Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 1 Maret 2020 | pp. 9 Ae 14 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Efektivitas Pelatihan Kader Posyandu Dalam Penggunaan Buku KIA Dengan Metode Make a Match Dewi Zolekhah. Elvika Fit Ari Shanti. Liberty Barokah Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta Corresponding author: Dewi Zolekhah . ewizolekhah87@gmail. Received: December, 16 2019. Accepted: January, 19 2020. Published: March, 15 2020 ABSTRAK Posyandu berperan dalam pendekatan partisipasi kepada masyarakat di bidang Posyandu dikelola oleh kader. Tugas kader posyandu dalam kegiatan KIA salah satunya adalah melakukan pencatatan. Kenyataanya masih banyak kader posyandu yang tidak mengetahui cara menggunakan buku KIA. Selama ini kader telah memperoleh pelatihan dan penyegaran tentang Buku KIA. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan tersebut adalah konvensional, yaitu pelatihan diberikan secara ceramah dan tanya jawab. Kelemahan dari metode ini yaitu pengetahuan yang didapatkan cepat terlupakan. Metode Make A Match merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Keunggulannys adalah cara peserta belajar mengenai suatu topik/konsep dengan membuat kartu soal dan jawaban dan mencocokan kartu tersebut serta mengikuti pembelajaran dengan aktif dan suasana yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan kader posyandu dalam penggunaan buku KIA dengan metode make a match di Desa Lumbungrejo. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental, dengan rancangan penelitian one group pre test-post test group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang terdapat di Desa Lumbungrejo sebanyak 30 orang. Teknik sampel dengan total sampling. Analisis data menggunakan Wilxocon Sign test, didapatkan p value . < 0,005 sehingga terdapat perbedaan yang bermakna terkait pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan tentang penggunaan Buku KIA Dengan Metode Make A Match. Kata Kunci: Pelatihan. Kader. Buku KIA This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan (Kemenkes, 2. Posyandu dikelola oleh kader yang telah memperoleh pelatihan salah satunya dari bidan Puskesmas (Kemenkes, 2. Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela mengelola posyandu. Tugas kader Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Efektivitas Pelatihan Kader PosyanduA. posyandu dalam kegiatan KIA adalah melakukan pen-daftaran, penimbangan, mencatat pelayanan ibu dan anak dalam buku KIA, menggunakan buku KIA sebagai bahan penyuluhan dan melaporkan penggunaan buku KIA kepada petugas kesehatan (Kemenkes, 2. Kader posyandu merupakan health provider yang berada di dekat kegiatan sasaran posyandu. Intensitas pertemuan kader lebih sering daripada petugas kesehatan lainya. Tugas kader posyandu dalam kegiatan KIA yaitu melaksanakan tugas di bagian pendaftaran, penimbangan, mencatat pelayanan ibu dan anak dalam buku KIA, menggunakan buku KIA sebagai bahan penyuluhan dan melaporkan penggunaan buku KIA kepada petugas kesehatan (Kemenkes. Buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan dengan informasi yang penting bagi ibu, keluarga, dan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya dan paket . pelayanan KIA, gizi, imunisasi, dan tumbuh kembang balita (Kemenkes, 2. Sistiarini, dkk . menyebutkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA. Penelitian lain menunjukan bahwa pengetahauan kader tentang KMS baru 68,75% berpengetahuan kurang. Pengetahuan yang kurang dipengaruhi oleh seberapa lama menjadi kader dan faktor rendahnya status pelatihan yang dimiliki oleh kader di Posyandu. Pengetahuan kader baru 25% berpengetahuan cukup, hal ini disebabkan karena faktor status pelatihan dan seberapa lama menjadi kader. Seperti dijelaskan oleh Ainiyah bahwa kurangnya pengetahuan tentang penggunaan buku KIA menjadi kendala dalam pembentukan perilaku kesehatan ibu hamil tentang pentingya melakukan periksa kehamilan secara rutin (Ainiyah, 2. Menurut Tanjung . yang dikutip dari Pratiwi . , pelatihan merupakan suatu proses belajar mengajar terhadap pengetahuan dan keterampilan tertentu serta sikap agar semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik, sesuai dengan standar. Pelatihanberarti mengubah pola perilaku, karena dengan pelatihan maka akhirnya akan menimbulkan perubahan perilaku. Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar, berguna untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar system pendidikan yang berlaku, dalam waktu relative singkat dan metodenya mengutamakan praktek daripada teori. Kemenkes . menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah suatu usaha untuk meningkatkan sumberdaya manusia termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, agar pengetahuan dan keterampilannya meningkat. Kader posyandu perlu mendapatkan pelatihan karena jumlahnya tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan perlu didesain secara efektif untuk memastikan bahwa program pelatihan telah mencapai efisiensi yang optimal serta mencapai keuntungan belajar yang maksimum. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 15 kader di Desa Mororejo. Tempel. Sleman. Yogyakarta didapatkan bahwa 8 kader mengatakan belum mengetahui bagaimana penggunaan buku KIA yang benar dan 7 kader mengatakan kurang paham apabila mendapatkan penyegaran disebabkan metode yang digunakan adalah metode konvensional yaitu ceramah dan tanya jawab sehingga kader merasa bosan. Melihat betapa pentingnya peran kader dalam penggunaan buku KIA maka perlu diadakan training/pelatihan pada kader posyandu tentang penggunaan buku KIA dengan metode make a match. Model pembelajaran make and match adalah sistem pembelajaran yang mengutamakan penanaman kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi di samping kemampuan berpikir cepat melalui permainan mencari pasangan dengan dibantu kartu (Huda, 2. Metode make a match pernah diteliti dengan nama metode find your mate. Subyek penelitian Journal for Quality in Women's Health Efektivitas Pelatihan Kader PosyanduA. yang dilakukan Rufiati pada metode find your mate yaitu kader dengan hasil penelitian yaitu metode find your dapat meningkatkan pengetahuan (Rufianti dkk, 2. Selain itu metode pembelajaran kooperatif ini juga pernah diteliti dengan nama index card match dan hasilnya metode index card match dapat meningkatkan pengetahuan kader (Susanti, 2. Keberhasilan kegiatan posyandu sangat bergantung pada partisipasi secara aktif dari kader yang bertugas di posyandu dengan sukarela mengelola posyandu di wilayahnya masing - masing. Kurangnya pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan yang memadai bagi kader menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap tugas kader, lemahnya informasi serta kurangnya koordinasi antara petugas puskesmas dengan kader dalam pelaksananan kegiatan posyandu sebagai penyelenggaran pelayanan profesional untuk membimbing kader agar mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara optimal (Kemenkes, 2. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pra exsperimental dengan rancangan penelitian one group pretest postes design. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh kader posyandu Posyandu di Desa Mororejo. Tempel. Sleman. Yogyakarta Sebanyak 30 kader yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria eksklusi menjadi sampel dalam penelitian ini dan diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan metode make a match. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t- test untuk melihat perbedaan. HASIL PENELITIAN Karakteristik Penelitian Tabel 4. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Variabel Umur < 20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Pendidikan SMP SMA D-3 Pekerjaan IRT Petani Swasta Sumber : Data Primer, 2018 Frekuensi Persentase (%) 13,33 6,67 83,33 6,67 Berdasarkan tabel 4. 1, dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan umur sebagian besar adalah usia > 35 tahun sebesar 53,3%. Karaketeristik responden berdasarkan pendidikan sebagian besar adalah SMA sebesar 80% dan karakteristik responden berdasarkan pekerjaan sebagian besar adalah IRT 83,33% . Journal for Quality in Women's Health Efektivitas Pelatihan Kader PosyanduA. Pengetahuan Kader Posyandu Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pelatihan Tentang Penggunaan Buku Kia Dengan Metode Make A Match Tabel 4. Pengetahuan kader Posyandu sebelum di berikan pelatihan tentang penggunaan Buku KIA Dengan Metode Make A Match Sebelum Pelatihan Sesudah Pelatihan Kategori Frekuensi Frekuensi Baik Cukup Kurang Jumlah Sumber : Data Primer, 2018 Berdasarkan tabel 4. 2, dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan kader sebelum diberikan pelatihan dalam kategori baik 1 orang . ,3%) setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi 20 orang . ,7%). Perbedaan Tingkat Pengetahuan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pelatihan Tentang Penggunaan Buku Kia Dengan Metode Make A Match Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji statistik Saphiro-Wilk, dimana jika nilai p > . , maka secara statistik data tidak berdistribusi normal. Sedangkan, jika nilai p < . , maka secara statistik data berdistribusi normal. Uji beda pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Tabel 4. 4 Hasil uji Normalitas Data Tingkat Pengetahuan Kesimpul Variabel p-value Pengetahuan Pre test 0,025 Tidak Post Test 0,065 Normal Normal Keterangan: Jika p-value<0. 05 berarti tidak berdistribusi normal p-value> 0. 05 berarti data terdistribusi normal Pada tabel 4. 6 berdasarkan hasil wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna . =0. 000