RITORNERA: JURNAL TEOLOGI PENTAKOSTA INDONESIA Vol 05. No 01. April 2025. Hal: 77-87 ISSN (Online: 2797-717X) (Print:2797-7. Available at: pspindonesia. Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis Didit Yuliantono Adi STT Anugrah Indonesia Email: ydidit05@gmail. John Abraham Christiaan STT Anugrah Indonesia Kajong63@gmail. Andre Nehemia Lahama STT Reformasi Manado nehemialahama1@gmail. Abstract This study seeks to address the theological polemic between Islam and Christianity concerning the identity of the son intended for sacrifice by Abraham. Based on the authorAos observations, there is a significant divergence in the perspectives of Islam and Christianity on this issue. Islam asserts that the son to be sacrificed by Abraham was Ishmael, while Christianity maintains that it was Isaac, in accordance with the narrative found in the Bible. This research employs a qualitative methodology with a literature review approach, analyzing sources from books, journals, the Bible, and the QurAoan. The findings reveal that the theological divergence regarding the identity of Abraham's intended sacrificial son has the potential to generate interfaith tensions. Consequently, this study emphasizes the necessity of theological dialogue aimed at fostering mutual understanding between the two faiths, enabling constructive engagement without causing harm or offense. Keywords: Theological Dialogue. Islam -Kristen. Sacrifice. Abraham Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengurai polemik antara Islam dan Kristen tentang siapakah anak yang akan dikorbankan oleh Abraham. Berdasarkan pengamatan penulis. Islam dan Kristen memiliki perbedaan tentang hal ini. Islam meyakini bahwa yang akan dikorbankan Abraham adalah Ismail, sedangkan Kristen percaya bahwa yang akan dikorbankan oleh Abraham adalah Ishak, sesuai dengan yang dikatakan oleh Alkitab. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui buku, jurnal. Alkitab dan AlQurAoan. Dari penelitian ini ditemukan fakta yaitu perbedaan keyakinan tentang siapa yang akan dikorbankan oleh Abraham dalam Islam dan Kristen bisa menimbulkan polemik, oleh karena itu diperlukan dialog teologis yang berkaitan dengan tema ini agar kedua belah pihak saling memahami perbedaan tanpa saling melukai. Kata kunci: Dialog teologis. Islam Ae Kristen. Korban. Abraham PENDAHULUAN CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Kisah pengorbanan Ishak yang dilakukan oleh bapaknya, yaitu Abraham menurut Islam1 dan Kristen2 masih belum terlalu banyak dibahas dalam penelitian-penelitian sebelumnya, sehingga mendorong penulis untuk melakukan penelitian lebih mendalam tentang tema Penelitian ini diperlukan karena kedua agama besar ini memiliki pandangan yang berbeda mengenai siapa yang akan dikorbankan oleh Abraham. Islam mengklaim bahwa yang dikorbankan oleh Abraham adalah Ismail meskipun Al-Quran tidak menjelaskannya secara Dalam Al-QurAoan surah . As-Saffaat 102 mengatakan AuMaka tatkala anak itu sampai . ada umur sanggu. berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata: AoHai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!Ao Ia menjawab: AoHai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Ay Ayat ini tidak menyebutkan secara eksplisit siapa yang akan dikorbankan oleh Ibrahim, namun umat Islam sekarang mempercayai bahwa yang akan dikorbankan adalah Ismail. Sebuah video youtube yang berjudul AuSiapa sebenarnya yang disembelih Nabi Ibrahim. Ismail apa Ishak?Ay yang menjadi narasumbernya adalah KH. Ahmad Bahaudin Nursalim atau yang akrab disebut Gus Baha, menjelaskan bahwa yang dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ismail meskipun ada sumber lain yang mengatakan bahwa yang dikorbankan adalah Ishak. Gus Baha menjelaskan alasannya mengapa dia memilih Ismail sebagai anak yang akan dikorbankan Ibrahim, karena Ibrahim dan Ismail pernah tinggal di Mekah dan Muhamad adalah keturunan Ismail. 3 Sejalan dengan Gus Baha. Ust Kainama seorang mualaf yang mengaku mantan pendeta lulusan Haifa Israel dalam video Youtube yang berjudul AuAyo rombongan masuk Islam: Kebenaran nyata: Ismail yang dikorbankan. Ay juga mengklaim bahwa yang akan dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ismail. Meskipun dia mengakui bahwa Hadits Musnad Ahmad menulis yang akan dikorbankan adalah Ishak, namun dia tetap mengatakan bahwa yang dikorbankan adalah Ismail. Bahkan Kainama juga mengutip Kejadian pasal 22: 2 . dan menafsirkan sendiri ayat ini menggunakan google bahwa anak tunggal yang dimaksud dalam anak ini adalah Ismail, bukan Ishak. Debat Islam Ae Kristen antara Roy Robinsyah dengan Uty Watimena dengan topik AuSiapa yang dikorbankan: Ismail atau Ishak?Ay , narasumber Islam mengklaim bahwa anak sulung Abraham dalam kejadian 22:2 adalah Ismail bukan Ishak karena Ismail dilahirkan terlebih Ismail lebih tua empat belas tahun dari Ishak, oleh karena itu yang dikorbankan adalah Ismail, bukan Ishak. 5 Dari teks yang sama yaitu Kejadian 22:2, narasumber Kristen. Uty Watimena menjelaskan bahwa yang dikorbankan adalah Ishak karena teks ayat itu dengan jelas mengatakan bahwa Ishak lah yang akan dikorbankan oleh Abraham. Husnan Zulfikar Ali Buto Siregar. AuNilai-Nilai Pendidikan Tauhid Yang Terkandung Dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat Ayat 100-111,Ay Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan 2 . , https://doi. org/https://doi. org/10. 57251/ped. Simon Adi. Didit Yuliantono. AuStudi Hermeneutika Terhadap Relasi Korban Abraham Dengan Pengorbanan Yesus,Ay KARDIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1 . , https://ojs. id/index. php/kardia/article/view/13. Gus Baha. Siapa sebenarnya yang disembelih Nabi Ibrahim. Ismail apa Ishak? https://w. com/watch?v=THi6j3AJBTk . Kainama: Ayo rombongan masuk Islam: Kebenaran nyata: Ismail yang dikorbankan. https://w. com/watch?v=o-7hknOCnrk . Roy Robinson dan Uty Watimena: Siapa yang dikorbankan: Ismail atau Ishak? https://w. com/watch?v=mtp8tQuDUcg . CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Klaim Islam tentang siapa yang akan dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ismail bukan tanpa alasan, meskipun dalam Islam ada dua tafsir atas siapa yang akan dikorbankan. Tafsir Islam masa kini atas QurAoan surah As-Saffaat 102 semuanya menunjuk kepada Ismail. Misalnya tafsir Yusuf Ali menyebutkan bahwa. AuKita perhatikan bahwa pengorbanan itu dituntut dari keduanya, dari Ibrahim dan Ismail. Itu suatu ujian bagi keinginan sang ayah dan anak. Sebagai ujian, sang ayah mendapat perintah yang disampaikan kepadanya melalui mimpiAAy6 Mayoritas Muslim saat ini lebih condong kepada tafsir masa kini yang mengatakan bahwa yang akan dikorbankan adalah Ismail. Melalui tafsir inilah kemudian mereka mengatakan bahwa yang benar adalah Al-QurAoan dan Alkitab salah. Namun tafsir tertua menyebutkan bahwa yang akan dikorbankan adalah Ishak, seperti yang disampaikan oleh tafsir Al-Qurtubi. AuUlama berbeda pendapat mengenai, siapa yang diperintahkan untuk disembelih. Mayoritas dari mereka berpendapat bahwa yang diperintahkan untuk disembelih adalah Ishak. Ay7 Tafsir AtTabhari juga mengatakan hal yang sama bahwa AuAbu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Yaman menceritakan kepada kami dari Mubarak, dari Hasan, dari Ahnaf bin Qais, dari Abbas bin Abdul Muthalib, mengenai firman Allah. AoDan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar,Ao ia berkata AoIa adalah Ishak. Ay8 Alkitab dengan sangat jelas mencatat dalam Kejadian 22:2, demikian. AuFirman-Nya: AoAmbilah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia disana sebagaikorban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu. Ay Polemikus Islam sengaja memelintir ayat ini dengan tujuan agar klaim mereka tentang Ismail yang akan dikorbankan terbukti, sama dengan Al-Quran dan tafsirnya, oleh karena itu mereka melakukan propaganda di media sosial, terlebih Youtube agar banyak orang percaya bahwa yang diorbankan adalah Ismail. Karena permasalahan dia atas, penulis akan memaparkan bukti-bukti literatur baik dari Islam atau Kristen bahwa yang dikorbankan adalah Ishak, bukan Ismail. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengen pendekatan studi kepustakaan. Dalam penelitian kualitatif menggunakan pendekatan literatur, data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Metode ini melibatkan analisis kritis dan mendalam dari bahan-bahan ini untuk memperkuat argumen dan ide10 yang berhubungan dengan siapa anak yang akan dikorbankan oleh Abraham menurut Islam dan Kristen. Pada proses pengolahan datanya penulis tidak boleh mengubah, menambah, atau memanipulasi objek atau bidang penelitian. 11 Data yang terkumpul kemudian Yusuf Ali. Tafsir Yusuf Ali. Tafsir QurAoan 30 Juz (USA: Amana Corp, 2. , 1166. Syaikh Imam Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi (Jakarta: Pustaka Azzam, 2. JaAofar Muhamad bin Jarir Ath-Tabhari. Tafsir Ath-Tabhari (Jakarta. Pustaka Azzam, 2. Muhammad Win Afgani Dimas Assyakurrohim. Dewa Ikhram. Rusdy A Sirodj. AuMetode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif,Ay Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer . , https://doi. org/https://doi. org/10. 47709/jpsk. Nurul Aisyah Salsabila Panjaitan et al. AuStudi Pustaka: Konsep Bilingualisme Dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Bahasa Anak,Ay Journal on Education 5, no. : 3788Ae95, https://doi. org/10. 31004/joe. Sonny Eli Zaluchu. AuMetode Penelitian Di Dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. : 249Ae66, https://e-journal. id/index. php/jbh/article/view/93. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia dianalisis dengan hati-hati agar mendapatkan hasil yang akurat mengenai kajian teologis mengenai siapa anak yang akan dikorbankan Abraham menurut Islam dan Kristen. HASIL DAN PEMBAHASAN Makna korban menurut Islam dan Kristen Konsep Islam mengenai korban tidak hanya tentang tradisi turun-temurun melainkan juga memiliki makna spiritual. Pengorbanan dalam Islam pada dasarnya adalah tentang tunduk pada kehendak Allah, seperti yang dicontohkan oleh kisah Nabi Ibrahim (Abraha. dan putranya Ismail (Ismai. Narasi ini menggarisbawahi kesediaan untuk melepaskan apa yang paling dihargai demi perintah ilahi, sebuah tema yang bergema di seluruh ajaran Islam. Sebagaimana Ibrahim berserah kepada Allah dengan cara mempersembahkan Ismail, demikian juga umat Islam ketika memberikan korban, yaitu sebagai ketaatan kepada Allah, ungkapan saya syukur dan berbagi kepada sesama. Korban dalam Islam dilakukan selama Idul Adha, suatu tindakan ibadah yang terikat waktu yang telah ditentukan sejak zaman Nabi Adam. Ini melibatkan penyembelihan hewan tertentu, seperti domba, kambing, unta, dan sapi, yang dianggap diizinkan . untuk pengorbanan. 13 Daging korban kemudian dibagikan kepada fakir miskin sehingga ada dimensi sosial dalam ibadah ini. Makna korban menurut Islam sangat berbeda dengan konteks Kristen. Korban dalam Kristen menunjuk kepada pengorbanan Tuhan Yesus Kristus diatas kayu salib sebagai korban yang sempurna yang menebus manusia dari kuasa dosa. Konsep Yesus sebagai korban penghapus dosa adalah pusat untuk memahami pengorbanannya. 14 Menurut Perjanjian Lama, persembahan dosa melibatkan pengorbanan seekor anak domba untuk menghapuska dosa. Korban itu diberikan oleh orang Israel yang melakukan dosa kepada Tuhan melalui para imam. Para imam membawa korban itu kepada Tuhan sebagai korban pengampunan dosa dan pendamaian dengan Allah. Sedangkan di Perjanjian Baru. Yesus dipandang sebagai korban penghapus dosa tertinggi, memenuhi peran ini melalui kematian-Nya di kayu salib. 15 Di Perjanjian Lama, binatang korban adalah binatang jantan yang masih muda, tidak lebih dari satu tahun dan harus tidak bercacat secara fisik. Dalam Perjanjian Baru Yesus adalah korban yang sempurna dari Allah, tanpa cacat dan cela. Tindakan penebusan ini sangat penting bagi orang percaya, melambangkan pengakuan bersalah dan jalan menuju rekonsiliasi dengan Allah. 16 Pengorbanan Yesus mendamaikan orang berdosa dengan Allah, meredam murka Allah dan menyelamatkan manusia berdosa dari hukuman Allah. Barangsiapa manusia berdosa memandang kepada Yesus di atas kayu salib akan diampuni dosanya dan diselamatkan. Oleh karena itu, orang Kristen sudah tidak lagi mempraktekkan korban binatang karena korban yang sempurna sudah digantikan oleh Yesus. Sk Sagir Ali. AuIslam and the Thanatoethics of Sacrifice,Ay Journal of Global Postcolonial Studies, 2024, https://doi. org/https://doi. org/10. 5744/jgps. Abdulmuid AYKUL. AuThe Types of Animals to Be Offered as a Sacrifice,Ay Harran Theology Journal, 2022, https://doi. org/10. 30623/hij. ELisua Hulu. AuKematian Yesus Kristus Bagi Pengampunan,Ay Jurnal Missio-Cristo 2 . , https://doi. org/https://doi. org/10. 58456/jmc. Martha Anjeli Beriaman Ndruru. Geri Nubatonis. AuMakna Persembahan Korban Sebagai Penghapus Dosa Berdasarkan Efesus 2:5-9 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini,Ay Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik 9 . , https://doi. org/https://doi. org/10. 58374/sepakat. Beriaman Ndruru. Geri Nubatonis. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Anak yang akan dikorbankan Abraham menurut Islam Berbeda dengan Alkitab yang secara jelas menuliskan siapa yang akan dikorbankan oleh Abraham. Al-QurAoan justru tidak menuliskan mengenai siapa nama anak yang akan dikorbankan oleh Abraham. Bukan hanya itu. Al-QurAoan juga tidak menulis secara lengkap mengenai kisah Abraham seperti yang tercatat dalam Alkitab. Di Alkitab dicatat bahwa Abraham memiliki dua istri lagi setelah Sara, yaitu Hagar dan Ketura, namun di dalam AlQurAoan tidak disebutkan. 17 Dalam QurAoan, satu-satunya ayat yang mencatat mengenai pengorbanan Abraham adalah QurAoan Surat . As Ae Saffaat berkata AuMaka tatkala anak itu sampai . ada umur sanggu. berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata: AuHai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu!Ay Ia menjawab: AuHai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu: Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Ay Ayat ini tidak menyebutkan siapa nama anak yang akan dikorbankan oleh Abraham. Hanya disebutkan Auanak ituAy. Frasa Auanak ituAy bisa menimbulkan multi tafsir di antara kalangan ulama Islam, sebab diketahui bahwa Abraham memiliki dua anak, yaitu Ismail yang berasal dari Hagar budaknya dan Ishak anak dari istri sahnya. Sara. Disinilah timbul polemik mengenai siapa anak yang akan dikorbankan tersebut, namun secara umum, umat Islam saat ini percaya bahwa Ismail lah anak yang akan dikorbankan. Mayoritas ulama awal berpendapat bahwa anak yang akan dikurbankan oleh Ibrahim adalah Ishak. Yang termasuk mengatakan pendapat tersebut adalah Ibnu Abbas bin Abdul Muthalib dan anaknya Abdullah dengan riwayat shahih darinya. 18 Umar R. A dan Ali bin Abi Thalib yang adalah orang terdekat Muhamad meriwayatkan bahwa AuYang disembelih adalah Ishak. Ay19 Tafsir yang mengatakan bahwa yang akan disembelih oleh Ibrahim adalah Ishak juga disebutkan oleh para ulama awal dalam tafsir At Tahbari. Abu Kuraib berkata kepada kami: Zaid bin Habab menceritakan kepada kami dari Hasan bin Dinar, dai Ali bin Zaid bin ZadAoan, dari Hasan, dari Ahnaf bin Qais, dari Abbas bin Abdul Muthalib, dari Nabi SAW dalam sebuah hadits beliau bersabda. AuDia adalah Ishaq. Ay20 Para thabiAoin yang berpendapat bahwa Ishak yang nyaris dikorbankan adalah: AoAqlamah, asy SyaAobi. Mujahid. SaAoid bin Jubair. KaAoab al-Ahbar. Qatadah. Maruq. AoIkramah. Al Qasim bin Abi Bazzah. AoAthak. Muqatil. Abdurrahman bin Abdullah Az-Zuhri, as Sudi. AoAbdullah bin Abil Hudzail, dan Iman Malik bin Anas. Bahkan diceritakan pula bahwa Ali bin Abi Thalib. Umar bin Khathab. AoAbdullah bin Umar, dan tujuh sahabat Muhamad yang utama mendukung riwayat Ishaq. 21 Jika dilihat dari tafsir-tafsir diatas nampaknya para penafsir awal, bahkan riwayat itu berasal dari orang-orang terdekat Muhamad, mereka sepakat bahwa yang akan dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ishak. Riwayat yang lain yang ditulis oleh Ibnu Abbas, para ulama berbeda pendapat mengenai siapa yang akan disembelih oleh Ibrahim. Ada riwayat yang mengatakan bahwa dia adalah Ishak, dan ada yang Taufik Hidayat. Dialog Teologis Kristen-Islam. Mewujudkan Relasi Damai Antar Umat Beragama (Bondowoso: Penerbit Licenci, 2. , 321. Syaikh Imam AL Qurtubi. Tafsir Al Qurtubi, 2nd ed. (Jakarta: Pustaka Azzam, 2. , 235. Qurtubi, 235. Abu JaAofar Muhammad bin jarir Ath Tabhari. Tafsir Ath Tabhari, 2nd ed. (Jakarta: Pustaka Azzam, 2. , 897. Ibn Katsir. Tafsir Al-QurAoan Al-AoAdzim Lil Imam Ibn Katsir Jilid IV (Beirut: Dar al-Fikr, 1. , 23. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia mengatakan bahwa dia adalah Ismail. 22 Namun menurut Ibnu Abbad riwayat yang paling kuat adalah Ismail. Pandangan yang lebih mendukung Ismail sebagai anak yang akan dikorbankan Ibrahim, nampaknya semakin populer dikalangan penafsir kemudian. Tokoh yang pertama kali mempopulerkan Ismail sebagai anak yang akan dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ibnu Taimiyah . bad 13-14 M), yang kemudian pada abad ke-14 oleh Ibnu Katsir pendapat ini terus dikumandangkan dikalangan Islam hingga mendapatkan pengakuan luas, bahkan sampai saat Demi memperkuat tafsiranya atas QurAoan Surah 37 ayat 102, ibnu Taimiyah mengutip ayat Alkitab dalam Kejadian 22:2, bahwa yang dikorbankan oleh Abraham adalah Ismail, anak tunggal Abraham. 24 Selanjutnya tanpa dasar yang kuat dia menuduh orang Kristen mengubah ayat ini dengan mengganti nama Ishaq. Fitnah bahwa orang Kristen mengubah-ubah ayat Alkitab ini sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa Islam lah yang benar, dan Kristen Riwayat yang lain yang mengatakan bahwa anak yang akan dikorbankan itu Ismail adalah mengenai mimpi Ibrahim yang dalam mimpinya tersebut dia melihat sedang menyembelih Dalam riwayat itu, dikisahkah bahwa Ibraham bermimpi didatangi oleh orang, dan orang itu mengatakan bahwa Allah menyuruh Ibraham untuk menyembelih anaknya. Rusydi al-Badrawi menceritakah bahwa: Disuatu pagi hari. Ibrahim memikirkan dan merenungkan mimpinya itu. Ia ingin memastikan apakah mimpinya itu berasal dari Allah atau dari setan. Waktu dimana Ibrahim merenungi mimpinya itu disebut dengan AutarwiyyahAy. Pada waktu menjelang sore hari barulah Ibrahim yakin bahwa mimpinya itu berasal dari Allah. Waktu ketika Ibrahim mendapatkan keyakinan itu disebut AuArafahAy. Pada malam hari ketiga. Ibrahim mengalami mimpi yang sama. Mimpi ini meyakinkan dia untuk bertekad mengorbankan anaknya itu. Waktu disaat Ibrahim memiliki tekad untuk mengorbankan anaknya itu disebut Auan-nahrAy. Maka dipagi hari itu Ibrahim berkata kepada Ismail: AuWahai putraku, ambillah tali dan pisau, marilah kita menemui orang-orang -itu untuk menyampaikan sesuatu. Tafsir QurAoan At Tibyan menjelaskan bahwa sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a. maka Allah melarang menyembelih Ismail. 26 Nashir as SaAodi juga menuliskan dalam tafsirnya bahwa anak itu adalah Ismail. Karena perintah Allah itu harus dilaksanakan, maka Nabi Ismail berkata dengan sabar, mengharap pahala, rela kepada Tuhannya dan berbakti kepada ayahnya. 27 Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Mujahid. Ikrimah. SaAoid bin Jubair. Atha Al-Khurasani, dan Zaid bin Aslam, serta beberapa ahli tafsir Abu Thahir Muhammad bin YaAokub Al Fairuzabadi. Tafsir Ibnu Abbas, 1st ed. (Selangor: Al-Hidayah House of Quran SDN BHD, 2. , 152. Imam Ibul Fida Ismail ibnu Kasir Ad-Dimasyqi. Tafsir Ibnu Katsir Juz 23, 2nd ed. (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2. , 172. Hidayat. Dialog Teologis Kristen-Islam. Mewujudkan Relasi Damai Antar Umat Beragama, 328. Iqbal Harahap. Ibrahim Bapak Semua Agama. Sebuah Rekonstruksi Sejarah Kenabian Ibrahim as. Sebagimana Tertuang Dalam Taurat. Injil Dan Al-QurAoan (Tangerang: Lentera Hati, 2. , 217Ae19. Muhammad Said. Tafsir Al-QurAoan At Tibyan, 2nd ed. (Kuala Lumpur: Victory Agencie, 2. , 798. Syaikh Abdurahman bin Nashir as SaAodi. Tafsir Al-QurAoan, 2nd ed. (Jakarta: Darul Haq, 2. , 115. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia lain berkata bahwa anak itu adalah Nabi Ismail a. 28 Menurut tafsir Kementerian Agama yang dikutip oleh Taufik, tafsir atas surah Ash Shafaat 102 adalah sebagai berikut: Kemudian ayat ini menerangkan ujian yang berat bagi Ibrahim. Allah memerintahkan untuk menyembelih anak satu-satunya sebagai korban disisi Allah. Ketika itu Ismail mendekati masa baliq atau remaja, suatu tingkatan umur sewaktu anak dapat membantu pekerjaan orangtuanya. Menurut al-FarraAo usia Ismail pada waktu itu adalah tiga belas tahun. Ibrahim dengan hati yang sedih memberitahukan perintah Tuhan kepada Ismail tentang mimpinya. Dia meminta pendapat anaknya mengenai perintah itu. Perintah Tuhan itu berkenaan dengan penyembelihan Ismail sendiri, yang merupakan cobaan yang besar bagi bapak dan anak. Sesudah mendengarkan perintah Tuhan itu. Ismail dengan segala kerendahan hati berkata kepada ayahnya agar melakukan semua yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Dia akan taat, rela dan ikhlas menerima ketentuan Tuhan serta menjunjung tinggi segala perintahNya dan pasrah kepada-Nya. Ismail yang sangat muda itu mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia tidak akan gentar menghadapi itu, tidak akan ragu, menerima qada dan qadar Tuhan. Dia akan sabar dan tabah menerima penyembelihan itu. Selain pendapat Ishak dan Ismail, ada beberapa tafsir yang tidak menyebutkan nama siapa anak yang akan dikorbankan Ibrahim, seperti tafsir al-Misbah oleh Muhammad Quraish Shihab. Senada dengan Quraish Shihab. Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri AdDimasyqi berkata: Firman Allah subhanahu wa taAoala: maka tatkala anak itu sampai . ada umur sanggu. berusaha bersama-sama dengan Ibrahim (QS. As-Shaffat 37:. Yakni telah tumbuh menjadi dewasa dan dapat pergi dan berjalan bersama ayahnya. Disebutkan bahwa Ibrahim sering menengok anak dan ibunya di negeri Faran. Disebutkan pula bahwa untuk sampai kesana Ibrahim mengendarai buraq yang cepat larinya, hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Diriwayatkan dari ibnu Abbas r. Mujahid. Ikrimah. SaAoid ibnu Jubair. Ata Al-Khurrasani, dan Zaid ibnu Aslam serta lain-lainnya sehubungan dengan makna firman-Nya. AuMaka tatkala anak itu sampai . ada umur sanggu. berusaha bersama-sama Ibrahim. Ay Maksud dari kalimat ini yaitu anak itu sudah tumbuh menjadi dewasa dan dapat bepergian serta mampu bekerja dan berusaha sebagaimana yang dikerjakan ayahnya. Maka tatkala anak itu sampai . ada usia sanggu. berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata. AuHai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi, bahwa aku Maka pikirkanlah apa pendapatmu. Ay30 Beberapa penafsir diatas menunjukkan adanya perbedaan tafsir di kalangan umat Islam. Di satu sisi penafsir awal banyak yang setuju dengan Ishak, namun penafsir belakangan yang justru populer dikalangan Islam justru Ismail. Dibandingkan dengan Ishak. Ismail memang lebih terkenal di dalam Islam, meskipun Ismail sendiri tidak terlalu banyak dibahas dalam QurAoan kecuali dalam Surah 2:127. Berdasarkan ayat ini Ismail dan Ibrahim pergi bersama ke Mekah untuk membangun Kabah. Kisah Ismail pergi bersama Ibraham mebangun Kabah ini hanya ada di Islam. Yahudi dan Kristen tidak pernah meyakini cerita ini karena tidak pernah tertulis di dalam Alkitab. Abdul Aziz Sidqi Enang Sudrajat. HM Syatibi. Miracle The Reference, 1st ed. andung: Sygma Publishing, 2. , 896. Hidayat. Dialog Teologis Kristen-Islam. Mewujudkan Relasi Damai Antar Umat Beragama, 323. Https://risalahmuslim. id/quran/al-araaf. No Title . CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Anak yang akan dikorbankan Abraham menurut Kristen Sudah sejak ribuan tahun yang lalu. Yahudi dan Kristen tetap meyakini bahwa yang akan dikorbankan oleh Abraham adalah Ishak karena itulah yang Alkitab beritakan. Yahudi masih memperingati hari raya pengorbanan Ishak itu setiap tahun yang disebut dengan Aqedah Yitsaq. Ritual ini dilakukan pada setiap tahun baru Yahudi yang disebut dengan Rosh Ha Shanah yang jatuh pada tanggal 1 bulan Tisri. 31 Meskipun tidak memperingati secara khusus. Kristen tetap memiliki kepercayaan yang sama. Kepercayaan yang sama ini didasarkan pada teks Alkitab dalam Kejadian 22:2. Disana Allah memberi perintah kepada Abraham untuk mengorbankan anaknya yang tunggal yang dia kasihi yaitu Ishak. Perintah ini jelas karena Allah secara spesifik menyebut nama anak Abraham yang akan dikorbankan, yaitu Ishak. Hal ini diperkuat oleh kesaksian penulis Kitab Perjanjian Baru, yaitu Ibrani 11:17 bahwa tatkala Abraham dicobai dia mempersembahkan Ishak. Begitu pula dengan Yakobus 2:21. Abraham dibenarkan karena perbuatannya yang mempersembahkan Ishak. Kisah pengorbanan Ishak ini juga diperkuat oleh kesaksian literatur Yahudi. Tarqum onqelos menyebutkan bahwa yang dikorbankan oleh Abraham dalam Kejadian 22:2 adalah Ishak. 32 Selain Tarqum Onqelos, literatur Yahudi yang lain yang menyatakan bahwa anak yang dikorbankan oleh Abraham adalah Ishak adalah Talmud Sanhendrin. 33 Keselarasan Torah dengan literatur Yahudi ini membuktikan bahwa pengorbanan Ishak memiliki makna yang penting bagi orang Yahudi. Makna teologisnya adalah Ishak merupakan nubuatan penebusan bagi Israel, sedangkan makna historisnya, tempat pengorbanan Ishak di gunung Moria adalah lokasi dimana Bait Suci kemudian dibangun . Taw. 34 Tempat yang sampai sekarang masih diperjuangkan oleh Israel untuk direbut kembali, yaitu Masjid Kubah Sakrah atau The Dome of The Rock yang dibangun pada abad ke delapan Masehi oleh Kalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 683 Ae 692 Masehi35 di atas batu karang yang diyakini oleh orang Israel sebagai tempat Abaraham mengorbankan Ismail yang sekarang masuk dalam wilayah geografis Palestina. Mengapa harus Ishak yang dikorbankan dan bukan Ismail? Padahal Ismail adalah anak pertama Abraham. Ishak disebut sebagai anak yang tunggal meskipun Ismail lebih dulu lahir bagi Abraham bukan tanpa alasan. Meskipun Ismail lahir pertama, dia bukanlan anak perjanjian dengan Tuhan. Anak perjanjian Abraham dengan Tuhan adalah anak yang akan dilhirkan istrinya (Kej. Sedangkan Ismail adalah anak yang lahir dari ketidaktaatan dan ketidaksetiaan Abraham menantikan anak yang dijanjikan oleh Tuhan. Ismail lahir bukan dari istri sah Abraham melainkan dari budaknya. Itu terjadi karena Abraham lebih mendengarkan istrinya daripada Tuhan. Hal inilah yang membuat Ismail tidak masuk dalam kategori anak tunggal ataupun ahli waris meskipun dia anak yang sah secara hukum yang berlaku pada waktu Simon Adi. Didit Yuliantono. AuStudi Hermeneutika Terhadap Relasi Korban Abraham Dengan Pengorbanan Yesus,Ay Kardia, 20023, https://ojs. sttparakletos-tomohon. id/index. php/kardia/article/view/13. Bambang Noorsena. Refleksi Ziarah Ke Tanah Suci, 5th ed. (Malang: ISCS Publishing House, 2. Noorsena, 176. Joseph P. Free. Arkeologi Dan Sejarah Alkitab (Malang: Gandum Mas, 2. , 85. Lutfiah Ayundasari Muhammad Hanif Ramadhani. AuDialektika Hegel Kekhalifahan Umayyah Sebagai Pencegah Radikalisasi,Ay Kamaya: Jurnal Ilmu Agama https://doi. org/https://doi. org/10. 1234/kamaya. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia itu yaitu menurut undang-undang Hamurabi. 36 Salah satu isi dari undang-undang ini menyebutkan bahwa apabila seorang tuan tidak bisa mendapatkan anak dari istrinya, maka dia boleh mendapatkan keturunan dari budaknya perempuan. Dialog teologis Islam-Kristen perihal korban yang dilakukan Abraham Dialog teologis Islam-Kristen harus berdasarkan kajian literatur agar menemukan datadata yang valid. Data yang valid inilah yang seharusnya dijadikan sebagai rujukan dalam melakukan dialog teologis. Sehingga dialog teologis menjadi ilmiah dan bersifat akademis. Hal ini akan menghindarkan debat kusir atau saling menyerang keyakinan orang lain. Dialog teologis semacam ini sudah dilakukan oleh Katholikos mar Timotius I , seorang pemimpin gereja Assyria Timur yang berpusat di Baghdad dengan Khalifah Al-Mahdi pada abad ke-8 tepatnya pada tahun 781 M. Di Indonesia dialog teologis Islam-Kristen seperti ini dipopulerkan oleh Bambang Noorsena. Dalam setiap dialognya. Bambang Noorsena mampu mengambil simpati dan perhatian orang Islam dengan cara memaparkan materi yang bersifat akademis tanpa menyinggung perasaan lawan bicara atau audiens yang mayoritas dari kalangan Islam meskipun materi yang disajikan juga ada kaitannya dengan Islam itu sendiri. Hal ini bisa terjadi karena Bambang Noorsena memahami bagaimana cara berdialog dengan Islam, yaitu dengan cara menyuguhkan data dan fakta, bila perlu data itu berasal dari literatur Islam yang penulisnya diakui dikalangan umat Islam mayoritas. Dalam bukunya yang berjudul Refleksi Ziarah ke Tanah Suci. Bambang Noorsena memberikan data perbandingan teologis antara Islam dan Kristen. Dalam Islam memang ada dua penafsiran mengenai siapa yang akan dikorbankan oleh Ibrahim, yaitu Ishak dan Ismail. Tafsir yang setuju dengan Ishak berasal dari kalangan ulama awal, seperti tafsir At Tabhari. 38 Sedangkan pendapat yang setuju dengan Ismail berasal dari tafsir ulama yang mayoritas lebih baru. Menurut Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar Juz XXi yang dikutip oleh Bambang Noorsena, riwayat yang menyebutkan bahwa yang akan dikorbankan adalah Ismail ini untuk menunjukkan bahwa Muhamad berasal dari keturunan dua orang yang nyaris dikorbankan, yaitu Ismail dan ayahnya yang bernama Abdullah yang juga nyaris dipersembahkan sebagai korban oleh Abdul Muthalib, tetapi tidak jadi karena ditebus dengan seratus ekor unta. 39 Gaya berdialog semacam ini seharusnya dimiliki oleh orang Kristen masa kini agar dialog berjalan dengan baik tanpa menyulut emosi pihak lawan dan tidak terjebak dalam debat kusir. Orang Kristen harus menghindari debat, karena tidak ada jiwa yang dimenangkan melaui debat kecuali sakit hati dan kemarahan akibat saling menghina. KESIMPULAN Mengenai siapa anak yang akan dikorbankan oleh Abraham. Islam dan Kristen memiliki keyakinan berbeda. Islam berdarsak tafsir QurAoan percaya bahwa yang akan dikorbankan oleh Abraham adalah Ismail, meskipun ada beberapa tafsir yang pro Ishak. Free. Arkeologi Dan Sejarah Alkitab, 75. Bambang Noorsena. Answering The Misunderstanding Jilid 1 (Malang: ISCS Publishing House, 2. , 41. Noorsena. Refleksi Ziarah Ke Tanah Suci, 177Ae78. Noorsena, 177Ae78. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia kepercayaan umat Islam bahwa yang akan dikorban oleh Abraham adalah Ismail bukanlah tanpa alasan. Selain berdasarkan tafsir, ternyataka karena Ismail memiliki kesamaan yang kuat dengan Muhamad sebagai orang yang hampir dikorbankan. Sedangkan dalam Kristen mengakui bahwa yang akan dikorbankan oleh Abraham adalah Ishak. Bukti-bukti mengenai pengorbanan Ishak ini tertulis jelas dalam Alkitab, baik itu Perjanjian Lama maupun Perjanjian Selain Alkitab, bukti yang lain adalah literatur tua dari orang-orang Yahudi. Perbedaan yang tajam ini ternyata bisa dijembatani dengan dialog teologis. Masing-masing agama bisa menjelaskan bukti dan alasan perbedaan, sampai mendapatkan titik temu dan pemahaman yang benar sehingga bisa mengurangi kesalahpahaman dan debat kusir tanpa arah dan cenderung melukai perasaan. DAFTAR PUSTAKA