P a g e | 45 Jurnal Kesehatan Primer Vol. No. May, pp. P-ISSN 2549-4880. E-ISSN 2614-1310 Journal DOI: https://doi. org/10. 31965/jkp Website: http://jurnal. id/index. php/jkp Correlation Knowledge and Attitudes of Young Women About Anemia with Adherence in Taking Blood Supplement Tablets Yustina Ni Putu Yusniawati1. Ni Nyoman Nuartini2. Ni Putu Listya Sri Mas Utami3 1,2,3 Program Studi Sarjana Keperawatan. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Bali-Indonesia Email: yustinaindrayana@gmail. ARTICLE INFO Artikel Histori: Received date: March/31/2025 Revised date: April/16/2025 Accepted date: May/30/2025 Keywords: Knowledge. Attitude, adherence in taking blood supplement tablets. Anemia ABSTRACT/ABSTRAK Background: Iron deficiency anemia is a lack of erythrocyte supply to perform erythropoiesis, which eventually causes a decrease in Hb. In Tabanan District . 52%) of adolescents received blood supplement tablets, but only . 77%) of adolescents took blood supplement tablets. Research needs to examine the correlation between adolescents' knowledge and attitudes with adherence in taking blood supplement tablets. determine the correlation knowledge level and attitudes of young women about anemia with adherence in taking blood supplement tablets. Methods: This study employed analytic correlation study with cross-sectional approach, with 151 young women recruited as sample of the study which were selected through total sampling technique. The data were collected by using questionnaire and analyzed by using Spearman-Rho statistical test. Results: The finding showed that there were 81 respondents . 6%) had good knowledge and there were 125 respondents . 8%) had positive attitude about anemia. The majority of young women adherence was in the high category as many as 82 . 3%). There is a significant correlation between the level of knowledge and attitudes about anemia with adherence in taking blood supplement tablets . < 0. Conclusion: The higher the knowledge about anemia and the more positive the attitude, the higher the adherence of young women in taking blood supplement tablets. Kata Kunci: Pengetahuan. Sikap. Kepatuhan Minum Tablet Suplemen Darah. Anemia P a g e | 46 Latar Belakang: Anemia defisiensi besi merupakan kekurangan suplai eritrosit untuk melakukan eritropoesis yang pada akhirnya menyebabkan penurunan Hb. Kabupaten Tabanan . ,52%) remaja menerima tablet suplemen darah, namun hanya . ,77%) remaja yang mengonsumsi tablet suplemen darah. Hal ini menunjukkan ketidakpatuhan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap remaja tentang anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet suplemen Metode: Penelitian ini menggunakan studi korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan 151 remaja putri direkrut sebagai sampel penelitian yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik Spearman-Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 81 responden . ,6%) memiliki pengetahuan baik dan sebanyak 125 responden . ,8%) memiliki sikap positif terhadap anemia. Kepatuhan remaja putri sebagian besar berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 82 . ,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap tentang anemia dengan kepatuhan minum tablet tambah darah . < 0,. Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan tentang anemia dan semakin positif sikap maka semakin tinggi pula kepatuhan remaja putri dalam minum tablet tambah darah. CopyrightA Year Jurnal Kesehatan Primer All rights reserved Corresponding Author: Yustina Ni Putu Yusniawati Program Studi Sarjana Keperawatan. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Bali-Indonesia Email: yustinaindrayana@gmail. P a g e | 47 INTRODUCTION Remaja merupakan penduduk dengan rentang usia 10-18 tahun (Permenkes 2. Remaja merupakan masa transisi dari anakanak menuju dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang cepat. Pertumbuhan remaja yang pesat terkait dengan pemenuhan gizi dalam mengkonsumsi zat-zat makanan salah satunya adalah konsumsi zat besi yang bisa didapatkan dari tablet tambah darah. Konsumsi yang zat besi yang kurang dapat menimbulkan anemia pada remaja (Utami et Wahyuningsih and Uswatun 2019. Yurissetiowati. Mirong, and Baso 2. Faktor lain yang menyebabkan anemia defisisensi zat besi pada remaja yaitu pengetahuan yang kurang tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan sikap yang kurang mendukung (Listiana 2. Upaya yang dilakukan defisiensi besi pada remaja mengadakan program tablet tambah darah yang diberikan kepada remaja putri. (Pratiwi Angka kejadian anemia di Indonesia masih tinggi sebanyak 32% atau 3 dari 10 remaja Indonesia menderita anemia. Angka kejadian anemia pada remaja putri di negaranegara berkembang sekitar 53,7% dari seluruh remaja putri (Riskesdas, 2. Prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan usia 15 tahun keatas sebesar 22,7%. (Dinkes 2. Kejadian anemia pada remaja putri dari tahun ketahun mengalami peningkatan sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 secara berturut turut yaitu sebesar 28,5%, 36,2% dan 38,6%, meskipun sudah dilaksanakan program pemberian tablet tambah darah yang meningkat setiap tahunnya yaitu pada tahun 2016 dari sebesar . ,7%), tahun 2017 . ,11%) dan tahun 2018 . ,61%) (Dinkes 2. Pada tahun 2021 di Kabupaten Tabanan, 98,52% remaja putri telah mendapatkan tablet tambah darah. Remaja putri yang mendapat tablet tambah darah 1 sampai 26 tablet sebesar 31,85%, 27 sampai 51 tablet sebesar 42,64%, dan sama atau lebih dari 52 tablet sebesar 24,03%. Sedangkan data tentang jumlah remaja putri yang meminum tablet tambah darah sebanyak 95,77%. Hal diatas menunjukan adanya remaja putri yang mendapatkan tablet tambah darah namun tidak diminum secara rutin (Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan 2. Hasil dilakukan peneliti di Puskesmas Tabanan 3. Ditemukan hasil kadar HB remaja putri berkisar 8,0-11,9gr/dl. Hasil skrining anemia remaja putri di SMAN 1 Tabanan pada bulan oktober tahun 2023 sebanyak 319 remaja putri yang diperiksa, 49 diantaranya mengalami anemia ringan dan anemia sedang sebanyak 18 remaja. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap 10 orang pelajar usia 16-17 tahun di SMA N 1 Tabanan dengan sebagian besar belum mengetahui tentang dikarekan sikap remaja putri yang sering lupa jadwal minum tablet tambah darah tiap minggunya dan lebih memilih untuk mengkonsumsi suplemen lain. Dari latar belakang diatas menunjukkan bahwa masih tingginya kejadian anemia pada remaja putri yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah karena P a g e | 48 kurangnya pemahaman remaja putri dan sikap negatif remaja terkait konsumsi tablet tambah darah. Maka dari itu peneliti tertarik "Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan". pengetahuan, sikap dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah serta analisis bivariat . pearman-Rh. untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan korelasi antara sikap tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. RESEARCH METHOD Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Oktober 2024. Peneliti responden dan mempertimbangkan nilai etik dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini telah dikaji dan dinyatakan lolos uji etik dari Komisi Etik Penelitian ITEKES BALI dengan No. 0251/KEPITEKES-BALI/VII/2024 Tehnik sampling pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan total sampling. Adapun kriteria inklusi pada penelitian ini adalah siswa dengan jurusan kesehatan dan tehnik sains, sudah mendapatkan pelajaran biologi. Sedangkan kriteria inklusi pada penelitian ini adalah siswa yang menolak menjadi responden dan sedang cuti atau sakit serta tidak mengisi lembar kuesioner dengan baik. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 151 orang. Tehnik pengambilan sampling dalam ini menggunakan pengetahuan tentang anemia divalidasi oleh (Faizah 2. dan reabilitas dengan crombach's alpha = 0,767. Kuesioner sikap tentang anemia divalidasi oleh (Elly Nardyawati 2. dan reabilitas dengan crombach's alpha = 0,893. Kuesioner kepatuhan konsumsi tablet tambah darah yang sudah dilakukan face validty oleh expert. Penelitian ini menggunakan analisis data RESULTS AND DISCUSSION RESULTS Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di SMAN 1 Tabanan . Karakteristik Umur (Tahu. Jurusan Kesehatan Teknik Sains Siklus Menstruasi Teratur Tidak Teratur Lama Menstruasi 1-7 hari >7 hari Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 1, menunjukkan mayoritas responden berusia 17-18 tahun . ,1%). Karakteristik responden berdasarkan jurusan, sebagian besar dengan jurusan kesehatan sebanyak P a g e | 49 . ,9%). Karakteristik berdasarkan siklus menstruasi sebagian besar mengalami siklus menstruasi yang teratur sebanyak 113 . ,8%). Karakteristik responden berdasarkan lama menstruasi mayoritas responden mengalami menstruasi 1-7 hari sebanyak 145 . %). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan . Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia di SMAN 1 Tabanan . Berdasarkan tabel 4, menunjukan bahwa Sebagian besar kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di SMAN 1 Tabanan berada pada kategori kepatuhan tinggi sebanyak 82 responden . ,3%), kepatuhan sedang sebanyak 54 responden . ,8%), dan kepatuhan rendah sebanyak 15 responden . ,9%). Pengetahuan Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Kurang Berdasarkan tabel 2, menunjukan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia sebagian besar berada pada kategori Baik sebanyak 81 responden . ,6%), sebanyak 54 responden . ,8%) berada pada kategori cukup dan 16 responden . ,6%) berada pada kategori Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sikap Remaja Putri Tentang Anemia di SMAN 1 Tabanan . = . Sikap Ibu Positif Netral Negatif Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 3, menunjukan bahwa mayoritas sikap remaja putri tentang anemia berada pada kategori positif sebanyak 125 responden . ,8%), sebanyak 15 responden . ,9%) berada pada kategori negatif dan sebanyak 11 responden . 3%) pada kategori Perilaku Ibu Tinggi Sedang Rendah Frekuensi . Persentase (%) Tabel 5. Hasil Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan . Spear manAos Rho Peng Kepat Pengetahuan Kepatuhan Correlation Coefficient Sig. ,757 ,000 Correlation Coefficient Sig. ,757 Berdasarkan tabel 5, menunjukkan bahwa hasil dari uji korelasi dengan menggunakan uji korelasi Spearmen Rho didapatkan hasil p value <0. 01 yang artinya Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungann yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan. P a g e | 50 Tabel 6. Hasil Analisis Hubungan Sikap Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan . Spear manAos Rho Sikap Kepatuhan Sikap Kepatuhan Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. Berdasarkan tabel 6, menunjukkan bahwa hasil dari uji korelasi dengan menggunakan uji korelasi SpearmenAos Rho didapatkan hasil p value <0. 01 yang berarti Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan. PEMBAHASAN Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan Dalam penelitian ini pengetahuan remaja putri tentang anemia dapat dibedakan menjadi tiga kategori baik, cukup, kurang. Berdasarkan penelitian tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMAN 1 Tabanan menunjukkan hasil bahwa dari 151 responden sebanyak 81 responden . ,6%) memiliki pengetahuan baik, sebanyak 54 . ,8%) memiliki pengetahuan cukup, dan sebanyak 16 . ,6%) memiliki pengetahuan Pengetahuan yang baik yang dimiliki responden tentang anemia disebabkan oleh proses belajar melalui pendidikan formal. Responden dalam penelitian ini merupakan siswi kelas XII jurusan kesehatan dan teknik sains yang mana telah mendapatkan mata pelajaran biologi yang berkaitan dengan Pengetahuan didapatkan dari pemaparan materi dari guru, penyuluhan dari puskesmas tentang anemia dan pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah seminggu sekali, maupun sumber informasi yang diperoleh dari media massa, sosial, ekonomi. Pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah akan menjadikan remaja putri untuk berupaya menghindari terjadinya anemia. Namun, menjawab salah pada bagian tanda gejala anemia dan efek samping mengkonsumsi tablet tambah darah. Pengetahuan bukan hanya dipengaruhi oleh baik tidaknya pengetahuan remaja tentang anemia tetapi juga dipengaruhi oleh pengindraan remaja terhadap anemia. Selain faktor informasi, persentase pengetahuan yang baik juga dipengaruhi oleh faktor usia. Usia responden dalam penelitian ini berkisar antara 15-18 tahun memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia. Hal ini disebabkan karena umur yang semakin matang akan menjadikan remaja memiliki kemauan untuk lebih belajar. Semakin bertambah umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam proses berpikir (Sari. Hamranani, and Suyami Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan(Tutik and Putri 2. mengenai pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMA Negeri Kebakramat Karanganyar yang menunjukkan bahwa pengetahuan baik 65,1%, sedangkan 33,6% P a g e | 51 memiliki pengetahuan cukup, dan 1,3% memiliki pengetahuan kurang. Dijelaskan bahwa pengetahuan responden dalam kategori baik dipengaruhi oleh salah satunya faktor informasi, usia dan lingkungan. Remaja SMA Negeri Kebakramat mendapatkan informasi tentang anemia melalui penyuluhan-penyuluhan yang sering dilakukan disekolah, selain pendidikan formal responden juga mendapatkan informasi dari media sosial. Usia responden termasuk ke dalam remaja madya atau pertengahan . 8 tahu. yang mempunyai tugas salah satunya adalah mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual termasuk dalam meningkatkan pengetahuan tentang anemia. Sikap Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan Dalam penelitian ini sikap remaja putri tentang anemia dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu sikap positif, netral dan negatif. Berdasarkan hasil penelitian dari 151 responden menunjukkan mayoritas sikap remaja berada pada kategori posistif sebanyak 125 responden . ,8%), sebanyak 15 responden . ,9%) berada pada kategori negatif dan sebanyak 11 responden . ,3%%) pada kategori netral. Sikap yang positif tentang anemia dipengaruhi oleh informasi yang didapatkan dari sekolah saat mendapatkan mata pelajaran biologi, penyuluhan yang dilakukan oleh pihak puskesmas dan guru BK maupun melalui poster yang berisi kalimat-kalimat sebagai pesan yang berkaitan tentang anemia dan tablet tambah darah yang tersedia di UKS Sumber informasi berperan penting sebagai sarana untuk menyampaikan pesan khususnya meningkatkan sikap remaja putri tentang anemia sehingga dapat patuh dalam Pernyataan ini didukung oleh (Anggoro 2. yang menyatakan bahwa adanya pengaruh dari tingkat pengetahuan tentang anemia, sehingga sikap yang terbentuk menjadi utuh dan akan menjadi positif. Selain informasi, kepercayaan seseorang tehadap orang yang dianggap penting saat menyampaikan pesan juga dapat mempengaruhi sebuah sikap. Semakin percaya dengan orang yang mengirimkan pesan maka seseorang akan menyukai untuk dipengaruhi oleh pesan yang putri di Makassar. Dinyatakan dalam penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai sikap positif 30 . ,5%) dijelaskan bahwa sikap positif responden berawal dari pengetahuan yang dimiliki oleh responden, pengetahuan yang cukup baik yang dimiliki oleh responden dapat menunjang responden untuk patuh mengkonsumsi tablet tambah darah. Faktor mempengaruhi dari pembentukan sikap positif, netral, maupun negatif. Didukung oleh penelitian (Rahmadaniah and Rahmadayanti 2. tentang pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia dan screening kadar hemoglobin (H. di kelas X SMAN 11 Palembang. Dinyatakan dalam penelitian tersebut didapatkan bahwa 45 . ,5%) responden bersikap sangat setuju dan sebanyak 48 . %) bersikap sangat setuju yang menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri bersikap positif terhada anemia yang tentunya didukung oleh pengetahuan yang P a g e | 52 Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di SMAN 1 Tabanan Dalam penelitian ini kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu kepatuhan tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil penelitian dari 151 responden menunjukkan mayoritas kepatuhan remaja berada pada kategori tinggi sebanyak 82 responden . ,3%), kepatuhan sedang sebanyak 54 responden . ,8%), dan kepatuhan rendah sebanyak 15 responden . ,9%). Dalam mengkonsumsi tablet tambah darah dipengaruhi oleh banyak faktor salah Pengetahuan merupakan langkah awal dalam Pengetahuan terhadap kepatuhan, pengetahuan seseorang termasuk pengetahuan tentang anemia yang tinggi akan mempengaruhi praktik konsumsi tablet tambah darah. Selain pengetahuan, sikap remaja putri tentang anemia juga mempengaruhi kepatuhan akan konsumsi tablet tambah darah. Sikap diartikan sebagai pemicu munculnya pola pikir untuk melakukan suatu tindakan, tentunya hal ini berkaitan dengan remaja putri berkaitan dalam menyikapi manfaat konsumsi tablet tambah darah sehinga dapat mencegah anemia di kemudian hari. Sikap positif yang dimiliki oleh remaja putri dalam penelitian ini diduga karena adanya pemahaman yang baik terkait anemia maka semakin patuh remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Selain faktor pengetahuan dan sikap tentang anemia, persentase kepatuhan konsumsi tablet tambah darah yang tinggi juga disebabkan oleh siklus dan lama menstruasi pada remaja. Dalam penelitian ini mayoritas remaja putri mengalami siklus menstruasi teratur yang lamanya berkisar 1-7 Pola menstruasi seperti haid yang lebih panjang dari biasanya atau darah haid yang keluar lebih banyak dari biasanya dapat menyebabkan remaja putri mengalami kehilangan darah berlebih. Menurut Tuti, et al . mnenjelaskan bahwa pola menstruasi dapat mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri dan dapat menimbulkan dampak berkepanjangan bagi seorang wanita sebagai calon seorang ibu. Sehingga untuk mencegah anemia pada remaja putri diperlukan menambah asupan zat besi kedalam tubuh dengan patuh minum tablet tambah darah 1 kali dalam seminggu dan setiap hari 1 tablet selama masa menstruasi Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Ramlah. Andi Syitha ida, 2. tentang hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas minasa upa Makassar. Dinyatakan bahwa pengetahuan remaja putri dalam kategori cukup 63,4%, sikap remaja dalam kategori positif 80,5% dan diketahui remaja yang patuh mengkonsumsi tablet tambah darah sebanyak 61,0%. Dijelaskan bahwa semakin baik pengetahuan remaja tentang tablet tambah darah yang akan mempengaruhi sikap remaja menjadi positif maka semakin patuh remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah, hal ini disebabkan karena remaja putri memiliki pengetahuan yang baik didapat dari pendidikan formal maupun non formal sehingga menunjang kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. P a g e | 53 Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Anemia Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa hasil uji korelasi tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah menggunakan uji korelasi Spearmen Rho terhadap 151 responden didapatkan hasil p value <0. 01 yang berarti Ha Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di SMAN 1 Tabanan. Dengan koefisien korelasi (,. yang berarti terdapat korelasi kuat serta arah hubungan positif semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja tentang anemia maka semakin tinggi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di SMAN 1 Tabanan. Sejalan dengan penelitian (Sugihantoro. Atmaja, and Faizah 2. tentang korelasi tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi Madrsah Aliyah Al Khoiriyah Kabupaten Malang. Dinyatakan bahwa terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan tingkat signifikansi p value 0,001. Didukung oleh penelitian (Wahyuningsih and Uswatun 2. tentang hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA Negeri 1 Karanganom. Didapatkan hasil pvalue . yang menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat penegtahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah Hasil uji korelasi sikap tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah menggunakan uji korelasi Spearmen Rho terhadap 151 responden didapatkan hasil p value <0. 01 yang berarti Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di SMAN 1 Tabanan. Dengan nilai koefisien korelasi (,. yang berarti terdapat korelasi rendah dengan arah hubungan positif semakin tinggi sikap tentang anemia semakin tinggi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di SMA N 1 Tabanan. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari (Andani et al. , 2020. tentang hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah (TTD) di SMP Negeri 1 Kepahiang. Didapatkan hasil ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap konsumsi TTD dengan p value 0,048<0,05. Didukung oleh penelitian (Manulu 2. tentang hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan sekolah terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 1 Tabanan. Keterbatasan pada penelitian ini adalah penelitian ini hanya meneliti pada 1 sekolah saja dengan jumlah sampel terbatas, perlu dilakukan pembahan sampel pada penelitian ini. Penelitian ini hanya sebatas korelasi, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan metode eksperimental dan mix CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan terdapat hubungan yang rendah antara sikap remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet P a g e | 54 tambah darah. Dengan adanya hasil pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk dapat memberikan edukasi kepada remaja tentang kepatuhan minum obat dan untuk penelitian selanjutnya perlu melakukan penelitian eksperimental dan analisis faktor faktor tentang ketuhan dalam mengkonsumsi obat penambah darah pada remaja putri. REFERENCES