E-ISSN : 2797-1910 Vol. No. Desember 2024. Hlm. DOI: 10. 37274/ukazh. Pendekatan Connectivisme Theory dalam pembelajaran Maharah Kalam berbasis Digital Visual Literacy (DVL) Hajar Nurma Wachidah Universitas Islam Majapahit Mojokerto. Indonesia hajarnurma@unim. Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dalam menemukan pembelajaran yang menarik dan signifikan sesuai era digital dalam mengembangkan kemampuan literasi bahasa Arab mahasiswa melalui pendekatan connectivisme. Dengan merumuskan dan menyusun bahan ajar berbasis literasi visual untuk mendukung pencapaian tujuan pengajaran maharah kalam yang ingin dicapai dapat berjalan secara sistematis. Metode kualitatif serta model analisis Spradley digunakan dalam penelitian ini dengan 78 koresponden di Universitas Islam. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pendekatan connectivism pembelajaran daring dipandang sebagai penghubung antara pendidik dan mahasiswa karena memudahkan dalam berbagi ilmu dengan bahan ajar digital yang mendukung kegiatan belajar mengajar sehingga terjalin hubungan yang erat melalui Internet of things (IoT). Keberagaman dalam pendekatan konektivisme memandang bahwa pembelajaran bahasa Arab khususnya maharah kalam terasa unik dan bermanfaat bagi semua kalangan, hal ini dikarenakan fitur-fitur yang ditampilkan dalam media bahan ajar digital literasi visual telah dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah menjadi sangat menarik dan mudah diakses pada website. Kata kunci : onnectivisme Theory. Maharah Kalam. Digital Visual Literascy Abstract This research is intended to contribute to finding interesting and significant learning according to the digital era in developing students' Arabic literacy skills through the connectivism approach. formulating and compiling visual literacy-based teaching materials to support the achievement of maharah kalam teaching objectives to be achieved can run systematically. Qualitative methods as well as Spradley's analysis model were used in this study with 78 correspondents in Islamic University. The results stated that the Connectivism Approach of online learning is seen as a connection between educators and students because it makes it easier to share knowledge with digital teaching materials that support teaching and learning activities so that there is a close relationship through the Internet of things (IoT). Diversity in the connectivism approach views that learning Arabic, especially maharah kalam, feels unique and useful for all groups, this is because the features displayed in the visual literacy digital teaching material media have been made by the lecturer in charge of the course very interesting and easy to access on the website. Keywords: Connectivisme Theory. Maharah Kalam. Digital Visual Literascy Diserahkan: 19-10-2024 Disetujui: 20-11-2024. Dipublikasikan: 28-12-2024 Wachidah PENDAHULUAN Sebagai diperlukanpenelitian secara khusus tentang pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis digital visual literacy pada prodi Pendidikan Agama Islam. Pasalnya menurut mayoritas peserta didik pembelajaran bahasa Arab lebih sukar dipelajari dengan adanya kaidah-kaidah nahwu dan sharaf yang harus dikaji secara terperinci. Tentu saja produkproduk hasil penelitian terdahulu dapat dianggap sebagai konsep teoritik maupun aplikasi praktis dari pengembangan metode pembelajaran di berbagai perguruan tinggi Islam. Namun, peneliti lebih jauh berupaya mengembangkan bahan ajar secara detail dan mendalam di lembaga pendidikan. Yang menjadi problematika dalam pembelajaran bahasa Arab adalah stigma peserta didik bahwa bahasa Arab sulit untuk dipelajari dan ketika pembelajaran keterampilan berbicara . aharah kala. berlangsung tidak dapat tersampaikan dengan baik dengan alokasi waktu yang terbatas. Sedangkan keterampilan berbicara . aharah kala. bahasa Arab diperlukan waktu lebih banyak untuk memahami kosa kata dan kalimat sesuai kaidah bahasa Arab guna meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab. Kedua, minimnya literasi yang diberikan pendidik melalui metode pembelajaran yang cenderung monoton atau konvensional membuat peserta didik jemu. Hal ini diperlukan media pembelajaran yang flexibel dengan akses yang mudah dengan bantuan teknologi digital guna mempermudah peserta didik dalam mengakses dan memepelajari materi tanpa harus fokus pada satu literasi saja. Penelitian ini dimaksudkan untuk berkontribusi dalam menemukan unsur-unsur atau model pembelajaran yang menarik dalam pengembangan kemampuan literasi peserta didik, dengan merumuskan dan menyusun bahan ajar berbasis visual literasi guna menunjang tercapainya tujuan pengajaran maharah kalam yang hendak dicapai, dengan materi pelajaran yang disediakan dapat berjalan secara sistematis. Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi yang bertujuan untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan dan keinginan pada orang lain. Wachidah. Temuan penelitian ini juga diharapkan menghasilkan media yang efektif berupa bahan ajar bahasa Arab khususnya bidang pendidikan agama Islam melalui digital book creator dan visual communication platform Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Pendekatan Connectivisme Theory dalam pembelajaran Maharah Kalam berbasis Digital Visual Literacy (DVL) berbentuk powtoon yang lebih komprehensif untuk diterapkan dalam ruang lingkup Pendidikan Islam. Dengan demikian penelitian ini menggunakan konsep dan teori yang relevan yakni connectivesm. Teori Connectivism mengkaji tentang pembelajaran era digital. (Dymoke, 2. merupakan seorang pelopor Visual Terms Literacy yang merancang pengembangan visual literasi untuk membantu anak-anak dengan keterbatasan . eperti keterlambatan bicara, gangguan bahasa, dll. Menurut berbagai penelitian tentang dampak visual literasi pada pembelajaran bahasa pertama (L. , situasi dalam proses pembelajaran bahasa pertama harus dioptimalkan. Beberapa penelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan berikut yang dapat digunakan untuk mengkaji langkah-langkah yang tepat dan efektif untuk membantu peserta didik dalam proses pemerolehan bahasa bagi peserta didik dengan perkembangan bahasa saat ini. Konsep Dymoke menganut teori yang dikemukakan oleh (Kaufman, 2. Connectivism, menurutnya, merupakan teori pembelajaran alternatif yang digunakan di era digital saat ini. Ia mengembangkan teori ini sebagai respon terhadap perkembangan era digital, dimana ketiga teori seperti behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme tidak lagi dapat memenuhi hakikat belajar mengajar di era digital ini. Di mana kehidupan, komunikasi, dan pendidikan berubah seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. Akibatnya, format pengajaran dan pembelajaran tradisional harus dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan teknologi, komputer, dan internet (Collins et al. , 2. Connectivism adalah teori yang relatif baru yang dikemukakan oleh (Liu, 2. dan didukung serta dielaborasi oleh (Stephen Downes, 2. Namun, literatur tentang itu telah berkembang secara signifikan dalam lima . tahun terakhir. peserta didik tidak dapat membentuk atau mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. mereka harus berinteraksi dengan pengetahuan orang lain, baik online atau offline sehingga teori ini konsisten dengan kajian digital visual literasi sebagai kemampuan untuk menafsirkan, bernegosiasi, dan memahami informasi yang disajikan secara visual. Ini adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami gagasan yang disampaikan melalui tindakan atau gambar yang terlihat di lingkungan sekitar seperti Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Wachidah gambar, karya seni, peta, diagram, simbol, gambar alam atau buatan manusia. Visual literasi diperlukan untuk mengetahui informasi dan pengetahuan yang diinginkan melalui gambar visual dalam bentuk apa pun Hal ini memungkinkan seseorang untuk menghimpun informasi, ide tentang gambar dan konteks validitasnya. Pengembangan bahan ajar berbasis digital sebagai jaringan dan media sangat penting guna mengembangkan pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab (Tschofen & Mackness, 2. Media sebagai dasar kemampuan dan literasi untuk belajar dalam lingkungan informasi yang kompleks (Littlejohn, 2. Peserta didik harus memiliki tingkat literasi dan pembelajaran digital yang tinggi. Bagi peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir rendah perlu lebih banyak berinteraksi dengan peserta didik yang memiliki tingkat berpikir tinggi. Peserta didik tingkat lanjut harus memperluas pengetahuan mereka melalui hubungan jaringan yang diperkuat (Wang et al. , 2. Hal ini juga telah dijelaskan dalam konteks penelitian sebelumnya, dimana ide-ide bijak yang diungkapkan dalam diskusi online dapat membantu peserta didik yang masih kesulitan untuk mengungkapkan ide-idenya. Peserta didik juga akan mendapatkan output dan outcome yang baik sebagai hasil diskusi dalam jaringan. Dalam rangka mengubah tingkat belajar seseorang, teori Connectivism berpandangan bahwa perlu melihat bagaimana cara pendidik dan peserta didik terlibat dalam pengajaran dan pembelajaran secara efektif melalui perangkat digital (Chatman & Bell, 2. (Herlo, 2. telah membuat prinsip-prinsip Connectivism adalah sebagai berikut: . Ada banyak perbedaan pandangan dan pendapat tentang pembelajaran dan . Proses komunikasi dalam jaringan pada node tertentu: pembelajaran dilakukan dengan menghubungkan sumber informasi pada node tertentu. Pembelajaran dapat berlangsung di luar manusia. Mengetahui lebih banyak lebih penting daripada mengetahui apa yang diketahui sekarang. Persyaratan untuk menjaga hubungan jaringan pembelajaran kritis agar pembelajaran berkelanjutan dapat Sangat penting untuk dapat melihat hubungan antara berbagai bidang, ide, dan konsep. Pengetahuan terkini merupakan kegiatan pembelajaran connectivism. Membuat keputusan adalah sebuah proses belajar. Membuat keputusan merupakan pengalaman belajar. Kemampuan untuk memilih apa yang akan dipelajari sangat penting ketika berhadapan dengan kepadatan informasi. Perubahan informasi yang Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Pendekatan Connectivisme Theory dalam pembelajaran Maharah Kalam berbasis Digital Visual Literacy (DVL) cepat akan berdampak pada pengambilan keputusan. Pembelajaran connectivism memerlukan hubungan (Terry Anderson and Jon Dron, 2. jaringan, dan komunikasi virtual (Kopp et al. , 2. Prinsip-prinsip tersebut di atas harus dipelajari dan disempurnakan (Kumar et al. sebelum dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran dasar. Kemajuan teknologi komunikasi, seperti internet dan pembelajaran online, memerlukan perubahan dalam teori dan praktik pendidikan (Tovey, 2. dengan fokus pada aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Diperlukan lebih banyak penelitian (Conole et al. , 2. untuk melihat Connectivism sebagai perspektif baru yang melibatkan jaringan dan kerangka kerja dalam lingkungan pembelajaran online. Connectivism dianggap sebagai teori yang berfokus pada teknologi dan aplikasi online. Akibatnya, pendidik dan peserta didik harus terpapar untuk membuat pembelajaran mandiri lebih berhasil (Bourdeau et al. , 2. Untuk membantu peserta didik menyesuaikan kemampuan kognitif yang bertujuan menemukan, menyimpan, dan menggunakan kembali informasi, menawarkan berbagai metode pelatihan aktivitas (OAoneil & Wels, 2. (Saraswati et ,) peserta didik yang merasa kesulitan. Akibatnya, connectivism berfungsi sebagai dasar untuk teori kebutuhan masa depan saat ini, yang menggunakan teknologi digital, media, dan internet untuk mendukung desain pembelajaran saat ini (Al-Shehri, 2. Untuk memastikan bahwa pengajaran dan pembelajaran berhasil, praktik pedagogis harus menggabungkan teknologi digital dan internet selain memberikan penekanan yang lebih kuat pada fungsi jaringan dan komunitas (Downes, 2. II. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Berdasarkan objeknya, penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian lapangan/empiris . ield researc. Adapun jika ditinjau berdasarkan proses pengumpulan, cara memperoleh serta teknik analisa datanya, penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam jenis penelitian kualitatif, yaitu sebuah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai atau diperoleh dengan prosedur-prosedur Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 cara-cara Wachidah . (Anselm. Strauss & Juliet Corbin, 1. Mengingat jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualiatif, maka dalam prosesnya penelitian ini mensyaratkan adanya prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa pendekatan teori connectivesme terhadap pembelajaran bahasa arab berbasis digital Visual literacy (DVL) yang dapat dianalisa dan disusun dalam deskripsi hasil penelitian secara Teknik Pengumpulan Data Sesuai pendapat Lofland yang dikutip oleh Moleong, bahwa sumber data dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen-dokumen lain, maka berdasarkan pendapat tersebut, data dalam penelitian ini adalah teori connectivesme dalam pengembangan bahan ajar keterampilan berbicara . aharah kala. berbasis digital visual literacy. Dengan demikian, pengumpulan data yang utama dalam penelitian ini dilaksanakan dengan 3 teknik, yaitu: Wawancara mendalam (Indepth Intervie. Pengamatan (Observatio. Forum Group Discussion (FGD) Penetapan Responden Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengampu mata kuliah Bahasa Arab Komunikatif sebanyak 67 mahasiswa . Penentuan ini berdasarkan informan yang telah memberikan informasi pendukung terhadap pendekatan teori connectivisme dalam bahan ajar yang telah dibuat oleh peneliti dalam mengembangkan media pembelajaran Bahasa Arab berupa book creator berbasis Digital Visual Literacy. Baik menilai dan memberikan respon dari aspek konten, bahasa, komunikasi audio visual dan lainnya. Teknik Analisis Data Setelah data berhasil dikumpulkan melalui teknik-teknik yang dikemukakan di atas, data kemudian dianalisa dengan proses analisa data yang dilakukan sejak proses pengumpulan data berlangsung hingga keseluruhan data terkumpul. Analisa data dilakukan untuk mereduksi, mentrianggulasi dan mengevaluasi data yang telah Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Pendekatan Connectivisme Theory dalam pembelajaran Maharah Kalam berbasis Digital Visual Literacy (DVL) diperoleh secara kritis, serta menguji relevansinya berdasarkan teori-teori yang relevan. Dalam penelitian ini, teknik analisa data menggunakan langkah-langkah penelitian Naturalistik Spradley, pelaksanaannya terdiri atas 4 tahap, yaitu: . analisa domein, . analisis taksonomi, . analisis komponen, dan . analisis tema. Jika digabungkan dengan proses pengumpulan data, maka analisa data dengan Model Spradley meliputi 7 tahap, yaitu: . pengamatan deskriptif, . analisa domein, . pengamatan terfokus, . analisis taksonomi, . pengamatan terpilih, . analisis komponensial (Suharsimi Arikunto, 1. dan diakhiri dengan . analisis tema. Proses tersebut dapat digambarkan dengan lingkaran siklikal sebagai berikut: Gambar 1. Secara teknis, langkah-langkah analisa data yang penulis lakukan berdasarkan model analisa data Spradley di atas adalah sebagai berikut : Menentukan dan membatasi kasus. Tahapan ini adalah upaya untuk membangun konsep tentang obyek penelitian yang diposisikan sebagai kasus. Memilih fenomena, tema atau isu penelitian. Pada tahapan ini, peneliti membangun pertanyaan penelitian berdasarkan konsep kasus yang diketahuinya dan latar belakang keinginannya untuk meneliti. Mengumpulkan dan memilih data yang berhasil dikumpulkan untuk kemudian disesuaikan dengan karakteristik kasus yang diteliti. Melakukan kajian triangulasi terhadap data yang diperoleh di lapangan, dengan kajian trianggulasi sumber dan teori. Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Wachidah i. HASIL DAN PEMBAHASAN Connectivisme memandang otonomi pada pembelajaran daring maupun luring. Menjadikan mahasiswa lebih inspiratif, mandiri, kreatif dalam mencari atau mendapatkan pengetahuan yang diinginkan dalam rangka menguasai mata kuliah bahasa Arab Komunikatif. Ketika mahasiswa mengalami kendala maka ianya lebih mudah mengakses melalui laman book creator atau bahan ajar bahasa arab digital, sebab pendekatan Connectivisme dosen berfungsi sebagai rekan, moderator dan fasilitator bukan instruktur formal (Corbett & Spinello, 2. Pendekatan Connectivisme pembelajaran daring dipandang sebagai keterhubungan antara dosen dengan mahasiswa tsebab ianya dapat sharing berbagi ilmu melalui e-learning, zoom. G-meet dengan bahan ajar digital yang menunjang kegiatan belajar mengajar sehingga terjadi hubungan yang akrab melalui Internet of thing (IoT). Keragaman dalam pendekatan connectivisme memandang bahwa pembelajaran daring terasa unik dan bermanfaat untuk semua kalangan, hal ini karena fitur-fitur yang terpampang dalam media bahan ajar digital telah dibuat oleh dosen pengampu matakuliah sangat menarik dan mudah di akses di laman website. Implementasi pengembangan bahan ajar ketrampilan berbicara . aharah kala. bahasa arab pada mahasiswa bidang pendidikan agama Islam membutuhkan uji kelayakan yang betujuan memastikan bahwa produk bahan ajar yang dihasilkan dan dikembangkan layak digunakan oleh peserta didik melaui pendekatan Connectivisme. (Wachidah. Selanjutnya connectivisme mengakui peranan teknologi informasi dalam proses mengakses informasi dari berbagai sumber dan pengembangan keterampilan untuk mengevaluasi pengaruh antara sumber informasi yang berbeda dalam jaringan informasi yang dinamis dan pesat (Dunaway, 2. Teori pembelajaran Connectivisme telah diadopsi oleh Institusi pendidikan dan telah mencetuskan gerakan Massive Open Online Courses (MOOC). Gerakan MOOC ini memberikan peluang kepada komunitas pelajar untuk selalu mendorong kecakapan dan keterampilan digital kedepannya. Menggunakan MOOC akan menjadikan siapa saja bisa belajar dan menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di dunia, bertemu dengan pengajar-pengajar kelas dunia. Sebagaimana dalam penelitian ini menggunakan delapan prinsip teori pembelajaran Connectivisme dari George Siemens (Husaj, 2. Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Pendekatan Connectivisme Theory dalam pembelajaran Maharah Kalam berbasis Digital Visual Literacy (DVL) Pembelajaran dan pengetahuan terletak pada keragaman pendapat. Sebagai pendidik diberi kebebasan dalam menggunakan metode maupun model pembelajaran di kelas. Kreativitas dan kualitas pendidik merupakan hal terpenting dalam mengembangkan etos pembelajaran era digital. Sebagaimana dalam penelitian ini pembelajaran maharah kalam sangat mudah dipelajari bagi mahasiswa melalui pendekatan connectivisme. Belajar adalah proses menghubungkan simpul khusus atau sumber informasi. Teori connectivisme memiliki prespektif, bahwa kegiatan pembelajaran dimulai dari kegiatan mengetahui sampai dengan kegiatan menciptakan pengetahuan. Teori tersebut diimplementasikan dalam pembelajaran maharah kalam melalui platform Di mana mahasiswa yang semula merasakan kesulitan dalam berbicara bahasa Arab, ia mendapat kemudahan dalam mengahafal kosa kata bahasa arab sehingga proses komunikasi dapat berlangsung dengan cepat. Belajar mungkin berada di peralatan non-manusia ianya bermakna saat ini kehidupan tidak dapat lagi dienyahkan dari pesatnya digital. Pengambilan keputusan di era digital, akan didasarkan pada landasan landasan yang berubah secara cepat, karena informasi baru akan diperoleh secara terus-menerus dan berkelanjutan, sehingga diperlukan kemampuan untuk dapat membedakan mana informasi yang penting dan tidak penting. Gen Z akan lebih mudah memahami proses pembelajaran melalui digital bukan lagi face o face. Seperti halnya pembelajaran daring zoom. Gmeet dst dengan menggunakan media yang berbasis visual digital literacy. Kapasitas untuk mengetahui lebih banyak lebih penting daripada apa yang diketahui saat ini. Karena kesuksesan belajar peserta di abad 21 era digital sekarang ini adalah minat dan motivasi belajar yang kuat untuk mendapatkan ilmu dan keterampilan agar peserta didik bisa memecahkan masalah dalam pembelajaran. Informasi yang didapat oleh peserta didik lewat platform platform yang tersedia dijadikan sebagai bahan pembelajaran dengan cara menyusun dan mengolah informasi. Tugas dari pendidik sendiri adalah memonitornya agar informasi yang didapat tersebut dapat dijadikan sebagai referensi belajar dan pengetahuan baru bagi peserta didik. Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Wachidah Kemampuan untuk melihat hubungan antara bidang, ide dan konsep adalah keterampilan inti yakni berbicara bahasa Arab diperlukan pendekatan khusus. Dengan demikian pendekatan connectivisme telah menyediakan pelbagai bentuk latihan aktivitas untuk peserta didik agar mudah beradaptasi dengan kemahiran kognitif yang bertujuan mencari, menyimpan dan menggunakan informasi yang ada (Del Moral. Cernea, & Villalustre, 2. Pendidikan saat ini lebih menekankan lingkungan yang interaktif (Downes, 2. tetapi perubahan ini tidak memberi kesan negatif seperti halnya membebani peserta didik (Drexler, 2. Maka. Connectivisme merupakan asas kepada teori semasa untuk keperluan masa depan yang menggunakan platform teknologi digital dan internet untuk memenuhi kemajuan pembelajaran masa kini (Al-Shehri, 2. pengetahuan yang akurat dan terkini sesuai dengan perkembangan zaman adalah tujuan dari semua aktivitas pembelajaran connectivisme Pengambilan keputusan yang tepat dan valid itu sendiri merupakan proses Peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arab ianya telah memilih apa yang harus dipelajari dan makna informasi yang masuk dilihat melalui lensa realitas yang Di zaman dulu pembelajaran bahasa arab harus melalui pendidik yang memiliki kecakapan dalam berbicara bahasa arab, namun era saat ini platform digital dapat dijadikan sebagai alat untuk menambah pengetahuan bahasaArab khususnya melalui platfoarm literasi digital seperti book creator bahasa Arab, video kartun bahasa arab dan lainnya Delapan prinsip diatas tidak hanya menyajikan model pembelajaran baru . agaimana dan dimana pembelajaran terjad. tetapi juga perspektif baru tentang pengetahuan, keterampilan belajar dan tugas yang dibutuhkan peserta didik di era Connectivisme menguraikan empat unsur dalam belajar yaitu . otonomi, . keterhubungan, . keragaman dan . keterbukaan (Corbett & Spinello, 2. Otonomi mengacu pada sesuatu yang mengatur diri sendiri, sehingga pada connectivisme berkaitan dengan bagaimana seorang pelajar mandiri dalam bertindak dan berperilaku terhadap pembelajaran di era digital. Mereka diharapkan dapat memilih Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Pendekatan Connectivisme Theory dalam pembelajaran Maharah Kalam berbasis Digital Visual Literacy (DVL) koneksi, sumber informasi yang relevan untuk mendapatkan pengetahuan tanpa dipandu oleh pendidik. Keterhubungan, dalam Connectivisme pembelajaran terjadi ketika antara peserta didik dengan pendidik, pendidik dengan pendidik yang terhubung dan berbagi pendapat, ilmu, dan idemelalui proses kolaboratif. Keragaman dalam connectivisme mewakili perspektif unik dan kreativitas anggota dalam jaringan yang berkontribusi secara keseluruhan. Peserta didik didorong untuk berpendapat, memberi saran dan gagasan pada orang lain, karena pendidikbukan lagi satu-satunya sumber belajar dan Keterbukaan dalam konteks Connectivisme dipandang sebagai tukar pendapat, ide, gagasan, dalam sistem jaringan untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi sesuai harapan. IV. KESIMPULAN Kini manusia tidak dapat menafikkan adanya informasi secara instan dan cepat di era revolusi Digital. Pendekatan connctivisme diperlukan dalam proses pembelajaran melalui Platfoarm Digital yang bertujuan mempermudah para generasi Zero saat ini dalam proses pembelajaran khususnya berbasis Digital Visual Literacy. Dulunya bahasa Arab yang dianggap sulit oleh peserta didik kini tidak lagi karena kemajuan teknologi telah tersebar luas. Pendidik dapat dengan mudah membuat bahan ajar melalui berbagai media pembelajaran digital. Jadi, "the world is flat" adalah cara para pendidik harus menunjukkan perubahan ini. Dengan demikian sebuah kreatifitas dan kualitas yang signifikan dapat diaplikasikan melalui pengembangan bahan ajar maharah kalam berbasis digital visual literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan connectivisme yang diimplikasikan dalam proses pembelajaran bahasa Arab . aharah kala. berbasis literasi visual digital, dapat meningkatkan pemikiran kritis dan mendorong peserta didik, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam. Pendekatan connectivisme memberikan prespektif baru bahwa semua pembelajaran didasarkan pada keadaan di mana dunia tidak memiliki batas. Ukazh. Vol. No. 4 Desember, 2024 Wachidah DAFTAR PUSTAKA