PENGARUH UPAH KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN YANG DIMEDIASI OLEH MASA KERJA DI BIDANG JASA LAUNDRY KABUPATEN BULELENG (STUDI KASUS JASA LAUNDRY DI DESA KAYU PUTIH) Ketut Sudarnaya1. Luh Putu Desna Sri Nataliani2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma Singaraja Jln. Yudistira No. Kendra. Kec. Buleleng. Bali Telp. E-mail : sudarnaya@gmail. com (Korespondin. Submit: 24 Juni 2025 Review: 19 Oktober 2025 Publish: 26 Oktober 2025 Abstract: This study aims to examine the effect of wages on employee performance mediated by length of service in the laundry service sector in Kayuputih Village. Sukasada District. Buleleng Regency. This research used a quantitative approach with a sample of 31 employees from various laundry businesses. Data were collected using a questionnaire. The data analysis technique used is Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. The results show that wages do not have a significant direct effect on employee performance . = 0. p = 0. However, wages have a significant effect on length of service . = 7. p = 0. , and length of service significantly affects employee performance . = 3. p = 0. Furthermore, length of service significantly mediates the effect of wages on performance . = 2. p = 0. , indicating full mediation. The findings conclude that increasing wages helps retain employees for a longer period, which indirectly improves their performance. Therefore, business owners are advised to focus not only on fair wage policies but also on long-term employee retention strategies. Keywords: Wages. Length of Service. Employee Performance. Mediation. Laundry Business Sektor jasa sebagai unsur dari keseluruhan struktur lingkungan ekonomi kontemporer. Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, sektor jasa berkembang pesat karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Jasa pencucian pakaian atau laundry menjadi satu dari sekian banyaknya bidang jasa yang mengalami perkembangannya yang pesat. Industri jasa laundry di Kabupaten Buleleng mengalami percepatan pertumbuhan yang cepat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sejalan dengan melonjaknya permintaan dari masyarakat terhadap layanan kebersihan yang cepat dan praktis. Namun, tidak sedikit pelaku usaha laundry yang menghadapi tantangan besar yang dihadapi oleh pelaku usaha, terutama dalam manajemen sumber daya manusia. Upah kerja sebagai satu dari sekian manajemen tenaga kerja. Di sektor jasa seperti laundry, di mana kinerja karyawan secara langsung memengaruhi kualitas pemberian upah yang layak menjadi sangat krusial. Karyawan laundry dituntut untuk bekerja secara cepat, teliti, dan dalam kondisi kerja yang relatif berat, seperti lingkungan panas dan beban kerja fisik tinggi. Dengan biasanya mempunyai pengalamannya dalaam kerja yang lebih tinggi, pemahaman yang lebih baik pada prosedur operasional, serta loyalitas yang lebih kuat terhadap tempat kerja. Sehingga, masa kerja dapat berperan menjembatani hubungan antara upah dan Desa Kayuputih, yang terletak di Kecamatan Sukasada, menjadi salah satu wilayah yang tumbuh pesat karena berada pada jalur strategis antara kawasan wisata Lovina dan pusat kota Singaraja. Usaha laundry di wilayah ini tidak hanya Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Oleh Masa Kerja di Bidang Jasa Laundry Kabupaten Buleleng (Studi Kasus Jasa Laundry Di Desa Kayu Puti. (Ketut Sudarnaya. Luh Putu Desna Sri Natalian. melayani kebutuhan rumah tangga, tetapi juga melayani permintaan dari hotel, villa, dan restoran. Berdasarkan pengumpulan data awal yang dilakukan peneliti pada tahun 2025, diketahui bahwasanya di Desa Kayuputih terdapat lima unit usaha laundry yang beroperasi secara aktif, yakni Cantik Laundry. Ayodya Laundry. King Laundry. Putri Laundry, dan Agung Laundry. Kelima usaha ini secara keseluruhan mempekerjakan 31 orang tenaga kerja, yang terbagi atas pekerja tetap maupun tidak tetap. kepada karyawan dan dampaknya terhadap kinerja tenaga kerja. Rendahnya tingkat upah kerja di sebagian besar usaha laundry menjadi perhatian khusus dalam penelitian ini. Berdasarkan data yang dihimpun, rerata upah karyawan laundry di Desa Kayuputih berkisar antara Rp1. 000 hingga Rp3. 000, tergantung dari masa kerja maupun kapasitas usaha. Data lebih lengkap mengenai jumlah karyawan dan rerata upah di masing-masing unit usaha disajikan ke dalam tabel berikut: kerja di atas 1 tahun. Rerata gaji yang diberikan adalah Rp 1. Cantik Laundry juga memiliki 3 orang karyawan, dengan komposisi 2 orang memiliki masa kerja 1 tahun, dan 1 orang di bawah 1 tahun. Rerata gaji yang diberikan adalah Rp1. Agung Laundry adalah usaha laundry dengan skala paling besar di Desa Kayuputih, dengan jumlah karyawan mencapai 16 orang. Rerata gaji yang diterima karyawan Agung Laundry Rp2. dibandingkan dengan empat usaha Dari data tersebut, terlihat memberikan upah di bawah Rp 2. bahkan masih ada yang di kisaran Rp Apabila dibandingkannya dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Buleleng tahun 2025 yang berada di kisaran Rp 2. maka dapat disimpulkan bahwasanya sebagian besar usaha laundry di Desa Kayuputih memberikan upah di bawah Turnover karyawan yang tinggi bukan hanya menjadi indikator berdampak langsung pada stabilitas operasional dan kualitas layanan. Berikut ini adalah data turnover karyawan yang berhasil dihimpun oleh peneliti: Berdasarkan data diatas, tercatat ada lima unit usaha laundry aktif di Desa Kayuputih. King Laundry merupakan usaha menengah dengan jumlah karyawan sebanyak 5 orang. Karyawan di usaha ini umumnya memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun. Rerata gaji yang diberikan King Laundry mencapai Rp 1. Ayodya Laundry memiliki 4 orang karyawan, dengan masa kerja bervariasi, yaitu 2 orang dengan masa kerja di bawah 1 tahun, dan 2 orang lainnya di atas 1 tahun. Rerata gaji yang diberikan adalah Rp1. Nonik Laundry mempekerjakan 3 orang karyawan, seluruhnya memiliki masa Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Oleh Masa Kerja di Bidang Jasa Laundry Kabupaten Buleleng (Studi Kasus Jasa Laundry Di Desa Kayu Puti. (Ketut Sudarnaya. Luh Putu Desna Sri Natalian. Berdasarkan data diatas, turnover karyawan pada lima usaha laundry selama tiga tahun terakhir, ditemukan bahwasanya seluruh unit usaha mengalami pergantian tenaga kerja dengan tingkat yang Tingkat turnover yang terjadi di King Laundry sebesar 60% menunjukkan adanya pergantian tenaga kerja yang cukup signifikan, meskipun tidak ekstrem. Dengan jumlah karyawan yang tetap stabil dan adanya karyawan yang telah bekerja selama tiga tahun, usaha ini masih memiliki struktur kerja yang relatif stabil. Ayodya Laundry turnover yang cukup tinggi, yakni 88,89% dalam tiga tahun terakhir. Seluruh tenaga kerja yang saat ini aktif merupakan karyawan baru dengan masa kerja < 3 Kondisi ini mencerminkan tingginya dinamika keluar-masuk karyawan yang dapat berdampak pada ketidakstabilan Turnover sebesar 100% di Nonik Laundry mengindikasikan bahwasanya ssemua karyawan yang bekerja hingga sekarang ialah tenaga kerja baru. Tidak adanya kesinambungan pengalaman kerja menjadi tantangan besar bagi usaha ini. Manajemen harus melakukan pelatihan berulang kali, dan tidak ada karyawan lama yang bisa dijadikan rujukan oleh tenaga kerja baru. Dengan tingkat turnover 85,71%. Cantik Laundry masih memiliki satu karyawan lama yang bekerja selama tiga tahun. Keberadaan karyawan ini dapat membantu dalam menjaga kesinambungan pengetahuan kerja dan membimbing rekanrekan baru. Agung Laundry mencatat tingkat turnover yang sangat tinggi, yaitu 96,97%. Hampir seluruh karyawannya merupakan tenaga kerja baru, dengan hanya satu orang yang mempunyai masa kerja < 3 tahun. Dampak dari kondisi ini sangat terasa, terutama dalam hal peningkatan biaya pekerjaan, serta penurunan efisiensi kerja. Tingginya turnover juga berkonsekuensi terhadap efisiensi operasional. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Dalam penelitian oleh Marsinah Hatidah bahwasanya upah berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, di mana peningkatan kinerja. Namun, penelitian lain oleh Novrizal Adlani . dalam skripsinya menunjukkan bahwasanya upah kurang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja, sementara masa kerja mempunyai pengaruhnya yang Penelitian oleh Nursaidah . bahwasanya masa kerja tidak mempunyai sementara upah mempunyai pengaruhnya dengan tinggi maupun positif. Hal ini menunjukkan bahwasanya antara upah, masa kerja, maupun kinerja karyawan bersifat rumit dan dapat berbeda-beda tergantung pada konteks industri dan lokasi. METODE Lokasi penelitian ini ditetapkan di Desa Kayu Putih. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh karyawan pada usaha laundry di Kabupaten Buleleng khususnya di Desa Kayu Putih yang berjumlah 31 orang. Studi ini menggunakan sensus atau sampling jenuh. maka seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. HASIL Berdasarkan tabel 5. 1 diatas dilihat menunjukkan seluruh responden mengisi kuesioner dengan baik dan lengkap, tanpa adanya yang kosong atau tidak lengkap. Ini berarti bahwasanya seluruh data yang dikumpulkan valid dan layak digunakan untik analisis lebih lanjut dengan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Oleh Masa Kerja di Bidang Jasa Laundry Kabupaten Buleleng (Studi Kasus Jasa Laundry Di Desa Kayu Puti. (Ketut Sudarnaya. Luh Putu Desna Sri Natalian. menggunakan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) Berdasarkan Tabel 5. 4 diatas dapat dilihat bahwasanya nilai Outer Loading semua indikator variabel Upah Kerja (UK). Masa kerja (MK) dan Kinerja Karyawan (KK) lebih besar dari 0. 70, sehingga semua indikator dinyatakan memiliki validitas yang baik untuk menjelaskan variabel latennya. Berdasarkan Tabel 5. 5 diatas dapat dilihat bahwasanya nilai AVE untuk setiap variabel yaitu Kinerja Karyawan . Masa Kerja . , dan Upah Kerja . Seluruh nilai AVE setiap variabel diatas hal ini menandakan bahwasanya masing-masing Discriminant Validity yang baik dan mampu membedakan konstruk yang diukur dari konstruk lainnya. Berdasarkan tabel 5. 6 diatas dapat dilihat nilai Composite Reliability Kinerja Karyawan sebesar . dan nilai CronbachAos Alpha sebesar . Masa Kerja memiliki nilai Composite Reliability sebesar . dan nilai CronbachAos Alpha sebesar . , dan Upah Kerja memiliki Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. nilai Composite Reliability sebesar . dan nilai CronbachAos Alpha sebesar . Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya nilai Composite Reliability dan CronbachAos Alpha dari setiap variabel laten yaitu > 0. sehingga model dinyatakan memiliki reabilitas yang tinggi. Berdasarkan Tabel 5. 7 diatas menunjukkan Kinerja Karyawan memiliki nilai R Square sebesar . yang berarti sebesar 58,8% variasi dalam Kinerja Karyawan dapat dijelaskan oleh kombinasi variabel Masa Kerja dan Upah Kerja. Ini menunjukkan model memiliki kemampuan prediksi yang cukup baik dan dapat diandalkan . sedangkan Masa Kerja memiliki nilai R Square sebesar 413 yang artinya 4. 13% variasi dalam Masa Keja dijelaskan oleh Upah Kerja. Perhitungan Q2 diatas menunjukkan bahwasanya besarnya keragaman variabel endogen dari data penelitian yang dapat dijelaskan oleh model strktural adalah dari hasil tersebut terlihat bahwasanya sebesar 24. 2% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil perhitungan Q2 sebesar 758 . Berdasarkan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Oleh Masa Kerja di Bidang Jasa Laundry Kabupaten Buleleng (Studi Kasus Jasa Laundry Di Desa Kayu Puti. (Ketut Sudarnaya. Luh Putu Desna Sri Natalian. menunjukkan bahwasanya hasil analisis dari Path Coefficient antara lain: Upah Kerja terhadap Kinerja Karyawan memiliki nilai koefisien parameter hubungan yang lemah. Upah Kerja terhadap Masa Kerja memiliki nilai koefisien parameter 642 yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan cukup kuat. Masa Kerja terhadap Kinerja Karyawan memiliki nilai koefisien parameter 639 yang menunjukkan adanya pengaruh positif Berdasarkan menunjukkan bahwasanya hasil analisis dari uji hipotesis antara lain: Upah Kerja tidak pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien parameter Nilai P-Values sebesar 391 > 0. 05, dengan nilai T-Statistik 858 < 1. -tabe. Upah Kerja berpengaruh signifikan terhadap Masa Kerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien parameter sebesar Nilai P-Values sebesar 0. 05, dengan nilai T-Statistik sebesar 345 > 1. -tabe. Masa Kerja Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien parameter Nilai P-Values sebesar 000 < 0. 05, dengan nilai T-Statistik 612 > 1. -tabe. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Berdasarkan tabel 5. 10 diatas uji efek mediasi dari variabel Masa Kerja dalam hubungan antara Upah Kerja dan Kinerja Karyawan. Hasilnya menunjukkan bahwasanya terdapat nilai efek mediasi signifikan, dengan nilai t sebesar 2. 864 dan p value 0. Dengan jenis mediasi yang terjadi yaitu Mediasi Penuh ditunjukkan dengan nilai pengaruh langsung yakni nilai t-statistik sebesar 0. 858 dan p-value sebesar 391 yang berarti pengaruh langsung tidak signifikan, sedangkan pengaruh tidak langsung dengan nilai t-statistik sebesar 2,864 dan p-value sebesar 0,004 yang berarti pengaruh tidak langsung signifikan. PEMBAHASAN Hasil bahwasanya Upah Kerja berpengaruh signifikan terhadap Masa Kerja. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t-statistik sebesar 345 > 1. 699 dan p-value sebesar 0. ini berarti hipotesis kedua diterima. Hal ini dikarenakan karyawan merasa bahwasanya mereka dibayar dengan adil, mereka cenderung lebih fokus dan berkomitmen pada pekerjaan, yang artinya karyawan akan termotivasi untuk bertahan di perusahaan dalam jangka panjang Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan Upah Kerja berpengaruh signifikan terhadap Masa Kerja (Kumbadewi et al. dan penelitian oleh Fitri & Damayanti . menyatakan bahwasanya upah yang sesuai akan memperpanjang masa kerja karena menciptakan rasa puas. Hasil bahwasanya Masa Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan . Hal ini ditunjukkan dengan nilai t-statistik 612 > 1. 699 dan p-value sebesar 000 < 0. ini berarti hipotesis ketiga Hal ini dikarenakan Karyawan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Oleh Masa Kerja di Bidang Jasa Laundry Kabupaten Buleleng (Studi Kasus Jasa Laundry Di Desa Kayu Puti. (Ketut Sudarnaya. Luh Putu Desna Sri Natalian. dengan masa kerja yang lebih panjang cenderung memiliki keterampilan yang lebih matang, pemahaman yang lebih baik produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan yang baru bergabung (Ivana. Rozi, & Wahyudi, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan Masa Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Jayanti & Dewi, 2. Karyawan laundry yang telah bekerja lebih dari 1Ae2 tahun cenderung lebih menguasai proses kerja, memiliki ketahanan terhadap tekanan kerja, dan menunjukkan efisiensi lebih baik dalam menyelesaikan tugas dibandingkan karyawan baru. Hal ini sesuai dengan karakteristik responden yang mayoritas memiliki masa kerja 1Ae3 tahun . %). Uji bahwasanya Masa Kerja memediasi secara signifikan pengaruh Upah Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan jenis mediasi Hal ini dilihat dari nilai pengaruh Nilai t-statistic sebesar 2,864 dan p-value sebesar 0,004. Dengan jenis mediasi yang terjadi yaitu Mediasi Penuh ditunjukkan dengan nilai pengaruh langsung yakni nilai tstatistik sebesar 0. 858 dan p-value sebesar 391 yang berarti pengaruh langsung tidak signifikan, sedangkan pengaruh tidak langsung dengan nilai t-statistik sebesar 2,864 dan p-value sebesar 0,004 yang berarti pengaruh tidak langsung signifikan. Dapat disimpulkan bahwa variabel Masa Kerja memediasi hubungan antara Upah Kerja terhadap Kinerja karyawan, yang berarti dimana upah kerja tidak secara langsung memengaruhi kinerja karyawan . engaruh langsun. melainkan melalui masa kerja . engaruh tidak langsun. , sehingga hipotesis ini diterima. Hal ini sesuai dengan panduan uji mediasi oleh Basuki . Hasil ini konsisten dengan penelitian Sari & Darmaputra . yang menyatakan bahwasanya masa kerja memperkuat hubungan antara upah dan kinerja. Penelitian Rizqo et al. juga menyatakan Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. bahwasanya karyawan yang bertahan lebih lama memiliki peluang lebih besar untuk SIMPULAN Upah kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan pada usaha laundry di Desa Kayuputih. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng. Hal ini menunjukkan bahwasanya karyawan tidak semata-mata meningkatkan kinerja karena upah, tetapi lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti masa kerja, motivasi dan loyalitas Upah kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap masa kerja karyawan. Semakin tinggi atau layak upah yang diberikan, semakin besar kecenderungan karyawan untuk bertahan lebih lama dalam Masa kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Karyawan dengan masa kerja yang lebih panjang menunjukkan kinerja yang lebih baik karena telah memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap alur kerja, standar operasional, dan kebutuhan pelanggan. Masa kerja memediasi secara signifikan pengaruh upah kerja terhadap kinerja karyawan. Artinya, meskipun upah tidak berdampak langsung pada kinerja, upah tetap memiliki pengaruh tidak langsung melalui masa kerja. DAFTAR RUJUKAN Alawiyah. Pengaruh Gaji. Masakerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Platform Riset Mahasiswa Akuntansi, 1. , 102111. Astuti. Pengaruh Kompetensi. Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Motivasi Sebagai Intervening (Studi Empiris Pada Karyawan Universitas Muhammadiyah ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Oleh Masa Kerja di Bidang Jasa Laundry Kabupaten Buleleng (Studi Kasus Jasa Laundry Di Desa Kayu Puti. (Ketut Sudarnaya. Luh Putu Desna Sri Natalian. Magelan. (Doctoral dissertation. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Magelan. Azhari. , & Ramadhanti. Pengaruh Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Tim Field Coaxial Engineering Pt. Xyz Di Zona 1 Regional Central Jakarta Selatan. Jurnal Manajemen, 11. Fitriani. Hendri. , & Damayanti. Pengaruh Masa Kerja dan Gaji Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT. Matahari OPI Mall Palembang. Jurnal Media Wahana Ekonomika, 18. , 402411. Hidayat. Pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Jurnal Ilmu Manajemen (JIMMU), 6. Ilham. Peran Pengalaman Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan: Suatu Tinjauan Teoritis Dan Empiris. Jmm Unram-Master of Management Journal, 11. , 13-20. Isnaini. Sunuharyo. , & Aini. Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan variabel mediator Organizational Citizenship Behavior (OCB)(Studi pada karyawan Hotel Sahid Montana Malan. Jurnal Administrasi Bisnis, 61. , 100-108. Ivana. Rozi. , & Wahyudi. Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Masa Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt Kemakmuran Jaya Mandiri. Jurnal Manajemen Kemakmuran, 2. , 199- 211. Jamaludin. Widiarto. Sutina, & Jumaeroh. Pengaruh Usia Dan Masa Kerja Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Di Pt Galva Kami Industry. Jurnal Sosio Ekons, 16. , 147Ae155. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Jayanti. , & Dewi. Dampak Masa Kerja. Pengalaman Kerja. Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. JEMBA: Jurnal Ekonomi Pembangunan. Manajemen & Bisnis. Akuntansi, 1. , 75-84. Kurnia. ,Wahab,A. ,& Leu,U. Tinjauan ekonomi Islam atas sistem pengupahan karyawan Home Industry Meubel. Jurnal Iqtisaduna, 4. , https://doi. org/10. 24252/iqtisaduna 5540 (Diakses Tanggal 21 Januari 2025. Laia. Pengaruh Upah Dan Insentif Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Di Kantor Camat Mazino Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan, 5. , https://jurnal. id/ind php/jim/article/view/608 (Diakses Tanggal 20 Januari 2. Lube. Kalangi. , & Tolosang. Analisis pengaruh upah minimum dan PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Bitung. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21. , 1-10. Marsinah. , & Hatidah. Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Sejahtera Bersama. MAMEN (Jurnal Manajeme. , 1. , 554Ae Nursaidah. Pengaruh Upah Dan Masa Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja (Studi Kasus Pada Pabrik Cv Hikmah Surabaya Arang Campalagia. (Doctoral Dissertation. Universitas Rizqon. Segati. , & Mumtaza. ANALISIS PENGARUH UPAH DAN MASA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN. Jurnal Khazanah Ulum Ekonomi Syariah (JKUES), 6. , 1-18. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Upah Kerja Terhadap Kinerja Karyawan yang dimediasi Oleh Masa Kerja di Bidang Jasa Laundry Kabupaten Buleleng (Studi Kasus Jasa Laundry Di Desa Kayu Puti. (Ketut Sudarnaya. Luh Putu Desna Sri Natalian. Robbins. , & Judge. Perilaku Organisasi . Jakarta: Salemba Empat. Sari. , & Darmaputra. F, . Pengaruh Upah. Motivasi Kerja. Dan Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di UD Cahaya Anisa Desa Kuwawur Kabupaten Pati. Jurnal Spirit Edukasia, 2. , 97-108. Sasmitasari. Hidayat. , & Irwan. Peran Motivasi Dalam Memediasi Upah Dan Insentif Dalam Peningkatan Kualitas Kerja Karyawan. Cash Flow : Jurnal Manajemen, 2. ,360-370 Shintia. , & Abbas. Penetapan Upah Minimum Di Provinsi Aceh. Jurnal Justisia: Jurnal Ilmu Hukum. Perundang-Undangan Dan Pranata Sosial, 3. , 164-182. Supriyatna. Tingkat Pendidikan Dan Masa Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt Prima Makmur Rotokemindo. Jurnal Manajemen, 10. , 47-60. Syahputri. Della Fallenia. , & Syafitri. Kerangka Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pengajaran, 2. , 1601. https://jurnal. id/index. arbiyah/article/view/25/20 (Diakses tanggal 3 Februari 2. Tamba. Pengaruh Upah. Pendidikan. Usia, dan Masa Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Produksi Unit Pakan Ternak KUD Sumber Makmur Ngantan. (Doctoral dissertation. Universitas Brawijay. Taufik. Agustus . Memahami inner model: Model struktural dalam SMART PLS. Accounting Binus University. Diakses tanggal 17 Februari https://accounting. id/2021/ Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. 08/12/memahami-inner-modelmodel-struktural-dalam-smart-pl Taufik. Agustus . Memahami uji outer model: Pengukuran bagian luar dalam SMART PLS. Accounting Binus University. Diakses tanggal 17 Februari https://accounting. /2021/08/12/memahami-uji-outermodel-pengukuran-bagian-luardalam-smart-pls/ Zainuddin Iba. , & Wardhana. Metode Penelitiani. CV. Eureka Media Aksara ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356