PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI Made Rismawan dan IGNM Kusuma Negara ITEKES Bali. Indonesia. Jl. Tukad Balian No. 180 Renon. Denpasar. Bali. E-mail: maderismawan@gmail. ABSTRAK Latar Belakang. Salah satu penyebab masih rendahnya perilaku mencuci tangan yang benar pada siswa sekolah dasar negeri adalah karena terbatasnya media pembelajaran yang digunakan. Alat Permainan Edukatif (APE) khususnya permainan ular tangga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran tentang perilaku mencuci tangan pada siswa sekolah dasar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan APE terhadap perilaku mencuci tangan siswa sekolah dasar negeri di Kota Denpasar. Metode Penelitian. Penelitian pra eksperimen ini menggunakan rancangan One Group Pre-Post Test Only dan dilaksanakan di SDN 3 Tonja. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas satu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Hand W ashing Questioner dan permainan ular tangga yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil Penelitian. Hasil uji analisa data menggunakan Wilcoxon Sign Rank test menunjukkan bahwa perilaku mencuci tangan seluruh partisipan secara signifikan meningkat setelah dilakukan perlakuan (M= 15. 5, p < 0. Pembahasan. APE yang menyenangkan memudahkan anak untuk memahami perilaku positif yang ingin ditanamkan. Sambil melaksanakan permainan ini, anak mulai menerima dan siap melaksanakan perilaku mencuci tangan yang benar dalam kehidupan sehari-hari Melalui permainan yang diberikan, maka informasi tentang perilaku mencuci tangan yang benar dapat diterima. Simpulan. APE ber pengar uh ter hadap peningkatan perilaku mencuci tangan pada siswa sekolah dasar. Kata kunci : alat per mainan edukatif, per ilaku mencuci tangan, siswa sekolah dasar ABSTRACT Background. One of the causes of the low hand washing behavior in public elementary school students is due to the limited learning media used. The Educational Game Tool (EGT), specifically the snake ladder game, can be used as an alternative learning media about hand washing behavior in public elementary school students. This study aims to determine the effect of using EGT on hand washing behavior of public elementary school students in Denpasar City. Methods. This pre-experimental study used the design of the One Group Pre-Post Test Only and was carried out at SDN 3 Tonja. The sample in this study were 30 first grade students who were selected using a simple random sampling The research instrument uses the Hand Washing Questioner and a snake ladder game developed by researchers. Result. The test results of data analysis using the Wilcoxon Sign Rank test showed that the handwashing behavior of all participants significantly increased after treatment (M = 15. 5, p <0. Discussion. A pleasant EGT makes it easy for children to understand the positive behavior they want to instill. While carrying out this game, children begin to accept and be ready to carry out proper hand washing behavior in their daily lives. Through the games given, information about proper hand washing behavior is acceptable. Conclusion. EGT has an effect on increasing handwashing behavior in elementary school students. Keywords: educational game tool, hand washing behavior, elementary school students PENDAHULUAN Anak pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 adalah individu yang berada pada rentang usia 0-18 tahun termasuk anak yang berada dalam kandungan. Individu pada rentang usia ini memiliki karakteristik dan kebutuhan yang khas. Salah satu kebutuhan khas pada anak adalah kebutuhan bermain. Dengan bermain maka perkembangan anak terasah sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya (Hermawati. Sumantri & Yuliani. Saat bermain anak membutuhkan alat Alat permainan yang baik harus mampu menstimulasi perkembangan fisik, emosi, kognitif, social dan moral anak (Suryani & BadiAoah, 2. Agar anak berkembang dengan baik maka dibutuhkan Alat Permainan Edukatif (APE). Departemen Pendidikan Nasional RI menyatakan bahwa APE sebagai sarana untuk bermain yang mengandung nilai edukatif . sehingga mampu mengembangkan seluruh kemampuan anak (Depdiknas RI, 2. Salah satu jenis APE adalah permainan ular Anak usia sekolah . -12 tahu. adalah periode penting untuk membentuk sikap dan perilaku positif. Karakteristik perkembangan anak pada usia sekolah sangat mendukung untuk penanaman perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini (Yuhanna, 2. Meskipun demikian perilaku hidup bersih dan sehat khususnya perilaku mencuci tangan yang benar pada siswa sekolah dasar negeri masih rendah (Rismawan, 2013. Setyautami, 2. Masih rendahnya perilaku mencuci tangan yang benar pada siswa sekolah dasar negeri salah satunya disebabkan karena terbatasnya media pembelajaran yang Keterbatasan ini menyebabkan siswa kurang mampu melaksanakan perilaku yang diharapkan. Berdasarkan uraian di atas maka APE khususnya permainan ular tangga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran khususnya tentang perilaku mencuci tangan pada siswa sekolah dasar Kota Denpasar adalah daerah terpadat penduduknya di Provinsi Bali (BPS, 2. Kota Denpasar juga memiliki jumlah sekolah dasar negeri terbanyak di Provinsi Bali (Pemprop Bali. Selanjutnya, dilakukan, tidak ditemukan penelitian tentang pengaruh APE terhadap perilaku mencuci tangan siswa sekolah dasar negeri khususnya di Kota Denpasar. Berdasarkan uraian diatas penelitian ini penting untuk METODE PENELITIAN Penelitian penelitian pra eksperimen yang menggunakan rancangan One Group Pre-Post Test Only. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 3 Tonja pada rentang waktu antara bulan Maret Ae April 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas satu sekolah dasar negeri di Kota Denpasar. Bali yang berjumlah 1. siswa (PemProp Bali, 2. Siswa kelas satu dipilih sebagai partisipan karena memiliki beberapa karakteristik perkembangan dalam aspek pengetahuan, perilaku, hubungan social dan komunikasi (UNICEF, 2. 30 siswa kelas satu SDN 3 Tonja dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pada penelitian ini variabel bebasnya adalah Alat Permainan Edukatif: permainan ular tangga dan variabel terikatnya adalah perilaku mencuci tangan siswa sekolah dasar di Kota Denpasar. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Alat Permainan Educatif (APE): permainan ular tangga mempengaruhi perilaku mencuci tangan siswa sekolah dasar negeri di Kota Denpasar. Pada penelitian ini perilaku mencuci tangan siswa sekolah dasar diidentifikasi dengan menggunakan Hand W ashing Questioner yang dikembangkan oleh Rismawan . dan permainan ular tangga yang dikembangkan oleh peneliti. Proses pre test dilaksanakan pada tanggal 2 April 2018 dan post test dilaksanakan pada tanggal 5 April Sementara itu, perlakuan dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 3 dan 4 April Perlakuan hari pertama adalah pemberian materi yang berfokus kepada tiga hal yaitu durasi, waktu yang tepat dan teknik mencuci tangan yang benar. Perlakuan hari kedua adalah pelaksanaan materi hari pertama yang disimulasikan menggunakan APE: permainan ular tangga. Pada saat permainan berlangsung juga diselingi dengan penjelasan dari partisipan tentang materi yang sudah diajarkan Data dianalisa dengan menggunakan program SPSS. Analisa data pada penelitian ini terbagi menjadi analisa data univariat dan analisa data bivariate. Pada analisa univariat, semua data karakteristik partisipan dijelaskan dalam jumlah dan persentase. Selanjutnya, total skor tiap responden dikategorikan menjadi tiga jenis perilaku yaitu perilaku baik . otal skor >. , sedang . otal skor 24-. dan buruk . otal skor 12-. Analisa bivariate pada penelitian ini menggunakan uji analisa W ilcoxon Sign Rank test. Karakteristik Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jenis pekerjaan orang tua PNS Swasta Wiraswasta Asal informasi tentang mencuci tangan Keluarga Guru Teman Petugas kesehatan Pernyataan Durasi . inimal 20 deti. Mencuci Mencuci Mencuci Setiap Saat Kadangkadang Tidak Pernah Kadangkadang Tidak Pernah Mencuci kkan jari ke mulut Mencuci p mata Mencuci Mencuci Mencuci p hidung Mencuci Mencuci Mencuci ati luka Karakteristik umum partisipan pada penelitian ini terdiri dari jenis kelamin, jenis pekerjaan orang tua dan asal informasi tentang mencuci tangan. Dalam penelitian ini, jumlah jenis kelamin kali-laki dan perempuan berimbang . %). Jenis pekerjaan orang tua terbanyak adalah PNS . %) dan keluarga menjadi asal informasi tentang mencuci tangan terbanyak bagi partisipan . ,7%). Karakteristik umum partisipan secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1 di atas. Perilaku Mencuci Tangan Partisipan Sebelum Dilakukan Perlakuan Tabel 2 Jumlah dan persentase perilaku mencuci tangan: durasi dan waktu yang tepat partisipan . = . Setiap Saat Pernyataan HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Umum Partisipan Tabel 1 Jumlah dan persentase karakteristik umum partisipan . = . Setiap Saat Catatan: skor 3 = setiap saat, skor 2 = kadang-kadang dan skor 1 = tidak pernah Pada penelitian ini, partisipan menyatakan mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan setelah makan dan mencuci tangan setelah makan sebagai perilaku mencuci tangan yang setiap saat dilakukan . ,7%, 36,7% dan 23,3% secara berturutturu. pada saat sebelum dilakukan perlakuan. Sementara itu, partisipan menyatakan durasi waktu mencuci tangan . inimal 20 meni. , mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas memasukkan jari ke mulut, mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas apapun yang berhubungan dengan mengusap mata dengan jari dan mencuci tangan setelah membuang sampah sebagai perilaku mencuci tangan yang tidak pernah dilakukan . ,3% dan 53,3% secara berturut-turu. pada saat sebelum dilakukan perlakuan. Pernyataan Menggunakan air mengalir dan sabun ketika mencuci Menggosok sabun pada kedua telapak Menggosok sabun pada kedua punggung tangan, telapak tangan dan sela jari jemari Menggosok bagian dalam jari kedua tangan bergantian Menggosok ibu jari kedua tangan Menggosok kedua telapak tangan menggunakan kuku tangan bergantian Membilas kedua tangan dengan air mengalir sampai Mengeringkan kedua tangan handuk atau tisu Kategori Perilaku Mencuci Tangan Baik Sedang Buruk Catatan: perilaku baik . otal skor >. , sedang . otal skor 24-. dan buruk . otal skor 12-. Berdasarkan hasil penelitian ini maka perilaku mencuci tangan sebagian besar partisipan . sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori sedang . ,7%). Perilaku Mencuci Tangan Partisipan Setelah Dilaksanakan Perlakuan Tabel 5 Jumlah dan persentase perilaku mencuci tangan: durasi dan waktu yang tepat partisipan . = . Setiap Saat Kadang- Tidak Perna Tabel 3 Jumlah dan persentase perilaku mencuci tangan: teknik yang tepat partisipan . = . dan membilas kedua tangan dengan air mengalir sampai bersih sebagai teknik mencuci tangan yang dilakukan . % dan 80% secara berturut-turu. Selanjutnya, partisipan menyatakan menggosok ibu jari kedua tangan bergantian dan menggosok kedua telapak tangan menggunakan kuku tangan bergantian sebagai teknik mencuci tangan yang tidak dilakukan . asing-masing 56,7%). Tabel 4 Jumlah dan persentase kategori perilaku mencuci tangan partisipan . = Tidak Catatan: skor 1 = ya dan skor 0 = tidak Sementara itu, partisipan menyatakan menggosok sabun pada kedua telapak tangan Pernyataan Durasi waktu . inimal 20 Mencuci Mencuci tangan setelah Mencuci Mencuci apapun yang jari ke mulut Mencuci apapun yang No Setiap Saat Kadang- Tidak Perna Pernyataan Mencuci apapun yang mata dengan Mencuci tangan setelah Mencuci tangan setelah Mencuci tangan setelah Mencuci tangan setelah Mencuci tangan setelah Mencuci Catatan: skor 3 = setiap saat, skor 2 = kadang-kadang dan skor 1 = tidak pernah Setelah diberikan perlakuan maka seluruh partisipan . %) menyatakan setiap saat melaksanakan semua durasi dan waktu yang tepat untuk mencuci tangan. Tidak ada partisipan yang menyatakan tidak pernah melaksanakan semua durasi dan waktu yang tepat untuk mencuci tangan. Tabel 6 Jumlah dan persentase perilaku mencuci tangan: teknik yang tepat partisipan . = . Pernyataan Menggunakan air mengalir dan sabun ketika mencuci Menggosok sabun pada kedua telapak Menggosok sabun pada kedua punggung tangan, telapak tangan dan sela jari jemari Menggosok bagian dalam jari kedua tangan bergantian Tidak Pernyataan Menggosok ibu jari kedua tangan Menggosok kedua telapak tangan menggunakan kuku tangan bergantian Membilas kedua tangan dengan air mengalir sampai Mengeringkan kedua tangan handuk atau tisu Tidak Catatan: skor 1 = ya dan skor 0 = tidak Setelah partisipan menyatakan menggunakan air mengalir dan sabun ketika mencuci tangan, menggosok sabun pada kedua telapak tangan, membilas kedua tangan dengan air mengalir sampai bersih dan mengeringkan kedua tangan menggunakan handuk atau tisu sebagai teknik mencuci tangan yang dilakukan . asing-masing 100%). Sementara itu, menggosok sabun pada kedua punggung tangan, telapak tangan dan sela jari jemari dan menggosok kedua telapak tangan menggunakan kuku tangan bergantian sebagai teknik mencuci tangan yang tidak dilakukan . ,7% dan 30%). Tabel 7 Jumlah dan persentase kategori perilaku mencuci tangan partisipan . = Kategori Perilaku Mencuci Tangan Baik Sedang Buruk Catatan: perilaku baik . otal skor >. , sedang . otal skor 24-. dan buruk . otal skor 12-. Berdasarkan hasil penelitian ini maka perilaku mencuci tangan seluruh partisipan . setelah diberikan perlakuan berada pada kategori baik . %). Pengaruh Penggunaan APE Terhadap Perilaku Mencuci Tangan Partisipan Tabel 8 W ilcoxon Sign Rank Test pengaruh penggunaan alat permainan edukatif terhadap perilaku mencuci tangan partisipan . = . Mean Sum of Ranks Rank Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Setelah Dilakukan Intervensi Ae Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Sebelum Dilakukan Intervensi Negative Ranks Positive Ranks Ties Asymp. Sig. -taile. ,00 ,00 15,50 465,00 Total -4,798 ,000 Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Setelah Dilakukan Intervensi < Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Sebelum Dilakukan Intervensi Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Setelah Dilakukan Intervensi > Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Sebelum Dilakukan Intervensi Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Setelah Dilakukan Intervensi = Total Skor Perilaku Mencuci Tangan Responden Sebelum Dilakukan Intervensi Penelitian ini menggunakan W ilcoxon Sign Rank Test untuk menganalisa pengaruh penggunaan alat permainan edukatif terhadap perilaku mencuci tangan partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencuci tangan seluruh partisipan secara signifikan meningkat setelah dilakukan perlakuan (M= 15,5, p < 0,. Pada penelitian ini, perilaku mencuci tangan partisipan ditentukan oleh tiga hal yaitu durasi mencuci tangan yang benar, waktu yang tepat untuk mencuci tangan dan teknik yang tepat untuk mencuci tangan. Sebelum dilaksanakan perlakuan, sebagian besar partisipan memiliki perilaku mencuci tangan Partisipan belum mengetahui dan melaksanakan sebagian besar dari durasi mencuci tangan yang benar, waktu yang tepat untuk mencuci tangan dan teknk yang tepat untuk mencuci tangan. Pada penelitian ini hanya ada satu partisipan . %) yang menyatakan melaksanakan durasi mencuci tangan dengan benar, lima partisipan . %) yang menyatakan melaksanakan waktu yang tepat untuk mencuci tangan dengan benar dan 19 partisipan . %) yang melaksanakan teknik mencuci tangan dengan benar pada saat sebelum dilaksanakan perlakuan. Selanjutnya, setelah dilaksanakan perlakuan, seluruh partisipan memiliki perilaku mencuci tangan baik. Partisipan sudah mengetahui dan melaksanakan sebagian besar dari durasi mencuci tangan yang benar, waktu yang tepat untuk mencuci tangan dan teknk yang tepat untuk mencuci tangan. Pada penelitian ini semua partisipan . %) menyatakan melaksanakan durasi mencuci tangan dengan benar dan melaksanakan waktu yang tepat untuk mencuci tangan dengan Sementara itu, 25 partisipan . %) melaksanakan teknik mencuci tangan dengan benar pada saat setelah dilaksanakan perlakuan. Pada penelitian ini didapatkan data bahwa semua partisipan mengalami peningkatan perilaku mencuci tangan dengan benar setelah dilaksanakannya perlakuan. Perlakuan pada penelitian ini adalah Alat Permainan Edukatif (APE) berbentuk permainan ular tangga. Permainan ini berisi informasi tentang perilaku mencuci tangan yang benar. Pada permainan ini, partisipan melakukan permainan sambil mempraktekkan perilaku mencuci tangan yang benar sesuai dengan perintah yang didapat. Hal ini merangsang partisipan untuk mengetahui lebih dalam tentang perilaku mencuci tangan yang benar. Selain itu, permainan ini mampu melaksanakan perilaku mencuci tangan yang Erikson . menyatakan bahwa siswa sekolah dasar berada pada masa menuntut ilmu. Karakteristik ini menjadikan partisipan tertarik untuk mempelajari perilaku -perilaku baik termasuk perilaku sehat yang bermanfaat bagi kesehatan mereka. APE yang digunakan pada penelitian sesuai dengan karakteristik usia partisipan. Suryani & BadiAoah . menyatakan bahwa permainan yang sederhana tetapi menyenangkan memudahkan anak untuk memahami perilaku positif yang ingin Sambil melaksanakan permainan ini maka partisipan mulai menerima dan siap melaksanakan perilaku mencuci tangan yang benar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Melalui permainan yang diberikan, maka informasi tentang perilaku mencuci tangan yang benar dapat diterima oleh partisipan dengan menyenangkan karena dimainkan bersama-sama dengan teman-teman mereka. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis penelitian ini. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya (Azizah. Susanto. , & Aini. Ichwan. Yuniar. , & Erawan. M, 2016. Suluwi. Rezal. , & Ismail. S, 2. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan Depdiknas . yang menyatakan bahwa alat permainan edukatif sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai edukatif . dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Adapun simpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut perilaku mencuci tangan sebagian besar partisipan . sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori sedang . ,7%), perilaku mencuci tangan seluruh partisipan . setelah diberikan perlakuan berada pada kategori baik . %) dan perilaku mencuci tangan seluruh partisipan secara signifikan meningkat setelah dilakukan perlakuan (M= 15,5, p < 0,. Saran Siswa sekolah dasar Pemahaman yang sudah meningkat tentang perilaku mencuci tangan agar dipertahankan dan dilaksanakan secara konsisten. Siswa juga diharapkan mampu menyebarluaskan perilaku mencuci tangan yang benar kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Kepala sekolah dan guru sekolah dasar Dukungan dari kepala sekolah dan guru sangat diperlukan agar siswa mampu melaksanakan perilaku mencuci tangan di sekolah dengan benar. Dukungan dapat diberikan dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung seperti tempat untuk mencuci tangan yang memadai, suplai air bersih yang cukup, sabun dan handuk yang cukup bagi semua siswa. Orang tua siswa Dukungan juga sangat penting diberikan oleh orang tua agar siswa dapat melaksanakan perilaku mencuci tangan dengan benar di rumah. Dukungan dapat diberikan dengan memberikan informasi tentang manfaat mencuci tangan kepada anak maupun menyiapkan sarana dan prasarana. Petugas kesehatan Puskesmas Petugas kesehatan Puskesmas agar mengintensifkan kembali pelaksanaan program promosi kesehatan bagi siswa sekolah Petugas kesehatan Puskesmas hendaknya juga lebih aktif memberikan informasi tentang perilaku-perilaku sehat yang wajib diketahui dan dilaksanakan oleh siswa sekolah dasar. Peneliti selanjutnya Agar mengembangkan kembali materi/ isi permainan ular tangga yang digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan yang diberikan dapat dilengkapi dengan kegiatan-kegiatan lain yang menyenangkan bagi siswa sesuai dengan karakteristik usia mereka. DAFTAR PUSTAKA