Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH STRES KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA ALFAMART AREA SAWAH LAMA CIPUTAT TANGERANG SELATAN Dodi Prasada Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia dosen02454@unpam. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada Alfamart Area Sawah Lama Ciputat Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah explanatory research dengan pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 responden dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan pengujian regresi, korelasi, determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (-4. 912 > 1,. dengan kontribusi pengaruh sebesar 21,0%. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,125 > 1,. dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,0%. Stres kerja dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh F hitung > F tabel atau . ,112 > 2,. dan diperoleh persamaan regresi Y = 24,908 - 0,142X1 0,497X2 serta memiliki kontribusi pengaruh sebesar 53,9%. Kata Kunci: Stres Kerja. Disiplin Kerja. Kinerja Karyawan. ABSTRACT This study aims to determine the effect of work stress and work discipline on employee performance at Alfamart in the Sawah Lama area of Ciputat. South Tangerang. The method used was explanatory research with saturated sampling, where all members of the population were used as samples, resulting in a sample of 93 respondents. Data analysis techniques used statistical analysis with regression, correlation, determination, and hypothesis testing. The results of this study indicate that work stress has a negative and significant effect on employee performance, as evidenced by the hypothesis test, which obtained a calculated t value > t table or (-4. 912 > -1. with a contribution of 21. Work discipline has a positive and significant effect on employee performance, as evidenced by the hypothesis test, which obtained a calculated t value > t table or . 125 > 1. with a contribution of 42. Job stress and work discipline simultaneously have a positive and significant effect on employee performance, as evidenced by the hypothesis test, which obtained F count > F table . 112 > 2. , and a regression equation of Y = 24. 908 - 0. 142X1 0. 497X2, Keywords: Job Stress. Work Discipline. Employee Performance. PENDAHULUAN Copyright A 2025 pada penulis Dodi Prasada. Pengaruh Stres Kerja Dan Disipli. Hal: 404-417 DOI: https://10. 40/jpb. Perkembangan bisnis retail di Indonesia saat ini semakin meningkat, membuat persaingan antara para pelaku usaha retail semakin ketat. Di satu sisi, dengan pasar terbuka mampu memperluas pasar, di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan persaingan yang semakin tajam, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih membuahkan kesadaran bagi produsen untuk dapat memanfaatkan peluang bisnis yang ada, tak terkecuali juga dengan bisnis eceran . dalam negeri saat ini. Salah satu fenomena perubahan besar terjadi yang cukup menarik muncul dari moderitas masyarakat kota saat ini adalah aktivitas masyarakat dalam berbelanja baik untuk kebutuhan konsumsi . ebutuhan prime. maupun kebutuhan lainnya . ebutuhan sekunde. Dalam bisnis retail, manajemen PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamar. penting untuk memanfaatkan dan guna memperkuat kinerja perusahaan dengan harapan mampu meningkatkan profit Perusahaan yang dapat membawa perubahan kesejahteraan karyawan, terlebih aktivitas perusahaan berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dimana tingkat persaingan sangat tinggi. Mini market yang hadir ditengah-tengah pusat pasar sampai pada kawasan perumahan penduduk membuat para retailer harus bergerak cepat untuk mengambil posisi guna merebut pasar yang semakin tinggi. Alfamart Area Sawah Lama Ciputat menilai kinerja karyawan juga berdasar padai hasil yang dicapai oleh karyawannya. Ada beberapa aspek terkait dengan penilaian yang selama ini menjadi tlok ukur di Perusahaan seperti aspek kualitas kerja dimana ini mentitik beratkan pada tingkat kualitas pekerjaan yang dihasilkan telah memenuhi standar yang ditentukan atau belum. Kemudian aspek kuantitas kerja dimana aspek ini menitik beratkan pada capaian jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah banyaknya pekerjaan yang bisa diselesaikan sesuai target maupun dalam bentuk Selanjutnya aspek pengetahuan ini menyangkut skill dan kemampuan dalam serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan. Selanjutnya aspek pelaksanaan tugas pekerjaan ini menitik beratkan pada on-time personality atau tingkat ketepatan waktu dalam mengerjakan pekerjaan yang didelegasikan serta efektivitas, tingkat ketepatan penggunaan sumber daya yang digunakan baik teknologi, bahan baku secara maksimal dan terukur sehingga menghasilkan keluaran yang maksimal. Selanjutnya aspek tanggung jawab ini menitik bertkan pada kemandirian, sejauh mana tingkat kemampuan karyawan untuk bekerja sendiri untuk menjaga komitmen kerja dengan penuh tanggung jawab atas tugas dan kewajiban yang Kesemua aspek tersebut tentu menjadi dasar dari evaluasi evaluasi kinerja karyawan. Berdasarkan observasi yang penulis laukan, capaian kinerja karyawan dalam beberpa tahun terkhir ini ini yang dihimpun berdasar penilaian kerja per kwartal menunjukkan capaian yang kurang maksimal dengan kecenderungan Berikut ini tabel tentang target kinerja dan realisasi kinerja di Alfamart Area Sawah Lama Ciputat tahun 2022-2024 sebagai berikut: Tabel 1: Data Kinerja Karyawan Alfamart Area Sawah Lama Ciputat Indikator Target Capaian Per Tahun Rata-rata Keterangan Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 (%) 86,8% 75,3% 83,5% 71,5% 81,9% 68,4% Pengetahuan kerja Pelaksanan kerja Tanggung jawab Rata-rata Per Tahun Keterangan/Kategori 88,5% 84,2% 80,6% 83,1% Baik Kualitas kerja Kuantitas kerja Per Indikator 84,1% 71,7% Baik Kurang Baik Baik Baik Baik Kurang Baik 84,3% 81,6% 84,8% 80,8% 79,5% 81,5% 78,8% 77,3% 78,9% 79,8% 77,7% Kurang Kurang Baik Baik Sumber: Alfamart Area Sawah Lama Ciputat, 2025 . Berdasarkan data pada tabel di atas, memperlihatkan bahwa data kinerja yang didasarkan penilaian oleh HRD (Human Resources Departmen. secara agregat capaian kinerja dari beberapa aspek yang menjadi indikator dalam penilaian kinerja dari tahun 2020 sampai 2022 menunjukkan perkembangan capaian yang fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Hal ini disebabkan oleh masih adanya beberapa aspek kinerja yang masih belum dicapai dengan baik. Pada aspek kualitas kerJa karyawan yang masih belum sesuai dengan urutan pekerjaan dengan memprioritaskan pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan pekerjaan selanjutnya maupun tidak membuat kesalahan dalam pekerjaannya dimana pada aspek ini mampu dicapai rata-rata 84,1%. Selanjutnya pada aspek kuantitas kerja karyawan yang masih belum semaunya mampu mencapai target yang ditetapkan perusahaan serta banyaknya pekerjaan yang tidak dapat selesai sesuai waktu yang diberikan, dimana pada aspek ini hanya dicapai rata-rata 71,7%. Kemudian pada aspek pengetahuan kerja karyawan, masih ada yang belum sepenuhnya memiliki pengetahuan terkait pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya serta kemampuan mengimplementasikan pengetahuannya kedalam pekerjaannya masih belum maksimal, dimana pada aspek ini hanya dicapai rata-rata 84,8%. Pada aspek pelaksanaan pekerjaan karyawan yang masih belum sesuai dengan jobdes-nya serta kurang dapat menyelesaikan pekerjaan secara mandiri, dimana pada aspek ini hanya dicapai rata-rata 81,5%. Kemudian pada aspek tanggung jawab pekerjaan karyawan yang masih ada karyawan yang kurang memiliki tanggung jawab penuh atas pekerjaannya, masih menunda-nunda pekerjaan yang semestinya segera dilakukan, dimana pada aspek ini hanya dicapai rata-rata 78,9%. Penurunan kinerja yang dipaparkan di atas, penulis mensinyalir diakibatkan oleh kondisi karyawan yang terlalu banyak beban kerja maupun aspek psikologis tekanan pekerjaan yang terlalu itnggi sehingga karyawan kurang nyaman dalam melaksanakan pekerjaannya yang pada akhirnya karyawannya kurang mampu mengoptimalkan pencapaian tujuan perusahaan secara maksimal. Sejalan dengan perkembangan zaman, perubahan-perubahan dalam manajemen organisasi, tingkat kebutuhan hidup yang semakin dan berbagai persoalan lain menuntut adanya kemampuan dari para SDM . untuk Tax and Business Journal Dodi Prasada. Pengaruh Stres Kerja Dan Disipli. Hal: 404-417 DOI: https://10. 40/jpb. dapat menyesuaikan diri baik fisik maupun psikis. Masalah yang berkaitan dengan sumber daya manusia satu hal yang dianggap penting dalam instansi. Salah satu permasalahan pada organisasi adalah stres kerja. Dengan menurunnya kinerja karyawan sebagai akibat dari stress kerja karyawan yang meningkat. Sudah seharusnya perusahaan harus memastikan bahwa pekerja memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam organisasi, perusahaan harus memberikan informasi yang tepat kepada karyawan mengenai peran dan tanggung jawab karyawan. Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan terkait stress kerja karyawan di Alfamart Area Sawah Lama Ciputat diketahui bahwa stres kerja pada karyawan Alfamart Area Sawah Lama Ciputat lebih banyak pada kondisi waktu kerja yang menuntut stamina prima dan 24 jam dengan 2 kali pergantian shif, selanjutnya adanya target kerja seperti target yang harus diselesaikan dengan cepat dengan waktu yang terbatas, kemudian adanya tuntutan tugas yang mengharuskan para karyawan menyelesesaikan pekerjaan dengan sangat cepat membuat para karyawan merasa stress dan terbebani. Untuk memperoleh data terkait dengan kepemimpinan, penulis melakukan kegiatan prasurvey dengan menyebar kuesioner kepada 30 karyawan dengan beberapa aspek yang menjadi acuan dan diperoleh gambaran data sebagai berikut: Tabel 2: Data Stres Kerja Berdasarkan Hasil Prasurvey 30 Karyawan Alfamart Area Sawah Lama Ciputat Pernyataan Jumlah Setuju Kurang Setuju Prasurvey Orang Orang Pimpinan memberikan beban 66,7% 33,3% kerja pada karyawan yang kemampuan karyawan Pimpinan memberikan waktu 80,0% menyelsaikan pekerjaan Pimpinan dapat menciptakan 83,3% suasana kerja yang damai antar Pimpinan 80,0% memimenciptakan suasana kerja tidak terjadi konflik antar Pimpinan 80,0% pekerjaan karyawan Rata-rata 78,0% 34,0% Sumber: Alfamart Area Sawah Lama Ciputat, 2025 . Berdasarkan data pada tabel di atas, tanggapan karyawan berdasar hasil prasurvey 30 responden terkait kondisi stres kerja menunjukkan hampir semua aspek masih ada yang memberikan penilaian setuju artinya bahwa tingkat stress di pekerjaan cukup tinggi. Pada aspek beban kerja berupa pemberian beban kerja yang Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 terlalu tinggi atau telalu banyak sehingga menimbulkan beban yang berat dan tidak disesuaikan dengan kemampuan karyawannya, dimana yang menjawab setuju hanya mencapai sebanyak 20 orang atau 66,7%, sedangkan yang memberikan jawaban kurang setuju sebanyak 10 orang atau 33,3%. Pada aspek waktu kerja berupa waktu kerja yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan deadline perusahaan sehingga karyawan memiliki waktu yang cukup dalam menyelesaikan pekerjaan, dimana yang menjawab setuju hanya mencapai sebanyak 24 orang atau 80,0%, sedangkan yang memberikan jawaban kurang setuju sebanyak 6 orang atau 20,0%. Pada aspek otoritas pekerjaan berupa karyawan dalam bekerja sering mengerjakan pekerjaan yang bukan kewajibannya, dimana yang menjawab setuju hanya mencapai sebanyak 25 orang atau 83,3%, sedangkan yang memberikan jawaban kurang setuju sebanyak 5 orang atau 16,7%. Pada aspek konflik kerja yakni adanya suasana ditempat kerja yang sering terjadi konflik kerja antar karyawan maupun kepada atasannya, dimana yang menjawab setuju hanya mencapai sebanyak 24 orang atau 80,0%, sedangkan yang memberikan jawaban kurang setuju sebanyak 6 orang atau 20,0%. Dan pada aspek lingkungan kerja yang cukup nyaman, kondusif, dimana yang menjawab setuju hanya mencapai sebanyak 24 orang atau 80,0%, sedangkan yang memberikan jawaban kurang setuju sebanyak 6 orang atau 20,0%. Kondisi di atas menggambarkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan yang cukup dalam mengelola dan mengendalikan berbagai fungsi dalam organisasi agar tetap konsisten dengan tujuan organisasi dibutuhkan seseorang pemimpin, karena pemimpin merupakan bagian penting dalam peningkatan kinerja para pekerja. Pemimpin memiliki pengaruh terhadap sikap karyawan, efektivitas seorang pemimpin akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik Kepemimpinan merupakan hubungan antara seseorang dengan orang lain pemimpin mampu mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja bersamasama dalam tugas yang berkaitan untuk mencapai tujuan. Selain pelatihan yang kurang maksimal, penurunan kinerja juga berdasarkan observasi ditemukan kurang disiplinnya karyawan dalam bekerja. Tanpa disiplin yang baik pada karyawan, sulit bagi organisasi untuk mencapai hasil yang optimal. Tindakan tidak disiplin (Indisipline. akan berdampak pada pertumbuhan organisasi perusahaan. Disiplin dikatakan juga sebagai sarana untuk melatih dan mendidik karyawan agar patuh dan tertib pada aturan yang berlaku dalam organisasi. Peraturan perusahaan dibuat agar karyawan dapat mematuhi secara baik dari ketaatan karyawan dalam menepati waktu bekerja, karyawan mampu mentaati mematuhi semua aturan yang ada dalam perusahaan seperti pakaian seragam, penggunaan alat penunjang pekerjaan, ketaatan terkait perilaku karyawan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, ketaatan karyawan dalam menjunjung tinggi norma hukum dan aturan lainnya. Bagi organisasi adanya disiplin kerja akan menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, sehingga diperoleh hasil yang optimal. Sedangkan bagi karyawan akan diperoleh suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat kerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Karyawan juga harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi menunjukkan Tax and Business Journal Dodi Prasada. Pengaruh Stres Kerja Dan Disipli. Hal: 404-417 DOI: https://10. 40/jpb. kedisiplinan karyawan dalam bekerja, seperti mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dan menyelesaikannya tepat waktu. Pekerja yang disiplin bukan hanya selalu menerima tugas yang diberikan, menyelesaikan tugas dengan sempurna juga merupakan bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan. Disamping itu juga perusahaan sangat penting mensosialisasikan semua ketentuan dan peraturan perusahaan agar dapat dipahami oleh karyawan dan diawasi oleh pimpinan, dilakukan kontrol dengan baik sehingga tidak terjadi hambatan yang dapat memperlambat tercapainya tujuan perusahaan. Dengan demikian, karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh kesadaran serta dapat mengembangkan tenaga dan pikirannya semaksimal mungkin demi terwujudnya tujuan perusahaan. Terkait kedisiplinan, berdasarkan hasil pengumpulan data, diperoleh fenomena yang harus dilakukan pembenahan, seperti masih banyak karyawan yang dating terlambat tidak sesuai dengan jam masuk kerja yang ditentukan. Disamping itu juga adanya karyawan yang tidak masuk namun tidak memberikan kabar atau memberi informasi kepada atasannya langsung, dan juga adanya karyawan yang melakukan kegiatan diluar kantor seperti mengirim barang ke konsumen namun mereka langsung pulang atau tidak kembali ke kantor. Untuk memperoleh data terkait disiplin kerja, penulis melakukan kegiatan presurvey dengan menyebar kuesioner kepada 30 karyawan dan diperoleh gambaran hasil sebagai berikut: Tabel 3: Data Disiplin Kerja Berdasarkan Hasil Prasurvey 30 Karyawan Alfamart Area Sawah Lama Ciputat Aspek Jumlah Setuju Kurang Setuju Prasurvey Orang Orang Saya selalu hadir ditempat 46,7% 53,3% kerja tepat waktu Saya membutuhkan tingkat 73,3% 26,7% yang tinggi Saya 70,0% 30,0% perusahaan sesuai aturan yang Saya memahami dan mampu 60,0% 40,0% melaksanakan standar kerja yang dibuat perusahaan Saya mampu menjaga tingkah 63,3% 36,7% laku dan kesopanan di tempat Rata-rata 62,7% 37,3% Sumber: Alfamart Area Sawah Lama Ciputat, 2023 . Berdasarkan data pada tabel di atas, tanggapan karyawan berdasar hasil prasurvey terkait kondisi disiplin kerja menunjukkan hampir semua aspek masih ada yang memberikan penilaian setuju artinya bahwa tingkat disiplin kerja karyawan masih belum baik. Pada aspek kehadiran berupa karyawan yang selalu Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 hadir tepat waktu, dimana yang menjawab kurang setuju mencapai 53,3%. Selanjutnya pada aspek tingkat kewaspadaan berupa karyawan membutuhkan tingkat kewaspadaan yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan, dimana yang menjawab kurang setuju mencapai 26,7%. Kemudian pada aspek ketaatan pada peraturan kerja berupa karyawan mentaati peraturan perusahaan sesuai aturan yang ditetapkan, dimana yang menjawab setuju mencapai 30,0%. Pada aspek ketaatan pada peraturan kerja karyawan berupa memahami dan mampu melaksanakan standar kerja yang dibuat perusahaan, dimana yang menjawab setuju mencapai 40,0%. Selanjutnya pada aspek etika kerja berupa karyawan mampu menjaga tingkah laku dan kesopanan di tempat kerja, dimana yang menjawab setuju mencapai 36,7%. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, baik secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 93 responden yang merupakan karyawan di Alfamart Area Sawah Lama Ciputat. Responden tersebut dipilih sebagai sampel penelitian karena relevansi mereka dengan topik yang diteliti dan keterkaitannya dalam konteks penelitian yang dilakukan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 93 responden, yang jumlahnya sama dengan populasi, sehingga teknik sampling yang digunakan adalah sensus, dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian asosiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, baik secara parsial maupun simultan. Variabel bebas dalam penelitian ini merujuk pada faktor-faktor yang memengaruhi kinerja atau hasil tertentu yang akan diteliti, sedangkan variabel terikat adalah kinerja atau hasil yang menjadi fokus penelitian. Penelitian asosiatif memungkinkan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih variabel yang diteliti, yang dalam hal ini berkaitan dengan kinerja karyawan di Alfamart Area Sawah Lama Ciputat. Untuk menganalisis data yang diperoleh, digunakan beberapa metode analisis data. Pertama, dilakukan uji instrumen untuk memastikan validitas dan reliabilitas kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data. Kemudian, dilakukan uji asumsi klasik untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi syarat untuk analisis regresi, seperti normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Setelah itu, analisis regresi digunakan untuk melihat pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Selanjutnya, koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model regresi dalam menjelaskan variasi variabel terikat. Terakhir, uji hipotesis dilakukan untuk menguji apakah pengaruh antara variabel bebas dan terikat signifikan secara HASIL PENELITIAN Analisis Deskriptif Pada pengujian ini digunakan untuk mengetahui skor minimum dan maksimum, mean score dan standar deviasi dari masing-masing variabel. Adapun Tax and Business Journal Dodi Prasada. Pengaruh Stres Kerja Dan Disipli. Hal: 404-417 DOI: https://10. 40/jpb. hasilnya sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Analisis Descriptive Statistics Stres Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Descriptive Statistics Minimu Maximu Mean Std. Deviation Valid N . Stres kerja diperoleh varians minimum sebesar 15 dan varians maximum 50 dengan mean score sebesar 3,501 dengan standar deviasi 8,608. Disiplin kerja diperoleh varians minimum sebesar 30 dan varians maximum 49 dengan mean score sebesar 3,714 dengan standar deviasi 4,138. Kinerja karyawan diperoleh varians minimum sebesar 32 dan varians maximum 47 dengan mean score sebesar 3,836 dengan standar deviasi 3,529. Analisis Kuantitatif. Pada analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun hasil pengujian sebagai Analisis Regresi Linier Berganda Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan variabel dependen jika variabel independen mengalami perubahan. Adapun hasil pengujiannya sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Stres Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh persamaan regresi Y = 24,908 - 0,142X1 0,497X2. Dari persamaan tersebut dijelaskan sebagai berikut: Konstanta sebesar 24,908 diartikan jika stres kerja dan disiplin kerja tidak ada atau nol, maka nilai kinerja karyawan sebesar 24,908 poin. Koefisien regresi stres kerja sebesar -0,142, angka ini negatif artinya setiap ada peningkatan stres kerja sebesar -0,142 maka kinerja karyawan juga akan mengalami penurunan sebesar -0,142 poin. Koefisien regresi disiplin kerja sebesar 0,497, angka ini positif artinya setiap ada peningkatan disiplin kerja sebesar 0,497 maka kinerja karyawan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,497 poin. Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Analisis Koefisien Korelasi Analisis koefisien korelasi dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan dari variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Stres Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Correlationsb Stres Kerja (X. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Kinerja Karyawan (Y) Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Listwise N=93 Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar -0,459 artinya stres kerja memiliki hubungan yang negatif sedang terhadap kinerja karyawan. Tabel 7. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Correlationsb Disiplin Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Disiplin Kerja (X. Pearson Correlation Sig. -taile. Kinerja Karyawan Pearson (Y) Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Listwise N=93 Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,648 artinya disiplin kerja memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. Tabel 8. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Stres Kerja dan Disiplin Kerja Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Disiplin Kerja (X. Stres Kerja (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,733 artinya stres kerja dan disiplin kerja secara simultan memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. Tax and Business Journal Dodi Prasada. Pengaruh Stres Kerja Dan Disipli. Hal: 404-417 DOI: https://10. 40/jpb. Analisis Koefisien Determinasi Analisis koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengetahui besarnya persentase pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 9. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Stres Kerja (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,210 artinya stres kerja memiliki kontribusi pengaruh sebesar 21,0% terhadap kinerja karyawan. Tabel 10. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Disiplin Kerja (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,420 artinya disiplin kerja memiliki kontribusi pengaruh sebesar 42,0% terhadap kinerja karyawan. Tabel 11. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Stres Kerja dan Disiplin Kerja Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Model R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Disiplin Kerja (X. Stres Kerja (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,537 artinya stres kerja dan disiplin kerja secara simultan memiliki kontribusi pengaruh sebesar 53,9% terhadap kinerja karyawan, sedangkan sisanya sebesar 46,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji Hipotesis Uji hipotesis Parsial (Uji . Pengujian hipotesis dengan uji t digunakan untuk mengetahui hipotesis parsial mana yang diterima. Hipotesis pertama: Terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja terhadap kinerja karyawan. Hipotesis kedua: Terdapat pengaruh yang signifikan disiplin kerja terhadap Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 kinerja karyawan. Tabel 12. Hasil Uji Hipotesis Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Stres Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (-4. 912 > -1,. , dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang negatif signifikan stres kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Tabel 13. Hasil Uji Hipotesis Disiplin kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Disiplin Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,125 > 1,. , dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Pengujian hipotesis dengan uji F digunakan untuk mengetahui hipotesis simultan yang mana yang diterima. Hipotesis ketiga Terdapat pengaruh yang signifikan antara stres kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Tabel 14. Hasil Uji Hipotesis Stres Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Predictors: (Constan. Disiplin Kerja (X. Stres Kerja (X. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai F hitung > Tax and Business Journal Dodi Prasada. Pengaruh Stres Kerja Dan Disipli. Hal: 404-417 DOI: https://10. 40/jpb. F tabel atau . ,112 > 2,. , dengan demikian hipotesis ketiga yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan stres kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diterima. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan dengan korelasi sebesar -0,459 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 21,0%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau (-4. 912 > -1,. Dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh negatif signifikan antara stres kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Disiplin kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan dengan korelasi sebesar 0,648 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,0%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,125 > 1,. Dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh positif signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Pengaruh Stres Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Stres kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 24,908 -0,142X1 0,497X2, nilai korelasi sebesar 0,733 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 53,9% sedangkan sisanya sebesar 46,1% dipengaruhi faktor lain. Pengujian hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,112 > 2,. Dengan demikian hipotesis ketiga yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara stres kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi pengaruh sebesar 21,0%. Hal ini terlihat dari uji hipotesis yang menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel, yaitu -4,912 > -1,987, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan antara stres kerja dan kinerja karyawan. Sebaliknya, disiplin kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,0%. Uji hipotesis juga menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel, yaitu 8,125 > 1,987, yang mengindikasikan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kombinasi antara stres kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan kontribusi pengaruh mencapai 53,9%. Hal ini berarti bahwa faktor lainnya mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 46,1%. Uji hipotesis menunjukkan nilai F hitung lebih besar dari F tabel, yaitu 52,112 > 2,710, yang menegaskan bahwa kedua variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Berdasarkan kesimpulan tersebut, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan. Pertama, dalam hal stres kerja, indikator yang paling lemah adalah beban kerja. Oleh karena itu, pimpinan disarankan untuk mempertimbangkan tingkat kemampuan karyawan dalam memberikan beban kerja, sehingga karyawan tidak merasa terbebani secara berlebihan. Kedua, untuk disiplin kerja, indikator yang paling lemah adalah kehadiran. Bagian personalia sebaiknya mencatat karyawan yang sering terlambat atau melanggar aturan lainnya, memberikan teguran, serta memberi arahan agar karyawan tidak mengulangi kesalahan tersebut di masa Ketiga, terkait dengan kinerja karyawan, indikator yang paling lemah adalah kuantitas kerja. Perusahaan sebaiknya melaksanakan program pelatihan yang difokuskan pada aspek yang perlu diperbaiki, untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan karyawan, yang pada gilirannya akan membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan. DAFTAR PUSTAKA