Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau Jafar B Oleh: Ismaniar Ismail STRATEGI PENINGKATAN KINERJA ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KOTA BAUBAU Oleh: Ismaniar Ismail (Dosen STISIP Muhammadiyah Sinja. Abstrak Peningkatan kinerja dilakukan agar tujuan-tujuan organisasi secara berkesinambungan dapat tercapai dengan baik makaorganisasi perlu memilih dan memilah strategi yang tepat untuk mencapai kinerja yang diinginkan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kinerja organisasi RSUD Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data ditempuh melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi terhadap informan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Penyusunan strategi peningkatan kinerja RSUD Kota Baubau disusun berdasarkan sistem manajemen kinerja, meliputi perencanaan kinerja, implementasi, umpan balik/monitoringdan evaluasi kinerja. Selain itu, strategi kinerja juga tetap mengacu pada rencana strategi rumah sakit. Namun demikian, strategi yang disusun RSUD Kota Baubau tidak dijabarkan dengan lebih spesifik sehingga menghambat pencapaian kerja yang diinginkan. Kata kunci: Strategi. Kinerja Organisasi. Manejemen Kinerja Abstract Improved performance is done so that organizational goals can be achieved on an ongoing basis with both the organization will need to select and sort out appropriate strategies to achieve the desired performance This study aimed to analyze the organization's performance improvement strategy RSUD Baubau City. This study used a qualitative approach. Data collection pursued through observation, interviews and documentation of the informants who are directly involved in the implementation of these The process of data analysis include data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that: Preparation of performance improvement strategy RSUD Baubau City compiled based performance management system, including performance planning, implementation, feedback / monitoring and performance evaluation. In addition, the strategy performance is also still refers to the strategic plan of the hospital. Nevertheless, the strategy was not elaborated RSUD Baubau City with more specific. Keywords: Strategy. Performance Management. Organization Performance. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 dapat dilakukan melalui proses manajemen kinerja. PENDAHULUAN Kinerja organisasi di sektor publik merupa- Sebab, manajemen kinerja merupakan suatu proses kan salah satu bagian agenda reformasi manajemen yang dirancang untuk meningkatkan kinerja suatu sektor publik atau yang dikenal dengan istilah New Menurut Armstrong dalam Wibowo Public Manajemen (NPM). Dalam konsep NPM, . , manajemen kinerja adalah serangkaian organisasi sektor publik dituntut mereform kebia- aktivitas dan proses yang saling berhubungan yang saannya mengikuti organisasi sektor swasta. Menu- diperlukan secara holistik sebagai komponen rut Thoha . , dengan mereform kebiasaan utama dan terintegrasi dari pendekatan organisasi kinerja sektor publik maka kebiasaan disektor pub- dalam mengelola kinerja melalui orang dan lik akan menjadi berorientasi pada market place mengembang-kan keterampilan dan kapabilitas dan dipacu untuk berkompetisi secara sehat serta human capitalnya sehingga meningkatkan kappa- lebih berorientasi pada publik. Selain itu, menurut bilitas organisasional dan pencapaian keunggulan Mahmudi . , hal ini dilakukan untuk mewu- kompetitif berkelanjutan. Bacal . , memapar- judkan good coorporate dan public governance. kan bahwa proses manajemen kinerja itu bukan Dalam LAN RI . , kinerja organisasi hanya sebatas pada perencanaan kinerja, imple- sektor publik didefinisikan sebagai gambaran mentasi saja akan tetapi pada proses evaluasi/ mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun umpan balik kinerja juga. tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari Perkembangan teknologi modern di dunia visi dan misi instansi pemerintah yang mengindi- kesehatan begitu pesat ditambah lagi tuntutan kasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelak- masyarakat yang semakin meningkat terhadap sanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program mutu pelayanan kesehatandan pertumbuhan kunju- dan kebijakan yang telah ditetapkan. Berkaitan ngan pasien yang selalu meningkat serta hadirnya dengan kinerja, kebanyakan organisasi sektor rumah sakit swasta yang menjadi sebuah tantangan publik di Indonesia dapat dikatakan belum mampu tersendiri bagi Rumah Sakit Umum Daerah mencapai hasil yang optimal. Dalam penelitian (RSUD) Kota Baubau untuk memperbaiki dan Rengifurwain . , di Kantor Inspektorat Pro- meningkatkan kinerjanya agar dapat berkompetitif vinsi Maluku, menunjukan bahwa ketidak optima- dalam menangkap peluang pasar. Oleh karena lan kinerja disebabkan oleh berbagai faktor dian- itulah. RSUD Kota Baubau perlu memilah dan taranya ketidakjelasan tujuan organisasi, kemam- memilih strategi yang tepat agar dapat mencapai puan SDM yang minim, penganggaran, dan lain kinerja yang otimal. Selain itu, hal ini juga dilaku- Melihat kondisi ini maka organisasi kan sebagai upaya pengembangan rumah sakit ke publik perlu untuk memperbaiki dan meningkatkan depannya sebagai pusat rujukan wilayah kepulauan kinerjanya melalui serangkaian strategi . yang yang profesional dan terjangkau di Provinsi Sultra. tepat agar kinerjanya optimal. Pada dasarnya, upaya perbaikan dan pening- Berkenaan dengan hal tersebut, strategi per- katan kinerja RSUD Kota Baubautelah dilakukan baikan dan peningkatan kinerja pada hakekatnya sejak 2008 melalui serangkaian strategi-strategi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau Jafar B Oleh: Ismaniar Ismail diantaranya: pertama, merelokasi RSUD Kota Jenis Penelitian Baubau. Kedua, melakukan kerjasama dengan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa institusi/organisasi seprofesi. Ketiga, pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digu- penyesuaian struktur organisasi rumah sakit. nakan dengan alasan bahwa penelitian kualitatif Keempat, melaksanakan standar operasional prose- tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau dur layanan medis dan administrasi. Kelima, bentuk hitungan lainnya. Dengan kata lain, pene- melakukan perubahan status RSUD dari Satuan litian kuali-tatif menurut Taylor dan Bagon dalam Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi Badan Suyanto & Sutinah . , sebagai penelitian yang Layanan Umum Daerah (BLUD). menghasilkan data deskriptif dari fenomena yang Namun demikian, meskipun berbagai strategi perbaikan dalam rangka peningkatan kinerja Waktu dan Lokasi Penelitian telah dilakukan akan tetapi kinerja RSUD Kota Lokasi penelitian tentang strategi peningka- Baubau belum menunjukan hasil yang optimal. tan kinerja organisasi ini dilaksanakan di RSUD Berdasarkan data RSUD Kota Baubau . , dari Kota Baubau dengan estimasi waktu pelaksanaan- 4 cakupan bidang kinerja pelayanan kesehatan nya daribulan Juni-Agustus 2015. RSUD Kota Baubau, yaitu cakupan pelayanan Sumber Data dan Teknik Pengumpulan medis, status pembayaran, asal daerah pasien dan Data tingkat efisiensi rumah sakit, rata-rata menunjukan Dalam penelitian ini data diperoleh melalui penurunan kinerja. Sedangkan dari cakupan bidang informan, yakni dengan informan terkait langsung keuangan, kinerja RSUD Kota Bau-Bau juga dalam kegiatan pengelolaan perparkiran, yaitu belum menunjukan hasil yang baik. Ini dapat dili- pihak RSUD Kota Baubau yang terdiri dari Direk- hat dimana indikator sales growth mengalami tur Umum. Kepala Bagian Tata Usaha. Kepala Sub penurunan sebesar -10,91% dan tingkat keman- Bagian Perencanaan dan Kepala Sub Bagian dirian keuangan menunjukan RSUD masih mem- Umum dan Kepegawaian. Data juga diperoleh butuhkan subsidi 60% dari total biaya untuk melalui peristiwa atau fenomena yang terjadi penyelenggaraan pelayanan rumah sakit. Selain itu, dilokasi penelitian. Sumber data yang lainnya, ketidakoptimalan kinerja RSUD Kota Baubau juga yakni dokumen-dokumen yang berkaitan dengan dipicu dari kurangnya sarana dan prasarana yang fokus penelitian. Adapun teknik pengumpulan data memadai sehingga memunculkan ketidakpuasaan yang digunakan Creswell . , yakni wawancara masyarakat terhadap kinerja rumah sakit. mendalam, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan fenomena yang telah diurai- Teknik Analisis Data kan sebelumnya, maka penelitian ini dilakukan Teknik analisis data dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi peningkatan mengacu pada beberapa tahapan yang terdiri atas kinerja organisasi Rumah Sakit Umum Daerah pengumpulan informasi melalui wawancara terha- (RSUD) Kota Baubau. dap informan dan observasi langsung kelapangan. METODOLOGI PENELITIAN mereduksi datadanpenyajian data. Pada tahap Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 akhir, peneliti melakukan penarikan kesimpulan RSUD Kota Baubau mengkoordinir semua pega- atau verifikasi . onclusion drawing/ verificatio. wai agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya HASIL PENELITIAN sesuai dengan bidang tugas yang telah ditetapkan. Strategi Selain itu, untuk memaksimalkan kinerja serta RSUD Kota Baubau pada dasarnya disusun berda- memotivasi pegawai. RSUD Kota Baubau juga sarkan hasil evaluasi kinerja tahunan rumah sakit. menerapkan sistem pemberian reward berdasarkan Proses penyusunan strategi tersebut berkenaan kerja yang telah dilakukan. Serta melakukan dengan proses manajemen kinerja yang ada di berbagai pendidikan dan pelatihan . untuk rumah sakit, yaitu perencanaan kinerja, implemen- pegawai agar bisa memaksimalkan pengetahuan tasi, umpan balik/monitoring dan evaluasi kinerja. dan kemampuanya dalam upaya mencapai Perencanaan kinerja yang dilakukan di RSUD sasaran dan terget kinerja yang diharapkan. Kota Baubau disusun berdasarkan hasil evaluasi Tahap ketiga dalam penyusunan strategi, kinerja sebelumnya dan mengacu pada rencana yaitu melakukan monitoring dan umpan balik strategis RSUD yang dijabarkan dalam bentuk visi . Monitoring dilakukan untuk memoni- misi serta tujuan RSUD Kota Baubau. Perencanaan tor kinerja pegawai sehingga sesuai dengan sasaran kinerja RSUD Kota Baubau terdiri dari penetapan dan tujuan organisasi. Sedangkan feedback meru- terkait sasaran, target/indikator kinerja serta kom- pakan suatu proses yang dilakukan oleh pimpinan pentensi dan atribut kinerja yang disepakati guna dalam suatu organisasi untuk mendapatkan infor- mencapai visi dan misi RSUD yang telah ditetap- masi terkait pelaksanaan kinerja dari bawahannya. kan sebelumnya. Di RSUD Kota Baubau, monitoring dilakukan tiap Sasaran kinerja yang ditetapkan RSUD Kota hari . elama jam kerj. oleh tiap-tiap kepala bagian ini disusun berdasarkan perumusan rencana stra- maupun kepala instalansi terhadap kinerja bawa- tegis rumah sakit yang dilakukan dengan mengacu hannya yang kemudian akan dilaporkan kepada pada analisis SWOT . ekuatan, kelemahan, pelu- Direktur rumah sakit. Sedangkan feedback dilaku- ang dan ancama. dan kemudian dianalisis lebih kan sekali dalam seminggu atau tergantung adanya lanjut dengan pola dasar asumsi strategis empat masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kinerja perspektif balance score card. Selainitu, untuk di rumah sakit. Feedback biasanya dilakukan mela- mendukung pencapaian target kinerja tersebut, lui rapat tertutup dengan beberapa kepala bagian. RSUD Kota Baubau juga menetapkan kompetensi kepala instalasi, dan beberapa pegawai RSUD dalam perencanaan kinerjanya. Kompetensi ini Kota Baubau. meliputi pengetahuan, kemampuan dan sikap yang Selanjutnya, evaluasi kinerja yang menjadi dimiliki oleh pegawai yang dilakukan berdasarkan dasar penyusunan strategi peningkatan kinerja analisis kebutuhan. RSUD Kota Baubau. Evaluasi kinerja yang dilaku- Setelah perencanaan kinerja disusun maka langkahselanjutnya adalah kan RSUD Kota Baubau dalam rangka menilai pencapaian sasaran dan target kinerja rumah sakit rencana kinerja tersebut. Dalam tahap ini pimpinan secara keseluruhan. Dalam proses evaluasi pimpi- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau Jafar B Oleh: Ismaniar Ismail nan rumah sakit menilainya berdasarkan pada Strategi yang disusun oleh RSUD Kota perencanaan kinerja yang telah disusun sebelum- Baubau berdasarkan hasil evaluasi kinerja pada Atau dengan kata lain, evaluasi kinerja RSUD tahun 2014 dalam rangka mencapai sasaran serta Kota Baubau didasarkan pada tercapainya output meningkatakn kinerja organisasi rumah sakit rumah sakit, yakni terpenuhinya sasaran dan target ditahun 2015, yaitu: Pertama, membuat dan melak- kinerja yang telah ditetapkan dalam perencanaan sanakan standar operasional prosedur layanan medis dan administrasi. Kedua, membangun sarana Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2013-2014, & prasarana yang wajib ada dan yang dibutuhkan kinerja RSUD Kota Baubau belum mencapai target oleh masyarakat seperti gedung untuk ruang rawat yang diharapkan. Hal ini tentu tidak terlepas dari dan lainnya. Ketiga, menambah alat kesehatan berbagai faktor yang mempengaruhinya diantara- sesuai kebutuhan. Keempat, mengadakan kompe- nya, yaitu kurang memadainya dukungan sarana tensi dan kualifikasi karyawan medis maupun non dan prasarana rumah sakit sehingga berimbas pada medis melalui pendidikan dan pelatihan. Kelima, menunrunya tingkat persentase kepuasaan pelang- gan . , kurang disiplin dan profesionalnya penghasilan yang layak dan sesuai kinerja dan aparatur pegawai dalam melaksanakan tugasnya perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja. serta faktor keuangan. Keenam, meningkatkan promosi RSUD Kota Selain itu, faktor keuangan. Keuangan diang- Baubau baik tingkat kota maupun tingkat regional. gap sebagai faktor utama penyebab ketidak capaian Ketujuh, menggodok perubahan status RS menjadi target tersebut. Keuangan rumah sakit sekitar 55- BLUD. Kedelapan, menjamin ketersediaan obat, 60% masih sangat bergantung pada anggaran dari oksigen dan BHP dan menjalin serta mengembang- Sehingga mekanisme apapun yang kan kerjasama yang saling menguntungkan dengan ingin dilakukan dalam rangka meningkatkan stakeholder maupun instansi terkait dalam bidang kinerja akan sangat sulit untuk dilakukan sebab membutuhkan dana dalam proses pelaksanaannya. Namun demikian, strategi yang dibuat oleh Merujuk pada hasil evaluasi kinerja tersebut RSUD Kota Baubau tersebut tidak dijabarkan maka RSUD Kota Baubau kembali menyusun stra- secara spesifik terjabarkan dalam bentuk program- tegi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja- program kegiatan. Hal ini tentu akan menyulitkan Strategi ini disusun dengan tetap mengacu pegawai dalam melaksanakannya. pada rencana strategis RSUD lima tahunan. Stra- PEMBAHASAN tegi yang disusun rumah sakit diinisiatori oleh Penelitian ini menunjukan bahwa strategi direktur rumah sakit. Namun demikian, dalam peningkatan kinerja organisasi Rumah Sakit pelaksanaan strategi peningkatan kinerja ini. Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau sangat erat kepala bidang maupun kepala instalasi rumah sakit kaitannya dengan bagaimana rumah sakit menge- bertanggung jawab atas pelaksanaan strategi terse- lola kinerjanya dalam rangka mencapai tujuan but sesuai dengan bidangnya masing-masing. yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, strategi Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 peningkatan kinerja organisasi berkenaan dengan sehingga dapat berkontribusi bagi pencapaian manajemen kinerja yang ada dalam organisasi sasaran rumah sakit. Hal ini senanda dengan yang Sebagaimana yang dikemukakan oleh dikemukakan oleh Armstrong dalam Wibowo Armstrong dalam Wibowo . , manajemen . , bahwa kompetensi kinerja berkenaan kinerja adalah serangkaian aktivitas dan proses dengan knowledge, skill dan kualitas individu yang saling berhubungan yang diperlukan secara untuk mencapai kesuksesan pekerjaannya. Sehi- holistik sebagai komponen utama dan terintegrasi ngga kompetensi ini dapat membantu dalam penca- dari pendekatan organisasi dalam mengelola paian kinerja suatu organisasi. kinerja melalui orang dan mengembangkan kete- Selanjutnya tahap implementasi kinerja pada rampilan dan kapabilitas human capitalnya, sehi- tahap ini manajer/pimpinan bertanggung jawab ngga meningkatkan kapabilitas organisasional dan untuk melakukan pengorganisasian, pengkoordi- pencapaian keunggulan kompetitif berkelanjutan. nasian dan pengarahan kepada bawahannyasesuai Manajemen kinerja ini meliputi perencanaan fungsinyadan bidang tugas yang telah ditetapkan. kinerja, implementasi, umpan balik/monitoring dan Dalamupaya untuk memotivasi kerja pegawai agar evaluasi kinerja. bekerja dengan baik, pimpinan RSUD Kota Tahap perencanaan kinerja merupakan tahap Baubau juga memberikan reward kepada bawa- awal dalam sekuen manajemen kinerja dan men- hannya berdasarkan kerja telah yang dilakukannya. jadi dasar dalam proses evaluasi kinerja suatu Sedangkan dalam upaya meningkatkan kualitas Mekanisme perencanaan kinerja yang SDMnya. RSUD Kota Baubau juga melakukan terjadi di RSUD Kota Baubau berpijak pada visi berbagai pemdidikan dan pelatihan. Hal ini senada misi organisasi dan juga pada rencana strategis dengan yang katakan Amstrong dalam Marsono rumahsakit dalam menetapkan sasaran kinerja, . , bahwa apabila diperlukan dalam proses indikator kinerja serta target kinerja serta kompe- manajemen kinerja, maka pelatihan dan pengem- tensi yang dibutuhkantiap tahunnya. Sebagaimana bangan sumber daya manusia perlu dilakukan demi yang didefinisikan LAN RI dalam Marsono menjaga kestabilan proses kerja yang ada. , perencanaan kinerja merupakan proses Selainitu, penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja kinerja organisasi, maka dilakukan monitor agar berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang pimpinan dapat mengetahui penyimpangan yang telah ditetapkan dalam rencana startegik. Selain terjadi dari rencana kinerja yang telah ditetapkan itu, dalam perencanaan kinerja. RSUD Kota Monitoring dan feedback merupakan Baubau juga menetapkan rencana kompetensi yang proses yang secara terus menerus berlangsung Kompetensi ini berkenaan dengan dalam proses pelaksanaan kinerja suatu organisasi. jumlah pegawai yang dibutuhkan berdasarkan Monitoring yang dilakukan tiap hari dengan pengetahuan dan kemampuannya. Hal ini dilaku- melihat dan mendata hasil kerja yang telah dilaku- kan agar SDM yang dimiliki juga cukup memadai kan oleh tiap-tiap pegawai yang kemudian akan dan berkompeten dibidangnya masing-masing dilaporkan kepada Direktur RSUD Kota Baubau. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau Jafar B Oleh: Ismaniar Ismail Sedangkan feedback dilakukan tiap bulannya atau capaian kinerja rumah sakit tersebut. Faktor keua- bergantung pada situasi yang dihadapi oleh rumah ngan dianggap sebagai faktor utama penyebab sakit itu sendiri melalui rapat tertutup dengan ketidakcapaian target tersebut sebab keuangan beberapa kepala bagian dan kepala instalasi serta rumah sakit sekitar 55-60% masih sangat bergan- beberapa pegawai rumah sakit. Namun demikian, tung pada anggaran dari pemerintahdaerah. tidak ada tindakan yang secara tegas dilakukan Bertolak pada hasil evaluasi kinerja tahunan oleh manajemen rumah sakit apabila ditemukan maka RSUD Kota Baubau kembali menyusun adanya deviasi antara rencana dan pelaksanaan serangkaian strategi untuk untuk mendorong terca- painya tujuan rumah sakit. Alur penyusunan stra- Selain itu, dalam proses umpan balik ini, tegi peningkatan kinerja yang dilakukan oleh hanya beberapa pegawai yang dilibatkan sehingga RSUD Kota Baubau disusun berdasarkan hasil informasi yang diperoleh terkait pelaksanaan evaluasi kinerja tahunan RSUD dan mengacu pula kinerja juga tentu tidak begitu kompleks. Padahal pada rencana strategis rumah sakit. Adapun strategi menurut Bacal . , umpan balik berfungsi yang dibuat oleh RSUD Kota Baubau untuk men- untuk memberikan informasi terkait pelaksanaan capai sasaran serta target kinerja tahun 2015, yaitu: kinerja secara keseluruhan sehingga perlu meli- Pertama, membuat dan melaksanakan standar batkan segenap sumber daya yang ada dalam orga- operasional prosedur layanan medis dan adminis- nisasi tersebut. Kedua, membangun sarana dan prasarana Tahapterakhir, yaitu evaluasi kinerja yang yang wajib ada dan yang dibutuhkan oleh masya- jugamenjadi dasar penyusunan strategi perbaikan rakat seperti gedung untuk ruang rawat dan dan peningkatan kinerja suatu organisasi. Sebagai- Ketiga, menambah alat kesehatan sesuai mana yang dikemukakan oleh Newstrom dkk Keempat, mengadakan kompetensi dan dalam Wibowo . , evaluasi kinerja sebagai kualifikasi karyawan medis maupun non medis suatu proses mengevaluasi kinerja pekerja, mem- melalui pendidikan dan pelatihan. Kelima, mening- bagi informasi dengan mereka dan mencari cara katkan kesejahteraan karyawan berupa penghasilan memperbaiki kinerjanya. Evaluasi kinerja RSUD yang layak dan sesuai kinerja dan perlindungan Kota Baubau dilakukan pada akhir tahun melalui kesehatan dan keselamatan kerja. Keenam, meni- sistem berdasarkan output. Model evaluasi ini ngkatkan promosi RSUD Kota Baubau baik tingkat dikenal juga sebagai evaluasi rencana artinya kota maupun tingkat regional. Ketujuh, meng- proses penilaian/evaluasi kinerja dilakukan berke- godok perubahan status RS menjadi BLUD. naan dengan apakah hasil yang dicapai telah sesuai Kedelapan, menjamin ketersediaan obat, oksigen dengan sasaran yang telah direncanakan atau tidak. dan BHP dan menjalin serta mengembangkan Berdasarkan hasil evaluasi kinerja tahun kerjasama yang saling menguntungkan dengan 2014 menunjukan bahwa kinerja RSUD Kota stakeholder maupun instansi terkait dalam bidang baubau belum mencapai hasil yang optimal. Ada beragam faktor yang menjadi penyebab ketidakProgram Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 7. No. Desember 2016 Namun demikian, strategi yang disusun oleh sebesar 55-60% pada pemerintah daerah juga RSUD Kota Baubau tersebut belum secara spesifik ternyata menyulitkan RSUD Kota Baubau untuk menguraikan apa yang mesti dikerjakan oleh mengembangkan dan mengelola organisasinya. pegawai dalam upaya memperbaiki dan mening- Sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat katkan kinerja organisasi rumah sakit. Sebagai- melalui pengimplementasian status BLUD sehi- mana yang dikemukakan oleh Kirckpatrick . , ngga rumah sakit dapat mengelola organisasinya ada beberapa kriteria sifat yang harus dipenuhi secara lebih efektif dan efisien. agar perbaikan kinerja tersebut mencapai hasil DAFTAR PUSTAKA