MABNY : Journal of Sharia Management and Business Vol. 4 No. 1 April 2024 Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan pada Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Periode 2017-2022 Reny Wirantika1. Husni Awali2 . UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Indonesia Corresponding author : husni. awali@uingusdur. Abstract Banks as intermediaries that can help mobilize and channel public funds need to be measured by how successful financial management has been. By knowing its financial performance, we can also find out whether the company is running smoothly or not, and can see its banking and financial prospects. This research was conducted to discuss differences in the financial performance of Bank Rakyat Indonesia and the Sharia National Pension Savings Bank in the 2017-2022 period. This research is a quantitative study with the number of samples studied, namely 24 quarterly financial reports of Bank BRI and Bank BTPN Syariah. Selection of the sample using the saturated sample method. Methods of data analysis using independent sample t-test and Mann-Whitney test analysis. The results showed that there was a significant difference between the financial performance of Bank Rakyat Indonesia and the Sharia State Pension Savings Bank for the 2017-2022 period based on all the financial ratios studied, namely ROA. ROE. BOPO. NPL/NPF. FDR/LDR. NIM/NOM and CAR. The financial performance of the Sharia National Pension Savings Bank is superior to Bank Rakyat Indonesia in terms of the ratios of ROA. ROE. BOPO. NIM/NOM. FDR/LDR NPL/NPF and CAR for the 2017-2022 Keywords: Bank. Financial Performance. Financial Ratios Abstrak Bank merupakan suatu badan usaha di Indonesia yang semakin tumbuh seiring berkembangnya teknologi dan ekonomi di Indonesia yang menjadi tempat yang memberikan pembiayaan untuk kegiatan perekonomian. Bank sebagai perantara yang dapat membantu memobilisasi serta menyalurkan dana masyarakat perlu kita ukur seberapa sukses pengelolaan keuangan yang dilakukan. Dengan mengatahui kinerja keuangannya, kita juga mengetahui apakah perusahaan tersebut berjalan lancar atau tidak, dan dapat melihat prospek perbankan dan keuangannya. Penelitian ini dilakukan untuk membahas perbedaan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah pada periode 2017-2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel yang diteliti yakni 24 laporan keuangan triwulan Bank BRI dan Bank BTPN Syariah. Pemilihan sampel menggunakan metode sampel jenuh. Metode analisis data menggunakan analisis independent sample t-test dan mann-whitney test dengan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah periode 2017-2022 berdasarkan semua rasio keuangan yang diteliti, yaitu ROA. ROE. BOPO. NPL/NPF. FDR/LDR. NIM/NOM dan CAR. Kinerja keuangan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah lebih unggul dari Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio ROA. ROE. BOPO. NIM/NOM. FDR/LDR NPL/NPF dan CAR periode 2017-2022. Kata kunci : Bank. Kinerja Keuangan. Rasio Keuangan Reny Wirantika. Husni Awali PENDAHULUAN Kinerja keuangan merupakan penilaian seberapa baik kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan patokan kinerja keuangan yang sehat dan baik (Hutabarat, 2. Dengan kinerja keuangan, kita dapat mengukur seberapa sukses pengelolaan keuangan yang dilakukan perusahaan. Keberhasilan suatu bank dilihat dari usahanya yang telah mencapai patokan kinerja yang sudah ditentukan sebelumnya. Penukuran kinerja keuangan diukur dengan rasio keuangan. Menurut Rahman . struktur modal bisa memberikan pengaruh pada kinerja keuangan sebuah perusahaan. Pertumbuhan aset juga berpengaruh terhadap kinerja keuangan (Rahmawati, 2. Struktur modal yang baik sangat mempengaruhi nilai perusahaan dan juga berhubungan dengan penilaian kinerja keuangan, karena struktur modal berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Perusahaan harus bisa menentukan struktur pendanaanya dari berbagai sumber, agar mampu menghasilkan keuntungan serta memberikan tingkat pengembalian yang optimal. Selain struktur modal, pertumbuhan aset juga mempengaruhi kinerja keuangan. Pertumbuhan aset ditahun sebelumnya menggambarkan profitabilitas perusahaan dimasa yang akan datang. Dalam memperkuat dan memperbesar struktur permodalan, banyak bank swasta di indonesia memanfaatkan dunia pasar modal untuk menginvestasikan sahamnya melalui penawaran umum. Melihat persaingan invesatasi di pasar modal sangat yang semakin ketat, seperti pada bank milik negara dan bank swasta baik itu konvensional maupun syariah, perlu dilakukanya penelitian untuk mengetahui bagaimana perbandingan kinerja keuangan antar bank tersebut. Dengan itu diharapkan dapat memberikan gambaran ataupun pandangan bagi investor untuk berinvestasi. Dalam laporan profil industri perbankan. Pertumbuhan aset BUK didorong oleh dua kelompok bank dengan porsi terbesar yaitu Bank BUSN dan BUMN. Kelompok Bank BUSN dengan porsi mencapai 43,32% sedangkan kelompok Bank BUMN mencapai porsi 43,06% . (Statistik Perbankan Indonesia, 2. Jika dilihat dari laporan keuangan yang diterbitkan di BEI, berikut jumlah aset Bank BUMN dan BUSN Syariah yang telah terdaftar di BEI, dan telah beroperasi minimal dari tahun 2017 hingga sekarang, sesuai dengan periode penelitian yang akan dilakukan. Tabel 1 Aset Bank BUMN dan BUSN Syariah periode 2017-2019 (Dalam jutaan rupia. Jenis Jumlah Aset Jumlah Aset Jumlah Aset Nama Bank Bank Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 BUMN Bank Rakyat Rp1,127,447,4 Rp1,296,898,2 Rp1,416,758,84 Indonesia Rp1,124,700,8 Rp1,202,252,0 Rp1,318,246,33 Bank Mandiri Bank Negara Indonesia 709,330,084 808,572,011 845,605,208 Bank Tabungan Negara 261,365,267 306,436,194 311,776,828 BUSN Bank BTPN Rp 9,156,522 Syaria Syariah 12,039,275 15,383,038 Bank Panin Dubai Rp 8,629,275 Syariah 8,771,058 11,135,825 Sumber : Data diolah tahun 2023. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan pada Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Periode 2017-2022 Dari data diatas terlihat Bank Rakyat Indonesia mempunyai aset yang paling besar jika dibandingkan dengan BUMN yang lain, sedangkan pada BUSN Syariah, total aset terbesar diduduki oleh Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah. Berikut disajikan data perkembangan aset kedua bank yang memiliki jumlah aset tertinggi. Grafik 1 Total Aset Bank BRI Periode 2017-2022 Sumber : Data diolah tahun 2023. Berdasarkan grafik 2 diatas, menunjukan bahwa total aset dari Bank BRI mengalami peningkatan disetiap tahunnya selama enam tahun, mulai dari tahun 2017 hingga 2022. Grafik 2 Total Aset Bank BTPN Syariah Periode 2017-2022 Sumber : Data diolah tahun 2023. Bank BTPN Syariah juga mengalami petumbuhan atau kenaikan aset disetiap tahun selama enam tahun. Kedua bank tersebut terlihat mengalami pertumbuhan aset disetiap tahunya, dari tahun 2017-2022. Dari kedua bank tersebut perlu dianalisis bagaimana perbandingan kinerja keuangannya dengan kepemilikan aset yang besar, jika ditinjau dari rasio keuangannya. Karena dengan kekayaan yang dimilikinya, bank dapat meningkatkan kualitas asetnya, baik dengan memperluas jaringan bisnis ataupun memberikan kredit atau pembiayaan (Letty, 2. Berdasarkan urian diatas, tujuan yang akan diangkat dari penelitian ini diantaranya . Untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia periode 20172022 dilihat dari rasio keuangan. Untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan Bank Tabungan Peniunan Negara Syariah periode 2017-2022 dilihat dari rasio keuangan. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah periode 2017-2022 dilihat dari rasio keuangan. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan yang signifikan antara Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah periode 2017-2022 dilihat dari masing-masing rasio keuangan. Reny Wirantika. Husni Awali KERANGKA TEORI Teori Sinyal (Signalling Theor. Menurut Jogiyanto . teori sinyal merupakan sebuah informasi dengan tujuan untuk memberikan signal atau pengumuman kepada investor untuk menentukan pengambilan keputusan. Menurut Suwardjono . teori sinyal merupakan sebuah sinyal atau informasi yang digunakan sebagai penentuan keputusan para investor dalam membeli saham perusahaan tersebut. Semua informasi tersebut dapat diketahui dari laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan. Dari hal tersebut jelas bahwa adanya pengukuran kinerja merupakan hal yang penting dalam hubungan antara perusahaan dengan stakeholders perusahaan. Teori sinyal dalam hubungannya dengan kinerja keuangan, terlihat dari semakin luasnya pengungkapan yang diberikan, maka sinyal positif dapat diterima oleh Diharapkan dengan adanya penilaian kinerja dengan rasio CAR. NPL/NPF. ROA. ROE. NIM/NOM. BOPO. LDR/FDR menjadi sinyal bagi para investor untuk membuat keputusan investasi pada perusahaan yang memiliki kinerja baik. Kinerja Keuangan Menurut (Hutabarat, 2. Kinerja keuangan merupakan penilaian keberhasilan perusahaan dalam pelaksanaan usahanya yang telah mengikuti aturan keuangan yang benar, dengan cara menganalisis terlebih dahulu. Penilaian kinerja keuangan bank yang telah ditetapkan oleh lemba ga pengawas perbankan, baik oleh Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa keuangan, dengan metode pengukuran tingkat kesehatan bank melalui peraturan terbaru bertujuan untuk menyempurnakan penilaian tingkat kesehatan sebuah bank dan kinerja keuangannya. Analisis kinerja suatu perusahaan sangat penting untuk kepentingan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi kinerja masa lampau dan juga memprediksi perkembangan perusahaan kedepanya, dengan itu perusahaan dapat meningkatkan kinerja keuangan dimasa mendatang. Rasio Keuangan Rasio keuangan ini digunakan sebagai patokan untuk penilaian kinerja keuangan sebuah perusahaan (Syamsudin, 2. Metode rasio keuangan merupakan suatu teknik analasis dengan melakukan perhitungan rasio pada data keuangan yang bertujuan untuk menilai kinerja perusahaan baik dimasa lalu, masa kini maupun masa yang akan datang (Damayanti & Andriyani, 2. Return On Asset (ROA) ROA merupakan jenis rasio keuangan untuk mengukur suatu bank dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba bank. Semakin besar nilai ROA semakin baik nilai profitabilitas perusahaan tersebut, karena nilai ROA menggambarkan kemampuan bank dalam mendapatkan keuntungan (Rizkiyah & Suhadak, 2. Return On Equity (ROE) ROE merupakan jenis rasio keuangan untuk mengukur bank dengan membandingkan laba bersih dengan total modal bank. Nilai ROE yang tinggi juga menunjukan bahwa Bank mampu memeberikan imbal hasil yang tinggi kepada investor atau pemegang saham. Karena dengan tingginya nilai rasio keuangan ROE dapat menunjukan kepada publik bahwa bank tersebut sudah efisien dalam mengelola dana yang dinvestasikan untuk menghasilkan laba bersih. Non Performing Loan/Non Performing Financing (NPL/NPF) NPL/NPF yaitu rasio keuangan untuk menilai tingkat kredit bermasalah yang dikeluarkan oleh bank. Rendahnya nilai raiso keuangan NPL Bank BTPN Syariah menggambarkan kualitas kredit yang baik sehingga jumlah kredit bermasalahnya semakin rendah atau sedikitnya masalah dalam proses pembayaran pinjamam. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan pada Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Periode 2017-2022 Net Interest Margin/Net Operating Margin (NIM/NOM) NIM/NOM merupakan jenis rasio keuangan yang mencerminkan pengelolaan aktiva produktif untuk mendapatkan pendapatan bersih. Semakin tinggi nilai NIM yang dimiliki oleh suatu bank maka semakin baik bank tersebut. Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BOPO ialah rasio keuangan untuk mengukur efisiensi suatu bank serta mengukut kemampuan manajeman bank dalam mengendalikan biaya opersionalnya. Dengan nilai BOPO kita bisa menilai pengelolan tanggungan operasionalnya. jika beban yang dimiliki bank sedikit maka dapat dinilai bank tersebut sangat baik dalam sistem pengelolaanya (Suwandi, 2. Loan to Deposit Ratio/Financial to Deposit Ratio (LDR/FDR) LDR/FDR merupakan jenis rasio untuk menghitung jumlah pembiayaan dengan perbandingan jumlah dana dan modal yang telah digunakan. Semakin tinggi nilai FDR/LDR menunjukkan semakin riskan kondisi likuiditas bank, dan semakin rendah nilai FDR/LDR menunjukan bank tersebut kurang efektif dalam menyalurkan pembiayaan (Hery, 2. Capital Adequency Ratio (CAR) CAR ialah rasio keuangan untuk menilai seberapa cukup dana bank untuk menutupi terjadinya masalah seperti kegagalan pembiayaan yang dihadapi oleh bank tersebut. CAR yang tinggi menunjukan bahwa Bank sangat baik dalam melindungi masabah serta menjaga kestabilan sistem keuangannya karena sangat mamapu dalam mengahadapi kemungkinan terjadinya risiko kerugian. METODE Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan metode sampling jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel, yaitu mencakup laporan keuangan triwulan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah periode 2017-2022. Variabel dalam penelitian ini adalah rasio keuangan yang meliputi CAR. NPL/NPF. ROA. ROE. NIM/NOM. BOPO, dan LDR/FDR. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan merupakan data sekunder yang berasal dari web BEI dan OJK. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Independent Samples T-Test dan Mann-Whitney Test. Tujuan analisis tersebut adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan anatara Bank BRI dan Bank BTPN Syariah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Statistik Deskriptif Tabel 3. Statistik Deskriptif BRI BTPN Syariah Rasio Min Max Mean Min Max Mean (%) (%) (%) (%) (%) (%) ROA ROE NPL/NPF BOPO LDR/FDR NIM/NOM CAR Sumber : Data diolah SPSS 26, 2023. Reny Wirantika. Husni Awali Berdasarkan tabel 3 Analisis statistik deskriptif, dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan Bank BTPN Syariah lebih baik dibandingkan dengan Bank BRI berdasarkan rasio keuangan ROA. ROE. NPF/NPL. BOPO. FDR/LDR. NOM/NIM, dan CAR yang dilihat dari nilai mean. Hasil Uji Normalitas Data Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Data Bank Shapiro-Wilk Rasio Statistic BTPN Syariah ROA BRI BTPN Syariah ROE BRI BTPN Syariah NPL/NPF BRI BTPN Syariah BOPO BRI BTPN Syariah LDR/FDR BRI BTPN Syariah NIM/NOM BRI BTPN Syariah CAR BRI Sumber : Data diolah SPSS 26, 2023. Sig. Berdasarkan tabel 4 hasil uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk Test, menunjukan bahwa data rasio CAR dan LDR/FDR Bank BRI dan BTPN Syariah memperoleh nilai Sig. lebih dari 0,05 yang menunjukan data tersebut berdistribusi Karena data berdistribusi normal maka dapat dilakukan uji hipotesis dengan statistik parametrik yaitu uji Independent sample T-Test. Untuk data rasio ROA. ROE. NPL/NPF. BOPO. NIM/NOM Bank BRI dan BTPN Syariah memperoleh nilai Sig. kurang dari 0,05 yang menunjukan data tersebut tidak berdistribusi normal. Karena data berdistribusi tidak normal maka tidak dapat dilakukan uji hipotesis dengan statistik parametrik yaitu uji Independent sample T-Test. Sehingga langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis non parametrik yaitu dengan menggunakan uji Mann-Whitney Test Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan pada Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Periode 2017-2022 Hasil Uji Independent Samples T-Test Tabel 5. Hasil Uji Independent Sempel T-Test Levene's Test for t-test for Equality of Equality of Means Variances Rasio Sig. Sig. Equal variences assumed CAR Equal variences not Equal variences assumed LDR /FD Equal variences not Sumber : Data diolah SPSS 26, 2023. Berdasarkan tabel 5 hasil uji Independent Sempel T-Test menunjukan hasil hipotesis bahwa rasio CAR dan LDR/FDR memiliki nilai Sig. -taile. < 0,05 yaitu Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah jika dilihat dari rasio CAR dan LDR/FDR. Hasil Uji Mann-Whitney Test Mann-Whitney Wilcoxon W Tabel 6. Hasil Uji Mann-Whitney Test Test Statisticsa ROA ROE NPL/NPF BOPO NIM/NOM Asymp. Sig. Sumber : Data diolah SPSS 26, 2023. Berdasarkan tabel 6 hasil uji Mann-Whitney Test menunjukan hasil hipotesis sebagai berikut: Rasio ROA memiliki nili Asymp. Sig. -taile. 0,000 < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah jika dilihat dari rasio ROA. Rasio ROE memiliki nilai Asymp. Sig. -taile. 0,000 < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah jika dilihat dari rasio ROE. Rasio NPL/NPF memiliki nilai Asymp. Sig. -taile. 0,000 < 0,05. Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah jika dilihat dari rasio NPL/NPF. Reny Wirantika. Husni Awali . Rasio BOPO memiliki nilai Asymp. Sig. -taile. 0,000 < 0,05. Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah jika dilihat dari rasio BOPO. Rasio NIM/NOM diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. 0,000< 0,05. Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah jika dilihat dari rasio NIM/NOM. Pembahasan Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia periode 2017-2022 dilihat dari rasio Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia sudah sangat baik pencapaiannya dilihat dari masing-masing rasio keuangan, yaitu ROA. ROE. BOPO. NPL. LDR. NIM dan CAR pada periode 2017-2022. Hal ini dikarenakan pencapaian nilai rasio keuangan Bank Rakyat Indonesia telah mencapai standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dari rasio ROA dapat dilihat bahwa Bank BRI sudah baik dalam mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan memanfaatkan pengelolaan aset yang dimiliknya. Bank BRI juga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menngasilkan keuntungan dari investasi yang dilakukan berdasarkan rasio ROE yang diperoleh. Dari sisi pembiayaan bermasalah yang terjadi dalam operasional bank juga lebih terkendali. Rendahnya nilai raiso keuangan NPL Bank BRI. Bank BRI juga tergolong efektif dalam pengelolaan beban operasionalnya, karena memiliki nilai rasio BOPO yang rendah, sehingga bank BRI tergolong efisien dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dalam kegiatan penyaluran pembiayaan. Bank BRI juga sudah tergolong efektif dalam menyalurkan pembiayaannya. Dilihat dari rasio NIM. Bank BRI juga baik dalam dalam mengelola aktiva produktifnya yang menghasilkan pendapatan, begitu juga dengan kemampuan Bank BRI dalam menyediakan dana yang akan dimanfaatkan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya risiko kerugian yang akan dialami mendatang, yang dinilai baik karena pencapaian rasio CAR yang sesuai standar yang telah ditetapkan BI. Kinerja keuangan Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah periode 2017-2022 dilihat dari rasio keuangan. Kinerja keuangan Bank Tabungan Peniunan Negara Syariah sudah sangat baik pencapaiannya dilihat dari masing-masing rasio keuangan, yaitu ROA. ROE. BOPO. NPL. LDR. NIM dan CAR pada periode 2017-2022. Hal ini dikarenakan pencapaian nilai rasio keuangan Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah telah mencapai standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dari rasio ROA dapat dilihat bahwa Bank BTPN Syariah memiliki kinerja keuangan yang sangat baik dalam pengelolaan aset bank untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Bank BTPN Syariah juga sudah efisien dalam mengelola dana yang dinvestasikan untuk menghasilkan laba bersih karena memiliki nilai ROE yang tinggi. Dilihat dari raiso keuangan NPF. Bank BTPN Syariah memiliki kualitas kredit yang baik atau sedikitnya masalah dalam proses pembayaran pinjaman. Begitu juga dengan kegiatan operasionalnya, dengan nilai BOPO yang rendah, maka dapat dikatakan Bank BTPN Syariah memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dalam mengelola biaya Selain itu dalam menyalurkan pembiayaannya Bank BTPN Syariah juga sudah efektif dengan kegiatan penyaluran dananya yang lebih maksimal. Dilihat dari rasio NIM. Bank BTPN Syariah juga baik dalam dalam mengelola aktiva produktifnya yang menghasilkan pendapatan, begitu juga dengan rasio CAR, yang dinilai sangat mamapu dalam mengahadapi kemungkinan terjadinya risiko kerugian. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan pada Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Periode 2017-2022 Perbandingan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah periode 2017-2022 dilihat dari rasio keuangan. Kinerja keuangan Bank BTPN Syariah lebih baik dibandingkan dengan Bank BRI dilihat dari rasio keuangan ROA. ROE. NPF/NPL. BOPO. FDR/LDR. NOM/NIM, dan CAR berdasarkan analisis statistik deskriptif yang telah dilakukan. Jika dilihat dari rasio ROA. Bank BTPN Syariah memiliki selisih nilai ROA yang lebih tinggi 7,99% dibanding dengan Bank BRI. Walaupun keduanya telah memunuhi standar ROA yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu >1,5%. Namun dari hasil tersebut menggambarkan bahwa Bank BTPN Syariah lebih baik dalam mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan memanfaatkan pengelolaan aset yang dimiliknya Dilihat dari Rasio ROE. Bank BTPN Syariah memiliki selisih nilai ROE yang lebih tinggi 9,67% dibanding dengan Bank BRI. Walaupun keduanya telah memunuhi standar ROE yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu >12,5%. Namun dari hasil tersebut menggambarkan bahwa Bank BTPN Syariah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menngasilkan keuntungan dari investasi yang dilakukan. Dilihat dari Rasio NPL/NPF. Bank BTPN syariah memiliki selisih nilai NPF yang lebih rendah 0,86 % dibanding dengan Bank BRI. Bank BTPN Syariah memunuhi standar NPL/NPF yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu <5%. Walaupun Bank BRI juga memiliki nilai NPF <5%, namun dalam hal ini masih kalah dengan Bank BTPN Syariah yang lebih rendah. Hal ini menandakan bahwa pembiayaan bermasalah yang terjadi dalam operasional Bank BTPN Syariah lebih terkendali. Dilihat dari Rasio BOPO. Bank BTPN Syariah memiliki selisih nilai BOPO yang lebih rendah 8,59% dibanding dengan Bank BRI. Walaupun keduanya telah memunuhi standar BOPO yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu <92%. Namun dari hasil tersebut menggambarkan bahwa Bank BTPN Syariah lebih efektif dalam pengelolaan beban operasionalnya, karena jika nilai BOPO semakin rendah, maka semakin efisien bank tersebut dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dilihat dari Rasio LDR/FDR. Bank BTPN Syariah memiliki nilai LDR/FDR yang lebih tinggi 6,75% dibanding dengan Bank BRI, walaupun keduanya telah mencapai standar LDR yang ditentukan Bank Indonesia yaitu antara 80% hingga 110%. Dengan nilai FDR/LDR yang berada pada strandar yang ditetapkan, maka dapat simpulkan Bank BRI dan Bank BTPN Syariah memiliki kinerja keuangan yang baik dalam menyalurkan pembiayaannya dengan efektif. Jika dilihat berdasarkan nilai FDR. Bank BTPN Syariah lebih maksimal dalam kegiatan penyaluran dananya. Dilihat dari Rasio NIM/NOM. Bank BTPN Syariah memiliki selisih nilai NIM yang lebih rendah 5,11% dibanding dengan Bank BRI. Walaupun keduanya telah memenuhi standar NIM yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu >6%. Namun dari hasil tersebut menggambarkan bahwa Bank BTPN Syariah lebih efektif dalam pengelolaan aktiva produktifnya. Semakin tinggi nilai NIM yang dimiliki oleh suatu bank maka semakin baik bank tersebut. Jika dilihat dari Rasio CAR. Bank BTPN Syariah memiliki selisih nilai CAR yang lebih tinggi sebesar 20,50% dibanding dengan Bank BRI. Walaupun keduanya telah memunuhi standar ROA yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu >8%. Namun dari hasil tersebut menggambarkan bahwa Bank BTPN Syariah lebih baik dalam menyediakan dana yang akan dimanfaatkan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya risiko kerugian yang akan dialami mendatang. Bank BTPN Syariah lebih mampu menunjukan bahwa bank tersebut mampu untuk menutupi turunya aktiva yang disebabkan oleh kerugian-kerugian bank karena aktiva yang beresiko. Reny Wirantika. Husni Awali Perbedaan kinerja keuangan yang signifikan antara Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah periode 2017-2022 dilihat dari masing-masing rasio keuangan. Terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio keuangan FDR/LDR dan CAR berdasarkan uji hipotesis pada tabel 5 uji independent sample t-test dan berdasarkan tabel 6 uji mann-whitney juga menunjukan adanya perbedaan yang signifikan pada rasio keuangan yaitu rasio ROA. ROE. BOPO. NPL/NPF dan NIM/NOM. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank BRI dan Bank BTPN Syariah periode 2017-2022 berdasarkan rasio ROA. ROE. BOPO. NPL/NPF. NIM/NOM. LDR/FDR dan CAR. Dari hasil yang menyatakan perbedaan tersebut dipengaruhi oleh hasil rata-rata masing- masing rasio keuangan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada tabel 3 yang menjelaskan bahwa mean ROA Bank BRI lebih rendah yaitu 3,16% yang dibandingkan dengan Bank BTPN Syariah sebesar 11,15%. Mean ROE Bank BRI lebih rendah yaitu 18,06% yang dibandingkan dengan Bank BTPN Syariah sebesar 27,73%. Mean NPL/NPF Bank BRI lebih tinggi yaitu 2,72% yang dibandingkan dengan Bank BTPN Syariah sebesar 1,86%. Mean BOPO Bank BRI lebih tinggi yaitu 71. 62% yang dibandingkan dengan Bank BTPN Syariah sebesar 63,03%. Mean LDR/FDR Bank BRI lebih rendah yaitu 88. 44% yang dibandingkan dengan Bank BTPN Syariah sebesar Mean NIM/NOM Bank BRI lebih rendah yaitu 21,57% yang dibandingkan dengan Bank BTPN Syariah sebesar 42,07%. Mean CAR Bank BRI lebih rendah yaitu 21. 19% yang dibandingkan dengan Bank BTPN Syariah sebesar 46. Dari semua rasio keuangan masing-masing bank menunjukan selisih nilai yang berbeda. Sehingga menghasilkan perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank BRI dan BTPN Syariah. KESIMPULAN Keismpulan dari penelitian ini diantaranya: . Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia sudah sangat baik pencapaiannya dilihat dari rasio keuangan ROA. ROE. BOPO. NPL. LDR. NIM dan CAR periode 2017-2022. Kinerja keuangan Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah sudah sangat baik pencapaiannya dilihat dari rasio keuangan ROA. ROE. BOPO. NPF. FDR. NOM dan CAR periode 2017-2022. Kinerja keuangan antara Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah, jika dilihat dari rasio ROA. ROE. BOPO. NIM/NOM. FDR/LDR. NPL/NPF dan CAR menunjukan bahwa kinerja keuangan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah lebih unggul dari Bank Rakyat Indonesia periode . Terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah periode 2017-2022 berdasarkan semua rasio keuangan yang diteliti, yaitu ROA. ROE. BOPO. NPL/NPF. FDR/LDR. NIM/NOM dan CAR. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam jumlah variabel yang digunakan dan metode untuk mengukur kinerja keuangan perbankan. Penulis hanya menggunakan tujuh variabel rasio keuangan yaitu ROA. ROE. BOPO. NPL/NPF. FDR/LDR. NIM/NOM dan CAR dan metode rasio keuangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan penelitian selanjutnya untuk lebih banyak dalam memasukan lebih banyak rasio keuangan dan menambah metode yang digunakan untuk menghasilkan penelitian yang lebih kompleks. DAFTAR PUSTAKA