Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. No. Februari 2025, hlm. Akreditasi KEMENRISTEKDIKTI. No. 36/E/KPT/2019 DOI: 10. 25126/jtiik. p-ISSN: 2355-7699 e-ISSN: 2528-6579 PENGARUH METODE DESIGN THINKING TERHADAP KEMAMPUAN PEDAGOGI BAGI MAHASISWA CALON GURU INFORMATIKA Faizatul Amalia*1. Khalid Rahman2 Universitas Brawijaya. Malang, 1Universitas Negeri Malang. Malang Email: 1faiz_amalia@ub. id, 2khalid. rahman@ub. Penulis Korespondensi (Naskah masuk: 29 Oktober 2024, diterima untuk diterbitkan: 11 Februari 2. Abstrak Design thinking menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam mendukung Hal ini sesuai dengan capaian SDG yang digaungkan oleh PBB, bahwa Pendidikan perlu ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan kualitas ini melalui pemilihan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan abad 21 dan juga termasuk kemampuan pedagogi. Kemampuan pedagogi diharapkan mampu dikuasai oleh mahasiswa lulusan dari program studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya (PTI UB) untuk menjadi guru yang professional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh design thinking terhadap kemampuan pedagogi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian expost facto melalui survei. Populasi dari penelitian ini semua mahasiswa aktif dari PTI UB dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hal ini karena sampelnya adalah mahasiswa PTI UB yang telah melaksanakan praktik lapangan persekolahan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert. Instrumen penelitian ini telah divalidasi dan diuji reliabilitas sebelumnya agar data yang diperoleh nantinya data tidak bias. Teknik validasi yang digunakan adalah content validity dengan ahli Bahasa Indonesia dan juga ahli design thinking. Berdasarkan proses validasi tersebut, instrumen dinyatakan layak untuk digunakan pengambilan data dengan revisi minor terutama pada bagian penyusunan kalimat. Responden yang mengisi berjumlah 26 orang dan menghasilkan data normal, linear dan tidak memiliki heterokedastisitas. Selanjutnya dilakukan uji regresi linear sederhana dan menghasilkan nilai 0. 372 yang artinya design thinking memiliki pengaruh pada kemampuan pedagogi mahasiswa calon guru informatika. Kata kunci: design thinking, kemampuan pedagogi, mahasiswa. PTI UB THE INFLUENCE OF DESIGN THINKING METHOD ON PEDAGOGICAL ABILITY FOR PROSPECTIVE INFORMATICS TEACHER STUDENTS Abstract Design thinking is one of the learning methods that can be used by teachers to support learning. This is in accordance with the achievement of SDGs echoed by the UN, that education needs to be improved in quality. This quality improvement is through the selection of learning methods that can improve 21st century skills and also include pedagogical skills. Pedagogical skills are one of the skills expected to be mastered by graduates of the Information Technology Education study program. Universitas Brawijaya (PTI UB). This ability will later help graduates to become professional teachers. The purpose of this study was to determine the effect of design thinking on pedagogical skills. The research approach used was quantitative with an ex post facto research method through a survey. The population of this study were all active students from PTI UB and the sampling technique used was purposive sampling. This is because the sample was PTI UB students who had carried out school field practice. The research instrument used was a questionnaire with a Likert scale. This research instrument has been validated and tested for reliability before so that the data obtained later is not biased. The validation technique used is content validity with Indonesian language experts and also Design thinking experts. Based on the validation process, the instrument was declared suitable for use in data collection with minor revisions, especially in the sentence structure section. The respondents who filled in were 26 people and produced normal, linear data and did not have heteroscedasticity. Furthermore, a simple linear regression test was carried out and produced a value 372, which means that design thinking has an influence on the pedagogical abilities of prospective informatics teacher students. Keywords: design thinking, pedagogical competency, informatic pre-service teacher 222 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Februari 2025, hlm. PENDAHULUAN Design thinking menjadi salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang dapat mendukung terlaksananya SDG (Sustainable Development Goal. Pendekatan ini dapat digunakan untuk menemukan topik yang berasal dari masalah yang cukup rumit (Department of Economic and Social Affairs, 2. SDG sendiri merupakan hasil dari ketetapan PBB dalam mewujudkan kesejahteraan Masyarakat. Terdapat 17 tujuan yang telah ditetapkan oleh PBB dan dideklarasikan oleh negara maju dan berkembang (Bappenas, 2. Kebutuhan Pendidikan berkualitas menjadi salah satu tujuan dari SDG. Hal ini membuat semua aspek Pendidikan harus siap menghadapi segala perubahan yang diharapkan, mulai dari perubahan pendekatan pembelajaran dari Teacher Centered Learning menjadi Student Centered Learning, kemampuan menggunakan teknologi hingga kemampuan dalam memberikan solusi berdasarkan masalah nyata yang ada. Perubahan ini dialami oleh seluruh jenjang Pendidikan yang ada di Indonesia termasuk jenjang sarjana di perguruan tinggi. Program studi di jenjang sarjana sangatlah banyak, namun program studi yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan mengajar dan juga teknologi informasi adalah Pendidikan Teknologi Informasi (PTI). Program Studi PTI berada di 29 Universitas atau Sekolah Tinggi atau Institut seluruh Indonesia (Kemendikbudristek, 2. Namun pada penelitian ini berfokus pada Universitas Brawijaya. Hal ini dikarenakan program studi PTI Universitas Brawijaya AuunconditionalAy pada akreditasi internasional AQAS (FILKOM, 2. PTI Universitas Brawijaya memiliki 51 mata kuliah wajib dan pilihan atau sebanyak 144 sks (PTI. Mata kuliah tersebut diberikan oleh dosen kepada mahasiswa menggunakan beragam metode Metode pembelajaran menjadi salah satu hal wajib yang harus dikuasai oleh dosen dan juga dipahami oleh mahasiswa PTI. Karena dapat membantu lulusan dari PTI dalam mengajar di Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah Design Thinking. Design thinking merupakan metodologi desain yang menyediakan solusi dalam mengatasi permasalahan (Dam & Siang, 2. Namun beberapa tahun terakhir, design thinking dapat diterapkan dalam pembelajaran. Pertama tentang model pembelajaran proyek berbasis design thinking dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif (Aprianto. Kuswandi and Soepriyanto, 2. , berpikir kritis (Riti. Degeng and Sulton, 2. dan pengalaman belajar bermakna (Avsec, 2. Kedua tentang penerapan design thinking yang dapat digunakan untuk menemukan masalah dalam pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 (Luthfi and Septiyanti, 2. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, design thinking dan juga kebutuhan terhadap peningkatan pembelajaran, maka penelitian ini Penelitian ini ingin mengetahui dampak dari penerapan design thinking terhadap kemampuan pedagogi mahasiswa PTI UB. Selain itu penelitian ini juga memiliki kesesuaian dengan Rencana Induk Penelitian (RIP) Universitas Brawijaya periode 2021-2025 yaitu: 1. Sosial. Humaniora. Good governance dan Seni Budaya (UB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan design thinking terhadap kemampuan pedagogi mahasiswa PTI UB. Design thinking merupakan proses yang dilakukan secara terus-menerus untuk memahami mendefinisikan kembali masalah yang ada dan mengidentifikasi strategi dan solusi alternatif yang tidak terlihat secara langsung dengan pemahaman awal pengguna (Foundation, n. Design thinking bermanfaat untuk mengatasi masalah yang tidak Cara mengatasi masalah tersebut dilakukan dengan cara reframing masalah pada manusia, kemudian menciptakan ide melalui brainstorming dan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan prototype dan testing. Tahapan dalam design thinking ini meliputi: empathise, define, ideate, prototype, dan test. Empathise merupakan menggunakan penggalian masalah yang akan Tahapan pertama ini sangat penting untuk proses desain dan memungkinkan desainer untuk mengesampingkan asumsinya sendiri. Define menjadi tahapan kedua yang bertujuan untuk mendapatkan informasi berdasarkan tahapan pertama di empathise. Sehingga pada tahapan ini dilakukan analisis pengamatan dan sintesis masalah inti. Ideate menjadi tahapan ketiga yaitu desainer akan menghasilkan ide berdasarkan kebutuhan pengguna. Prototype menjadi tahapan yang menghasilkan sejumlah versi produk. Test menjadi tahapan terakhir untuk menguji produk prototype lengkap secara ketat. Design thinking ini dapat meningkatkan kolaborasi dan pengetahuan siswa (Rao, et al. , 2. Guru mengarahkan siswa untuk memposisikan guru sebagai pemikir desain, inovator, dan agen perubahan (Baran. and AlZoubi. , 2. Guru perlu memiliki pengetahuan dan Hal mengembangkan ide kreatif dan bertindak sesuai konteks yang relevan. Sehingga pembelajaran yang akan dilaksanakan dapat menjawab kebutuhan sesuai kurikulum yang ada. Selain itu berpikir kritis dapat mendukung pengembangan pemikiran inovatif lebih lanjut dan guru dapat mendorong kompetensi ini menggunakan design thinking di kelas (Navarro, et , 2. dan dapat meningkatkan cara mengajar guru (Weedon & Fountain, 2. Amalia & Rahman. Pengaruh Metode DesignA 223 Tabel 1 Kisi-kisi kemampuan pedagogi Indikator Pemahaman terhadap peserta didik Merancang/merencanakan pembelajaran Melaksanakan pembelajaran Evaluasi hasil belajar Pengembangan peserta didik Total Nomor Pernyataan Positif Negatif 1, 2, 3 5, 7, 8 6, 9 10, 11, 12, 13, 14 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 25, 26 20, 24 27, 29, 30 Kompetensi pedagogi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 Ayat . butir a, menyatakan bahwa kompetensi pedagogi adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk Sadulloh . menyatakan bahwa Aupedagogic merupakan teori dan kajian yang secara teliti, kritis dan objektif mengembangkan konsepkonsepnya mengenai hakikat manusia, hakikat anak, tujuan pendidikan serta hakikat proses pendidikan. Ay Berdasarkan kutipan tersebut di atas, penulis menyatakan bahwa kompetensi pedagogi meliputi penguasaan peserta didik, menguasai teori-teori belajar, mengembangkan kurikulum, melaksanakan proses belajar mengajar, memanfaatkan teknologi pengembangan potensi peserta didik, berkomunikasi secara efektif, menilai dan mengevaluasi hasil Menurut Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 kompetensi pedagogi guru ada sepuluh komponen kompetensi inti yaitu: . Menguasai peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. Menyelengarakan pembelajaran yang mendidik. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini yaitu penelitian expost facto dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian expost facto adalah penelitian yang mana rangkaian variabel-variabel bebas telah terjadi, ketika peneliti mulai melakukan pengamatan terhadap variabel Penelitian expost facto telah terjadi sebelum peneliti melakukannya. Peneliti tidak melakukan Jumlah kontrol terhadap perlakuan tersebut. Dalam hal ini, peneliti hanya mengambil data mengenai pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa PTI UB. Penelitian ini ingin mengetahui pengetahuan design thinking terhadap kemampuan pedagogi Namun tidak semua mahasiswa akan dijadikan sebagai objek penelitian, sehingga menggunakan teknik sampling. Teknik pengambilan sampel ini digunakan oleh peneliti karena pencarian dilakukan dengan cara mengacak sampel dalam populasi saja. Teknik ini digunakan bila analisis penelitian cukup umum atau deskriptif dan tidak mengutamakan unsur perbedaan yang ada. Penentuan sampel penelitian ini dilakukan secara probability sampling dengan random sampling. Variabel penelitian diperoleh dengan kuesioner. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan pedagogi dan juga design Format kuesioner kemampuan pedagogi yang digunakan adalah dari Depdiknas . tentang kemampuan mengelola pembelajaran dengan indikator yaitu: . pemahaman terhadap peserta didik, . perancangan pembelajaran, . melaksanakan pembelajaran, . evaluasi hasil belajar, dan . pengembangan peserta didik. Kuesioner design thinking mengacu kepada penelitian sebelumnya. Tabel 1 dan 2 merupakan kisi-kisi instrumen penelitian ini. Tabel 2 Kisi-kisi instrumen Design Thinking Indikator Berempati Mendefinisikan Ide Pembuatan Pengujian Total Nomor Pernyataan DT01. DT02. DT03. DT04. DT05. DT06 DT07. DT08. DT09, DT10. DT 11. DT 12 DT13. DT14. DT15, DT16. DT17. DT18 DT19. DT20. DT21, DT22. DT23. DT24 DT25. DT26. DT27, DT28. DT29 Jumlah Untuk mengukur apakah pernyataan-pernyataan pada kuesioner mampu menilai keadaan responden dengan benar, maka dilakukan uji validitas. Jenis validasi dalam penelitian ini yaitu construct validity dengan Expert judgement. Penentuan expert judgement berdasarkan kompetensi yang dimiliki yaitu pada bidang Bahasa, dan Pendidikan. Analisis ini digunakan untuk memperoleh gambaran secara jelas dari data yang diperoleh. Data yang telah diperoleh melalui kuesioner tersebut, 224 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Februari 2025, hlm. kemudian diolah dan dihitung persentase jawaban dari masing-masing item pertanyaan dengan rumus: P=(F/N)x 100% . Keterangan: P= angka persentase F= frekuensi yang dicari . umlah frekuensi/banyaknya individ. Data yang telah diolah menggunakan rumus tersebut, selanjutnya direkapitulasi dan diberikan kriteria sebagai berikut: 81%-100% = sangat baik 61%-80%= baik 41%-60%= cukup baik 21%-40%= kurang baik 0%-20% = tidak baik Tahapan analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mencari pengaruh varabel bebas terhadap variabel terikat. Regresi linear sederhana membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel. Persamaan umumnya sebagai berikut: Y= a bX Keterangan: Y= variabel terikat X= variabel bebas A= konstanta regresi B= intersep atau kemiringan garis regresi Pengolahan data penelitian ini menggunakan SPSS sebagai software yang digunakan dalam mengelola data statistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Instrumen kuesioner yang telah disusun, divalidasi dengan teknik construct validity. Keterlibatan ahli dalam proses validasi instrumen merupakan bagian dari proses construct validity ini. Ahli yang memvalidasi yaitu ahli Bahasa yang bertugas untuk mengecek kesesuaian kalimat agar mudah dipahami oleh responden, dan juga ahli design thinking yang bertugas untuk mengecek kesesuaian konten design thinking dengan instrumen. Ahli Bahasa memberikan masukan terkait penyusunan kalimat pada kuesioner yang belum ada subjeknya dan juga penggunaan kalimat agar mudah Ahli design thinking tidak memberikan masukan perbaikan apapun, dikarenakan teori dan instrumen penelitian sudah sesuai. Instrumen yang telah diperbaiki, digunakan untuk pengambilan data kepada mahasiswa dari program studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (PTI FILKOM UB). Kuesioner diberikan secara online kepada mahasiswa yang ada di TI FILKOM UB Angkatan 2019-2020. Berikut ini data yang diperoleh sampai dengan tanggal 20 Oktober 2024 sebanyak 27 mahasiswa dengan 1 mahasiswa belum melaksanakan PLP II sehingga data tidak bisa diolah. Gambar 1 Persentase Kegiatan yang Diikuti Mahasiswa PTI Pada Gambar 1 di atas, mahasiswa lebih banyak mengikuti kegiatan PLP II regular dan sisanya mengikuti MBKM. Jumlah mahasiswa yang ikut kegiatan PLP II sebanyak 15 mahasiswa dan yang mengikuti MBKM Kampus Mengajar sebanyak 11 Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Uji Prasyarat Analisis Uji Nilai Keterangan Signifikansi Normalitas Variabel Normal . ig > Variabel Linearitas Linear . ig > Heterokedastisitas 0. Tidak . ig > 0. Tabel 4 Uji Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Dependent Variable: Kemampuan Pedagogi Pada Tabel 4 di atas, nilai koefisien regresi 365 yang artinya design thinking memberikan pengaruh secara positif pada kemampuan pedagogi. Untuk mengetahui hipotesis diterima atau ditolak, maka dilakukan perbandingan antara nilai signifikasi dengan probabilitas 0. 05 atau dengan membandingkan nilai t dengan ttabel. Nilai signifikansi sebesar 0. 001 yang memiliki nilai lebih kecil daripada 0. Hal ini bermakna bahwa ada pengaruh design thinking pada kemampuan pedagogi mahasiswa calon guru (H0 ditolak dan Ha diterim. ModelR Tabel 5. Ringkasan Model Model Summary R SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DT R Square sebesar 0. 373 bermakna bahwa pengaruh design thinking pada kemampuan pedagogi 3% sedangkan 62. 7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Amalia & Rahman. Pengaruh Metode DesignA 225 Pembahasan Design thinking menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar. Terdapat beberapa alasan penggunaan design thinking dalam pembelajaran Design thinking dapat diintegrasikan dengan TPACK. Design thinking dapat digabungkan ke dalam pengembangan perangkat pendidikan, seperti Serious Educational Games (SEG), yang berdampak positif pada TPACK calon guru. Hal ini dikarenakan dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pengajarannya (Lin and Cheng. Kreativitas dan Pemecahan Masalah. Design thinking dapat menumbuhkan kreativitas dan keterampilan pemecahan masalah, yang penting untuk pendidikan abad ke-21. Calon guru yang terlibat dalam aktivitas design thinking menunjukkan adanya peningkatan efikasi diri yang kreatif dan kemampuan pemecahan masalah yang inventif (Liu. Gu and Xu, 2. Efikasi Diri dan Pendekatan yang Berpusat pada Siswa. Model pembelajaran design thinking dapat meningkatkan efikasi diri calon guru dan memungkinkan desain kurikulum dan praktik kelas yang lebih berpusat pada siswa. Model ini menekankan peran perancang pembelajaran dalam memfasilitasi proses ini (Kickbusch et al. Empati dan Kreativitas. Berbagai strategi empati dalam proses design thinking, seperti wawancara, dapat meningkatkan kinerja pemecahan masalah kreatif calon guru dan kepercayaan diri dalam kreativitas mereka (Chen. Chen and Wang, 2. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Design thinking, yang didukung oleh teori pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi dan pengalaman belajar yang bermakna, yang mengarah pada perubahan pedagogi di antara calon guru (Avsec, 2. Teknologi Interaktif. Penggunaan teknologi interaktif dalam aktivitas design thinking telah terbukti berdampak positif pada pengembangan pola pikir design thinking calon guru (ElSayary. Untuk mempermudah implementasi dari design thinking, perlu diketahui terlebih dahulu tentang prinsip-prinsip utama dari design thinking. Berikut ini merupakan prinsip dari design thinking: Design pendefinisian, pengidean, pembuatan prototype, dan pengujian, yang dapat mengarah pada pengembangan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif dan pemikiran inovatif di antara calon guru (Mardiah et al. , 2022. Calavia et al. Proses design thinking mendorong aktivitas pemecahan masalah yang kolaboratif, yang mengarah pada pengembangan pemikiran yang terinformasi dan integratif, komunikasi yang efektif, dan pembuatan solusi yang unik (Mardiah et al. , 2022. Calavia et al. , 2022. Liu. Gu and Xu. Dalam hal dampak yang diberikan oleh design thinking pada kompetensi pedagogi calon guru, dirincikan sebagai berikut: Design pemahaman calon guru tentang peran design thinking dalam pendidikan, tantangan, dan pola pikir desain, yang mengarahkan mereka untuk memandang guru sebagai pemikir desain, inovator, dan agen perubahan (Baran and AlZoubi, 2. Design thinking memengaruhi TPACK dan efikasi diri calon guru, memungkinkan mahasiswa calon guru untuk mengembangkan kapasitas desain dan terlibat dalam praktik pengajaran adaptif (Calavia et al. , 2. Model design thinking Stanford telah terbukti meningkatkan kreativitas, efikasi diri calon guru, keterampilan pemecahan masalah yang inventif, dan motivasi terkait teknologi, yang penting untuk kelas masa depan mereka (Liu. Gu and Xu, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengetahuan design thinking yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru telah diimplementasikan dalam kegiatan praktik mengajar. Praktik mengajar yang telah dilaksanakan dapat berbentuk kegiatan PLP II regular atau program MBKM Kampus Mengajar. Pengetahuan design thinking dan penerapannya memberikan pengaruh terhadap kemampuan pedagogi mahasiswa calon guru sebesar Penelitian ini dapat ditambahkan variabel lain bagi peneliti selanjutnya sebagai variabel bebas seperti keterampilan berpikir kritis, kemampuan soft skill, dan kemampuan sosial. Variabel terikat juga professional guru. DAFTAR PUSTAKA