Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Implementasi Procedural Generation Pada Game Aksi Survival Agung Wahyudi1. Irmayani Pawelloi 2. Masnur*3. Nurdiansyah Sirimorok4 1,2,3,4 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Parepare *e-mail: 221280076agungwahyudi@gmail. com1, irmahakzah@gmail. com2, masnur2010@gmail. nurdiansyahs1212@gmail. Received: Revised: Accepted: Available online: Abstract: Procedural generation (PG) is a technique used to automatically create game worlds based on algorithms, enabling the creation of dynamic and varied worlds. This study aims to explore the application of PG in action survival games, focusing on the distribution of generated biomes and their impact on exploration experience and survival challenges. In this research, experiments were conducted using seven different seeds to generate worlds with various biomes, such as Forest. Mountains. Snow, and others. Data collected includes the time required for the generation process and the percentage distribution of biomes. The results show that PG can generate worlds with varied biome distributions, with Forest biome dominating the generated worlds, while Snow and Mountain biomes are less frequently found. This biome variability affects the playerAos experience in exploration and survival, enhancing replayability and gameplay depth. However, this study also identifies challenges related to the imbalance in biome distribution that needs to be optimized. Overall. PG has proven effective in creating diverse and dynamic game worlds, but further optimization is needed to improve the consistency and smoothness of world design. This research contributes to the understanding of PG implementation in action survival games and opens up opportunities for further research on PG algorithm optimization techniques. Keywords: Procedural generation. Game Aksi Survival. Biome. Exploration. Replayability. Abstrak: Procedural generation (PG) merupakan teknik yang digunakan untuk menciptakan dunia game secara otomatis berdasarkan algoritma, yang memungkinkan pembuatan dunia yang dinamis dan bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan PG dalam game aksi survival, dengan fokus pada distribusi biome yang dihasilkan dan dampaknya terhadap pengalaman eksplorasi serta tantangan bertahan Dalam penelitian ini, eksperimen dilakukan dengan menggunakan tujuh seed yang berbeda untuk menghasilkan dunia dengan berbagai biome, seperti Hutan. Pegunungan. Salju, dan lainnya. Data yang dikumpulkan mencakup waktu yang dibutuhkan untuk proses generasi dan persentase distribusi biome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PG mampu menghasilkan dunia dengan distribusi biome yang bervariasi, dengan biome Hutan mendominasi dunia yang dihasilkan, sementara biome Salju dan Pegunungan lebih jarang Variabilitas biome ini memengaruhi pengalaman pemain dalam eksplorasi dan bertahan hidup, meningkatkan replayability dan kedalaman gameplay. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan terkait dengan ketidakseimbangan dalam distribusi biome yang perlu dioptimalkan. Secara keseluruhan. PG terbukti efektif dalam menciptakan dunia game yang beragam dan dinamis, namun pengoptimalan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan konsistensi dan kelancaran desain dunia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang penerapan PG dalam game aksi survival dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai teknik optimasi algoritma PG. Kata kunci: Procedural generation. Game Aksi Survival. Biome. Eksplorasi. Replayability. PENDAHULUAN Industri game saat ini terus mengalami perkembangan pesat, dengan berbagai inovasi yang mendorong batas-batas pengalaman bermain. Salah satu inovasi yang paling signifikan dalam pengembangan game aksi survival adalah teknik procedural generation (PG). Teknik ini memungkinkan pembuatan dunia game yang luas dan bervariasi secara otomatis, hanya dengan menggunakan algoritma dan parameter yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam game aksi survival, di mana eksplorasi dunia yang dinamis dan penuh tantangan adalah bagian integral dari pengalaman bermain. PG memungkinkan pembuatan lingkungan yang selalu baru setiap kali permainan dimulai. Game-game terkenal seperti Minecraft dan No ManAos Sky telah sukses mengimplementasikan PG, menghasilkan dunia yang tidak hanya kaya akan detail, tetapi juga terus berkembang, memberikan pengalaman yang berbeda setiap kali dimainkan. Dengan meningkatnya permintaan akan dunia game yang tidak terbatas dan penuh keanekaragaman, penting untuk memahami bagaimana PG dapat dioptimalkan dalam konteks game aksi survival(Kurniawati Mahardika et al. , 2. (Kusuma et al. Topik mengenai implementasi procedural generation dalam game aksi survival menjadi sangat relevan mengingat peningkatan kompleksitas dan kedalaman game yang kini lebih mengutamakan pengalaman dinamis bagi pemain. Game aksi survival, yang sering kali mengharuskan pemain untuk menjelajahi, bertahan hidup, dan berinteraksi dengan dunia yang penuh tantangan, memerlukan lingkungan yang terus berubah agar gameplay tetap menarik dan tidak monoton. Procedural generation E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. menawarkan solusi untuk masalah keterbatasan desain dunia statis yang sering kali tidak dapat menciptakan pengalaman berkelanjutan. Teknik ini memberikan kebebasan bagi pengembang game untuk menciptakan dunia dengan elemen-elemen yang bervariasi, seperti biome yang berbeda, yang akan mempengaruhi cara pemain berinteraksi dengan dunia dan bertahan hidup di dalamnya. Penggunaan PG memungkinkan pemain untuk selalu mendapatkan pengalaman baru dalam setiap sesi permainan, meningkatkan replayability dan daya tarik jangka panjang dari sebuah game aksi survival(Mide & Masnur, 2. (Masnur & Purnomo, 2. (Karthikeyan et al. , 2. Meskipun procedural generation telah banyak diterapkan dalam berbagai jenis game, penelitian mengenai penerapannya dalam game aksi survival masih terbatas. Banyak studi sebelumnya yang mengkaji PG dalam konteks game petualangan atau RPG, namun sedikit yang mengulas secara mendalam bagaimana PG dapat memengaruhi aspek-aspek gameplay dalam game aksi survival, terutama terkait dengan distribusi biome dan bagaimana hal tersebut memengaruhi pengalaman bertahan hidup pemain. Penelitian yang ada lebih banyak berfokus pada aspek teknis implementasi PG, sedangkan dampaknya terhadap desain dunia dan gameplay masih kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan dengan menganalisis bagaimana PG dapat menghasilkan dunia yang dinamis dengan distribusi biome yang bervariasi, serta untuk mengeksplorasi dampaknya terhadap pengalaman bertahan hidup dan eksplorasi dalam game aksi survival(Khomariyah et al. , 2. (Saputra et al. , 2. (Hidayat et al. , 2. (Irmayani et al. , 2. Berdasarkan tinjauan literatur yang ada, procedural generation berpotensi untuk menciptakan dunia game yang lebih menarik dan kompleks, dengan elemen-elemen yang tidak terduga. Dunia yang dihasilkan dengan PG memungkinkan pengembang untuk merancang berbagai jenis biome yang berbeda, seperti Hutan. Pegunungan. Padang Rumput, dan Salju, yang masing-masing menawarkan tantangan dan peluang yang berbeda bagi pemain. Keberagaman biome ini berperan penting dalam membentuk pengalaman pemain dalam menjelajahi dan bertahan hidup, serta memengaruhi strategi yang digunakan dalam permainan. Dengan demikian, procedural generation tidak hanya memberikan variasi dalam dunia game tetapi juga memperkaya elemen-elemen gameplay, seperti eksplorasi, pertarungan, dan pengumpulan sumber daya(Nurhayati & Utami, 2. (Atthariq et al. , 2. Dalam penelitian ini, beberapa pertanyaan utama diajukan untuk menggali lebih dalam tentang pengaruh PG terhadap pengalaman bermain game aksi survival. Pertanyaan utama yang ingin dijawab adalah bagaimana PG dapat menghasilkan distribusi biome yang bervariasi dan dinamis, serta apa dampaknya terhadap pengalaman bertahan hidup dan eksplorasi dalam dunia game. Selain itu, penelitian ini juga berupaya untuk menjawab sejauh mana PG dapat menciptakan dunia yang menantang namun tetap menjaga konsistensi dan kelancaran dalam desain dunia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan procedural generation dalam menciptakan dunia dengan berbagai biome yang memengaruhi gameplay dan tantangan yang dihadapi pemain, serta untuk menganalisis bagaimana keberagaman biome dapat meningkatkan pengalaman bertahan hidup dan eksplorasi(Ramadhan & Indriyanti, 2. (Ijai et al. , 2. (Vatresia et al. , 2. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa procedural generation dapat menghasilkan dunia game yang bervariasi dengan distribusi biome yang dinamis, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan replayability dan pengalaman eksplorasi dalam game aksi survival. (Arifudin et al. , 2. (Masnur & Alam, 2. (Masnur et al. , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan eksperimen untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi procedural generation (PG) dalam menciptakan dunia game dengan distribusi biome yang Langkah-langkah berikut dilakukan untuk mendalami bagaimana PG berfungsi dalam konteks game aksi survival dan untuk mengidentifikasi dampaknya terhadap pengalaman bermain, terutama dalam aspek eksplorasi dan bertahan hidup. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif, di mana dunia game yang dihasilkan melalui PG dianalisis untuk mengevaluasi distribusi biome, waktu yang dibutuhkan untuk proses generasi, serta hubungan antara faktor-faktor ini dengan elemen gameplay yang dihadapi pemain. Dunia yang dihasilkan oleh PG akan diamati berdasarkan parameter tertentu seperti tipe biome . Laut. Pantai. Padang Rumput. Hutan. Pegunungan, dan Salj. , serta seberapa besar pengaruh distribusi biome terhadap dinamika permainan. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Pengumpulan Data Data penelitian dikumpulkan menggunakan tujuh seed berbeda, yang masing-masing menghasilkan dunia dengan variasi biome yang berbeda. Setiap seed akan menghasilkan dunia yang unik, yang dievaluasi berdasarkan dua parameter utama: A Waktu Proses Generasi: Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan dunia berdasarkan algoritma procedural generation. A Distribusi Biome: Persentase tiap biome yang dihasilkan pada setiap seed, termasuk Laut. Pantai. Padang Rumput. Hutan. Pegunungan, dan Salju. Distribusi ini dicatat untuk setiap seed dan dianalisis untuk mengidentifikasi variasi dalam dunia yang dihasilkan. Tabel data akan mencatat waktu yang dibutuhkan untuk proses generasi dan persentase biome untuk setiap seed. Data ini akan digunakan untuk menganalisis pengaruh PG terhadap keragaman dunia yang dihasilkan, serta untuk mengevaluasi kecepatan dan efisiensi proses generasi. Analisis Data Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi biome dan waktu yang dibutuhkan untuk proses generasi. Analisis ini A Distribusi Persentase Biome: Menghitung rata-rata persentase untuk masing-masing biome di seluruh seed yang diuji. Perbandingan antara seed dilakukan untuk melihat apakah ada pola atau tren dalam distribusi biome yang dihasilkan. A Hubungan Antara Waktu dan Variasi Biome: Menilai hubungan antara waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan dunia dengan keragaman biome yang dihasilkan. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah waktu generasi yang lebih lama menghasilkan dunia dengan distribusi biome yang lebih beragam. A Analisis Kualitas Dunia yang Dihasilkan: Menganalisis bagaimana distribusi biome yang bervariasi memengaruhi pengalaman gameplay, seperti tantangan bertahan hidup, eksplorasi, dan interaksi pemain dengan dunia game. Ini dapat dilakukan dengan evaluasi subjektif melalui pengamatan gameplay atau wawancara dengan pemain. Implementasi Procedural generation Untuk eksperimen ini, algoritma procedural generation yang digunakan adalah metode berbasis Perlin noise atau teknik serupa yang sering dipakai untuk menghasilkan dunia acak namun Perlin noise akan digunakan untuk menentukan pembentukan dan distribusi biome dalam dunia game. Setiap seed yang digunakan akan menghasilkan peta dunia yang berbeda, dengan karakteristik biome yang unik berdasarkan algoritma yang diterapkan. Pengaturan parameter PG, seperti skala noise dan amplitudo, akan disesuaikan untuk memastikan bahwa dunia yang dihasilkan memiliki keberagaman yang mencerminkan berbagai jenis lingkungan alami . eperti hutan, pegunungan, dan salj. Proses generasi akan dilakukan menggunakan perangkat pengembangan game yang sesuai, seperti Unity atau Unreal Engine, dengan penyesuaian pada algoritma PG untuk mengontrol distribusi biome yang lebih realistis dan dinamis. Validasi dan Evaluasi Setelah dunia game dihasilkan, evaluasi dilakukan untuk menilai kualitas dan konsistensi distribusi Validasi dilakukan dengan menggunakan metrik evaluasi yang mencakup: A Keberagaman Biome: Mengukur seberapa beragam dan seimbang distribusi biome di dunia yang dihasilkan, untuk menentukan apakah PG menghasilkan dunia yang sesuai dengan tujuan permainan aksi survival. A Tantangan Gameplay: Evaluasi dilakukan untuk menilai bagaimana variasi biome memengaruhi tantangan yang dihadapi pemain, terutama dalam hal eksplorasi dan bertahan hidup. Metrik ini akan mencakup elemen seperti kelimpahan sumber daya, keberadaan musuh, dan kesulitan A Umpan Balik Pemain: Pemain yang terlibat dalam evaluasi gameplay akan memberikan umpan balik mengenai tingkat kesulitan, keseruan, dan keaslian dunia yang dihasilkan oleh PG. Hal ini memberikan wawasan langsung tentang pengalaman pemain terkait dengan variasi biome. Alat dan Perangkat yang Digunakan Penelitian ini akan menggunakan perangkat pengembangan game seperti Unity atau Unreal Engine untuk mengimplementasikan procedural generation. Alat ini memungkinkan pengembang untuk menghasilkan dunia game secara dinamis dan mengatur algoritma PG dengan fleksibel. Selain itu, perangkat lunak analisis data seperti Excel atau Python digunakan untuk memproses dan E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. menganalisis data yang dikumpulkan. Gambar 1. Flowchart Metode Penelitian Dimulai dari Desain Penelitian, peneliti merancang kerangka kerja dan tujuan studi secara Tahap selanjutnya adalah Pengumpulan Data, di mana informasi yang relevan dikumpulkan menggunakan teknik yang sesuai dengan pendekatan penelitian. Setelah itu, data yang diperoleh dianalisis secara menyeluruh pada tahap Analisis Data guna mengidentifikasi pola, kecenderungan, atau hubungan yang signifikan. Berdasarkan hasil analisis, penelitian dilanjutkan ke tahap Implementasi Procedural Generation, yang mengindikasikan penggunaan algoritma untuk menghasilkan konten secara otomatis berdasarkan aturan tertentu. Tahap akhir adalah Validasi dan Evaluasi, di mana hasil implementasi diuji dan dievaluasi untuk memastikan keandalan dan efektivitasnya sesuai dengan tujuan penelitian. Alur ini menunjukkan pendekatan metodologis yang kuat dan terstruktur, sejalan dengan standar penelitian ilmiah bereputasi internasional. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Gambar 2. Menu Utama Game High on Survival E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Gambar 3. Peta yang Dihasilkan Tabel 1. Hasil Pengujian Implementasi Procedural generation Pada Game Aksi Survival Persentase Biome (%) Waktu Seed Padang Laut Pantai Hutan Pegunungan Salju 0,84 5,17 14,12 4,09 6,68 0,643 13,43 5,79 12,92 56,45 4,29 0,987 14,19 6,52 14,75 52,39 0,772 15,05 5,76 14,19 50,22 5,65 0,992 5,34 51,57 4,79 13,74 5,67 13,92 52,71 5,55 8,38 13,41 5,45 14,38 53,87 4,17 8,69 Gambar 4. Grafik Statistik Tabel Pengujian Implementasi Procedural generation pada Game Aksi Survival bertujuan untuk menghasilkan dunia game yang tidak hanya luas, tetapi juga beragam, yang memberikan pengalaman berbeda setiap kali dimainkan. Berdasarkan data yang diperoleh, berbagai jenis biome seperti Laut. Pantai. Padang Rumput. Hutan. Pegunungan, dan Salju dapat dibentuk dengan menggunakan algoritma procedural E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Pada setiap seed, persentase biome yang dihasilkan menunjukkan variasi yang konsisten. Secara umum, biome yang paling dominan adalah Hutan, yang berkisar antara 50% hingga 57%, mengindikasikan bahwa dunia yang dihasilkan sebagian besar terdiri dari wilayah hutan. Di sisi lain, biome Salju menunjukkan persentase yang lebih rendah, sekitar 4% hingga 9%, yang menandakan bahwa wilayah yang sangat dingin dan bersalju relatif jarang ditemukan dalam dunia yang dihasilkan oleh algoritma ini. Biome lainnya seperti Padang Rumput dan Pantai memiliki distribusi yang lebih seimbang, dengan persentase yang berada dalam kisaran 12% hingga 15%. Ini menunjukkan keberagaman yang cukup tinggi dalam pembuatan dunia, yang memungkinkan variasi dalam pengalaman permainan berdasarkan lokasi yang dijelajahi pemain. Pegunungan dan Laut, meskipun lebih jarang dibandingkan dengan Hutan, masih memiliki proporsi yang cukup signifikan, dengan persentase antara 4% hingga Proses procedural generation memungkinkan permainan aksi survival untuk tidak bergantung pada peta statis, memberikan pengalaman yang lebih menarik dan penuh tantangan, karena pemain tidak pernah tahu persis apa yang akan mereka hadapi di dunia permainan. Penggunaan seed yang berbeda akan menghasilkan dunia yang sepenuhnya baru, memungkinkan eksperimen yang lebih banyak dalam desain game, serta menciptakan replayability yang tinggi. Selain itu, penggunaan berbagai biome ini memungkinkan pengembang game untuk menambah elemen-elemen gameplay yang lebih beragam, seperti tantangan bertahan hidup yang berbeda tergantung pada lingkungan yang dihasilkan, seperti melintasi hutan lebat, menjelajahi pegunungan yang terjal, atau bertahan di kawasan yang tertutup salju. Secara keseluruhan, implementasi procedural generation dalam game aksi survival memberikan fleksibilitas dalam desain dunia permainan yang dinamis, serta meningkatkan nilai replayability dan kompleksitas yang disesuaikan dengan preferensi pemain. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa procedural generation (PG) menghasilkan dunia dengan distribusi biome yang bervariasi, yang dipengaruhi oleh seed yang digunakan. Berdasarkan data yang diperoleh, biome Hutan mendominasi dunia yang dihasilkan dengan persentase antara 50% hingga 57%. Sementara itu, biome Salju menunjukkan persentase yang jauh lebih rendah, berkisar antara 4% hingga 9%, yang mengindikasikan bahwa dunia bersalju relatif jarang terbentuk dalam hasil generasi. Selain itu, biome seperti Padang Rumput dan Pantai memiliki persentase yang cukup seimbang, berada dalam kisaran 12% hingga 15%, sedangkan Pegunungan menunjukkan variasi antara 4% hingga 9%. Distribusi ini mencerminkan peran penting procedural generation dalam menentukan keragaman dunia yang dihasilkan berdasarkan algoritma yang digunakan. Variasi Biome Berdasarkan Seed Setiap seed yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan dunia dengan karakteristik yang berbeda, mencerminkan kemampuan procedural generation untuk menciptakan dunia yang unik setiap kali permainan dimulai. Sebagai contoh, seed dengan ID 24851 menghasilkan dominasi Hutan yang lebih tinggi, mencapai 57%, sementara seed -53111 menghasilkan distribusi Hutan yang sedikit lebih rendah, yaitu 56,45%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada variasi kecil, procedural generation secara konsisten menghasilkan dunia dengan distribusi biome yang hampir serupa, memberikan pengalaman yang dapat diprediksi dengan sedikit perbedaan di setiap sesi permainan. Pengaruh Procedural generation terhadap Gameplay Pengaruh PG terhadap gameplay sangat signifikan, terutama dalam konteks game aksi survival. Dengan beragam biome yang dihasilkan, pemain dihadapkan pada tantangan yang berbeda-beda setiap kali menjelajahi dunia permainan. Misalnya, dominasi biome Hutan menawarkan peluang bagi pemain untuk bertahan hidup di lingkungan yang kaya akan sumber daya alam, sementara biome Pegunungan atau Salju dapat memberikan tantangan yang lebih besar terkait navigasi dan pengumpulan sumber Kelebihan dan Kekurangan Procedural generation dalam Game Aksi Survival Salah satu kelebihan utama procedural generation adalah kemampuannya untuk meningkatkan replayability dan memberikan pengalaman yang unik bagi pemain. Dunia yang dihasilkan selalu E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 2 - December 2025. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. berbeda, menawarkan tantangan baru yang meningkatkan daya tarik game dalam jangka panjang. Namun, ada kekurangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan keterbatasan kontrol desain KESIMPULAN Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa procedural generation (PG) dapat digunakan secara efektif untuk menciptakan dunia yang dinamis dan beragam dalam game aksi survival. Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan berbagai seed mengungkapkan bahwa PG mampu menghasilkan distribusi biome yang bervariasi, yang pada gilirannya memengaruhi pengalaman eksplorasi dan tantangan bertahan hidup yang dihadapi pemain. Biome Hutan menunjukkan dominasi dalam dunia yang dihasilkan, sementara biome lainnya seperti Salju dan Pegunungan memberikan variasi yang memperkaya elemen permainan, terutama dalam hal navigasi dan pengumpulan sumber daya. Penggunaan PG dalam game aksi survival tidak hanya meningkatkan replayability tetapi juga memberikan pengalaman yang selalu baru dan tak terduga bagi pemain. Variasi biome yang dihasilkan berfungsi sebagai dasar untuk tantangan dan strategi bertahan hidup yang beragam, yang meningkatkan kedalaman gameplay dan interaksi pemain dengan dunia game. Meskipun demikian, beberapa kekurangan, seperti ketidakseimbangan dalam distribusi biome, masih perlu diperbaiki untuk menghasilkan dunia yang lebih konsisten namun tetap beragam. Secara keseluruhan, procedural generation menawarkan potensi besar dalam desain dunia game aksi survival. Pengoptimalan algoritma PG untuk menghasilkan dunia yang lebih terkoordinasi namun tetap dinamis merupakan arah yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur yang ada mengenai PG dalam konteks game aksi survival dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai teknik-teknik baru yang dapat meningkatkan kualitas desain dunia dalam DAFTAR PUSTAKA