Efektifitas Penggunaan Direct Method dalam Pengajaran Bahasa Arab di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau Rojja Pebrian Universitas Islam Riau Email: rojjapebrian@fis. Yenni Yunita Universitas Islam Riau Email: yenniyunita87@gmail. Ismail Akzam Universitas Islam Riau Email: akzamalbakanbaru@fis. Gamal Abdul Nasir Universiti Brunei Darussalam Email: gamal. zakaria@ubd. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan Direct Method dalam pengajaran Bahasa Arab bagi mahasiswa semester II Fakultas Komunikasi Universitas Islam Riau. Rata-rata mahasiswa ini merupakan lulusan dari SMA/SMK dan belum pernah mendapatkan pembelajaran bahasa Arab. Adapun metode yang dipilih dalam melakukan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan observasi, interview dan angket sebagai cara pengumpulan data. Observasi dilaksanakan di 3 kelas selama satu semester, sedangkan interview dilakukan kepada 7 orang mahasiswa yang dipilih dengan teknik pemilihan sampel terstruktur. Adapun angket disebarkan kepada 95 sampel populasi yang berjumlah 122 orang yang pilih secara acak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa direct Method efektif dalam pengajaran bahasa arab bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau. Kata Kunci: Efektifitas. Direct Method. Pembelajaran bahasa Arab Abstract This study aims to determine the effectiveness of using the Direct Method in teaching Arabic for the second semester students of the Faculty of Communication Riau Islamic University. The average student is a graduate of High school / vocational school and have never received Arabic learning. The method chosen in conducting this research is a qualitative method with observation, interview and questionnaire as a way of collecting data. Observations were carried out in 3 classes for one semester, while interviews were conducted with 7 students selected using structured sample selection Rojja Pebrian. Yenni Yunita. Ismail Akzam. Gamal Abdul Nasir The questionnaire was distributed to 95 population samples totaling 122 people who chose randomly. Based on the results of the study note that direct Method is effective in teaching Arabic for students of the Faculty of Communication at the Riau Islamic University. Keyw ords: Effectiveness. Direct Method. Arabic Learning Pendahuluan Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting dikuasai, selain ia merupakan bahasa ritual keagamaan seperti salat, khotbah Jumat, berdoa, dan lain-lain, tetapi ia juga merupakan bahasa pergaulan Saat ini bahasa Arab merupakan salah satu bahasa resmi yang digunakan di PBB. Seiring dengan urgensi bahasa arab, perkembangan metode pengajaran bahasa terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Namun, metode pengajaran bahasa dengan cara klasik sampai sekarang masih banyak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas-kelas 1 Selama ini, praktik pengajaran bahasa Arab lebih menekankan pada penghafalan dan penerjemahan kata perkata. Padahal bahasa itu adalah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (UIR) adalah salah satu fakultas umum di Universitas ini. UIR dalam proses tahap awal melakukan internasionalisasi perguruan tinggi mulai memasukkan bahasa-bahasa resmi PBB dalam pembelajaran di kampus, selain bahasa Inggris. 3 Mulai tahun ajaran 2018/2019 pihak dekanat mengambil kebijakan untuk menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu mata kuliah bahasa asing di fakultas. Sebelumnya bahasa arab belum dipelajari di fakultas ini. Rata-rata mahasiswa di fakultas ini berasal dari sekolah umum pada peringkat sekolah menengahnya. Maka hal ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana mengajarkan bahasa Arab kepada mereka secara efektif, agar tujuan dan target pembelajaran dapat dicapai. 1 Nurul Hanani. AoEFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE AUDIOLINGUAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARABAo. REALITA, 14. 2 Nova Yanti and Nurul Afrani. AoEfektifitas Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Menggunakan Metode Langsung Di SDS Hubulwathan DuriAo. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 10. , 231Ae43. Saproni Saproni. AoLeadership Mentality in Indonesia Ao s PTKIS InternationalizationAo, in PROCEEDINGS INTERNATIONAL CONFERENCE BKSPTIS , 2018, pp. 155Ae64. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Rojja Pebrian. Yenni Yunita. Ismail Akzam. Gamal Abdul Nasir Sampai saat ini bahasa Arab, masih dianggap oleh sebagian peserta didik sebagai bahasa yang sulit, bahkan membuat mereka tidak berminat mempelajari bahasa arab. Hal ini merupakan tantangan yang harus segera dicari solusinya. Selain perlu ada upaya yang harus dilakukan dalam memberi bekal awal mahasiswa yang tidak mempunyai latar belakang pengalaman belajar bahasa arab sebelumnya dalam bentuk penyajian materi-materi matrikulasi,4 maka faktor selanjutnya yang mendorong keberhasilan proses pengajaran bahasa arab, adalah metode. Selain itu, di era Revolusi Industri 4. 0 ini, menuntut adanya pembelajaran dan metode yang bisa menghantarkan mereka mandiri dalam belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengkaji salah satu metode pengajaran bahasa Arab, yaitu direct method, yang diterapkan kepada mahasiswa di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau. Metode Penelitian Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas islam Riau. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester II di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau yang berjumlah 122 orang Untuk mengetahui data-data dalam melakukan penelitian, maka penulis mengumpulkan data dengan menggunakan:6 Wawancara Adapun teknik yang digunakan penulis adalah teknik wawancara bebas terpimpin, artinya wawancara dilakukan dengan menggunakan pertanyaan- pertanyaan pokok yang telah disusun, dan dapat dikembangkan lebih mendalam dengan tidak menyimpang dari pokok Tujuannya adalah agar peneliti bisa memperoleh data, khususnya tentang efektivitas metode langsung pada pembelajaran Saproni Muhammad Samin. AoBahan Ajar Matrikulasi Pendidikan Bahasa ArabAo. Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 17. , 1Ae10. 5 Saproni Muhammad Samin. AoKEMANDIRIAN BELAJAR BAGI PEMBELAJAR BAHASA ARAB DI TINGKAT PERGURUAN TINGGI DI ERA 4. 0Ao, in Prosiding Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab, 2019, pp. 613Ae18. 6 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R & D. Cet. Bandung: Alfabeta CV El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Rojja Pebrian. Yenni Yunita. Ismail Akzam. Gamal Abdul Nasir bahasa Arab, sistem penerapannya, kelebihan dan kekurangan metode Penulis mewawancarai 7 orang mahasiswa yang belajar bahasa arab dan dipilih dari 3 kelas pembelajaran yang berbeda. Observasi Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipatif, yaitu peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati, sambil melakukan pengamatan, peneliti pun ikut terlibat pada sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipatif ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, sampai mengetahui tingkat makna dari setiap perilaku subjek. Jenis kegiatan yang diobservasi adalah proses pembelajaran dengan menggunakan metode langsung, materi, teknik pelaksanannya, media pembelajaran yang digunakan, dan keaktifan dan respons peserta didik. Angket Yaitu teknik dengan kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan tertulis, digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Angket digunakan untuk mendukung data yang didapatkan dari teknik wawancara dan observasi. Populasi pada penelitian ini sebanyak 122 orang, berdasarkan dari tabel penentuan jumlah sampel yang disusun oleh Isaac dan Michael maka sample untuk keperluan angket adalah sebanyak 95 orang dari keseluran populasi. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisa deskriptif, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode deskriptif kualitatif, dimana setelah data yang diperlukan diperoleh, lalu data tersebut dikelompokkan dan diuraikan sesuai dengan jenisnya dan dianalisisa dengan menggunakan analisis kualitatif. Data yang diambil dari data kualitatif yaitu wawancara dan observasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan data pendukung yang diambil dari angket dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Efektifitas Pembelajaran Bahasa Arab Efektivitas berasal dari kata AuefekAy yang berarti akibat, pengaruh, kesan yang timbul pada pikiran penonton, pendengar, pembaca, dan Maka efektivitas dapat diartikan sebagai suatu keadaan KBBI. AoKamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )Ao. Kementerian Pendidikan Dan Budaya, 2016. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Rojja Pebrian. Yenni Yunita. Ismail Akzam. Gamal Abdul Nasir yang berpengaruh, memiliki kesan yang dengannya tercapai target yang Sedangkan pembelajaran adalah proses daripada aktifitas yang dilakukan. Efektivitas pembelajaran bahasa sulit tercapai dengan baik tanpa ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ada 5 faktor yang menjadi landasan keterampilan berbahasa,yaitu: bahasa itu ujaran, bukan tulisan, bahasa itu seperangkat kebiasaan, ajarkanlah bahasa bukan tentang bahasa, bahasa adalah sebagaimana yang dikatakan oleh penutur asli bukan seperti yang dipikirkan orang bagaimana seharusnya mereka berbicara, bahasa itu berbeda- beda. Pembelajaran non-arab8 memperhatikan beberapa aspek, di antaranya. aspek pedagogi, peran guru dan peserta didik, fokus kemahiran yang diajarkan, dan beberapa faktor penunjang lainnya seperti alokasi waktu yang memadai, penggunaan alat bantu belajar dan penggunaan IT. Metode Direct Method dalam Pembelajaran Bahasa Arab Metode adalah salah satu unsur yang menunjang keberhasilan pembelajaran bahasa. Metode langsung . irect Metho. lahir sebagai alternatif cara belajar bahasa kedua. Disebut metode langsung karena selama proses pembelajaran, pengajar langsung menggunakan bahasa asing yang diajarkan, tidak menggunakan bahasa ibu. Beberapa karakteristik metode langsung ini antara lain: Materi pelajaran terdiri dari dari kata-kata dan struktur kalimat yang banyak digunakan sehari-hari. Gramatika diajarkan melalui situasi dan dilakukan secara lisan bukan dengan cara menghafalkan aturan-aturan gramatika. Arti yang konkrit diajarkan dengan menggunakan benda-benda, sedangkan arti yang abstrak melalui asosiasi. Banyak latihan-latihan mendengarkan dan menirukan dengan tujuan agar dapat dicapai penguasaan bahasa secara otomatis. Pengajaran tata bahasa dan kosakata secara lisan. Mendengarkan dan menirukan dengan leluasa sampai bentuk tata bahasa dan kosa kata muncul secara otomatis. A AoEI EAEAO EEOI EE EO EO EICOI NA,AAoAAIO II IOIA. A IE EIO IEI EEOA: AEIIA AOE uEEIOA, 4. , 147Ae60