Cakrawala : Jurnal Pendidikan Vol. No. 2, 2018 p-ISSN: 1858-4497 . e-ISSN: 2549-9300 website: http://e-journal. id/index. php/Cakrawala DOI: http://dx. org/10. 24905/cakrawala. Peralihan Fungsi Benteng Pendem Cilacap Dari Masa Ke Masa Adhiningtyas Putu Widharta1*). Emy Wuryani. Tri Widiarto. Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga *) Corresponding author: Email: adhiningtyasputuwidharta@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya Benteng Pendem dan peralihan fungsinya dari masa berdiri sampai masa sekarang. Rumusan masalah penelitian adalah Bagaimanakah peralihan fungsi di Benteng Pendem Cilacap dari masa ke masa. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilaksanakan sebuah penelitian dengan menggunakan metode sejarah. Penelitian ini melewati empat . buah tahapan, yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa Benteng Pendem Cilacap pada awalnya didirikan untuk pertahanan militer Pemerintah Hindia Belanda, namun dalam perkembangannya Benteng Pendem Cilacap mengalami beberapa perubahan fungsi seperti: . pada masa pendudukan Jepang digunakan sebagai markas pertahanan militer oleh Tentara Jepang, . pada masa kemerdekaan Indonesia sebagai tempat berlatih perang dan pendaratan laut oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah, . Saat ini Benteng Pendem Cilacap menjadi salah satu objek wisata pendidikan dan sejarah Indonesia. Kata Kunci: Benteng Pendem. Cilacap. Fungsi Benteng. Abstract The purpose of this paper is to describe the establishment history of Benteng Pendem Cilacap and understand the function switch of it from the beginning until now. The central question of this study asks how is the function switch of Benteng Pendem from time to time. Therefore, historical method was applied in order to answer the question. Data for this research were collected using four stages: heuristic, source criticism, interpretation, and historical writing. The result showed that at first. Benteng Pendem was designed for military design of the Dutch-Indian government. However, at this current development, it was used for several function: . during the Japanese occupation, it was used as a military defense headquarters by Japanese soldier. during the Indonesian independence, it was used as a place to practice for war and sea landing by the Indonesian national army (TNI) Banteng Loreng in Central Java. at this time. Benteng Pendem Cilacap is one of IndonesiaAos educational and historical excursion. Key Words: Benteng Pendem. Cilacap. Function. Copyright @ 2018 Universitas Pancasakti Tegal Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 135-143 PENDAHULUAN Di Jawa Tengah terdapat beberapa Kabupaten dan Kotamadya, salah satunya adalah Kabupaten Cilacap yang terletak di barat daya Provinsi Jawa Tengah. Cilacap merupakan bagian dari eks Karesidenan Banyumas bagian Selatan dengan luas wilayah 225. 840 ha yang mencakup 24 kecamatan. Berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Barat dan Samudera Hindia, wilayah ini menjadi wilayah yang cukup strategis dan cocok dijadikan kota pelabuhan. Sebagai sebuah kota pelabuhan yang menjadi pintu gerbang jalur perekonomian dari wilayah Banyumas ke Kerajaan Belanda, tentunya Cilacap sangat berpotensi untuk berkembang menjadi sebuah kota yang besar dan maju. Sebagai kota dengan letak strategis dan berpotensi menjadi sebuah pelabuhan, tentunya akan memancing banyak pihak untuk menguasainya. Untuk menangkal pihak-pihak lain yang berusaha untuk menguasai kota Cilacap, pemerintah Hindia Belanda membangun infrastruktur pertahanan berupa sebuah benteng yang terletak di pinggir pantai. Benteng tersebut bernama Kusbatterij op de Lantong te Tjilacap,atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Benteng Pendem Cilacap. Benteng Pendem Cilacap telah melalui berbagai masa sejarah mulai dari berdirinya pada masa pemerintahan Hindia Belanda, masa pendudukan Jepang, masa kemerdekaan, hingga masa kini. Pada setiap masa sejarah, tentunya benteng tersebut akan melalui peristiwa sejarah tertentu. Dalam peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi, pastinya benteng akan mengalami pemanfaatan oleh pihak yang berhasil menguasainya. Dari beberapa pihak yang memanfaatkan benteng tersebut tentunya akan menggunakan cara pemanfaatan yang berbeda-beda, untuk itu perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengidentifikasi bagaimana pemanfaatan Benteng Pendem Cilacap oleh pihak yang menguasainya. Untuk membatasi rentang waktu pemanfaatan benteng, maka akan digunakan model periodisasi yaitu: masa Hindia Belanda, masa Pendudukan Jepang, masa Revolusi Kemerdekaan, dan masa Kini. Kemudian kajian yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini adalah tentang aspek peralihan fungsinya saja. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peralihan fungsi Benteng Pendem Cilacap dari masa ke masa? KAJIAN TEORI Dalam penelitian sejarah, penulis membagi kronologi sejarah menjadi suatu unit-unit waktu yang dikelompokkan dengan klasifikasi tertentu yang disebut dengan periodisasi. Periodisasi perlu dilakukan agar suatu peristiwa sejarah dengan rentang waktu yang panjang Adhiningtyas Putu Widharta et al. : Peralihan Fungsi Benteng Pendem CilacapA dan berkesinambungan dapat menjadi lebih mudah dipahami. Dalam menentukan periodisasi sejarah penulis harus melakukan komparasi suatu kurun waktu tertentu dengan kurun waktu yang lain sehingga dapat menemukan suatu ciri khas dari suatu rentang waktu. Dengan demikian suatu periodisasi dapat diputuskan (Kuntowijoyo, 2008: 19-. Menurut Loir dan Ambary . 9: . sebuah bangunan dapat diidentifikasi menurut fungsi, dalam artian kegunaan bangunan dapat dilihat dari berbagai macam ruangan, yakni: Interaksi antar manusia, misalnya: kantor, dagang, penyimpanan, pendidikan, perpustakaan, kesenian, upacara, dan lain-lain. Biologis misalnya: tidur, mandi, buang air besar, buang air kecil, makan. Interaksi manusia dengan yang gaib seperti: penyimpanan jenazah maupun penyimpanan benda keramat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2008:. , alih berarti pindah atau ganti atau tukar. Alih fungsi juga dapat diartikan sebagai pengalihan fungsi benda atau barang dari satu fungsi ke fungsi lain. Alih fungsi terjadi karena beberapa faktor, contohnya faktor ekonomi, politik, dan sebagainya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Tahap-tahap dalam penelitian sejarah ada empat tahap, yaitu: . Heuristik atau pelacakan sumber, . Kritik sumber, . Interpretasi, . Penulisan (Hamid dan Madjid, 2011: . Hal ini karena ketepatan dalam menentukan metodologi dapat mengantar ke arah tujuan yang diinginkan, yaitu hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelacakan sumber atau mengumpulkan sumber dengan metode observasi, metode kajian pustaka, dan metode lisan. Observasi dilakukan terhadap peninggalan pemerintah kolonial yang berupa bangunan Benteng Pendem Cilacap. Sedangkan kajian pustaka dilakukan terhadap studi dokumen kuno berupa arsip, hasil penelitian berupa skripsi dan jurnal, dan laporan konservasi terhadap Benteng Pendem Cilacap. Metode lisan dilakukan dengan melakukan wawancara kepada informan-informan terkait fungsi Benteng Pendem Cilacap, antara lain sebagai berikut: Pengelola Benteng Pendem Cilacap. Bagian Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap. Pedagang di sekitar Benteng Pendem Cilacap, dan Wisatawan Benteng Pendem Cilacap. Kritik sumber adalah upaya untuk mendapatkan otentisitas dan kredibilitas sumber. Adapun caranya, yaitu dengan melakukan kritik. Kritik sumber ada dua macam, kritik Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 135-143 internal dan kritik eksternal. Kritik internal adalah kritik mengenai kredibilitas isi sumber. Melalui kritik internal dapat diketahui sumber tersebut dapat dipercaya atau tidak, sedangkan untuk mengetahui sumber tersebut dapat atau tidak adalah dengan membandingkan berbagai sumber yang ada atau cross examination. Kritik eksternal digunakan untuk mengetahui otentitas atau keaslian sumber dengan melakukan penelitian fisik terhadap sumber. Misalnya meliputi tanggal dokumen, bahan dokumen . ertas, tinta, dan gambar ai. dan isi dokumen (Pranoto, 2010: 35-. Selanjutnya tahap interpretasi adalah menjelaskan, menafsirkan atau mengartikan suatu informasi yang berkaitan dengan objek penelitian. Tafsiran tersebut akan digunakan untuk menarik kesimpulan dan menemukan jawaban dari rumusan masalah yang telah disusun (Pranoto, 2010: . Setelah tahapan-tahapan sebelumnya diselesaikan, maka akan dilaksanakan tahapan penulisan. HASIL DAN PEMBAHASAN Benteng Pendem Cilacap Masa Hindia Belanda Berdasarkan letak geografis. Cilacap yang dianggap strategis karena dekat dengan laut membuat pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah sektor pertahanan militer untuk mempertahankan diri dari serangan musuh yang datang tiba-tiba. Sebuah kapal Inggris yang bernama Royal George pernah mendarat di Pulau Nusakambangan. Hal ini membuat Belanda takut dan khawatir akan ancaman musuh yang datang, meskipun akhirnya diketahui ternyata kapal Royal George tersebut singgah hanya untuk mengambil air. Menyadari arti pentingnya Cilacap, maka semakin kuatlah keinginan pemerintah Hindia Belanda membuat sebuah markas di tepi pantai Cilacap. Menyadari arti pentingnya Cilacap, maka semakin kuatlah keinginan pemerintah Hindia Belanda membuat sebuah markas di tepi pantai Cilacap. Pada tahun 1861 dimulailah pembuatan benteng yang berlangsung selama 18 tahun sampai selesai pada tahun 1879 dengan luas wilayah 10,5 ha. Dalam bahasa Belanda, benteng ini dinamakan Kustbatterij Op De Landtong Te Tjilatjap, yang berarti tempat pertahanan pantai di atas tanah yang menjorok ke laut menyerupai bentuk lidah (Pemkab. Cilacap. Benteng Pendem 1861-1. Disebut Benteng Pendem karena letaknya yang tertimbun dengan tanah, dan kata pendem merupakan serapan dari bahasa Jawa yang artinya terpendam. Benteng Pendem dibangun dengan menggunakan tenaga rakyat pribumi masa itu. Material yang digunakan Adhiningtyas Putu Widharta et al. : Peralihan Fungsi Benteng Pendem CilacapA dalam pembangunan benteng adalah batu bata merah dari gunung berapi, batu kapur, dan tetap menggunakan semen serta pasir yang dicuci terlebih dahulu supaya bangunan dapat berdiri kokoh. Batu bata yang digunakan ada 6 jenis ukuran, mulai dari yang kecil hingga Teknik pembuatan Benteng Pendem sangat unik yaitu ketika seluruh bangunan ini jadi, kemudian bangunan tersebut ditimbun dengan tanah setebal 3. 5 meter. Hal ini ditujukan agar musuh yang datang tidak akan mengira, bahwa di Cilacap terdapat sebuah benteng yang kokoh untuk pertahanan (Pemkab. Cilacap. Benteng Pendem 1861-1. Terdapat lebih dari 60 ruangan di Benteng Pendem diantaranya adalah barak atau ruang istirahat, markas, terowongan, ruang rapat, gudang senjata, benteng pengintai yang terletak di atas benteng, benteng pertahanan, ruang perwira, penjara, ruang mesiu, 13 tempat meriam, ruang logistik, dan lain-lain. Di sekeliling benteng juga terdapat parit dengan kedalaman 3 meter dan lebar 18 meter yang memiliki fungsi untuk patroli air menggunakan perahu oleh Tentara Hindia Belanda dan juga sebagai pembuangan air dari terowongan. Selain itu, di dalam benteng juga dapat ditemui 10 sumur sebagai mata air di dalam benteng. Pada bagian atas benteng, terdapat 13 pucuk meriam, 8 pucuk menghadap kelaut Hindia, 5 pucuk yang lain menghadap ke selat Nusakambangan. Selain itu di dalam terowongan juga terdapat 6 pucuk meriam yang dapat digunakan saat darurat (Pemkab Cilacap. Benteng Pendem 1861-1. Setelah pembangunan benteng selesai, karena alasan privasi militer rakyat pribumi yang dipekerjakan membuat benteng tidak diperbolehkan pulang ke asal masing-masing, mereka tetap tinggal di benteng dan menjadi pembantu para Tentara Belanda. Dilihat dari jenis-jenis ruangan yang ada terlihat jelas bahwa Benteng Pendem benar-benar dibangun untuk dipersiapkan menjadi sebuah markas pertahanan militer pemerintah Hindia Belanda. Fungsi bangunan pada tahun 1861-1942 adalah untuk pertahanan dari serangan musuh yang bisa datang secara tiba-tiba dari arah pantai atau Samudera Hindia. Benteng Pendem Cilacap Masa Pendudukan Jepang Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik dimulai tanggal 8 Desember 1941 ditandai dengan Jepang menyerang pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour. Hawai (Poesponegoro dan Notosusanto, 1975:. Pada malam hari tanggal 28 Februari 1942. Jenderal Imamura sebagai panglima tentara Jepang ke- 16 mendarat di pantai barat laut Jawa. Pada tanggal 2 Maret 1942. Jenderal Imamura mengucapkan pidato yang isinya menegaskan bahwa Hindia Belanda sudah tidak ada lagi. Selanjutnya Indonesia Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 135-143 diambil alih oleh Jepang, digabungkan menjadi bagian dari Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya (Arifin Bey, 1985:6-. Letnan Jenderal H. Ter Poorten sebagai Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda, atas nama Angkatan Perang Serikat di Indonesia pada tanggal 8 Maret 1942 resmi menyerah tanpa syarat kepada Jepang, maka sejak saat itu berakhirlah Pemerintah Hindia Belanda dan digantikan oleh Pemerintahan Jepang (Poesponegoro dan Notosusanto, 1975:. Dengan berakhirnya masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia, maka seluruh wilayah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu diambil alih oleh pemerintah Jepang yang berpengaruh dalam bidang politik. Jepang juga memperkuat bidang pertahanan militer dengan menduduki Benteng Pendem Cilacap, dan memfungsikan benteng tersebut sebagai markas pertahanan Tentara Jepang. Selama menduduki Benteng Pendem Cilacap. Jepang membangun sarana berupa bunker yang terdapat di bagian atas benteng, dengan menggunakan sistem konstruksi dari beton dan kerangka besi yang berjumlah 4 buah. Fungsinya adalah sebagai tempat berlindung, bersembunyi, dan menyelamatkan diri dari serangan musuh. Tidak ada serah terima secara resmi terkait dengan penyerahan benteng tersebut kepada pihak Jepang, dikarenakan pada saat itu Jepang menduduki benteng dengan keadaan benteng yang sudah tidak berpenghuni. Selanjutnya benteng ini diduduki oleh Jepang sampai tahun 1945 sebagai fungsi pertahanan bagi pasukan Tentara Jepang selama memerintah di Indonesia. Selama benteng diambil alih dan digunakan oleh Jepang, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap fungsi Benteng Pendem Cilacap. Benteng Pendem Cilacap Masa Sesudah Kemerdekaan Republik Indonesia Pada 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945 pesawat Amerika Serikat kembali menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki. Hal ini membuat posisi Jepang semakin terdesak. Kemudian Jepang pun menyerah tanpa syarat pada tanggal 15 Agustus 1945 yang memberikan dampak besar pada Indonesia berupa kekosongan kekuasaan (Ricklefs, 1981:425-. Kabar berita kekalahan Jepang ini telah sampai di telinga Sutan Sjahrir selaku Golongan Muda. Hal ini dimanfaatkan Golongan Muda untuk mendesak Soekarno dan Hatta selaku Golongan Tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia keesokan harinya, yaitu pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Soekarno dan Hatta masih mencari kebenaran tentang berita kekalahan Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan Proklamasi Adhiningtyas Putu Widharta et al. : Peralihan Fungsi Benteng Pendem CilacapA pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Perbedaan pendapat ini akhirnya membuat Jusuf Kunto dan Sukarni yang berasal dari Golongan Muda mengamankan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 00 WIB, dengan tujuan untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta dari Jakarta agar tidak dipengaruhi oleh Jepang. (Poesponegoro dan Notosusanto, 1975:24-. Setelah melewati banyak peristiwa dan beberapa perundingan antara Golongan Tua dan Golongan Muda di Rengasdengklok, akhirnya Ahmad Soebardjo dan Wikana sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Selanjutnya disetujui Soekarno dan Hatta yang menandatangi naskah tersebut atas nama bangsa Indonesia. Naskah diketik oleh Sayuti Melik, dan naskah ini dikenal dengan naskah otentik. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10. 00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur no 56 Jakarta, berkumandanglah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang pada masa itu menjadi cita-cita setiap rakyat Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno dan didampingi Hatta (Poesponegoro dan Notosusanto, 1975:28-. Sebagai pihak yang kalah perang. Jepang harus menyerahkan senjatanya kepada Tentara Sekutu dan juga harus membebaskan tawanan perang Sekutu yang ditahan Jepang. Pasca kemerdekaan. Tentara Sekutu berhasil menduduki Indonesia dan menjadikan Benteng Pendem Cilacap sebagai markas pertahanan Tentara Sekutu sampai tahun 1949, tepatnya tanggal 27 Desember 1949 ketika Belanda melakukan penyerahan kedaulatan mengakui kemerdekaan Indonesia. Benteng Pendem Cilacap Masa Pasca Kemerdekaan Indonesia Sekitar tahun 1950 setelah Sekutu meninggalkan Indonesia, kondisi Benteng Pendem Cilacap terbengkalai dan tidak difungsikan sama sekali selama 2 tahun lamanya. Namun seiring berjalannya waktu, pada tahun 1952 Benteng Pendem diambil alih oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Banteng Loreng atau Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kesatuan Jawa Tengah dan dijadikan tempat berlatih pertempuran dan pendaratan laut sampai dengan tahun 1965. Selain itu RPKAD yang sekarang berganti nama menjadi KOPASUS (Komando Pasukan Khusu. mendirikan Monumen Peluru di gerbang utama Benteng Pendem Cilacap sebagai simbol bahwa RPKAD pernah menggunakan Benteng Pendem Cilacap sebagai markas tempat berlatih (Pemkab. Cilacap. Benteng Pendem 18611. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 135-143 Benteng Pendem Cilacap Masa Kini Pemanfaatan Benteng Pendem Cilacap oleh RPKAD berlangsung selama 13 tahun. Setelah tahun 1965 hingga pada tahun 1986, benteng ini terbengkalai dan tidak terawat, bahkan terkesan angker. Kemudian pada tahun 1986 Pemerintah Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan CV. Wardoyo memugar dan menggali benteng ini. Penggalian dan pemugaran benteng pertama kali dilakukan pada tanggal 26 November 1986 dengan tujuan menjadikan Benteng Pendem sebagai objek wisata. Keputusan pemugaran benteng ini memiliki latar belakang supaya keberadaan benteng ini menjadi lebih terawat dan dapat dinikmati oleh generasi penerus bangsa di era-era berikutnya. Benteng ini merupakan sumber kebanggaan masyarakat Cilacap, dan adanya Benteng Pendem Cilacap merupakan suatu bukti bahwa Cilacap merupakan wilayah yang sudah diperhitungkan eksistensinya sejak masa lalu. Pada tahap pertama pemugarannya menelan biaya sekitar Rp 200. Pemugaran benteng ini berlangsung selama beberapa bulan, dan resmi dibuka menjadi objek wisata pada tanggal 28 April 1987. Pada tahun-tahun awal dibukanya Benteng Pendem Cilacap sudah banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah khususnya wilayah Karesidenan Banyumas, seperti dari Banyumas. Cilacap. Banjarnegara, dan Kebumen. Karena jumlah wisatawan yang semakin meningkat, kemudian pada tahun 1991 Benteng Pendem Cilacap mengalami pemugaran dan penggalian untuk kedua kalinya, dan pada saat itu Soesilo Soedarman selaku Menteri Pariwisata. Pos dan Telekomunikasi pada Kabinet Pembangunan V datang menyaksikan penggalian dan memberikan bantuan dana. Hasil dari pemugaran dan penggalian tahap kedua adalah ditemukannya ruang amunisi. Peralihan fungsi Benteng Pendem Cilacap menjadi lokasi objek wisata kemudian membawa dampak perekonomian kepada warga sekitar, dikarenakan banyak warga yang menjual cindera mata khas Cilacap terutama yang berasal dari kerang, pasir putih, dan lain sebagainya. Bentuk cindera mata berupa gantungan kunci, kalung, vas bunga, jam dinding, asbak, dan berbagai pernak-pernik Meskipun benteng ini menjadi situs cagar budaya, namun status kepemilikan tanah atas benteng ini adalah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atau TNI AD. Untuk bangunan benteng dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah. Sedangkan Pemerintah Daerah Cilacap bertugas mengelola objek wisata Benteng Pendem Cilacap. Adhiningtyas Putu Widharta et al. : Peralihan Fungsi Benteng Pendem CilacapA Hingga saat ini Benteng Pendem Cilacap masih ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Untuk dapat masuk ke benteng, wisatawan mancanegara maupun domestik dapat membayar harga tiket masuknya yang sudah diatur dalam Peraturan Bupati Tahun 2018, sebesar Rp 7. 500 dan sudah termasuk untuk premi asuransi senilai Rp 500. Tak hanya wisatawan umum. Benteng Pendem juga sering dikunjungi oleh para siswa sekolah yang melakukan study tour. Para siswa yang datang ke benteng dari berbagai tingkat, baik Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Beberapa sekolah yang pernah mengunjungi Benteng Pendem Cilacap yaitu SD Negeri Semarangan 4 Sleman Yogyakarta. SMP Negeri 2 Kroya, dan SMA Yanuris Tonjong Brebes. Wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah seperti Purbalingga. Banyumas. Pemalang, dan sekitarnya. Tabel 1 Data Jumlah Pengunjung Benteng Pendem Cilacap Tahun 2011-2015 Tahun Jumlah Pengunjung Sumber: Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, 2016 Para wisatawan juga dapat menikmati permainan sepeda air yang beroperasi di parit yang mengelilingi benteng dengan membayar Rp 15. Di dalam area benteng juga terdapat beberapa fasilitas, seperti tempat duduk sebagai tempat beristirahat yang berjumlah 24 buah, spot selfie berupa bambu-bambu yang disusun dan berjumlah 15 buah, toilet, serta tempat parkir yang luas. Di sekitar area benteng terdapat lebih dari 50 ekor rusa yang dibiarkan begitu saja di dalam area benteng, rusa-rusa ini didatangkan dari Teluk Penyu yang awalnya hanya berjumlah 5 ekor. Untuk pengelolaan benteng terdapat 15 orang karyawan yang terdiri dari 1 koordinator lapangan yang bertugas melakukan pengawasan untuk pelaksanaan kerja, 1 orang bagian ticketing yang bertugas menjaga loket tiket masuk, 1 orang porter yang bertugas mengarahkan pengunjung ke loket tiket masuk dan menjaga pintu masuk, sedangkan 12 orang lainnya bertugas sebagai petugas kebersihan yang masingmasing tugasnya dibagi berdasarkan zona-zona yang sudah ditentukan. Cakrawala : Jurnal Pendidikan. : 135-143 KESIMPULAN Benteng Pendem Cilacap didirikan pada tahun 1861 dan selesai pada tahun 1879, pada masa Hindia Belanda. Benteng tersebut didirikan sebagai tempat pertahanan militer di pinggir pantai oleh pemerintah kolonial. Pada tahun 1942. Jepang datang ke Indonesia dan mengambil alih pemerintahan di Indonesia tak terkecuali Benteng Pendem Cilacap dan digunakan sebagai markas pertahanan militer oleh Tentara Jepang. Hingga pada tanggal 6 Agustus 1945 ketika kota Hiroshima di bom atom oleh Sekutu yang mengakibatkan Jepang menyerah dan meninggalkan Indonesia. Pasca kemerdekaan. Tentara Sekutu berhasil menduduki Indonesia tak terkecuali Benteng Pendem Cilacap yang difungsikan menjadi markas pertahanan Tentara Sekutu sampai tahun 1949, tepatnya tanggal 27 Desember 1949 ketika Belanda melakukan penyerahan kedaulatan mengakui kemerdekaan Indonesia. Sejak ditinggalkan tentara Sekutu, kondisi benteng terbengkalai sampai tahun 1952. Kemudian benteng ini diambil alih oleh TNI Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah untuk dijadikan tempat berlatih perang dan pendaratan laut sampai tahun 1965. Setelah digunakan sebagai tempat berlatih perang dan pendaratan laut, benteng ini tidak dihuni, terbengkalai dan dibiarkan begitu saja. Pada tahun 1986 benteng tersebut mengalami pemugaran untuk dijadikan objek wisata. Hingga saat ini. Benteng Pendem Cilacap masih ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. DAFTAR PUSTAKA