Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 STUDI GENEALOGI PENDIDIKAN PESANTREN KH. ACHMAD QUSYAIRY MANSHUR MOJOKERTO Ahmad Wasil Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang aw63796@gmail. Abstrak. Pendidikan pesantren bukan untuk mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi menanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Tuhan. Paradigma genealogi KH. Achmad Qusyairy Manshur sesuai dengan tujuan dari diselenggarakannya pendidikan pesantren dengan mengkolaborasikan genealogi yang jelas dengan pengaruh kontribusinya pada perkembangan pendidikan pesantren. Dari hal itulah peneliti mempunyai pandangan dan ketertarikan untk meneliti . Genealogi SosialIntelektual KH. Achmad Qusyairy Manshur. Mojokerto, . Pengaruh Kontribusi KH. Achmad Qusyairy Manshur pada Perkembangan Pendidikan Pesantren. Mojokerto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Teknik pengumpulaan data dilakukan . Observasi langsung, . Observasi tak langsung, . Observasi langsung, . Komunikasi langsung. Adapun jenis data dan sumber data dalam penelitian ini . Data primer yang didapat dari hasil komunikasi langsung dan tak langsung dengan setiap informan yang mengalami atau mengetahui peristiwa tersebut secara akurat mulai dari keluarga, pengurus, alumni pondok disertai rekaman dan hasil wawancara, dan buku biografi KH. Bahri . Data sekunder yang didapat dari arsip peninggalan berupa catatan kecil, artikel dalam jurnal, peninggalan foto. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap . Reduksi data, . Penyajian data, . Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasannya . Genealogi Sosial-Intelektual KH. Achmad Qusyairy Manshur Mojokerto diketahui mempunyai garis keturunan hingga Rasulullah SAW yang juga melahirkan keturunan shalih, dan garis keilmuannya dipercaya mempunyai guru yang istimewa. Pengaruh Kontribusi KH. Achmad Qusyairy Manshur pada Perkembangan Pendidikan Pesantren mempunyai paradigma Fikrah. Amaliyah, dan Strategi yang melahirkan orang-orang yang luar biasa hingga mereka juga dapat melahirkan lembaga pendidikan pesantren dengan mencontoh segala macam paradigma KH. Achmad Qusyairy Manshur. Kata Kunci: Studi Genealogi. Pendidikan. Pesantren. KH. Achmad Qusyairy Manshur Abstract. Pesantren education is not to pursue the interests of power, money and worldly glory, but to instill in them that learning is solely an obligation and devotion to God. The genealogical paradigm of KH. Achmad Qusyairy Manshur is in accordance with the objectives of holding a pesantren education by collaborating a clear genealogy with the influence of its contribution to the development of pesantren education. From this, the researcher has the view and interest to research . Socio-Intellectual Genealogy KH. Achmad Qusyairy Manshur. Mojokerto, . The Contribution Effect of KH. Achmad Qusyairy Manshur on the Development of Islamic Boarding School Education. Mojokerto. This study uses a qualitative research type with a historical approach. Data Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 collection techniques are . direct observation, . indirect observation, . direct observation, . direct communication. The types of data and data sources in this study . Primary data obtained from the results of direct and indirect communication with every informant who experienced or knew the event accurately starting from the family, administrators, alumni of the cottage accompanied by recordings and results of interviews, and books. Biography of KH. Bahri . Secondary data obtained from legacy archives are in the form of small notes, articles in journals, photo relics. The data analysis technique consists of three stages . data reduction, . data presentation, . drawing conclusions. The results of the study can be concluded that . SocioIntellectual Genealogy of KH. Achmad Qusyairy Manshur Mojokerto is known to have a lineage to the Prophet Muhammad who also gave birth to pious descendants, and his scientific line is believed to have a special teacher. The influence of the contribution of KH. Achmad Qusyairy Manshur on the Development of Islamic Boarding Schools has a Fikrah. Amaliyah, and Strategy paradigm that gives birth to extraordinary people so that they can also give birth to Islamic boarding schools by imitating all kinds of KH Ahmad Qusyairy Mansur. Keywords: Educational Genealogy. Study Islamic Boarding School and KH. Achmad Qusyairy Mansur PENDAHULUAN Menurut Zamakhsyari Dhofir, perkataan pesantren berasal dari kata santri, yang dengan awalan pe di depan dan akhiran an berarti tempat tinggal para santri. Professor Johns berpendapat bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji, sedang Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah sastri yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci Agama Hindu, atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. 1 Secara historis-antropologis, lembaga pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan dari kultur masyarakat Indonesia yang sangat majemuk. Pesantren dari sudut historis-kultural dapat dikatakan sebagai pusat pelatihan dan bimbingan bagi generasi bangsa yang senantiasa mewarnai dinamika kebudayaan masyarakat. 2 Apabila di teliti, sebelum tahun 60-an, pusat pusat pendidikan pesantren di Jawa dan Madura lebih dikenal dengan istilah Barangkali istilah pondok berasal dari pengertian asrama-asrama para santri yang dibangun sebagai tempat tinggal yang terbuat dari bambu, atau berasal dari bahasa Arab funduq, yang artinya hotel atau asrama. Baru setelah itu, istilah pondok disertai dengan kata 1 Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia (Jakarta: LP3ES, 2. , 41. 2 Mohammad Takdir. Modernisasi Kurikulum Pesantren (Yogyakarta: Diva Press, 2. , 23. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 pesantren yang mencakup secara keseluruhan tentang tempat belajar ilmu agama . yang tersebar luas di seluruh Nusantara. Adapun pondok pesantren yang sekarang banyak menjadi sorotan, baik secara internal maupun eksternal. Dan ada juga beraneka ragam tujuan dan latar belakang terjadinya sorotan tersebut, ada yang secara positif yakni dengan mencari sistem pendidikan yang baik. Tentang hal ini didorong dengan adanya anggapan bahwa sistem pendidikan yang ada tidak sesuai dengan zaman, bahkan dirasa tidak benar sehingga perlu adanya sistem pengganti. Adapun secara negatif menyoroti pesantren sebagai suatu pendidikan yang mubadzir dan menghambat kemajuan yang oleh karenanya perlu diadakan perombakan, sehingga tujuannya jelas untuk mencari kemungkinan merombaknya. Pesantren bukan hanya merupakan tempat pendidikan intelektual semata, tetapi kehidupan berasrama juga mempunyai kedudukan penting dalam pendidikan umum. 4 Adapun pesantren dapat mengembangkan dan menumbuhkan jiwa mandiri, kreatifitas, kecerdasan yang setara antara ilmu agama dengan ilmu umum, menumbuhkan sifat kepemimpinan dalam suatu kelompok kecil . engurus kamar, pengurus pondok, dan lain-lai. Di sini inti dari suatu pesantren, bahwa pesantren mencetak generasi yang berintelektual tinggi yang setara dengan dunia luar dan disetarakan dengan ilmu agama. Adapun ayat al-QurAoan yang menjelaskan tentang adanya seseorang mendapatkan cahaya dari Allah maka ia dapat merasakan indahnya menimba ilmu agama, mempelajari, dan senantiasa mengamalkannya, terdapat pada Q. alAnAoam/125: a AN a a a a a a a a a a a a a a a a a NA AE aNu aO aE aA aNau OaCA a AA aII Oa a a acEE I ONaONu O ANu E aaEE aIna OII O a I OA Aa a aaNA a a a a a AN a e a a a a a a a N a a a a NA ANA ANA AE Ea acEaOI aE OIaIOIA a A EII OA a EI a oa EE aE aOE acEEA Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah. Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat. Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. 3 Ibid, 21-22. 4 Karel A Steenbrink. Pesantren Madrasah Sekolah. Pendidikan Islam dalam Kurun Modern (Jakarta: LP3ES, 1. , 122. 5 Aplikasi MS. Quran In Word Kemenag. Lajnah Pentashih Mushaf al-Quran Kemenag. QS. 06:125. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 Menurut Mujamil Qomar yang dikutip oleh Muhammad Muntahibun Nafis, 6 pesantren bukan hanya merupakan sebuah lembaga keagamaan, namun juga lembaga pendidikan yang telah eksis di tengah masyarakat selama kurang lebih enam abad . ulai abad ke-15 sampai sekaran. bahkan terbukti telah menjadi lembaga agama dan pendidikan Islam tertua di Indonesia yang dimulai dengan adanya madrasah. Sejak awal berdirinya, pesantren telah menawarkan pendidikan kepada masyarakat yang masih buta huruf. Pesantren pernah menjadi satu-satunya institusi pendidikan milik masyarakat pribumi yang memberi kontribusi sangat besar dalam membentuk masyarakat melek huruf . dan melek budaya . ultural Awal mula berdirinya pesantren yang menjadi obyek penelitian seperti pesantren yang diampu oleh KH. Bahri Masyhud yang kemudian estafet perjuangannya dialihkan kepada menantu kedua yakni KH. Achmad Qusyairy Manshur yang ditandai dengan Ia sudah menerima wasiat dari sang mertua KH. Bahri Masyhud, bahwa untuk kepemimpinan sepeninggal beliau nanti adalah KH. Achmad Qusyairy Manshur dikarenakan Ia juga adalah figur yang sempurna yang bisa dipercaya untuk melanjutkan estafet perjuangan KH. Bahri Masyhud. KH. Bahri Masyhud tepatnya mendirikan pesantren di Desa Sawahan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Kemasyhuran dan kealimannya segera tersebar ke seluruh daerah, maka para santri berdatangan dari berbagai daerah. Semakin hari semakin besar jumlahnya dan diperlukan adanya tempat tinggal untuk menampung para santri. Maka dengan inisiatif para santri yang berguru kepada beliau dan masyarakat sekitar, dibangunlah sebuah gubuk yang terbuat dari kayu sebagai tempat bermukim para santri. KH. Achmad Qusyairy Manshur meneruskan estafet perjuangan dengan memperluas wawasan para santri yang dengan langkah pertama yakni mendekati para santri agar mengetahui metode yang tepat untuk diajarkan. 8 Pendidikan bisa didapatkan di mana saja, akan tetapi dalam konteks pendidikan itu sendiri mengacu pada sebuah tempat yang menaungi untuk tempat menimba Dalam menimba ilmu dibutuhkan sebuah instansi yang harus memadai, adapun pesantren juga merupakan sebuah tempat di mana bisa mendapatkan ilmu. Sesuai sabda Rasulullah SAW: 6 Muhammad Muntahibun Nafis. Pesantren Pluralisme (Yogyakarta: Insan Madani, 2. , 02. 7 Rohmatin Maghfuroh. Wawancara. Rumah Kasepuhan KH. Bahri Masyhud. Senin, 15 Maret 2021, 20. 8 Ibid, 73. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 AuMenuntut ilmu itu wajib bagi setiap MuslimAy. Sesuai dengan hadits di atas, pada dasarnya suatu ilmu sangat penting untuk dipelajari bagi setiap muslim. Dan mempelajari suatu ilmu dapat di mana saja dan pada waktu kapan saja, begitupun dengan hukum mempelajarinya yakni . ardhu Aoai. harus dilakukan setiap orang. Di seluruh Indonesia, orang biasanya membedakan kelas-kelas pesantren dalam tiga kelompok, yaitu pesantren kecil, menengah, besar. Pesantren yang tergolong kecil biasanya mempunyai jumlah santri di bawah seribu dan pengaruhnya terbatas pada tingkat kabupaten. Pesantren menengah biasanya mempunyai santri antara 1. 000 sampai 2. 000 orang, memiliki pengaruh dan menarik santri-santri dari beberapa Kabupaten. Adapun pesantren besar biasanya memiliki santri lebih dari 2. 000 yang berasal dari berbagai kabupaten dan provinsi. Pondok Pesantren yang dipimpin oleh KH. Achmad Qusyairy Manshur memiliki sekitar 200 hingga 500-an santri. Meskipun hal ini pesantren KH. Achmad Qusyairy Manshur tergolong pesantren kecil dan pengaruh terbatas tingkat kabupaten, akan tetapi itu tidak termasuk untuk Dikarenakan meskipun pesantren tersebut memiliki santri dengan jumlah seperti itu, tapi beliau bisa melahirkan beberapa Kiai nusantara dan memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan bukan hanya lingkup kabupaten tapi sampai pada luar Jawa Timur. Pada saat itu. KH. Achmad Qusyairy Manshur memperluas dan merintis kembali pesantren dari mertua yang pada saat itu ada senggang waktu kursi kepemimpinan kosong yang mengakibatkan pesantren sedikit mengalami kemunduran dalam perjuangannya. Kepemimpinan Kiai di pesantren memegang teguh nilai-nilai luhur yang menjadi acuannya dalam bersikap, bertindak, dan mengembangkan pesantren. Nilai-nilai luhur menjadi keyakinan Kiai dalam hidupnya. Sehingga apabila dalam memimpin pesantren bertentangan atau menyimpang dari nilai-nilai luhur yang diyakininya, langsung maupun tidak langsung kepercayaan masyarakat terhadap Kiai atau pesantren akan pudar. 12 Eksistensinya nilai-nilai luhur itu tampak pada jati diri KH. Achmad Qusyairy Manshur, merupakan sosok Kiai 9 HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahuAo anhu, dishahihkan Al Alban dalam Shahiih al-JaamiAoish Shaghiir no. 10 Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia (Jakarta: LP3ES, 2. , 79. 11 Mohammad SamiAoan. Wawancara. Pacet. Kamis, 01 April 2021, 14. 12 Kompri. Manajemen dan Kepemimpinan Pondok Pesantren (Jakarta: Prenadamedia Group, 2. , 178. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 yang terkenal dengan kealimannya, tawadduAo, rendah diri, sabar, istiqomah. Beliau juga merupakan seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Di mana beliau juga mengamalkan nilai-nilai tasawuf yang kemudian di kolaborasi dengan mendirikan dan memperluas lembaga-lembaga Pendidikan yang belum ada pada zaman KH. Bahri Masyhud. Keilmuan KH. Achmad Qusyairy Manshur dimulai menimba ilmu kepada orang tuanya sendiri yakni KH. Manshur Basyar yang berkediaman di Singogalih Tarik Sidoarjo, kemudian beliau melanjutkan menimba ilmu di Pondok Penarip yang diasuh oleh KH Ilyas, yang dilanjutkan dengan mengembara ke Pondok Pesantren Rejoso Jombang dibawah naungan KH. Romly Tamim dengan mempelajari bab-bab spiritual tasawuf. Setelahnya melanjutkan berguru ke KH. Juwaini di Pondok Pesantren Tretek Kediri, dan melanjutkan estafet keilmuan dengan berguru secara sempurna dalam hal tasawuf hingga menjadi Mursyid Thoriqoh yakni kepada KH. Muslih Pondok Pesantren Mranggen Demak Jawa Tengah. Setelah perjuangan menimba ilmu dengan sangat panjang. KH. Achmad Qusyairy Manshur menyempurnakan ilmunya dengan mondok kilatan di beberapa pondok di pulau Jawa, antara lain: Pondok Pesantren Al-Hidayat Lasem Jawa Tengah di bawah asuhan KH. MaAoshum. Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhililah Kaliwungu Kendal Jawa Tengah kepada KH. Dimyati Rois. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dibawah naungan KH. Hasyim AsyAoari. Pondok Pesantren APIK Kauman Kaliwungu Jawa Tengah dibawah asuhan KH. Ahmad Rukyat, dan mengaji rutinan seminggu sekali di Pondok Pesantren Denanyar Jombang di KH. Bishri Syansuri. METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 15 Dalam pengertian secara ringkasnya metode penelitian merupakan cara yang harus peneliti tempuh untuk meneliti, mengulas, mengkaji suatu obyek yang diteliti untuk menghasilkan suatu data atau paparan obyek tersebut. Adapun metode yang digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian kali ini adalah pendekatan historis, jenis penelitian sejarah . maksudnya adalah penyelidikan secara ilmiah tentang salah satu cabang ilmu pengetahuan, yaitu sejarah. 16 Penelitian sejarah merupakan 13 KH. Sholeh Bahruddin. Wawancara. Purwosari. Selasa, 23 Maret 2021, 08. 14 Mohammad Ahdal Sidqulloh Amin. Wawancara. Mojosari. Kamis, 15 April 2021, 10. 15 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , 2. 16 Imam Bawani. Metodologi Penelitian Pendidikan Islam (Sidoarjo: Khazanah Ilmu Sidoarjo, 2. , 127. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 salah satu penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data secara sistematik berkaitan dengan kejadian masa lalu untuk menguji hipotesis yang berhubungan dengan penyebab, pengaruh, atau perkembangan kejadian yang mungkin membantu dengan memberikan informasi pada kejadian sekarang dan mengantisipasi kejadian yang akan datang. 17 Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Kualitatif. Penggunaan penelitian kualitatif ini sesuai dengan problematika yang ada dalam penelitian ini yaitu bermaksud untuk memahami secara mendalam fenomena yang dikaji. Dalam penelitian ini peneliti sebagai instrument kunci . uman instrumen. Peneliti terjun lapangan sendiri baik pada saat mengupas sejarah dan mengumpulkan data terkait Studi Genealogi Pendidikan Pesantren KH. Achmad Qusyairy Manshur meliputi: aspek genealogi sosial . serta genealogi intelektual . KH. Achmad Qusyairy Manshur dan pengaruh kontribusi KH. Achmad Qusyairy Manshur pada pendidikan Pesantren. Sebagaimana menurut Sugiyono peneliti adalah instrument kunci yang harus terjun ke lapangan secara mutlak. 18 Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik observasi langsung, teknik observasi tak langsung, teknik komunikasi langsung dan teknik komunikasi tak langsung. Peneliti menggunakan tiga tahapan dalam Teknik analisis, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan suatu kesimpulan dari penelitian tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Genealogi Sosial-Intelektual KH. Achmad Qusyairy Manshur Genealogi sosial-intelektual KH. Achmad Qusyairy Manshur menjadi menarik untuk diteliti karena memang jarang dimiliki oleh kebanyakan ulama lainnya. Dalam mengkaji genealogi sosial-intelektual KH. Achmad Qusyairy Manshur akan dilihat dari segi nasab keturunan dan segi sanad keilmuannya. Sebagaimana pemaparan penyajian data sebelumnya tentang KH. Achmad Qusyairy Manshur yang memfokuskan disiplin penelitian ini pada konteks genealogi secara kekuasaan, keturunan dan keilmuan. Fokus disiplin penelitian yang dimaksud adalah untuk memahami bagaimana KH. Achmad Qusyairy Manshur bisa mempengaruhi dirinya sendiri serta orang lain melalui ilmu pengetahuan, untuk memahami silsilah keturunan 17 Sukardi. Metodologi penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 18 Sugiyono. Metode Penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif. Kualitatif dan R & D. (Bandung: Alfabeta. , 306. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 mulai dari sebelum KH. Achmad Qusyairy Manshur sampai saat ini, serta mengulas perjalanan keilmuan KH. Achmad Qusyairy Manshur sejak dini hingga menjadi seseorang yang berpengaruh dan mempengaruhi orang lain. Jadi suatu pemahaman genealogi berfungsi menggali sebuah informasi dalam hal historis atau sejarah dalam dua arah pandangan, yakni secara garis keturunan . dan keilmuan . yang kemudian digabungkan dalam teori Michel Foucault yang berbunyi genealogi memfokuskan tentang asal-usul . alam kondisi sejarah yang konkri. perkembangan rezim-rezim kekuasaan/ilmu pengetahuan. 19 Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dipaparkan pada bab di atas, ditemukan bahwa Studi Genealogi Pendidikan Pesantren KH. Achmad Qusyairy Manshur Mojokerto adalah sebagai berikut. Latar Belakang Genealogi Sosial Biografi Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan suatu genealogi sosial bahwa KH. Achmad Qusyairy putra KH. Manshur, ayahnya KH. Achmad Qusyairy Manshur adalah seorang Kiai Kanuragan atau yang biasa disebut dengan Kiai Dong-Deng, sekaligus Kiai Tabib dengan orang-orang meminta obat kepadanya. Juga sekaligus terkenal pada zamannya dengan menumpas dan memberantas serangan G30/S-PKI dengan kesaktiannya, sekaligus cucu daripada seseorang yang berpengaruh yakni KH. Basyar. Hal ini senada dengan apa yang digagas dan dikembangkan oleh Michel Foucault yaitu keturunan maupun keilmuan yang dapat turun-temurun menjadikan suatu generasi yang abadi, dimana dapat dibedakan antara generasi pertama dan seterusnya dalam konteks kekuasaan, keilmuan dapat dipercaya lebih lanjut atau tidak. Pada pembahasan ini mengindikasikan bahwa hakikat nasab/keturunan merupakan hubungan darah antara satu manusia ke manusia yang baru. Nasab merupakan manusia yang melahirkan manusia yang baru agar meneruskan generasi dimasa selanjutnya. KH. Achmad Qusyairy Manshur merupakan keturunan dari orangorang pembela kemerdekaan. Ayahnya bernama KH. Manshur Basyar, putra Basyar 19 Ketut Wiradnyana, trans. Michel Foucault. Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. , 14-16. 20 Ketut Wiradnyana, trans. Michel Foucault. Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 Hanafi dan ibunya Nyai Hj. Maisaroh adalah putri KH. Sosrodiharjo. Sebagaimana umumnya tradisi muslim di pulau Jawa, sering penggunaan nama ayah setelahnya. Hal ini juga senada dengan kebiasaan orang Arab sendiri. Achmad Qusyairy putra Manshur. KH. Basyar yang merupakan kakek KH. Achmad Qusyairy Manshur, ialah seorang Kiai yang tersohor karena kesederhanaan dan sifatnya yang merakyat. Sedangkan KH. Sosrodiharjo, seorang ulama karismatik yang memegang teguh pendirian. Dari sini. KH. Achmad Qusyairy Manshur adalah kumpulan daripada insan yang lahir dari gesekan permata dan intan. Berdasarkan dari hasil wawancara dengan informan. KH. Bahri Masyhud yang merupakan mertua dari KH. Achmad Qusyairy Manshur yakni seorang Kiai di Kelurahan Sawahan yang hanya mempunyai anak perempuan dengan jumlah sembilan anak perempuan, diantaranya. Zamzamah. Sholihah. Aliyah. Khoridah. Hafidhoh. Kholisoh . eninggal diwaktu keci. Faizah. Markhumah. Mundzir . eninggal diwaktu keci. , dan dengan ini dapat diketahui bahwa KH. Bahri Masyhud tidak mempunyai anak laki-laki yang tumbuh hingga dewasa. Hal ini sesuai dengan teori yang dibawa Zamakhsyari Dhofier bahwa suatu keturunan dari segi kehidupan pesantren juga sangatlah penting untuk meneruskan perjuangan leluhurnya. Adapun jika anak Kiai tersebut perempuan semua maka tidak dapat dipungkiri pengambilan estafet penerus pondok tersebut adalah menantu, dan tidak harus dari menantu pertama apabila terdapat menantu selain menantu pertama yang lebih mampu dan menantu tersebut bukan dari keluarga Biasanya menantu tersebut juga anak dari seorang Kiai yang kemudian menikah dengan putri Kiai tersebut untuk mengeratkan tali kekeluargaan pesantren lebih kuat. Silsilah Pada pembahasan ini, peneliti mengungkap silsilah seorang yang shalih rata-rata merupakan keturunan dari Rasulullah SAW, sedangkan KH. Achmad Qusyairy Manshur adalah seorang shalih yang tidak diragukan lagi kealimannya. Berdasarkan hasil obervasi di kediaman lama KH. Achmad Qusyairy Manshur disertai dengan wawancara, beliau diketahui mempunyai garis silsilah dengan Rasulullah SAW ke-35. 22 Hal ini 21 Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Filsafat. Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia (Jakarta: LP3ES, 2. , 102. 22 Arsip Dokumen Silsilah Keturunan Milik Latifah selaku keponakan KH. Achmad Qusyairy Manshur. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 terdapat kode genetik KH. Achmad Qusyairy Manshur yang istimewa, yakni pemilik garis silsilah yang sah sampai Rasulullah SAW. Hal ini senada dengan teori yang dikemukakan oleh Zamakhsyari Dhofier bahwa genealogi intelektual seorang Kiai harus jelas dan berkesinambungan sampai kepada Rasulullah SAW agar dapat dipercaya suatu keilmuan tersebut untuk didedikasikan kepada masyarakat luas. Pada dasarnya genealogi intelektual tidak mengharuskan dari seorang murid tersebut harus secara gen mengikuti genealogi sosial sang Kiai. Karena dalam hal keilmuan tidak membutuhkan genealogi keturunannya melainkan pada genealogi inetektual Kiai tersebut jelas dan sambung kepada Rasulullah. 23 Antara hasil temuan peneliti dengan teori yang ada, bahwa genealogi intelektual KH. Achmad Qusyairy Manshur tidak diragukan karena secara keturunan sudah shahih sampai kepada Rasulullah SAW begitupun keilmuannya. Etika Sosial KH. Achmad Qusyairy Manshur disamping keturunan darah biru, beliau juga dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan pesantren yang penuh dengan etika. Etika yang diajarkan oleh ayahnya sedari kecil tertanam kepada pola pikir KH. Achmad Qusyairy Manshur, hal ini yang menjadikan beliau sosok figur panutan baik bagi keluarga maupun Etika yang dimaksud peneliti disini yakni pada lingkup saudara namun bukan kandung, karena rata-rata sering kali ditemukan seseorang menjalin tali persaudaraan dengan bukan kandung sangat berbeda sekali. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dari beberapa informan, ditarik pembahasan bahwa KH. Achmad Qusyairy Manshur merupakan sosok yang melindungi, merawat, serta dapat menjadi pengganti dari sosok mertuanya yakni KH. Bahri Masyhud. Pada tahun 1966 M. KH. Achmad Qusyairy Manshur menjadi sosok kakak sekaligus ayah bagi adik iparnya yang masih kecil-kecil, dengan menanggung seluruh biaya mondoknya pada saat itu. Disini juga letak seseorang dapat dikatakan mempunyai sifat welas asih apabila dihadapkan dengan suatu problematika. Latar Belakang Genealogi Intelektual Keahlian dan Pendidikan 23 Zamakhsyari Dhofier. Tradisi Filsafat. Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia (Jakarta: LP3ES, 2. , 122. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 Pengalaman KH. Achmad Qusyairy Manshur dalam dunia pendidikan sangat penuh warna, dengan keanekaragaman ilmu yang dilalui. Berdasarkan hasil wawancara, diawali dengan beliau dari umur lima tahun sudah menguasai kosakata bahasa Inggris meskipun hanya beberapa. Namun dengan tekad yang kuat, beliau pada usia remaja dapat meneruskan keahliannya pada bidang bahasa Inggris dengan mengikuti kursusnya di Mojokerto. Hal ini sebelumnya oleh ayahnya tidak diberi izin, namun kemudian dengan politiknya beliau dapat dengan mudah mendapatkan izin tersebut. Kemudian pada usia remaja ketika tidak bermukim di Pondok. KH. Achmad Qusyairy Manshur pernah juga mengikuti kursus mengetik, dengan keahlian ini hingga beliau hafal apa yang diketik tanpa melihat keyboard. Perjuangan Terhadap Keluarga dan Pesantren Keseharian yang dilakukan KH. Achmad Qusyairy Manshur tidak luput juga untuk mendidik keluarganya, dimulai dari pendidikan Agama maupun sekolah formal pada KH. Achmad Qusyairy Manshur disisi lain juga menanamkan jiwa tanggung jawab dan disiplin kepada keluarga, semua itu tercerminkan diwajibkannya jamaah shalat lima waktu di masjid dan mengajari anak-anaknya agar senantiasa hidup sederhana dengan cara tirakat dalam kehidupan, seperti puasa, wiridan, dan lain-lain. Adapun pada cara mendidik anak-anaknya di sisi batinnya dengan selalu senantiasa mendoakan anak-anaknya tanpa terkecuali. Adapun pada tingkat pendidikan Agamanya. Achmad Qusyairy tidak mensetarakan pendidikan yang akan dimulai untuk anakanaknya, melainkan melihat dan mempelajari kondisi anak tersebut terlebih dahulu. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui KH. Achmad Qusyairy Manshur dan Nyai Hj. Sholihah Bahri memiliki tujuh anak, namun Nurush Shobah meninggal ketika usia tiga Adapun diantaranya: Hajar Jamilah. Imaroh Muzakka. Rohmatul Muhibbah. Rohmatin Maghfuroh. Mohammad Ahdal Sidqulloh Amin. Mohammad Yunus Chusnul Aqib. Pada keturunan KH. Achmad Qusyairy Manshur memberikan Pendidikan kepada keluarganya dengan disiplin dan sistematis, dan beliau menerapkan pendidikan pada anak sesuai kemampuannya. Pengaruh Kontribusi KH. Achmad Qusyairy Manshur Pada Perkembangan Pendidikan Pesantren Berdasarkan hasil temuan peneliti baik wawancara maupun observasi, diketahui KH. Achmad Qusyairy Manshur merupakan ulama karismatik dengan kualitas Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 keilmuannya yang tinggi. Sosok karismatik dan kealimannya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menimba ilmu langsung di Pondok Pesantren beliau yang ada di Mojosari Mojokerto Jawa Timur, sehingga tidak heran jika banyak santri dari berbagai daerah yang menimba ilmu disana. Keuletan serta ketekunannya dalam mendidik para santri dengan segala wawasannya, berhasil menjadikan para santrinya sukses dalam berbagai bidang keilmuan, dan tidak sedikit pula baik santri maupun keluarga sendiri dari KH. Achmad Qusyairy yang suskes membantu beliau dalam mensyiarkan ajaran Islam melalui dakwah dan pendirian lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren dan lembaga pendidikan lainnya. Adapun beberapa macam pembagian pengaruh kontribusi KH. Achmad Qusyairy Manshur pada perkembangannya, antara lain: Fikrah (Pemikira. Paradigma pemikiran KH. Achmad Qusyairy Manshur pada perkembangan pendidikan pesantren mempunyai kontribusi sangat besar, sehingga membuat para muridnya menanamkan pemikiran-pemikiran tersebut pada dirinya sendiri dan dapat menyebarkan ajaran Islam dengan melalui perkembangan pendidikan pesantren dari murid tersebut. Amaliyah (Amala. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) amalan adalah perbuatan . , sehingga apa yang dilakukan seseorang dengan menuju konteks kebaikan, maka itu adalah amalan yang dilakukannya dan berdampak baik bagi orang lain. "Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal. dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannyaAy. Hadis di atas menjelaskan bahwa seorang yang mati, maka tidak akan membawa amal apapun dalam kematiannya, kecuali tiga perkara yang dapat menolongnya hingga masuk surga, yakni: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendoakan orang tuanya. Pada temuan penelitian di bab IV, 24 HR. Muslim. Shahih Muslim, no. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 ditemukan bahwa pengaruh kontribusi KH. Achmad Qusyairy Manshur dalam pendidikan pesantren sangat besar dan mampu mencetak santri-santri yang luar biasa dengan salah satu jalan yakni dengan amalan-amalan yang diberikan KH. Achmad Qusyairy manshur. Berdasarkan hasil wawancara yang mendalam, bahwa suatu amalan rata-rata belum terasa barokahnya saat itu, namun nanti ketika sudah pulang dan Dari amalan-amalan yang diberikan KH. Achmad Qusyairy Manshur kepada para santri, rata-rata mereka menjadi publik figur di masyarakat, tentunya dengan barokah itu. Adapun beberapa amalannya yang sudah dipaparkan pada bab IV antara lain, membaca dalail al-khoiroot, manaqib, shalawat nariyah 4444x, shalat dhuha, shalat tahiyatul masjid, shalawat haibah, surah-surah dalam al QurAoan dengan berbeda keutamaannya, mengamalkan mengaji kitab kuning yang pernah dikaji KH. Achmad Qusyairy Manshur, antara lain: aqidatul awam, jurumiyah, imrithi, balaghoh, mantiq, tafsir jalalain dan bidayatul hidayah untuk wiridan selamanya, risalatul jamaah . anya bulan ramadhan saj. , sulam taufik, qomik tughyan, isyadul ibad, mutamimah, tafsir nawawi, taisirul kholaq, taqrib, taAolim mutaAoallim, safinah, fadhoilut tarawih, dan masih banyak lagi kitab yang dikaji oleh KH. Achmad Qusyairy Manshur pada kurikulum diniyah. Hal ini yang menjadikan dasar bagi para santri beliau dapat mengembangkan dunia pendidikan pesantren disertai amaliyah-amaliyah dari beliau. Harakah (Strateg. Pada teori yang digagas dan dikembangkan oleh Foucault bahwa genealogi tersebut . osial-intelektua. mempengaruhi orang tersebut dengan kekuasaannya yang kemudian orang tersebut mempelajari suatu pengetahuan dari sipengaruh 25 Hal ini yang kemudian juga membuat KH. Achmad Qusyairy Manshur dapat mempengaruhi orang lain, dan orang lain tersebut dapat mempengaruhi yang lain. Seperti ini adalah suatu keberlangsungan antara dua belah pihak maupun lebih. 25 Ketut Wiradnyana, trans. Michel Foucault. Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. , 36. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 Berdasarkan temuan penelitian. KH. Achmad Qusyairy Manshur mempunyai strategi yakni beliau adalah seorang Kiai yang berpikiran maju pada zamannya. Adapun strategi yang dikemukakan KH. Achmad Qusyairy Manshur, antara lain: Pertama, pluralis, yakni suatu paham yang adanya menghargai perbedaan baik dalam suatu kelompok, ras, agama, budaya, maupun masyarakat tertentu. Jika secara pandangan Islam lebih dikenal dengan istilah ukhuwah basyariyah yakni persaudaraan kemanusiaan. Hal ini sangatlah penting diperhatikan, bahwasanya kita sebagai manusia harus tetap mbagusi kabeh makhluk e pengeran, apa yang menjadikan kita lebih baik adalah dengan menjaga tali persaudaraan. Hal ini sangat menjadi ciri khas KH. Achmad Qusyairy dalam menanamkan pemikirannya serta mempraktekkan langsung sikap beliau pada non-muslim, dan menjadikan beliau terkenal bukan hanya kealiman dibidang ukhuwah sesama muslim melainkan dengan perbedaan agama juga dapat dipraktekkan. Hal ini sesuai dengaan firman Allah SWT. al-Baqarah ayat 148: Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Ayat di atas menjelaskan bahwa kita sebagai manusia diwajibkan berlaku baik kepada sesama, baik agama apapun. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pada bab sebelumnya, menjelaskan bahwa KH. Achmad Qusyairy Manshur sering kali diberi bantuan oleh non muslim bernama Moro Seneng dan Toko Suan, mereka rumahnya depan pondok, seperti: meminjamkan mobilnya untuk keperluan KH. Achmad Qusyairy mengaji keluar pesantren, meminjamkan truk-truknya untuk pengangkatan pasir-pasir pembangunan Pondok. Semua itu ada indikasi bahwa. KH. Achmad Qusyairy Manshur tidak menerima bantuan sesama muslim dikarenakan ingin mencontohkan sikap pluralis baik kepada santri maupun 26 Aplikasi MS. Quran In Word Kemenag. Lajnah Pentashih Mushaf al-Quran Terjemah Kemenag. QS. 2:148. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 KH. Achmad Qusyairy Manshur bukanlah orang yang fanatik dalam beragama dengan menghormati dan memegang tali persaudaraan dengan non muslim, meskipun beliau adalah seorang mursyid Thariqah. Sehingga para saudara non muslim sangat menghormati KH. Achmad Qusyairy Manshur baik dalam segi sikap maupun perilaku, hal ini diimplementasikan oleh seorang non muslim bernama Moro Seneng, dan semua cina di Mojosari selayaknya saudaranya KH. Achmad Qusyairy Manshur karena prilaku yang mulia itu. Kedua, berdakwah bukan dengan kekerasan, berdakwah adalah mengajak seseorang menuju kebaikan. Hal ini yang harus menjadi pijakan kita pada zaman sekarang, karena banyak sekali sekarang organisasi-organisasi yang mengajak jihad namun dalam bentuk kekerasan, seperti teroris. Paradigma pemikiran seperti ini juga ditanamkan oleh KH. Achmad Qusyairy Manshur dalam membina para Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan cara dakwah KH. Achmad Qusyairy Manshur pada orang-orang yang tarikus sholah . rang yang meninggalkan shalat dengan sengaj. , peminum, bandar, dan lain-lain. Tapi sikap yang diambil KH. Achmad Qusyairy tidak langsung memarahi maupun mengeluarkan, lantas membiarkan dahulu dengan kelembutan beliau mendekati. Seperti ini yang menjadikan para santri-santrinya berhasil dalam mengembangkan pendidikan pesantren, karena dengan cara ini orang lain dapat luluh sendirinya dengan dirinya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan, pembahasan ini mengindikasikan bahwa hakikat nasab/keturunan merupakan hubungan darah antara satu manusia ke manusia yang baru. Nasab merupakan manusia yang melahirkan manusia yang baru agar meneruskan generasi dimasa selanjutnya. KH. Bahri Masyhud tidak mempunyai anak laki-laki yang tumbuh hingga dewasa. Achmad Qusyairy Manshur yang istimewa, yakni pemilik garis silsilah yang sah sampai Rasulullah SAW. Antara hasil temuan peneliti dengan teori yang ada, bahwa genealogi intelektual KH. Achmad Qusyairy Manshur disamping keturunan darah biru, beliau juga dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan pesantren yang penuh dengan etika. Etika yang diajarkan oleh ayahnya sedari kecil tertanam kepada pola pikir KH. Achmad Qusyairi KH. Achmad Qusyairy Manshur mempunyai strategi yakni beliau adalah seorang Kiai yang berpikiran maju pada zamannya. Pertama, pluralis, yakni suatu paham yang adanya Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 menghargai perbedaan baik dalam suatu kelompok, ras, agama, budaya, maupun masyarakat Jika secara pandangan Islam lebih dikenal dengan istilah ukhuwah basyariyah yakni persaudaraan kemanusiaan. Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 4 Nomor 1 Januari 2023 DAFTAR PUSTAKA