n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 639-648 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan PENERAPAN STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ) DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN Verawati Ardilla1* Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Kota Padang, 25153. Indonesia. *Email korespondensi : veraardila94@gmail. Diterima x 202x. Disetujui x 202x. Dipublikasi xx x 202x Abstract: : Learning of creed and morals is expected to encourage students to be actively involved in the learning process. To realize this, it is necessary to implement appropriate learning strategies. This study aims to analyze the implementation of the Learning Start With a Question strategy in learning Creed and Morals at MAN. The study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, involving teachers, principals, and students as data sources. The results of the study showed that teachers had designed a good Learning Implementation Plan (RPP), but implementation in the classroom was not yet fully optimal. The results of this study concluded that the Learning Start With a Question strategy was effective in increasing student activity although it required further optimization in its Keywords : learning moral beliefs. Learning Start With a Question. Abstrak: Pembelajaran akidah akhlak diharapkan dapat mendorong peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan adanya penerapan strategi pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi Learning Start With a Question dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MAN. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan guru, kepala sekolah, dan siswa sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan baik, namun pelaksanaan di kelas belum sepenuhnya optimal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi Learning Start With a Question efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa meskipun memerlukan optimalisasi lebih lanjut dalam pelaksanaannya. Kata kunci : pembelajaran akidah akhlak. Learning Start With a Question PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, individu dapat mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, dan keterampilan hidup yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Undang-Undang SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk menciptakan manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, sehat, mandiri, dan bertanggung jawab. Selain itu, pendidikan juga berperan dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam tafsir Penerapan Strategi Learning Start. (Ardilla, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 639-648 http://jurnal. id/index. php/dedikasi karangan Al-Maragi . yang menekankan keseimbangan antara kebahagiaan dunia dan akhirat melalui ilmu dan amal. Guru sebagai elemen penting dalam sistem pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan tujuan tersebut tercapai. Selaras dengan Trianto . dan Sanjaya . guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing dan motivator yang menciptakan suasana belajar kondusif. Guru dituntut untuk inovatif dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satu strategi yang kini banyak digunakan adalah Learning Start With a Question (LSQ), yaitu pembelajaran yang dimulai dengan pertanyaan untuk memotivasi siswa agar aktif, berpikir kritis, dan menggali materi secara mandiri sebelum mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari guru. Di MAN strategi LSQ diterapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak, mata pelajaran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral siswa. Akidah Akhlak bertujuan untuk membantu siswa memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama Islam, sehingga terbentuk perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Strategi LSQ diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, menyenangkan, dan Beberapa siswa mengakui bahwa metode ini membantu mereka lebih termotivasi dan percaya diri. Selain itu. LSQ juga melatih siswa untuk berpikir kreatif dan memahami materi dengan lebih baik. Namun, penerapan strategi LSQ di MAN masih menghadapi sejumlah kendala. Sebagian siswa belum berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Beberapa siswa kurang percaya diri untuk bertanya, sedangkan yang lain cenderung pasif selama diskusi. Waktu pembelajaran yang terbatas juga menjadi tantangan dalam menyelesaikan materi yang cukup padat. Guru telah berupaya mengatasi masalah ini dengan berbagai pendekatan, tetapi tingkat partisipasi siswa belum mencapai harapan. Berdasarkan wawancara dan observasi, beberapa faktor yang memengaruhi kurangnya keaktifan siswa meliputi kurangnya pemahaman terhadap materi, minimnya rasa ingin tahu, serta suasana kelas yang kurang Untuk mengatasi hal ini, diperlukan langkah-langkah strategis, seperti merancang pembelajaran yang lebih sistematis, menyediakan media pembelajaran yang menarik, dan memberikan motivasi yang berkesinambungan kepada siswa. Guru juga perlu meningkatkan kompetensi profesionalnya agar mampu menghadirkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam perspektif Islam, pendidikan memiliki makna yang mendalam. Allah SWT dalam QS. Al-Qashash: 77 dan QS. At-Taubah: 122 mengajarkan pentingnya ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan menghindarkan manusia dari kerusakan. Pembelajaran Akidah Akhlak yang efektif akan membantu siswa memahami nilai-nilai ini, sehingga mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak Secara keseluruhan, strategi LSQ memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak. Dengan dukungan perencanaan yang matang, kreativitas guru, dan upaya untuk memotivasi siswa, berbagai kendala dalam pembelajaran dapat diatasi. Hal ini diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, sesuai dengan tujuan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 639-648 pendidikan Islam dan nasional. Guru Akidah Akhlak di MAN sudah menerapkan strategi learning start with a question . elajar berawal dari pertanyaa. , namun pada saat proses pembelajaran berlangsung masih ada ditemukan peserta didik yang tidak bertanya. KAJIAN PUSTAKA Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learnin. Pengertian Pembelajaran: Pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan siswa yang bertujuan untuk mencapai perubahan positif pada siswa. Hamalik . mendefinisikannya sebagai kombinasi unsur manusia, material, dan prosedur untuk mencapai tujuan pendidikan. Wina . menambahkan bahwa pembelajaran melibatkan pemanfaatan potensi internal siswa . eperti minat dan kemampua. serta sumber eksternal . ingkungan dan saran. Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learnin. Menurut Subandijah . strategi pembelajaran aktif adalah langkah terencana untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Menurut Nata . strategi dirancang untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan. Bahri . menyebutkan empat langkah utama strategi pembelajaran: menetapkan tujuan, memilih pendekatan, menentukan metode, dan menetapkan standar keberhasilan. Karakteristik Strategi Active Learning: Menurut Uno . dan Sudjana . Active learning menekankan keterlibatan siswa dalam proses belajar melalui berpikir kritis, interaksi multiarah, dan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Zaini, dkk . menyatakan ada banyak strategi pembelajaran aktif yang menekankan guru berperan sebagai fasilitator, sedangkan siswa menjadi pusat pembelajaran. Strategi Learning Start With a Question (LSQ): Menurut Sibermen . strategi LSQ mendorong siswa untuk belajar dengan bertanya. Amiruddin, dkk . meyatakan siswa mempelajari materi terlebih dahulu, menandai bagian yang sulit, dan menulis Guru kemudian menjawab pertanyaan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran. Langkah ini meningkatkan rasa ingin tahu, pemahaman, dan keterlibatan siswa. Kelebihan Learning Start With a Question (LSQ): Meningkatkan aktivitas belajar siswa. Memperdalam materi melalui pertanyaan siswa. Membuat pembelajaran lebih hidup sesuai kebutuhan siswa. Kekurangan Learning Start With a Question (LSQ): Siswa belum terbiasa membuat pertanyaan yang baik. Terkadang pertanyaan dibuat hanya untuk memenuhi tugas. Strategi pembelajaran aktif, termasuk LSQ, mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna bagi siswa. Penerapan Strategi Learning Start. (Ardilla, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 639-648 http://jurnal. id/index. php/dedikasi METODE PENELITIAN Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. , yaitu penelitian yang bertujuan melakukan studi yang mendalam mengenai suatu unit sosial sedemikian rupa, sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisir dengan baik dan lengkap mengenai unit sosial tersebut (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif, yaitu bertujuan untuk menggambarkan suatu sesuatu apa adanya (Deskriptif Kualitati. Sebagaiman yang diungkapkan oleh Sukardi . bahwa penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai apa adanya. Dalam hal ini peneliti berusaha menggambarkan Pelaksanaan Pembelajaran Akidah Akhlak Dengan Menggunakan Strategi Learning Start With a Question di MAN. Penelitian dilakukan dengan mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan pada fakta yang tampak, tanpa bermaksud membandingkan. Lexy . mendefinisikan metode penelitian . ield researc. sebagai Auprosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati yang mengarahkan pada latar dan individu secara holistik . Menurut Suprayoga dan Tabrani . metode penelitian kualitatif bertitik tolak dari pandangan fenomenologis yang menekankan pada pemahaman makna tingkahlaku manusia sebagaimana yang dimaksud oleh pelakunya sendiri, yang bagi penulis sendiri sifatnya Pandangan fenologis tidak mengakui bahwa peneliti tahu apa makna sesungguhnya suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pembelajaran Akidah Akhlak dengan Menggunakan Strategi LSQ di MAN Perencanaan Pembelajaran Akidah Akhlak di MAN dengan menggunakan strategi LSQ bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat oleh guru setiap semester pada awal tahun ajaran, berdasarkan Kurikulum 2013, dengan tujuan untuk memastikan bahwa pembelajaran berjalan terarah dan efektif. RPP ini memuat berbagai komponen penting, termasuk standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, indikator, materi ajar, metode, media, serta evaluasi yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Hal ini membantu guru dalam merancang pembelajaran yang sistematis, terstruktur, dan mudah diikuti oleh siswa. Strategi LSQ merupakan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan pola belajar aktif, di mana guru memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mencari tahu lebih banyak. Strategi ini bertujuan untuk merangsang rasa ingin tahu siswa tentang materi yang diajarkan tanpa penjelasan langsung dari guru. Dengan cara ini, siswa diajak untuk berperan aktif dalam menggali pengetahuan dan membangun pemahaman mereka sendiri, yang sangat penting dalam pembelajaran Akidah Akhlak, mengingat mata pelajaran ini tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan Dalam praktiknya, perencanaan pembelajaran menggunakan strategi ini melibatkan pemilihan materi yang ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 639-648 relevan, seperti materi tentang menghindari perbuatan syirik, dan pengaturan langkah-langkah pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Guru juga menggunakan media pembelajaran yang mendukung, seperti infokus, untuk menjelaskan materi secara lebih jelas dan menarik perhatian siswa. Selain itu, guru memberikan semangat dan motivasi agar siswa tertarik untuk bertanya dan menggali lebih dalam tentang topik yang diajarkan. RPP yang disusun oleh guru sudah baik dan mencakup semua elemen penting dalam perencanaan pembelajaran, ada beberapa tantangan dalam pelaksanaannya. Salah satunya adalah ketidaksesuaian antara waktu yang dialokasikan dalam RPP dengan durasi pembelajaran yang tersedia. Hal ini kadang membuat pembelajaran tidak mencapai tujuan yang diharapkan dalam waktu yang telah ditentukan. Namun, secara keseluruhan. RPP yang dibuat sudah mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara menyeluruh, serta memanfaatkan pendekatan yang tepat untuk mengembangkan potensi siswa. Berdasarkan wawancara dengan guru dan kepala sekolah, dapat disimpulkan bahwa meskipun RPP sudah cukup baik, masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal penyesuaian waktu pembelajaran dengan materi yang akan disampaikan. Dengan adanya perbaikan dalam hal ini, diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan lebih maksimal, dan siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai materi Akidah Akhlak yang diajarkan. Langkah-langkah dalam Pelaksanaan Pembelajaran Akidah Akhlak dengan Menggunakan Strategi LSQ di MAN Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada dasarnya merupakan pelaksanaan dari perencanaan yang telah disusun sebelumnya yaitu dari RPP yang telah disiapkan. Di dalam pelaksanaan ini menunjukkan bagaimana pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak melalui pelaksanaan strategi learning start with a question . elajar berawal dari pertanyaa. di dalam kelas. Dalam proses ini dapat dilihat bagaimana teknik guru dalam melaksanakan strategi tersebut dalam menyajikan materi pelajaran Akidah Akhlak yang menuntut adanya keaktifan para peserta didik sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan tercapai. Langkah Awal Dari hasil observasi yang peneliti lakukan dilapangan mengenai kegiatan awal guru akidah akhlak sebelum proses pembelajaran diketahui bahwa pada kegiatan awal memasuki kelas, guru mengucapkan salam dan dijawab oleh siswa, kemudian membaca basmalah dan berdoa secara bersama, tadarus bersama selama 5 menit, kemudian menyiapkan situasi kelas untuk belajar agar dalam proses pembelajaran siswa siap untuk belajar. Setelah itu guru mengabsen siswa, guru menyiapkan materi yang akan dipelajari yang ditampilkan pada infokus, melakukan apersepsi dan kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. Langkah Inti Adapun langkah-langkah dalam penggunakan Strategi Learning Start With a Question menurut Istarani . Guru memilih bahan bacaan yang sesuai dengan materi. Guru meminta peserta didik untuk mempelajari bacaan sendiri atau dengan teman. Penerapan Strategi Learning Start. (Ardilla, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 639-648 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Minta peserta didik untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahami. Anjurkan mereka untuk memberi tanda sebanyak mungkin. Jika waktu memungkinkan, gabungkan pasangan belajar dengan pasangan yang lain, kemudian minta mereka untuk membahas poin-poin yang tidak di ketahui. Di dalam pasangan atau kelompok kecil, siswa diminta untuk menuliskan pertanyaan tentang materi yang telah mereka baca. Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis oleh peserta didik. Guru menyampaikan materi berdasarkan pertanyaan yang ditulis siswa. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pelaksanaan Pembelajaran Akidah Akhlak dengan Menggunakan Strategi LSQ di MAN Keberhasilan suatu proses pembelajaran tergantung kepada komponen belajar. Pembelajaran yang dilaksanakan di kelas tidak lepas dari faktor pendukung dan penghambatnya, karena apa yang dilaksanakan guru membutuhkan dorongan dari berbagai pihak baik berupa kata-kata maupun benda. Begitu juga dengan hambatan yang pasti selalu dalam kegiatan yang dilakukan. Untuk itu agar pendidikan terlaksana dengan baik perlu diperhatikan faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran tersebut. Banyak pendukung dan penghambat yang pasti ditemukan oleh guru, tinggal bagaimana guru tersebut menghadapinya agar dapat menjadikan kegiatan pembelajaran lebih baik. Faktor Pendukung Guru berperan penting sebagai pelaksana pendidikan, pembina, dan pengembang potensi siswa, sehingga dituntut untuk memiliki keterampilan yang relevan dengan profesinya. Dalam pembelajaran Akidah Akhlak dengan strategi LSQ, guru dituntut pandai memilih metode yang sesuai agar proses belajar tidak membosankan dan siswa dapat memahami materi dengan baik. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi profesionalisme guru, keterampilan mengajar, serta pemanfaatan sarana dan prasarana yang memadai. Guru yang aktif mengikuti pelatihan seperti MGMP dan memanfaatkan panduan metodologi pengajaran lebih mampu menerapkan strategi yang variatif, sehingga siswa lebih termotivasi. Sebagai penggerak pembelajaran, guru juga bertugas menggali potensi siswa, memotivasi, serta memastikan strategi yang digunakan sesuai dengan kondisi siswa dan waktu pembelajaran. Dengan demikian, peran guru menjadi kunci utama dalam keberhasilan penerapan strategi ini di kelas. Motivasi. Faktor pendukung pembelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan strategi LSQ yaitu motivasi, baik itu motivasi yang diberikan oleh guru maupun yang datang dari siswa itu sendiri. Strategi mudah dipahami oleh siswa. Pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan strategi LSQ mudah dipahami oleh siswa sehingga menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan strategi LSQ ini. Strategi ini mengaktifkan siswa secara penuh. Faktor pendukung selanjutnya yaitu mengaktifkan siswa secara penuh, maksudnya siswa tidak hanya mendengarkan tetapi perlu membaca, menulis berdiskusi ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 639-648 dan mendorong siswa untuk berfikir dalam memecahkan suatu soal dan menilai penguasaan siswa tentang bahan pelajaran. Faktor Penghambat Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan strategi LSQ: Kurang memadainya sarana dan prasarana yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. misalnya : keterbatasan buku paket Akidah Akhlak masih satu berdua dengan teman disampingnya, belum tersedianya LKS yang dapat membantu siswa dalam mengerjakan latihan. Jika dilihat dari pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak dengan menggunakan strategi LSQ masih banyak siswa yang tidak berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Suasana belajar yang menjadi ribut pada saat siwa ke depan kelas untuk membacakan hasil jawaban atas pertanyaan yang diberikan temannya. Pada saat siswa ke depan kelas, suasana kelas menjadi tidak Hal itu dikarenakan siswa lain yang sibuk dengan urusan lain seperti: tidak mendengarkan teman mempresentasikan jawaban, mengobrol dengan teman lainnya, keluar masuk kelas, dan tidak peduli dengan pelajaran. Usaha untuk mengatasi faktor penghambat Adapun usaha yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi faktor penghambat yang dihadapi, berdasarkan wawancara penulis sebagai berikut: Selalu memberikan motivasi dan penegasan yang kuat oleh guru. Guru mata pelajaran Akidah Akhlak mengatakan bahwa Aubagi siswa yang memperhatikan pelajaran, mendegarkan apa yang telah diajarkan, dan mengerjakan tugas dengan benar maka akan memperoleh hasil yang memuaskan. Sedangkan siswa yang tidak memperhatikan pelajaran, tidak mendengarkan apa yang telah diajarkan, dan tidak mengerjakan tugas dengan benar, maka akan memperoleh hasil yang tidak memuaskanAy. Memberikan lembaran fotokopi LKS. Siswa yang belum memiliki buku, maka bapak akan memberikan lembarran fotokopi LKS sebagai bahan ajar dan bahan latihan mereka yang materi pelajaran yang telah disesuaikan sebelumnya. Memanfaatkan media yang tersedia. Menurut guru mata pelajaran Akidah Akhlak beliau mengatakan bahwa AuBapak akan membuat media gambar semenarik mungkin bagi siswa baik berupa materi dan kata-kata yang menarik perhatian siswa sehingga menambah semangat siswa dalam proses pembelajaran, serta menampilkan tayangan video melalui laptop agar siswa lebih termotivasi dalam kegiatan belajarAy. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Adapun kesimpulan dan saran sebagai berikut: Perencanaan pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan strategi LSQ . embelajaran berawal Penerapan Strategi Learning Start. (Ardilla, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 639-648 http://jurnal. id/index. php/dedikasi dari pertanyaa. di MAN sudah baik namun terkadang waktu pelajaran yang digunakan tidak cukup dengan apa yang ditulis dalam RPP sehingga batas akhir pembelajaran tidak sampai kepada tujuan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan strategi LSQ di MAN dilaksanakan dengan baik dilihat dari sebelum pembelajaran guru sudah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yaitu guru sudah menerapkan strategi LSQ . elajar berawal dari pertanyaa. sesuai dengan langkah-langkah, guru membagikan bahan bacaan dan media berupa gambar kepada peserta didik membuat pertanyaan di kertas satu lembar, dan guru menjawab pertanyaan dari peserta didik, dan semua peserta didik aktif terlibat dalam Faktor pendukung dan factor penghambat pelaksanaan pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan strategi LSQ di MAN. Adapun faktor pendukung. Guru. Motivasi. Strategi yang mudah dipaham isiswa secara penuh. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurang memadainya sarana dan prasarana yang dapatdigunakan dalam proses pembelajaran, jika dilihat dari pelaksanaan pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan strategi LSQ masih banyak siswa yang tidak perpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar, dan suasana siswa yang menjadi ribut pada saat siswa menyampaikan jawaban dari pertanyaan dari temannya. Usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi faktor penghambat di atas adalah dengan selalu memberikan motivasi dan penegasan yang kuat oleh guru, memanfaatkan media yang tersedia. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka peeliti memberikan beberapa saran diantaranya sebagai berikut: Untuk guru diharapkan dapat mempertahankan strategi LSQ dan juga selalu menambah pengetahuan dalam pelaksanaan strategi-strategi lain agar lebih menguasai strategi pembelajaran dengan baik. Untuk peserta didik diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pelajar,seperti mengerjakan tugas dan tidak bermain selama jam pelajaran dan diharapkan siswa belajar dan berlatih di rumah untuk meningkatkan kemampuannya dalam memahami suatu materi pelajaran. Untuk peneliti diharapkan dapat belajar dari pengalaman penelitian ini mengenai peran seorang guru kepada peserta didiknya dalam menangani kesulitan peserta didik selama proses pembelajaran hingga mampu menerapkannya dikemudian hari. DAFTAR PUSTAKA