Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN KELUHAN SISWA SD DI NAGARI NANGGALO KECAMATAN KOTO XI TARUSAN Rahmadilla Putri Atmadio1 Asep Irfan2 Rahmi Hidayanti3 Mahaza4 Aidil Onasis5 (Politeknik Kesehatan Kemenkes padan. Abstract Noise is an unwanted sound. Noise in the school environment can have negative effects on students, such as difficulty concentrating, fatigue during learning, discomfort, and communication disturbances. This study aimed to determine the relationship between noise and student complaints at elementary schools (SD) in Nagari Nanggalo. Koto XI Tarusan District, in 2023. This research used an observational analytic design. The population consisted of all students from three elementary schools in Nagari Nanggalo, totaling 443 Noise measurements were taken at 8 points, and the student sample consisted of 82 students. Data were collected by measuring noise levels using a Sound Level Meter and a stopwatch, as well as through direct interviews using a questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square statistical test. The results showed that five of the measured points had noise levels exceeding the environmental health quality standards. A total of 26 students . 7%) reported complaints, primarily related to difficulty concentrating and disturbances in communication during The study found a significant relationship between noise and student complaints . =0. , indicating that noise in the school environment in Nagari Nanggalo is significantly associated with student complaints, such as difficulty concentrating and communication disturbances, with most noise levels exceeding the standard threshold. Keywords: Noise. Student Complaints. School Environment Abstrak Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki. Kebisingan yang terjadi di lingkungan sekolah dapat memberikan dampak negatif terhadap siswa seperti menyebabkan sulit berkonsentrasi, cepat lelah saat belajar, menimbulkan rasa tidak nyaman serta terganggu dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan dengan keluhan siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah total populasi siswa pada 3 SD di Nagari Nanggalo sebanyak 443 siswa. Sampel pengukuran kebisingan sebanyak 8 titik dan sampel siswa sebanyak 82 siswa. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter dan Stopwatch kemudian juga dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil pengukuran kebisingan di SD di Nagari Nanggalo didapatkan sebanyak 5 titik dengan kebisingan yang tidak memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan. Kebisingan tersebut menimbulkan sebanyak 26 siswa . ,7%) mengalami keluhan, siswa mengeluhkan sulit untuk berkonsentrasi dan terganggu dalam berkomunikasi selama Pada penelitian ini terdapat hubungan kebisingan dengan keluhan siswa dengan p=0,001 yang artinya ada hubungan kebisingan degan keluhan siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan tahun 2023. disimpulkan Kebisingan di lingkungan sekolah di Nagari Nanggalo secara signifikan berhubungan dengan keluhan siswa, seperti kesulitan konsentrasi dan gangguan komunikasi, dengan sebagian besar titik kebisingan melebihi batas standar . =0,. Kata kunci: Kebisingan. Keluhan Siswa. Lingkungan Sekolah Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 PENDAHULUAN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional E-ISSN 2964-0857 (RPJMN) 2020Ae2024 mengutamakan Sustainable Development Goal (SDG. Salah satu misi yang ingin dicapai yakni peningkatan kualitas manusia Indonesia melalui pembangunan sumber daya manusia. Manusia merupakan modal utama pembangunan nasional untuk menuju pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah. Salah satu upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing yaitu dengan meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas. Proses pendidikan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan, yang mencakup lingkungan fisik, sosial, budaya, politis dan nilai-nilai. 2 Sekolah merupakan suatu tempat dimana berlangsungnya proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar ini akan berlangsung dengan baik apabila berada pada lokasi lingkungan fisik yang baik yaitu kondisi yang memungkinkan para siswa belajar dengan optimal, sehat, aman, dan selamat. Salah satu faktor untuk mencapai kondisi tersebut yaitu terhindar dari masalah kebisingan. Kebisingan atau noise pollution sering disebut sebagai suara atau bunyi yang tidak dikehendaki atau dapat diartikan pula sebagai suara yang salah pada tempat dan waktu yang salah. Kebisingan merupakan salah satu faktor penting penyebab terjadinya stress dalam kehidupan dunia modern. 4 Bising yang tidak dikendalikan dapat menimbulkan gangguan atau keluhan seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan pendengaran dan gangguan komunikasi. Lalu lintas jalan merupakan sumber utama kebisingan yang dianggap mengganggu sebagian besar masyarakat. Salah satu sumber bising lalu lintas adalah kendaraan bermotor baik roda dua, roda tiga, maupun roda empat, sumber yang menyebabkan kebisingan antara lain yaitu bunyi klakson yang dibunyikan pada saat kendaraan ingin saling 6 Semakin besar volume kendaraan, maka kecepatan kendaraan akan semakin rendah, sehingga menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Afridon tentang Hubungan intensitas kebisingan dengan keluhan subjektif pada siswa MAN 2 kota Padang didapatkan hasil nilai kebisingan maksimum yaitu sebesar 81,55 dBA dan nilai kebisingan minimum yaitu sebesar 52,48 dBA. Serta diketahui dari 83 orang siswa sebanyak 51 orang siswa . ,4%) mengalami keluhan Nanggalo merupakan sebuah nagari di Kecamatan Koto XI Tarusan, terletak di sepanjang Jl Dr. Moh Zein yang merupakan jalan utama penghubung Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kota Padang. Hal ini tentunya memberikan dampak terhadap lokasi-lokasi pendidikan yang ada di Nagari Nanggalo. Di Nagari Nanggalo terdapat 3 lokasi pendidikan yaitu SDN 04 Nanggalo. SDN 05 Nanggalo dan SDN 26 Nanggalo. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan kebisingan dengan keluhan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kebisingan dan apakah ada hubungan kebisingan dengan keluhan siswa di METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik desain crossectional. Populasi penelitian ini adalah total populasi siswa pada 3 SD di Nagari Nanggalo sebanyak 443 siswa. Sampel pengukuran kebisingan sebanyak 8 titik dan sampel siswa sebanyak 82 Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai dengan Mei 2023. Data diperoleh melalui hasil pengukuran kebisingan dan wawancara langsung penulis terhadap siswa, menggunakan alat sound level meter, dan lembaran kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan melakukan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95 % (=0,. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Hasil Pengukuran Kebisingan di SD Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun 2023 Hasil pengukuran kebisingan Titik Kebisingan . BA) Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5 Titik 6 Titik 7 Titik 8 Rata-rata Berdasarkan tabel 1, dari hasil pengukuran kebisingan yang diperoleh dan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2023 bahwa standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk kebisingan di fasilitas pendidikan yang diperbolehkan yaitu sebesar 55 dBA. 9 Didapatkan hasil bahwa kebisingan di SD Nagari Nanggalo yang tidak memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan sebanyak 5 titik . ,5%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Keluhan Siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun 2023 No. Keluhan Siswa Ada Keluhan Tidak Ada Keluhan Jumlah Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa siswa yang mengalami keluhan yaitu sebanyak 26 siswa . ,7%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kebisingan dengan Keluhan Siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun 2023 Keluhan Siswa Total Ada Keluhan Tidak Ada Keluhan pAevalue . % Kebisingan CI) Tidak Memenuhi 100 0,001 0,14 SBMKL Memenuhi SBMKL Jumlah Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa pada kebisingan yang tidak memenuhi SBMKL siswa yang mengalami keluhan yaitu sebanyak 23 siswa . ,2%) sedangkan pada kebisingan yang memenuhi SBMKL siswa yang memiliki keluhan yaitu 3 siswa . %). Berdasarkan Hasil uji statistik ChI-square, diperoleh nilai p Ae value 0,001 (P < 0,. hal ini menunjukan bahwa ada hubungan kebisingan dengan keluhan siswa SD di Nagari Nanggalo. Diketahui nilai PR sebesar 0,140 dan CI 0,038Ae0,520 yang artinya kebisingan yang tidak memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan memiliki resiko 0,14 mengalami keluhan. PEMBAHASAN Hubungan Kebisingan dengan Keluhan Siswa Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan kebisingan dengan keluhan siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan tahun 2023. Berdasarkan Hasil uji statistik chi-square, diperoleh nilai pAevalue 0,001 (P < 0,. hal ini menunjukan bahwa ada hubungan kebisingan dengan keluhan siswa SD di Nagari Nanggalo. Diketahui nilai PR sebesar 0,140 dan CI 0,038Ae0,520 yang artinya kebisingan yang tidak memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan memiliki resiko 0,14 mengalami keluhan dibandingkan dengan kebisingan yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Dilla Sri Leoni Tamtami . diperoleh hasil bahwa nilai p=0,000 . < 0,. sehingga terdapat hubungan tingkat kebisingan terhadap keluhan subjektif siswa di SMPN 30 Padang. 10 Menurut penelitian Zikri . kebisingan dari lalu lintas mengganggu 89% konsentrasi siswa dalam proses belajar mengajar di kelas dan sebanyak 62,5% siswa menyatakan kondisi bising tersebut juga mempengaruhi nilai serta prestasi mereka. Hal ini juga didukung oleh teori Kids dan Cit Geary . , kebisingan antara 55-65 dB berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah, bising yang masuk di ruangan kelas mengakibatkan murid sulit mendengar dan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 berkonsentrasi terhadap pelajaran yang diberikan oleh guru. 11 siswa akan sulit berkonsentrasi, meskipun siswa telah memaksakan untuk pemusatan perhatian be. dalam jangka waktu relatif lama akan terjadi kondisi penurunan konsentrasi belajar. Analisis risiko kebisingan dapat dilihat dari nilai OR, merasa terganggu oleh kebisingan dengan nilai OR 10,9, sulit mendengar dengan nilai OR 1,6, gangguan komunikasi dengan nilai OR 3,5, sulit berkonsentrasi dengan nilai OR 3,9 dan gangguan psikologis dengan OR 0,4. Jika mempunyai nilai OR Menurut Gilavand dan Jamshidnezhad, institusi pendidikan yang mengalami kebisingan memiliki dampak negatif pada proses mengajar. Kebisingan dapat menghambat keterampilan membaca, menulis dan pemahaman siswa, serta kinerja akademik secara keseluruhan karena kebisingan mempersulit siswa untuk konsentrasi terhadap tugas pembelajaran. Upaya pengendalian kebisingan dapat dilakukan dengan media peredam tanaman, yaitu melakukan penanaman pohon dengan kerapatan daun yang tinggi. Pohon yang memiliki luas kanopi yang besar dan daun yang rapat mampu menahan gelombang bunyi dari kendaraan bermotor. 15 Penurunan terjadi dipengaruhi karena adanya barrier atau pagar di sepanjang sekolah, beberapa vegetasi yang ditanam di halaman sekolah, serta jarak antara sumber bunyi dan penerima bunyi. Penempatan barrier atau penghalang sangat membantu menurunkan tingkat kebisingan di sekolah, misalkan dengan penambahan vegetasi pada pagar sekolah, penanaman tambahan pepohonan yang dapat menghalangi atau memantulkan suara ising yang dihasilkan oleh arus lalu lintas di ruas jalan. 16 Selain itu pembangunan bangunan sekolah yang kedap suara juga dapat mengurangi tingkat kebisingan di sekolah sehingga tidak terpapar dan terganggu akibat kebisingan, juga sekilah dapat menanam pohon pohon besar seperti pohon kalpataru untuk meredam kebisingan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik mengenai Hubungan Kebisingan dengan Keluhan siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan tahun 2023, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kebisingan dengan keluhan siswa SD di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan tahun 2023. Berdasarkan Hasil uji statistik chi-square, diperoleh nilai pAevalue 0,001. Kesimpulannya adalah Kebisingan di lingkungan sekolah di Nagari Nanggalo secara signifikan berhubungan dengan keluhan siswa, seperti kesulitan konsentrasi dan gangguan komunikasDiharapkan bagi pihak sekolah untuk membuat desain kelas yang kedap suara . emakai peredam suara seperti busa dan sejenisny. , melakukan penambahan penanaman pohon yang berdaun rindang seperti cemara. Kembang Sepatu dan Bougenvile. Serta diharapkan bagi pihak guru melakukan rotasi tempat duduk siswa, melakukan pergerakan posisi saat sedang menjelaskan materi. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 DAFTAR PUSTAKA