Jes (Journal Education and Supervisio. Avalaible online at: https://ejournal. id/index. php/Jes Volume 04. Nomor 01. Maret 2026 | DOI: https://doi. org/10. 55352/jes. Inovasi Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Riset Pendidikan Di MA MaAoarif 7 Sunan Drajat Fetih Cahyani 1 1 Universitas Sunan Drajat Lamongan E-mail: icha. icha5050@gmail. Received: 12- 01-2026 Revised : 20- 01-2026 Accepted: 20- 03-2026 Article Info: Abstract: Research based learning is learning that is based on research and discovery, research based learning is an important means of improving the quality of learning, in research learning Keywords: students are not expected to just listen, take notes and then memorize Innovation, lesson material, but through research learning students are expected Head Master, to actively think, communicate, search and process data then draw Educational Research based learning is very important to improve the Research quality of learning, therefore the integration of research is very necessary as well as the innovation of head master. To get satisfactory results in developing educational research, innovative head master are needed. Head master innovation is really needed to solve problems in developing educational research and achieve results as Kata Kunci: Inovasi. Kepala Madrasah. Riset Pendidikan Abstrak: Pembelajaran berbasis riset adalah pembelajaran yang didasari penelitian dan penemuan, pembelajaran berbasis riset merupakan sarana penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran, di dalam pembelajaran riset siswa tidak diharapkan hanya sekedar mendengar, mencatat kemudian menghafal materi pelajaran akan tetapi melalui pembelajaran riset siswa diharapkan aktif berfikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data kemudian Pembelajaran berbasis riset sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran oleh sebab itu pengintegrasian riset sangat diperlukan begitu pula dengan inovasi kepala madrasah, untuk mendapat hasil yang memuaskan dalam mengembangkan riset pendidikan diperlukan kepala madrasah yang Inovasi kepala madrasah sangat dibutuhkan untuk memecahkan suatu permasalahan dalam mengembangkan riset pendidikan dan mencapai hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. PENDAHULUAN Kepala madrasah adalah seorang tenaga fungsional yang mempunyai tanggung jawab lebih daripada tenaga pendidik lainnya. Hal ini memberikan konsekuensi logis bahwa seorang kepala madrasah haruslah mempunyai tingkat kemampuan lebih, sehingga dapat mengontribusi segala kebutuhan guru-guru yang bersifat psikis dan bahkan terkadang bersifat fisik. Kondisi ini memaksa kepala madrasah untuk dapat A2023 JES : Jurnal Manajemen Pendidikan Inovasi Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Riset A memposisikan diri sebagaimana yang diinginkan anak buahnya. Meskipun kepala madrasah sendiri sebenarnya seorang manusia, yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, sehingga sangat naif tuntutan tersebut bersifat harus. Kualitas seorang pemimpin sangat menentukan keberhasilan lembaga yang di pimpinnya, termasuk di dalamnya lembaga pendidikan. Sebab kepemimpinan yang sukses itu mempu mengelola lembaga yang dipimpin, mampu mengantisipasi perubahan, mampu mengoreksi kekurangan dan kelemahan serta sanggup membawa lembaga yang dipimpin pada tujuan yang ditetapkan. Sehubungan dengan itu pemimpin merupakan kunci sukses bagi organisasi. Kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan memiliki peranan yang cukup besar dalam mengembangkan riset pendidikan. Program riset pendidikan merupakan salah satu upaya madrasah dalam mencapai prestasi belajar siswa. Saat ini telah berkembang madrasah berbasis riset yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang berprestasi melalui program riset pendidikan. Dengan adanya riset dalam dunia pendidikan menjadi suatu jalan bagi sekolah untuk dapat mengembangkan potensi penelitian di lingkungan sekolah. Kepala madrasah diharapkan memiliki inovasi yang tepat untuk mengembangkan riset pendidikan sehingga tau kearah mana harus melangkah dan tau bagaimana sampai ketujuan agar dapat mencapai sasaran operasional suatu lembaga. Disisi lain kualitas sebagaian besar madrasah sangat rendah, terutama di tingkat menengah atas (MA/MAK/SMA/SMK). Bahkan disinyalir masih ada 57% yang kualitas pengelolaanya dibawah standar nasional terutama dari sisi pengelolaan kurikulum dan SDM nya. 3 Padahal penyelenggaraan pendidikan yang bermutu merupakan peran vital dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Bagi madrasah, tampaknya akan sulit untuk meningkatkan kualitas dan mutunya dikarenakan beberapa hal seperti kekurangan sumber daya manusia, fasilitas, infrastruktur, tenaga pendidik dan kependidikan serta jaringan kerjasama yang lemah. Kualitas madrasah yang rendah berdampak pada keterbatasan dan kemampuan madrasah dalam melakukan riset dan mengembangkan ide-ide baru. Realita tersebut juga diperkuat dengan fakta lain berdasarkan penelitian dari prof. Husnaini Usman yang dikutip oleh Muhammad Thoyib menjelaskan bahwa madrasah di Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam melakukan inovasi pendidikan yang berbasis riset. Akibatnya indonesia mengalami ketertinggalan pengembangan riset, padahal riset merupakan menara peradaban pendidikan bagi sebuah bangsa yang ingin maju dan Berdasarkan kondisi tersebut, maka menjadi hal yang penting untuk mengenalkan riset kepada generasi muda yaitu peserta didik pada jenjang sekolah menengah (SMP/MTS/SMA/MA). Menyadari akan kelemahan tersebut, kementrian agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendi. berupaya terus membuat kebijakan dan inovasi baru dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing madrasah, yang salah satunya dengan mencanangkan Program Madrasah Riset Nasional (Promadrin. pada 1 Muhammad Saroni. Manajemen Sekolah (Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2. , 47. 2 Kartini Kartono. Pemimpin dan Kepemimpinan (Jakarta:Rajawali,2. , 1. 3 Ummu Hidayati. AoAoInovasi Madrasah Melalui Penyelenggaraan Madrasah RisetAoAo. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan. Vol. No. , 240. 4 Anis Fauzi. AoAoStrategi Pengembangan MadrasahAoAo. Jurnal TARBAWI Vol,2. No. 1, . , 66. 5 Muhammad Thoyib. Manajemen Madrasah Riset: Kajian Teoritis dan Implementatif Menuju Madrasah Unggul dan Inovatif di Indonesia (Yogyakarta: CV Markumi, 2. , 5. Fetih Cahyani Di MA MaAoarif 7 Sunan Drajat Banjarwati, pembelajaran berbasis riset sudah mulai diaplikasikan dalam kegiatar belajar mengajar non akademik, dimulai dengan berdirinya ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Kegiatan tersebut mendukung proses berpikir kritis peserta didik dalam bidang riset, pembelajaran berbasis riset terus dikembangkan yaitu dengan memasukkan materi riset pada kurikulum sehingga mata pelajaran riset mulai diajarkan keseluruh peserta didik pada jenjang kelas X dan XI. Dengan upaya yang selalu dilakukan oleh madrasah untuk menerapkan pembelajaran berbasis riset secara sistematis dan terintegrasi, diharapkan seluruh peserta didik mampu menyelasaikan setiap permasalahan dengan sikap berpikir sistematis, objektif, dan ilmiah serta menghasilkan sebuah produk hasil pembelajaran riset berupa proposal penelitian dan laporan penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu analisis yang menggambarkan keadaan atau status fenomena dengan kata-kata atau kalimat, kemudian dipisah-pisahkan kategori untuk memperoleh kesimpulan. 7 Seperti yang dijelaskan oleh Bagdan dan Taylor pendekatan kualitatif ini adalah AuMetode yang digunakan untuk menganalisa data dengan mendeskripsikan data melalui bentuk kata-kata digunakan untuk menafsirkan dan menginterprestasikan data dari hasil kata-kata atau lisan atau tertulis dari orang-orang tertentu dan perilaku yang diamatiAy. 8 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. 9 Lokasi Penelitian ini di laksanakan di Banjarwati Paciran Lamongan. karna tempatnya yang strategis dan sekolah tersebut memenuhi syarat untuk dilakukan penelitian seperti yang peneliti teliti di Peneliti mencari data dengan Data Primer dan Data Sekunder. Tekhnik Pengumpulan Data menggunakan : Observasi. Wawancara. Dokumentasi. 10 Teknik Analisis Data Menurut Moelong AoAopekerjaan menganalisi data adalah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengategorikannyaAy. 11 Keabsahan Data dipakai agar memperoleh data yang valid. Untuk menetapkan keabsahan data tersebut diperlukan teknik pemeriksaan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji kreadibilitas, uji kreadibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu, tekniknya dengan pemeriksaan sumber lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Inovasi Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Riset Pendidikan di MA MaAoarif 7 Sunan Drajat Banjarwati Paciran Lamongan SK Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 6757 Tahun 2020 tentang penetapan madrasah Penyelenggara riset. 7 Lexy J. Moloeng. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 3. 8 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 23. 9 Etta Mamang Sangaji. Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Andi, 2. , 24. 10 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B (Bandung: Alfabeta, 2. , 145. 11 Heri Jauhari. Panduan Penulisan Skripsi Teori Dan Aplikasi (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2. , 137. 12 Lexy J. Moloeng. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 178. Inovasi Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Riset A Pengembangan riset pendidikan di lembaga perlu di dukung oleh kemampuan kepala madrasah. Lembaga perlu berkembang baik dari tahun ketahun. Demikian halnya penataan fisik dan manajemen madrasah perlu dibina agar madrasah menjadi lingkungan pendidikan yang dapat menumbuhkan kreatifitas, disiplin, dan semangat belajar peserta didik. Kepala madrasah sebagai inovator perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran, karena pembelajaran merupakan inti dari pendidikan. Pendidik yang baik adalah ia yang kreatif dan inovatif, sehingga para pendidik yang baik selalu mencari pendekatan atau strategi baru dalam pembelajaran dengan cara memunculkan berbagai inovasi dalam pembelajaran. Inovasi merupakan suatu pembaruan dalam hal ide, gagasan, ataupun produk barang dalam kehidupan manusia supaya tercipta kehidupan yang lebih baik, menurut teori Arif Rahman mengatakan inovasi merupakan suatu penemuan, perbaikan, pembaharuan, terobosan, maupun perubahan dalam memecahkan suatu permasalahan sehingga tercapai tujuan yang diinginkan Inovasi yang diterapkan oleh kepala madrasah dalam mengembangkan riset pendidikan di MA MaAoarif 7 Sunan Drajat yaitu dengan membiasakan siswa untuk melakukan pembelajaran dengan riset dan adanya kegiatan ekstra kulikuler yang manampung minat peserta didik di bidang riset. Dalam inovasi kepala madrasah yang telah dirancang ada beberapa hal yang perlu diketahui. Berikut adalah tahapan pengembangan riset yang dilaksanakan di MA MaAoarif 7 Sunan Drajat Banjarwati Paciran Lamongan. Menetapkan Program Riset Pendidikan Tujuan diadakan program riset pendidikan adalah untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik, selain itu untuk menambah wawasan dan mengembangkan kemampuan yang lebih dalam. Peserta didik juga diharapkan dapat mencari atau menganalisis solusi atas masalah yang terjadi sehingga dapat memunculkan ide kreatif dan mencetuskan inovasi dalam pembentukan kepribadian serta pengembangan inteluktual peserta didik. Menyusun Rencana Pembelajaran Perencanaan program pembelajaran di MA MaAoarif 7 Sunan Drajat diadakan pada awal tahun, kepala madrasah beserta para tenaga pendidik membahas program yang ada pada madrasah tersebut dalam rapat tahunan, sampai terciptanya sebuah program, pelaksanaan monitoring dan juga evaluasi dari program tersebut. Dalam perencanaan pembelajaran riset kepala madrasah menghimpun SDM yang berkompeten dalam menyepakati dari tujuan pembelajaran riset. Menyiapkan Fasilitas. Sarana dan Prasarana Dalam pendidikan sarana dan prasarana sangat penting untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan karena keberadaan sarana prasarana dapat membantu guru dalam penyampaian pembelajaran dan dapat membantu meningkatkan motivasi, hasil belajar dan prestasi belajar peserta didik. Sarana