Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 PERAN INTERAKSI MANUSIA-KOMPUTER DALAM EVALUASI ANTARMUKA APLIKASI PEMESANAN MAKANAN ONLINE MELALUI SYSTEM USABILITY SCALE The Role of Human-Computer Interaction in the Evaluation of Online Food Ordering Application Interface Through System Usability Scale Marta Lenah Haryanti, marta. lenah@gmail. Russel Figo, figorussel@gmail. Reynaldi Indradjaja, reynaldiindradjaja1@gmail. Cornelius Susanto, figorussel@gmail. Informatika. Universitas Bunda Mulia Diterima 21 Agustus 2024 / Disetujui 30 Agustus 2024 ABSTRACT The advancement of information and communication technology has impacted various aspects of life, including the way food is ordered online. Human-Computer Interaction (HCI) has become an essential component in the development of effective and efficient user interfaces for online food ordering The purpose of this study is to develop a design and evaluate the interface of an online food ordering application using a User-Centered Design (UCD) approach, focusing on user needs and Usability evaluation in this study was carried out using the System Usability Scale (SUS), which aims to assess the ease of use and user satisfaction with the application. The SUS evaluation results showed a score of 83. 5, indicating that the application's usability is excellent, with the majority of respondents aged between 17 and 25 years. The questionnaire used in this study was also found to be valid and reliable, with an rvalue greater than 0. 334 and a Cronbach's Alpha value of 0. The results show that the designed application successfully meets user needs, provides a satisfying user experience, and is well accepted by users. This is evidenced by high scores in the Adjective category as AoExcellentAo. Acceptability rated as AoAcceptableAo, and a Net Promoter Score (NPS) in the AoPromoterAo category. This study concludes that applying HCI principles in the design of online food ordering applications can significantly improve the interface quality and user satisfaction. Keywords: Food Order. Online. HCI. UCD. SUS. ABSTRAK Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara memesan makanan secara daring. Interaksi Manusia-Komputer (IMK) menjadi komponen penting dalam pengembangan antarmuka aplikasi pemesanan makanan online yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan rancangan desain dan mengevaluasi antarmuka aplikasi pemesanan makanan online dengan menggunakan pendekatan User-Centered Design (UCD) yang berfokus pada kebutuhan dan preferensi pengguna. Evaluasi usability yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan System Usability Scale (SUS), yang bertujuan untuk menilai kemudahan penggunaan serta kepuasan pengguna terhadap aplikasi. Hasil evaluasi SUS menunjukkan skor sebesar 83,5, yang mengindikasikan bahwa usability aplikasi sangat baik, dengan mayoritas responden berusia antara 17 hingga 25 tahun. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini juga dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai rhitung di atas 0,334 dan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,714. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang berhasil memenuhi kebutuhan pengguna, memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan, dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Hal ini ditunjukkan oleh skor tinggi pada kategori Adjective yaitu AoExcellentAo, tingkat Acceptability yang dinilai AoAcceptableAo, serta Net Promoter Score (NPS) yang berada pada kategori AoPromoterAo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip IMK dalam desain aplikasi pemesanan makanan online dapat meningkatkan kualitas antarmuka dan kepuasan pengguna secara signifikan. Kata Kunci: Pemesanan Makanan. Online. IMK. UCD. SUS. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi telah mengubah cara hidup manusia di dunia modern. Saat ini, hampir seluruh aspek kehidupan mengandalkan teknologi, termasuk dalam mendapatkan informasi . *Korespondensi Penulis: E-mail: marta. lenah@gmail. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Informasi dapat dengan mudah diakses melalui situs web ataupun aplikasi di ponsel pintar. Kemajuan ini juga telah mendorong negara Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna internet via smartphone yang sangat tinggi. Sebanyak 48% pengguna internet di Indonesia menggunakan smartphone untuk mengakses internet . Teknologi kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi cara orang berkomunikasi, bekerja, berbelanja, dan mengakses berbagai layanan dalam berbagai bidang. Setiap pengguna yang menggunakan layanan jasa pasti menginginkan pelayanan yang terbaik, sehingga pengembang produk perlu memperhatikan performa dan funsgi dari setiap fitur agar dapat berjalan dengan baik . Salah satu perubahan signifikan juga mempengaruhi cara masyarakat memesan makanan. Proses yang dulunya dilakukan secara langsung dan dianggap kurang efisien dalam hal waktu, kini dapat dilakukan dengan lebih praktis dan cepat melalui aplikasi pemesanan makanan yang tersedia di smartphone . Aplikasi pemesanan makanan online adalah media yang menawarkan berbagai makanan dan minuman dari berbagai tempat, sehingga konsumen tidak perlu datang ke tempat penjualan untuk membeli makanan, mereka cukup memesan melalui aplikasi untuk menerima makanan yang diinginkan. Dalam konteks ini. Interaksi Manusia-Komputer (IMK) memainkan peran penting dalam merancang antarmuka aplikasi yang intuitif, efisien, dan mudah Desain antarmuka yang baik akan memudahkan pengguna dalam menavigasi aplikasi, memilih menu, dan melakukan pemesanan tanpa hambatan, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengguna. Banyaknya aplikasi pemesanan makanan yang kini populer, seperti GoFood dari Gojek. GrabFood dari Grab, dan ShopeeFood dari Shopee, telah dirancang dengan tampilan yang Tampilan aplikasi ini dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu user interface (UI) dan user experience (UX). UI berfokus pada tata letak grafis, elemen visual, dan interaksi langsung antara pengguna dengan sebuah aplikasi atau situs web . UI bertujuan untuk menjadi jembatan antara pengguna dan sistem di balik layar, sedangkan pada UX yang memiliki beberapa metode seperti survei, wawancara, dan observasi, memiliki tujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna suatu produk atau layanan . Oleh karena itu, desain UI/UX pada aplikasi pemesanan makanan online memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan tingkat kepuasan dan pengalaman pengguna. Pengembangan desain aplikasi pemesanan makanan online menggunakan metode UserCentered Design (UCD) yang dilanjutkan dengan analisis usability. Usability adalah pengukuran kemudahan dan efektifnya suatu produk atau sistem ketika digunakan oleh seorang pengguna . Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat usability dari desain aplikasi yang telah dikembangkan adalah adaptasi dari System Usability Scale (SUS). Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan maka topik pada penelitian ini adalah untuk mendesain rancangan antarmuka aplikasi pemesanan makanan online dengan metode UCD dan mengukur tingkat kepuasan pengguna dengan menggunakan metode SUS. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan UCD dan untuk mengevaluasi efektivitas dan pengalaman pengguna digunakan instrumen SUS, sebuah metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk mengukur kegunaan sistem melalui kuesioner sederhana. UCD adalah proses desain iteratif yang berfokus pada pengguna serta seluruh kebutuhan pengguna di setiap tahapan Konsep UCD menempatkan pengguna sebagai pusat dari proses sistem yang sedang dikembangkan . UCD menggunakan metode seperti survei dan wawancara serta metode generatif seperti brainstorming untuk mendapatkan informasi kebutuhan pengguna. UCD juga dilakukan secara beriterasi dan memiliki empat tahap didalamnya, hal ini menunjukkan bahwa akan selalu ada pengulangan dan evaluasi yang dilakukan pada setiap tahap sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya . Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Gambar 1. User-Centered Design (UCD) System Usability Scale (SUS) adalah alat pengujian usability yang menggunakan 10 pernyataan tetap sebagai instrumen evaluasinya . Keunggulan SUS terletak pada kemampuannya untuk memberikan hasil yang bermakna tanpa memerlukan jumlah sampel yang besar, sehingga dapat mengurangi biaya . Dalam penerapan metode SUS, responden diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan yang sudah dipersiapkan dalam bentuk kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan ini bertujuan untuk mengukur persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan aplikasi. Tabel 1 merupakan daftar pernyataan yang akan dibagikan kepada responden yang diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan aplikasi. Penilaian yang akan diberikan oleh responden dari masing-masing pernyataan berada dalam bentuk skor dengan menggunakan Likert Scale dari 1 hingga 5. Tabel 2 menunjukkan deskripsi dari masingmasing skor tersebut. Tabel 1. Daftar pernyataan pada kuesioner SUS No. Pernyataan Skor Saya akan sering menggunakan aplikasi ini Saya rasa aplikasi ini rumit digunakan Saya rasa aplikasi ini mudah digunakan Saya membutuhkan bantuan orang lain untuk menggunakan aplikasi ini Saya pikir berbagai fungsi di aplikasi ini berjalan semestinya Saya pikir aplikasi ini memiliki banyak elemen yang tidak konsisten Saya pikir banyak orang dapat memahami aplikasi ini dengan cepat Saya pikir aplikasi ini membingungkan untuk digunakan Saya merasa tidak ada hambatan dalam menggunakan aplikasi ini Saya perlu membiasakan diri sebelum dapat menggunakan aplikasi ini dengan baik Tabel 2. Deskripsi Skor SUS Skor Deskripsi Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Ragu-Ragu (RG) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) SUS memiliki aturan untuk mendapatkan nilai akhir atau disebut juga dengan skor. Aturan yang berlaku adalah sebagai berikut : . Pertanyaan yang bernomor ganjil, kurangi skornya dengan satu. Sebagai contoh jika skor untuk pertanyaan 1 adalah 4, maka nilai 4 di kurangi dengan 1 sehingga skornya menjadi 3, . Pertanyaan bernomor genap, kurangi skor dari lima. Sebagai contoh jika skor untuk pertanyaan 2 adalah 1, kurangi 5 dengan 1 sehingga skornya menjadi 4, dan . Langkah terakhir adalah menjumlahkan skor dari hasil seluruh pertanyaan bernomor ganjil Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 dan genap, kemudian kalikan hasil penjumlahan tersebut dengan nilai 2,5. Hasil akhir ini yang disebut sebagai SUS Score . Gambar 2. Pengukuran SUS Score Berdasarkan nilai SUS yang diperoleh, terdapat empat indikator yang menjelaskan angka Pertama. NPS (Net Promoter Scor. dengan tiga tingkat . etractor, passive, dan Kedua, tingkat acceptability dengan tiga kategori . ot acceptable, marginal, dan Ketiga, deskripsi adjective dengan enam tingkat . orst imaginable, poor. OK, good, excellent, dan best imaginabl. Terakhir, tingkat grade dengan lima tingkat dari yang terendah hingga tertinggi (F. A) . Rincian lebih lanjut dapat dilihat pada gambar 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Understand and Specify Context of Use menguraikan kegunaan aplikasi serta Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam memesan makanan secara online dengan cepat dan praktis unutk menikmati berbagai pilihan kuliner tanpa harus meninggalkan rumah atau kantor melalui ponsel pintar. Selain itu. Aplikasi ini juga memudahkan pengguna dalam memilih makanan dari berbagai restoran, melacak status pesanan, dan memanfaatkan promo yang tersedia. Pengguna aplikasi mencakup individu yang memesan makanan untuk diri sendiri atau keluarga, kelompok yang memesan makanan untuk acara atau pertemuan, pengemudi pengiriman yang mengantarkan pesanan dari restoran ke pelanggan, serta restoran mitra yang menerima dan mengelola pesanan melalui aplikasi. Pengemudi pengiriman menggunakan aplikasi ini selama proser pengantaran, sementara restoran mitra mengakses aplikasi di dapur atau kasir dengan menggunakan tablet atau komputer. Dengan memahami kebutuhan dan konteks penggunaan ini, aplikasi ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan memberikan layanan yang lebih optimal. Gambar 3. Storyboard aplikasi pemesanan makanan online Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Tahap Specify User Requirements adalah mengidentifikasi kebutuhan pengguna dalam menggunakan aplikasi. Berdasarkan hasil observasi dari beberapa aplikasi pemesanan makanan online yang telah disebutkan sebelumnya. Beberapa fitur utama yang harus dikembangkan adalah . Pencarian dan filterisasi, aplikasi harus menyediakan fitur pencarian yang memungkinkan pengguna menemukan makanan berdasarkan berbagai kriteria seperti kategori, harga, ulasan dan waktu pengiriman, . Proses pembayaran dan keamanan, aplikasi memiliki berbagai metode pembayaran yang aman dan nyaman untuk digunakan, termasuk kartu kredit, e-wallet, dan transfer bank. Selain itu, fitur pembayaran otomatis perlu disediakan untuk memudahkan pengguna dalam menyelesaikan transaksi dengan cepat dan efisien tanpa perlu memasukkan detail pembayaran berulang kali, . Pelacakan dan notifikasi pesanan, aplikasi harus memiliki fitur pelacakan status pesanan secara real-time yang memungkinkan pengguna untuk memonitor perjalanan pesanan dari restoran hingga sampai di tujuan. Gambar 4. Use case diagram aplikasi pemesanan makanan online Notifikasi otomatis harus diberikan untuk mengonfirmasi pesanan dan memberikan estimasi waktu pengiriman, sehingga pengguna dapat mengetahui informasi pesanan akan tiba, . Manajemen restoran favorit, aplikasi memungkinkan pengguna untuk menandai dan menyimpan Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 restoran favorit. Fitur ini memudahkan pengguna dalam pemesanan berikutnya agar dapat dengan cepat mengakses restoran yang disukai dan melakukan pemesanan tanpa perlu melakukan proses . Variasi menu dan kualitas. Aplikasi menyediakan berbagai pilihan makanan yang bervariasi dan menjaga kualitas makanan agar sesuai dengan harapan pengguna. Hal ini termasuk memastikan bahwa pesanan yang diterima sesuai dengan yang dipesan dan mengatasi masalah kualitas yang mungkin timbul. Aplikasi juga perlu menyediakan deskripsi yang jelas dan rinci tentang setiap menu, termasuk foto, harga, dan bahan-bahan yang digunakan. Pelayanan pelanggan responsive, aplikasi harus memiliki sistem dukungan pelanggan yang responsif dan Ini berarti menyediakan layanan pelanggan yang dapat diakses dengan mudah untuk menangani keluhan dan masalah yang dialami oleh pengguna. Gambar 5. Sitemap aplikasi pemesanan makanan online Tahap Design Solution adalah proses yang dilakukan pada tahapan ini adalah menghasilkan desain dan interaksi pengguna yang sesuai dengan tahapan sebelumnya. Tahap ini mencakup storyboard sebagai alat visual yang digunakan untuk merencanakan dan mengorganisasi alur cerita, use case diagram yang digunakan untuk memvisualisasikan interaksi antara pengguna . dengan sistem yang akan dikembangkan, site map untuk menggambarkan struktur navigasi dan hubungan antar halaman atau fitur dalam aplikasi dan yang terakhir adalah highfidelity prototype aplikasi dengan menggunakan aplikasi Figma agar pengujian interaksi pengguna lebih realistis dengan antarmuka yang mendekati produk akhir. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Gambar 6. Prototipe Halaman Sign Up. Login, dan Home Gambar 7. Prototipe Lupa Password Gambar 8. Prototipe Profile Gambar 9. Prototipe Daftar dan Penggunaan Promo Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Gambar 10. Prototipe Wallet Gambar 11. Prototipe History Transaksi Gambar 12. Prototipe Proses Pemesanan Makanan dan Umpan Balik Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Tabel 3. Rincian pengolahan data kuesioner SUS No. Q10 Sub Total Total * Average Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tahap terakhir adalah Evaluate Against Requirement dimana jumlah responden yang digunakan dalam pengujian ini adalah sebanyak 35 responden, sehingga nilai N adalah 35. Berdasarkan nilai n, nilai pearson correlation atau rhitung harus lebih besar dari 0,334 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 atau 5%. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan perhitungan uji validitas dan reliabilitas adalah IBM Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 22. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 677 - 687. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Uji validitas dilakukan untuk mengukur sejauh mana suatu alat uji valid atau tidaknya dan uji realibilitas dilakukan untuk mengukur keandalan ataupun ketepatan pengukuran dalam melihat konsistensi suatu tes setelah dilakukan pengujian secara berulang-ulang . Secara keseluruhan item pada masing-masing indikator pada nilai rhitung berada di atas nilai 0,334, sehingga setiap item dapat dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat dinyatakan reliabel yang dibuktikan dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,714 dan mengindikasikan bahwa alat ukur tersebut konsisten. Secara keseluruhan. Kuesioner ini terdiri dari 10 item pernyataan yang telah diuji validitasnya. Nilai Cronbach's Alpha di atas 0,6 menunjukkan bahwa data yang dikumpulkan melalui kuesioner ini dapat diandalkan. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai SUS Score yang diperoleh adalah 83,5 seperti tertera pada tabel 3. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan desain aplikasi antarmuka dengan menggunakan metode UCD, berhasil memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna aplikasi pemesanan makanan online, terutama di kelompok usia 17-25 tahun yang mendominasi responden sebesar 87% pada penelitian ini. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terbukti valid dan reliabel, dengan nilai rhitung di atas 0,334 dan Cronbach's Alpha sebesar 0,714. Skor SUS yang diperoleh adalah 83,5, yang termasuk dalam kategori grade 'A', menunjukkan usabilitas yang sangat baik. Kategori Adjective menunjukkan nilai 'Excellent', dan dalam hal Acceptability, prototype dinilai 'Acceptable'. Pada kategori NPS, prototypi berada di kategori 'Promoter', yang menunjukkan tingkat kepuasan tinggi dan kemungkinan besar pengguna akan merekomendasikan aplikasi ini. Kesimpulannya, rancangan desain aplikasi antarmuka berhasil dikembangkan dengan desain yang sangat baik, memenuhi kebutuhan pengguna, dan memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan. DAFTAR PUSTAKA