Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 Vol. No. Oktober 2025: 251-257 REGENERASI EKSISTENSI KESENIAN KUDA KOSONG DI CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT Agus Nero Sofyan Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Padjadjaran. Jatinangor. Sumedang E-mail: agus. nero@unpad. ABSTRAK. Kelangsungan eksistensi seni Kuda Kosong sebagai wujud karya seni masyarakat Cianjur Jawa Barat harus terus diupayakan perkembangannya agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sehingga seni tersebut dapat dilesatarikan keberadaanya. Penelitian ini berjudul. AuRegenerasi Eksistensi Kesenian Kuda Kosong di Cianjur Provinsi Jawa BaratAy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan/pemupuan etnografis, yakni mengumpulkan data dengan cara wawancara dan observasi. Sistem regenerasi merupakan satu di antara cara upaya untuk melestarikan keterampilan pementasan kesenian Kuda Kosong di Cianjur. Permasalahan utamanya adalah sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Kuda Kosong melalui sistem transmisi vertikal dan sistem transmisi horizontal yang masih jauh dari harapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis regenerasi eksistensi kesenian Kuda Kosong Cianjur. Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan keluarga memiliki peran genetik dalam proses regenerasi kesenian Kuda Kosong, baik melalui sistem tradisional maupun melalui sistem kontemporer yang digunakan dalam proses regenerasi bentuk kesenian Kuda Kosong di Cianjur. Sistem regenerasi secara tradisional berlangsung dalam konteks keluarga dan masyarakat. Sistem regenerasi secara kontemporer ialah pengunaan media sosial, pelatihan, dan pertunjukan kesenian Kuda Kosong di Cianjur. Hal ini bertujuan pula untuk mempromosikan kesenian Kuda Kosong kepada khalayak umum dengan jangkauan yang lebih luas melalui peran serta generasi penerus dan para pelaku seni khususnya yang berperan aktif dalam pelestarian kesenian Kuda Kosong di wilayah Cianjur Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci: kesenian Kuda Kosong. Cianjur REGENERATION OF THE EXISTENCE OF KUDA KOSONG ART IN CIANJUR, WEST JAVA PROVINCE ABSTRACT. The continued existence of the Kuda Kosong art as a form of art work of the Cianjur community. West Java, must continue to be developed so that it can adapt to the development of the times so that its existence can be preserved. This study is entitled, "Regeneration of the Existence of Kuda Kosong Art in Cianjur. West Java Province". The method used in this study is a qualitative descriptive method with ethnographic fertilization techniques, namely collecting data through interviews and observations. The regeneration system is one of the efforts to preserve the performance skills of the Kuda Kosong art in Cianjur. The main problem is the regeneration system and the regeneration process of the Kuda Kosong art through the vertical transmission system and the horizontal transmission system which are still far from expectations. This study aims to analyze the regeneration of the existence of the Kuda Kosong art in Cianjur. Regeneration occurs in both traditional and contemporary The research findings indicate that family relationships have a genetic role in the regeneration process of the Kuda Kosong art form, both through traditional and contemporary systems used in the regeneration process of the Kuda Kosong art form in Cianjur. The traditional regeneration system takes place in the context of family and The contemporary regeneration system is the use of social media, training, and performances of the Kuda Kosong art in Cianjur. This also aims to promote the Kuda Kosong art to the general public with a wider reach through the participation of the next generation and artists, especially those who play an active role in preserving the Kuda Kosong art form in the Cianjur region of West Java Province. Keywords: Kuda Kosong art. Cianjur PENDAHULUAN Indonesia ialah negara yang wilayah perairannya sangat luas jika dibandingkan dengan daratan. Akan tetapi, luas daratan yang lebih sempit daripada lautan itu diisi oleh banyak kepulauan sehingga negara Indonesia dikenal sebagai sebutan negara kepulauan. Kepulauan yang berada di Indonesia ini terdiri atas gugusan yang membentang panjang sehingga tergolong pada kepulauan terbesar di dunia. Kepulauan yang berada di Indonesia ini dihuni oleh pelbagai etnis, adat istiadat, budaya, bahasa, dan tentunya populasi penduduk yang besar. Menurut (Nur, dkk, 2023: . bahwa populasi penduduk yang besar berpotensi dapat menyebabkan keberagaman berbagai aspek. hal ini tentu saja di dalamnya dapat melahirkan budaya yang beragam pula. Dalam budaya yang beragam itu, tentunya terdapat seni yang cukup berargam yang Regenerasi Eksistensi Kesenian Kuda Kosong di Cianjur Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 dimiliki oleh suatu wilayah. Sejalan dengan hal tersebut, sebagaimana diketahui bahwa keberagaman dalam masyarakat, misalnya, di Jawa Barat dapat dilihat dari keberadaan budaya, latar, wilayah alam, dan lokasi geografis yang berbeda (Sofyan, dkk, 2023: . Kebudayaan itu melahirkan kese-nian. Kesenian dapat diartikan sub atau bagian terpenting dari kebudayaan yang berupa ungkapan kreativitas dari ide, gagasan, atau perwujudan dari aktivitas manusia (Kayam, 1981: . Selain itu, kesenian dapat dinyatakan/ didefinisikan sebagai suatu ekspresi dan produk budaya manusia yang berkaitan erat dengan sistem sosial masyarakat. Dalam kesenian terungkap pula adanya estetika manusia yang menyimpan nilai-nilai leluhur masyarakat Wujud atau bentuk kesenian itu sangatlah beragam. Senada dengan itu. Susanto . 3: . menyatakan bahwa karya seni yang merupakan hasil dari aktivitas kreatif suatu kelompok sosial menunjukkan bagaimana sistem nilainya itu milik bersama. Pokok bahasan seni tradisi yang diwakili oleh komponen-komponen nilai estetiknya tidak muncul dengan sendirinya, tetapi memiliki kaitan yang kuat dengan komponen fundamental lainnya, seperti lembaga sosial, agama, ekonomi, dan komponen yang lainnya (Sofyan, dkk. , 2018: . Potensi seni budaya tradisional sebagai kearifan lokal sangat berperan dalam upaya menyampaikan ciri/kekhasan budaya suatu Selain itu, instansi yang terkait tentu harus memperhatikan potensi seni yang dimiliki setiap daerah untuk upaya pelestarian serta pengembangannya (Wikandia, 2016: . Terlihat dari berbagai macam nilai budaya yang terkandung dalam pementasan seni harus dijaga melalui pelestarian budaya itu sendiri. Oleh karena itu, pelestarian pementasan/pertunjukan seni tradisional berarti melestarikan keragaman latarnya dan memelihara pementasan seni juga berarti memelihara keberagaman konteks di Sesuai dengan apa yang dikatakan Gunardi . 4: . , bahwa melestarikan adat yang di dalamnya budaya . yang merupakan hasil peradaban manusia yang saat ini telah lama terlupakan. Pelbagai gagasan baru berupa ide kreatif dalam dunia seni tentunya akan terlahir dengan sendirinya, yaitu dengan mengikuti perkembangan zaman. Menurut Sofyan, dkk. 0: . pelbagai usaha melestarikan budaya . tentu tidak mudah dilakukan karena hal itu bisa saja dianggap sebagai faktor penyebab kemerosotan nilai-nilai budaya di tengah kehidupan masyarakat, seiring dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi, adanya globalisasi, dan perkembangan zaman. Menurut Sumardjo . bahwa manusia itu tidak menciptakan sesuatu dari ketiadaan, tetapi . membangun peradaban . di atas apa yang telah ada sebelumnya. Setiap seniman/ budayawan yang hebat dan kreatif tentunya memulai dengan materi yang sudah berkembang, yaitu biasanya disebut sebagai tradisi. Tidak dapat disangkal bahwa produksi karya seni dimulai dari sesuatu yang sudah dapat diakses dalam sosial budaya masyarakat karena kebiasaan ini telah lama diwariskan secara turuntemurun sehingga proses kreatif seniman/ budayawan tidak mungkin berkembang dalam karya seninya. Karya-karya pelaku seni pada awalnya sangat mencerminkan perjuangan mereka menghadapi tantangan budaya dan sosial ekonomi pada masanya. Masyarakat pada dasarnya harus sadar tentang bagaimana menciptakan identitas budayanya sendiri di tengah kemajuan budaya kontemporer dengan mengambil pelajaran. Menurut Berry . 9: . terdapat tiga jenis pewarisan budaya secara berpola, yaitu pola pewarisan mendatar, pola pewarisan miring, dan pola pewarisan tegak. Ketiga pola ini bekerja saling mendukung upaya pelestarian. Sehubungan dengan hal tersebut. Sumiati . 4: . menjelaskan bahwa orangtua mewariskan kemampuan, nilai, kepercayaan, budaya, dan lain-lain kepada generasi mendatang dalam bentuk transfer yang bersifat tegak lurus. Hal tersebut terjadi sejak bayi hingga dewasa, orang belajar dari teman sebayanya dalam proses yang dikenal sebagai transmisi horizontal. Satu di antara wujud/bentuk kesenian itu yang diwariskan melalui regenerasi itu adalah kesenian Kuda Kosong di Kabupaten Cianjur. Kesenian Kuda Kosong menjadi representasi dari pengalaman estetika, ide, nilai, dan cara pandang masyarakat pendukungnya, yaitu masyarakat Kabupaten Cianjur. Dalam sejarahnya, seni kuda kosong berkaitan erat dengan terbentuknya Cianjur. Pada saat itu kerajaan mataram menguasai berbagai daerah kesundaan, lalu mendapatkan kabar bahwa sedang ada pembangunan daerah kecil, yakni Cianjur. Akibatnya. Kerajaan Mataram mengirimkan utusannya untuk memberikan surat kepada pemerintah Cianjur agar memberikan persembahan atau biasa disebut upeti sebagai tanda kesetiaan dan ketundukan kepada Raja Mataram. Kemudian setelah melakukan musyawarah. Dalem Cianjur pun menyetujuinya untuk memberikan upeti kepada Kerajaan Mataram dengan mengutus Aria Natadimanggala yang membawa tiga buah cengek atau disebut dengan cabe rawit, kemudian Regenerasi Eksistensi Kesenian Kuda Kosong di Cianjur Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 membawa tiga buah pedes atau biasa disebut dengan lada dan membawa tiga buah padi. Dari ketiga macam upeti yang dibawa oleh utusan dari Cianjur, semuanya memiliki makna dan maksud Pada akhirnya hal itu disambut baik oleh Kerajaan Mataram dengan mengirimkan balasan, di antaranya ada pohon saparantu, ada keris, dan ada kuda kerajaan. Setelah itu, utusan dari Cianjur, yakni Aria Natadimanggala pulang dengan membawa kuda yang diberikan oleh Kerajaan Mataram. Selama di perjalanan, dia tidak berani menunggangi kuda tersebut dan hanya dituntun saja. hal tersebut dilakukan sebagai tanda penghormatan kepada kakaknya dan akan diberikan kepadanya. Setibanya di daerah Cianjur, sebagai bentuk rasa kebanggaan masyarakatnya kuda pemberian dari kerajaan mataram dibawa berkeliling Cianjur untuk diarak dan tidak ada yang menungganginya sehingga masyarakat menyebutnya dengan julukan kuda METODE Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan/ pemupuan etnografis, yakni pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi. Selain itu, pendekatan/pemupuan etnografis pun menyelidiki kejadian budaya yang mencerminkan perspektif subjek terhadap masalah yang sedang Penjelasan tentang bagaimana orang berpikir, hidup, dan bertindak disediakan melalui penelitian etnografis. Menurut (Endraswara, 2006: . , pendekatan ini terkait dengan perilaku hidup dan subjek pemikiran sehingga pendekatan etnografis berusaha mempelajari peristiwa budaya dalam kaitannya dengan pandangan dunia, yaitu subjek sebagai objek kajian. Dalam penelitian ini, dijelaskan pula budaya sebagaimana Metode deskriptif kualitatif, khususnya pada sosial budaya dilakukan dengan harapan dapat memperoleh gambaran yang menyeluruh dan terorganisasi yang menangkap keadaan dan realitas situasi. Tujuan penelitian deskriptif kualitatif adalah untuk mendapatkan pemahaman umum tentang kondisi atau keadaan suatu fenomena, yakni untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang situasi dan fakta yang komprehensif tentang kesenian Kuda Kosong. Tabel 1 Tahapan Kegiatan Penelitian Keterlibatan dalam Kegiatan Peneliti Masyarakat memberikan arahan 1 survei lapangan pedoman kerja yang diperlukan No. Kegiatan menginventarisa mengkaji hasil dari memberikan contoh melaksanakan atau role model memberikan metode 4 pembelajaran dan teknik dan pelatihan Tabel 2 Indikator keberhasilan kegiatan . tama dan penunjan. adalah sebagai berikut. No. Indikator Base Line ebelum Pencapaian setelah Kegiatan adanya berbagai munculnya kesadaran mendapatkan dari masyarakat dan yang dihadapi informasiyang berbagai pihak yang oleh masyarakat baik tentang terkait dalam dalam upaya data yang pengembangan dan pelestarian kesenian kesenian Kuda Kuda Kosong Kosong HASIL DAN PEMBAHASAN Kelahiran Kesenian Kuda Kosong Kesenian Kuda Kosong terlahir/tercipta dari suatu peristiwa tradisional di Cianjur tepatnya pada zaman kolonial Belanda abad ke17 tahun 1677 ketika pemerintahan Cianjur dipimpin oleh Raden Aria Wiratanu kedua yang memiliki nama Raden Wiratamanggala . Saat itu wilayah Cianjur jatuh pada kekuasaan Mataram sehingga pemerintah Cianjur harus meyerahkan upeti terhadap Kerajaan Mataram. Akan tetapi, saat itu wilayah Cianjur belum mampu membayar upeti karena baru menjadi sebuah keresidenan. Oleh karena itu, diutuslah Aria Natadimanggala oleh Bupati Cianjur untuk melakukan diplomasi dengan Kerajaan Mataram. Hasil diplomasi tersebut ialah terjalinnya kesepakatan sehingga Bupati Cianjur diberi kuda kerajaan dan hadiah lainnya (Pitaloka . 8: . Kesenian Kuda kosong tergolong pada kesenian tradisonal. Kesenian tradisional memiliki kekhasan yang menjadi pola atau pakem tertentu. Oleh karena itu, dalam menciptakan suatu kesenian dituntut memiliki bentuk dan jenis tertentu pula sehingga dapat dibedakan dengan kesenian lainnya. Begitu pula, dengan kesenian Kuda Kosong yang termasuk ke dalam kesenian tradisional pun bahwa kesenian Kuda Kosong memiliki keunikan tersendiri yang dapat dibedakan dengan kesenian lainnya. Kesenian lainnya kerapkali menuntut bahwa suatu hewan harus ditunggangi, misalnya, kesenian Karapan Sapi di Madura. Kesenian Kuda Kosong, keberadaan kudanya tidak harus untuk ditunggangi. kudanya dibiarkan kosong dan dituntun oleh seseorang. Pada umumnya. Regenerasi Eksistensi Kesenian Kuda Kosong di Cianjur Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 yang dapat menuntun Kuda Kosong itu boleh siapa saja, tetapi dianjurkan harus orang yang sudah mengenal sifat/watak kuda agar kuda itu tidak memberontak dan tidak kabur yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi para penonton saat pertunjukan kesenian Kuda Kosong (Muslim, 2019:. khususnya kesenian Kuda Kosong dapat dikenal secara lebih meluas. dari segi perekonomian, pelaksanaan pertunjukan kesenian Kuda Kosong dapat menarik animo masyarakat, khususnya untuk wilayah setempat ataupun dari luar wilayah setempat karena di sana tumbuh dan berkembang para pedagang saat pertunjukan berlangsung. Makna dari Kesenian Kuda Kosong Menurut (Setiadi, 2. , masyarakat Kabupaten Cianjur memaknai kesenian Kuda Kosong merupakan kesenian yang sarat dengan berbagai mistis. Hal itu tampak di antaranya dapat dirasakan saat pertunjukan berlangsung, yaitu bahwa kuda yang sedang pentas itu terlihat seperti kelelahan karena memikul beban yang Padahal, kuda tersebut tidak ada yang Masyarakat setempat percaya bahwa kuda tersebut sedang/sudah ditunggangi oleh leluhur mereka, yaitu Eyang Surya Kencana. Selain dari makna mistis, terkandung pula makna etika . kepada orang yang dianggap lebih tua. Hal itu tampak pada Aria Natadimanggala menghormati kakaknya dengan cara tidak berani menunggangi kuda pemberian dari Kerajaan Mataram yang dihadiahkan kepada Selanjutnya, dari segi agama kesenian Kuda Kosong tidak dapat dihubungkan dengan berbagai hal mistis karena dikhawatirkan akan menimbulkan kemusyrikan. Yang terakhir ialah makna secara filosofis bahwa kesenian Kuda Kosong mengajari para pemimpin atau para raja terdahulu memiliki jiwa bijaksana yang tinggi yang diwujudkan dengan cara pemimpin Cianjur mengirim beberapa macam upeti kepada Kerajaan Mataram, tetapi tanpa dijelaskan apa makna dari upeti tersebut karena Raja Mataram sudah langsung paham terhadap hal itu. Personel dan Properti Kesenian Kuda Kosong Personel dalam kesenian Kuda Kosong Cianjur tidak memiliki jumlah pasti karena merupakan tarian kolosal yang melibatkan banyak orang, termasuk penuntun kuda, penari, pengiring musik, dan para prajurit. Kuda Kosong itu sendiri dimainkan oleh dua orang penari, sementara tarian secara keseluruhan melibatkan banyak pemain dan partisipasi masyarakat. Saat pementasan/pertunjukan kesenian Kuda Kosong, terdapat beberapa properti yang berupa aksesoris yang digunakan, yaitu penutup kepala kuda, penutup badan kuda, penutup keempat kaki kuda. Penutup-penutup tersebut dihias semenarik mungkin, lalu ditambahkan hiasan berupa berbagai macam bunga sehingga kuda tersebut terlihat seperti kuda yang dimiliki oleh suatu kerajaan. Tujuan hiasan aksesoris tersebut ialah agar kuda kosong itu terlihat lebih menarik, indah dipandang sehingga dapat memikat para wisatawan atau penonton pada umumnya. Properti lainnya ialah dua payung. Perlu diketahui bahwa payung yang dipakai saat pertunjukan kesenian Kuda Kosong bukanlah payung seperti biasa pada umumnya, melainkan bentuk aksesoris yang menyerupai payung suatu kerajaan atau payung yang biasa digunakan oleh pengantin dalam suatu acara pernikahan. Payung pertama dipakai untuk memayungi seorang pemimpin di daerah tersebut, yakni Bupati Cianjur, sedangkan payung kedua dipakai untuk memayungi kuda yang bertugas sebagai kuda kosong. Berikutnya ialah baju yang digunakan penuntun kuda kosong, yaitu baju/model terusan atau biasa disebut gamis yang ditambah pakaian luar yang panjangnya sama dengan panjang gamis yang dikenakan. Selain itu, penuntun kuda tersebut memakai ikat kepala atau biasa disebut dengan turban dan memakai alas kaki berupa sandal. Penampilan seperti ini digunakan agar menambah kesan suasana pada zaman kerajaan serta untuk menarik perhatian para wisatawan yang sedang menyaksikan. Pakaian berikutnya digunakan oleh para prajurit yang bertugas sebagai pengiring saat pawai pertunjukan kesenian tersebut. Para prajurit itu membawa properti berupa pohon saparantu, keris, lada, tombak, dan umbul-umbul seperti halnya para prajurit pada zaman Kerajaan Mataram. Tujuan dari Kesenian Kuda Kosong Kesenian Kuda Kosong tidak hanya sekadar pertunjukan biasa saja yang hanya bertujuan menghibur masyarakat. Akan tetapi, kesenian ini memiliki pelbagai tujuan, yaitu dari segi kebudayaan, kepariwisataan berbasis budaya, dan dari segi perekonomian masyarakat Dari segi kebudayaan, kesenian Kuda Kosong dipertunjukkan sebagai upaya pelestarian kebudayaan leluhur/kebudayaan tradisional agar tidak punah dimakan zaman sehingga dapat diregenerasikan/diwariskan secara turuntemurun dari generasi terdahulu kepada generasi dari segi kepariwisataan, kesenian Kuda Kosong dipertunjukkan untuk mengenalkan destinasi wisata berbasis budaya daerah Cianjur kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegara sehingga budaya Cianjur Regenerasi Eksistensi Kesenian Kuda Kosong di Cianjur Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 Ritual sebelum Pertunjukan Kesenian Kuda Kosong Sebelum pertunjukan kesenian Kuda Kosong, ada beberapa ritual yang perlu dilaksanakan, yaitu sebagai berikut. Pertama, kuda yang akan dijadikan sebagai kuda kosong harus dimandikan oleh pemimpin daerah setempat, yaitu oleh Bupati Cianjur/orang ditugaskan secara khusus. Air yang digunakan berasal dari daerah Cikundul, yaitu tempat leluhur dimakamkan. Leluhur itu diyakini masyarakat selalu hadir dan menunggangi kuda kosong. Leluhur itu bernama Eyang Suryakencana. Hingga saat ini belum diketahui mengenai motif/tujuan yang melatarbelakangi mengapa kuda tersebut harus dimandikan terlebih dahulu dan harus menggunakan air yang bersumber dari tempat itu. Akan tetapi, jika dilihat secara ilmiah dari segi kesehatan bahwa alasan mengapa kuda tersebut dimandikan, yakni untuk membersihkan badannya dari kotoran, membuat kuda menjadi sehat, menjadi enak dipandang, serta tidak menimbulkan bau dari kuda tersebut sehingga dapat mengganggu kenyamanan para penonton. Selain dari segi kesehatan, ritual tersebut sebagai upaya penghormatan dan mencari kebaikan dari leluhur Ritual kedua memanjatkan doa. Biasanya sehari sebelum pertunjukan dilaksanakan doa bersama yang bertujuan agar pertunjukan kesenian Kuda Kosong itu berjalan lancar/tidak ada gangguan yang dapat menghambat keberlangsungan pertunjukan tersebut. Pelaksanaan doa bersama ini telah mendapat izin dan diperbolehkan oleh para ulama dari pengurus Majelis Ulama Indonesia setempat dan juga dari pejabat daerah setempat, yaitu Bupati Cianjur. Yang terakhir ialah bertawasul. Bertawsul dilaksanakan pada malam hari setelah salat isya sebelum besoknya dilaksanakan pertunjukan. Acara tawasul bermakna berdoa kepada Alloh melalui perantara orang-orang yang saleh yang merupakan kekasih Alloh. Bertawasul dimpin oleh orang yang dianggap lebih saleh. Tujuan bertawasul tersebut dilakukan untuk mendoakan para leluhur dan minta keberkahan saat pertunjukan besok (Setiadi, 2. Waktu Pertunjukan Kesenian Kuda Kosong Kesenian Kuda Kosong menjadi satu di antara kesenian berbentuk helaran atau iringiringan . eperti kesenian Kuda renggon. Kesenian ini lazimnya dipertunjukkan khususnya pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia . etiap 17 Agustu. dan Hari Jadi Kabupaten Cianjur . etiap 12 Jul. Kini dapat dilaksanakan pula pada Hari Raya Islam. Selanjutnya, pada awalnya bahwa kemunculan kesenian Kuda Kosong di hadapan masyarakat bermula hanya satu kali dalam satu tahun (Choerunisa, 2016: . Namun, dewasa ini/ kini kesenian Kuda Kosong dapat dipertunjukkan lebih dari dua kali dalam setahun bergantung pada keperluan/ momen Pelaksanaan pertunjukan kesenian Kuda Kosong dilakukan berupa pawai/ diarak mengelilingi Kota Cianjur. Kuda yang tidak ditunggangi itu mulai diarak dari depan Pendopo Kabupaten Cianjur. Pelestarian Kesenian Kuda Kosong Eksistensi kesenian Kuda Kosong kini harus mendapatkan perhatian pelbagai masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di Kabupaten Cianjur. Dengan kata lain, diperlukan adanya pengembangan sekaligus pelestarian. Satu di antara pelestarian ialah dengan dilakukannya regenerasi kesenian Kuda Kosong karena hal ini dikhawatirkan tergilasnya oleh arus Scholte . 1: . mengungkapkan bahwa arus globalisasi menjadi suatu fenomena yang tidak terelakan. Artinya, semua golongan, suka atau tidak suka, mau, tidak mau harus menerima kenyataan bahwa globalisasi menjadi virus ancaman yang dapat mematikan dan dapat berpengaruh buruk terhadap eksistensi kebudayaan lokal/kebudayaan tradisional. Selain itu. Mubah . 1: . mengungkapkan bahwa arus globalisasi sudah menghadirkan permasa-lahan yang dapat melunturkan nilai-nilai identitas kultural suatu masyarakat tertentu. Sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Kuda Kosong dapat diwujudkan melalui sistem transmisi vertikal . istem tradisi di keluarg. dan sistem transmisi horizontal. Ikatan keluarga memiliki peran genetik yang sangat signifikan dalam proses regenerasi kesenian Kuda Kosong. Selanjutnya, sistem kontemporer . ransmisi horizonta. dapat berupa sistem regenerasi yang menggunakan fasilitas media sosial, perlatihan, pertunjukan kesenian, atau festival Kuda Kosong di Cianjur. Yang perlu diperhatikan ialah upaya pelestarian kesenian Kuda Kosong dapat diregenerasikan jika hal-hal berikut dapat dipenuhi secara baik, yaitu sebagai berikut: adanya rasa kesadaran memiliki dan pengetahuan tentang kesenian Kuda Kosong sebagai warisan budaya . ense belongin. adanya penginventarisasian dan sosialisasi kesenian Kuda Kosong. adanya pembelajaran, festival, dan karnaval kesenian Kuda Kosong yang berkesinambungan. Regenerasi Eksistensi Kesenian Kuda Kosong di Cianjur Provinsi Jawa Barat (Agus Nero Sofya. Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Ae ISSN 2656-7156 adanya peran serta dari ketua adat, tokoh masyarakat setempat, apresiator, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat terhadap keberadaan Kuda Kosong. Kekayaan budaya kesenian Kuda Kosong yang berada di wilayah Kabupaten Cianjur Jawa Barat, khususnya di Priangan Barat, dalam konteks perkembangan zaman tentu akan dengan mudah lenyap dan hilang jikaa tidak dijaga dan dilestarikan oleh pemilik budaya tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini dianggap penting sebagtai bagian dari upaya regenerasi kesenian Kuda Kosong. SIMPULAN Kesenian Kuda Kosong merupakan tradisi pawai tahunan masyarakat Cianjur yang bertujuan mengenang sejarah perjuangan dan diplomasi para pemimpin dulu/pendiri Cianjur. Selain itu, tradisi kesenian ini mengajarkan nilai kerendahan hati. Tradisi ini bermula dari kisah bangsawan-pemimpin Cianjur yang menerima hadiah kuda dari Raja Mataram, tetapi kuda itu tidak ditunggangginya. kuda itu sebagai bentuk penghormatan sehingga disebut "kuda kosong". Kesenian Kuda Kosong memiliki makna mistis, penghormatan, dan kebijaksanaan. Pertunjukan kesenian ini bertujuan melestarikan budaya leluhur, mengenalkan destinasi pariwisata Cianjur, dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Ritual yang harus dilakukan sebelum pertunjukan berupa memandikan kuda, berdoa bersama, dan bertawasul. Waktu pertunjukan kesenian Kuda Kosong ialah saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Cianjur, yaitu 12 Juli dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus. Akan tetapi, kini dapat pula di luar kedua hari jadi Selanjutnya, yang harus dilakasanakan ialah pelestarian kesenian Kuda Kosong melalui regenerasi, yaitu pewarisan budaya Kuda kosong dari generasi terdahulu kepada generasi sekarang, baik itu secara vertikal maupun horizontal. Diperlukan kerja sama yang sinergis antara masyarakat, seniman . , pencinta/ pemerhati seni, pemda setempat, dan pemda pusat dalam regenerasi kesenian Kuda Kosong. DAFTAR PUSTAKA