CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 Platform Media Sosial TikTok dalam Mempengaruhi Partisipasi Politik pada Pemilih Pemula di SMA Swasta Nasrani 2 Medan Fatimah Az-Zahra1. Hizkia Roland Prawyra Sitorus2. Jacklyn Alona Br. Bangun3. Triya Anggraini4. Bayu Ardiansyah5. Desriani Ronay Fiona Purba6 Email: fatimahazzahraa2002@gmail. com1, hizkiarolandprawyrasitorus@gmail. jacklynalona24@gmail. com3, triyaanggraini841@gmail. bayuardiansyahputra7@gmail. com5, desrianironayfiona@gmail. Abstrak Perkembangan teknologi sangat berkembang dengan pesat terutama pada teknologi informasi media sosial. Pengguna media sosial juga terbilang sangat ramai khususnya aplikasi Tiktok. Media sosial ini telah banyak digunakan oleh generasi z dan juga partai politik. Beberapa partai politik menggunakan aplikasi Tiktok untuk melakukan kampanye politik. Dilakukannya penelitian ini untuk melihat pengaruh aplikasi Tiktok dalam partisipasi politik pemilih Pemula. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional yang dilakukan di SMA Swasta Nasrani 2 Medan. Besar sampel adalah 30 orang remaja atau pemilih pemula di kelas XII pada 1 kelas tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini mendapati sebanyak 53% responden sangat setuju dengan menggunakan platform media sosial TikTok dalam mendapatkan informasi mengenai isu-isu politik. TikTok berperan aktif dalam mempengaruhi partisipasi politik pada pemilih pemula sangat tinggi. Pada hasil persentase diagram menunjukkan 50% responden yang memilih sangat efektif platform media sosial TikTok dalam mempengaruhi partisipasi politik mereka dalam pemilu 2024. Kata Kunci: Informasi Politik. Literasi Digital. Partisipasi Politik. Pemilih Pemula. Platform TikTok. Abstract Technological developments are growing very rapidly, especially in social media information Social media users are also very busy, especially the Tiktok application. This social media has been widely used by generation Z and also political parties. Several political parties use the Tiktok application to conduct political campaigns. This research was carried out to see the influence of the Tiktok application on the political participation of beginner voters. This type of research is quantitative observational which was carried out at the Private Christian High School 2 Medan. The sample size is 30 teenagers or beginner voters in class XII in 1 class for the 2024/2025 academic year. This research found that 53% of respondents strongly agreed with using the TikTok social media platform to get information about political issues. TikTok plays an active role in influencing political participation among first-time voters. The percentage diagram results show that 50% of respondents voted that the social media platform TikTok was very effective in influencing their political participation in the 2024 election. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 Keywords: Political Information. Digital Literacy. Political Participation. New Voters. TikTok Platform. Pendahuluan Keputusan-keputusan yang diambil pada tahun 2024 di Indonesia akan menjadi momen penting bagi generasi muda, khususnya pemilih pemula, untuk menggunakan hak pilihnya. Sesuai informasi KPU, ada sekitar 60 juta pemilih pemula yang akan tertarik pada keputusan 2024. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya untuk menjangkau dan melibatkan pemilih pemula dalam proses pemilihan. Generasi muda saat ini memiliki karakteristik yang beragam jika dibandingkan dengan era masa lalu. Mereka lebih terbuka terhadap inovasi dan media sosial. Oleh karena itu, berbagai strategi diperlukan untuk menjangkau dan melibatkan mereka dalam persiapan pemilu (Ode Mudiani, 2. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal partisipasi politik. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi. Media sosial akhir-akhir ini banyak dipakai oleh para politisi-politisi di Indonesia untuk berkampanye dalam menggaet hati rakyat, khususnya bagi para generasi muda atau pemilih pemula. Di antara berbagai platform media sosial yang ada. TikTok menjadi salah satu yang paling populer, terutama di kalangan generasi muda (Oktarina et al. Aplikasi berbasis video singkat ini memungkinkan penggunanya untuk mengunggah, menonton, dan berinteraksi dengan berbagai konten, termasuk konten yang bersifat. Politikus perlu menggunakan TikTok hampir secara eksklusif untuk kepentingan politik, menampilkan kehidupan pribadi dan meningkatkan persona politik mereka tanpa adanya niat yang disengaja atau partisipatif. Dengan kehadiran tiktok ini, para politisi melakukan berbagai kreasi dan ide untuk membuat suatu video atau konten yang kiranya dapat menarik perhatian daripada pemilih pemula untuk dapat bersama-sama dengan mereka dan berdiri pada barisan partai mereka masing-masing di pemilihan umum (Alifya et al. , 2. Perkembangan teknologi dan media sosial di Indonesia juga begitu bergerak dengan sangat cepat, salah satunya ialah aplikasi media sosial Tiktok. TikTok telah menjadi keajaiban global dengan jutaan pengguna dinamis setiap hari. Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga sebagai panggung untuk pengajaran, kampanye sosial, dan perdagangan. Banyak influencer dan pembuat konten lahir dari JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 TikTok, serta berbagai pola viral dan meme yang berasal dari aplikasi ini. Pada Januari 2024, jumlah klien TikTok di Indonesia mencapai 126,83 juta, meningkat 19,1% dibandingkan tiga bulan terakhir. Indonesia merupakan negara dengan pengguna TikTok terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Pengguna aplikasi Tiktok paling banyak ialah dengan rata-rata usia 18-24 tahun dengan jumlah kunjungan berdasarkan bulan September lalu mencapai pada 102,2 juta kunjungan dengan jumlah persentase 4,12%. Ini menandakan bahwa pemilih pemula cenderung menggunakan aplikasi media sosial Tiktok (Rizaty, 2. Pemilih pemula, yakni individu yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, merupakan kelompok yang sangat dipengaruhi oleh informasi yang mereka peroleh melalui media sosial. Pada masa ini, mereka mulai membentuk pandangan politik dan menunjukkan minat terhadap berbagai isu sosial dan politik. Dengan hadirnya aplikasi media sosial TikTok ini memberikan dampak yang sangat baik bagi para politisi untuk efesiensi waktu dalam mengkampanyekan dari setiap partai, calon yang diusung dan lainnya. Tak jarang ditemukan belakangan ini untuk para partai politik menggunakan media sosial Tiktok untuk dapat menjangkau para pemilih pemula untuk mempengaruhi pandangan politik mereka. Dengan pendekatan yang kreatif dan interaktif. TikTok menjadi salah satu platform yang sering diakses oleh pemilih pemula untuk mendapatkan informasi, termasuk terkait isu-isu politik (Kamindang et al. , 2. Penelitian ini berfokus pada pengaruh TikTok terhadap partisipasi politik pemilih pemula di SMA Swasta Nasrani 2 Medan. Pemilih pemula di lingkungan sekolah ini merupakan kelompok yang menarik untuk diteliti karena mereka berada pada fase awal keterlibatan dalam proses politik formal, dan TikTok sering digunakan sebagai salah satu sarana utama mereka untuk memperoleh informasi politik. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana TikTok mempengaruhi tingkat kesadaran politik, minat, dan keterlibatan mereka dalam isu-isu politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana TikTok mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula di SMA Swasta Nasrani 2 Medan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi jenis konten politik yang paling menarik bagi mereka serta tantangan yang mungkin muncul, seperti misinformasi atau penyebaran hoaks, yang dapat mempengaruhi persepsi politik pemilih pemula. Metodologi Penelitian JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Responden penelitian ini yaitu siswa/I kelas XII SMA Swasta Nasrani 2 Medan. Langkah-langkah penelitian ini yaitu . Mengambil sampel penelitian secara acak sebanyak 30 sampel, . Menyebarkan teks angket kepada semua responden yang telah ditetapkan, . Mengumpulkan dokumentasi-dokumentasi data yang diperlukan dalam penelitian ini. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa besar media sosial Tiktok dalam mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula. Hasil dan Pembahasan Era digitalisasi telah membuat masyarakat bergantungan dengan teknologi internet, khususnya pada generasi muda atau yang sering disebut Gen Z dalam penggunaan media sosial terutama platform tiktok. Generasi muda zaman sekarang sangat bergantung dengan gadget dan selalu berada di tangan hampir 24 jam. Mereka sangat asik menggunakan media sosial sampai lupa waktu. Terlebih lagi pada perkembangan teknologi internet saat ini sangat mudah mengakses penggunaan media sosial tiktok dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan smartphone. Fenomena ini membuat siapa saja dapat mengakses informasi dengan cepat melalui media sosial mengenai isu-isu politik (Putri, 2. Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa remaja usia 13-17 tahun menduduki peringkat ketiga sebagai pengguna TikTok di Indonesia pada tahun 2024, pada usia ini mereka tergolong orang yang baru memilih atau disebut juga pemilih pemula. Media sosial tiktok menjadi alat bagi para pemilih pemula untuk mempermudah dalam mendapatkan informasi dengan cepat. Pemilih pemula juga dapat memanfaatkan media sosial tiktok dalam berinteraksi sosial di berbagai bidang seperti musik, tarian, komedi. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 atau bahkan membahas isu-isu sosial politik yang penting bagi mereka (Zahrotun Nahla et al. , 2. Gambar 1. Persentase Penggunaan Platform Tiktok Dalam Mendapatkan Informasi Politik Pada Siswa/I Kelas XII SMA Nasrani 2 Medan Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Pada penelitian ini ingin melihat bagaimana persepsi pemilih pemula terhadap penggunaan media sosial untuk perantara mencari informasi pada pemilu 2024. Berdasarkan diagram diatas menunjukkan presentase penggunaan Platform TikTok sebagai alat untuk mendapatkan informasi mengenai isu-isu politik yang sedang Pada diagram tersebut menunjukkan sebanyak 53% responden memilih sangat setuju dan jumlah rsponden yang memilih tidak setuju yaitu sebesar 16% saja (Gambar Berdasarkan hasil tersebut penggunaan media sosial TikTok sebagai sarana informasi mengenai politik sangat efektif dikarenakan mudah diperoleh dan banyak digunakan oleh pelaku polotik, sehingga informasi terkait caleg dan lainnya tentu akan mudah juga diperoleh. Platform TikTok terbukti sangat efektif dalam menyebarkan informasi terkait isu-isu politik pada kalangan pemilih pemula. Adanya video singkat yang berdurasi 1 sampai 3 menit yang kreatif, informatif, dan menghibur, video ini berhasil memikat jutaan pengguna, yang dapat memberikan mereka informasi penting mengenai pendaftaran pemilih, prosedur pemungutan suara, platform partai dan kandidat, serta isu-isu politik terkini (Suparna, 2. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 Gambar 2. Persentase Efektifitas Penggunaan Platform TikTok Dalam Mempengaruhi Partisipasi Politik Pada Siswa/I Kelas XII SMA Nasrani 2 Medan Sangat Efektif 13% 7% Efektif Cukup Efektif Kurang Efektif Tidak Efektif Berdasarkan diagram presentasa diatas dapat dilihat bahwa presentase keefektivitas dalam menggunakan aplikasi TikTok dalam mempengaruhi partisipasi politik pada pemilih pemula sangat tinggi. Pada diagram diatas menunjukkan 50% responden yang memilih platform media sosial TikTok sangat efektif digunakan dalam mempengaruhi partisipasi politik mereka dan hanya 7% responden yang memilih sangat tidak efektif pengunaan platform media sosial TikTok dalam mempengaruhi partisipasi politik. Partisipasi politik pada siswa/i kelas XII SMA Nasrani 2 Medan sangat dipengaruhi oleh video singkat melalui platform media sosial TikTok. Dalam keterlibatan pemilih dan partisipasi politik pada platform media sosial seperti TikTok berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk menjangkau dan memobilisasi beragam penguna, termasuk pemilih pemula. Penggunaan platform TikTok bukan hanya sebatas dijadikan media untuk berkomunikasi secara umum saja, tetapi di zaman serba digital seperti sekarang sudah merambat ke dalam dunia politik, khususnya pada pemilu. Hampir semua kalangan menggunakan aplikasi TikTok termasuk para politisasi. Para pelaku politik menyebarkan informasi-informasi tentang pemilu menggunakan media sosial TikTok pada khalayak, sehingga dapat memotivasi para pemilih pemula dalam mengikuti Berikut ini merupakan bagian-bagian apa saja yang dapat dimanfaatkan dari platform TikTok sebagai alat untuk mendapatkan info mengenai pemilu, yang dapat JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 diukur melalui: . Berita tentang pemilu, . Media informasi mengenai pemilu . Hal-hal yang harus diketahui dari pemilu (Ratnamulyani. Beddy, 2. Gambar 3. Media Sosial Tiktok Digunakan Sebagai Sarana Kampaye Online Menurut Siswa/I Kelas XII SMA Nasrani 2 Medan Sangat Efektif Efektif Cukup Efektif Kurang Efektif Tidak Efektif Untuk mengetahui pandangan dikalangan siswa/i kelas XII SMA Nasrani 2 Medan mengenai keberhasilan dilakukannya kampanye online dengan menggunakan media sosial TikTok dapat ditunjukkan dengan sebanyak 51% responden memilih sangat efektif apabila kampanye online pemilu dengan memanfaatkan media sosial, dan 5% mengatakan tidak efektif. Berdasarkan data tersebut menunjukan, pemilih pemula dikalangan siswa/i kelas XII SMA Nasrani 2 Medan menyampaikan kampanye akan lebih efektif melalui media sosial jika dibandingkan kampanye offline, hal ini dapat dipahami karena sesuai dengan karakteristik anak muda. Untuk menarik perhatian dengan mudah mendapatkan informasi dalam mengakses akun media sosial TikTok yang mereka miliki, kapan dan dimana saja. Platform TikTok terhadap partisipasi politik melalui kampanye online memiliki efek yang cukup kuat. TikTok dapat dijadikan sebagai alat yang bermanfaat apabila digunakan secara strategis untuk mobilisasi dan kampanye pendidikan politik. Dalam meningkatkan partisipasi politik siswa sebagai pemilih pemula, perlu diadakannya pendekatan yang lebih luas dengan menggabungkan pendidikan politik formal, kampanye membentuk kesadaran berpartisipasi dalam pemilu, serta membentuk komunitas yang dapat mendukung interaksi politik dan keikutsertaan. Selain itu, diperlukannya penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki aspek yang diperlukan untuk JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2025 mempengaruhi partisipasi politik siswa. Dapat ditelaah bagian dari tahapan media sosial lainnya, serta bagaimana berbagai variabel sosial, sosial, dan individu yang terkait mempengaruhi dukungan politik, akan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan memberdayakan peningkatan pendekatan yang lebih baik untuk memperluas keterlibatan politik di kalangan generasi muda (Sari et al. , 2. Simpulan Sebanyak 53% responden setuju dengan menggunakan platform media sosial TikTok dalam mendapatkan informasi mengenai isu-isu politik. TikTok berperan aktif dalam mempengaruhi partisipasi politik pada pemilih pemula sangat tinggi. Pada hasil persentase diagram menunjukkan 50% responden yang memilih sangat efektif platform media sosial TikTok dalam mempengaruhi partisipasi politik mereka. Keberhasilan kampanye online melalui media sosial TikTok dapat ditampilkan sebanyak 51% responden melilih sangat efektif jika kampanye online dilakukan dengan menggunakan media sosial. Maka dari itu simpulan yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah bahwa platform memiliki peran yang sangat signifikan dalam mempengaruhi partisipasi politik pada siswa/I kelas XII SMA Nasrani 2 Medan. Dengan adanya kampanye online di platform TikTok di lakukan oleh para pelaku politik membuat para pemilih pemula lebih tertarik dalam mengikuti kampanye pemilu. Referensi