Vol. 9 No. 1 Juni 2020 Hospitality 1 a. MODEL PENTAHELIX DALAM SINERGI PARIWISATA DI IDONESIA UNTUK PEMBERDAYAAN PEREKONOMIAN LOKAL : STUDI LITERATUR Oleh Artin Bayu Mukti. Aziz Nur Rosyid. & Eddi Indro Asmoro. 1,2,3Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang Email: 1bayu_fpar@edu. id ,2aziz_fpar@edu. 3asmoroie@edu. Abstrak Penelitian ini membuat dasar model dalam sebuah sinergi pengembangan kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai daerah yang ada di Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu yang dibidik adalah pembuatan obyek pariwisata yang menjadi unggulan di daerah tersebut, baik berupa hasil inovasi dan kreativitas atau kondisi alam yang ada. Penelitian ini diharapkan memberikan added value untuk dasar pemikiran dalam menentukan kebijakan dalam peningkatan perekonomian lokal dengan pembuatan obyek wisata yang menjadi unggulan di daerah. Metode penelitian adalah menggunakan studi literatur berdasarkan preferensi studi empiris untuk menentukan gap research. Selanjutnya akan dibangun hipotesa-hipotesa berdasarkan studi literatur dalam menentukan semua variabel eksogen maupun endogen. Data kualitatif yang telah dihasilkan ternyata menekankan pada korrdinasi dan kolaborasi, untuk membangun desain model ternyata masih membutuhkan pemetaan-pemetaan kembali pada tahapan teknis operasional dari pemahaman koordiansi dan kolaborasi tersebut menurut pendapat peneliti. Temuan-temuan dari hasil studi literature review berdasarkan kajian dan pembahasan yang dalam dari peneliti menyimpulkan sementara, bahwa kondisi masing-masing pariwisata di Indonesia satu sama laiinya berbeda. Perbedaan-perbedaan ini dapat ditinjau kembali untuk menemukan sinergi apa yang harus berjalan bersama secara teknis operasional dalam bentuk koordinasi dan kolaborasinya dalam klasifikasi destinasinya. Untuk membentuk pra model yang diharapkan dalam mengadopsi teknik atau metode model pentahelix sementara ini, hanya mampu merujuk pada pemetaan sinergi antara koordinasi atau kolaborasi, dan koordinasi sekaligus kolaborasi dari aktor-aktor pentahelix untuk masing-masing kondisi Pariwisata yang terdapat di Indonesian. digunakan sebagai konstruk model sebagai variable-variabel konstruk endogen maupun eksogen. Kata Kunci: Pentahelix. Kolaborasi. Sinergi & Koordinasi. PENDAHULUAN Konsep sinergi yang terkontribusi dari Pemerintah. Industri, dan Perguruan Tinggi dikenal dengan konsep Triple Helix. Konsep Triple helix di Indonesia sebaiknya menyatukan satu jantung permasalahan melalui sinergi dari ketiganya (Asmoro, 2. Bahkan kontribusi tehadap inovasi akhir-akhir ini, pemerintah menekankan pada pariwisata sebagai leading sector, dimana semua kementerian wajib mendukungnya (Laporan 3 Tahunan Kemenparekraf, 2. Keterlibatan sinergi kolaborasi dari semua yang berkepentingan harus tersatukan dalam satu benang merah. Inovasi disini harus mempertimbangkan berbagai knowledge and technology transfer model sebagai dasar menetapkan pijakan untuk setiap masing masing peran yang akan berkontribusi. Masingmasing aktor yang berkontribusi dan mengalami perkembangan secara nyata ada 5 Peran dengan fungsinya dari 5 aktor Pemerintah. Industri (Pariwisat. Perguruan Tiggi. Masyarakat sipil. Masyarakat berbasis Media dan Budaya, dan Masyarakat dari Lingkungan Alami (Praswati, 2. sebagai pertumbuhan Teori memperkenalkan bahwa pertumbuhan ekonomi berdasarkan knowledge (Romer, 1986. Lucas. Menurut Gibbspons et. memperjelaskan peran dari Perguruan Tinggi dalam penciptaan knowledge dan technology Proses pertumbuhan ekonomi bila kita cermati dari awalnya dan perkembangannya a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 2 Hospitality Vol. 9 No. 1 Juni 2020 a. menggaris bawahi bahwa proses pertumbuhan ekonomi yang diciptakan dari knowledge dan technology sangat penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi Negara. Industri dan Masyarakat (Contright, 2. Penelitian ini membuat dasar model dalam sebuah sinergi pengembangan kearifan lokal yang dimilki oleh berbagai daerah yang ada di Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi Salah satu yang dibidik adalah pembuatan obyek pariwisata yang menjadi destinasi unggulan di daerah tersebut, baik berupa hasil inovasi dan kreativitas atau kondisi alam yang ada. Peran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekra. mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepariwisataan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan Bagaimana Kemenparekraf menentukan dasar pemikiran untuk peningkatan perekonomian masyarakat lokal dengan pembuatan obyek wisata yang menjadi unggulan di daerah, baik berupa hasil inovasi dan kreativitas atau kondisi alam yang LANDASAN TEORI Beragam warna mengenai potensi desa yang ada di berbagai wilayah Indonesia bahkan sumber daya alam yang melimpah. Hal inilah yang merupakan tujuan pemerintah untuk menentukan destinasi wisata yang popular dan berkembang lebih luas, dimana orientasinya adalah pengenalan terhadap alam atau budaya lokal sebagai pengembangan desa wisata (Leonandri dan Rosmadi, 2. Berdasarkan ketentuan Organisasi Pariwisata Dunia (WTO), diarahkan pada pariwisata budaya yang memberikan ruang luas untuk partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada dalam upaya meningkatan kesejahteraan masyarakat (Risman. Wibhawa, and Fedryasyah, 2. Faktor-faktor pengembangan desa wisata, antara lain: . Memiliki potensi produk dan daya tarik, . memiliki dukungan sumber daya manusia (SDM), . motivasi kuat dari masyarakat, . memiliki dukungan sarana dan prasarana yang memadai, . mempunyai fasilitas pendukung kegiatan wisata, . mempunyai kelembagaan yang mengatur kegiatan wisata, dan . ketersediaan lahan/area yang dimungkinkan untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata (Utomo dan Satriawan, 2. Dari penelitian yang dilakukan oleh Chiu. Zeng, dan Cheng . Rajaratman dan Nair . Chang dan Tsai . dapat disimpulkan, bahwa hadirnya desa wisata dapat mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan progam dan kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah. Kreativitas merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan global pada abad ke 21 ini. Perilaku kreatif persaingan hidup pada era globalisasi (Agung. Keberadaan industri kecil (UMKM) juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara (PDB atau Product Domestic Brutt. serta dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak (Gunasekaran. Rai, dan Griffin, . Anton. Muzakin. Muhammad. Samsudin, dan Sidiq . Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan termasuk dalam 10 negara besar di dunia pada tahun Visi Indonesia pembangunan pertumbuhan perekonomian yang Mandiri. Maju. Adil dan Makmur untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. MP3EI adalah Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia merupakan arah trasformasi ekonomi untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju yang akan diintegrasikan dalam SPPN. Langkah-langkah dalam percepatan dan perluasan telah dirumuskan secara fokus dan terukur dengan pola manajemen yang jelas dan telah disepakati oleh pemangku kepentingan Kesepakatan adalah ditetapkan 8 program utama, yaitu pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, pariwisata dan a. http://stp-mataram. e-journal. id/JHI P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 Vol. 9 No. 1 Juni 2020 Hospitality 3 a. telematika serta pengembangan kawasan Kedelapan program utama tersebut terdiri dari 22 kegiatan ekonomi utama. Hobi. Minat, dan Bakat atau aptitude adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan pengetahuaan dan ketrampilan (Given, 2. Bakat bisa diejawantahkan sebagai kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang relatif bersifat umum atau Budaya organisasi sebagai sistem peran, aliran kegiatan dan proses . enunjukkan proses organisasi atau disebut sistem atau pola hubungan kerj. dan melibatkan beberapa orang sebagai pelaksana tugas, yang dirancang untuk melaksanakan tujuan bersama (Chatab. Knowledge mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Raindo House Dictionary of the English Language mendefinisikan technology adalah cabang dari knowledge yang berorientasi dengan seni industri, menerapkan science dan engineering atau totalitas dari cara suatu kelompok sosial membantu diri mereka dengan penggunaan obyek material tentang peradaban mereka (Ciptomulyono, 2. Sehingga technology dapat disimpulkan sebagai knowledge tentang metode, peralatan, proses dan produk yang dipergunakan untuk menciptakan produk atau METODE PENELITIAN Metode menetapkan tujuan dan manfaat menggunakan studi literature review. Studi literature mengupas dari studi empiris dari jurnal-jurnal, artikel-artikel, laporan-laporan hibah, dan laporan-laporan departemen kementerian yang terkait tentang kepariwisataan di Indonesia. Hasil-hasil studi literature review akan mendeskripsikan gap research, sehingga memudahkan menentukan langkah posisi penelitian ini. Penelitian untuk pembuatan model pemberdayaan perekonomian lokal berdasarkan pijakan pariwisata. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil-hasil review jurnaljurnal, artikel-artikel, laporan-laporan hibah, dan laporan-laporan departemen kementerian. Data penelitian berupa data kualitatif untuk ditarik dalam pemahaman inti permasalahan dari substansi dari penelitian yang di-review sebagai konstruk model sebagai variablevariabel konstruk endogen maupun eksogen. Data kualitatif yang telah dihasilkan ternyata menekankan pada korrdinasi dan kolaborasi, untuk membangun desain model ternyata masih membutuhkan pemetaanpemetaan kembali pada tahapan teknis operasional dari pemahaman koordiansi dan Temuan-temuan dari hasil studi literature review berdasarkan kajian dan pembahasan yang dalam dari peneliti menyimpulkan sementara, bahwa kondisi masing-masing pariwisata di Indonesia satu sama laiinya berbeda. Perbedaan-perbedaan ini dapat ditinjau kembali untuk menemukan sinergi apa yang harus berjalan bersama secara teknis operasional dalam bentuk koordinasi dan kolaborasinya dalam klasifikasi destinasinya. Untuk membentuk pra model yang diharapkan dalam mengadopsi teknik atau metode model penta helix sementara ini, hanya mampu merujuk pada pemetaan sinergi antara koordinasi atau kolaborasi, dan koordinasi sekaligus kolaborasi dari aktor-aktor penta helix untuk masing-masing kondisi Pariwisata yang terdapat di Indonesian. akan digunakan sebagai konstruk model sebagai variablevariabel konstruk endogen maupun eksogen. PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini membentuk pemetaan-pemataan dalam bentuk interaksi yang terjadi pada koordinasi dan kolaborasi sebagai pra model awal, yang diharapkan dalam mengadopsi teknik atau metode model penta helix sementara ini. Hasil penelitian hanya mampu menyarankan untuk merujuk pada pemetaan antara koordinasi atau a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 4 Hospitality Vol. 9 No. 1 Juni 2020 a. kolaborasi, dan koordinasi sekaligus kolaborasi . Master Plan Percepatan dan Perluasan untuk menuju sinergitas dari aktor-aktor penta helix Pembangunan Ekonomi Indonesia untuk masing-masing kondisi Pariwisata yang (MP3EI) 2011-2025. Buku Juli 2011 terdapat di Indonesian. Carayannis E. , et. , . AuThe Saran dalam masukan penelitian ini adalah Quintuple Helix innovation model: global lebih banyak menambah review tentang para warming as a challenge and driver for peneliti pariwisata di Indonesia untuk dapat lebih innovationAy. Journal of Innovation and banyak menemukan jenis-jenis interaksi teknis Entrepreneurship 2012, 1:2. operasional yang terjadi sekaligus sebagai . Carayannis E. and Campbell D. AuMode 3: meaning and DAFTAR PUSTAKA