Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik Volume. 3 Nomor. 1 Tahun 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpakk. Available online at: https://journal. id/index. php/jbpakk Pendidikan Agama Kristen : Menyemai Kasih dan Kerukunan dalam Komunitas yang Multikultural Wita Marheni1*. Patricia Wira Lestari2 Semuel Linggi Topayung3 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar Setia Jakarta. Indonesia witamarheni2004@gmail. com 1*, wiralestari267@gmail. Alamat: Jl. Kb. Besar. RT. 001/RW. Kb. Besar. Kec. Batuceper. Kota Tangerang. Banten Korespondensi penulis: witamarheni2004@gmail. Abstrack: The Indonesian nation is a nation which is often called a multicultural nation, in which there are various religions, ethnicities, races, even languages and cultural customs. This research was conducted so that readers realize that living amidst a diverse society is not easy, so it is necessary to have a sense of love and tolerance within oneself to produce harmony. This is in line with the basic Christian faith in love and harmony. Then what is the role of Christian Religious Education in maintaining tolerance in diverse communities, for example, from religion, ethnicity, culture and so on. Keywords: Love. Harmony, and Multiculturalism Abstrak: Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang Dimana sering disebut bangsa yang multicultural, yang didalamnya ada berbagai agama, suku, ras, bahkan Bahasa dan budaya adat istiadat. Penelitian ini dilakukan agar pembaca menyadari bahwa hidup ditengah-tengah masyarakat yang beragam tidak mudah, makanya perlu dalam diri memiliki rasa kasih dan toleransi agar menghasilkan kerukunan. Hal ini selaraskan dengan dasar iman Kristen dalam kasih dan kerukunan. Kemudian bagaimana peran Pendidikan Agama Kristen dalam menjaga toleransi dikomunitas yang beragam misal, baik dari agama, suku, budaya dan lain sebagainya. Kata kunci : Kasih. Kerukunan, dan Multikultural PENDAHULUAN Seperti yang kita tahu bahwa jika setiap orang memiliki rasa yang penuh kasih pastinya menimbulkan yang namanya ( kerukunan dan kesejahteraan ), tetapi jika Sebagian orang tidak memiliki rasa itu maka yang pastinya akan menimbulkan suatu masalah/ konflik, baik individu maupun kelompok. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua manusia mampu berusaha mengerti bahkan melakukan hal yang mengakibatkan kedamaian ini. Karena pada dasarnya manusia terbatas dalam hal emosional, kedewasaan, bahkan spriual seseorang. Persoalan kerukunan adalah masalah yang harus menjadi prioritas anak bangsa untuk terus dijaga dan dikelolah dengan baik. Kerukunan yang selama ini terjadi mengalami pasang surut akibat adanya gesekan antara pemeluk agama maupun dalam setiap kehidupan sosial. Hubungan antar-umat beragama dari sejak dahulu kala selalu mengalami fluktuatif yang tidak stabil, hal itu disebabkan adanaya masalah sosial. Yang mengklaim ajaran agamanya paling benar dan memunculkan sikap antipati, bahkan satu sama lain saling menghina dan Received: Oktober 15, 2024. Revised: November 01, 2024. Accepted: November 15, 2024. Online Available: January 29, 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. Ada banyak keragaman agama di dunia, dan ini sering menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan konflik antara orang-orang yang berbeda agama. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan konflik antar manusia dalam masyarakat majemuk. Agama hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang dapat mempengaruhi dan menimbulkan konflik agama. Faktorfaktor ini dapat mencakup hal-hal seperti perbedaan budaya, kesenjangan ekonomi, dan perbedaan politik. Bukan hanya itu saja bahkan ada beberapa orang mungkin memandang agama lain lebih rendah atau tidak benar, yang dapat menimbulkan ketegangan dan Orang yang berbeda agama perlu lebih memahami dan toleran satu sama lain untuk menghindari stereotip dan prasangka. Dalam era globalisasi dan modernisasi yang semakin pesat, isu-isu sosial, politik, dan agama menjadi semakin kompleks dan menantang. Salah satu isu yang sering muncul adalah konflik dan ketidakharmonisan antar golongan agama yang berbeda. Konflik ini sering kali berakar dari pemahaman yang salah tentang agama, sikap intoleransi, dan ketidakmampuan dalam menghargai perbedaan. 2 Ditengah-tengah persoalan seperti ini, peran Pendidikan agama Kristen menjadi sangat penting bagi Masyarakat majemuk terlebih manfaatnya bagi anak muda atau pun pelajar. Sebagai pendidik Kristen memiliki pengaruh besar misal. moral dan sosial yang luas, yang berfungsi sebagai motivator, mediator dan pembangun kerukunan serta memperkuat rasa kasih dalam beragama bahkan pada saat berada dalam lingkungan yang majemuk/beragam. Nilai-nilai Kristen adalah iman yang dapat direflesikan dalam kehidupan sehari-hari pada masyarakat Indonesia yang majemuk, dimana kita hidup. Dalam refleksi iman mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa sebagai hukum yang pertama, menuntut sikap dan tanggung jawab mengasihi sesama sebagai hukum yang kedua. Kedua hukum ini tidak terpisahkan, seperti dua muka dari mata uang yang sama: mengasihi. Jadi tidaklah mungkin mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama, atau sebaliknya, tidaklah mungkin mengasihi sesama tanpa mengasihi Allah. Selanjutnya dikatakan seluruh hukum Taurat tergantung pada kedua hukum inilah (Matius 22: 37-. Iman mendasari pendidikan yang diperoleh yang akan dipraktekan berdasarkan nilai-nilai kristiani yang berdampak pada perilaku remaja dalam kehidupan sebagai bagian dari masyarakat yang multikultural. Feri Simanjuntak dan Nini Adelina Tanamal. Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Memajukan Kerukunan Umat Beragama di Jakarta. Journal on Education. Volume. No. September-December 2022 Ivone Palar. Peran Gereja dalam Menumbuhkan Kerukunan dan Moderasi Beragama. SHAMAYIM : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol. 3 No. 2 (Juli 2. Diany Rita Pangapulon Saragih. John David Simatupang, dan Hotman Siagian. Pendidikan Nilai-Nilai Kristen dalam Membangun Budaya yang Menghormati Keberagaman Bagi Masyarakat Plural. Discreet: Journal Didache of Christian Education P-ISSN: 2797-8591 Available Online at Vol. No. 1 (Jun. PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN : MENYEMAI KASIH DAN KERUKUNAN DALAM KOMUNITAS YANG MULTIKULTURAL Pengajaran dan praktek hidup Tuhan Yesus yang mewariskan nilai luhur tentang hidup mengasihi dalam keberagaman merupakan bagian dari nilai-nilai Kristen. Manusia sebagai sesama wajib hidup harmonis dalam kasih. Dalam kenyataanya sering praktek hidup dan pengajaran Kristus tersebut tidak teraplikasikan dalam praktek iman Kristen. Dengan penguatan nilai-nilai kristiani, diharapkan dapat menjadi terang ditengah-tengah keberagaman. Keberagaman dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan kasih Tuhan dengan cara cerdik tapi juga tulus (Matius 10:. METODE Penelitian ini menggunakan metode yang dikenal dengan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses analisis data kaya akan detail yang dapat digali melalui berbagai sumber informasi, jurnal online, dan jurnal offline. Untuk menghasilkan analisis yang kaya dan terperinci, berbagai sumber informasi harus dikonsultasikan, termasuk buku, jurnal online dan offline, artikel, dan sumber perpustakaan lainnya. Langkah selanjutnya adalah mengurutkan hasil yang telah diperoleh dengan memfokuskan pada kriteria yang mendukung konsep peran Pendidikan Agama Kristen dalam komunitas yang beragam dengan penerapan sila ketiga Pancasila yaitu persatuan Indonesia dalam masyarakat multikultural. Penulis juga mendeskripsikan kasih dan kerukunan sebagai kajian analisis berkaitan dengan kondisi masyarakat heterogen Indonesia yang dimaknai dan bentuk kehidupan sosial manusia berdasarkan firman Tuhan untuk melaksanakan hidup dalam damai sejahtera dan damai di bumi Indonesia tercinta di tengah kemajemukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Indonesia dan keanekaragamannya Indonesia dengan keanekaragaman budaya, agama, suku, bahasa yang dimilikinya menunjukkan sebagai salah satu bangsa yang memiliki masyarakat multikultural. Keanekaragaman menjadi rahmat tersendiri jika dikelola dengan baik, menjadi keunikan dan kekuatan, namun pluralitas demikian dapat menjadi tantangan jika tidak disikapi dengan bijak dan arif, dapat menjadi ancaman perpecahan dan perseteruan yang dapat mengoyak keamanan Dalam keragaman bangsa Indonesia, secara historis dan sosiologis agama Islam dianut mayoritas bangsa Indonesia, namun jika dilihat tingkat provinsi atau daerah, misalnya kabupaten/ kota maka terdapat agama Kristen. Katolik. Hindu. Buddha dan Konghuchu yang menjadi mayoritas di lingkungan tersebut. Fakta dan data keragaman agamaagama di Indonesia menunjukkan bahwa keragaman agama ini merupakan mozaik yang memperkaya khazanah Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor. 1 Tahun 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. kehidupan keagamaan di Indonesia, namun di sisi lain keragaman agama juga mengandung potensi ancaman bagi persatuan Negara Republik Indonesia. Disinilah diperlukan keterlibatan seluruh warga masyarakat dalam mewujudkan kedamaian Tugas untuk menyadarkan masyarakat tentang multikultural ini tidaklah mudah, bahkan membangun kesadaran kalangan masyarakat bahwa kebhinekaan adalah sebuah keniscayaan sejarah. Menanamkan sikap yang adil dalam menyikapi kebinekaan adalah perkara yang lebih sulit, karena, penyikapan terhadap kebhinekaan kerap berimpitan dengan pelbagai kepentingan sosial, ekonomi, dan politik. Peneliti mengidentifikasi ada beberapa hal yang menimbulkan kesalahpahaman dalam komunitas virtual. Pertama, perbedaan dalam intepretasi teks. Kesalahpahaman biasanya muncul akibat perbedaan interpretasi terhadap teks yang dikirim oleh salah seorang anggota komunitas virtual. Perbedaan dalam menginterpretasi pesan terkadang menimbulkan perdebatan antara keduanya, sehingga sering kali berujung pada konflik sosial. Soekanto . menyebut konflik antarindividu yang disebabkan oleh perbedaan pandangan dengan istilah pertentangan pribadi. Di samping itu, terkadang komunikasi menggunakan teks yang berlangsung dalam komunitas virtual tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD). Seseorang lebih bebas untuk menuliskan pesan singkatnya sesuai kemauannya sendiri, seperti menulis singkatan dan sebagainya. Keleluasaan memberi singkatan tersebut terkadang menimbulkan interpretasi yang berakhir dengan perang argumen antaranggota dalam komunitas virtual. Kedua, kesalahan penggunaan simbol. Komunikasi dalam komunitas virtual mempunyai kelemahan tersendiri, seperti tidak bisa melihat raut wajah lawan bicaranya. Inovasi media sosial adalah menyediakan aplikasi simbol . yang mewakili ekspresi wajah dan perilaku seseorang dalam ruang nyata. Seseorang akan memaknai simbol tersebut sebagai representasi lawan bicaranya. Kesalahpahaman antaranggota komunitas virtual salah satunya disebabkan oleh kesalahan penggunaan simbol-simbol tersebut. Simbol yang dikirimkan terkadang membuat anggota lainnya tersinggung dan tersudutkan meskipun terkadang pesan yang memuat simbol tersebut ditarik atau dihapus oleh si pengirim. Namun, ini tidak dapat mengubah efek ketersinggungan anggota terhadap simbol awal yang dikirimkan. Melihat fenomena tersebut, peneliti menganggap sebagai prinsip dasar komunikasi yang bersifat irreversible. Menurut Mulyana . , irreversible diartikan bahwa dalam komunikasi sekali pesan dikirimkan maka si pengirim tidak dapat mengendalikan pengaruhnya, apalagi menghilangkan efek pesan tersebut. Pesan yang awal dikirim akan langsung diterima dan dimaknai oleh si penerima. Namun, peneliti mempunyai asumsi lain terhadap konflik kesalahan menggunakan simbol tersebut. Peneliti mengidentifikasi ada variabel lain yang mendorong konflik terhadap kesalahan simbol ini. Variabel itu adalah kondisi psikologis penerima simbol PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN : MENYEMAI KASIH DAN KERUKUNAN DALAM KOMUNITAS YANG MULTIKULTURAL yang sedang tidak stabil sehingga cenderung mudah tersinggung, dan memunculkan ujaran Konflik dalam komunitas virtual yang salah satunya disebabkan oleh kondisi psikologis yang g tidak stabil akan dijelaskan dalam pembahasan berikutnya. Dengan demikian, simbol atau lebih tepatnya emoticon mungkin menciptakan kesalahpahaman, tapi kondisi psikologis si penerima juga harus diperhatikan. Iman krisen dalam kasih dan kerukunan Yesus dalam doanya meminta supaya orang percaya (Kriste. memiliki dan berada dalam kesatuan (Yoh. 17:1-. Kesatuan orang percaya dapat membangun komunikasi terkait isuisu penting yang menjadi inti pengajaran dalam setiap denominasi tanpa menimbulkan kemarahan dan anarkis. Orang Kristen dapat menjaga integritas pengajaran atau doktrinal tanpa merendahkan atau menyerang ajaran agama lain dan juga dengan adanya kesatuan orang Kristen terlebih pemimpin gereja dapat saling menghargai perbedaan-perbedaan di antara umat Tuhan sebagai bagian dari satu keimanan kepada Yesus Kristus. Orang Kristen dapat mengaplikasikan pengajaran firman Allah supaya tidak boleh memfitnah maupun menghakimi orang lain. Surat Yakobus 4:11 menulis AuSaudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. Ay Pengajaran Yesus tentang kasih adalah bukti identik yang kuat bahwa kekristenan harus dapat menjadi berkat dan terang bagi sesama, namun semua itu harus didasari dengan kesatuan yang mengikat yaitu kasih (Kol. , isi dari nats ini mengemukakan AuDan di atas semuanya itu kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan Ay(Arifianto & Santo, 2. Rasul Paulus pun menasihati jemaat untuk memelihara kesatuan, karena seluruh jemaat adalah satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah. (Santo, 2. Kitab Roma menulis begitu pentingnya kebersamaan dalam kesatuan untuk saling membangun (Rm. Paulus menekankan kesatuan supaya tidak ada perpecahan . Kor. AuTetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikirAy. Hidup rukun merupakan dambaan setiap orang dan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan dari perbedaan yang ada. (Mayasaroh, 2. Memang perbedan disatu sisi dapat menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik dan profesional. Namun jika tidak, perbedaan cara pandang antar-individu bangsa yang multikultural ini akan menjadi faktor disintegrasi bangsa Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor. 1 Tahun 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. dan konflik yang berkepanjangan. (Mayasaroh, 2. Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa burni kita hanya ada satu . nly one worl. , sementara manusia yang mendiaminya terdiri dari berbagai suku, etnis, dan agama. Itulah sebabnya keagamaan sering kali muncul dalam bentuk plural religions . gama-agam. ,(Harahap, 2011, p. yang juga harus dijaga dan dikelola. Sejatinya setiap agama itu membawa pesan kedamaian. Semua agama tentu ingin menebar rasa damai dan keselamatan bagi penganutnya dan bahkan kepada siapa saja. Orang Kristen diharapkan berdampak bagi sekeliling dan mereka juga dituntut untuk menampilkan dirinya sebagai saksi, terang dan garam dunia kepada kepercayaan lain dalam semangat toleransi dam semangat kemajemukan. (Orieti & Zaluchu, 2. Jika orang Kristen membangun kerukunan dengan cara diskriminasi, segresi dan apartheid adalah kerukunan yang palsu, jahat dan amoral sebab tidak didasari kasih, kebenaran, keadilan dan kebebasan. Sehingga kerukunan yang diciptakan itu hanya menyembunyikan dan menunda konflik. (Sairin. KESIMPULAN Hati yang penuh kasih dan yang memiliki rasa keinginan rukun merupakan 2 indikator yang menciptakan kedamaian bagi individu maupun kelompokkan yang berada ditengah berbagai agama, suku, ras, bahkan Bahasa dan budaya. Jadi, melalui Pendidikan agama Kristen kita dapat di ajarkan berbagai cara untuk mengasihi sesama manusia bahkan menyemainya dengan penuh sukacita dari Yesus Kristus. DAFTAR PUSTAKA