Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Socio-Cultural Influence on Early Breastfeeding Initiation: Systematic Literature Review Eka Safitri Yanti1. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Indonesia1, ekasafitriyanti89@gmail. Article Info Article history Received date: 5 Mei 2025 Revised date: 28 Mei 2025 Accepted date: 31 Mei 2025 Abstract This systematic literature review explores the sociocultural factors influencing Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) and identifies effective culturally based interventions. Using PRISMA guidelines, ten studies published between 2015Ae2025 were analyzed thematically. Four key themes emerged: cultural beliefs significantly shape breastfeeding weak health systems and limited staff training hinder EIBF. family and workplace support empower mothers. and culturally sensitive, community-based education improves outcomes. The findings highlight the need for cross-sectoral, culturally adaptive strategies to improve EIBF coverage in developing countries. Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, sociocultural factors, breastfeeding practices, culturally based intervention. Systematic Literature Review Abstrak Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji pengaruh faktor sosial budaya terhadap praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta mengidentifikasi intervensi berbasis budaya yang efektif. Berdasarkan analisis terhadap sepuluh studi . 5Ae2. , ditemukan empat tema utama: nilai budaya memengaruhi perilaku menyusui. lemahnya sistem kesehatan dan pelatihan tenaga medis menjadi hambatan. dukungan keluarga dan tempat kerja memberdayakan ibu. serta edukasi komunitas berbasis budaya terbukti efektif. Hasil ini menekankan pentingnya strategi lintas sektor yang adaptif terhadap budaya untuk meningkatkan cakupan IMD. Kata kunci: Inisiasi Menyusu Dini, sosial budaya, praktik menyusui, intervensi berbasis budaya. Systematic Literature Review PENDAHULUAN Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu pemberian ASI dalam satu jam pertama kelahiran, telah terbukti secara ilmiah menurunkan risiko kematian neonatal hingga 22%. Namun, praktik ini belum dilaksanakan secara optimal di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Menurut ekasafitriyanti89@gmail. WHO, hanya sekitar 42% bayi di dunia yang mendapatkan IMD secara tepat waktu . Angka ini lebih rendah di beberapa negara berkembang karena pengaruh kuat norma dan praktik budaya . Dalam konteks Indonesia, berbagai tantangan masih menghambat optimalisasi IMD. Meskipun Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. peningkatan capaian berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. dari 29,3% pada tahun 2010 menjadi 58,2% pada tahun 2018, angka ini masih jauh dari target nasional sebesar 80%. Salah satu faktor penting yang sering diabaikan dalam pendekatan kesehatan ibu dan anak adalah pengaruh sosial dan budaya. Tradisi pemberian makanan pra-laktasi seperti madu atau air gula, keyakinan religius atau adat yang menunda pemberian ASI, serta pengambilan keputusan, semuanya dapat IMD Studi di Pakistan dan India praktik-praktik semacam itu masih kerap ditemui dan berakar kuat pada nilai-nilai lokal. Bahkan di Indonesia sendiri, studi oleh Syam et al. menunjukkan bagaimana konsep budaya seperti AuperuAy dalam masyarakat Bugis-Bajo menjadi bagian dari filosofi menyusui, tetapi juga memperlihatkan adanya kesenjangan pemahaman antara tenaga kesehatan dan tokoh tradisional seperti dukun beranak . Lebih lanjut, intervensi berbasis budaya juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Sebuah studi di Mesir yang menggunakan pendekatan pemasaran sosial . ocial marketin. berhasil meningkatkan praktik IMD dan ASI eksklusif secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program menyusui sangat dipengaruhi ekasafitriyanti89@gmail. oleh sensitivitas terhadap nilai-nilai lokal . Secara global, pemberian IMD juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , terutama SDG 2 . dan SDG 3 . esehatan ibu dan ana. Di tingkat lokal, rendahnya capaian IMD dapat memperburuk angka stunting dan kematian neonatal, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas dan pengaruh budaya yang kuat. Beberapa kajian terdahulu telah mencoba menelaah faktor-faktor yang memengaruhi IMD. Sebagai contoh. Yuliastuti et al. dalam tinjauan literaturnya mengangkat sejumlah studi yang berfokus pada hubungan IMD dengan faktor fisiologis seperti suhu tubuh bayi, jenis pengetahuan ibu. Kajian ini memberi pemahaman penting mengenai efektivitas IMD dari sisi medis, tetapi masih terbatas dalam mengangkat dimensi sosial budaya secara mendalam. Sebaliknya. Sinaga dan Siregar review-nya menyebutkan bahwa budaya merupakan salah satu dari enam faktor yang menyebabkan rendahnya cakupan IMD dan ASI eksklusif. Namun, studi tersebut masih bersifat deskriptif dan belum membahas secara sistematis bagaimana bentuk dan kekuatan nilai-nilai budaya lokal memengaruhi keputusan ibu untuk melakukan IMD. Keduanya belum Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. memberikan eksplorasi yang menyeluruh terhadap bagaimana sistem kepercayaan, praktik adat, serta norma sosial menjadi determinan penting dalam keberhasilan praktik IMD . Keterbatasan dalam penelitian-penelitian review sebelumnya menjadi dasar perlunya dilakukan kajian sistematis yang secara khusus menyoroti aspek sosial budaya dalam praktik IMD. Belum adanya tinjauan sistematis yang secara eksplisit mengkaji pengaruh nilai, norma, dan praktik budaya terhadap pelaksanaan IMD menandakan masih adanya celah ilmiah yang perlu dijembatani. Selain itu, belum terdapat pemetaan yang komprehensif bentuk-bentuk berbasis budaya yang telah dilakukan dan sejauh mana efektivitasnya dalam mendukung pelaksanaan IMD. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada tinjauan literatur sistematis yang mendalami pengaruh sosial budaya terhadap praktik Inisiasi Menyusu Dini. Dengan pendekatan yang sistematis, penelitian ini tidak hanya akan pendukung budaya terhadap IMD, tetapi juga memberikan kontribusi baru dalam bentuk sintesis pengetahuan yang dapat digunakan untuk merancang intervensi edukasi kesehatan yang lebih kontekstual dan peka budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan cakupan IMD sebagai bagian dari strategi ekasafitriyanti89@gmail. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , khususnya dalam bidang nutrisi dan kesehatan ibu-anak. METODE Kajian ini dilaksanakan dan dilaporkan berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and MetaAnalyses (PRISMA) yang dikembangkan oleh Moher et al. Systematic Literature Review (SLR) merupakan metode penelitian yang komprehensif, melibatkan pencarian menyeluruh dan terstruktur terhadap studi-studi yang relevan, diikuti dengan evaluasi kritis dan sintesis hasil-hasil yang diperoleh . PRISMA memberikan panduan terperinci untuk melaksanakan SLR, termasuk dalam menyusun strategi pencarian, seleksi studi, ekstraksi data, serta sintesis informasi yang dikumpulkan . Pencarian Literatur Dalam penelitian ini, rumusan pertanyaan penelitian dilakukan secara sistematis efektivitas dalam proses penyaringan dan analisis literatur. Populasi yang menjadi fokus adalah ibu menyusui. Tidak ada kelompok pembanding. Hasil yang diharapkan mencakup pengaruh sosial IMD. Berdasarkan rumusan ini, pertanyaan utama penelitian adalah: Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. AuApa dampak sosial budaya terhadap pemberian Inisiasi Menyusu Dini?Ay Strategi Pencarian Pencarian literatur dilakukan secara menyeluruh di basis data Scopus dengan menggunakan kata kunci sebagai berikut: ("culture" OR "cultural") AND ("initial breastfeeding" OR "early initiation of breastfeeding"). Batasan pencarian ditentukan pada artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025, dan hanya dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Inklusi: A Studi yang membahas faktor sosial budaya dalam pemberian IMD A Artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. A Studi yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. A Studi dengan desain kuantitatif, kualitatif, atau campuran . Kriteria Eksklusi: A Artikel non-ilmiah atau opini. A Studi yang tidak relevan dengan topik atau populasi . isalnya, studi pada anak-anak atau laki-lak. A Studi dengan data yang tidak lengkap. Kriteria ini diterapkan untuk memastikan hanya studi yang relevan dan berkualitas tinggi yang disertakan dalam sintesis ekasafitriyanti89@gmail. Proses Screening dan Kelayakan Proses pendekatan PRISMA untuk menjamin transparansi dan sistematika dalam pemilihan artikel. Proses dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu screening dan eligibility, guna menyaring literatur yang Screening Pada tahap awal, pencarian di basis data Scopus menghasilkan 28 artikel yang sesuai dengan kata kunci. Screening awal dilakukan dengan membaca judul dan Studi yang tidak relevan, yang tidak ssecara spesifik membahas sosiall budaya dalam praktik IMD, dieliminasi. Hasilnya, 22 artikel masuk ke tahap Eligibility Pada tahap ini dilakukan telaah menyeluruh terhadap teks lengkap dari 22 artikel yang lolos screening. Artikel yang tidak dapat diakses secara penuh atau yang tidak memiliki metodologi yang jelas serta bersifat ulasan teoritis murni tanpa analisis berbasis data, dieliminasi. Hasil akhir dari tahap ini adalah 10 artikel yang layak untuk dianalisis lebih lanjut dalam sintesis Hasil seleksi ini ditampilkan dalam diagram PRISMA (Gambar . , yang memperlihatkan jumlah artikel yang diidentifikasi, disaring, dan akhirnya disertakan dalam analisis. Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Pendekatan ini memastikan bahwa hanya artikel yang benar-benar relevan dan berkualitas tinggi yang dimasukkan dalam kajian ini. Screening Identification Identification of studies via databases Records identified from*: Scopus . = . Records screened . = . Records excluded . ot relevan to social cultura. Reports sought for retrieval . = . Reports not retrieved . Included Reports assessed for eligibility . = . Studies included in review . = . Reports of included studies . = . Gambar 1. Diagram PRISMA ekasafitriyanti89@gmail. Reports excluded: Literatur reviews . = . MMAT score <3 . = . Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Penilaian Kualitas Studi (Quality Assessmen. Setelah tahap screening dan eligibility, studi yang telah lolos seleksi selanjutnya dinilai menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) untuk memastikan kualitas metodologi penelitian yang Penilaian kualitas merupakan tahap yang penting dalam Systematic Literature Review (SLR) mengidentifikasi studi dengan pendekatan yang valid dan dapat dipercaya, serta untuk menghindari bias dalam sintesis data. MMAT digunakan karena alat ini dapat menilai berbagai desain penelitian, termasuk penelitian kualitatif, kuantitatif . ksperimental dan non-eksperimenta. , serta metode campuran . Penilaian dilakukan dengan mengadaptasi 5 kriteria MMAT yang berbeda sesuai dengan desain metodologi studi. Studi kualitatif dinilai berdasarkan konsistensi analisis data dan transparansi metodologi, sementara studi kuantitatif eksperimental pengukuran dan kendali variabel. Studi metode campuran diperiksa dari aspek integrasi antara metode kuantitatif dan kualitatif serta bagaimana kedua metode tersebut saling melengkapi dalam menjawab pertanyaan penelitian. Setiap studi yang dinilai memperoleh skor 0-5, di mana skor tinggi menunjukkan kualitas yang lebih baik. Hasil penilaian kualitas studi dengan menggunakan MMAT ditampilkan dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Penilaian Kualitas Studi Menggunakan MMAT Author Muhammad Asim et al. Azniah Syam et Metwally et al. Tahun Desain Penelitian Mixed methods Kualitatif Debnath et al. Kuasi-eksperimen Mixed . ohort dan analisis Cross-sectional Hilary M. Wren et Usha Kiran Thirunavukarasu et al. Richard Kalisa et JP Majra & VK Silan Md. Rabiul Islam et al. Kriteria MMAT Quasieksperimental Cross-sectional Kualitatif (FGD) Mixed-methods . ekuensial ekasafitriyanti89@gmail. Keputusan Termasuk Termasuk Dikeluarkan Termasuk Termasuk Dikeluarkan Termasuk Termasuk Termasuk Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Author Samira Sami et Wondmeneh TG Ceylan SS & Cetinkaya B Sharma D et al. Siti Nurokhmah, et al Karim F et al. Minas Ganga-Limando Kohan S et al. Tahun Desain Penelitian Mixed-methods evaluasi pelatihan Mixed-Methods Kualitatif Kuantitatif Kuantitatif Kuantitatif Kuantitatif Kualitatif Berdasarkan tabel di atas, dua studi dengan skor di bawah 7 dikeluarkan dari analisis lebih lanjut, karena tidak memenuhi standar metodologi yang Dengan menerapkan MMAT sebagai metode quality appraisal, penelitian ini memastikan bahwa hanya studi dengan kualitas tinggi yang dianalisis dalam sintesis literatur, sehingga temuan yang diperoleh dapat lebih dapat diandalkan dan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan dan praktik berbasis bukti dalam bidang yang dikaji. HASIL DAN PEMBAHASAN Ekstraksi dan Sintesis Data Setelah tahap screening, eligibility, dan quality appraisal, tahap selanjutnya dalam Systematic Literature Review (SLR) adalah Tabel 2. Ekstraksi Data ekasafitriyanti89@gmail. Kriteria MMAT Keputusan Dikeluarkan Termasuk Termasuk Dikeluarkan Dikeluarkan Dikeluarkan Dikeluarkan Termasuk ekstraksi dan sintesis data dari studi yang telah terpilih. Tahap ini bertujuan untuk mengorganisasikan informasi utama dari setiap studi agar dapat dianalisis secara sistematis dan dibandingkan satu sama Proses Ekstraksi Data Ekstraksi mengumpulkan elemen-elemen penting dari 45 studi yang telah lolos seleksi. Informasi yang diekstraksi mencakup digunakan, populasi yang diteliti, intervensi atau fokus utama penelitian, hasil utama yang diperoleh, serta rekomendasi atau implikasi penelitian. Data ini disusun dalam mempermudah sintesis temuan. Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Desain Penelitian Author Populasi/Konteks Intervensi Mixed Ibu dan tenaga Pakistan Tidak analisis praktik prelakteal dan faktor budaya Azniah Syam et al. Kualitatif Masyarakat budaya BugineseBajo. Sulawesi Selatan Wawancara hamil, bidan, dan dukun bayi Debnath Mixed . ohort dan Ibu dan bayi baru lahir di pedesaan India Pemantauan Hilary M. Wren et al. Crosectional Ibu Mam-Mayan di Western Highlands Guatemala Observasi temascal, dan Richard Kalisa et al. Crosectional Ibu dan bayi di Mulago Hospital. Uganda Survei FGD, tidak ada JP Majra & VK Silan . Kualitatif (FGD) Perawat di institusi Haryana. India FGD Muhammad Asim et al. ekasafitriyanti89@gmail. Hasil Utama 7% bayi budaya dan Konsep AoperuAo ibu dan bayi IMD budaya dan Praktik terkait IMD. IMD. HIV , bedah Beban kerja kurang staf, dan praktik Implikasi Kebijakan menyusui perlu Nilai budaya lokal untuk kampanye Perlu intervensi kesehatan untuk hambatan sosial Program promosi menyusui perlu budaya lokal Tingkatkan bimbingan antedan rasionalisasi staf Rasionalisasi tenaga perawatan Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Author Md. Rabiul Islam et al. Wondmeneh TG . Ceylan SS & Cetinkaya Kohan S et al. Desain Penelitian Mixedmethods . ekuensial Populasi/Konteks Pekerja RMG. Dhaka. Bangladesh Intervensi Survei, analisis faktor MixedMethods Ibu dengan anak <2 tahun di Dubti. Afar. Etiopia Edukasi Kualitatif Perawat bersalin di rumah sakit ramah bayi di Turki Wawancara hambatan IMD Kualitatif Ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan di Iran Eksplorasi Tinjauan literatur ini mencakup 10 studi yang telah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, eksklusi, serta penilaian kualitas. Studi-studi yang dianalisis berasal dari berbagai jurnal akademik yang membahas pengaruh sosia Proses Sintesis Data Praktik menyusui di berbagai negara berkembang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, dan struktural yang saling terkait. Berdasarkan hasil sintesis ekasafitriyanti89@gmail. Hasil Utama IMD. medis, dan 36% praktik pre-laktasi. budaya kuat. persalinan di fasilitas dan Hambatan: staf rendah Dukungan dan budaya Implikasi Perlu laktasi di pabrik, kebijakan pekerja Perlu berbasis budaya dan peningkatan Perlu hambatan budaya dan lingkungan Intervensi menyeluruh untuk budaya terhadap praktik IMD. Distribusi bahwa mayoritas studi menggunakan desain mixed method dan kualitatif . = 4, 40%), diikuti oleh cross=sectional . = 2, 20%). terhadap sepuluh artikel, terdapat empat tema utama yang dapat dirumuskan untuk faktor-faktor menyusui, khususnya terkait inisiasi Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. menyusu dini (IMD), pemberian prelaktal, dan pemberdayaan ibu menyusui. Pengaruh Nilai dan Kepercayaan Budaya terhadap Praktik Menyusui Beberapa studi menekankan bahwa kebiasaan dan norma tradisional sangat memengaruhi keputusan ibu dalam memulai dan mempertahankan pemberian ASI. Di Pakistan. Asim et al. menemukan bahwa 64,7% bayi menerima makanan prelaktal, yang erat kaitannya dengan norma budaya dan sosial yang masih kuat dalam masyarakat. Hal serupa juga ditemukan oleh Wren et al. yang mengobservasi praktik budaya masyarakat Mam-Mayan di Guatemala, di mana budaya lokal dan ritual seperti temascal turut memengaruhi frekuensi menyusui dan pertumbuhan bayi. Di India. Debnath et al. mencatat bahwa hanya 47% bayi yang mendapatkan IMD karena hambatan yang muncul dari kepercayaan budaya dan pengaruh keluarga . Bahkan, dalam konteks budaya Indonesia. Azniah Syam et al. mengungkapkan bahwa dalam Buginese-Bajo, filosofi AoPeruAo yang secara positif mendasari hubungan emosional antara ibu dan bayi. Ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi penghambat maupun potensi untuk mendukung kampanye menyusui. Karena itu, nilai-nilai budaya lokal sebaiknya tidak diabaikan, melainkan ekasafitriyanti89@gmail. pendekatan promotif dan preventif dalam promosi menyusui . Hambatan Sistem Kesehatan dan Tenaga Medis Studi oleh Kalisa et al. di Uganda menunjukkan bahwa 31,4% ibu mengalami penundaan IMD yang berkaitan dengan status HIV , persalinan sesar, serta kurangnya bimbingan pralahir . India. Majra dan Silan . mencatat bahwa beban kerja tinggi dan keterbatasan staf menjadi hambatan signifikan dalam memberikan dukungan menyusui yang memadai . Hambatan ini juga dikonfirmasi oleh Ceylan dan Cetinkaya . di Turki yang melaporkan bahwa pengetahuan staf rumah sakit tentang IMD masih rendah, diperburuk oleh budaya patriarki, kurangnya privasi di ruang bersalin, serta dominasi tradisi keluarga. Permasalahan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program menyusui juga sangat bergantung pada kesiapan sistem layanan kesehatan dan kapasitas tenaga kesehatannya . Faktor Sosial Dukungan Lingkungan Kohan et al. dalam studinya di Iran menyimpulkan bahwa dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial yang mendukung akan memperkuat pemberdayaan ibu dalam menyusui . Di sisi lain. Rabiul Islam et al. menyoroti kendala yang dihadapi oleh Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. pekerja pabrik garmen di Bangladesh, di mana hanya 40% yang berhasil melakukan IMD. Faktor penghambat meliputi lingkungan kerja yang tidak mendukung, serta tidak tersedianya fasilitas laktasi. Studi ini menekankan pentingnya pelibatan pemangku kepentingan di tempat kerja dalam menyediakan lingkungan yang ramah terhadap ibu menyusui . Peran Intervensi Kesehatan dan Edukasi Dalam studi di Etiopia oleh Wondmeneh , intervensi berupa edukasi SIMPULAN Tinjauan kompleksitas faktor sosial budaya yang memengaruhi praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di berbagai konteks global, khususnya di negara-negara berkembang. Hasil sintesis data dari sepuluh studi yang dianalisis mengungkapkan bahwa norma, nilai, dan praktik budaya merupakan determinan utama yang dapat berfungsi sebagai penghambat maupun pendukung keberhasilan IMD. Kepercayaan terhadap praktik prelaktal, pengaruh keluarga dalam pengambilan keputusan, serta dominasi budaya patriarki merupakan contoh hambatan yang sering muncul. Namun, di sisi lain, terdapat pula nilai-nilai lokal yang memperkuat makna menyusui secara emosional dan spiritual, sebagaimana ditemukan dalam filosofi "peru" pada ekasafitriyanti89@gmail. mengurangi praktik pemberian prelaktal dan meningkatkan angka persalinan di fasilitas kesehatan . Demikian pula. Debnath et al. menegaskan bahwa intervensi sistematis yang mencakup edukasi dan keterlibatan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mengatasi hambatan menyusui yang bersumber dari faktor sosial dan budaya. Intervensi edukatif tidak hanya perlu ditujukan kepada ibu, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas agar tercipta lingkungan yang suportif terhadap praktik menyusui optimal . masyarakat Bugis-Bajo. Di luar aspek studi-studi struktural dalam sistem kesehatan, seperti rendahnya kapasitas tenaga medis dan beban kerja tinggi, turut memengaruhi pelaksanaan IMD. Faktor lain yang krusial adalah dukungan dari keluarga dan lingkungan kerja, yang terbukti dapat memberdayakan ibu untuk menyusui. Intervensi berbasis edukasi komunitas yang bersifat partisipatif dan kontekstual telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan angka IMD, dengan syarat pendekatan medis dengan pemahaman budaya lokal. Temuan-temuan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang bagaimana konteks sosial dan budaya membentuk perilaku Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. menyusui, serta menegaskan perlunya merancang program promosi menyusui. Dari sisi teori, hasil kajian ini memperkuat kerangka berpikir interseksional yang mengaitkan faktor individu, keluarga, institusi, dan budaya sebagai kesatuan yang saling memengaruhi. Dari sisi praktik, temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan dan program kesehatan ibu dan anak, khususnya yang berkaitan dengan IMD, sebaiknya tidak hanya fokus pada intervensi klinis, tetapi juga menyentuh aspek sosial kultural yang melekat pada kehidupan masyarakat. Implementasi program berbasis budaya, pelatihan tenaga kesehatan yang peka terhadap nilai lokal, serta penyediaan lingkungan kerja yang ramah bagi ibu menyusui adalah beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan dan pelaku program. Namun demikian, kajian ini memiliki beberapa keterbatasan. Meskipun telah dilakukan seleksi yang ketat terhadap literatur yang dianalisis, cakupan artikel terbatas pada publikasi dalam bahasa Inggris dan Indonesia dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Beberapa studi juga memiliki keterbatasan dalam data empiris dan cenderung deskriptif, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Selain itu, fokus kajian yang dominan pada negara-negara berkembang menyebabkan kurang terwakilinya konteks ekasafitriyanti89@gmail. budaya dari wilayah lain yang mungkin memiliki dinamika berbeda. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian di masa depan dapat diarahkan pada eksplorasi intervensi berbasis budaya yang dikembangkan secara partisipatif di longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang praktik IMD, serta analisis memperoleh gambaran yang lebih holistik mengenai pengaruh sosial budaya terhadap menyusui. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ditujukan kepada tim pendukung yang mendukung kelancaran dalam proses literatur review ini. DAFTAR PUSTAKA