LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE VOL. 4 NO. Available online at : http://jurnal. id/lokseva LokSeva: Journal of Contemporary Community Service . -ISSN 2986-2418 Pelatihan Ecoprint Teknik Pounding untuk Pengembangan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Percontohan Aceh Barat Iwan Doa Sampena1. Cindy Ananda1. Nurmai Nisrina1. Alimas Jonsa 1. Sudarman 1. Ikhwan Rahmatika Latif 1. Ilham Mirza Saputra1. Mirza Adia Nova1 . Universitas Teuku Umar. Indonesia *Corresponding author: iwandoa2023@gmail. INFORMASI ARTIKEL Submitted: 04-12-2025 Revised: 17-12-2025 Accepted: 18-12-2025 Available online: 30-12-2025 A B S T R A K Isu mengenai kerusakan lingkungan, terutama yang disebabkan oleh sampah plastik, tetap menjadi masalah global yang memerlukan penanganan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak. Salah satu pendekatan yang bisa diambil adalah pemberian edukasi lingkungan sejak usia dini dengan cara yang inovatif dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan lingkungan serta mengasah kreativitas anak-anak melalui pelatihan ecoprint dengan teknik pounding di SDN 01 Percontohan Aceh Barat. Kegiatan terdiri dari sosialisasi, pelatihan langsung, dan evaluasi dengan menggunakan pre test dan post test yang melibatkan 40 siswa kelas V. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pelestarian lingkungan dan kemampuan mereka membuat seni dari bahan alami. Siswa berhasil menciptakan totebag dengan motif ecoprint yang unik, meningkatkan keterampilan motorik dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Pelatihan ecoprint terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan kreativitas siswa, dan keberhasilannya mendorong perluasan kegiatan serupa ke sekolah lain untuk membentuk generasi yang lebih peduli terhadap bumi. Kata Kunci: Ecoprint. Lingkungan. Kreativitas. Pendidikan Dasar. Pengabdian Masyarakat. A B S T R A C T Environmental degradation, particularly caused by plastic waste, remains a global issue that requires comprehensive management and the involvement of various stakeholders. One effective approach is the provision of environmental education from an early age through innovative and engaging methods. This community service activity aimed to foster environmental awareness and enhance childrenAos LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 creativity through ecoprint training using the pounding technique at SDN 01 Percontohan. West Aceh. The activity consisted of socialization, hands-on training, and evaluation using pretests and posttests, involving 40 fifth-grade The results showed an increase in studentsAo knowledge of environmental conservation as well as their ability to create artwork from natural materials. The students successfully produced tote bags with unique ecoprint motifs, which contributed to the improvement of their motor skills and their sense of responsibility toward the Overall, ecoprint training proved effective in enhancing studentsAo environmental awareness and The success of this program has encouraged the expansion of similar activities to other schools to help develop a generation that is more environmentally conscious. Keywords: Ecoprint. Environment. Education. Community Service. Creativity. Basic PENDAHULUAN Upaya untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup adalah suatu tindakan yang terintegrasi dan terencana dengan tujuan melestarikan alam serta menghindari pencemaran dan kerusakan. Proses ini meliputi aktivitas perencanaan, penggunaan, kontrol, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum (Marlisa et al. , 2. Saat ini, isu lingkungan hidup telah menjadi tantangan global yang mendesak dan harus ada upaya pengurangan risiko yang diakibatkan oleh sampah, termasuk masalah limbah, dengan sampah plastik yang masih menjadi yang paling banyak di berbagai tempat di dunia, termasuk Indonesia khususnya Aceh Barat Meulaboh. Pelestarian lingkungan kini menjadi salah satu isu penting yang menarik perhatian, terutama mengingat semakin meningkatnya dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap alam. Salah satu cara untuk menangani masalah ini adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan. Edukasi dan penyuluhan sejak dini menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada anak-anak. Penanaman karakter peduli lingkungan ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal sejak tingkat. Pendidikan anak usia dini, taman kanakkanak dan sekolah dasar. Sehingga karakter peduli lingkungan bisa diterapkan dengan upaya menjaga dan mencegah kerusakan lingkungan (Nugroho et al. , 2. Pendidikan karakter yang berwawasan lingkungan bertujuan untuk memotivasi siswa dalam melindungi lingkungan dari perilaku merusak, menumbuhkan sifat responsif terhadap perubahan lingkungan, serta membangun rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam. Hal ini diharapkan dapat menjadikan siswa sebagai teladan dalam misi menyelamatkan lingkungan di era globalisasi saat ini (Rahmawati dan Amaliya, 2. Di Indonesia propinsi Aceh khususnya Kabupaten Aceh Baratsedang menghadapi berbagai permasalahan lingkungan yang signifikan, terutama terkait pengelolaan LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 Pencemaran lingkungan akibat sampah terlihat dari banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, hal ini menimbulkan kesan kumuh, bau tidak sedap, serta menjadi problem sangat besar bagi lingkungan penduduk perkotaan, sehingga drainase sebagian tersumbat oleh sampa dan kotoran yang berserakan. Hal ini kemudian menjadi problem tersendiri dalam hal pencemaran lingkungan. Sehingga dampak sampa berserakan tersebut akan menimbulkan sebagian titik perkotaan dan wilayah Aceh Barat mengalami banjir, lingkungan yang tidak sehat. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 78,1% masyarakat Kabupaten Aceh Barat belum menerima layanan pengangkutan sampah, menggambarkan manajemen sampah yang belum optimal (Putera, 2. Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga memperparah situasi ini. Penelitian di kecamatan Johan Pahlawan menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, sikap, tindakan, dan partisipasi masyarakat berpengaruh signifikan terhadap penanganan sampah rumah tangga (Arfara, 2. Menurut data dari Our World in Data, total akumulasi sampah plastik di dunia mencapai 275 juta ton. Bahkan, laporan dari World Bank yang berjudul AuWhat a Waste: A Global Review Of Solid Waste ManagementAy menyatakan bahwa jumlah sampah padat diperkirakan akan melonjak hingga 70% pada tahun 2025, dari 1,3 miliar ton menjadi 2,2 miliar ton per tahun (Sriwahyuni et al. , 2. Sampah plastik telah ditemukan di hampir semua lokasi studi dan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ekosistem laut serta berdampak pada kesehatan Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor utama yang memicu penumpukan sampah plastik di lingkungan, terutama di kawasan pesisir dan laut. Sementara itu, kepatuhan terhadap regulasi yang ada menjadi salah satu langkah krusial untuk meringankan beban lingkungan (Kusumawati & Setyowati, 2. Di Kabupaten Aceh Barat, saat ini terdapat 23 bank sampah yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan 20 bank sampah lainnya yang diurus secara mandiri oleh masyarakat. Selain itu, alat untuk menghitung volume sampah plastik telah ada untuk membantu dalam proses daur ulang serta pengelolaan limbah (Yulianita et all. , 2. Namun, meskipun tantangan infrastruktur bank sampah tersebut sudah mulai dibangun, peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak masih perlu ditingkatkan sehingga membutuhkan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan partisipatif, sebagai daya tarik terutama kepada generasi muda. Di era modern yang serba cepat ini, penting bagi masyarakat untuk mengadopsi pendekatan kreatif dalam melestarikan kebersihan lingkungan, aman, baik, bersih dan berkelanjutan. Kreativitas merupakan elemen penting dalam merumuskan solusi yang Kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk menggunakan imajinasi dalam menemukan atau menciptakan hal-hal baru yang mengesankan dan mungkin sebelumnya tidak terpikirkan, meskipun tidak selalu berasal dari hal yang sepenuhnya baru. Terkadang, kreativitas justru muncul dari pengembangan ide lama yang kemudian diolah dan di-inovasi sehingga menghasilkan sesuatu yang berbeda atau berkualitas baru dari keadaan sebelumnya (Safitri et all. , 2. Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan kreativitas sejak usia dini agar anak-anak dapat LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 menghadapi tantangan masa depan dengan lebih adaptif, kreatif, dan responsif. Sehingga narasi ini sangat penting di implementasikan masyarakat dalam hal peduli lingkungan bagi lintas generasi sejak Pendidikan dasar hingga dewasa. Harapan ini menjadi kehidupan warga Aceh barat menjadi lingkungan yang lebih bersih, asri, layak huni dan lingkungan hijau yang berkelanjutan. Pendidikan anak usia dini, serta Pendidikan sekolah dasar merupakan fase awal yang strategis dalam membentuk karakter serta pola pikir anak. Pendidikan anak usia dini serta pendidikana sekolah dasar tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai tempat pengembangan berbagai keterampilan hidup, termasuk kesadaran lingkungan dan kemampuan berpikir Anak-anak pada usia sekolah dasar sudah mampu menerima materi dan arahan secara mandiri, serta berkembang dalam kemampuan berpikir kritis (Dhian Satria Yudha Kartika et al. , 2. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas yang berorientasi pada lingkungan di tingkat sekolah dasar menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan serta dapat menciptakan karya-karya inovatif. Salah satu pendekatan kreatif yang menggabungkan nilai-nilai perlindungan lingkungan adalah metode ecoprint . Metode ini diperkenalkan oleh seniman asal Australia. India Flint, dalam bukunya yang berjudul Eco Colour: Botanical Dyes for Beautiful Textiles yang diterbitkan pada tahun 2008. Ecoprint merupakan bagian dari pengembangan teknik pewarnaan ramah lingkungan, yaitu metode mewarnai kain dengan menggunakan bahan-bahan alami. Dalam praktiknya, ecoprint dilakukan dengan cara menempelkan tanaman yang memiliki warna alami pada kain yang terbuat dari serat alami, sehingga hasilnya menghasilkan pola yang unik dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Metode ini mengalami pertumbuhan yang pesat dan telah menarik perhatian masyarakat, bahkan menyebar hingga ke kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Asri et al. , 2. Secara etimologi, kata ecoprint terdiri dari dua bagian, yaitu eco dan print. Eco berasal dari kata ekologi atau ekosistem, yang menunjukan hubungan antara aktivitas tertentu dengan keberlangsungan lingkungan. Di sisi lain, print berarti mencetak (Halimatul MuAominah et al. , 2. Dalam konteks ini, ecoprint tidak hanya diartikan sebagai teknik seni cetak dengan bahan alami, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan metode produksi yang berkelanjutan. Salah satu cara termudah yang dapat diterapkan dalam ecoprint adalah teknik pemukulan . Teknik ini dilakukan dengan memukul daun atau bunga ke kain menggunakan palu, bertujuan untuk mengekstrak warna alami dari tanaman Biasanya, daun atau bunga tersebut diletakkan di kain dan ditutupi plastik sebelum dipukul, agar bentuk dan warnanya tetap terjaga. Pemukulan diarahkan mengikuti bentuk daun agar hasil cetakan menjadi jelas dan alami. Teknik ini tidak memerlukan alat mesin atau bahan kimia, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman untuk dijalankan oleh anak-anak (Octariza & Mutmainah. Teknik ecoprint tidak hanya berperan dalam seni tekstil yang ramah lingkungan, tetapi juga merupakan bentuk penolakan terhadap penggunaan bahan kimia berbahaya dalam industri fashion. Metode ini kini menjadi bagian dari gerakan slow fashion, yang menekankan produksi tekstil yang etis, berkelanjutan, dan memperhatikan dampak terhadap lingkungan (Flint, 2. Dalam konteks LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 pendidikan anak, kegiatan ini juga menjadi cara yang efektif untuk mengenalkan konsep keberlanjutan melalui aktivitas kreatif yang menyenangkan. Kepentingan dari kegiatan pengabdian ini terletak pada dua hal utama, yaitu pelestarian lingkungan dan pengembangan kreativitas anak. Anak-anak sebagai generasi masa depan perlu dilengkapi tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam melindungi dan mengelola lingkungan secara Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang berarti melalui pengenalan dan praktik langsung teknik ecoprint dengan metode Selain melatih keterampilan tangan dan rasa estetika, kegiatan ini juga berfokus untuk menanamkan nilai-nilai ekologis dan membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Dengan menerapkan metode pembelajaran yang berorientasi pada praktik, siswa tidak hanya diajak untuk memahami konsep dengan baik, tetapi juga merasakan proses penciptaan karya dari bahan-bahan alami yang ada di sekeliling mereka. Interaksi langsung dengan alam dalam kegiatan ini dapat mendorong anak-anak untuk mengenali dan menghargai keanekaragaman hayati setempat, serta menyadari bahwa alam memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai dari segi edukatif, ekonomi, maupun estetika. Kegiatan kreatif seperti membuat totebag ecoprint juga dapat menjadi cara menarik untuk meningkatkan minat anak-anak dalam menggunakan totebag dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, kegiatan AuAksi Hijauku Dari Langkah Kecil. Untuk Bumi Yang BesarAy diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SD Negeri 01 Percontohan Aceh Barat tentang pentingnya kesadaran lingkungan melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat. SD Negeri 01 Percontohan Aceh Barat adalah salah satu sekolah unggulan di kabupaten Aceh barat, provinsi Aceh. Sebagai Institusi pendidikan dasar, sekolah ini berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas serta membentuk karakter peduli lingkungan bagi anak-anak. Kegiatan ini mengajak anak-anak untuk berkreasi dengan menghias totebag ecoprint dengan teknik pounding. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar keterampilan seni, tetapi juga memahami pentingnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai yang berdampak buruk bagi Melalui penyelenggaraan workshop ecoprint menggunakan teknik pemukulan ini, siswa tidak hanya diajak untuk menciptakan karya seni dari tumbuhan, tetapi juga diajarkan untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Anakanak diberi ruang untuk berekpresi, bereksplorasi, berimajinasi, dan menciptakan semuanya dilakukan dalam semangat pelestarian lingkungan yang sederhana namun bermakna. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi media pembelajaran kreatif, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi yang cinta lingkungan dan peduli terhadap masa depan bumi. METODE PELAKSANAAN Metode yang dilakukan untuk pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan ecoprint di SDN 01 Percontohan Aceh Barat ini menggunakan pendekatan yang melibatkan LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 partisipasi aktif dan pendidikan. Sosialisasi dan pelatihan ecoprint berlangsung pada 17 Mei 2025 di SDN 01 Percontohan Aceh Barat, melibatkan 40 anak kelas V, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan sumber daya alam dan mengasah kreativitas mereka melalui pembuatan ecoprint . Acara ini mendapat sambutan positif dan semangat tinggi dari para peserta, serta berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pelestarian lingkungan dan pentingnya penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Adapun terdapat beberapa langkah dalam pelaksanaan kegiatan ini, yaitu: Persiapan Kegiatan Koordinasi dilakukan dengan pihak sekolah (SDN 01 Percontohan Aceh Bara. Penyiapan materi sosialisasi yang berfokus pada isu-isu lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam. Pengadaan peralatan dan bahan untuk ecoprint . eperti kain, daun, palu, serta alat pendukung lainny. Penyusunan jadwal kegiatan dan pembagian tugas kepada panitia. Sosialisasi Kegiatan ini diampu oleh pemateri utama. Sukma Aria, yang menyampaikan materi dengan tema AuAksi Hijauku: Dari Langkah Kecil untuk Bumi Yang BesarAy. Penyampaian informasi dilaksanakan secara interaktif dan komunikatif agar mudah dimengerti oleh siswa kelas V. Materi mencakup pengenalan isu lingkungan seperti perubahan iklim, pencemaran akibat plastik, dan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pelatihan Ecoprint Pelatihan ini dipimpin oleh seluruh panitia. Siswa dikelompokkan ke dalam tim kecil untuk mempermudah proses pendampingan. Setiap peserta diberikan bahan alami seperti daun untuk diterapkan pada kain totebag menggunakan teknik Setiap individu didorong untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam memilih pola dan kombinasi warna. Evaluasi (Pretest dan Posttes. Proses evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa sebelum dan setelah semua kegiatan. Pre-test diberikan sebelum kegiatan dimulai, sedangkan post-test dilaksanakan setelah sesi pelatihan Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Pelaksanaan evaluasi ini dilakukan dengan memberikan soal pada selembar kertas untuk siswa, yang kemudian para siswa akan menjawab semua soal sebelum sesi materi di mulai. Kemudian para siswa akan menjawab pertanyaan yang sama setelah sesi kegiatan materi. Penutup dan Dokumentasi Setelah sesi pelatihan berakhir, dilakukan sesi foto bersama serta pemberian cenderamata kepada perwakilan dari sekolah. Dokumentasi kegiatan tercatat melalui foto-foto saat pemaparan materi, di saat pelatihan berlangsung, dan hasil kreasi Menguraikan metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan, waktu dan dan tempat pelaksanaan pengabdian. Metode pelaksanaan diuraikan dari tahapan awal sampai akhir pengabdian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan pada tanggal 17 Mei 2025 di SDN 01 LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 Percontohan Aceh Barat, yang terdiri dari siswa-siswi kelas V sebanyak 40 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa-siswi dalam pembuatan pelatihan dasar ecoprint yang dapat menigkatkan keterampilan siswasiswi dalam pemanfaatan bahan alam dan megembangkan kreatifitas peserta. Siswa-siswi dapat membuat motif dan warna pada kain menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. Seperti yang terlihat pada kegiatan sosialisasi pelatihan ecoprint di SDN 01 Percontohan menunjukkan respon positif dan antusias tinggi selama pelatihan, dengan menggunakan teknik ecoprint yang memanfaatkan bahan alamin dan ramah lingkungan, siswa dapat menciptakan hasil karya seni yang unik dan menarik sambil memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam dan peduli Proses pembuatan ecoprint yang melibatkan pengamatan dan pelatiahan, dan kreatifitas dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan, serta meningkatkan kesadaran peserta tentang dampak lingkungan dari kegiatan Selain itu, ecoprint juga dapat membantu siswa memahami penting nya pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan mengurangi penggunaan bahan-bahan sintetis yang dapat merusak lingkungan. Ecoprint dapat menjadi salah satu alternatif bagi kegiatan kerajian yang lebih kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan, serta dapat membantu meningkatkan kesadaran lingkungan siswa SDN Negri 01 Percontohan. Hasil dari karya ecoprint yang telah dibuat oleh para peserta menunjukkan tingginya tingkat kreativitas, ketekunan, dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai media utama. Dengan menggunakan dedaunan dari lingkungan sekitar peserta dapat menciptakan motif yang unik dan menarik pada permukaan kain di totebag. Teknik ecoprint ini tidak hanya menghasilkan tampilan visual yang indah, tetapi juga meningkatkan kepekaan para peserta tentang keindahan dan pelestarian alam melalui seni ramah lingkungan. Setiap lembar kain ecoprint yang dihasilkan memiliki karakteristik tersendiri, baik itu dari motif, maupun komposisi warna. Proses pembuatan karya senin ini melalui pemilihan daun yang yang mengandung tanin serta yang diaplikasikan di atas kain dengan menggunakan teknik pukul. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi: Penyampaian Materi Pemateri memaparkan materi dengan tema Aksi Hijauku Dari Langkah Kecil Untuk Bumi Yang Besar menggunakan penjelasan yang komunikatif dan mudah Dimulai dari pemaparan isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim, sampah plastik serta krisis sumber daya alam hingga pentingnya kepedulian terhadap bumi sejak dini, salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam menjadi produk yang memiliki nilai guna. Aksi hijau adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh individu, komunitas, perusahaan, maupun pemerintah dengan tujuan utama melindungi, melestarikan, dan memulihkan lingkungan alam agar bumi tetap sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Aksi hijau ini dapat mengurangi pemanasan global, kerusakan lingkungan, mengatasi krisis sampah dan polusi, melestarikan keanekaragaman hayati, dan bahkan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Bagian ini menyajikan hasil pengabdian. yang meliputi luaran/fokus utama LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 kegiatan baik langsung atau tidak langsung dengan mengaitkan sumber rujukan yang relevan, dokumentasi yang relevan dengan menyajikan foto, tabel, grafik, bagan atau gambar, keunggulan dan kelemahan luaran, serta tingkat kesulitan pelaksanaan Gambar 1: Sesi Memaparkan MateriPada Siswa SDN 01 Percontohan Aceh Barat Pelatihan pembuatan ecoprint Pada proses pembuatan ecoprint ini dipandu oleh seluruh panitia, dimana siswa diberikan bahan-bahan alami berupa daun untuk diaplikasikan ke permukaan kain sehingga menghasilkan motif dan warna yang beragam menjadikan totebag yang indah dan ramah lingkungan. Gambar 2. Sesi Pelatihan Ecoprint pada Siswa LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 Gambar 3. Sesi Foto Bersama Hasil Karya dari Siswa PRETEST Skor Nilai Total = 40 Siswa Jumlah Siswa POSTTEST Skor Nilai Total = 40 Siswa Post-Test Pre-Test Jumlah Siswa Gambar 4: Hasil Posttest dan Posttest Siswa Berdasarkan diagram di atas, terlihat adanya peningkatan yang signifikan pada hasil posttest dibandingkan pretest. Sebelum pelatihan dilaksanakan, sebagian besar siswa memperoleh skor rendah, yaitu 34 siswa . %) berada pada kategori nilai 40, dan hanya 1 siswa . %) yang mencapai nilai tertinggi 80. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan drastis, di mana sebanyak 30 siswa . %) memperoleh nilai 100, menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat tinggi terhadap materi yang Selain itu, jumlah siswa dengan nilai rendah mengalami penurunan drastis. Hal ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik melalui teknik ecoprint tidak hanya menarik secara visual dan kreatif, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai pelestarian lingkungan secara efektif. Peningkatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan dan partisipatif lebih mudah diterima meningkatkan hasil belajar mereka secara menyeluruh. Selain peningkatan keterampilan teknis dalam membuat ecoprint , kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan nilai-nilai edukatif dan ekologis secara simultan. Berdasarkan hasil post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang isu lingkungan, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik langsung terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan teoritis semata. Anak-anak tidak hanya belajar tentang dampak negatif sampah plastik dan pentingnya pelestarian alam, tetapi mereka juga mampu menginternalisasi nilai tersebut melalui pengalaman konkret menciptakan karya seni dari alam sekitar. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran konstruktivis yang LOK SEVA: JOURNAL OF CONTEMPORARY COMMUNITY SERVICE - VOL. 4 NO. E-ISSN: 2986-2418 menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam membangun pemahaman yang bermakna. Lebih lanjut, penggunaan ecoprint sebagai media ajar turut mendorong integrasi antara aspek kognitif . , afektif . , dan psikomotorik . , yang menjadikan kegiatan ini sebagai model pembelajaran tematik yang holistik dan aplikatif. Adanya partisipasi aktif, antusiasme tinggi, serta keberhasilan siswa dalam menciptakan karya seni menunjukkan bahwa pendekatan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di sekolah-sekolah lain sebagai upaya membentuk generasi kreatif yang peduli Kegiatan untuk melatih dan mengajarkan genersi muda untuk Menjaga kelestarian lingkungan pastinya mengalami banyak tantang. Kegiatan ecoprint penyesuaian waktu pada aktifitas mereka yang luar biasa padat dan perlu penjadwalan yang baik. Jika ini dapat direncanakan dengan baik maka upaya mengajarkan dan melatih mereka akan lebih mudah, terlebih kegiatan ini juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang mereka. KESIMPULAN Kegiatan pelatihan ecoprint dengan teknik pounding di SDN 01 Percontohan Aceh Barat berhasil dilaksanakan dengan baik dan mendapat respon positif dari Kegiatan ini nggak cuma ngasih pengalaman seru dan kreatif buat anakanak, tapi juga jadi media edukatif buat ngenalin pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Melalui teknik sederhana dan ramah lingkungan ini, siswa jadi paham bahwa alam bisa dimanfaatkan secara bijak untuk bikin karya seni yang keren dan punya nilai guna. Aksi hijau adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh individu, komunitas, perusahaan, maupun pemerintah dengan tujuan utama melindungi, melestarikan, dan memulihkan lingkungan alam agar bumi tetap sehat dan berkelanjutan bagi generasi Ecoprint adalah salah satu pilar utama dalam gerakan slow fashion dan fesyen Produk yang dihasilkan memiliki nilai seni dan keunikan yang tinggi . karena setiap cetakan dipengaruhi oleh bentuk daun, cuaca, dan komposisi zat Secara keseluruhan, target kegiatan tercapai karena siswa mampu menghasilkan totebag ecoprint dari bahan alami yang unik dan menarik. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahanbahan sintetis yang merusak lingkungan. Untuk kegiatan pengabdian yang akan datang, disarankan agar kegiatan pelatihan seperti ini bisa dilakukan secara berkesinambungan dan diperluas pada sekolahsekolah lain. Kolaborasi antara Perguruan Tinggi. Guru, dan Siswa terbukti efektif dalam membentuk generasi muda yang kreatif, peduli lingkungan, dan memiliki semangat untuk menciptakan perubahan positif bagi bumi. REFERENSI