72 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. September 2011 Efektivitas Media Pembelajaran bagi Pendidik PAUD yang Ramah Lingkungan Suwardi Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al Azhar Indonesia. Jl. Sisingamangaraja. Jakarta 12110 E-mail: suwardi@uai. Abstrak Ae Produktifitas dan kreatifitas pendidik yang optimal akan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak didik khususnya dalam penyampaian dan penyajian materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga. Alat peraga dari sisi pembuatan terbagi menjadi dua yakni yang berasal dari pabrik dan lingkungan Sedangkan kemanfaatan ternyata alat peraga lingkungan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah serta murah, selain daripada itu alat peraga dalam proses belajar mengajar anak didik bertujuan akan cepat merespon dan memperrmudah pemahamannya yang berasal dari lingkungan Abstract Ae Productivity and creativity optimal educators will be very great influence on the development of students, especially in the delivery and presentation of learning materials in teaching and learning by using teaching aids. Teaching aids from the manufacture is divided into two derived from the plant and surrounding While the terms of the environmental benefits were teaching aids can be obtained quickly and easily and cheaply, other than it teaching aids in the learning process students will quickly respond and aims to facilitate the understanding that comes from the surrounding environment. Keywords - Students, instructional media, early childhood educators PENDAHULUAN eberhasilan seorang pendidik manakala anak didik memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap atau nilainilai yang terkandung materi pembelajaran yang disampaikan dari tujuan yang telah ditetapkan Dari keberhasilan tersebut perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap ataupun nilainilai yang terkandung di dalamnya dari anak didik memerlukan proses pendidikan yang berkelanjutan. Dengan demikian pendidikan bukan saja hak setiap anak dalam rangka mengembangkan dirinya dengan kondisinya (UU No. 20 tahun 2003 tentang perlindungan ana. , tetapi merupakan kewajiban semua pihak, termasuk orang tua, masyarakat, pemerintah bahwa warga dunia, demikian maksud implementasi dari kebijakan education for all. Berpijak pada kerangka tersebut, pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama, maka upaya-upaya pengembangan PAUD harus mengikutsertakan seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah dalam menerapkan relulasi UndangUndang Pendidikan. Pada tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai mendapat perhatian yang serius dari masyarakat, mengingat usia tersebut merupakan fase yang sangat krusial dalam pembentukan kepribadian anak. Masyarakat sendiri sadar bahwa pendidikan yang telah mereka lakukan terhadap anak-anaknya selama ini mengalami keterlambatan. Semula mereka meyakini bahwa pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab orang tua atau keluarga saja tanpa melibatkan pihak lain, sehingga upaya yang dilakukan lebih terfokus pada memperhatikan aspek pendidikan. Mereka ingin mengejar keterlambatan pendidikan itu pada jenjang Sekolah Dasar, tetapi sesungguhnya hal itu telah kehilangan momennya, sebab secara psikologis anak usia dini telah mengalami perubahan fase dan tugas-tugas perkembangannya. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. September 2011 Permasalahan pada pendidik PAUD adalah: Pendidik yang kurang kreatif yakni kurang mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ramah lingkungan sebagai Alat Peraga Edukatif (APE). Pendidik yang kurang peka, pendidik kurang memiliki kepedulian dengan menstimuli dan mengembangkan seluruh potensi dan dimensi kepribadian anak sesuai dengan keunikannya. Pendidik kurang bermutu dan terpadu, pendidik kemampuan yang ada khusus pendidikan anak usia dini. Penulisan ini bertujuan: Terciptanya pendidik PAUD bermutu dan terpadu yang dapat menstimulasi dan mengembangkan seluruh potensi dan dimensi kepribadian anak sesuai keunikannya dengan memanfaatkan media pembelajaran yang ramah . Pendidik dapat memanfaatkan potensi yang ramah lingkungan sebagai Alat Peraga Edukatif (APE). Adapun hasil yang diharapkan dalam hal ini adalah: Pendidik kreatif yakni pendidk dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ramah lingkungan sebagai Alat Peraga Edukatif (APE). Pendidik yang peka, yakni pendidik memiliki mengembangkan seluruh potensi dan dimensi kepribadian anak sesuai dengan keunikannya. Pendidik bermutu dan terpadu, pendidik yang dapat mengoptimalkan kemampuan yang ada khusus pendidikan anak usia dini. Sedangkan kegunaannya adalah untuk: Memberikan membantu pendidik PAUD. Mengoptimalkan sumber belajar yang ramah . Mengoptimalkan kemampuan pendidik yang ada khusus pendidikan anak usia dini. II. KERANGKA TEORI / TINJAUAN PUSTAKA