Jurnal Peduli Masyarakat Volume 2 Nomor 4. Desember 2020 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 : SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI AREA KERJA PADA KARYAWAN PERKANTORAN DI BANDAR LAMPUNG Nova Nurwinda Sari*. Dewi Yuliana. Radella Hervidea. Annisa Agata Fakultas Kesehatan. Universitas Mitra Indonesia Jln. A Pagar Alam No. Gedongmeneng. Rajabasa. Bandar Lampung. Indonesia, 35145 *nova_sari@umitra. ABSTRAK Coronavirus disease 2019 (Covid-. merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan dengan gejala ringan hingga berat. Infeksi virus SARS-CoV-2 dapat menimbulkan beberapa gejala mulai dari tanpa gejala . , gejala ringan, sedang dan berat. Hingga saat ini belum ditemukan antivirus atau vaksin yang dapat menangani infeksi Covid-19. Oleh karena itu, upaya untuk memutus mata rantai penularan adalah melalui penerapan protokol kesehatan yang mencakup 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Akan tetapi masih banyak anggota masyarakat terutama para karyawan yang belum patuh dalam menerapkan protokol ini. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 pada karyawan perkantoran di Bandar Lampung, mengingat area kerja merupakan salah satu area yang menyumbang angka kejadian Covid-19 cukup tinggi di Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh 97 karyawan yang tersebar di 13 perkantoran di area Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui aplikasi zoom. Kuesioner diberikan untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Materi disampaikan menggunakan media audovisual powerpoint dan leaflet yang disajikan menggunakan aplikasi zoom. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta tentang covid-19 dan protokol kesehatan covid-19 di area Pemberian informasi tentang covid-19 dan protokol kesehatan covid-19 memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat terutama para karyawan di area perkantoran. Kata kunci: covid-19. protokol kesehatan HEALTH PROTOCOL OF COVID-19: AS A PREVENTION OF COVID-19 IN THE WORK AREA OF OFFICE EMPLOYEES IN BANDAR LAMPUNG ABSTRACT Coronavirus disease 2019 (Covid-. is a disease caused by the corona virus which can cause respiratory tract infections with up to severe symptoms. SARS-CoV-2 virus infection can cause symptoms ranging from symptoms . , mild, moderate and severe symptoms. Until now, no antiviral or vaccine has been found that can infect Covid-19. Therefore, efforts to break the chain of transmission are the application of health protocols that include 3M recording, wearing masks and maintaining distance. However, there are still many community members, especially employees who are not yet obedient to implementing this protocol. Community service is carried out as an effort to prevent the transmission of Covid-19 to office employees in Bandar Lampung, considering that the work area is one of the areas that contributes to the high incidence of Covid-19 in Bandar Lampung. The community service activity was attended by 97 well-known employees in Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 173 - 180. Desember 2020 Global Health Science Group 13 offices in the Bandar Lampung area. The method used is health education through the zoom The questionnaire was given to measure participants before and after participating in The material is presented using powerpoint audiovisual media and leaflets which are presented using the zoom application. This activity results showed an increase in participants' knowledge about covid-19 and covid-19 health protocols in the work area. Presenting information about covid-19 and covid-19 health protocols has a positive impact on increasing public knowledge, especially employees in office areas. Keywords: covid-19. health protocol PENDAHULUAN Pada awal tahun 2020, terdapat jenis virus baru yang merebak dan menggemparkan seluruh dunia, yakni coronavirus jenis baru bernama SARS-CoV-2 dan penyakit yang ditimbulkan dari virus tersebut disebut Coronavirus disease 2019 (Covid-. (Guan et al. , 2. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Wuhan. Provinsi Hubei. Cina pada akhir tahun 2019 tepatnya di bulan Desember. Awal mula transmisi virus ini belum dapat ditentukan apakah terjadi antar manusia ke manusia. Namun, saat ini coronavirus masih menyebar dengan cepat pada manusia di seluruh dunia (Cherradi, 2. Angka kejadian covid-19 diseluruh dunia pada tanggal 08 November 2020 mencapai 590 kasus terkonfirmasi dengan angka kematian mencapai 1. Kasus tertinggi ditempati oleh Negara Amerika dengan jumlah kasus sebanyak 9. 758 dengan angka kematian sebesar 233. 292, lalu diikuti oleh India sebanyak 8. 754 kasus dengan angka kematian sebesar 126. 121 kasus dan Brazil dengan jumlah kasus sebesar 5. dengan jumlah kematian 161. 106 kasus. Sedangkan di Indonesia sendiri saat ini kejadian Covid-19 terkonfirmasi sebesar 433. 836 kasus dengan angka kematian sebesar 14. kasus (Data WHO 08 November 2. Virus SARS-CoV-2 seringkali menyebabkan penularan cluster terutama di dalam kelompok keluarga. Di beberapa kota, kasus yang melibatkan penularan cluster menyumbang 50% hingga 80% dari semua kasus COVID-19 yang dikonfirmasi (Han & Yang, 2. Namun selain cluster keluarga, saat ini cluster area kerja juga menyumbang angka kejadian Covid-19 yang cukup tinggi. Hingga saat ini belum ditemukan antivirus atau vaksin untuk menangani pasien covid-19. Tatalaksana penanganan virus SARS-CoV-2 tentunya akan berbeda Ae beda tergantung dari kondisi pasien karena hingga saat ini antivirus maupun vaksin untuk menangani virus SARS-CoV-2 sedang dalam uji coba karena penyakit ini merupakan penyakit yang baru ditemukan (Susilo et al. , 2. Rekomendasi WHO untuk menghadapi infeksi virus SARS-CoV-2 adalah melakukan proteksi dasar yang meliputi cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir menggunakan hand sanitizier, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain terutama yang memiliki gejala batuk atau bersin, dan berobat ketika memiliki keluhan yang sesuai kategori suspek (WHO, 2. Hasil survey yang telah dilakukan terhadap beberapa karyawan perkantoran di Bandar Lampung bahwa mayoritas karyawan belum mengetahui upaya preventif covid-19 di area Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 173 - 180. Desember 2020 Global Health Science Group hasil survey yang dilakukan secara daring . juga menyatakan bahwa beberapa karyawan tidak menggunakan masker ketika berada di lingkungan kerja, masih berdekatan / tidak menjaga jarak. Selain itu beberapa karyawan menganggap bahwa penggunaan masker hanya dilakukan ketika mereka berada di luar ruangan atau ketika berhadapan / berinteraksi dengan orang lain. Bahkan ada beberapa karyawan meyakini bahwa tidak mungkin sesama teman kerja akan membawa virus covid Ae 19 atau menularkan virus covid Ae 19. Berdasarkan latar belakang yang ada maka perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat terkait Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan di Area Kerja pada karyawan Perkantoran di Bandar Lampung. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tema AuProtokol Kesehatan Covid-19: Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Di Area Kerja Pada Karyawan Perkantoran Di Bandar LampungAy dilakukan pada bulan September 2020 kepada 97 karyawan perkantoran di Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dan demonstrasi melalui aplikasi zoom. Tim pengabdian memberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan slide power point yang ditampilkan menggunakan aplikasi zoom. Kuesioner diberikan untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Hasil uji pengetahuan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian informasi kesehatan tentang Covid Ae 19 dan protokol kesehatan covid-19 di area kerja sebanyak 97 karyawan mengikuti kegiatan sampai selesai melalui aplikasi zoom. Sebelum diberikan informasi kesehatan, para karyawan dibagikan kuesioner untuk mengkaji pengetahuan tentang covid-19 dan protokol kesehatan covid-19 di area kerja. Satu hari setelah penyebaran kuesioner, tim pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan kesehatan selama A 60 menit menggunakan aplikasi zoom. Setelah penyuluhan kesehatan, responden kemudian diminta kembali untuk mengisi kuesioner melalui google form. Hasil penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Variabel Usia Jenis Kelamin Jenis Kelamin Tabel 1. Karakteristik responden . Karakteristik Responden 20 - 30 tahun 31 Ae 40 tahun 41 Ae 50 tahun Laki Ae laki Perempuan SMA Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 173 - 180. Desember 2020 Global Health Science Group Tabel 2. Hasil Penyebaran Instrumen Sebelum dan Sesudah diberikan Informasi Kesehatan . Variabel Kategori Sebelum Sesudah Penyuluhan Penyuluhan Tingkat pengetahuan tentang Covid- Kurang baik Cukup baik Baik Tingkat pengetahuan tentang Kurang baik protokol kesehatan covid-19 di area Cukup baik Baik Tingkat pengetahuan tentang Kurang baik pencegahan covid-19 Cukup baik Baik Tingkat kepatuhan penerapan Kurang patuh protokol kesehatan pencegahan Cukup Patuh Covid-19 di area kerja Patuh Tabel 1 diketahui bahwa peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 97 peserta. Dari jumlah 97 peserta, sebanyak 43 peserta . ,3%) berusia 31 - 40 tahun. sebanyak 50 peserta . ,6%) berjenis kelamin laki Ae laki. sebanyak 62 peserta . ,9%) tingkat pendidikan Sarjana (S. Hasil penyebaran kuesioner sebelum dilakukan pemberian informasi kesehatan diketahui bahwa dari total 97 peserta, sebanyak 57 peserta . ,7%) memiliki tingkat pengetahuan cukup baik tentang Covid-19. sebanyak 63 peserta . ,9%) memiliki tingkat pengetahuan kurang baik terkait protokol kesehatan Covid-19 di area kerja. sebanyak 53 peserta . ,6%) memiliki tingkat pengetahuan kurang baik terkait pencegahan Covid-19. dan sebanyak 59 peserta . ,8%) memiliki tingkat kepatuhan yang kurang dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di area kerja. Kegiatan pemberian informasi tentang protokol kesehatan di area kerja pada karyawan perkantoran di Bandar Lampung dilakukan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di area kerja. Hal ini didasari karena area kerja terutama perkantoran menjadi salah satu cluster Covid-19 yang menyumbang angka infeksi cukup tinggi. Selain itu, sebagian besar para karyawan perkantoran belum patuh dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Asumsi ini didukung dengan masih banyaknya karyawan yang menurunkan masker / tidak menggunakan masker ketika berada dilingkungan kerja, masih berkerumun / tidak menjaga jarak karena menganggap bahwa orang Ae orang disekitar tidak memiliki virus covid, dsb. Kemenkes, . menyatakan bahwa, berdasarkan bukti yang ada penularan Covid-19 melalui droplet dan kontak dekat dengan pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Upaya atau Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 173 - 180. Desember 2020 Global Health Science Group tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan kunci penerapan di pelayanan Langkah Ae langkah pencegahan yang efektif dilakukan di masyarakat antara Melakukan dan menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan hand sanitizier atau mencuci tangan menggunakan sabun jika tangan sangat kotor Menghindari untuk menyentuh area wajah yang meliputi mata, hidung dan mulut Menerapka etika batuk dan bersin dengan menutup hidung dan mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu Menggunakan masker terutama masker medis jika memiliki gejala pernafasan Menjaga jarak dari orang yang mengalami gejala pernafasan minimal 1 meter Pemberian informasi tentang Covid-19 diberikan selama A 60 menit menggunakan aplikasi Para peserta tampak sangat antusias mengingat Virus Covid-19 merupakan virus baru yang menyumbang angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi diberbagai negara. Tahapan pemberian informasi kesehatan dilakukan melalui beberapa tahapan yakni : Tahap orientasi selama A 10 menit. Pada fase ini, tim pengabdian masyarakat memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemberian informasi kesehatan. Tim pengabdian masyarakat juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepad apara peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan. Tahap penyajian selama A 30 menit. Pada tahapan ini TIM pengabdian masyarakat memberikan informasi kesehatan meliputi konsep Era New Normal, pengertian Covid19, penyebab Covid-19, tanda gejala Covid-19, komplikasi Covid-19, cara pencegahan Covid-19 secara umum, upaya preventif Covid-19 di area kerja dan mendemonstrasikan pemilihan dan penggunaan masker, mendemonstrasikan cuci tangan 6 langkah. Pada tahapan ini juga, tim pengabdian masyarakat memberikan kesempatan peserta untuk bertanya terkait materi yang disampaikan. Ternyata, banyak peserta yang bahkan baru mengetahui bahwa ada upaya preventif covid-19 di area kerja. Tahap evaluasi selama A 20 menit. Pada tahapan ini, tim pengabdian masyarakat mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan serta meberikan reinforcement positif dan menyimpulkan hasil kegiatan. Pada akhir kegiatan, tim pengabdian masyarakat memberikan salam penutup dan mengucapkan terimakasih. Kegiatan pemberian informasi tentang Covid-19 berjalan lancar meski ada beberapa hambatan sinyal pada beberapa peserta. Namun peserta sangat antusias dalam mendengarkan informasi dan ketika berdiskusi. TIM pengabdian berasumsi bahwa pemberian informasi tentang Covid-19 dengan sasaran kelompok kerja efektif dilakukan. Hal ini juga terlihat dari hasil penyebaran kuesioner setelah dilakukan pemberian informasi kesehatan pada para karyawan. Hasil penyebaran kuesioner setelah dilakukan pemberian informasi kesehatan diketahui bahwa dari total 97 peserta, sebanyak 54 peserta . ,6%) memiliki tingkat pengetahuan baik tentang Covid-19. sebanyak 47 peserta . ,4%) memiliki tingkat pengetahuan cukup baik terkait protokol kesehatan Covid-19 di area kerja. sebanyak 61 peserta . ,8%) memiliki tingkat pengetahuan baik terkait pencegahan Covid-19. dan sebanyak 62 peserta Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 173 - 180. Desember 2020 Global Health Science Group . ,9%) memiliki tingkat kepatuhan yang cukup dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di area kerja. Hal ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Utari & Novayelinda, 2. bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Menurut Notoatmodjo . dalam (Utari & Novayelinda, 2. bahwa pendidikan kesehatan dapat berperan dalam merubah perilaku individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan nilai Ae nilai kesehatan. Individu diharapkan dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya sakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan Perubahan perilaku yang dimaksud merupakan hasil dari pendidikan kesehatan. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Devi Pramita Sari, 2. tentang hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Ngronggah menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan Covid-19. Pengetahuan memiliki peranan penting dalam menentukan perilaku karena pengetahuan akan membentuk membentuk kepercayaan dalam mempersepsikan kenyataan dan memberikan dasar dalam pengambilan keputusan dan menentukan perilaku individu terhadap objek tertentu. Kondisi tersebut akan memmpengaruhi individu dalam berperilaku (Novita dkk, 2. Menurut Prihantana dkk . , pengetahuan individu tentang pencegahan Covid-19 dengan kepatuhan penggunaan masker mempunyai peranan cukup penting dalam meminimalisir kejadian berulang dari Covid-19. Individu bahkan masyarakat harus mengenal, mengatehui, mempelajari dan memahami segala sesuatu terkait Covid-19 yang meliputi pengertian, penyebab, faktor resiko, tanda gejala, penatalaksanaan dan Pengetahuan terkait covid-19 dapat membantu seseorang dalam menentukan pilihan ketika mengalami masalah kesehatan. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Syadidurrahmah et al. , 2. tentang Perilaku physical distancing mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada masa pandemi Covid-19 menyatakan bahwa individu yang memiliki pengetahuan yang baik akan berpeluang 1,7 kali lebih baik dalam menerapkan perilaku physical distancing dibandingkan seseorang yang memiliki pengetahuan yang buruk. Hal ini disebabkan karena pada masa pandemi Covid-19 serta era digital yang semakin mudah diakses oleh masyarakat menyebabkan informasi terkait bahaya covid-19 lebih banyak tersebar luas. Selain itu, mengingat covid19 merupakan virus baru yang menyerang manusia, sosialisasi terkait virus covid-19 juga lebih sering diberikan kepada masyarakat. Penanggulangan tanggap darurat kesehatan masyarakat, dibutuhkan komunikasi resiko dan pemberdayaan masyarakat (KRPM). KRPM dibutuhkan dalam membantu mencegah penyebaran informasi yang salah serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kesiapan pemerintah sehingga masyarakat dapat menerima informasi dengan baik dan mengikuti anjuran pemerintah. Upaya ini tentu dilakukan dalam rangka menghentikan penyebaran wabah yang semakin meluas serta dapat melindungi individu dan komunitas (Kemenkes, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 173 - 180. Desember 2020 Global Health Science Group SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Protokol Kesehatan Covid-19 dilakukan sebagai salah satu Upaya Pencegahan Covid-19 di area kerja pada karyawan perkantoran di Bandar Lampung. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan peserta dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di area kerja. TIM pengabdian berasumsi bahwa pemberian informasi tentang Covid-19 dengan sasaran kelompok kerja efektif dilakukan. DAFTAR PUSTAKA