Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 64-70 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Peningkatan Daya Saing Desa Wisata Alam Endah melalui Pendampingan Pembuatan Peta Jalur Wisata Resista Vikaliana1*. Yelita Anggiane Iskandar1. Nur Layli Rahmawati1. Mirna Lusiani1. Adji Candra Kurniawan1. Rahmad Inca Liperda1. Wegik Dwi Prasetyo2. Epo Prasetya Kusumah3. Ita Musfirowati Hanika5. Ari Rahman4. Muhammad Nur Ahadi5 1Program Studi Teknik Logistik. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Pertamina. Jakarta. Indonesia 2Program Studi Teknik Kimia. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Pertamina. Jakarta. Indonesia 3Program Studi Teknik Geologi. Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi. Universitas Pertamina. Jakarta. Indonesia 4Program Studi Teknik Lingkungan. Fakultas Perencanaan Infrastruktur. Universitas Pertamina. Jakarta. Indonesia 5Program Studi Komunikasi. Fakultas Komunikasi dan Diplomasi. Universitas Pertamina. Jakarta. Indonesia Email: 1* resista. vikaliana@universitaspertamina. id , 2yelita. ai@universitaspertamina. rachmawati@universitaspertamina. id, 4mirna. lusiani@universitaspertamina. id 5adjick@universitaspertamina. liferda@universitaspertamina. id, 7wegik. dp@universitaspertamina. id, 8epo. pk@universitaspertamina. mh@universitaspertamina. id 10ari. rahman@universitaspertamina. id , 11muhammad. na@universitaspertamina. (* : coressponding autho. AbstrakOe Desa Alamendah merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kabupaten Bandung. Jawa Barat. Desa Alamendah atau Dawala, memiliki potensi wisata yang sangat tinggi dan terkenal dengan keindahan alamnya yang masih sejuk dan asri. Selain itu. Dawala merupakan desa agronomi atau berbasis pertanian. Dengan adanya potensi tersebut. Dawala dapat mengembangkan desa wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga memiliki daya saing. Salah satu strategi yang bisa digunakan dalam meningkatkan daya saing industri pariwisata adalah meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk di dalamnya pemetaan jalur wisata di Dawala. Berdasarkan diskusi dan kesepakan dengan mitra kegiatan ini (Dawal. , maka dilakukan kegiatan pendampingan pembuatan peta jalur wisata dibagi menjadi beberapa tahapan. Tahapan tersebut terdiri atas: observasi dan survei awal serta FGD, kemudian diskusi teknik pelaksanaan, sosialisasi pendampingan pembuatan peta jalur wisata, pembuatan peta jalur wisata, dan soft launching. Pelaksanaan kegiatan pendampingan disepakati berlangsung selama 1 tahun, yakni pada tahun 2023. Hasilnya, dengan adanya peta wisata , memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata di Dawala serta dapat memotivasi masyarakat di Dawala untuk lebih berpartisipasi terhadap potensi Ae potensi wisata di desanya sehingga diharapkan dapat memberikan peningkatan taraf hidup masyarakatnya. Kata Kunci: Desa Wisata. Peta Jalur Wisata. Pendampingan AbstractOe Alamendah Village is a tourist village located in Bandung Regency. West Java. Alamendah or Dawala Village, has very high tourism potential and is famous for its natural beauty which is still cool and beautiful. Apart from that. Dawala is an agronomic or agriculture-based village. With this potential. Dawala can develop tourist villages to improve the welfare of village communities, so that they have a competitive edge. One strategy that can be used to increase the competitiveness of the tourism industry is to improve the quality of services, including mapping tourist routes in Dawala. Based on discussions and agreements with the partner of this activity (Dawal. , assistance activities were carried out to create a tourist route map divided into several stages. These stages consist of: initial observations and surveys as well as FGDs, then discussion of implementation techniques, socialization and assistance in making tourist route maps, making tourist route maps, and soft launching. The implementation of mentoring activities was agreed to last for 1 year, namely in 2023. As a result, with the existence of a tourist map, it makes it easier for tourists to visit tourist attractions in Dawala and can motivate people in Dawala to participate more in the tourism potential in their village so that it is hoped that it can provide increasing the standard of living of its people. Keywords: Tourism Village. Tourist Route Map. Accompaniment PENDAHULUAN Desa Alamendah ditetapkan sebagai Desa Wisata melalui Keputusan Bupati Bandung No. 42/kep. 71Dispopar/2011 pada tanggal 2 Februari 2011. Pada masa awal berdiri. Desa Wisata Alamendah (Dawal. belum memiliki produk dan paket wisata yang dapat ditawarkan pada calon wisatawan. Pada periode pertama. Dawala hanya sedikit menerima kunjungan wisatawan. Pada awal tahun 2019, tim pengelola Dawala mulai berfokus pada pengembangan Inovasi Produk dan Paket Wisata dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa. Upaya tersebut membuahkan hasil. Produk dan paket wisata yang sebetulnya merupakan kebiasaan dan aktivitas masyarakat lokal ini mampu menjadi daya tarik wisata yang menciptakan pengalaman tidak terlupakan bagi wisatawan. Hasilnya, pada semester kedua tahun 2019 DWA mampu menarik lebih banyak grup kunjungan dari berbagai institusi, seperti dari Institusi pemerintahan, sekolah, rombongan keluarga ataupun umum. Pada periode tersebut, total wisatawan yang berkunjung mencapai lebih dari 2500 orang. Wisatawan yang berkunjung tersebut umumnya mengikuti paket Alamendah Trip yang menawarkan aktivitas bertani, pemerahan susu. UMKM, prakarya, dan kesenian. Sebuah desa bisa disebut desa wisata bila memenuhi berbagai unsur, mulai dari objek wisata alam, budaya, wisata buatan, dan didukung dengan atraksi, akomodasi, serta fasilitas penunjang. Tak lupa sebuah desa wisata Copyright A 2023 Resista Vikaliana. Page 64 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 64-70 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. pun mengangkat unsur kearifan lokal. Desa wisata dibagi menjadi tiga jenis, yaitu berbasis alam, budaya, dan Berdasarkan hal itu. Desa Wisata Alam Endah atau Dawala termasuk desa berbasis alam dan budaya. Desa wisata memiliki empat klasifikasi, mulai dari rintisan, berkembang, maju, dan mandiri dengan indikator berupa jumlah kunjungan, industri pariwisata yang berkembang, kesiapan keterampilan dan sumber daya manusia (SDM), diversifikasi produk dan aktivitas wisata, serta amenitas pariwisata. Dawala sendiri saat ini sudah dapat dikategorikan desa maju, yakni desa wisata yang masyarakatnya sadar akan potensi wisata yang ada di daerahnya. Selain itu, banyak kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara. Sehingga, masyarakat mampu mengelola usaha pariwisata melalui kelompok sadar wisata/ pokdarwis maupun kelompok kerja lokal. Secara umum Desa Alamendah merupakan desa agronomi atau berbasis pertanian, di mana mayoritas lahan digunakan untuk kegiatan pertanian. Desa ini terletak di ketinggian 1. 200 Ae 1. 550 mdpl dengan suhu ratarata 19 Ae 20EE dan memiliki curah hujan 2. 150 mm/tahun. Desa Alamendah merupakan salah satu desa yang memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa. Potensi alam mulai dari hutan, sungai, air terjun, dan keaneka ragaman hayati yang ada di dalamnya. Adapun potensi alam yang di jadikan pariwisata yang terdapat di dalam lingkup Area Desa Alamendah seperti: - Kawah Putih - Ranca Upas - Arboretum Park (Curug Awi - Langi. - Patuha Pinus Land - Punceling pass - Curug Padjajaran - CiwideyValley - Emte Highland - Cigadog Lestasi - Patuha Bike Park dll Potensi sumber daya manusia pedesaan diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan prinsipprinsip keberlanjutan pembangunan nasional pada masa yang akan datang. Ketersediaan sumber daya manusia juga mampu memberikan sumbangan yang cukup berarti terhadap pembangunan ekonomi termasuk untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan (Junaidy & Suwitri. Wiweka et al. , 2. Kolaborasi dalam pengembangan desa wisata dilakukan secara kolaboratif antara pengelola desa dengan pemerintah dan pihak wisata. Lalu soal dana desa yaitu pemanfaatan dana desa sesuai regulasi dan kebijakan yang berlaku, serta digitalisasi, memanfaatkan teknologi berbasis digital dalam pengelolaan, promosi, dan pemasaran desa wisata. Di Dawala sendiri telah mendapat pengakuan dari Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreati. sebagai juara 2 desa wisata kategori desa wisata pada Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun Kemenparekraf menyatakan bahwa pada tahun 2021 desa wisata yang terdaftar adalah 1. 838 desa wisata Pada masa pandemi, adanya desa wisata merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing dan sebagai lokomotif kebangkitan perekonomian di tengah pandemi. Tindak lanjut yang dapat dilakukan dalam memiliki daya saing tersebut, adalah industri pariwisata harus mencari cara agar bisa meningkatkan keunggulan kompetitif mereka dalam lingkungan yang sangat kompetitif (Achsa et al. , 2020. Nyoman et al. , 2. Salah satu strategi yang bisa digunakan dalam meningkatkan daya saing industri pariwisata adalah meningkatkan kualitas pelayanan (Familiar & Maftukhah. Tjiptono, 2001, 2. Berdasarkan observasi dan wawancara awal, masalah terkait kualitas pelayanan yang perlu diselesaikan adalah pembuatan peta jalur wisata yang terdapat di Dawala. Hal ini berkaitan dengan bagaimana area-areawisata yang ada nantinya akan dihubungkan dalam satu jalur perjalanan wisata di Dawala, sehingga setiap area dapat dilalui dan dinikmati wisatawan. Rute ini juga bertujuan untuk mempermudah wisatawan dalam menjelajahi Dawala. Publikasi pemetaan jalur wisata sudah pernah dilakukan sebelumnya, dengan objek Kampung Wisata Biru (Achsa et al. , 2020. Martini et al. , 2020. Nyoman et al. , 2016. Setiawan et al. , 2. Desa Alamendah merupakan salah satu dari 5 desa, 5 dusun 30 RW dan 122 RT, yang terletak di Kecamatan Rancabali. Kabupaten Bandung. Jawa Barat. Desa ini dikenal dengan daya tarik Wisata Alam. Wisata Religi, dan Agrowisatanya. Luas 505,6 Ha 1. 550 mdpl . Dawala ini dihuni oleh 7. 329 Kepala Keluarga atau 22. 541 Jiwa Copyright A 2023 Resista Vikaliana. Page 65 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 64-70 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. 1 Solusi Permasalahan Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan pembuatan peta jalur wisata di Dawala kegiatan pendampingan pembuatan peta jalur wisata di Dawala. Kegiatan pendampingan pembuatan peta jalur wisata ini sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain, seperti pembuatan peta wisata Dawala di Karawang (Martini et al. , 2. , kemudian pemetaan rute wisata di Kampung Biru Arema. Malang (Setiawan et al. , 2. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra, dalam hal ini pihak Dawala, mereka menyetujui kegiatan dan waktu kegiatan pendampingan pembuatan peta jalur wisata tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan mitra, maka tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan pembuatan peta jalur wisata di Dawala. METODE PELAKSANAAN Kegiatan PkM ini dilaksanakan selama 1 tahun, yaitu pada tahun 2023. Berdasarkan permasalahan-permsalahan mitra dan solusi yang disepakati dengan mitra, maka berikut ini adalah tahapan pelaksanaan kegiatan: Tahap 1 . riwulan 1 tahun 2. Kegiatan diawali dengan observasi dan survei awal bersama pengelola Dawala, untuk mengamati kondisi Dawala. Dalam tahap 1 ini dilakukan Focus Group Discussion (FGD), yang bertujuan untuk menjaring informasi tentang kendala dalam pengelolaan Dawala, yang kemudian mengerucut menjadi pembuatan peta jalur wisata. Tahap 2 . riwulan 2 tahun 2. Kegiatan dimulai dengan mengadakan sosialisasi teknik kegiatan pembuatan peta jalur wisata dengan pemangku kepentingan Dawala . okdarwis, perangkat desa, masyarakat pengelola dan lainny. Kegiatan ini sekaligus menyepakati waktu pelaksanaan kegiatan. Tahap 3 . riwulan 3 tahun 2. Pada tahap ini, dilakukan pendampingan pembuatan peta jalur wisata Dawala. Pemetaan rute wisata tahap 3a di Dawala yang direalisasikan dalam bentuk rancangan peta wisata Dawala. Pemetaan rute wisata tahap 3b di Dawala yang direalisasikan dalam bentuk desai peta digital wisata Dawala Tahap 4 . riwulan 4 tahun 2. Soft Launching produk pemetaan jalur wisata HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan diawali dengan observasi dan survei awal bersama pengelola Dawala, untuk mengamati kondisi Dawala. Dalam tahap 1 ini dilakukan Focus Group Discussion (FGD), yang bertujuan untuk menjaring informasi tentang kendala dalam pengelolaan Dawala, yang kemudian mengerucut menjadi pembuatan peta jalur wisata. Pada kegiatan ini dihadiri oleh tim pengelola Dawala (Kang Awi dan ti. juga tim pendamping dari Universitas Pertamina, lintas program studi dan lintas fakultas. Mahasiswa berjumlah 7 orang juga ikut membantu kegiatan Gambar 1. Focus Group Discussion Tim Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengelola Dawal Copyright A 2023 Resista Vikaliana. Page 66 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 64-70 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Gambar 2. Kegiatan Observasi dan Survei Awal Tahap 2 Kegiatan dimulai dengan mengadakan sosialisasi teknik kegiatan pembuatan peta jalur wisata dengan pemangku kepentingan Dawala . okdarwis, perangkat desa, masyarakat pengelola dan lainny. Kegiatan ini sekaligus menyepakati waktu pelaksanaan kegiatan. Gambar 3. Pendampingan Pembuatan Peta Jalur Wisata Dawala Tahap 3 - Pada tahap ini, dilakukan pendampingan pembuatan peta jalur wisata Dawala. - Pemetaan rute wisata tahap 3a di Dawala yang direalisasikan dalam bentuk rancangan peta wisata Dawala. Gambar Berikut merupakan jalur penelusuran pada saat penyusunan peta jalur wisata oleh tim Dawala dan tim Pengabdian kepada Masyarakat. Copyright A 2023 Resista Vikaliana. Page 67 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 64-70 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Gambar 4. Pendampingan Pembuatan Peta Jalur Wisata Pemetaan rute wisata tahap 3b di Dawala yang direalisasikan dalam bentuk desain peta digital wisata Dawala. Gambar 5 berikut merupakan desain peta digital jalur wisata Dawala dilengkapi dengan legenda dan Gambar 5. Desain Digital Peta Jalur Wisata Dawala Peta jalur wisata kemudian dipersiapkan untuk dapat dicetak dan dibuat pada plang/ papan nama. Rancangan plang/ papan nama terlihat pada Gambar 6. Copyright A 2023 Resista Vikaliana. Page 68 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 64-70 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Gambar 6. Desain Plang/ Papan Nama Peta Jalur Wisata Dawala Tahap 4 Pada tahap 4 ini. Peta Jalur Wisata Dawala sudah selesai dibuat dan telah siap untuk dipasang di Dawala. Soft Launching produk Peta Jalur Wisata dihadiri oleh Tim Pengelola Desa Wisata Alamendah dan perwakilan dari Universitas Pertamina. Gambar 7. Soft Lauching Plang Peta Jalur Wisata Dawala Penjelasan Kegiatan Peta wisata Dawala nantinya dapat dipergunakan selaku penanda arah dari luar Dawala ke tempatAetempat wisata yang terdapat di Dawala. Dengan terdapatnya peta wisata, mempermudah turis buat berkunjung ke tempatAe tempat wisata yang ada di Dawala. Peta wisata menolong membagikan pemahaman serta pengetahuan kepada Copyright A 2023 Resista Vikaliana. Page 69 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 64-70 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. warga buat lebih berpartisipasi terhadap kemampuanAe kemampuan wisata di desa nya sehingga diharapkan bisa memberik kenaikan taraf hidup masyarakatnya. Peta Jalan Wisata Dawala hendak digunakan selaku: Peta Wisata Dawala hendak digunakan selaku petunjuk arah mengarah objek wisata, dalam wujud papan nama/ plang serta ditempatkan depan kantor pengelola Dawala Peta Wisata Dawala pula hendak digunakan selaku promosi objek wisata, yang nantinya hendak terbuat dalam wujud brosur, leaflet pula peta digital dalam website Dawala. Aktivitas promosi objek wisata butuh direncanakan serta dicoba dengan baik, sehingga bisa menunjang kenaikan energi saing Dawala (Achsa et al. , 2020. Rangkuti, 2. KESIMPULAN Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini kami menyimpulkan bahwa Perlu adanya peta wisata Dawala agar dapat mempermudah turis berkunjung ke objek- objek wisata yang ada di Dawala. Dengan terdapatnya peta wisata Dawala, diharapkan bisa mendukung promosi objek- objek yang ada di Dawala. Pendampingan Pembuatan Peta Wisata Dawala. Kabupaten Bandung dengan pembuatan peta wisata ini, bisa mendukung pengembangan objekAe objek wisata yang ada di Dawala. Disarankan kepada kepada Kantor Dawala agar dapat membuat peta wisata dalam sebagian dimensi, terutama digunakan sebagai penanda arah, dan disarankan untuk dapat meletakkan penanda arah sebelum arah ke Dawala. DAFTAR PUSTAKA