Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 PENGARUH PERPUTARAN KAS. PERPUTARAN PIUTANG DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA Susilowati STIE Indonesia Banking School 20174112022@ibs. Sparta STIE Indonesia Banking School sparta@ibs. Abstract The purpose of this study was to the Effect of Cash Turnover. Accounts Receivable Turnover and Inventory Turnover on Profitability of Manufacturing Companies in the Consumer Goods Industry Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange (Period 2016 Ae 2. The data used in this paper were obtained from financial report data published by IDX, which was taken from the website The theoretical basis used is signal theory. The population in this study were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2016 Ae 2020. The sampling technique used the purposive sampling method, so there were 41 companies as a sample. The data is processed using the Eviews v. 10 application. Hypothesis testing using partial test . statistical tes. The results showed that Cash Turnover. Accounts Receivable Turnover. Inventory Turnover. Firm Size and Leverage had a positive effect on Profitability and simultaneously had a positive effect on Profitability in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2016Ae Keywords: cash turnover. accounts receivable turnover. inventory turnover. firm size. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perputaran Kas. Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Periode 2016 Ae 2. Data yang digunakan dalam dalam penulisan ini diperoleh dari data laporan keuangan yang dipublikasikan oleh IDX, yang diambil melalui situs w. Landasan teori yang digunakan adalah teori sinyal. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 Ae 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling method, sehingga terdapat sampel 41 perusahaan. Data diolah menggunakan aplikasi Eviews v. Pengujian hipotesis menggunakan uji parsial . ji statistik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perputaran Kas. Perputaran Piutang, perputaran Persediaan. Ukuran Perusahaan dan Leverage berpengaruh positif terhadap Profitabilitas secara simultan berpengaruh positif terhadap Profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016Ae Kata Kunci: perputaran kas. perputaran piutang. perputaran persediaan. *) Corresponding Author Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 PENDAHULUAN Banyaknya perusahaan dalam industri dan kondisi ekonomi saat ini telah menciptakan persaingan yang ketat antar perusahaan manufaktur. Persaingan dalam industri manufaktur telah memungkinkan setiap perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar tetap dapat tercapai. Indonesia tiap tahunnya memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk berinovasi dalam pemasaran produk guna mencapai tujuan utama perusahaan. yaitu untuk meningkatkan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham dengan meningkatkan nilai perusahaan (Utomo & Christy. Profitabilitas merupakan instrumen yang penting bagi perusahaan untuk bertahan dan menarik bagi investor. Profitabilitas yang tinggi akan mendukung kegiatan operasional perusahaan karena tidak mungkin sebuah bisnis dapat bertahan untuk waktu yang lama tanpa menghasilkan Oleh karena itu. mengukur profitabilitas perusahaan merupakan langkah yang penting untuk mengevaluasi kondisi perusahaan saat ini maupun di waktu yang akan datang. Terdapat beberapa ukuran profitabilitas. seperti Return On Investment (ROI). Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Return On Assets (ROA). Menurut Paramasivas dan Subramanyam . return on assets (ROA) merupakan indikator yang menginfoirmasikan bagaimana suatu perusahaan menghasilkan laba relatif terhadap total asetnya. Profitabilitas suatu perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang harus diketahui oleh manajer keuangan agar dapat memaksimalkan laba. Salah satu faktornya adalah Modal Kerja. Manajer keuangan harus memiliki kemampuan yang baik untuk mengelola jumlah modal kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan (Enhardt dan Brigham. Manajemen Modal Kerja adalah strategi bisnis yang dirancang untuk memastikan bahwa perusahaan beroperasi secara efisien dengan memantau dan menggunakan aset dan kewajiban lancarnya untuk kinerja terbaik. James. Horne & Wachowicz . menyatakan bahwa 3 komponen utama yang terkait dengan modal kerja adalah kas. dan persediaan. Dupont formula menjelaskan bahwa ROA dapat dibentuk melalui perkalian net profit margin (NPM) dengan Rasio Perputaran Aset. Maka dari itu perputaran kas. piutang dan persediaan memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Berdasarkan signaling theory. profitabilitas (ROA) dapat menjadi sinyal penting bagi investor untuk menunjukan bagaimana perusahaan mengelola aset lancarnya untuk menghasilkan return yang menguntungkan (Surahman et al. Kas merupakan modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya dan dimanfaatkan untuk memiliki barang dan jasa yang diharapkan (E. Rahayu & Susilowibowo. Besarnya kas yang ditahan oleh perusahaan dan dikaitkan dengan penjualan merupakan gambaran perputaran kas . ash turnove. Menurut (Rahmat & Parlindungan. perputaran kas adalah perbandingan antara penjualan dengan jumlah kas rata-rata. Selain itu. tingkat perputaran kas menunjukkan kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan. sehingga dapat dilihat bahwa seberapa banyak uang kas berputar dalam satu periode. Piutang merupakan aktiva lancar yang dapat diubah menjadi kas dalam waktu satu tahun dalam satu periode akuntasi. Selain timbul dari hasil usaha pokok perusahaan. piutang juga dapat timbul dari adanya usaha di luar kegiatan pokok perusahaan (Journal. Perputaran piutang yang tinggi dapat menimbulkan rasio lancar yang rendah yang dapat diterima dari sudut pandang likuiditas dan terjadinya pengembalian atas aktiva yang lebih tinggi. Persediaan merupakan aset yang dapat dijual dalam kegiatan usaha normal. dalam tahap bahan maupun perlengkapan untuk dimanfaatkan dalam proses produksi atau pemberian jasa (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntan Publik. Penelitian ini akan memperkuat hasil temuan penelitian terdahulu terkait pengaruh perputaran piutang dan persediaan terhadap profitability. Selanjutnya. penelitian ini dilakukan pada sektor industry barang dan konsumsi. Hal tersebut dikarenakan industri barang dan konsumsi memiliki tingkat profitabilitas yang baik dan konsisten di atas rata-rata dibandingkan dengan industry lainnya. Perusahaan-perusahaan ini terus tumbuh dan berkembang menarik banyak investor dikarenakan Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 Alasan inilah yang menjadi menarik untuk menguji lebih jauh faktor penyebab ROA perusahaan di industri barang konsumsi yang tinggi. Selanjutnya. penelitian ini mengambil sampel perusahaan yang berada di sektor aneka industri yaitu sub-sektor otomotif sebagai pembanding. Hal tersebut disebabkan sub-sektor otomotif menjadi salah satu sektor dengan rata-rata kinerja keuangan yang paling progressive. Sektor otomotif mampu memberikan kontribusi sektor ini 62% terhadap PDB dengan Puchasing Manager Index (PMI) hingga di atas level 50 (Kemenperin. Penelitian ini berusaha mengangkat pembaharuan yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yakni memfokuskan penelitian terhadap subsector industry barang konsumsi dengan pertumbuhan yang paling cepat yakni subsector industry rokok. yang paling stabil yakni subsector makanan dan minuman serta subsector yang paling lemah kontribusinya yaitu sektor farmasi (Herninta dan Rahayu. Penelitian ini juga akan membandingkan dengan sektor yang sangat berbeda yaitu sektor aneka industri yang diantaranya adalah sub-sektor otomotif. Melalui hal ini. penelitian dapat memberikan perspektif dan hasil yang mungkin berbeda disebabkan sampel yang digunakan memiliki karakter yang berbeda. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Signalling Theory Teori sinyal merupakan teori yang membahas penggunaan modal hutang sebagai sumber dana aktifitas perusahaan sebagai sinyal kepada investor dikarenakan perusahaan yang meningkatkan hutang diyakini memiliki prospek yang lebih baik di masa yang akan dating (Hosea et al. Teori sinyal menjelaskan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan (Mariani & Suryani. Suatu perusahaan terdorong untuk memberikan informasi laporan keuangan kepada pihak eksternal dikarenakan adanya signalling theory. Menurut (Saptiani & Fakhroni. informasi diterima oleh investor terlebih dahulu diterjemahkan sebagai sinyal yang baik . ood new. atau sinyal yang jelek . ad new. Jadi. jika keuntungan yang dilaporkan oleh perusahaan semakin tinggi maka informasi tersebut dapat dikategorikan menjadi sinyal baik. Sebaliknya jika keuntungan yang dilaporkan menurun maka perusahaan berada pada kondisi yang tidak baik sehingga dianggap sebagai sinyal yang jelek. DuPont Formula Analisis DuPont adalah kerangka kerja untuk menganalisis kinerja fundamental bisnis dan digunakan saat ini untuk membandingkan efisiensi operasional dua perusahaan serupa. Ini adalah teknik yang digunakan untuk menguraikan berbagai pendorong pengembalian aset dan rasio pengembalian ekuitas (Davidson. Maka dari itu. bila merujuk kepada DuPont Formula maka persaman ROA dapat ditulis sebagaimana berikut ini (Subramanyam. ROA = Net Profit Margin X Asset Turnover Ratio Profitabilitas Profitabilitas merupakan salah satu pengukuran bagi kinerja suatu perusahaan. Profitabilitas adalah ukuran pendapatan operasi untuk penjualan dan pendapatan operasi untuk aset (Subramanyam. Profitabilitas terdiri dari beberapa rasio. salah satunya adalah return on assets (ROA). Return on Assets (ROA) adalah suatu indikator yang mencerminkan perfoma keuangan perusahaan. semakin tingginya nilai ROA yang mampu diraih oleh perusahaan maka performa keuangan perusahaan tersebut dapat dikategorikan baik (Suardana. Profitabilitas yang tinggi akan dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan secara maksimal. Selain itu. ROA merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total aset pada akhir periode yang digunakan sebagai indikator kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (Kurniasih & Ratna Sari. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 Perusahaan-perusahaan dengan profit tinggi cenderung menggunakan lebih banyak pinjaman untuk memperoleh manfaat dalam aspek pajak (Kurniasih & Ratna Sari. Hal ini karena pengurangan laba oleh bunga pinjaman akan lebih kecil dibandingkan apabila perusahaan menggunakan modal yang tidak dikenai bunga. namun pengasilan kena pajak akan lebih tinggi. Rasio profitabilitas dinyatakan sebagai rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan dalam memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen perusahaan (Fitri & Herlambang. Hal ini ditunjukkan dari laba yang diperoleh dan pendapatan investasi. Profitabilitas yang digunakan adalah Return On Asset (ROA). Untuk menghitung Return On Asset (ROA) adalah sebagai berikut: (Weygandt et al. Perputaran Kas Perputaran kas adalah kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan. sehingga dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu (Sufiana & Purnawati. Selain itu. menurut (Deni. juga menyatakan hal yang sama bahwa perputaran kas merupakan periode berputarnya kas yang dimulai pada saat kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat kembali menjadi kas sebagai unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Untuk menghitung perputaran kas adalah sebagai berikut: (Subramanyam. Perputaran Piutang Perputaran piutang adalah periode terikatnya piutang sejak terjadinya piutang sampai piutang tersebut dapat ditagih dalam bentuk uang kas dan akhirnya dapat dibelikan kembali menjadi persediaan dan dijual secara kredit menjadi piutang kembali (Suarnami et al. Perputaran piutang . eceivable turnove. bagi perusahaan sangatlah penting untuk diketahui karena makin tinggi perputaran piutang. maka piutang yang dapat ditagih oleh perusahaan makin banyak. Sehingga akan memperkecil adanya piutang yang tidak tertagih dan memperlancar arus kas. Menurut (Tiong. selain itu. dengan adanya perputaran piutang . eceivable turnove. maka akan dapat diketahui bagaimana kinerja bagian marketing dalam mencari pelanggan yang potensial membeli akan tetapi juga potensial membayar piutangnya. Untuk menghitung perputaran piutang adalah sebagai berikut: (Subramanyam. Perputaran Persediaan Persediaan adalah sejumlah barang jadi. bahan baku. barang dalam proses yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau diproses lebih lanjut. Pengendalian persediaan yang efektif diperlukan untuk memelihara jumlah. jenis dan kualitas barang yang sesuai dan mengatur investasi dalam persediaan (Irman Deni. (Arianti. menyatakan bahwa perputaran persediaan adalah menunjukkan seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal. Semakin cepat perputarannya semakin baik Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 karena dianggap kegiatan penjulan berjalan cepat. Hal ini dinyatakan yang sama oleh (Sufiana & Purnawati. apabila suatu perusahaan mempunyai ratio perputaran persediaan yang lebih rendah dibanding ratio rata-rata industrinya. maka hal ini menunjukkan adanya persediaan yang sudah usang atau persediaan yang terlalu tinggi. Sebaliknya ratio perputaran persediaan yang lebih rendah dibanding rata-rata. memberi indikasi tingkat persediaan tidak cukup. Selain itu. Untuk menghitung perputaran persediaan adalah sebagai berikut: (Subramanyam. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Perputaran Kas terhadap Profitabilitas Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Eka Ayu Rahayu & Joni Susilowibowo . Kadek Agustia Dewi. I Wayan Suwendra. Fridayana Yudiaatmaja . Linda Vania Wijaya & Lauw Tjun Tjun . Rahmat Hidayat & Roni Parlindungan . Rezana Intan Amanda . Amthy Suraya & Lilis Ratnasari . dan Abd. Rauf Wajo . menyatakan bahwa perputaran kas berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukkan kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan. sehingga dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu. Semakin tinggi perputaran kas akan semakin baik. hal ini berarti semakin tinggi efisiensi penggunaan kasnya dan keuntungan yang diperoleh akan semakin besar. Sedangkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Syifa Maulida Fitria & Sri Suartini . tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas karena perkembangan kas yang fluktuatif setiap Misalnya. perusahaan juga menggunakan kasnya untuk pembelian bahan baku. Sehingga mengakibatkan perputaran kas yang tidak menghasilkan keuntungan dalam waktu yang Berdasarkan kesimpulan diatas maka hipotesis yang diajukan sebagai berikut: H1: Perputaran Kas Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas. Pengaruh Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas Perputaran piutang merupakan salah satu bentuk investasi yang dilakukan oleh pihak Apabila perputaran piutang dikelola secara efisien dan efektif oleh perusahaan. saja akan menghasilkan laba atau tingkat profitabilitas yang tinggi bagi perusahaan. Menurut Ela Widasari & Seli Apriyanti . perputaran piutang merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mengelola piutang dan mengukur seberapa cepat tingkat pengembalian piutang. Tingkat perputaran piutang yang tinggi menunjukkan bahwa pengelolaan modal kerja sudah efisien memutarkan komponen piutangnya. sehingga ROA (Return On Asset. menjadi tinggi (AMANDA. Berdasarkan kesimpulan diatas maka hipotesis yang diajukan sebagai berikut: H2: Perputaran Piutang Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas Pengaruh Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas Perputaran persediaan adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak (Wulan et al. Tingkat perputaran persediaan yang tinggi berarti terjadi transaksi penjualan barang yang tinggi Dengan tingkat perputaran persediaan yang tinggi dapat menekan biaya atau risiko yang ditanggung dan menghasilkan volume penjualan yang tinggi. Akibatnya laba yang akan diperoleh perusahaan akan meningkat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Deni. menyatakan bahwa perputaran persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran persediaan akan menunjukkan semakin pendek waktu terikatnya modal dalam persediaan sehingga untuk memenuhi volume penjualan tertentu dalam naiknya Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 perputaran persediaan maka dibutuhkan jumlah modal kerja yang lebih kecil. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Suraya & Ratnasari. perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas karena perputaran persediaan yang lebih rendah dibanding rata-rata. memberi indikasi tingkat persediaan tidak cukup. Berdasarkan kesimpulan diatas maka hipotesis yang diajukan sebagai berikut: H3: Perputaran Persediaan Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas Kerangka Pemikiran Gambar 1. 1 Kerangka Pemikiran Penelitian METODE PENELITIAN Populasi dan Prosedur Penentuan Sample Dalam menyelesaikan penelitian ini. peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari laporan keuangan untuk perusahaan manufaktur sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Data-data tersebut diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia. https://w. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling method. Berdasarkan data perusahaan sektor rokok. makanan dan minuman serta farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai dengan 2020 diperoleh populasi dalam penelitian ini sebanyak 45 perusahaan. Setelah perusahaan-perusahaan tersebut diseleksi kembali sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. maka sampel yang diperoleh sebanyak 41 perusahaan. sebagai berikut: No Nama Perusahaan Sektor Barang Konsumsi Sub-sektor Makanan dan Minuman 1 Akasha Wira International Tbk 2 FKS Food Sejahtera Tbk 3 Tri Banyan Tirta Tbk 4 Bumi Teknokultura Tbk 5 Budi Starch & Sweetener Tbk 6 Wilmar Cahaya Indonesia Tbk 7 Delta Djakarta Tbk 8 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 9 Indofood Sukses Makmur Tbk 10 Multi Bintang Indonesia Tbk Kode Listing ADES AISA ALTO BTEK BUDI CEKA DLTA ICBP INDF MLBI Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A Mayora Indah Tbk Pradisha Aneka Niaga Tbk Nippon Indosari Corpindo Tbk Sekar Bumi Tbk Sekar Laut Tbk Siantar Top Tbk Tunas Baru Lampung Tbk Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk Sub-Sektor Farmasi 19 Darya Varia Laboratoria Tbk 20 Indofarma (Perser. Tbk 21 Kimia Farma (Perser. Tbk 22 Kalbe Farma Tbk 23 Merck Indonesia Tbk 24 Phapros Tbk. 25 Pyridam Farma Tbk 26 Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk 27 Tempo Scan Pasific Tbk Sub-sektor Rokok 28 Gudang Garam Tbk 29 Handjaya Mandala Sampoerna Tbk 30 Indonesian Tobacco Tbk. 31 Wismilak Inti Makmur Tbk Sektor Otomotif 32 Astra International Tbk 33 Astra Otoparts Tbk 34 Garuda Metallindo Tbk 35 Indo Kordsa Tbk 36 Goodyear Indonesia Tbk 37 Gajah Tunggal Tbk 38 Indomobil Sukses International Tbk 39 Indospring Tbk 40 Prima Alloy Steel Universal Tbk 41 Selamat Sempurna Tbk EISSN: 3032-4289 MYOR PSDN ROTI SKBM SKLT STTP TBLA ULTJ DVLA INAF KAEF KLBF MERK PEHA PYFA SIDO TSPC GGRM HMSP ITIC WIIM ASII AUTO BOLT BRAM GDYR GJTL IMAS INDS PRAS SMSM Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel Independen Perputaran Kas Perputaran kas adalah kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan. sehingga dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu. Rumus yang digunakan untuk variabel ini adalah: (Subramanyam. Perputaran Piutang Perputaran piutang adalah periode terikatnya piutang sejak terjadinya piutang sampai piutang tersebut dapat ditagih dalam bentuk uang kas dan akhirnya dapat dibelikan kembali menjadi persediaan dan dijual secara kredit menjadi piutang kembali (Luh Komang Suarnami. I Wayan Suwendra & Wayan Cipta. Rumus yang digunakan untuk variabel ini adalah: (Subramanyam. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 Perputaran Persediaan Perputaran persediaan adalah menunjukkan seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal. Semakin cepat perputarannya semakin baik karena dianggap kegiatan penjulan berjalan cepat (Ririn Arianti & N. Rusnaeni. Rumus yang digunakan untuk variabel ini adalah: (Subramanyam. Variabel Kontrol Firm Size Ukuran perusahaan . irm siz. adalah skala besar kecilnya perusahaan yang dapat diklasifikasi berdasarkan berbagai cara. antara lain dengan ukuran pendapatan. total aset. dan total ekuitas (Antadar Nonitehe Laoli & Vinola Herawaty. Ukuran perusahaan sangat berpengaruh terhadap kualitas laba karena perusahaan yang besar dianggap dapat menghasilkan laba yang tinggi yang dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Rumus yang digunakan untuk variabel ini adalah: Firm Size = LN (Total Asse. (Hanif & Bustaman. Leverage Leverage merupakan penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap. dengan harapan akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetap. keuntungan pemegang saham bertambah dan leverage digunakan untuk menjelaskan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset dan sumber dana untuk memperbesar hasil pengembalian kepada pemiliknya (Pande & Putra. Rumus yang digunakan untuk variabel ini adalah : (Weygandt et al. Variabel Dependen Profitabilitas Profitabilitas merupakan salah satu pengukuran bagi kinerja suatu perusahaan. Profitabilitas adalah ukuran pendapatan operasi untuk penjualan dan pendapatan operasi untuk aset (Subramanyam. Menurut Kieso. Weygandt. & Kimmel . rasio profitabilitas mengukur pendapatan atau keberhasilan operasi perusahaan dalam periode waktu tertentu. Rumus yang digunakan untuk variabel ini adalah: (Weygandt et al. Teknik Pengolahan dan Analisis Data Menurut (Rode & Dewi. statistik deskriptif adalah penyajian data secara numerik. Statistik deskriptif menyajikan ukuranAeukuran numerik yang sangat penting bagi data sampel. Statistik deskriptif juga digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata. maksimal dan standar deviasi dari variabel-variabel yang diteliti. Model Regresi Linier Berganda merupakan sebuah model yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel (Wasilaine et al. Dalam menggunakan model regresi perlu diyakini terlebih dahulu bahwa variabel yang digunakan dalam membangun model memiliki keterkaitan secara teoritis atau dapat diestimasi sebelumnya (Ningsih & Dukalang. Hal ini dikarenakan Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 hubungan antar variabel dalam model regresi merupakan hubungan sebab akibat. Hubungan tersebut dapat diekspresikan dalam bentuk persamaan yang menghubungkan variabel terikat (Y) dengan beberapa variabel bebas (X). Dalam kasus ini peneliti akan melihat hubungan antara variabel-variabelnya. Untuk menentukan hubungan yang berlaku antara pemahaman terhadap Perputaran Kas. Perputaran Piutang. dan Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi. maka analisis statistik yang digunakan adalah persamaan regresi linier berganda dengan model persamaan sebagai berikut: Keterangan: ROA = Profitabilitas = Konstanta 1 = Nilai Koefisien Regresi Perputaran Kas 2 = Nilai Koefisien Regresi Perputaran Piutang 3 = Nilai Koefisien Regresi Perputaran Persediaan CT = Perputaran Kas RT = Perputaran Piutang = Perputaran Persediaan FZ = Ukuran Perusahaan LEV = Leverage = Koefisien Eror HASIL DAN PEMBAHASAN Deskriptif Variabel Peneliti melakukan analisis deskriptif untuk menjelaskan rata-rata setiap variabel dalam penelitian ini berdasarkan perusahaan. subsektor dan sektor industri. dan Tahun. Berikut hasil analisis deskriptif pada penelitian ini Tabel 4. Deskriptif Variabel Profitabilitas Perputaran Kas Perputaran Piutang Perputaran Persediaan Ukuran Perusahaan Leverage Minimum Maximum Sumber: Data diproses. Mean Std. Deviation Berdasarkan Tabel 4. 1 diketahui bahwa tingkat profitabilitas tertinggi dapat mencapat 120. perputaran kas hingga 782. perputaran piutang hingga 73. perputaran persediaan hingga ukuran perusahaan hingga 26. 573 dan leverage hingga 91. Selanjutnya rata- rata rasio tertinggi terdapat pada perputaran kas dan terendah terdapat pada perputaran persediaan. Untuk melihat lebih detail. peneliti melakukan klasifikasi deksriptif sebagaimana tabel di bawah ini Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 Tabel 4. Rata-rata Variabel berdasarkan Perusahaan yang diobservasi Perusahaan Profitabilitas Perputaran Perputaran Kas Piutang Perputaran Persediaan Sektor Barang Konsumsi Sub-sektor Makanan dan Minuman ADES AISA ALTO BTEK BUDI CEKA DLTA ICBP INDF MLBI MYOR PSDN ROTI SKBM SKLT STTP TBLA ULTJ Sub-sektor Farmasi DVLA INAF KAEF KLBF MERK PEHA PYFA SIDO TSPC Sub-sektor Rokok GGRM HMSP ITIC WIIM Sektor Otomotif ASII AUTO BOLT BRAM GDYR GJTL IMAS INDS PRAS SMSM Total Sumber: Data diolah. Ukuran Perusahaan Leverage Tabel 4. 2 menunjukan nilai rata-rata profitabilitas. perputaran kas. perputaran piutang. ukuran perusahaan dan leverage berdasarkan perusahaan yang diobservasi. Dari data di atas diketahui perusahaan dengan nilai profitabilitas terbesar yaitu MLBI . perputaran kas terbesar yaitu CEKA . perputaran piutang terbesar yaitu ITIC . persediaan terbesar yaitu PRAS . Perusahaan dengan nilai aset terbesar yaitu ASII . dan Leverage terbesar yaitu IMAS . Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 MLBI atau PT Multi Bintang Indonesia merupakan perusahaan makanan dan minuman. Perusahaan ini mampu menghasilkan profitabilitas yang besar ditinjau dari nilai ROA yang artinya perusahaan ini mampu menghasilkan laba yang baik dengan nilai aset yang dimilikinya. Selanjutnya. CEKA atau PT Wilmar Cahaya Indonesia yang merupakan produsen minyak nabati dapat menghasilkan perputaran kas yang besar dari penjualannya. ITIC atau PT Indonesian Tobacco menjadi perusahaan rokok dengan nilai perputaran piutang yang besar. Perusahaan ini mampu menghasilkan piutang yang besar melalui penjualan yang dilakukannya. Sementara perusahaan dengan siklus produksi atau persediaan yang paling besar berada di PRAS atau PT Prima Alloy Steel UNVL yang merupakan produsen pelek. stabilizer dan peralatan lainnya yang terbuat dari paduan aluminium. Untuk perusahaan dengan aset paling besar dimilii oleh ASII atau PT Astra Internasional dan perusahaan yang memutarkan operasionalnya dengan komposisi hutang sehingga menghasilkan nilai aset yang besar dimiliki oleh IMAS atau PT Indomobil Sukses Internasional. Peneliti melakukan perbandingan profitabilitas. perputaran kas. perputaran piutang. ukuran perusahaan dan leverage berdasarkan sub sektor dan sektor industri sebagaimana Gambar 4. 1 berikut ini Gambar 4. 1 Rata-rata Variabel berdasarkan subsektor di Industri Barang Konsumsi Sumber: Data diproses. Berdasarkan Gambar 2 diketahui bahwa tingkat profitabilitas di subsektor yang ada di Industri Barang Konsumsi cenderung sama walaupun bila dilihat secara detail diketahui bahwa subsektor industri rokok memiliki tingkat profitabilitas yang paling tinggi dibandingkan dengan subsektor Perusahaan rokok juga menjadi perusahaan dengan tingkat perputaran piutang dan ukuran perusahaan yang paling besar dibandingkan dengan perusahaan di subsektor lainnya. Perusahaan di subsektor makanan dan minuman memiliki tingkat perputaran kas. perputaran persediaan dan leverage yang paling besar. Bila dibandingkan dengan subsektor lain. sektor farmasi cenderung tidak menonjol atau berada di titik tengah. Berikutnya peneliti melakukan perbandingan profitabilitas. perputaran kas. perputaran piutang. perputaran persediaan. ukuran perusahaan dan leverage antara industri bahan konsumsi dan otomotif sebagaimana yang terdapat di Gambar 3 berikut ini. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 Rata-rata Variabel berdasarkan Sektor Industri Gambar 4. 2 Rata-rata Variabel berdasarkan Sektor Industri Barang Konsumsi dan Otomotif Sumber: Data diproses. Gambar 4. 2 menunjukan posisi variabel yang diobservasi berdasarkan jenis sektor industrinya. Berdasarkan Gambar 4. 2 diketahui bahwa sektor industri barang konsumsi memiliki tingkat perputaran kas. perputaran piutang dan leverage yang lebih besar dibandingkan dengan industri otomotif. Namun demikian. industri otomotif memiliki perputaran persediaan dan ukuran perusahaan yang lebih besar dibandingkan dengan industri barang konsumsi. Hasil Analisis Data Penelitian Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif menggunakan Eviews v. 10 dalam mengalisis data untuk menjawab pertanyaan dan hipotesis penelitian. diperoleh hasil sebagai berikut: Uji Normalitas Data Gambar 4. 3 Histogram dan Probabilitas Uji Normalitas Sumber: Data diproses. Berdasarkan Gambar 4. 3 diketahui bahwa bentuk histogram menyerupai bentuk lonceng yang mana menurut Hair et al . bahwa apabila data terdistribusi normal maka akan memiliki bentk histogram seperti lonceng dengan puncak berada di tengah. Namun demikian. untuk memastikan hasil uji normalitas peneliti juga melihat nilai p value dikarenakan pengambilan keputusan melalui gambar histogram cenderung subjektif. Nilai probability pada Gambar 4. 3 menunjukan bahwa nilai 677 atau lebih besar dari 0. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini adalah terdistribusi normal. Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data diproses. Berdasarkan Tabel 4. 3 diketahui bahwa seluruh nilai probabilitas pada setiap pengaruh variabel dependen terhadap nilai residual (ABRESID) adalah > 0. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model terbebas dari gejala heteroskedastisitas. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Uji Multikolinieritas LEV Sumber: Data diproses. LEV Tabel 4. 4 menunjukan bahwa seluruh nilai korelasi antar variabel berada < 0. 8 sehingga dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini terbebas dari gejala multikolinieritas. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 Uji Autokorelasi Tabel 4. Uji Autokorelasi Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diproses. 572348Mean dependent var dependent var 73788Akaike info criterion 02Schwarz criterion 4609Hannan-Quinn criter. 728829Durbin-Watson stat Nilai DW dalam penelitian ini adalah 2. 073 yang berarti 1. U) < 2. 073 (DW) < 2. dU). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini terbebas dari gejala autokorelasi. Hasil Analisis Regresi Data Panel Tabel 4. Hasil Regresi Common effect model (CEM) Sumber: Data diproses. Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 Tabel 4. Hasil Regresi Fixed Effect model (FEM) Sumber: Data diproses. Tabel 4. Hasil Regresi Random Effect Model (REM) Sumber: Data diproses. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 Selanjutnya penelitian ini melakukan uji perbandingan untuk mengetahui model estimasi mana yang terbaik menggunakan uji Chow. Hausman dan LM. Hasil uji perbandingan adalah sebagaimana berikut ini. Tabel 4. Hasil Uji Chow Sumber: Data diproses. Berdasarkan Tabel 4. 9 diketahui bahwa nilai probabilitas Cross-section F uji chow adalah 0. < 0. 05 yang artinya fixed effect model menjadi model yang lebih baik dibandingkan dengan common effect model. Setelah Uji Chow. pengujian lainnya yang harus dilakukan adalah uji Hausman. Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan model estimasi terbaik diantara Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM). Hasil Uji hausman adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Hausman Sumber: Data diproses. Berdasarkan hasil uji hausman menunjukkan nilai signifikansi 0. 000 (Probability < 0. Maka dari itu. dapat disimpulkan bahwa fixed effect model menjadi model yang lebih baik dibandingkan dengan random effect model. Penelitian ini menemukan bahwa hasil regresi data panel dengan fixed effect model menjadi yang paling baik tingkat keakuratannya dibandingkan dengan common effect model dan random effect model. Oleh karena itu. berdasarkan hasil uji ini dapat diputuskan bahwa pengambilai keputusan dalam menjawab hiptesis penelitian dapat menggunakan hasil analisis fixed effect model. Peneliti tidak melakukan uji LM dikarenakan asumsi perbandingan sudah terpenuhi dengan hanya menggunakan uji chow dan hausman. Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 . Uji Simultan F Tabel 4. Hasil Uji F Simultan Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diproses. 572348Mean dependent var dependent var 73788Akaike info criterion 02Schwarz criterion 4609Hannan-Quinn criter. 728829Durbin-Watson stat Pada Tabel 4. 11 diketahui bahwa F hitung sebesar 4. 728 dan nilai probability sebesar 0. Uji F menunjukan hasil yang signifikan dikarenakan F hitung . > F tabel . atau nilai probability . < 0. Hasil ini membuktikan bahwa perputaran kas. perputaran piutang. ukuran perusahaan dan leverage berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap profitabilitas. Uji R Determinan Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Apabila nilai R Squared mendekati 1 maka dapat dikatakan kalau kekuatan model adalah kuat. Tabel 4. 11 menunjukan bahwa nilai R square adalah 0. 572 yang berarti R square tergolong kuat. Uji Hipotesis t Partial Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis t Partial Sumber: Data diproses. Pengaruh Perputaran Kas terhadap Profitabilitas Berdasarkan Tabel 4. 12 diketahui bahwa perputaran kas berpengaruh positif . 0452 <0. 05 dan 154 > 1. terhadap profitabilitas. Koefisien regresi pada hasil analisis adalah 0. 302 atau 30. sehingga apabila terjadi peningkatan perputaran kas maka akan berpengaruh sebesar 30. terhadap profitabilitas. Perputaran kas menjadi indicator kemampuan kas perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. sehingga dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu. Semakin tinggi perputaran kas akan semakin baik. hal ini berarti semakin tinggi efisiensi penggunaan kasnya dan keuntungan yang diperoleh akan semakin besar. Pengaruh Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas Berdasarkan Tabel 4. 12 diketahui bahwa perputaran piutang berpengaruh positif . 0156<0. 425 > 1. terhadap profitabilitas. Koefisien regresi pada hasil analisis adalah 0. 335 atau 5% sehingga apabila terjadi peningkatan perputaran piutang maka akan berpengaruh sebesar Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 17-36 5% terhadap profitabilitas. Adanya pengaruh yang positif berarti bahwa bagian kredit dan penagihan. serta modal kerja yang di tanamkan pada piutang sudah efektif dalam mengelola piutang. Selain itu. piutang sebagai komponen modal kerja pada periode yang tinggi dalam perputaran piutang. sehingga menyebabkan cepat piutang menjadi kas. Tingkat perputaran piutang yang tinggi menunjukkan bahwa pengelolaan modal kerja sudah efisien memutarkan komponen piutangnya. sehingga ROA (Return On Asset. menjadi tinggi (AMANDA. Pengaruh Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas Berdasarkan Tabel 4. 12 diketahui bahwa perputaran persediaan berpengaruh positif . <0. 05 dan 3. 701 > 1. terhadap profitabilitas. Koefisien regresi pada hasil analisis adalah 0. 06% sehingga apabila terjadi peningkatan perputaran persediaan maka akan berpengaruh 06% terhadap profitabilitas. Tingkat perputaran persediaan yang tinggi berarti terjadi transaksi penjualan barang yang tinggi Dengan tingkat perputaran persediaan yang tinggi dapat menekan biaya atau risiko yang ditanggung dan menghasilkan volume penjualan yang tinggi. Akibatnya laba yang akan diperoleh perusahaan akan meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran persediaan akan menunjukkan semakin pendek waktu terikatnya modal dalam persediaan sehingga untuk memenuhi volume penjualan tertentu dalam naiknya perputaran persediaan maka dibutuhkan jumlah modal kerja yang lebih kecil. Peran Variabel Kontrol Dalam Penelitian Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa ukuran perusahaan . 0119 <0. 05 dan 2. 543 > 1. berpengaruh positif dan leverage . 000 <0. 05 dan -5. 0304 > 1. berpengaruh negative terhadap Koefisien regresi ukuran perusahaan adalah 0. 9561 atau 95. 61% sehingga apabila terjadi peningkatan ukuran perusahaan atau jumlah aset maka akan berpengaruh sebesar 95. terhadap profitabilitas. Sementara Leverage memiliki koefisien regresi sebesar -0. 0113 atau - 1. yang berarti apabila terjadi peningkatan leverage maka akan berdampak kepada pengurangan profitabilitas perusahaan sebesar 1. Variabel kontrol yang signifikan mengindikasikan bahwa pengaruh perputaran kas. perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas bisa saja berbeda hasilnya tergantung kepada besarnya ukuran perusahaan dan leverage. KESIMPULAN. IMPLIKASI DAN SARAN Kesimpulan Perusahaan dengan nilai profitabilitas terbesar yaitu Multi Bintang Indonesia. perputaran kas terbesar yaitu Wilmar Cahaya Indonesia. perputaran piutang terbesar yaitu Indonesian Tobacco. perputaran persediaan terbesar yaitu Prima Alloy Steel Universal. Perusahaan dengan nilai aset terbesar yaitu Astra International dan Leverage terbesar yaitu Indomobil Sukses International. Subsektor industri rokok memiliki tingkat profitabilitas yang paling tinggi dibandingkan dengan subsektor lainnya. Perusahaan rokok juga menjadi perusahaan dengan tingkat perputaran piutang dan ukuran perusahaan yang paling besar dibandingkan dengan perusahaan di subsektor lainnya. Perusahaan di subsektor makanan dan minuman memiliki tingkat perputaran kas. perputaran persediaan dan leverage yang paling besar. Bila dibandingkan dengan subsektor lain. sektor farmasi cenderung tidak menonjol atau berada di titik tengah. Sektor industri barang konsumsi memiliki tingkat profitabilitas. perputaran kas. piutang dan leverage yang lebih besar dibandingkan dengan industri otomotif. Namun industri otomotif memiliki perputaran persediaan dan ukuran perusahaan yang lebih besar dibandingkan dengan industri barang konsumsi. Perputaran kas berpengaruh positif terhadap profitabilitas Perputaran piutang berpengaruh positif terhadap profitabilitas Perputaran persediaan berpengaruh positif terhadap profitabilitas Susilowati & Sparta. Pengaruh Perputaran Kas A EISSN: 3032-4289 Pengaruh perputaran kas. perputaran piutang. perputaran persediaan terhadap profitabilitas bisa saja berbeda dalam implementasinya tergantung kepada ukuran perusahaan dan tingkat leveragenya. Keterbatasan Penelitian ini tidak terlepas dari berbagai macam kekurangan sehingga perlu penyempurnaan di waktu yang akan datang agar mendapatkan hasil dan temuan yang lebih akurat. Batasan penelitian yang ada dalam penelitian yaitu bahwa penelitian ini memfokuskan diri terhadap 3 sektor industri barang konsumsi dan otomotif. Hal ini menyebabkan pembahasan penelitian menjadi terbatas hanya kepada sektor yang diobservasi. Hasil mungkin berbeda bila diterapkan di sektor yang Saran Dengan adanya keterbatasan pada penelitian ini. diharapkan penelitian berikutnya dapat menambahkan jumlah sampel yang lebih luas agar bisa mendapatkan hasil penelitian yang lebih luas lagi sehingga mampu diaplikasikan di semua sektor industri. DAFTAR PUSTAKA