Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 365-372 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Analisis hubungan kekeluargaan dalam perilaku politik masyarakat pada pemilihan Kepala Desa Aro Hanifa Triyuli Amandaa,1. Irzal Andersonb,2. Kuswantoc,3 a,b Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Jambi. Jl. Jambi. Muaro Bulian No. KM. Mendalo Darat. Kabupaten Muaro Jambi. Jambi. Indonesia c Pendidikan Ekonomi. Universitas Jambi. Jl. Jambi. Muaro Bulian No. KM. Mendalo Darat. Kabupaten Muaro Jambi. Jambi. Indonesia 1 Hanifaamanda03@gmail. 2 irzalanderson@gmail. 3 kuswantomsi14@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 16 Juli 2023 Direvisi: 18 September 2023 Disetujui: 23 November 2023 Tersedia Daring: 1 Januari 2024 Kata Kunci: Hubungan kekeluargaan Perilaku politik Pemilihan kepala desa Keywords: Family relations Political behavior Village head elections ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekeluargaan dalam perilaku politik masyarakat pada saat Pilkades Aro Tahun 2022. Pendekatan kualitatif deskriptif yang dipakai pada penelitian ini. disimpulkan bahwa pendekatan sosiologis berpengaruh dalam penelitian ini yakni hubungan dalam kekeluargaan memiliki relasi yang kuat dalam berpolitik, peneliti menemukan dilapangan bahwa masyarakat Desa Aro menjatuhkan pilihan politiknya saat pilkades hanya berdasarkan hubungan Tingkat kekerabatan/ kekerabatan di Desa Aro berdasarkan tiga . tingkatan, yaitu tingkat kekerabatan pertama, tingkat kekerabatan kedua, dan tingkat kekerabatan ketiga. Dari tiga tingkatan hubungan kekerabatan tersebut yang paling berpengaruh dalam perolehan suara yakni tingkat kekerabatan jenis kedua, yakni kekerabatan/ kekeluargaan berdasarkan keturunan nenek dari pihak ayah dan pihak ibu. Keluarga dari calon kandidat satu dijadikan sebagai tim pemenangan saat Pilkades Aro Tahun 2022. Begitu pula dengan calon kandidat dua. Jika dibandingkan dengan calon kandidat dua, keluarga dari calon kandidat satu memiliki pengaruh yang kuat dalam perolehan suara. Sehingga calon kandidat satu berhasil memenangkan Pilkades Aro Tahun 2022. Masyarakat mempertimbangkan dalam memilih yakni berdasarkan Subjective Emotional, ialah menjatuhkan pilihan karena memiliki ikatan kekeluargaan, kekerabatan, bahkan persahabatan. ABSTRACT This research aims to determine family relationships in community political behavior during the 2022 Aro Village Election. A descriptive qualitative approach was used in this research. It can be concluded that the sociological approach is influential in this research, namely that family relationships have a strong relationship in politics. Researchers found in the field that the people of Aro Village made their political choices during the village elections based solely on family relationships. The level of kinship/kinship in Aro Village is based on three . levels, namely the first kinship level, the second kinship level, and the third kinship level. Of the three levels of kinship, the one that has the most influence on vote acquisition is the second type of kinship, namely kinship/kinship based on the descent of the paternal and maternal The family of candidate one will be used as the winning team for the 2022 Aro Village Election. Likewise with candidate two. When compared with candidate two, the family of candidate one has a strong influence on vote acquisition. So that candidate one succeeded in winning the 2022 Aro Village Election. The public considers when choosing based on Subjective Emotional, namely making a choice because they have family ties, kinship, even friendship. Hanifa Triyuli Amanda et. al (Analisis hubungan kekeluargaanA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 365-372 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. A2024. Hanifa Triyuli Amanda. Irzal Anderson. Kuswanto This is an open access article under CC BY-SA license Pendahuluan Desa dapat diartikan sebagai suatu wilayah di indonesia yang administratif letaknya di bawah suatu kecamatan serta pemimpinnya adalah Kepala Desa. Suatu bagian pemerintahan di Indonesia yang paling dasar disebut sebagai Desa. Suatu wilayah kesatuan masyarakat secara hukum yang mempunyai batasan dan hak untuk mengatur sendiri rumah tangganya yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah, serta keperluan masyarakat setempat sesuai hak asalusul, dan hak yang tradisional serta diakui oleh pemerintahan NKRI yang tercantum UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Prinsip kekeluargaan yang dipegang teguh masyarakat desa selain dari rasa solidaritas. Hal ini tentunya berbeda dengan karakteristik pada masyarakat kota yang lebih ke individualis, ikatan kekeluargaan yang tinggi merupakan kehidupan yang penuh pada desa. Kehidupan masyarakat desa biasanya berdasarkan ikatan keluarga pada suatu kelompok kekerabatan. Sebagai contoh suatu kelompok masyarakat secara berdekatan tempat tinggalnya di dalam satu Mereka hidup bersama, berinteraksi dan tentunya membutuhkan satu sama lain. Jika saling berhubungan dan membutuhkan berlangsung secara intens tentunya akan lahir perasaan yang sentiment serta memiliki unsur-unsur seperasaan, bahkan saling memerlukan, jika proses ini terus berlangsung, tentunya individu akan saling mengenal secara keseluruhan anggota keluarganya secara mendetail. Menurut Anggraini . di kehidupan bersosial, hubungan antara masyarakat yang saling menciptakan kedekatan meskipun itu kedekatan secara ekonomi serta politik, maupun sosial budaya dapat terlihat melalui sudut wilayah tempat tinggal yang dapat diklasifikasikan pada kelompok yang terbagi menjadi dua, yakni: masyarakat di desa serta masyarakat di kota. Biasanya, masyarakat pedesaan tinggal dalam kelompok kekerabatan berdasarkan hubungan keluarga, ketika anak-anak menikah, mereka akan membuat rumah di wilayah keluarga atau dekat dengan orang tua dalam satu komunitas. Interaksi sosial yang intens akan menciptakan perasaan solidaritas dalam suatu komunitas, termasuk rasa memiliki, dan saling membutuhkan. Hubungan keluarga tentunya berkaitan dengan perilaku politik masyarakat terutama perilaku politik masyarakat dalam pemilihan. Perilaku politik masyarakat penting untuk diteliti, hal ini dapat terbentuk dari berbagai cara, tetapi lingkungan yang akan tetap berdampak besar pada perilaku politik masyarakat. Adapun alasannya ialah dari konstruk perilaku dasar yang masih melekat pada manusia yang mementingkan untung dan rugi terhadap dirinya. Bukan hanya sekedar tentang materi yang dapat dihitung untung dan rugi pada dirinya, akan tetapi tentang harapan, ide, serta keinginan mereka yang ingin dicapai nantinya dapat tercapai atau tidak. MasAooed dan MacAndrews (Haboddin, 2. , mengungkapkan bahwa pengaruh yang dimiliki keluarga sangat kuat dan kekal pada struktur sosialisasi politik. Sikap politik, kecakapan dalam interaksi politik dapat terbentuk dari keluarga, melalui keluarga pula seseorang tentunya lebih kemungkinan untuk ikut berpartisipasi dalam berpolitik. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Budiarjo ( dalam Ismail, 2. , bahwa kekuatan dari politik yang bersifat individual tentunya tidak lain terdiri dari aktor politik maupun orang yang berperan dalam kehidupan berpolitik, yang dimaksud dari orang-orang tersebut yakni pribadi yang ingin mempengaruhi suatu proses dalam mengambil keputusan politik. Apter . alam Shabrina, 2. ia mengemukakan bahwa keluarga ialah sebagai tahap pertama bagi seseorang untuk mempelajari politik. Jika interaksi semakin sering terjadi antara keluarga dengan individu tentunya cara pandang, reaksi bagi seseorang mengenai sistem Hanifa Triyuli Amanda et. al (Analisis hubungan kekeluargaanA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 365-372 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. politik dan isu-isu politik dapat berpengaruh, hal tersebut tentunya akan dapat menentukan sikap dan perilaku individu dalam politik. Perilaku politik seseorang dalam suatu pemilu dapat disebut sebagai perilaku memilih hal ini merupakan bagian penting dalam membuat suatu keputusan politik seseorang sebagai masyarakat dalam melakukan pemilihan terhadap kepemimpinan bangsa dan negara (Raden al, 2. Menurut Surbakti . , perilaku politik pada hakekatnya merupakan penegakan pilihan politik, yang dapat mengakibatkan timbulnya hubungan pemerintah dengan masyarakat, hubungan Lembaga pemerintah dengan kelompok masyarakat yang memiliki kaitan dengan proses politik. Selaras dengan Huntington dan Nelson . alam Hamid, 2. , ia berpendapat bahwa perilaku politik adalah tindakan individu masyarakat yang tujuannya mempengaruhi kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah. Sedangkan menurut pandangan Said . , sebagai individu politik dapat menjalankan hak dan kewajibannya melalui kegiatan perilaku politik, yang dapat melakukan perilaku politik yakni individu maupun kelompok. Negara mewajibkan seorang individu serta kelompok untuk mempergunakan hak dan kewajibannya agar ikut serta dalam perilaku politik mereka. Berikut adalah contoh perilaku politik: Mengadakan pemilu agar pemimpin dapat dipilih oleh rakyat. Berpartisipasi dalam kehidupan politik untuk ikut bergabung dengan partai politik, organisasi masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat. Bergabung dan terlibat dengan pesta politik. Ikut terlibat dalam bagian mengkritik para pelaku politik yang berotoritas. Memiliki hak agar dapat menjabat sebagai pemimpin politik. Memiliki kewajiban guna menjalankan hak serta kewajibannya sebagai individu politik untuk melaksanakan perilaku politik sesuai UUD serta hukum yang berlaku di dalam perundangan dan sudah disusun dengan baik. Suatu aktivitas dan ketentuan politik merupakan suatu definisi perilaku politik yang tidak cuma ditetapkan oleh peran . ugas serta ha. yang tertuju oleh lembaga yang membuat ketetapan . ebaliknya peran itu sendiri ialah cara untuk menggapai arah rakyat, negara atau nilai politi. , namun demikian karakter juga ikut bisa mempengaruhi . emauan serta rekomendasi, anggapan serta dorongan, perilaku dan pembiasaan, keinginan dan tekad, kepanikan dan pengalaman masa lampa. keputusan tersebut dibuat oleh seorang individu (Prasetyawati dan Adi, 2. Sejalan juga dengan pendapat Hamid . bahwa perilaku politik ialah suatu pendekatan politik ataupun perspektif politik yang dikembangkan dan diterapkan untuk mengamati dengan lebih memfokuskan terhadap perilaku seseorang dari pada lembaga politik. Perilaku seseorang pada suatu pemilu yang biasanya disebut sebagai perilaku pemilih ialah bagian yang penting dalam pembuatan suatu keputusan politik seseorang sebagai masyarakat dalam melakukan pemilihan terhadap kepemimpinan bangsa dan negara (Raden et. al, 2. Perilaku pemilih menurut Kaesmetan . dapat diartikan sebagai suatu kegiatan individu ataupun sekelompok masyarakat terkait argumen serta latar belakang dari seseorang yang berpengaruh pada pelaksanaan dalam mengambil keputusan untuk memilih. Sejalan dengan pendapat Plano (Kaesmetan, 2. mengartikan bahwa perilaku pemilih sebagai kajian yang berfokus terhadap aspek yang mendalami masyarakat terhadap kecenderungan memilih dalam pemilu dan latar belakang alasan mereka memilihnya. Perilaku pemilih merupakan suatu keputusan bagi seseorang ataupun sekelompok masyarakat dalam melaksanakan proses dalam memilih atau pun tidak memilih yang dimana keputusan yang akan diambil tergantung pada situasi politik serta pilihan rakyat yang lebih cenderung pada pemilihan umum dalam memberikan suara, karena warga negara mempunyai peranan penting yang mendalam untuk memutuskan siapa yang layak untuk menjadi Hanifa Triyuli Amanda et. al (Analisis hubungan kekeluargaanA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 365-372 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. pemimpin menurut sistem demokrasi yang dianut oleh Negara Indonesia, yakni berasal dari rakyat, oleh rakyat, serta untuk rakyat. Menurut Plano dan Harahap . alam Kaesmetan, 2. , ia mengatakan bahwa kecenderungan serta latar belakang pilihan yang dipusatkan dalam diri rakyat pada suatu bidang pemilihan dapat disebut sebagai studi dari perilaku pemilih. Pilihan politik seseorang dititikberatkan pada kecenderungan oleh hati dan pikirannya. Untuk menentukan suatu pilihannya, masyarakat dapat dipengaruhi oleh latar belakang terkait suatu kondisi tertentu. Sejalan dengan pendapat Zulfikar dan Rozaili . bahwa perilaku pemilih dapat dikatakan sebagai suatu aktivitas seseorang ataupun kelompok agar dapat mengikuti secara aktif pada kehidupan berpolitik, diantaranya dalam memilih pemimpin suatu negara serta secara langsung ataupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan dari pemerintah. mengenai perilaku pemilih ialah suatu alasan serta faktor yang dapat mengakibatkan seorang individu melakukan pemilihan terhadap partai ataupun kandidat yang ikut serta pada kontes Pada sistem perpolitikan yang lebih mengarah ke demokratis, baik itu perilaku pemilih yang konstituen ataupun masyarakat umum tentunya dapat dipahami sebagai elemen pada konsep partisipasi politik rakyat. Pemilihan Kepala Desa Aro dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2022 yang dimana 084 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 8 RT. Dari jumlah keseluruhan daftar pemilih tetap tersebut terbagi lagi 5 Tempat Pemungutan Suara. 5 calon Kepala Desa yang menjadi peserta saat pemilihan kepala desa berikut nama calon: nomor urut satu ditempati oleh Rusli, nomor urut dua ditempati oleh Asbullah. SP, nomor urut tiga ditempati oleh Nurlaila. SP, nomor urut empat ditempati oleh Yuri Afrizan Fahlevi. SP, dan nomor urut lima ditempati oleh Andri. SP. Peneliti menemukan penyebab permasalahan perilaku politik masyarakat mereka memilih calon pemimpinnya berdasarkan hubungan kekeluargaan. Hal ini tentunya mengacu pada faktor yang mempengaruhinya adalah faktor sosiologis yakni pemilihan atas hubungan kekeluargaan dan persamaan suku. Hal ini tentunya dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar saat masyarakat menjatuhkan pilihannya. Jika masyarakat memilih hanya berdasarkan faktor sosiologis tentunya hal ini tidak sesuai dengan nilai demokrasi yang ada di Indonesia. Berdasarkan pendapat Suyono . bahwa faktor sosiologis bahkan psikologis masih berpengaruh cukup besar pada perilaku pemilih masyarakat oleh pilihan politiknya. Yang dijadikan pilihan pun cenderung berubah dan tidak stabil, hal tersebut tergantung dari informasi serta pilihan yang melingkupinya. Sesuai dengan temuan penelitian yang dilakukan Amirotun Sholikhah . Temuan penelitian menunjukkan warga desa Kutasari lebih mendasarkan sikap dan perilaku politiknya terhadap perasaan suka atau tidak suka dalam pelaksanaan pemilihan kepala desanya. Mereka memilih bukan berdasarkan faktor pengetahuan terhadap kepala desa yang bersangkutan. Adapun keluarga, agama, sekolah serta kelompok pergaulan mereka yang menjadi pengaruh terhadap sikap dan perilaku masyarakat Kutasari tersebut dalam melakukan pemilihan kepala Penelitian ini menarik untuk diteliti karena perilaku politik masyarakat pada pemilihan kepala desa yang hanya berdasarkan adanya hubungan kekeluargaan dengan calon kandidat, mereka mempertimbangkan untung dan rugi saat memilih. Hal ini tentunya akan berdampak pada demokrasi yang ada di Indonesia. peneliti tertarik untuk mengkaji apakah terdapat hasil yang signifikan masyarakat memilih calon kandidat berdasarkan hubungan kekeluargaan dalam melakukan pemilihan Kepala Desa Aro tahun 2022. Tujuan yang akan dicapai pada penelitian ini ialah peneliti ingin melihat bagaimana hubungan kekeluargaan dalam perilaku politik masyarakat saat pemilihan Kepala Desa Aro yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2022. Selain itu, peneliti berharap dapat Hanifa Triyuli Amanda et. al (Analisis hubungan kekeluargaanA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 365-372 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. memberikan sumbangsih pemikiran dalam bentuk tulisan guna memperkaya keilmuan pada ilmu politik. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka penelitian yang akan penulis lakukan memiliki kaitan AuAnalisis hubungan kekeluargaan dalam perilaku politik masyarakat pada pemilihan Kepala Desa Aro Tahun 2022Ay. Metode Pendekatan deskriptif yang merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif adalah jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini, dimana peneliti menggambarkan suatu objek atau fenomena dalam teks bersifat Dalam arti kebenaran akan disampaikan melalui kata-kata atau gambar. Terdapat dua sumber data pada penelitian ini yakni, data primer dan data sekunder. Subjek penelitian merupakan bagian dari data sekunder meliputi Masyarakat sipil, kepala dusun Ilir dan tokoh masyarakat sedangkan untuk data sekunder berupa bukti catatan atau rekapan hasil pemungutan suara serta foto dokumenter. Proses pengumpulan data yakni wawancara semi terstruktur serta Teknik analisis dari Miles and Huberman yang diterapkan pada metode penelitian kualitatif (Sugiyono, 2. yang meliputi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi yang merupakan tiga tahap pengolahan data. Hasil dan Pembahasan Perspektif dalam pendekatan sosiologis menjelaskan bagaiaman perilaku sosial dan pengelompokan sosial memiliki pengaruh pada perilaku pemilih (Asmadi & Nge, 2. Pengelompokan sosial dalam penelitian ini salah satunya hubungan dalam kekeluargaan. Hubungan dalam kekeluargaan tentu mencakup indikator menurut Anggraini . Kelompok persaudaraan Kelompok persaudaraan dapat terbentuk karena adanya ikatan darah, keturunan atau kesamaan dari orangtua antar individu sehingga dengan adanya kelompok persaudaraan ini tali persaudaraan tidak terputus walaupun hubungan mereka antar sesama tidak terlalu dekat, akan tetapi ikatan darah yang membuatnya merasa hubungan persaudaraan itu ada dan dekat. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kelompok persaudaraan di Desa Aro lebih banyak pada keturunan nenek dari pihak ayah maupun ibu. Calon kepala desa dengan nomor urut satu yang paling banyak keluarganya di Desa Aro tersebut. Untuk calon kepala Desa dengan nomor urut dua keluarga yang dimiliki tidak terlalu banyak. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dusun Ilir dan tokoh masyarakat diketahui bahwa rata-rata masyarakat Desa Aro masih memiliki hubungan dalam kelompok persaudaraan dengan calon kandidat kepala desa, bahkan antara calon kandidat kepala desa satu dengan calon kandidat lainnya masih memiliki hubungan kekeluargaan, yang dimana hubungan tersebut berasal dari nenek dan buyut. Ketika dilakukan wawancara dengan masyarakat sipil, mereka juga memberikan keterangan yang sama. Sesuai dengan pernyataan diatas bahwa Siswandani . berpendapat biasanya masyarakat di pedesaan tentunya hidup dalam kelompok kekerabatan yang terikat oleh ikatan keluarga atau klen. sebagai contoh beberapa kelompok keluarga yang pada suatu desa memiliki tempat tinggal secara berdekatan. Kelompok tersebut tentunya akan saling berinteraksi antar satu sama lain dan saling membutuhkan. Jika interaksi tersebut terjadi secara terun menerus tentunya akan membuat setiap masyarakat akan mengenal secara mendetail anggota keluarganya. Hanifa Triyuli Amanda et. al (Analisis hubungan kekeluargaanA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 365-372 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Semua kelompok merasa berkerabat dalam suatu hubungan kekeluargaan Dalam hubungan berkerabat bukan hanya sekedar adanya ikatan perkawinan dan hubungan keluarga, tetapi masih adanya hubungan darah dengan satu sama lainnya. Kekerabatan adalah sebuah kelompok sosial yang dapat terbagi menjadi beberapa bagian didalam hubungan keluarga yakni hubungan darah ataupun hubungan perkawinan, dan juga hubungan sosial lainnya. Bentuk dari kekerabatan melibatkan susunan kelompok dan hubungan keluarga secara meluas, seperti suku ataupun klen. Unsur-unsur dari hubungan kekerabatan ini meliputi keturunan, perkawanina, hak dan kewajiban, serta istilah-istilah kekerabatan lainnya. Dalam penelitian ini diketahui tiga tingkatan kekerabatan dalam hubungan darah menurut Read (Manan, 2. , yakni kekerabatan tingkat pertama, kekerabatan tingkat kedua dan kekerabatan tingkat ketiga. Untuk tingkat pertama terdiri dari. ayah, ibu, kakak beradik kandung, untuk tingkat kedua terdiri dari hubungan nenek dari pihak ayah dan nenek dari pihak ibu, untuk tingkat ketiga terdiri dari hubungan dengan kakak ipar. Masyarakat Desa Aro memiliki hubungan berkerabat dengan calon kandidat nomor urut satu pada tingkat kekerabatan jenis kedua, untuk calon kandidat nomor urut dua juga sama memiliki hubungan berkerabat dengan masyarakat Desa Aro pada tingkat kekerabatan jenis Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dusun Ilir. Tokoh Masyarakat serta Masyarakat Sipil juga ditemukan bahwa kekerabatan dalam suatu hubungan kekeluargaan masyarakat Desa Aro dengan calon kandidat Kepala Desa juga masih ada. Hal ini juga karena perasaan solidaritas, dan kedekatan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Aro yang membuat mereka merasa masih erat dalam kekerabatan. Anggraini . menjelaskan bahwa masyarakat di pedesaan hidup dengan tingkat interaksi antar sesama yang tinggi secara intens. Interaksi antara individu dalam masyarakat yang membentuk kelompok sosial menghasilkan perasaan solidaritas, saling berkontribusi, serta tolong menolong antar satu sama lain secara tulus, kemudian membentuk hubungan kekerabatan yang kuat diantara mereka. Memiliki relasi yang cukup kuat dalam berpolitik Keluarga memiliki kaitan yang kuat dalam berpolitik, seorang aktor politik tentu lebih mengutamakan keluarganya sebagai tim pemenangannya, karena hubungan dekat tadi jadi lebih mudah untuk meminta dukungan kepada keluarganya untuk memilih dirinya sehingga berpotensi untuk menang jika keluarganya cukup banyak di lingkungan sekitarnya yang Dalam wawancara yang dilakukan kepada masyarakat sipil Desa Aro memberikan pernyataan bahwa hubungan dalam kekeluargaan tentunya berpengaruh dalam pilihan politik. Masyarakat memberikan alasan jika keluarganya yang memenangkan pemilihan kepala desa besar harapannya untuk mendapat bantuan. Bahkan Kepala Dusun Ilir dan tokoh masyarakat memberikan penjelasan bahwa keluarga sudah pasti sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan politik masyarakat Desa Aro, selanjutnya keluarga dari calon kandidat difungsikan sebagai kelompok tim sukses pemenangan pilkades. Hestixia dkk . menyatakan bahwa perilaku memilih dapat dipengaruhi oleh faktor primordialisme yakni memilih berdasarkan adanya kekerabatan, kesukuan, ataupun dari kebudayaan sejak dulu. Selanjutnya, dalam penelitian yang dilakukan oleh Yhasmid . menjelaskan bahwa di Desa Masolo 2 dan Desa Pincara, yang terjadi ialah masyarakat lebih mengarah untuk menjatuhkan pilihan kepala desa berdasarkan hubungan kekeluargaan daripada mempertimbangkan literasi politik, latar belakang pendidikan, pengalaman, prestasi, kualitas, dan kuantitas. Hanifa Triyuli Amanda et. al (Analisis hubungan kekeluargaanA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 365-372 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Afriana A. Lery . dalam studinya dijelaskan saat pemilihan kepala daerah tahun 2015 di Kabupaten Majene, masyarakat menentukan pilihannya untuk memilih calon bupati dan wakil bupati lebih berpengaruh atas dasar hubungan kekerabatan. Terdapat tiga golongan sosial pada struktur keluarga di Mandar, yakni (Daen. yang merupakan bagian dari golongan bangsawan, selanjutnya (Puan. yang merupakan bagian dari golongan bangsawan adat, untuk . rang bias. disebut sebagai golongan to maradeka. Serta (Buda. ialah bagian dari golongan batua. Berdasarkan tiga tingkatan golongan sosial tersebut, yang memiliki pengaruh besar untuk dapat menduduki posisi terhormat dalam lingkungan masyarakat yakni golongan bangsawan. Selain itu, dapat terlihat dari pilihan para pemilih bahwa faktor-faktor primordial yang dapat berpengaruh, seperti hubungan dalam Kekuatan persatuan dari kedua kandidat tersebut merupakan faktor lain yang memiliki dampak besar dalam mencapai pemenangan. Keluarga Fahni sangat kompak dan Solidaritas keluarga Lukman yang selalu setia dalam mendukung semakin Dengan kekuatan solidaritas yang kokoh, tim Fahmi-Lukman berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan Kepala Daerah 2015 di Kabupaten Majene. Kesimpulan Pendekatan sosiologis berpengaruh dalam penelitian ini. Hubungan kekeluargaan/ kekerabatan sangat berpengaruh dalam penentuan pilihan masyarakat pada Pilkades Aro Tahun Tingkat kekerabatan di Desa Aro berdasarkan tiga . tingkatan, yaitu tingkat kekerabatan pertama, tingkat kekerbatan kedua, dan tingkat kekerabatan ketiga. Dari tiga tingkatan hubungan kekerabatan tersebut yang paling berpengaruh dalam perolehan suara yakni tingkat kekerabatan jenis kedua, yakni kekerabatan/ kekeluargaan berdasarkan keturunan nenek dari pihak ayah dan pihak ibu. Keluarga dari calon kandidat satu dijadikan sebagai tim pemenangan saat Pilkades Aro Tahun 2022. Begitu pula dengan calon kandidat dua. Jika dibandingkan dengan calon kandidat dua, keluarga dari calon kandidat satu memiliki pengaruh yang kuat dalam perolehan suara. Sehingga calon kandidat satu berhasil memenangkan Pilkades Aro Tahun 2022. Masyarakat yang sama sekali tidak melihat visi dan misi yang diajukan oleh calon kandidat, baik itu dari keluarga mereka ataupun tidak. Walaupun mereka melakukan pemilihan dengan kesadaran, tetapi masih dilakukan berdasarkan alasan masih bersifat Subjective Emotional, yaitu menjatuhkan pilihan karena hubungan dalam kekeluargaan, hubungan berkerabat, bahkan persahabatan masih ada. Daftar Pustaka