Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Aplikasi R Dalam Penerapan OBE Untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking Berdasarkan Gender Katrina Samosir*. Erlinawaty Simanjuntak. Hanna Dewi Marina Hutabarat Pendidikan Matematika. Universitas Negeri Medan. Medan 20221. Indonesia *Corresponding author: katrinasamosir@unimed. Diterima: 18 Juni 2025, disetujui untuk publikasi 28 Juni 2025 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital berbasis aplikasi R yang mendukung penerapan pendekatan Outcomes-Based Education (OBE) dalam pembelajaran mata kuliah Metode Statistika. Fokus utama penelitian ini adalah peningkatan kemampuan computational thinking mahasiswa dengan mempertimbangkan perbedaan gender. Model pengembangan yang digunakan adalah Research and Development oleh Lee & Owens yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan instruksional, pengembangan multimedia, dan evaluasi. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Medan pada semester genap 2023/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book interaktif yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir Selain itu, data survei menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih menyukai bahan ajar digital, dengan wanita menunjukkan tingkat keterlibatan teknologi yang lebih tinggi dibandingkan pria. Analisis juga mengindikasikan bahwa ilustrasi, visualisasi, dan perangkat lunak memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman konsep kompleks. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan bahan ajar yang responsif terhadap karakteristik gender dan kebutuhan pembelajaran berbasis capaian. Kata Kunci: Computational Thinking. E-book Interaktif. Outcomes-Based Education. Aplikasi R. Perbedaan Gender. Lee & Owens Citation: Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Aplikasi R Dalam Penerapan OBE Untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking Berdasarkan Gender. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , hal. 116 Ae 125. melalui tahapan dekomposisi, abstraksi, pengenalan Pendahuluan Perkembangan teknologi digital yang pesat telah pola, dan perancangan algoritma. Computational thinking telah terbukti menjadi fondasi penting dalam pendidikan, termasuk cara penyampaian materi ajar berbagai disiplin ilmu karena melatih mahasiswa untuk dan keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa dalam berpikir logis, terstruktur, dan efisien (Wing, 2011. menghadapi tantangan abad ke-21. Salah satu Guzdial, 2. Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan computational menjawab tuntutan tersebut adalah Outcomes-Based thinking antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Education (OBE), yang berfokus pada pencapaian hasil yang dapat berdampak pada variasi capaian belajar jika belajar yang terukur sesuai dengan kebutuhan dunia tidak ditangani secara diferensial dalam proses kerja dan masyarakat luas (Kucirkova, 2. Dalam pembelajaran (Harmini et al. , 2020. Latifah et al. , 2. sistem OBE, keberhasilan pembelajaran tidak hanya Meskipun OBE telah mulai diimplementasikan ditentukan oleh penyampaian materi oleh dosen, tetapi di beberapa institusi pendidikan tinggi di Indonesia, lebih pada pencapaian kompetensi lulusan dalam pengembangan bahan ajar yang benar-benar selaras pengetahuan dan keterampilan (Hsu et al. , 2. OBE Salah satu kompetensi yang sangat krusial dalam pendekatan computational thinking masih sangat konteks OBE adalah computational thinking. Konsep Lebih lanjut, masih minim penelitian yang ini diperkenalkan oleh Wing . sebagai cara secara eksplisit memperhatikan preferensi belajar berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis berbasis gender, padahal perbedaan tersebut berpotensi Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 memengaruhi efektivitas bahan ajar. Sebagian besar langsung dengan kemampuan akhir yang harus bahan ajar yang tersedia masih bersifat konvensional dimiliki oleh mahasiswa, seperti kemampuan berpikir dan kurang mengakomodasi kebutuhan mahasiswa keputusan berbasis data (Biggs & Tang, 2. menggunakan teknologi digital. Hal ini menjadi Computational Thinking (CT) adalah proses tantangan serius, khususnya dalam pembelajaran kognitif yang digunakan untuk memformulasi masalah matematika dan statistika yang menuntut pemahaman dan solusinya sedemikian rupa sehingga solusi tersebut konseptual dan keterampilan berpikir logis yang tinggi. dapat dijalankan secara efisien oleh manusia maupun Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Wing ini mengembangkan bahan ajar digital dalam bentuk e- . , yang menyebutkan empat komponen utama CT: book interaktif berbasis aplikasi R, menggunakan Decomposition model pengembangan Research and Development dari Abstraction . enyaring informasi pentin. Pattern Lee & Owens . Model ini memungkinkan proses Recognition desain pembelajaran dilakukan secara menyeluruh. Thinking . enyusun langkah penyelesaia. CT bukan mulai dari analisis kebutuhan, desain instruksional, hanya kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan pengembangan multimedia, hingga evaluasi efektivitas berpikir yang diperlukan dalam semua bidang ilmu, bahan ajar (Lee & Owens, 2. Dengan pendekatan mulai dari sains hingga sosial humaniora (Barr & ini, diharapkan tercipta bahan ajar yang tidak hanya Stephenson, 2. Dalam konteks pembelajaran statistik. CT sangat relevan untuk mendorong computational thinking, tetapi juga adaptif terhadap mahasiswa agar mampu menyelesaikan persoalan perbedaan gender dan preferensi belajar mahasiswa. berbasis data secara logis dan sistematis. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa . engenali Penelitian Algorithmic program studi Matematika Universitas Negeri Medan adanya perbedaan kemampuan CT berdasarkan yang mengambil mata kuliah Metode Statistika. Harmini et al. dan Latifah et al. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana bahan menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok ajar digital yang dikembangkan mampu meningkatkan gender memiliki potensi yang sama, mahasiswa kemampuan berpikir komputasional mahasiswa dan perempuan cenderung lebih teliti dalam proses mendukung ketercapaian capaian pembelajaran OBE, algoritmik, sedangkan mahasiswa laki-laki lebih cepat serta untuk mengidentifikasi pengaruh perbedaan dalam melakukan dekomposisi. Oleh karena itu, gender terhadap preferensi bahan ajar dan pemanfaatan diperlukan strategi pembelajaran dan bahan ajar yang teknologi dalam pembelajaran. responsif gender untuk memastikan semua mahasiswa dapat berkembang optimal sesuai gaya belajar masingmasing. Tinjauan Teoretis Outcomes-Based Education (OBE) merupakan Model Pengembangan Lee & Owens . pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada digunakan sebagai dasar dalam pengembangan bahan capaian pembelajaran . earning outcome. sebagai tolok ajar digital dalam penelitian ini. Model ini merupakan ukur keberhasilan proses pendidikan (Kucirkova, 2. perluasan dari model ADDIE (Analysis. Design. Dalam OBE, desain kurikulum, strategi pembelajaran. Development, dan penilaian dirancang mundur dari hasil yang dengan penekanan pada integrasi multimedia dalam diharapkan, bukan sekadar berorientasi pada materi Setiap tahap model ini memungkinkan Prinsip utama OBE meliputi: kejelasan tujuan, evaluasi berkelanjutan dan perbaikan desain secara iteratif, yang sangat sesuai dengan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi. Dalam konteks bahan ajar kesempatan belajar (Hsu et al. , 2. OBE menekankan e-book interaktif berbasis aplikasi R, model ini bahwa setiap kegiatan pembelajaran harus terhubung membantu menyusun alur pengembangan yang Implementation. Evaluatio. , sistematis, mulai dari analisis kebutuhan hingga Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 pengujian efektivitas bahan ajar pada pengguna (Lee & , . Perangkat lunak statistik (Microsoft Owens, 2. Excel dan SPSS) untuk analisis data hasil belajar dan Di era pembelajaran digital, penggunaan e-book validasi instrumen. Modul ajar digital dalam bentuk interaktif juga memiliki landasan teoretis kuat. E-book e-book berjudul AuANAVA-RAy, dikembangkan dengan tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga pendekatan OBE. , . Video tutorial dan panduan kode mendukung elemen multimedia seperti video, animasi. R terintegrasi dalam e-book. , . Rencana Pembelajaran kuis interaktif, dan tautan eksternal yang dapat Semester (RPS) mata kuliah Analisis Regresi dan meningkatkan keterlibatan belajar. Menurut Anshori Varians. , . Instrumen tes kemampuan computational dan Novianingsih . , e-book berbasis interaktif thinking dan hasil belajar. , dan . Angket preferensi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman belajar berdasarkan gender dan penggunaan teknologi. konsep, terutama jika dilengkapi dengan elemen visual Bahan ajar digital interaktif ANAVA-R yang dan navigasi yang intuitif. Kelebihan ini menjadikannya dikembangkan dalam penelitian ini telah melalui proses solusi strategis dalam pembelajaran matematika dan pengujian validitas, praktikalitas, dan efektivitas secara statistika yang bersifat abstrak dan sering kali sulit Validitas bahan ajar diuji melalui review dipahami secara konvensional. Gambar 1 berikut oleh tiga orang ahli yang menilai aspek isi, tampilan merupakan gambaran proses tahapan pembelajaran visual, keterpaduan dengan prinsip Outcomes-Based model ADDIE Education (OBE), serta kesesuaian dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Penilaian dilakukan menggunakan instrumen berbasis skala Likert 4 poin, dan hasil analisis menggunakan rumus AikenAos V menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh nilai V Ou 0,85. Nilai tersebut termasuk dalam kategori Ausangat validAy, yang menunjukkan bahwa bahan ajar ini memiliki kelayakan isi, struktur penyajian, dan kesesuaian konteks yang tinggi. Selanjutnya, aspek praktikalitas diukur melalui tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan bahan Gambar 1. Tahapan Model ADDIE ajar selama perkuliahan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa bahan ajar mudah Metode Penelitian Penelitian Matematika. Fakultas Matematika Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Jurusan Ilmu Medan. Kegiatan penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024, dimulai dari bulan Februari hingga Juli 2024. Seluruh proses penelitian, mulai dari pengembangan bahan ajar, implementasi pada peserta didik, hingga analisis hasil belajar, dilakukan secara terstruktur dalam rentang waktu tersebut. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan sebagai berikut: . Komputer/laptop yang dilengkapi Flip PDF Professional pengembangan e-book. , . Aplikasi R versi terbaru untuk pengolahan data dan latihan komputasi , . Kuesioner berbasis Google Form untuk pengumpulan data preferensi bahan ajar dan evaluasi pembelajaran mandiri. Persentase skor yang diperoleh dari kuesioner respons mahasiswa mencapai lebih dari 80% pada kategori AupraktisAy, yang menunjukkan bahwa bahan ajar ANAVA-R dinilai fungsional dan bermanfaat secara nyata dalam konteks pembelajaran Aspek efektivitas bahan ajar dievaluasi melalui hasil pretest dan posttest yang dilakukan terhadap subjek penelitian. Selain itu, pengukuran peningkatan dilakukan menggunakan instrumen khusus. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan setelah implementasi bahan ajar, khususnya pada aspek abstraction dan algorithmic thinking, yang merupakan indikator penting dalam kerangka berpikir Temuan ini memperkuat bahwa Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 penggunaan bahan ajar ANAVA-R tidak hanya memberikan kuesioner untuk mengetahui preferensi membantu mahasiswa memahami materi secara bahan ajar dan keterlibatan berdasarkan gender, . konseptual, tetapi juga meningkatkan keterampilan Tahap Evaluasi yaitu dengan melakukan validasi berpikir sistematis dan logis sesuai dengan tuntutan produk oleh ahli, evaluasi efektivitas pembelajaran, pembelajaran abad ke-21. serta refleksi pengguna. Disain Penelitian. Penelitian ini merupakan Data pendektan kuantitatif dan deskriptif dengan empat Developmen. yang menggunakan model Lee & Owens tahap yaitu . validasi instrument menggunakan . , yang terdiri dari lima tahapan utama: . korelasi Pearson Product Moment untuk butir tes hasil Analysis. Design, . (Research Data. Analisis Development, . Efektifitas pembelajaran dievaluasi Implementation, dan . Evaluation. Disain ini menggunakan uji beda paired sample t-test yang memungkinkan pengembangan bahan ajar digital yang dilakukan terhadap pretest dan posttest, . Analisis sesuai dengan kebutuhan pembelajaran berbasis Gender capaian serta mendukung peningkatan kemampuan menggunakan data kuesioner yang dianalisis secara computational thinking mahasiswa. Preferensi Adapun subjek penelitian ini adalah mahasiswa frekuensi, persentase, dan visualisasi grafik, . Evaluasi Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2020 Produk dengan cara hasil validasi ahli dikaji secara yang sedang menempuh mata kuliah Metode Statistika. kualitatif melalui skor kelayakan dan umpan balik Dua membandingkan pengaruh implementasi bahan ajar digital terhadap capaian pembelajaran berdasarkan Hasil Penelitian Jumlah subjek penelitian yang terlibat secara Penelitian ini menghasilkan bahan ajar berupa e- langsung dalam implementasi bahan ajar dan pengisian instrumen penelitian sebanyak 55 orang, yang terdiri dikembangkan dengan menggunakan aplikasi Flip dari 21 mahasiswa laki-laki dan 34 mahasiswa PDF Professional dan berbasis aplikasi R. Bahan ajar ini Seluruh subjek dipilih secara purposive didesain sesuai dengan pendekatan Outcomes-Based karena keterkaitannya langsung dengan konteks Education (OBE) dengan tujuan untuk meningkatkan penggunaan bahan ajar berbasis aplikasi R dalam kemampuan computational thinking mahasiswa dalam mata kuliah Analisis Regresi dan Varians. Hasil validasi berdasarkan gender. Terdapat AuANAVA-RAy awal oleh para ahli menunjukkan bahwa e-book ini . memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk Melakukan analisis kebutuhan, berupa wawancara digunakan sebagai media pembelajaran. Gambar 2 dengan dosen pengampu dan melakuan studi berikut ini merupakan tampilan dari hasil e-book yang kurikulum untuk mengidentifikasi gap antara capaian telah disusun untuk digunakan dalam penelitian ini. OBE dan media ajar yang tersedia. Merancang desain bahan ajar dengan melakukan penyusunan struktur e-book menggunakan pendekatan OBE dan integrasi kode R serta video pembelajaran. Tahap Pengembangan, yaitu pembuatan e-book interaktif dengan Flip PDF Professional dan integrasi konten media pembelajaran, . Tahap implementasi yaitu dengan melakukan pretest diberikan untuk mengukur kemampuan awal computational thinking, mahasiswa menggunakan e-book dalam perkuliahan selama satu Gambar 2. Tampilan E-book peningkatan kemampuan setelah perlakuan, dan Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. Analisis kebutuhan yang dilakukan melalui wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah dan konsistensi preferensi lebih tinggi pada mahasiswa observasi pembelajaran mengungkapkan bahwa saat Temuan ini memperkuat pentingnya merancang ini terdapat kekurangan media pembelajaran yang bahan ajar yang responsif terhadap preferensi belajar mampu menyeimbangkan antara teori dan praktik. berdasarkan gender, termasuk pengayaan visual. Bahan ajar digital yang dikembangkan dirancang untuk integrasi perangkat lunak yang familiar bagi pengguna menjembatani gap tersebut dengan menghadirkan perempuan, serta fleksibilitas akses yang memudahkan materi yang terintegrasi antara konsep statistik dan Bahan ajar digital seperti e-book interaktif pemanfaatan aplikasi R. dapat dirancang dengan antarmuka visual yang Preferensi Mahasiswa terhadap Bahan Ajar menarik, serta dilengkapi panduan interaktif atau Digital, berdasarkan data angket yang diisi oleh animasi untuk memenuhi kebutuhan gaya belajar visual dan praktik. preferensi yang kuat terhadap bahan ajar digital Pengukuran efektivitas bahan ajar dilakukan Responden melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen menyatakan bahwa bahan ajar digital lebih mudah berpikir komputasional yang telah divalidasi. Hasil uji diakses, interaktif, serta memungkinkan mereka untuk statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan membuat catatan dan mengulang materi secara skor rerata sebesar 18,4 poin setelah mahasiswa Preferensi ini konsisten di antara mahasiswa menggunakan bahan ajar ANAVA-R. Analisis lebih laki-laki dan perempuan, meskipun terdapat perbedaan lanjut berdasarkan indikator computational thinking tingkat keterlibatan penggunaan perangkat lunak menunjukkan bahwa aspek abstraction mengalami pendukung yang cenderung lebih tinggi pada mahasiswa perempuan. mencapai kategori tinggi pada posttest, dibandingkan Pengaruh gender terhadap penggunaan dan hanya 31% pada pretest. Aspek algorithmic thinking preferensi media pembelajaran, berdasarkan analisis juga mengalami peningkatan signifikan, dari 38% ke distribusi data kuantitatif dari 55 responden yang terdiri 65% pada kategori sedang-tinggi. dari 21 mahasiswa laki-laki dan 34 mahasiswa Namun demikian, pada aspek evaluasi solusi, perempuan menunjukkan adanya pola yang berbeda masih ditemukan bahwa hanya 43% mahasiswa yang dalam penggunaan media dan perangkat pembelajaran mampu menunjukkan kemampuan mengoreksi atau berbasis teknologi. Sebanyak 25 mahasiswa perempuan menilai solusi secara mandiri. Hal ini menunjukkan . ,5%) menyatakan sering menggunakan perangkat bahwa bahan ajar yang digunakan sudah cukup kuat lunak atau alat otomatisasi dalam kegiatan belajar, dalam membantu proses analitik awal dan pemodelan, dibandingkan hanya 10 mahasiswa laki-laki . ,6%) tetapi masih membutuhkan penguatan dalam bentuk yang menyatakan hal serupa. Sementara itu, 8 laki-laki latihan simulasi kasus dan eksplorasi solusi alternatif. %) bahkan menyatakan tidak pernah menggunakan Temuan empiris ini menunjukkan bahwa bahan perangkat lunak pembelajaran, jauh lebih tinggi ajar digital interaktif yang dikembangkan tidak hanya dibandingkan 8 perempuan . ,5%) pada kategori yang berhasil meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga membentuk pola berpikir komputasional yang Selain itu, ketika diminta menilai pentingnya lebih sistematis pada mahasiswa. Ini menunjukkan ilustrasi dan visualisasi dalam bahan ajar, 33 dari 34 mahasiswa perempuan . %) menyatakan bahwa Outcomes-Based Education (OBE) dalam konteks visualisasi sangat penting untuk membantu mereka penguasaan keterampilan abad ke-21, khususnya memahami konsep abstrak, sementara hanya 19 dari 21 kemampuan pemecahan masalah matematis yang mahasiswa laki-laki . %) yang memiliki pendapat kompleks secara efisien. Hasil penelitian ini secara yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun keseluruhan dituangkan dalam table berikut ini: keduanya menghargai visualisasi, intensitas dan Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Tabel 1. Hasil Responden Aspek Jenis Bahan Ajar yang Disukai Cara Memilih Bahan Ajar Preferensi Cetak vs. Digital Pentingnya Ilustrasi dan Visualisasi Peran Gender dalam Preferensi Penggunaan Perangkat Lunak dalam Belajar Efektivitas Bahan Ajar dalam Mendukung Pemahaman Konsep Kompleks Kemampuan Bahan Ajar dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Komputasional Evaluasi Bahan Ajar dan Saran Peningkatan Preferensi Bahan Ajar Berdasarkan Gender (Data Kuantitati. Penjelasan Responden mayoritas memilih bahan ajar digital . ideo, multimedia, materi interne. karena praktis, mudah diakses, dan bisa membuat catatan Banyak menyebut platform YouTube dan situs pembelajaran Kebanyakan memilih bahan ajar dari internet/platform digital yang mudah diakses kapan saja. Kriteria: mudah dipahami, relevan, jelas, dan variasi materi sesuai gaya belajar. Mayoritas memilih digital karena fleksibilitas dan kemudahan mencari Cetak dipilih oleh sebagian karena membantu fokus dan pencarian informasi secara tradisional. Ilustrasi dianggap penting untuk memperjelas konsep rumit dan meningkatkan daya ingat. Visualisasi seperti grafik dan diagram sangat membantu pemahaman. Mayoritas tidak merasakan perbedaan preferensi bahan ajar berdasarkan Namun, ada kebutuhan bahan ajar inklusif dengan contoh beragam untuk mendukung keberagaman. Sebagian besar sering menggunakan perangkat lunak/alat otomatisasi . isal pengolah data, pemrograma. yang membantu menyelesaikan tugas lebih cepat dan memudahkan proses belajar. Bahan ajar yang baik mampu menjelaskan konsep kompleks secara sederhana dan sistematis, terutama dengan contoh konkret dan Responden ingin lebih banyak simulasi dan studi kasus. Bahan ajar membantu mengembangkan kemampuan abstraksi, logika, dan evaluasi solusi. Diharapkan bahan ajar lebih terstruktur dan berbasis langkah praktis untuk mendalam keterampilan ini. Bahan ajar saat ini cukup efektif, namun perlu penambahan latihan praktis dan contoh kontekstual. Penggunaan bahasa yang lebih sederhana juga diharapkan meningkatkan efektivitas. Pria cenderung lebih memilih bahan ajar digital, sedangkan wanita memilih seimbang antara cetak dan digital. Wanita lebih kuat menilai pentingnya ilustrasi dan lebih sering menggunakan perangkat lunak dalam belajar. Hasil data kuantitatif dihasilkan terhadap preferensi bahan ajar terhadap gender tersebut Grafik menggambarkan distribusi preferensi bahan ajar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Terlihat bahwa mahasiswa laki-laki cenderung lebih memilih bahan ajar digital, dengan 15 responden menunjukkan preferensi tersebut, dibandingkan hanya 4 yang memilih bahan ajar cetak dan 2 pada kategori lainnya. Sebaliknya, mahasiswa perempuan menunjukkan preferensi yang lebih seimbang antara bahan ajar cetak dan digital, masing-masing dipilih oleh 14 responden, serta 6 responden lainnya memilih alternatif bahan ajar Gambar 3. Preferensi bahan ajar terhadap gender Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan pemanfaatan media pembelajaran. Mahasiswa laki-laki tampak lebih menyukai fleksibilitas, kecepatan akses, dan fitur interaktif dari bahan ajar digital. Sementara itu, mahasiswa perempuan, meskipun juga menyukai Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 bahan digital, tetap mempertahankan ketertarikan terhadap bahan ajar cetak, yang sering diasosiasikan memperhatikan konten dan visualisasi, pengembang dengan keteraturan, struktur yang lebih jelas, dan juga perlu mempertimbangkan integrasi dengan kemudahan dalam mencatat manual. perangkat lunak pendukung yang sesuai dengan Data pengembangan bahan ajar yang bersifat fleksibel dan digitalAibahwa kebutuhan dan kebiasaan pengguna, terutama dalam konteks gender. responsif terhadap preferensi belajar berdasarkan Analisis data mengenai preferensi bahan ajar E-book interaktif seperti ANAVA-R dapat yang divisualisasikan dalam Gambar 3 menunjukkan menjadi solusi efektif karena menggabungkan fitur adanya perbedaan signifikan antara mahasiswa laki- digital dengan struktur pembelajaran yang sistematis laki dan perempuan. Sebanyak 15 mahasiswa laki-laki dan visual yang menarik. memilih bahan ajar digital, hanya 4 orang memilih bahan ajar cetak, dan 2 orang lainnya menyatakan tidak memiliki preferensi yang pasti. Sementara itu, mahasiswa perempuan menunjukkan preferensi yang lebih seimbang antara bahan ajar cetak dan digital . asing-masing 14 oran. , dengan 6 orang memilih alternatif lainnya. Preferensi mahasiswa laki-laki yang cenderung ke arah digital dapat dikaitkan dengan Gambar 4. Penggunaan perangkat lunak berdasarkan gender fleksibilitas, dan struktur mandiri dari media digital Gambar 4 merupakan grafik distribusi frekuensi seperti video atau animasi pembelajaran. Sebaliknya, penggunaan perangkat lunak pembelajaran oleh mahasiswa perempuan lebih menuntut keberagaman mahasiswa berdasarkan gender. Data memperlihatkan sumber belajar dan cenderung menilai kualitas visual bahwa mahasiswa perempuan jauh lebih dominan dalam menggunakan perangkat lunak secara aktif, pembelajaran, seperti yang ditunjukkan dalam studi dengan 25 responden . ,5%) yang menyatakan oleh Latifah et al. dan Harmini et al. Lebih lanjut. Gambar 4 menampilkan pola AuseringAy menggunakan perangkat lunak dalam proses Sementara itu, hanya 10 mahasiswa laki-laki . ,6%) yang menyatakan penggunaan yang sama. berdasarkan gender. Sebagian besar mahasiswa Sebaliknya, proporsi mahasiswa laki-laki yang Autidak pernahAy . ,5%) AuseringAy mencapai 8 orang . %), jumlah ini hampir dua kali . isalnya R. Excel, atau SPSS), dibandingkan hanya lipat dari mahasiswa perempuan pada kategori yang 47,6% mahasiswa laki-laki. Sebaliknya, mahasiswa laki- sama, yakni 8 orang . ,5%). Jumlah responden laki-laki laki lebih banyak yang menyatakan AujarangAy atau yang AujarangAy menggunakan perangkat lunak juga Autidak pernahAy lebih tinggi dibanding perempuan. Hal mahasiswa perempuan lebih terbiasa dan aktif dalam Pembahasan Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan mahasiswa laki-laki dan perempuan. Mahasiswa perempuan cenderung lebih terbiasa dan antusias menggunakan perangkat lunak pembelajaran atau alat bantu otomatisasi untuk mendukung pemahaman Hal ini menjadi landasan penting dalam Kecenderungan ini relevan dengan temuan dari Hsu et al. , yang menunjukkan bahwa keterlibatan teknologi pada mahasiswa perempuan semakin tinggi ketika media pembelajaran bersifat kontekstual, visual, dan mendukung interaksi mandiri. Selain preferensi dan pola belajar, kualitas bahan ajar yang dikembangkan juga dievaluasi secara sistematis melalui analisis validitas, praktikalitas, dan Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa e- dalam mendukung capaian pembelajaran berbasis book ANAVA-R memperoleh nilai AikenAos V Ou 0,85 OBE. pada seluruh indikator, yang menandakan bahwa Namun, penelitian ini menyadari keterbatasan, bahan ajar memenuhi kriteria Ausangat validAy (Azwar, yaitu masih terbatas pada satu kelompok mata kuliah. Aspek yang dinilai meliputi kesesuaian isi institusi, dan belum mencakup uji coba dalam konteks dengan capaian pembelajaran, kelayakan visual, pembelajaran daring penuh atau pembelajaran di luar integrasi dengan pendekatan OBE, serta keterbacaan ruang kelas. Selain itu, pengembangan bahan ajar lebih dan struktur. Hal ini mengindikasikan bahwa konten lanjut perlu mempertimbangkan penggunaan learning dan struktur penyajian sudah sesuai dengan standar analytics atau pelacakan data penggunaan e-book pedagogik dan kebutuhan mata kuliah Metode . isalnya durasi baca, halaman yang sering diakses. Statistika. ) untuk memberikan umpan balik berbasis data Aspek praktikalitas diukur melalui angket dalam evaluasi berkelanjutan. Pengembangan integrasi respon mahasiswa terhadap penggunaan bahan ajar bahan ajar ke dalam platform Learning Management selama pembelajaran. Skor yang diperoleh dari System (LMS) seperti Moodle atau Google Classroom responden menunjukkan bahwa lebih dari 80% juga akan memperluas daya jangkau dan efektivitas mahasiswa memberikan tanggapan AubaikAy hingga bahan ajar ini dalam skala yang lebih luas. Ausangat baikAy, terutama pada indikator aksesibilitas. Hasil evaluasi juga menyoroti adanya ruang kejelasan tampilan, dan kemudahan navigasi dalam e- perbaikan, khususnya pada komponen evaluasi solusi Ini sejalan dengan temuan Anshori dan Novianingsih . , yang menyatakan bahwa e-book selanjutnya, disarankan agar bahan ajar menyertakan lebih banyak studi kasus, simulasi berbasis R, serta antarmukanya mendukung eksplorasi mandiri. Untuk Adapun efektivitas bahan ajar dinilai melalui uji menganalisis kelebihan dan kekurangan solusi yang perbandingan skor pretest dan posttest. Terdapat mereka buat. Upaya ini akan lebih memberdayakan peningkatan rerata skor sebesar 18,4 poin, yang mahasiswa untuk berpikir kritis dan memperdalam mencerminkan peningkatan signifikan kemampuan aspek evaluatif dari computational thinking, yang computational thinking. Peningkatan terbesar terjadi pada indikator abstraction, yang mencerminkan pembelajaran berbasis teknologi. kemampuan mahasiswa dalam menyaring informasi Hasil penting dan membentuk representasi solusi. Aspek pengembangan bahan ajar berbasis aplikasi R yang algorithmic thinking juga mengalami pertumbuhan terintegrasi dalam e-book interaktif dapat menjadi moderat, sedangkan evaluation menunjukkan hasil solusi efektif untuk mengatasi kendala pembelajaran paling rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa statistik yang bersifat teoretis dan abstrak. Dengan meskipun bahan ajar sudah mampu membentuk dasar logika berpikir dan representasi solusi, mahasiswa berorientasi pada capaian keterampilan yang sesuai masih memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan mengevaluasi dan membandingkan solusi alternatif. OBE, Hasil ini konsisten dengan literatur yang menyatakan bahwa media pembelajaran digital yang Penutup dirancang dengan prinsip learner-centered dapat Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan meningkatkan efektivitas pembelajaran dan motivasi ajar digital interaktif berbasis aplikasi R yang belajar secara signifikan (Kucirkova, 2019. Biggs & Tang. Dengan demikian, bahan ajar ANAVA-R yang Education (OBE) guna meningkatkan kemampuan dikembangkan terbukti valid secara isi, praktis computational thinking mahasiswa, khususnya dalam digunakan dalam konteks kelas digital, dan efektif konteks pembelajaran statistika. Berdasarkan analisis Samosir. Simanjuntak. , & Hutabarat. Pengembangan Bahan Ajar BerbasisA. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Outcomes-Based Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 data kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan selama . Penting untuk menyediakan variasi proses penelitian, dapat disimpulkan bahwa: . Bahan bahan ajar yang inklusif dan adaptif terhadap ajar digital interaktif yang dikembangkan terbukti perbedaan karakteristik mahasiswa, termasuk aspek gender, gaya belajar . isual, kinestetik, reflekti. , serta Peningkatan latar belakang digital. Ini dapat dilakukan melalui paling signifikan terjadi pada aspek abstraction dan desain modular, penyesuaian tingkat kesulitan, atau algorithmic thinking, sebagaimana dibuktikan melalui pilihan navigasi personal. Penggunaan teknologi uji pretest dan posttest, serta penilaian tugas praktik pembelajaran digital harus terus didorong sebagai Mayoritas bagian integral dari strategi pembelajaran di perguruan mahasiswa menunjukkan preferensi kuat terhadap Integrasi e-book interaktif, video tutorial, bahan ajar digital, terutama karena kemudahan akses, interaktivitas, ketersediaan multimedia pendukung, memperluas cakupan dan kedalaman pembelajaran . Hal . Peran dosen sebagai fasilitator dan mentor tetap sangat penting dalam mendampingi mahasiswa mengadopsi strategi belajar yang lebih mandiri dan menggunakan bahan ajar digital secara efektif. Dosen berbasis teknologi. Terdapat perbedaan pola perlu diberikan pelatihan dalam penggunaan teknologi preferensi dan penggunaan teknologi pembelajaran edukasi terbaru, serta dalam mengembangkan evaluasi berdasarkan gender, di mana mahasiswa perempuan formatif yang dapat mengarahkan mahasiswa untuk lebih aktif dalam memanfaatkan perangkat lunak berpikir reflektif. Untuk penelitian lanjutan, pembelajaran dan menunjukkan ketertarikan lebih dianjurkan melakukan uji keefektifan dalam konteks tinggi terhadap elemen visual seperti ilustrasi dan Sementara itu, mahasiswa laki-laki lebih mengembangkan fitur pelacakan otomatis . earning cenderung memprioritaskan efisiensi dan fleksibilitas analytic. dalam e-book agar dapat memberikan umpan akses dari media digital. Ilustrasi dan visualisasi balik adaptif berdasarkan performa mahasiswa. terbukti menjadi elemen penting dalam struktur bahan ajar yang dikembangkan. Mahasiswa menilai bahwa Ucapan Terima Kasih konten visual memudahkan pemahaman konsep Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih abstrak, membantu membentuk representasi kognitif kepada Universitas Negeri Medan atas dukungan yang lebih kuat, dan meningkatkan retensi informasi pendanaan yang diberikan melalui Dana PNBP Tahun secara signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini Anggaran 2024. Penelitian ini telah didukung secara menunjukkan bahwa pendekatan pengembangan resmi sesuai dengan Surat Keputusan Rektor UNIMED bahan ajar berbasis teknologi yang terintegrasi dengan No. 00299/UN33/KPT/2024. Bantuan ini sangat berarti prinsip OBE tidak hanya mampu meningkatkan hasil dalam kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan belajar, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan dan penelitian hingga selesai. , terutama dalam konteks preferensi belajar dan perbedaan gender. Rekomendasi. Daftar Pustaka