Agustus. REFERENSI