BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 8 No. 1 MARET 2023 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Makna Media Kampanye Bagi Pemilih Pasangan Mahyeldi Dan Audy Joinaldy Pada Pilkada Sumatera Barat Tahun 2020 Muhamad Ilham. Rosta Minawati. Febri Yulika. Penciptaan dan Pengkajian Seni. Pengkajian Seni DKV. Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang Jalan Baher Johan Kel. Guguk Malintang Kec. Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat,27118. Email : muhamadilhamok1@gmail. rostaminawati@yahoo. febriyulika@isi-padangpanjang. ABSTRACT The research is entitled " The Meaning of Campaign Media for Voters of the Mahyeldi and Audy Joinaldy Couple in the 2020 West Sumatra Regional Election". The aims of this study was to analyze the campaign media for the couple Mahyeldi and Audy Joinaldy in the 2020 West Sumatra regional election. The research method used was qualitative Data were collected through observation, interviews, documentation and literature study. Data were analyzed using analysis of visual communication design theory. SWOT and Roland Barthes' semiotic theory. The results of this study indicate that: first, the campaign media became one of the determining factors in efforts to get the most votes, especially in communicating messages and strengthening personal branding to voters. The existence of a special logo (MA) on the campaign media as personal branding for the two pairs of candidates is the main attraction in the campaign process carried out. The MA (Mahyeldy Aud. logo always appears in every published campaign media such as banners, billboards, banners and other campaign media. Second, there are forms of main media and supporting media, which are interrelated and consistent with the forms of campaign media used. The main media, such as logos, have a unique, simple, simple, elegant. Minangkabau identity, and attract attention, while supporting media such as billboards, banners, banners are consistent with each other, uniformity, unique in terms of figures or photos, tagines, logo icons, typography, and so on. C olor. The meaning of the media is in terms of several views including political communication, political anthropology, political sociology and others. Keywords: branding, campaign media, election, roland barthes, semiotics ABSTRAK Penelitian ini tentangAuMakna Media Kampanye Bagi Pemilih Pasangan Mahyeldi Dan Audy Joinaldy Pada Pilkada Sumatera Barat Tahun 2020Ay. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis media kampanye pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy pada pilkada Sumatera Barat tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan analisis teori desain komunikasi visual. SWOT dan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. pertama, media kampanye menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya mendapatkan raihan suara terbanyak, terutama dalam mengkomunikasikan pesan dan tujuan personal branding kepada para pemilih. Adanya logo khusus (MA) pada media kampanye sebagai personal branding kedua pasang calon menjadi daya tarik tersendiri dalam proses kampanye yang dilakukan. Logo MA (Mahyeldy Aud. selalu muncul dalam setiap media kampanye yang dipublikasikan seperti spanduk, baliho, umbul-umbul dan media kampanye lainnya. Kedua, terdapatnya bentuk media utama dan media pendukung, saling berkaitan serta konsisten bentuk media kampanye yang Media utama seperti logo, adanya keunikan simple, sederhana, elegant, identitas minangkabau, serta menarik perhatian sedangkan media pendukung seperti baliho, umbul-umbul, spanduk saling konsisten, keseragaman, unik dari segi figure atau foto, tagine, ikon logo, tipografi, dan warna. Makna media terdapat dari segi beberapa pandangan diantaranya komunikasi politik, antropologi politik, sosiologi politik dan lainnya. Kata Kunci: Branding. Media Kampanye. Pilkada. Roland Barthes. Semiotika BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 8 No. 1 MARET 2023 Pendahuluan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat menetapkan empat kandidat pasangan calon dalam pemilihan gubernur Sumatera Barat tahun 2020 yang lalu. Keempat kandidat pasangan calon tersebut yakni Mulyadi dan Ali Mukhni dengan nomor urut Au1Ay . iusung Partai Demokrat dan PAN). Nasrul Abit dan Indra Catri dengan nomor urut Au2Ay . iusung Partai Gerindr. Fakhrizal dan Genius Umar dengan nomor urut Au3Ay . iusung Partai Golkar. Partai Nasdem dan PKB). Mahyeldi dan Audy Joinaldy dengan nomor urut Au4Ay . iusung PKS dan . Setelah dilakukan pemungutan suara pada tanggal 09 Desember 2020, maka berdasarkan hasil rekapitulasi suara di 19 kabupaten/kota sebagaimana yang dirilis KPU Sumatera Barat menetapkan pasangan nomor urut 04. Mahyeldi dan Audy Joinaldy memperoleh suara terbanyak dengan perolehan 853 suara atau 32,43 persen. Sementara itu, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang lainnya secara berturut-turut adalah Nasrul Abit dan Indra Catri sebanyak 679. 069 suara atau 30,3 persen. Mulyadi dan Ali Mukhni sebanyak 614. 477 suara atau 27,43 persen dan pasangan Fakhrizal dan Genius Umar 893 suara atau 9,86 persen (SK KPU Sumatera Barat. Kesuksesan pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy dalam memenangkan pilkada Sumatera Barat pada tahun 2020 dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor atribut dan media kampanye yang berperan dalam menyampaikan pesan kepada konstituen dalam bentuk visual yang pada akahirnya dapat memikat para pemilih. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap media kampanye keempat kandidat pasangan calon, penulis menemukan bahwa pasangan calon nomor urut 04. Mahyeldi dan Audy Joinaldy memiliki personal branding berupa logo khas . ogo MA) yang tidak dimiliki oleh pasangan calon lainnya selama masa kampanye. Adanya personal branding berupa logo MA (Mahyeldi dan Aud. selalu konsisten muncul dalam setiap media kampanye pasangan calon, baik spanduk, baliho, umbul-umbul dan lainnya. Bahkan selama masa kampanye, pasangan calon Mahyeldi dan Audy Joinaldy juga selalu menampilkan diri yang sesuai dengan tamopilan mereka pada media kampanye yang dipublikasikan, sehingga memberikan daya tarik bagi konstituen untuk selalu mengingat mereka. Logo MA (Mahyeldi dan Aud. memiliki komponen warna kuning dan hijau, berbentuk ikon rumah gadang, tampilannya sederhana dan unik. ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Personal Branding adalah strategi untuk membentuk citra diri sendiri sehingga masyarakat atau orang lain dapat menilainya dari prestasi dan pencapaian yang dimiliki. Media kampanye sebagai salah satu brand utama . ogo MA) yang digunakan juga memiliki makna yang tersembunyi, lewat hubungan antara tanda (Sig. , penanda (Signifie. dan petanda (Signifie. Untuk mengetahui makna yang tersembunyi dari media kampanye tersebut dapat dilakukan dengan melihat adanya konsisten media yang digunakan seperti layout/tata letak, warna, tipografi, foto, dan lainnya. Sebuah logo diciptakan sebagai identitas agar unik kompetitor/pesaing. Logo memiliki prinsip yakni simplicity, originality, versatility, scalability, balance, proportion, dan timelessness . Logo MA yang sederhana, memiliki khas Minangkabau, dengan bentuk rumah gadang atau rumah kaum yang kemiripan dengan rangkiang, memiliki makna tersirat, mewujudkan tradisional serta warna yang telihat dua jenis yakni kuning dan hijau. Media kampanye pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy pada pilkada Sumatera Barat tahun 2020 menjadi salah satu objek kajian yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut karena media kampanye Mahyeldi dan Audy memiliki warna sederhana, tipografi, bentuk khas Minangkabau, representasi prolehan suara terbanyak, keunikan dari segi bentuk media kampanye, konsisten dalam tata letak/layout media digunakan, maka media utamanya seperti logo, iklan dan media pendukung seperti baliho, umbul-umbul, spanduk. Memiliki makna tersirat di dalam media tersebut sesuai teori desain dan teori semiotika. Hal ini menghadirkan struktur, makna visual serta slogan pada media kampanye dalam pilkada Sumatera Barat tahun 2020 yang lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan dan menganalisis makna Media Kampanye bagi pemilih Pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy Pada Pilkada Sumatera Barat Tahun Konsep yang digunakan di dalam penulisan ini adalah yang berkait dengan tema penelitian, yaitu tentang . Semiotika-Makna. Media Kampanye. Warna. Tipografi. Identitas Visual-Brand. Pembahasan Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan model penjabaran yang deskriptif. Bertujuan untuk mendapatkan suatu gambaran mengenai pokok bahasan yang ditekankan pada kualitas dan kedalaman Proses penelitian berdasarkan temuan langsung dan sumber data yang akurat. Penelitian kualitatif BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 8 No. 1 MARET 2023 adalah kegiatan penelitian dengan menyajikan aspekaspek penting dan bisa dipercaya melalui metode penelitian yang dilakukannya. Dengan demikian, data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif sejak awal merupakan data kualitatif dan naratif, yaitu data menyangkut dengan situasi yang mendetail atas kasus yang sedang diteliti. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang diuraikan satu persatu. Teknik metode ini pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2005 : . Tabel 1. Kesimpulan Analisis Teori Desain Komunikasi Visual dari Teori Semiotika Roland Barthes ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Sumatera Barat yakni gotong royong. Dalam elemen desain terdapat elemen-elemen desain bentuk latar belakang yang menyimbolkan khas Masjid Raya Sumatera Barat salah satu agamis, adanya rumah gadang selaku tokoh adat dan asal Minangkabau. Dunia media, dengan teori desain atau penglihatan lansung dari bentuk warna memiliki peran penting untuk memperindah penglihatan. Melalui warna yang tepat, perwajahan media bisa menarik minat konsumen media untuk membacanya. Hal ini bisa terjadi karena warna secara emosional bisa memberikan suasana, dan memengaruhi keceriaan bentuk kampanye media. Meskipun warna cukup dominan dalam memengaruhi keindahan perwajahan dan tata letak media yang digunakan. Tata perwajahan yang menarik, bila tidak tepat memanfaatkan warna malah bisa membuat pembaca menjauh bahkan melewati saja. Maka pemilihan partisipatif untuk Pemilu Demokratis. Integritas penyelenggara dan proses penyelenggaraan Pemilu adalah prasyarat penting dalam Pemilu, agar hasil dari pelaksanaan pemilu mendapat legitimasi secara konstitusional dari seluruh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat mencatat tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Sumbar tahun 2020 ini hanya 61,68 persen atau jauh dari target yang ditetapkan KPU RI yakni 77,5 persen. Meski begitu jika dibandingkan dengan patisipasi Pilkada Sumbar tahun 2015 lalu, angka tersebut bisa dikatakan lebih baik. (Sumber PPID KPU Sumba. DPT Sumbar untuk pilkada tahun 2020 ini yakni 429 pemilih, dengan pembagian 825 pemilih laki-laki dan 1. pemilih perempuan. KPU juga menetapkan sebanyak 548 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar 158 kelurahan/desa di Provinsi Sumbar (Sumber PPID Prov. Sumba. Menurut dan pandangan Badan Pengawas Pemilu disebut Bawaslu adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Pemilihan Umum. Yang terdiri dari diantaranya: Pertama Bawaslu Provinsi adalah badan yang mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang tentang Pemilihan Umum. Kedua Bawaslu Kabupaten/Kota adalah badan yang mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Pemilihan Umum. Peserta Pemilu adalah Partai Politik untuk Pemilu anggota DPR, anggota DPRD provinsi, anggota DPRD Dalam analisis ini terdapat tipografi merupakan suatu teknik memilih dan menata huruf untuk menciptakan sebuah kesan yang memberikan dampak estetis bagi yang melihatnya. Tipografi atau font nama pasangan MA Mahyeldi dan Audy berwarna hitam. Memiliki komponen warna kuning dan hijau, objek menyatu antara M dengan A, berbentuk ikon rumah gadang, masjid, slogan Basamo Mambangun Sumbar Madani serta tagar #MilenialManang Istilah slogan tersebut diambil dari ciri khas masyarakat BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 8 No. 1 MARET 2023 kabupaten/kota, perseorangan untuk Pemilu anggota DPD, dan Pasangan Calon yang diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Partisipasi pemilih menjadi kunci terjawabnya demokrasi dapat dibuktikan hampir semua kegiatan membutuhkan partisipasi, kalau kita setuju bahwa demokrasi tanpa partisipasi adalah manipulasi terhadap demokrasi, hal ini pernah terjadi pada masa Indonesia menerapkan pemerintah gaya orde baru, karena dengan partisipasi akan terbentuk demokrasi, dapat ditarik suatu konklusi, bahwa antara demokrasi dan partisipasi merupakan dua dasar dengan nilai intitas yang sama, konsep demokrasi tumbuh melalui partisipasi, asumsi dasar kita bahwa demokrasi berasal dari partisipasi. Temuan hasil wawancara bersama saudara Rimbun pemilih pemula aktif mengunakan media sosial serta menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama dari pasangan calon pilgub . awancara Rimbun, 2. Pemilih pemula cenderung memilih pasangan yang aktif memberikan informasi lewat media sosial kepada masyarakat pada waktu itu masa pandemik covid-19 di rumah saja maka mengkampanyekan melalui media sosial iklan televisi, radio, facebook, instagram dan lainnya. Menurut Husni . awancara, 2. media dan politik sulit untuk dipisahkan media sosial telah memainkan peran penting dalam kampanye politik Pemilu 2020 lalu. Temuan Annisa . awancara, 2. yang melihat Facebook. Instagram. Website digunakan sebagai tempat kampanye menunjukan khalayak memiliki respon yang cepat meski ada respon positif dan negatif. Respon positif dan negatif tersebut membentuk relasi kekuatan politik yang mampu mempengaruhi setiap orang di lingkungan perbincangan mengenai topik tertentu untuk mengambil sikap mendukung ataupun melakukan bullying terhadap opinion leader (Annisa. Artinnya bawah dari serangkaian temuan penelitian terdahulu menemukan media sosial telah menjadi sarana dan alat untuk melakukan partsipasi politik, media sosial digunakan calon atau kandidat untuk kepentingan kampanye dan digunakan oleh pemilih untuk melihat kandidat dalam proses penentuan pilihan. Temuan penelitian ini, memperkuat media sosial serta memiliki peran dalam mempengaruhi pemilih pemula . nak muda atau Sistem kampanye sendiri pada umumnya dilakukan dengan berbagai macam cara, baik dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya, atau melalui media pendukung kampanye yang saat ini sangatlah banyak diantaranya media lini atas, media baru, namun ada beberapa metode kampanye yang dapat diterapkan ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 untuk saat ini, sebagai mana dipaparkan dalam Undang- Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2012 dalam pasal 77 antara lain: dapat melalui pertemuan terbatas, pertemuan langsung secara tatap muka, penyebaran media kampanye kepada khalayak, pemasangan alat peraga kampanye baik cetak maupun elektronik, diskusi dan rapat umum serta berbagai macam kegiatan sosialisasi lain yang tentunya tidak melanggar kampanye pemilu dan ketentuan secara peraturan perundang-undangan. Sistem politik yang lebih demokratis telah memacu partai politik untuk terus lebih kreatif dalam merangkul suara pemilih, partai politik diharuskan meraih hati masyarakat untuk mendapat kemenangan. Hal tersebut telah memacu partai politik dan kandidatnya untuk melakukan berbagai usaha dalam mengkampanyekan dirinya melalui iklan yang kemudian dipoles sedemikian rupa agar dapat mudah dikenali oleh masyarakat, baik dalam bentuk slogan, visi dan misi, atau desain poster Selain daripada itu moment atau hari penting tak luput menjadi media kampanye partai atau tokoh untuk menyampaikan pesan dengan latar belakang kepentingan politik, demikian contoh kecil dan gambaran mengenai wajah perpolitikan nasional jika dilihat dari dinamika persaingannya. Menggunakan sistem yang semakin terbuka membuatnya semakin kompetitif sehingga hal tersebut menjadikan partai politik dan kandidatnya melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan suara dan dukungan politik agar dapat lolos. Gambar 1. Media Kampanye media Bilboard dengan 4 pasangan calon (Sumber : Dokumentasi. Muhamad Ilham. Juni 2. Masih ada ditemukan politik uang (Money Politic. , bebrapa calon kepala daerah berserta tim suksesnya (Tim Kampany. harus menguasai benar kondisi di lapangan. Pertimbangan hati-hati ini dilakuakan oleh para calon agar uang yang tersedia diberikan kepada orang yang tepat sasarannya. Kalau penggunaan uang tidak hati-hati bukan hanya salah sasaran berakibat uang hilang percuma saja, tetapi sangat berisiko apabila informasi jatuh kepada mereka BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 8 No. 1 MARET 2023 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 uangAy, baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan bukan lagi rakyat mayoritas. Di tengah gelombang demokratisasi yang gencar belakangan ini, maraknya Money Politics bisa mempermudah masuknya penetrasi politik melalui uang. yang tidak dapat dipercaya, dalam pemberian uang kepada pemilih dalam membeli suara calon pemilih. Apabila uang jatuh kepada kelompok yang tidak dapat dipecaya, maka boleh jadi akan menjadi bumerang apabila kelak terpilih dengan suara terbanyak akan mendapat perlawanan dari kelompok yang kalah. Pemilhan tersebut, maka hal tersebut adalah sebuah hal yang tidak sesuai dengan aturan yang ada, yaitu adanya sebuah azas yang disebut JURDIL (Jujur dan Adi. Masalah ini ada beberapa perdebatan mengenai azas ini pada awal akan dimasukkan azas ini dalam azas Pemilu pada awal Pemilu di Indonesia, antara lain: Perlunya atau tidak azas jurdil ini dimasukan dalam perundang undangan sebagai azas resmi di samping azas LUBER. Dalam pelaksanaan Pemilu perlu ditampakan bahwa azas jurdil ini merupakan sesuatu yang benar-benar Melihat pengertian azas Jurdil ini disatu pihak dan azas Luber pihak lain, keduanya memiliki pengertian yang berbeda, namun sangat erat kaitannya. Dalam pembahasan ini maka sewajarnyalah sebuah Pemilu harus menggunakan azas JURDIL dan LUBER, guna terciptanya sebuah demokrasi serta pesta demokrasi yang sehat dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pilkada yang ada maupun pemilu secara umum maka azas ini (JURDIL serta LUBER) hanyalah sebuah slogan belaka, karena pada dasarnya Money Politics merupakan sebuah sistem yang tidak akan pernah hilang dalam proses demokrasi Indonesia dan hal ini akan terus menerus terjadi dan dilakukan oleh para calon dan Jurkam serta Tim Sukses (Tim Kampany. masing-masing calon dalam pilkada dan pemilu guna mencari perhatian serta suara dari para calon pemilih untuk memenangkan mereka dalam PILKADA (Pemilihan Kepala Daera. dan PEMILU (Pemilihan Umu. Walaupun adanya partai politik yang berazaskan Islam, akan tetapi praktik Money Politics ini tetap ada walau dikemas dalam agenda yang sangat rapi (Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam. Kepemimpinan Nasional & Good Governance. Edisi ke-8. Juli 2004/ Jumadil Ula 1425 H. Yogyakart. Akan tetapi juga ada juga partai politik yang memang benar-benar mereka tidak melakukan politik uang (Money Politic. Fenomena merebaknya Money Politics membawa implikasi yang sangat berbahaya bagi demokrasi dan penguatan negara bangsa. Melalui Money Politics kedaulatan bukan ada pada tangan rakyat akan tetapi kedaulatan berada di tangan AuuangAy. Oleh karena itu, pemegang kedaulatan adalah Aupemilik Gambar 2. Media Kampanye terpasang di jalan (Sumber : Dokumentasi. Muhamad Ilham. Juni 2. Namun hal yang inti dari Money Politics adalah bagaimana strategi pemberian uang ini. Bukankah tindakan menyuap dan disuap merupakan perbuatan melanggar hukum, oleh karena itu proses Aupenyampaian uangAy harus dilakukan secara rapi dan Namun, yang pasti bagi mereka yang terlibat dalam menggunakan uang kontan, tidak melalui transfer bank walaupun melibatkan dana dalam jumlah Serta juga ingat pada para calon kandidat yang akan bertarung dalam ajang pesta demokrasi yang ada di negeri tercinta ini, yaitu ingatlah azas JURDIL dan LUBER dalam melaksanakan acara demokrasi ini, dan juga para calon pemilih juga agar ingat akan slogan Slogan tersebut walau sudah tua umurnya akan tetapi, manfaat dan maknanya sangatlah dalam menentukan masa depan bangsa ini. Pandangan Bagi Pemilih Pandangan berdasarkan karakteristik sosial atau pengelompokan sosial mempunyai pengaruh yang cukup signifikan dalam menentukan perilaku memilih Karakteristik sosial . ekerjaan, pendidikan dan sebagainy. dan karakteristik atau latar belakang sosiologis . gama, wilayah, jenis kelamin, umur, dan sebagainy. merupakan faktor penting dalam menentukan pilihan politik. Pemahaman terhadap pengelompokan sosial baik secara formal, seperti kelompok keagamaan, organisasi profesi, maupun pengelompokan informal seperti keluarga, pertemanan, ataupun kelompok kecil lainnya memiliki peranan besar dalam membentuk sikap, persepsi, dan orientasi seseorang, yang nanti sebagai BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 8 No. 1 MARET 2023 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 dasar atau preferensi dalam menentukan pilihan (Anwar, 2004 : 23-. Gambar 3. Masa kampanye nomor 4 (Sumber : Dokumentasi Website Media. November Gambar 4. Wawancara PPID KPU Sumatera Barat (Sumber : Dokumentasi. Muhamad Ilham. Juni 2. Media Kampanye politik sangat penting dilakukan untuk melakukan pemungutan suara agar tertuju pada calon tertentu, sedangkan dalam sebuah pemilu, kampanye dimaksudkan sebagai penggiring pemilih pada salah satu kandidat pasangan calon tertentu untuk mendapatkan simpati dan suara dari khalayak yang tentunya dengan demikian dibutuhkan sebuah media pendukung untuk mempengaruhi calon Pendekatan psikologis menjelaskan bahwa sikap seseorang sebagai refleksi dari kepribadian seseorang, merupakan variabel yang cukup menentukan dalam memengaruhi perilaku politik seseorang. Pendekatan psikologis menekankan pada tiga aspek psikologis, yaitu ikatan emosional pada suatu partai politik, orientasi terhadap isu-isu dan orientasi terhadap kandidat (Niemi and Herbert F. Weisberg, 1984: 9-. Pendekatan psikologis menganggap sikap merupakan variabel sentral dalam menjelaskan perilaku politik Peran media massa sangat penting dalam memengaruhi pemilih. Salah satu kunci persaingan politik adalah media massa. Media massa ini diartikan sebagai suatu entitas yang memiliki peran dan fungsi untuk mengumpulkan sekaligus mendistribusikan informasi dari dan ke masyarakat. Efektivitas komunikasi politik membutuhkan peran serta media massa, karena merekalah salah satu profesi penting berkomunikasi dengan masyarakat luas. Komunikasi politik kerap kali terjadi secara tidak langsung melalui pemberitaan-pemberitaan yang dilakukan oleh media massa (Firmansyah, 2008:. Berdasarkan media spanduk pada foto yang terpasang di warung masyarakat, rumah warga, adanya terlihat informasi, pasangan calon gubernur Sumatera Barat dengan posisi salam dan selamat datang serta memiliki informasi nama dan bentuk foto mengenalkan tokoh pasangan calon tersebut dengan background masjid raya sumatera barat, salah satu tokoh agamis dan Istilahnya mengajak masyarakat ikut memilih pemimpin yang peduli agama, adat, budaya maka pilih pasangan calon ini. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian tesis dilakukan dalam penulisan ini, dapat disimpulkan bahwa pada Media Kampanye Pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy Pada Pilkada Sumatera Barat Tahun 2020 sebagai objek kajian dikarenakan media kampanye Mahyeldi dan Audy memiliki citra, sederhana, tipografi, bentuk khas Minangkabau dari segi logo, meraih suara terbanyak pada pilkada, keunikan dari segi bentuk media kampanye, konsisten dalam tata letak atau layout media digunakan, maka media utamanya seperti logo, iklan motion graphics dan media pendukung seperti spanduk, baliho, umbulumbul dan sebagainya. Memiliki makna tersirat di dalam media tersebut sesuai teori desain menggunakan analisa SWOT (Strength. Weakness. Opportunities. Threa. dan teori semiotika Roland Barthes. Terdapatnya pandangan bagi pemilih Mahyeldi Audy dari segi suara terbanyak, pendapat sosiologi politik, antropologi politik, dan komunikasi politik yang saling berkaitkan dengan media kampanye tersebut. DAFTAR PUSTAKA