Yora Nopriani. Dkk PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) KOMBINASI DENGAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Yora Nopriani1. Cindi Lia AriskaA STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : yoranopriani90@gmail. com1, cindiliaariska9@gmail. Abstrak Menurut data World Health Organization (WHO), di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% orang di seluruh dunia mengidap hipertensi. Penanganan hipertensi dan komplikasi akibat hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis untuk pasien hipertensi harus dikombinasikan dengan terapi non farmakologis seperti diet sehat, kontrol berat badan, dan olah raga teratur, latihan relaksasi, yoga, meditasi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik . kombinasi dengan kompres hangat untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Two group pretest and posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 - 31 Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 pasien yang mengalami hipertensi di Panti Sosial Usia Harapan Kita Palembang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 30 responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok Pengumpulan data menggunakan observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan Hasil: ada pengaruh terapi musik klasik . kombinasi dengan kompres hangat untuk menurunkan tekanan darah . value = 0,002 dan 0,. Saran: diharapkan dapat menjadi tambahan referensi yang dapat digunakan sebagai alternatif tindakan/terapi dalam program penanganan pengendalian penyakit tidak menular yaitu hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi. Musik Klasik. Kompres Hangat Abstract According to data from the World Health Organization (WHO), around 972 million people worldwide or 26. 4% of people in the world suffer from hypertension. Handling hypertension and complications due to hypertension can be done pharmacologically and non-pharmacologically. Pharmacological therapy for hypertensive patients should be combined with non-pharmacological therapies such as a healthy diet, weight control, and regular exercise, relaxation exercises, yoga. Objective: to determine the effect of classical music therapy (Mozar. in combination with warm compresses on reducing blood pressure in hypertensive patients. Methods: The research design used in this study was a two group pretest and posttest design. This research was conducted on 16 Ae 31 May 2022. The population in this study were 30 hypertension sufferers at the Harapan Kita Social Institution in Palembang, the sampling technique used purposive sampling with a sample of 30 respondents who were divided into 2 groups, namely the intervention group and the control group. Collecting data using observation. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Result: there is an effect of classical music therapy (Mozar. in combination with warm compresses on decreasing blood pressure . value = 0. 002 and 0. Suggestion: it is hoped that it can be an additional reference that can be used as an alternative action/therapy in a non-communicable disease control program, namely hypertension. Keywords: Hypertension. Classical Music. Warm Compress Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Yora Nopriani. Dkk PENDAHULUAN Tekanan darah tinggi . merupakan salah satu masalah kesehatan utama setiap negeri karena bisa menimbulkan penyakit jantung dan stroke otak yang mematikan. Gaya hidup membuat manusia sangat menyukai hal-hal instan, seperti makanan yang dimiliki kandungan lemak dan natrium tinggi. Selain itu, gaya hidup modern tidak jarang membuat manusia tertekan dengan segala menimbulkan stress, kebiasaan merorok, serta mengkonsumsi alkohol dan kafein Hipertensi berbahaya dianggap kedatangannya seringkali tidak kita sadari dengan beberapa gejala yang timbul, antara lain : Sakit kepala, lemas, masalah penglihatan, nyeri dada dan sesak nafas. Hal-hal tersebut dapat memicu timbulnya berbagai penyakit termasuk hipertensi dan jika terus bertambah parah tanpa disadari hingga mencapai tingkat yang mengancam hidup pasiennya (Febri et al. , 2. Menurut data World Health Organization (WHO), di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% orang di seluruh dunia mengidap hipertensi, angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari 972 juta pengidap hipertensi, 333 juta berada di negara maju dan 639 sisanya berada di negara berkembang, termasuk Indonesia (Widiana & Ani, 2. Di Indonesia berdasarkan riset kesehatan dasar pada tahun 2017 prevelansi nasional hipertensi pada usia 55-64 tahun sebesar 45,9%, dan yang berusia 65 tahun keatas sebesar 57,6%, dan usia 75 tahun keatas sebesar 63,8% (Kemenkes RI, 2. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan angka kejadian hipertensi pada tahun 2016 743 kasus . 716 terjadi pada usia > 55 tahu. , pada tahun 2017 217 kasus . 451 terjadi pada usia > 55 tahun. Fenomena terjadinya penyakit hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian pemerintah, penyakit ini menyerang mulai usia muda menyebabkan komplikasi penyakit lain seperti penyakit ginjal kronik dan stroke serta dapat menyebabkan kematian (Yonata, 2. Menurut data yang didapat dari Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang, jumlah lansia yang mengalami hipertensi pada tahun 2019 sebanyak 20 orang, pada tahun 2020 sebanyak 22 orang dan pada tahun 2021 sebanyak 35 orang Penanganan komplikasi akibat hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara Penanganan dengan terapi farmakologis terdiri atas pemberian obat antihipertensi yang memerlukan keteraturan waktu, mekanisme kerja dan tingkat kepatuhan (Smeltzer & Bare, 2. Penanganan secara individual, diantaranya dengan menurunkan berat badan, mengatur pola makan, diet rendah garam harian, aktifitas fisik, mambatasi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok (Pudiastuti, 2. Terapi farmakologis untuk pasien hipertensi harus dikombinasikan dengan terapi non farmakologis seperti diet sehat, kontrol berat badan, dan olah raga teratur karena dapat berpotensi memperbaiki kontrol tekanan darah dan bahkan dapat mengurangi kebutuhan obat. Olahraga teratur, latihan relaksasi, yoga, meditasi, ternyata juga sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi akibat hipertensi (Tjay & Rahardja, 2. Terapi musik adalah penggunaan musik sebagai alat terapi untuk memperbaiki, memelihara, meningkatkan keadaan mental, fisik dan emosi. Bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, musik dapat dijadikan sebagai Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Yora Nopriani. Dkk terapi yang efektif untuk menurunkan Suatu penyembuhan musik itu sendiri dengan kondisi dan situasi pada fisik atau tubuh, emosi, mental, spiritual, kognitif dan kebutuhan sosial seseorang. Merupakan suatu pengobatan secara holistik yang langsung menuju pada symptom penyakit sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Proses tergantung pada kondisi klien, apakah seseorang benar-benar siap menerima proses secara keseluruhan (Siska & Ariska. Menurut hasil penelitian penelitian Tangahu . Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Bone Bolango. Desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan One Group PretestPosttest. Sampel penelitian berjumlah 30 lansia dengan purposive sampling. Data dikumpul melalui lembar observasi dan dianalisis dengan uji wilcoxon. Didapatkan hasil sebagian besar lansia mengalami penurunan tekanan darah. Hasil statistik 0,001. Disimpulkan ada pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Bone Bolango (Siska & Ariska. Secara mempunyai dampak fisiologis bagi tubuh. Hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancar. Oleh karena itu, penderita hipertensi dalam pengobatannya tidak hanya menggunakan obat- obatan, tetapi nonfarmakologis dengan menggunakan metode yang lebih mudah dan murah yaitu dengan menggunakan terapi rendam kaki air hangat yang bisa dilakukan di rumah. Air hangat mempunyai dampak fisiologis bagi tubuh sehingga rendam kaki air hangat dapat digunakan sebagai salah satu terapi yang dapat memulihkan otot sendi yang kaku serta menyembuhkan stroke apabila dilakukan melalui kesadaran dan kedisiplinan (Kusumaastuti, 2. Daulay & Simamora. , . Kelurahan Timbangan Kecamatan Padangsidimpuan Utara, jumlah penderita hipertensi di kelurahan Timbangan berjumlah 37 orang. Rata-Rata Penderita Timbangan Penduduk kelurahan timbangan yang mengalami hipertensi belum atau tidak Berdasarkan penelitian sebelumnya yang di lakukan oleh Intan Pratika 2013 dalam Pengaruh kompres hangat pada kaki menggunakan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi diketahui bahwa sebagian besar responden yang berumur 41-50 tahun yaitu 16 responden . ,73%) mengalami hipertensi. Menurut Triyanto 2. , faktor usia sangat berpengaruh terhadap hipertensi karena dengan bertambahnya umur maka semakin tinggi mendapatkan risiko hipertensi. Insiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia. Ini sering disebabkan oleh perubahan alamiah di dalam tubuh yang mempengaruhi jantung, pembuluh darah dan hormon. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan melalui wawancara secara langsung oleh peneliti kepada lima orang pasien hipertensi di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang, empat orang pasien mengatakan belum pernah nonfarmakologis seperti terapi terapi music klasik (Mozar. kombinasi dengan kompres hangat untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi sebagai salah satu pengobatan nonfarmakologis yang bisa dilakukan untuk menurunkan tekanan darah. Satu orang pasien mengatakan hanya pernah sesekali melakukan rendam air hangat di panti Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Yora Nopriani. Dkk tetapi tidak melakukannya secara rutin (PSLU HK Palembang, 2. Hal yang biasa mereka lakukan untuk mengatasi tanda dan gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini hanya dengan memberikan balsem serta memeriksakan diri ke sarana fasilitas mengetahui kemudahan lain yang bisa dilakukan untuk menurunkan tekanan Kurangnya pengetahuan tentang cara nonfarmakologis sebagai salah satu bentuk modifikasi gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah membuat penelitian dengan judul AuPengaruh Terapi Musik Klasik (Mozar. Kombinasi DenganKompres Hangat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita PalembangAy. Prosedur perlu dijabarkan menurut tipe penelitiannya. Bagaimana penelitian dilakukan dan data akan diperoleh, perlu diuraikan dalam bagian ini. Penelitian membagi sampel menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok Pada kelompok intervensi diberikan terapi musik klasik dan kompres hangat sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan diberikan kompres hangat. Data. Intrumen. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara langsung dan lembar observasi yang dibagikan kepada Teknik Analisis Data Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji t. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian pendekatan kuantitatif Pre Experimental Design dengan rancangan penelitian twogroup pre and post test design HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin pada Kelompok Intervensi Kontroldi Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2022 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 - 31 Mei tahun 2022di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang. Target/Subjek Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah 30 pasien yang mengalami hipertensi di Panti Sosial Usia Harapan Kita Palembang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 lansia yang menderita hipertensi di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang. Peneliti menentukan sampel dalam penelitian ini Purposive Sampling. Prosedur Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Kelompok Intervensi Frekuensi Persentase 13,3% 86,7% Kelompok Kontrol Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi berjenis kelamin perempuan sebanyak 13 responden . ,7%), begitu juga pada kelompok kontrol sebagian besar responden berjenis responden . ,3%). Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Yora Nopriani. Dkk Karakteristik Responden Berdasarkan Merokok Tabel 3. Tabel 2. Umur Total Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Kelompok Intervensi dan Kontrol di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2022 Kelompok Intervensi Frekuensi Persentase Kelompok Kontrol Frekuensi Persentase Merokok Tidak Total Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Kelompok Intervensi dan Kontroldi Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2022 Kelompok Intervensi Frekuensi Persentase 6,7% 93,3% Kelompok Kontrol Frekuensi Persentase 6,7% 93,3% Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi tidak merokok sebanyak 14 responden . ,3%), begitu juga pada kelompok kontrol sebagian besar responden tidak merokok sebanyak 14 responden . ,3%). Berdasarkan tabel atas diketahui bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi berumur 60-69 tahun sebanyak 12 responden . %), begitu juga pada kelompok kontrol sebagian besar responden berumur 60-69 tahun sebanyak 12 responden . %). Tekanan Darah Sistolik Pre dan Posttest Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sistolik Pre dan Post Hari ke 1 Sampai Hari ke 6 pada Responden Hipertensi di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2022 Kelompok Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol Hari Mean SD 149,67 2,968 149,67 2,968 148,33 4,499 148 4,140 147,67 4,952 144,67 5,164 148,67 3,519 148,67 3,519 148,67 3,519 148,33 3,619 146 5,071 145,33 5,164 Pretest Median . in-ma. Post Mean SD 148,33 4,499 148,33 4,499 147,33 4,577 144,67 7,432 140,67 7,037 129,33 8,837 148 4,140 148,67 3,519 148,67 3,519 148 4,140 144,67 5,164 138 4,140 Median . in-ma. Berdasarkan tabel di atas diketahui dari 5 reponden kelompok intervensi menunjukkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik mulai hari ke 2 hingga hari ke 2, sedangkan dari 15 responden kelompok kontrol rata-rata penurunan tekanan darah sistolik dimulai pada hari ke Grafik dari hasil post test hari ke 1 sampai ke-6 tekanan darah sistolik kelompok intervensi dan kelompok kontrol dapat dilihat ada grafik berikut ini: Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 TTS Yora Nopriani. Dkk Intervensi Kontrol Hari ke- Grafik 1 Perubahan Tekanan Darah Sistolik Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol pada Post Test Hari Ke-1 Sampai Dengan Hari Ke-6 Sumber: Data Primer . Berdasarkan grafik diatas bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan tekanan darah sistolik pada hari ke 3 perlakuan, sedangkan pada kelompok terjadi penurunan tekanan darah sistolik pada hari ke-5. Tekanan Darah Diastolik Pre dan Posttest Tabel 5 Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Diastolik Pre dan Post Hari ke 1 Sampai Hari ke 6 pada Responden Hipertensi di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2022 Kelompok Hari Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi Intervensi Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol Kontrol Mean SD 96,67 2,440 95,47 3,159 94,53 3,523 91,53 3,292 90,60 2,324 90,93 2,576 95,47 4,224 90,33 1,291 90,67 1,759 90,33 1,291 90,67 4,254 93,13 3,739 Pretest Median . in-ma. Berdasarkan diketahui dari 15 reponden kelompok rata-rata penurunan tekanan darah diastolik mulai hari ke 2 hingga hari ke 6, kelompok kontrol rata-rata penurunan tekanan darah sistolik dimulai pada hari ke 2. Grafik dari hasil post test hari ke 2 sampai ke-6 tekanan darah diastolik kelompok intervensi dan kelompok kontrol dapat dilihat pada Grafik berikut ini: Mean SD 95,40 2,720 94,87 3,292 91,53 3,292 91,53 3,292 90,33 1,291 90,33 1,291 95,47 4,224 90,33 1,291 90,33 1,291 90,67 1,759 93,03 4,079 92,67 2,582 Post Median . in-ma. TTS Intervensi Kontrol Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 1 2 3 4 5 6 Hari ke- Yora Nopriani. Dkk Grafik 2 Perubahan Tekanan Darah Diastolik Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol pada Post Test Hari Ke1 Sampai Dengan Hari Ke-6 Sumber: Data Primer . Berdasarkan Grafik 4. 2 bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan tekanan darah diastolik pada hari ke 2 perlakuan, sedangkan pada kelompok terjadi penurunan tekanan darah sistolik pada hari ke-2. Tabel 6 Hasil Uji Normalitas Variabel Hasil uji ,112 ,058 ,106 ,072 ,184 ,100 ,241 ,054 Pre test sistolik intervensi Pre test diastolik intervensi Post test sistolik intervensi Post test diastolik intervensi Pre test sistolik kontrol Pre test diastolik kontrol Post test sistolik kontrol Post test diastolik kontrol Hasil uji normalitas diperoleh semua nilai p value pada kelompok penelitian > = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal, maka analisa bivariat menggunakan uji paired sample t test. Tabel 7 Pengaruh Terapi Musik Klasik (Mozar. Kombinasi Dengan Kompres Hangat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2022 Variabel TD Sistolik TD Diastolik Kelompok Intervensi Kontrol Mean SD Mean SD 129,33 8,837 138 4,140 90,33 1,291 92,67 2,582 Dari tabel di atas didapatkan bahwa dari 15 responden nilai rata-rata tekanan darah sistolik kelompok intervensi adalah 129,33 dengan standar deviasi 8,837 sedangkan nilai rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok kontrol sebesar 138 dengan standar deviasi 4,140, selisih nilai mean antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar -8,667 yang berarti nilai rata-rata tekanan darah pada kelompok intervensi lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Sedangkan dari 15 responden pada kelompok intervensi nilai rata-rata tekanan darah diastolik adalah 90,33 dengan standar deviasi 1,291 sedangkan nilai rata-rata tekanan darah diastolik pada kelompok kontrol sebesar 92,67 dengan standar deviasi 2,582, selisih nilai mean antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar -2,333 yang berarti nilai ratarata tekanan darah pada kelompok intervensi Mean Difference p value - 8,667 - 2,333 0,002 0,000 lebih rendah -2,333 dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji statistik diketahui nilai p value = 0,002 . dan 0,000 . < dari = 0,05. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa nilai p value = 0,010 dan 0,029 < dari = 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan Terapi Musik Klasik (Mozar. Kombinasi Dengan Kompres Hangat untuk menurunkan tekanan darah. Pembahasan Pengaruh Terapi Musik Klasik (Mozar. Kombinasi Dengan Kompres Hangat untuk menurunkan tekanan darah Hasil penelitian diketahui bahwa dari 15 responden nilai rata-rata tekanan darah sistolik kelompok intervensi adalah 129,33 dengan standar deviasi 8,837 sedangkan nilai rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok kontrol sebesar Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Yora Nopriani. Dkk 138 dengan standar deviasi 4,140, selisih nilai mean antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar -8,667 yang berarti nilai rata-rata tekanan darah pada Sedangkan dari 15 responden pada kelompok intervensi nilai rata-rata tekanan darah diastolik adalah 90,33 dengan standar deviasi 1,291 sedangkan nilai ratarata tekanan darah diastolik pada kelompok kontrol sebesar 92,67 dengan standar deviasi 2,582, selisih nilai mean antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar -2,333 yang berarti nilai rata-rata tekanan darah pada kelompok -2,333 dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji statistik diketahui nilai p value = 0,002 . dan 0,000 . < dari = 0,05. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa nilai p value = 0,010 dan 0,029 < dari = 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan Terapi Musik Klasik (Mozar. Kombinasi Dengan Kompres Hangat untuk menurunkan tekanan darah. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Sumantri . 9 dan Turana . , penyembuhan dari dalam, misalnya mengatasi depresi. Dengan membantu memperbaiki kondisi depresi, pasien diharapkan mau berobat. Kemauan melawan penyakit akan memperbaiki kualitas hidup pasien, yang menentukan Sebagai terapi pendukung non obat, musik berperan penting dalam peningkatan kemampuan perlawanan terhadap penyakit. Hal ini bisa dicapai karena musik membantu keseimbangan emosi dan menghilangkan depresi pasiendan juga menurunkan kecemasan ataupun rasa tekanan yang diperoleh, yang mejadi salah satu penyebab meningginya tekanan darah seseorang atau hipertensi. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan teori Siska dan Ariska . , terapi musik adalah penggunaan musik sebagai alat terapi untuk memperbaiki, mental, fisik dan emosi. Bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, musik dapat dijadikan sebagai terapi yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Suatu proses yang menggabungkan antara aspek penyembuhan musik itu sendiri dengan kondisi dan situasi pada fisik atau tubuh, emosi, mental, spiritual, kognitif dan kebutuhan sosial seseorang. Merupakan suatu pengobatan secara holistik yang langsung menuju pada symptom penyakit sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Proses tergantung pada kondisi klien, apakah seseorang benar-benar siap menerima proses secara keseluruhan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Peni . pasien hipertensi dalam dilakukan dengan terapi farmakologis obat-obatan melainkan bisa menggunakan tindakan alternatif non farmakologis dengan menggunakan metode yang lebih murah dan mudah yaitu dengan menggunakan metode terapi kompres Kompres hangat dapat digunakan sebagai salah satu terapi yang dapat memulihkan otot sendi yang kaku serta dapat menurunkan tekanan darah apabila dilakukan secara sadar dan disiplin. Menururt Flona . bahwa mengompres hangat dengan suhu 38AC selama minimal 10 menit dengan menstimulus produksi kelenjar otak yang membuat tubuh terasa lebih tenang dan Penelitian terkait juga dilakukan Khotimah . bahwa kompres hangat pembuluh darah dan vasodilatasi. Hal ini sesuai dengan teori Ilkafah . , hidroterapi dianggap dapat menurunkan tekanan darah jika dilakukan dengan rutin. Jenis hidroterapi yang dipilih adalah kompres hangat. Secara ilmiah air Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Yora Nopriani. Dkk hangat mempunyai manfaat fisiologis bagi tubuh dan berdampak pada pembuluh darah dimana air hangat membuat sirkulasi menjadi lancar, menurunkan ketegangan otot, meningkatkan metabolisme jaringan dan meningkatkan permeabilitas kapiler. Prinsip kerja kompres hangat dengan mempergunakan air hangat yaitu secara konduksi dimana terjadi perpindahan panas atau hangat dari air hangat ke dalam tubuh akan menyebabkan pelebaran melancarkan peredaran darah yang akan mempengaruhi tekanan arteri oleh baroreseptor pada sinus kortikus dan arkus aorta yang akan menyampaikan impuls yang dibawa serabut saraf yang membawa isyarat dari semua bagian tubuh untuk menginformasikan kepada otak perihal tekanan darah, volume darah dan kebutuhan khusus semua organ ke pusat saraf simpatis ke medulla sehingga akan merangsang tekanan sistolik regangan otot ventrikel akan merangsang ventrikel untuk segera berkontraksi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Daulay & Simamora. , . Kelurahan Timbangan Kecamatan Padangsidimpuan Utara, jumlah penderita hipertensi di kelurahan Timbangan berjumlah 37 orang. Rata-Rata Penderita Timbangan Penduduk kelurahan timbangan yang mengalami hipertensi belum atau tidak Berdasarkan penelitian sebelumnya yang di lakukan oleh Intan Pratika 2013 dalam Pengaruh kompres hangat pada kaki menggunakan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi diketahui bahwa sebagian besar responden yang berumur 41-50 tahun yaitu 16 responden . ,73%) mengalami hipertensi. Menurut Triyanto 2. , faktor usia sangat berpengaruh terhadap hipertensi karena dengan bertambahnya umur maka semakin tinggi mendapatkan risiko hipertensi. Insiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia. Ini sering disebabkan oleh perubahan alamiah di dalam tubuh yang mempengaruhi jantung, pembuluh darah dan hormon. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Permady . , setelah dilakukan terapi rendam kaki dengan air hangat 3 kali perlakuan . osttest O2. O3. pada pasien dengan hipertensi di Puskesmas Bahu Manado dilakukan perbandingan 3 mean tekanan darah sistolik posttest menggunakan uji korelasi non parametrik uji Friedman didapatkan rata A rata tekanan darah sistolik pada posttest O2 sebesar 136,47 mmHg dengan standar deviasi 11, 695, pada posttest O3 sebesar 136,47 mmHg dengan standar deviasi 8,618, dan pada posttest O4 sebesar 134,12 mmHg dengan standar deviasi 12,277. Pada uji Friedman didapatkan P-value = 0,689 >. , maka tidak terdapat perbedaan antara hasil tekanan darah sistolik setelah terapi rendam kaki dengan air hangat pertama, kedua dan ketiga . osttest O2. O3. Penelitian ini senada dengan Damayanti . dalam jurnal penelitiannya tentang perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi rendam hangat pada penderita hipertensi di desa kebondalem kecamatan jambu kabupaten semarang, yaitu hasil penelitian sesudah dilakukan hidroterapi rendam hangat tekanan darah sistolik paling rendah sebesar 110 mmHg dan paling tinggi sebesar 160 mmHg dengan rata-rata sebesar 133,7 mmHg. Penelitian yang telah dilakukan didapatkan jumlah penurunan tekanan darah responden ada yang penurunannya banyak dan ada juga yang penurunannya sedikit. Hal ini dikarenakan setiap individu memiliki respon tubuh yang berbeda-beda terhadap hidroterapi rendam hangat. Air hangat akan merangsang dilatasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga peredaran darah Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Yora Nopriani. Dkk menjadi lancar yang akan mempengaruhi tekanan dalam ventrikel. Aliran darah menjadi lancar sehingga darah dapat terdorong ke dalam jantung dan dapat menurunkan tekanan sistolik. Saat ventrikel berelaksasi, tekanan dalam ventrikel turun drastis, akibat aliran darah yang lancar sehingga menurunkan tekanan Berdasarkan hasil penelitian, teori dan penelitian terkait peneliti berasumsi bahwa pemberian terapi musik klasik dikombinasikan dengan kompres hangat lebih efektif dibandingkan dengan pemberian kompres hangat saja, karena pemberian kompres hangat disertai pemberian terapi musik klasik dapat menurunkan tekanan darah lebih efektif dikarenakan musik klasik dapat membantu tubuh mengeluarkan hormon endorphin yang dapat membantu penderita hipertensi merasa rileks, mengurangi kecemasan dan depresi sehingga terjadi penurunan tekanan darah ditambah dengan pemberian kompres hangat yang dapat memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lancar dan dapat mengurangi tekanan darah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang pada tanggal 16-31 Mei Tahun 2022 dapat disimpulkan sebagai berikut: Ada pengaruh terapi musik klasik . kombinasi dengan kompres hangat untuk menurunkan tekanan darah . value = 0,002 dan 0,. SARAN Waktu dimaksimalkan lagi untuk memperoleh hasil yang lebih baik dengan jumlah sampel lebih banyak lagi dan kategori sampel yang lebih spesifik lagi serta, metode penelitian lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebanyakbanyaknya kepada yang terhormat : Ibu Diana H. Soebyakto. Kes, selaku ketua STIKES Mitra Adiguna Palembang. Ibu Sri Emilda. SKM. SST. Kes, selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKES Mitra Adiguna Palembang. Bapak Drs. Bambang B Soebyakto. MA. PhD selaku Wakil Ketua II Bidang Non Akademik STIKES Mitra Adiguna Palembang. Ibu Ns. Leni Wijaya. Kep. Kes, selaku Ketua Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang, sekaligus sebagai penguji I dalam penyusunan skripsi. Ibu Ns. Yora Nopriani. Kep. Kep, selaku pembimbing dalam penyusunan skripsi ini. Bapak Ns. Oscar Ari Wirsyansyah. Kep. Kep, selaku penguji II dalam penyusunan skripsi ini. Bapak dan ibu beserta Staf Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Adiguna Palembang. DAFTAR PUSTAKA