P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Permana, dkk 2024 IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L. ) DI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Pandu Permana. Arif Malik Ramadhan. Selvy Isnaeni. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Perjuangan Tasikmalaya Jl. PETA No. Kahuripan. Kec. Tawang. Kota Tasikmalaya. Jawa Barat 46115 email: am. ramadhan@unper. Abstrak Serangga dalam suatu ekosistem dapat memberikan konstribusi terhadap kehidupan manusia, termasuk peranan serangga dalam ekosistem pertanian. Serangga dalam suatu ekosistem memiliki berbagai peranan, diantaranya sebagai serangga fitofag, polinator, dekomposer, predator ekosistem, dan parasitoid, serta bermanfaat sebagai musuh alami. Keberadaan serangga dalam agroekosistem jagung tentunya dapat mempengaruhi berbagai aspek budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat keanekaragaman serangga pada agroekositem jagung di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya serta mengetahui tingkat dominasi serangga pada agroekosistem jagung dan mengetahui peran dari jenis serangga tanaman jagung. Penelitian dilakukan selama 14 hari dengan perangkap yellow trap dan light trap. Pemasangan perangkap tersebut diletakan pada tiga titik lokasi yang berbeda serta metode pengambilan sempel menggunakan metode deskriptif dan serangga yang tertangkap kemudian diidentifikasi. Terdapat serangga yang teridentifikasi sebagai serangga predator, hama, parasitoid dan pengurai. Hasil yang didapat pada perangkap yellow trap dengan serangga sebagai predator berjumlah 4 jenis serangga. Serangga sebagai hama berjumlah 7 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 3 jenis. Sedangkan untuk perangap light trap terdapat serangga sebagai predator 1 jenis serangga. Serangga sebagai hama 6 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 1 jenis serangga dan serangga sebagai pengurai 1 jenis seranga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wienner dan rumus indeks dominasi Simpson. Dalam penelitian ini terdapat nilai keanekaragaman pada perangkap yellow trap dengan nilai (HAo= 2,023>0,. Untuk nilai keanekaragaman pada perangkap light trap dengan nilai (H=1. 799>0,. Untuk nilai dominasi yang terdapat pada perangkap yellow trap dengan nilai (C=0,0708<0,. Untuk nilai Indeks Dominasi dari perangkap light trap menunjukan nilai (C=0,381<0,. Kata kunci: Dominansi. Ekosistem. Jagung. Keanekaragaman. Serangga Abstract Insects in an ecosystem can contribute to human life, including the role of insects in agricultural ecosystems. Insects in an ecosystem have various roles, including as phytophagous insects, pollinators, decomposers, ecosystem predators, and parasitoids, and are useful as natural enemies of corn plants and can cause environmental problems such as an imbalance in the food chain in agro-ecosystems. This study aims to determine the condition of the level of insect diversity in corn agroecosystems in Tamansari District. Tasikmalaya City. As well as knowing the level of insect dominance in corn agro-ecosystems and knowing the role of the types of insects in corn plants. The study was conducted for 14 days with yellow traps and light The traps were placed at three different locations and the sampling method used descriptive methods and the caught insects were then identified. There are insects identified as predatory insects, pests, parasitoids and decomposers. The results obtained in the yellow trap with insects as predators totaled 4 types of insects. There are 7 types of insects as pests. There are 3 types of insects as parasitoids. As for the light trap, there are insects as predators for 1 type of insect. Insects as pests 6 types of insects. Insects as parasitoids are 1 type of insect and insects as decomposers are 1 type of insect. This research was conducted using the P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Permana, dkk 2024 Shannon-Wienner diversity index formula and the Simpson dominance index formula. In this study, there is a diversity value in the yellow trap with a value (H' = 2. 023> 0. For diversity values in light traps with a value (H=1,799> 0. For the domination value contained in the yellow trap with a value (C = 0. 0708 <0. For the Dominance Index value of the light trap shows a value (C = 0. 381 <0. Keywords: Dominance. Ecosystem. Maize. Diversity. Insects. PENDAHULUAN Serangga dalam suatu ekosistem dapat memberikan konstribusi terhadap kehidupan manusia, termasuk peranan serangga dalam ekosistem pertanian (Fakhrah, 2. Serangga sangat dominan di bumi dengan jumlah spesies hampir 80% dari jumlah hewan yang ada di bumi dengan 1. spesies telah berhasil diidentifikasi dan dikenal lebih dari 7. 000 spesies ditemukan (Meilin & Nasamsir, 2. Keberadaan serangga pada suatu ekosistem dapat menjadi indikator biodiversitas, kesehatan, dan degradasi lanskap (Pratiwi, 2. Serangga dalam suatu ekosistem memiliki berbagai peranan, diantaranya sebagai serangga fitofag, polinator, dekomposer, predator dan parasitoid (Rosniar et al. , 2. Serangga fitofag yang sifatnya merugikan bagi manusia umumnya dikategorikan sebagai serangga hama (Farkhrah, 2. Serangga hama umumnya menyerang tanaman dengan cara mengonsumsi tanaman budidaya (Rochman, 2. Keberadaan hama menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kerugian pada hasil produksi Salah satu tanaman penting di Indonesia yang sering kali terserang hama ialah tanaman Jagung (Farkhrah, 2. Keberadaan hama dalam agroekosistem jagung tentunya dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen. Salah satu faktor pembatas produksi tanaman jagung disebabkan oleh serangan hama (Yusuf et al. Serangga yang sering ditemukan pada tanaman jagung diantaranya penggerek batang (Ostrinia furnacali. , penggerek tongkol (Helicoverpa armiger. , lalat bibit (Atherigona exigua orientalis sp. ) belalang (Locust sp. ) Pemakan daun (Spodoptera litur. kutu daun (Rhopalosiphum maidi. , tikus (Rattus norvegiu. (Nurmaisah & Purwati, 2. dan hama baru yang menyerang pertanaman jagung yakni Spodoptera frugiperda (Nurmaisah & Purwati, 2. Pencegahan melalui sistem kultur teknis dan pemanfaatan pestisida sering dilakukan oleh petani di Indonesia hingga saat ini (Imani et al. , 2. Penggunaan pestisida yang kurang bijaksana dapat membahayakan kesehatan petani, konsumen, organisme non-target, serta berdampak buruk pada lingkungan (Supriadi, 2. Pola pengendalian yang dilaksanakan petani tentunya dapat mempengaruhi keseimbangan agroekosistem, yang dapat berpengaruh terhadap produksi tanaman Berdasarkan pemaparan diatas perlu dilakukan kajian tentang keanekaragaman, dominasi dan status serangga lebih lanjut. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 Ae Febuari 2023 bertepat di lahan pertanaman jagung di Tamanjaya. Kecamatan Tamansari Kabupaten Tasikmalaya. Jawa Barat RT. 04 RW. Pertimbangan pemilihan lokasi penelitian di kecamatan Tamansari Kota. Tasikmalaya didasari hasil penelitian dari (Firmansyah dan Ramadhan 2. yang menyatakan bahwa kecamatan Tamansari merupakan kecamatan dengan luasan lahan jangung paling tinggi di P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Permana, dkk 2024 Kota Tasikmalaya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua jenis perangkap yaitu perangkap cahaya . ight tra. dan perangkap kuning berperekat . ellow sticky tra. Bahan yang digunakan untuk perangkap light Trap dalam penelitian ini adalah air sabun dengan konsentrasi 5%. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkap cahaya, terminal listrik, baskom dengan diameter 45 cm, kaca pembesar, alat dokumentasi, mikroskop, lampu berwarna kuning 10 watt, serta buku panduan identifikasi serangga. Bahan yang digunakan untuk perangkap yellow trap dalam penelitian ini adalah botol bekas, lem serangga, cat kuning, tiner/bensin, plastik bening, serta buku panduan identifikasi serangga. Dalam penelitian ini peneliti melakukan beberapa tahapan penelitian meliputi Observasi. Metode Pengambilan Sampel dan Vareabel Pengamatan. Lokasi tempat penelitian ditemukan dengan cara berkeliling di sekitar kecamatan Tamansari untuk menentukan pertanaman jagung yang dirasa Penentuan lokasi penelitian di Tamanjaya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Jawa Barat. Setelah lokasi ditentukan kemudian dilanjutkan dengan melakukan wawancara terhadap petani pemilik lahan serta para petani yang ada di sekitar lahan jagung guna menghimpun informasi terkait keberadaan berbagai jenis serangga di wilayah tersebut. Pemasangan light trap dan yellow trap dilakukan di lahan jagung yang berbentuk persegi panjang dengan panjang lahan 21,57 m dan lebar lahan 8,23 m dan pemasangan prangkap dilakukan ditiga titik pertanaman jagung dilahan MasingAemasing lokasi yang ditentukan dipasangi light trap dengan cakupan lahan seluas 60 meter persegi yang dilaksanakan selama 14 hari. Pemasangan perangkap light trap dilaksanakan 00 WIB dan pemasangan yellow trap dilaksanakan pada pukul 08. 00 WIB. Serangga yang tertangkap kemudian diidentifikasi. Terdapat tiga variabel yang diamati dalam penelitian ini, diantaranya: keanekaragaman serangga, dominasi serangga, dan peranan serangga dalam agroekosistem jagung 1 Indeks keanekaragaman serangga Indeks keanekaragaman digunakan untuk menyatakan hubungan kelimpahan spesies pada suatu agroekosistem. Selama 14 hari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terdapat serangga yang teridentifikasikan yang menggolongkan suatu komunitas diantaranya: kelimpahan relatif, jumlah spesies, ukuran dari area sempel homogenitas. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wienner. 2 Indeks dominasi serangga Pengumpulan data indeks dominasi serangga dilaksanakan selama 14 hari dengan interval pengamatan 1 x 24 jam, data serangga yang tertangkap kemudian diidentifikasi hingga tingkat spesies, kemudian dihitung banyaknya populasi serangga pada spesies yang sama. Proses identifikasi mengacu pada buku identifikasi pengenalan pelajaran serangga edisi ke-6 (Nurmaisah & Purwati, 2. Data yang terkumpul kemudian dihitung dengan menggunakan indeks Simpson. 3 Peranan Serangga Tiap spesies serangga yang terperangkap dan telah diidentifikasi kemudian ditelusuri peranannya dalam agroekosistem jagung. Proses penentuan peranan serangga dalam agroekosistem jagung ditelusuri berdasarkan studi literatur. Proses identifikasi mengacu pada buku identifikasi pengenalan pelajaran serangga edisi ke-6 (Nurmaisah & Purwati, 2. Data disajikan dalam bentuk tabel deskriptif. Serangga memiliki peranan dalam agroekosistem Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Vol. No. 1, 2024 Permana, dkk 2024 sebagai serangga baik yang menguntungkan maupun yang merugikan bagi manusia (Meilin dan Nasamsir 2. Menurut Ramadhan et al. , . serangga memiliki peranan sebagai serangga fitofag, polinator, dekomposer, predator, dan parasitoid 4 Analisis Nilai Indeks Keragaman Shanon Weiner Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wienner dan Indeks dominasi Simpson. Analisis nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wienner. yc ycA = Oc. ecyeO). esyea yecyeO) yeO=ya Keterangan: HAo : Indeks keanekaragaman : ni/N : Jumlah individu jenis ke-i : Jumlah total individu 5 Analisis Nilai Indeks dominasi Simpson Indeks dominasi dapat digunakan untuk mengetahui spesies yang mendominasi suatu komunitas. Indeks dominasi menurut Simpson sebagai berikut : yeayeO ycA yc = OcycyeO=ya ( ) ya Keterangan: C : Indeks dominasi ni : Jumlah individu jenis ke-i N : Jumlah total individu S : Jumlah spesies Jika nilai dominasi mendekati 0(<0,. = maka tidak ada spesies yang mendominasiJika nilai dominasi mendekati 1(>0,. = maka ada spesies yang mendominasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama 14 hari dengan menggunakan perangkap yellow trap dan light trap di Tamanjaya. Terdapat beberapa seragga yang dapat dikatagorikan berdasarkan status serangga yaitu musuh alami, . , hama, bioindikator. Hasil yang didapat pada perangkap yellow trap diekosistem pertanaman lahan jagung di Tamanjaya. terdapat 6 Ordo, 14 famili dan 14 spesies yang teridentifikasi. Ordo serangga yang paling banyak terdapat pada Ordo Diptera dan Ordo yang paling sedikit terdapat pada Ordo Orthoptera, famili yang paling banyak terdapat pada Curculionidae, famili yang sedikit terdapat pada Acrididae. Spesies serangga yang tertinggi yakni Aphis gossypi dan terendah adalah Valanga nigricornis. Total keseluruhan jumlah P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Permana, dkk 2024 serangga yang didapat di tiga titik perangkap yellow trap sebanyak 270. Adapun jenis serangga yang paling banyak didapat yaitu Aphis gossypi terdapat 72 serangga hama. Hasil yang didapat pada perangkap light trap di ekosistem pertanaman lahan jagung di Tamanjaya. Terdapat 5 Ordo, 9 famili dan 9 spesies yang teridentifikasi. Ordo yang paling banyak terdapat pada Coleoptera dengan jumlah 3 famili dan 3 spesies dan Lepidoptera dengan jumlah 3 famili dan 3 spesies Ordo yang paling sedikit terdapat pada Diptera dengan jumlah 1 famili dan 1 spesies. Famili yang paling banyak terdapat pada Noctuidae dan yang paling sedikit terdapat pada Muscidae. Spesies yang paling banyak terdapat pada Coptotermes curvignatus dan paling sedikit terdapat pada Spodoptera litura Berdasarkan hasil pada tabel 2. Terdapat total keseluruhan jumlah serangga yang didapat di 3 titik perangkap light trap. Serangga yang didapat sebanyak 103. Adapun jenis serangga yang paling banyak didapat yaitu Coptotermes curvignatus terdapat 38 serangga . Indeks Keanekaragaman Shannon-wienner Keanekaragaman serangga jagung dengan perangkap yellow trap dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan data dapat diketahui bahwa indeks keanekaragaman shanon-weiner serangga area jagung ditunjukan dengan nilai HAo=2,023<3. Kriteria ini menunjukan nilai sedang yang menggambarkan habitat tidak terganggu dimana tidak ada individu yang mendominasi dalam area tersebut, apabila populasi serangga pada suatu jenis tanaman belum menimbulkan kerugian maka belum diperlukan Tindakan pengendalian. Keanekaragaman serangga jagung dengan perangkap light trap. di Tamanjaya. Dapat di lihat pada Tabel 4. Berdasarkan data dapat diketahui bahwa indeks keanekaragaman Shanon-Weiner serangga area jagung di tunjukkan dengan nilai HAo= 1,799 > 0,1= Kriteria ini menunjukan nilai sedang yang menggambarkan habitat tidak terganggu dimana tidak ada individu yang mendominasi dalam area tersebut. Indeks Dominasi Simpson Dominasi serangga pada pertanaman jagung dengan menggunakan perangkap yellow trap dapat dilihat pada Tabel 5. Berdasarkan data dapat diketahui bahwah indeks dominasi Simpson serangga jagung di kecamatan Tamanjaya (C = 0,1. rendah, nilai menunjukan bahwa keadaan ekosistem tersebut stabil, keadaan ini terjadi karena adanya mekanisme pengendalian alami yang menguntungkan bagi petani (Dewi 2. Tingkat dominasi serangga pada ekosistem di pertanaman jagung Tamanaya dengan ditunjukan C<0,5= rendah dan C>0,5= tinggi. Pada parameter b* . , perbedaan penambahan konsentrasi ZnCl2 pengaruh nyata . <0,. terhadap intensitas warna kuning pasta pandan. Nilai b* tertinggi ditunjukkan pada sampel pasta pandan tanpa penambahan ZnCl2 . , karena pasta pandan tanpa penambahan ZnCl2 memiliki warna yang cenderung kuning akibat degradasi klorofil menjadi feofitin. Sementara itu sampel dengan nilai *b terendah ditunjukkan oleh sampel pasta pandan dengan penambahan ZnCl2 sebesar 1000 ppm serta penggunaan bahan pengisi berupa gum arab. Semakin besar konsentrasi ZnCl2 maka semakin rendah nilai b*. Hal ini sesuai dengan pernyataan Suryani . bahwa semakin besar konsentrasi ZnCl2 maka semakin banyak kompleks Zn-klorofil yang terbentuk pada pasta pandan sehingga intensitas warna hijau yang dihasilkan lebih tinggi dan intensitas warna kuning Dominasi serangga pada pertanaman jagung dengan menggunakan perangkap light trap. Dapat dilihat pada tabel 6. Berdasarkan data dapat diketahui bahwah indeks dominasi Simpson serangga jagung menunjukan nilai (C= 0,. nilai tersebut menunjukan bahwa tingkat serangga P-ISSN: 2580-0345 I E-ISSN: 2580-748X Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. No. 1, 2024 Permana, dkk 2024 dominasi rendah yang berarti ekositem di pertanaman jagung di Tamanaya rendah. Dengan ditunjukan (C<0,5= rendah dan C>0,5= tinggi, hal ini seperti pada penelitian (Maesyaroh et al. , 2. bahwa terdapat keanekaragaman serangga yang di pengaruhi oleh suhu, kelembaban, insensitas cahaya yang dapat mempengaruhi serangga tersebut Status Serangga Pada Lahan Jagung 1 Status serangga pada lahan jagung dengan prangkap yellow trap Keseluruhan serangga yang didapat selama penelitian 14 hari di pertanaman jagung di Tamanjaya. Terdapat 7 jenis serangga (Ham. 4 jenis serangga (Predato. dan 3 jenis serangga ( Parasitoi. dari 14 jenis serangga yang diperoleh, dan banyaknya serangga yang tergolong dari jenis serangga Hama serta serangga yang mendominasi namun serangga yang paling banyak di lahan jagung yaitu Aphis gossypi . utu dau. 2 Status serangga pada lahan jagung dengan prangkap yellow trap Keseluruhan serangga yang didapat selama penelitian 14 hari di pertanaman jagung dengan menggunakan perangkap light trap terdapat 6 jenis serangga (Ham. 1 jenis serangga (Predato. 1 jenis serangga (Parasitoi. dan 1 jenis serangga . dari 9 jenis serangga yang diperoleh dan banyaknya serangga yang tergolong dari jenis serangga Hama serta serangga yang mendominasi, namun serangga yang paling banyak di lahan jagung yaitu Coptotermes curvignatus . ayap terban. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan Terdapat 270 serangga yang terperangkap di perangkap yellow trap berasal dari 6 Ordo, 14 famili dan 14 spesies dan 103 serangga terperangkap pada operangkap light trap berasal dari 5 Ordo, 9 famili dan 9 Keragaman serangga yang terperangkap pada perangkap yello trap tergolong dalam katagori sedang ditunjukan dengan nilai HAo=2,023 dan Keragaman serangga yang terperangkap pada perangkap light trap tergolong dalam katagori sedang di tunjukkan dengan nilai HAo= 1,799. Tidak terdapat serangga yang mendominasi pada perangkap yellow trap C = 0,1716 maupun dengan prangkap light trap C= 0,381. Pada perangkap yellow trap terdapat 14 spesies serangga yang di katagorikan dalam 3 peranan yang berbeda yaitu Predator. Hama, dan Parasitoid sedangkan pada perangkap light trap terdapat 9 spesies serangga yang di katagorikan dalam 4 peranan yang berbeda yaitu Predator. Hama. Parasitoid dan pengurai. DAFTAR PUSTAKA