Counseling & Humanities Review Vol. No. 2, 2022, pp. p-ISSN: 2798-3188, e-ISSN: 2798-0316 || http://bk. id/index. php/chr DOI: https://doi. org/10. Received (October 25th 2. Accepted (November 24th 2. Published (December 30th 2. Relationship between self awareness and self adjustment of students with single parent Suci Dwi Fernanda*). Taufik Taufik Universitas Negeri Padang *Corresponding author, e-mail: sucidwifernanda422@gmail. Abstract This research is motivated by the presence of students who have single parent parents, tend to experience difficulties in learning and social relations, and show alienating behavior. This study aims to: . describe the self awareness of students who have single parent parents, . describe the adjustment of students who have single parent parents, and . examine the significance of the relationship between self awareness and self adjustment of students who have single parent parents. This research uses a quantitative approach with a descriptive research type. The population of this study were students with single parents at SMAN 1 Pasaman. The instruments used were the self-awareness questionnaire and the self-adjustment questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and Pearson Product Moment techniques to determine the relationship between self awareness and selfadjustment through the SPSS 25 statistical program. The results of the study revealed that most . students who came from single parents had a low level of self-awareness. Furthermore, most . students with single parents also have a low level of adjustment. There is a significant positive relationship between self-awareness and self-adjustment of students who have single parents of 0. with a significance level of 99%. Thus it means that the lower the level of self-awareness, the lower the self-adjustment of students will be and vice versa. Based on the research findings, guidance efforts are needed by school counselors to increase the self-awareness of students from single parents in order to improve their adjustment to learning at school. Guidance and counseling services can be carried out through information services, orientation and group guidance services. Keywords: Self awareness, penyesuaian diri, single parent This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. A2022 by authors. Pendahuluan Masa remaja merupakan masa perubahan yang terjadi dalam diri individu (Zadrian Ardi Y. , 2. Masa remaja merupakan masa yang cukup singkat dan akan menentukan bagaimana perkembangan selanjutnya dari seorang individu (Alizamar, 2. Istilah remaja berasal dari kata latin yaitu adolescere yang berarti tumbuh dan menjadi dewasa. Istilah remaja memiliki arti cukup luas yang mana mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 2. Masa remaja juga merupakan masa pencarian identitas diri. Oleh karena itu remaja harus memiliki keyakinan hidup yang benar untuk mengarahkan mereka dalam bertingkah laku (Firman Y. , 2. Masalah yang sering dihadapi oleh remaja yaitu berkaitan dengan hubungannya dengan lingkungan sekitarnya. keluarga, masyarakat dan sekolah (Firman I. , 2. Banyak remaja yang tidak dapat terpenuhi harapannya karena berbagai alasan antara lain ditelantarkan orang tuanya, karena orang tuanya meninggal dunia, korban broken home sehingga tidak memiliki orangtua lengkap atau hidup dengan salah satu orangtua yang bisa disebut dengan Ausingle parentAy (Afdal V. , 2. Sementara itu Sager, dkk . alam Duvall & Miller, 1. menyatakan bahwa orang single parent adalah Counseling & Humanities Review Vol. No. 2, 2022, pp. orang tua yang secara sendirian membesarkan anak-anaknya tanpa kehadiran, dukungan, dan tanggung jawab pasangannya. Remaja yang memiliki kondisi keluarga yang single parent tak jarang memiliki rasa berat dalam melakukan penyesuaian diri. Penyesuaian diri dapat di. artikan sebagai suatu proses yang mencakup respon mental dan tingkah laku yang diperjuangkan individu dalam rangka pemenuhan kebutuhannya, dan keselarasan antara tuntutan dari dalam diri dengan tuntutan lingkungan di tempat individu berada (Neviyarni, 2. Jika dikaitkan dengan penyesuaian diri siswa, maka dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukannya dalam rangka pemenuhan dan keselarasan antara kebutuhan dirinya dengan tuntutan lingkungan sekolah (Fatimah, 2. Kesuksesan dalam melakukan penyesuan diri merupakan keinginan yang belum terpenuhi pada setiap individu yang ditunjukan melalui prestasi yang diperoleh (Taufik N. , 2. Adapun aspek-aspek dari penyesuaian diri terbagi menjadi dua bagian berdasarkan Buchori . yaitu, penyesuaian pribadi dan penyesuaian social. Untuk ketercapaiannya penyesuaian diri yang bagus adanya bentuk peran pendidikan di dalamnya, yang mana pendidikan disebut sebagai suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi muda bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan dengan ditandai adanya sebuah karakter yang dimiliki oleh generasi muda (Neviyarni, 2. Selanjutnya ketercapaian penyesuaian diri juga dapat dilihat dari setiap individu yang arus mampu menjadikan bahasa yang baik sebagai alat berkomunikasi, sehingga adanya timbul respon yang jelas dan positif oleh lawan bicara kita (Dina Sukma, 2. Kemampuan remaja dalam memahami diri sendiri dapat disebut dengan self awareness. Menurut Maharani . self awareness ialah bahan baku yang penting untuk menunjukkan kejelasan dan pemahaman tentang perilaku seseorang, artinya self awareness seseorang akan mampu untuk mengenal dan memilah-memilah perasaan pada diri, memahami hal yang sedang dirasakan dan alasannya, mengetahui penyebab munculnya perasaan tersebut serta akan mampu memahami pengaruh perilaku diri terhadap orang lain. Adapun aspek-aspek dari self awareness menurut Goleman . yaitu, . sadar diri secara emosioanal, . penilaian diri yang akurat, . kepercayaan diri. Fenomena yang terjadi dan tergambarkan di lapangan pada saat observasi dan wawancara di SMA Negeri 1 Pasaman, adanya siswa yang memiliki orangtua single parent, yang mana siswa tersebut cenderung mengasingkan diri, tidak ada motivasi untuk belajar karena tidak mampu dalam melakukan penyesuaian lingkungan belajar dengan baik, adanya siswa yang memiliki orang tua single parent yang kurang menghargai guru dikarenakan tidak memiliki kesadaran yang baik akan pentingnya guru sehingga tidak mampu dalam melakukan hubungan dan penyesuaian diri yang baik dengan guru, adanya siswa yang memiliki orang tua single parent yang tidak mampu menentukan studi lanjutan atau jenjang karir dikarenakan memang kurangnya edukasi atau pengetahuan yang dimiliki diakibatkan tugas perkembangan remaja dalam membia hubungan yang baik pada orang lain tidak Untuk tercapainya kualitas kesadaran diri yang baik dan penyesuaian diri yang bagus diperlukannya sebuah upaya pembinaan dalam bimbingan dan konseling. Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan fasilitas bagi siswa untuk mampu mengembangkan potensi yang terdapat dalam diri siswa. Pengembangan potensi tersebut perlu adanya dukungan dari lingkungan, baik keluarga, maupun lingkungan pendidikan. Sehingga dalam hal ini, tidak terlepas dari peran seorang guru BK. Guru BK memiliki peran dan tanggung jawab untuk mampu membantu siswa dalam mencapai kehidupan yang efektif. Sehingga, dapat dikatakan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling merupakan relasi antara siswa dan guru BK yang tujuannya untuk membantu siswa mencapai suatu perkembangan yang optimal. Bimbingan dan konseling memiliki enam bidang layanan, . bidang bimbingan layanan pribadi. bidang bimbingan sosial. bidang bimbingan belajar. bidang bimbingan karir. bidang bimbingan keluarga. bidang bimbingan keagamaan (Prayitno, 2. Dalam hal ini untuk tercapainya kesadaran diri dan penyesuaian diri yang efektif pada siswa yang Perbedaan kecerdasan emosional remaja pertengahan A Faisal. & Netrawati. memiliki orangtua single parent maka perlunya bidang bimbingan keluarga, bimbingan pribadi, dan bimbingan sosial untuk siswa tersebut. Selanjutnya, dalam bimbingan dan konseling ada sepuluh jenis layanan, . layanan orientasi. layanan informasi. layanan penempatan dan penyaluran. layanan penguasaan konten. layanan konseling perorangan. layanan bimbingan kelompok. layanan konseling kelompok. layanan konsultasi. layanan mediasi. layanan advokasi(Prayitno, 2. Sepuluh jenis layanan yang telah diuraikan di atas untuk mencapai penyesuaian diri yang baik, dapat dimanfaatkan layanan orientasi kepada siswa mengenai bentuk-bentuk dalam penyesuaian diri, layanan informasi dimanfaatkan kepada siswa untuk mengetahui cara pembentukan sikap penyesuaian diri yang baik, layanan konseling perorangan yang akan diberikan kepada siswa yang memiliki orang tua single parent untuk membentuk sikap pemahaman diri dan penyesuaian diri yang baik terhadap lingkungan Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik untuk meneliti apakah ada hubungan antara self awareness dengan penyesuaian diri siswa yang memiliki orang tua single parent. Mengingat adanya sebuah kesenjangan yang terjadi pada siswa dari tugas perkembangannya sebagai remaja seperti yang telah diuraikan di atas, terdapat siswa yang memiliki orang tua single parent yang suka mengasingkan diri, rendahnya kesadaran diri siswa yang memiliki orangtua single parent sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, rendahnya kesadaran diri siswa yang memiliki orangtua single parent sehingga membuat siswa kurang menghargai guru, dan rendahnya penyesuaian diri dan kesadaran diri siswa yang memiliki orangtua single parent sehingga mengakibatkan ketidakmampuan dalam menentukan studi lanjutan atau jenjang karir. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self awareness dengan penyesuaian diri siswa yang memiliki orangtua single Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa dengan orangtua single parent yang ada di SMAN 1 Pasaman. Instrumen yang digunakan yaitu angket self awareness dan angket penyesuaian diri. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan teknik Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan self awareness dengan penyesuaian diri melalui program statistik SPSS 25. Hasil dan Pembahasan Self-awareness Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor capaian 54. ,7%) dan standar deviasi sebesar 9,95. Hal ini berarti siswa memiliki tingkat self-awareness berada pada kategori rendah. Gambaran hasil penelitian tentang tingkat self-awareness ditampilkan pada tabel 1. Tabel 1. Gambaran tentang Self Awareness KATEGORI Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah TOTAL INTERVAL Ou120 97 Ae 119 74 Ae 96 51 Ae 73 O 50 Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa sebanyak 62,3 % siswa yang orangtua single parent, memiliki tingkat kesadaran diri yang rendah. Bahkan ada 31,2 % diantara siswa itu memiliki kesadaran http://bk. id/index. php/chr Counseling & Humanities Review Vol. No. 2, 2022, pp. diri yang sangat rendah. Hanya sedikit yang memiliki kesadaran diri yang sedang, dan tidak ada di antara mereka yang memiliki kesadaran yang tinggi dan sangat tinggi. Rendahnya self awareness anak single parent disebabkan oleh anak yang hidup kurang serba kekurangan, kurang mendapatkan didikan secara maksimal yang pada akhirnya menjadi pribadi yang rendah diri, emosional yang tinggi atau tidak terkontrolnya apa yang akan dilakukan (Yasa, 2. Idealnya sesuai dengan pendapat Maharani . yaitu idealnya seseorang, akan mampu untuk mengenal dan memilah-memilah perasaan pada diri, memahami hal yang sedang dirasakan dan alasannya, mengetahui penyebab munculnya perasaan tersebut serta akan mampu memahami pengaruh perilaku diri terhadap orang lain. Namun pada penelitian ini siswa tidak masuk kedalam kategori idealnya seorang individu, maka perlunya banyak penanganan khusus yang harus diberikan kepada siswa. Penyesuaian Diri Ditemukan bahwa rata-rata skor capaian penyesuaian diri adalah 46,3 . ,6%) dan standar deviasi sebesar 8,6. Gambaran hasil penelitian tentang ketepatan pilihan karir siswa ditampilkan pada tabel KATEGORI Sangat Tepat Tabel 2. Penyesuaian Diri INTERVAL Ou104 Tepat Cukup Kurang Tepat Sangat Tidak Tepat TOTAL 64 Ae 83 44 Ae 63 O43 Berdasarkan tabel 2, dilihat ada sebanyak 58,4% siswa single parent memiliki penyesuaian diri yang rendah. Di samping itu cukup banyak . ,1%) diantara siswa itu memiliki penyesuaian diri yang sangat rendah, sedangkan sedikit diantara mereka yang memiliki tingkat penyesuaian diri yang sedang . ,5%), bahkan tidak ada satupun siswa. Sesuai dengan pendapat Hurlock . menyatakan bahwa anak yang mempunyai penyesuaian diri yang baik di sekolah, biasanya memiliki latar belakang keluarga yang harmonis, dan lengkap, karena remaja yang berasal dari keluarga tersebut akan penuh perhatian, hangat, dan memiliki jiwa sosialissasi yang baik terhadap lingkungan sekitar karena terlatatih untuk berkomunikasi. Hal ini dapat dimaknai sesuai dengan penelitian yang peniliti lakukan bahwa sampel penelitian siswa yang hanya memiliki orangtua singleparent cenderung memiliki penyesuaian diri yang rendah, yang diakibatkan kurangnya perhatian,keharmonisan dan penerimaan terhadap situasi yang butuk pada anak tersebut. Hubungan Persepsidengan Sikap Siswa SMA Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan antara self awareness dan penyesuaian diri sebesar 0, 986 pada taraf signifikansi 99%. Dengan demikian, semakin rendah tingkat self awareness maka penyesuaian diri siswa juga akan semakin rendah begitupun sebaliknya. Besaran koefisien tersebut di tampilkan pada tabel 3. Perbedaan kecerdasan emosional remaja pertengahan A Faisal. & Netrawati. Tabel 3. Korelasi self awareness (X) dengan penyesuaian diri (Y) Correlations SELF AWARENESS PENYESUAI AN DIRI SELF AWARENESS Pearson Correlation Sig. -taile. PENYESUAIAN DIRI Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Simpulan Siswa yang berasal dari orang tua single parent memiliki tingkat self awareness yang rendah dengan persentase 62,3% Siswa yang berasal dari orang tua single parent memiliki tingkat penyesuaian diri yang rendah dengan persentase 58,4% Terdapat hubungan yang positif signifikan antara self awareness dengan penyesuaian diri siswa yang memiliki orangtua singleparent sebesar 0,986 dengan taraf signifikansi 99%. Dengan demikian diartikan bahwa semakin rendah tingkat self awareness maka penyesuaian diri siswa juga akan semakin rendah begitupun sebaliknya. Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka akan disampaikan beberapa saran kepada pihak terkait : Guru BK Rendahnya self awareness dan penyesuaian diri siswa yang memiliki orangtua single parent membuat adanya sebuah peran guru BK didalamnya, seperti guru BK harus mampu mengajak siswa untuk mengidentifikasi pikirannya masing-masing, mengidentifikasi emosi, tindakan, bakat, minat dan kemampuan yang berhubungan dengan individu itu sendiri, serta guru BK mampu membantu siswa dalam proses meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kreativitas, membantu seseorang dalam mengambil keputusan, mampu mengenali diri sendiri, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Bagi Subjek Penelitian Rendahnya tingkat self awareness dan penyesuaian diri siswa yang memiliki orangtua single parent, hendaknya siswa senantiasa meningkatkan kesadaran diri . elf-awarenes. dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh sekolahan yang berkaitan dengan menumbuhkan kesadaran diri . elf-awarenes. sehingga siswa lebih mampu berkomitmen dan mengoptimalkan dirinya dalam menumbuhkembangkan potensinya melalui penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah yang baik. Bagi Peneliti Selanjutnya Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti variabel penyesuaian diri sebaiknya dapat memperhatikan variabel-variabel lain yang berhubungan dengan penyesuaian diri karena masih terdapat beberapa faktor lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan referensi dari sumber utama dan memilih subjek serta metode penelitian yang berbeda untuk mengembangkan penelitian. Lebih lanjut lagi http://bk. id/index. php/chr Counseling & Humanities Review Vol. No. 2, 2022, pp. untuk peneliti selanjutnya agar lebih memperhatikan psinsip randomisasi agar sampel yang didapatkan dapat merepresentatifkan populasi. Referensi