Volume 4 Number 2 . July Ae December 2024 Page: 317-327 E-ISSN: 2798 - 1282 DOI: 37680/absorbent_mind. Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bernyanyi Improving Arabic Vocabulary for 5-6 Year Old Children through Singing Method Siska Ayunita1. Hilda Zahra Lubis2. Nurhaliza HakimA. Nurul SaAoadah Br BBA UIN Sumatera Utara. Indonesia Correspondence email: siskaayunita8@gmail. 1,2,3,. Article history Submitted: 2024/10/14. Abstract Language skills, especially the ability to master Arabic vocabulary, are very important skills to master, especially in early childhood. Language learning for early childhood is expected to be taught through more interesting activities, one of which is singing. The purpose of this study was to explore improving the Arabic vocabulary of children aged 5-6 years through the singing method. This research method is qualitative research with a literature review derived from the analysis of research journal articles. The results of the study indicate that improving children's vocabulary can be applied by teachers through the singing method well and effectively because teachers have talent, ability and innovation in implementing different learning methods according to the character of students and their schools. Children Age 5-6 Years. Singing Method. Vocabulary. Keywords Revised: 2024/11/07. Accepted: 2024/12/24 A 2024 by the authors. This is an open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY SA) license, https://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. PENDAHULUAN Setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan dalam setiap jenjang Karena Pendidikan merupakan tempat yang tepat bagi anak dalam mengembangkan segala potensi yang dimilikinya dan sangat dibutuhkan anak untuk persiapan dalam menghadapi masa depannya. Pendidikan untuk anak usia pra sekolah disebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) (Abidin et al. , 2. Melalui satuan PAUD, anak diberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, agar anak menjadi lebih matang dan siap dalam menghadapi dunia sekolah lebih lanjut dan masa-masa kedepannya. Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 ayat 14 menyatakan Published by PIAUD INSURI Ponorogo. Indonesia Accredited Sinta 6 Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bernyanyi Siska Ayunita et a. bahwa Paud adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Astomo, 2. Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara pesat, sehingga masa ini disebut masa keemasan . olden ag. , atau suatu masa yang menjadi dasar dan memberi pengaruh besar terhadap kualitas perkembangan anak selanjutnya (Kusumastuti et al. , 2. Pada usia 0-6 tahun anak sangat membutuhkan stimulasi dan rangsangan dari lingkungannya untuk dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya (JR et al. , 2. Apabila anak mendapatkan stimulasi yang baik, maka aspek perkembangan anak akan berkembang secara optimal. Bahasa memiliki arti penting bagi masyarakat. Bahasa dapat menciptakan dasar komunikasi bagi hal yang penting, korespondensi, dan koneksi dalam rutinitas rutin Bahasa adalah jenis simbol yang dapat menjelaskan, menyortir, dan mengkoordinasikan pemikiran kita. Stice memahami bahwa dengan Bahasa individu dapat menggambarkan dunia dan dapat mengetahui tentang dunia melalui Bahasa (Agustina, 2. Tanpa Bahasa, masyarakat akan menyangkal atau meniadakan Bromley menyatakan bahwa Bahasa adalah jenis kerangka gambar secara rutin untuk memindahkan berbagai jenis pemikiran atau data yang terdiri dari gambar visual dan gambar verbal (Anggraini, 2. Gambar visual yang dirujuk biasanya dapat dilihat, dibaca, dan disusun. Sedangkan simbol verbal sebagian besar sebagai wacana atau ucapan yang dapat didengar. Anak-anak secara bertahap berkembang dari melakukan suatu ekspresi menjadi melakukan ekspresi dengan berkomunikasi. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya, berdialog, dan bernyanyi. Sejak usia dua tahun anak menunjukkan minat untuk menyebut nama benda, serta terus berkembang sejalan dengan bertambahnya usia mereka sehingga mampu berkomunikasi dengan lingkungan yang lebih luas, dan dapat menggunakan bahasa dengan ungkapan yang lebih kaya (Prasetyo, 2. Bahasa Arab merupakan bahasa yang paling luar biasa, khususnya bagi kita umat muslim karena bahasa Arab adalah bahasa Al-QurAoan. Bahasa Arab memiliki karakter kebahasaanya sendiri yang tidak sama dengan bahasa-bahasa lainnya. Beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa jumlah kata dalam bahasa Arab jika dikumpulkan maka akan lebih banyak daripada jumlah kosakata dari bahasa-bahasa Hal ini terjadi karena perkembangan kata dalam bahasa Arab dilakukan Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development dalam struktur yang berbeda dan dalam berbagai bentuk (Efflamengo & Asyrofi. Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia saat ini sudah mulai dikenalkan dan diajarkan mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga jenjang perguruan Tinggi. Belajar bahasa Arab di sekolah menggabungkan beberapa kemampuan bahasa, khususnya kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca dan menuli. Untuk melatih keempat kemampuan ini, siswa harus memiliki banyak kosakata (Rahmi & Saputri, 2. Mengenal bahasa Arab pada anak sejak dini memiliki pandangan berbeda karena menurut Penfield dalam teori mekanisme otak, pada saat ini merupakan tahap yang tepat untuk memberikan stimulasi bahasa lain selain bahasa pertama/ibu (Harini et al. , 2. Karena pada usia dini pikiran anak sedang masa baik-baiknya menerima rangsangan, oleh karena itu sangat tepat diberikan berbagai macam stimulasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan kemampuan berbagai bagian perkembangan anak lainnya. Jika sejak dini informasi yang didapat anak bersifat positif dan berharga, maka seperti pohon, akar yang kokoh akan terbentuk. Untuk melakukannya, wali dan guru berada di posisi teratas yang mengambil bagian penting dalam pemberian stimulus dalam pendidikan memberikan nilai-nilai dan berbagai informasi yang berguna untuk kedepannya (Mundiri & Hamimah, 2. Hendaknya guru dalam melakukan tugasnya tersebut secara profesional guru memiliki wawasan yang kuat tenang kegiatan pembelajaran. Bernyanyi merupakan salah satu metode yang paling disukai anak-anak dalam pembelajaran, karena cenderung aktif, ramai, riang, 4 dan Menurut Astutiningsih et al. , bernyanyi merupakan kegiatan yang sangat digemari anak karena dengan bernyanyi anak bebas mengekspresikan dirinya dengan kerasnya suara ataupun ketepatan kata-katanya. Bernyanyi juga dapat menambah perbendaharaan kata-kata pada waktu bernyanyi anak dapat mendengar dan menghafal kosakata sehingga anak akan terangsang untuk mengungkapkan atau mengatakannya. Bernyanyi juga mempunyai beberapa manfaat yaitu bernyanyi bersifat menyenangkan, dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan, media untuk mengekspresikan perasaan, dapat membantu membangun rasa percaya diri anak, dapat membantu daya ingat anak, dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak dan memperkaya kosakata dan mengembangkan ketrampilan siswa dalam berbahasa. Adapun tujuan pemanfaatan lagu dalam pembelajaran bahasa Arab antara lain . Menumbuhkan sensitifitas anak terhadap bunyi, irama, dan nada dalam bahasa Arab. melatih pengucapan ungkapan sederhana dalam bahasa Arab. Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bernyanyi Siska Ayunita et a. melatih penggunaan kosakata bahasa Arab yang ada dalam lagu . mengembangkan permainan dengan bunyi-bunyi dalam bahasa arab. mengembangkan permainan dengan peragaan lagu yang dihapalkan. memperkenalkan ejaan, kalimat berita, kalimat tanya dan perintah. Dalam penelitian ini mengacu pada penelitian lain relevan dengan penelitian yang akan dilaksanakan saat ini. Berikut beberapa hasil penelitian yang relevan dijadikan bahan telaah bagi peneliti: penelitian yang dilakukan oleh Rahayu, . menemukan bahwa . meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Arab anak usia 56 tahun. meningkatkan penguasaan kosakata bahasa arab anak usia 5-6 tahun secara mengidentifikasi metode bernyanyi dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Arab anak usia 5-6 tahun. model permainan yang digunakan untuk menstimulasi penguasaan kosakata bahasa arab anak. Dalam memilih strategi atau metode pembelajaran bahasa Arab untuk anakanak, para pendidik juga perlu melihat salah satu sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh anak-anak, salah satunya yaitu mereka senang bermain. Melihat karakteristik tersebut, maka strategi untuk belajar bahasa Arab adalah teknik bermain dengan metode yang berbeda, namun bermain disini tidak hanya sekedar bermain. Bermain di sini adalah bermain yang tersusun (Arintistia & Acmad Kholik, 2. Melalui permainan yang tersusun, anak-anak ini dapat belajar banyak hal. Kita harus benarbenar memahami bahwa saat bermain, kondisi anak-anak itu tenang karena dia merasa ceria dan bahagia. Diharapkan ketika otak anak dalam keadaan tenang, tentunya data dapat diberikan atau yang masuk kepada anak dapat diterapkan dan diterima dengan mudah dan tanpa masalah. Tujuan penggunaan metode bernyanyi adalah agar anak yang takut, malas dan tidak menyukai Bahasa Arab menjadi tertarik dan senang dalam mengikuti Metode ini bisa memberi warna baru dalam pembelajaran Bahasa Arab, melalui bernyanyi anak dapat mengekspresikan segala pikiran dan isi hatinya. Lagu juga dapat menguatkan daya ingat, karena melalui sesuatu yang menarik dan menyenangkan akan lebih mudah teringat dalam pikiran. METODE Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan literature review yang berasal dari analisis artikel jurnal-jurnal penelitian. Literature Review merupakan sebuah istilah yang merujuk pada sebuah metodologi penelitian ataupun riset tertentu yang pengembangannya dilakukan untuk mengevaluasi serta mengumpulkan tentang penelitian yang berhubungan dengan suatu topik tertentu yang berbentuk pertanyaan Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development untuk suatu bidang keilmuan (Sekar Setyaningtyas et al. , 2. Literature review biasanya berupa ulasan, rangkuman, pemikiran penulis terhadap beberapa sumber pustaka . erbentuk buku, artikel, dan informasi dari interne. Penelitian ini mengakses jurnal terkait metode bernyanyi untuk meningkatkan kosakata bahasa arab anak usia 5-6 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan Observasi adalah segala paya merekam segala peristiwa dalam kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan itu berlangsung dengan atau tanpa alat bantu. Observasi yang dilakukan peneliti yaitu dengan cara mengamati situasi atau tindakan secara langsung. Pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan sendiri oleh peneliti dibantu oleh guru kelas dan kepala sekolah. Wawancara (Intervie. adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan yang diwawancarai . dengan alat yaang dinamakan panduan wawancara. Wawancara yang dilakukan peneliti kepada kepala sekolah, guru dan anak didik untuk mengethui suuatu respon tentang pembelajaran bernyanyi untuk mengembangkan kosakakata bahasa Arab. Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. TEMUAN DAN PEMBAHASAN Pada dasarnya anak usia TK/RA perkembangan kognitifnya masih berada pada tahap operasi konkrit. Salah satu indikator yang menonjol dalam masa operasi konkrit adalah anak belum bisa berfikir abstrak, mereka hanya memikirkan hal-hal yang nyata Anak-anak ini akan dapat belajar, jika proses belajar itu menarik, menyenangkan, dan dalam bentuk permainan. Perasaan gembira, suasana menyenangkan sangat dibutuhkan oleh anak seusia ini. Suasana belajar yang menegangkan akan mengakibatkan anak takut mengeluarkan sepatah kata pun. Oleh karena itu, sangatlah beralasan apabila pembelajaran bahasa Arab pada anak-anak harus diupayakan dengan berbagai cara agar suasana belajar mampu menumbuhkan kegembiraan dan menyenangkan. Melalui berbahasa, seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul . ocial skil. dengan orang lain. Berbahasa tidak akan pernah terlepas dari kosa kata. Kosa kata merupakan alat utama yang harus dimiliki seseorang dalam belajar bahasa yang berfungsi untuk mengungkapkan ide atau Kosakata merupakan komponen penting dalam berbahasa, tidak hanya bahasa tulis tetapi juga bahasa lisan (Fahri & Qusyairi, 2. Menyampaikan bahwa Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bernyanyi Siska Ayunita et a. kosakata merupakan komponen penting yang digunakan oleh setiap orang dalam berkomunikasi baik bicara maupun menulis. Penguasaan kosakata akan sangat mempengaruhi perkembangan berbahasa seseorang karena dengan penguasaan kosakata yang memadai anak baru dapat mengungkapkan pikiran dan ide-idenya dengan baik. Begitu juga sebaliknya, apabila penguasaan kosakata anak terbatas maka keterampilan berkomunikasi dan berbahasa anak juga akan terbatas. Upaya pengembangan kosakata anak usia dini merupakan hal yang tidak mudah, perlu teknik, metode dan strategi jitu untuk dapat mengembangkan kemampuan kosakata anak secara efektif. Murdiono et al. menambahkan bahwa kosakata anak akan cepat berkembang seiring dengan pengalamannya ketika berinteraksi dengan orang lain. Kosakata memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan bahasa, oleh karena itu salah satu faktor yang mempengaruhi proses komunikasi adalah penguasaan kosa kata yang cukup. Anak belajar dua kosakata, yaitu kosakata umum yang digunakan dalam berbagai situasi dan kosakata khusus yang digunakan untuk kata-kata yang memiliki arti khusus. Pengajaran bahasa Arab di setiap tahapan tidak akan terasa sulit jika seorang guru mampu menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran. Dan langkah-langkah pembelajaran dengan metode bernyanyi adalah sebagai berikut. guru menyiapkan tema materi pelajaran yang ingin disampaikan kepada siswa. mencari Jenis lagu atau musik tertentu yang disukai siswa. guru memodifikasi olah vokal lagu/musik tersebut sesuai isi materi pelajaran. guru memberikan contoh cara menyanyikan lagu/musik tersebut kepada siswa. guru dan siswa menyanyi bersamasama. Di samping itu, guru juga perlu memperhatikan beberapa pertimbangan sebelum memilih lagu yang akan digunakan dalam pembelajaran bahasa, yaitu sebagai berikut. seorang guru harus memilih lagu yang terkenal atau lagu yang disukai oleh siswa. yang mengandung materi pelajaran tentang ketrampilan berbahasa dan unsur bahasa. yang natural, menarik dan memiliki tujuan guru harus memilih lagu dengan tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan siswa karena kesalahan dalam memilih lagu dapat menyebabkan ketidakefektifan dalam proses belajar. dan guru harus memilih lagu yang mengandung pesan dan nilai yang sesuai dengan usia siswa dan tingkat Sebuah konsep akan lebih mudah ditanamkan lewat lagu karena diucapkan berkali-kali bahkan dihafalkan sehingga dengan bernyanyi anak tanpa sadar dilatih daya ingatnya dan dengan menghafal lirik lagu tersebut, kecerdasannya dipacu . itme, birama, dan irama bisa menjadi terapi saraf-saraf ota. lewat hal yang Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development Metode pembelajaran bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan syair-syair yang dilagukan. Biasanya syair-syair tersebut disesuaikan dengan materi-materi yang akan diajarkan oleh pendidik. Menurut beberapa ahli, bernyanyi membuat suasana belajar menjadi riang gembira dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, dalam pembelajaran bahasa juga perlu diperhatikan akan tumbuhnya percaya diri . elf-confidenc. pada siswa dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga metode pembelajaran bernyanyi dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab (Ramlah et al. , 2. Pembelajaran bahasa arab dengan metode bernyanyi memiliki manfaat sebagai berikut. memberikan semangat dan motivasi diri siswa dalam belajar. menghilangkan rasa malu siswa dengan adanya partisipasi siswa bersama teman-temannya pada saat bernyanyi. menjadikan siswa terbiasa dalam mengucapkan kosa kata, dan keluarnya huruf dari makhrojnya dengan benar, dan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa yang bermanfaat bagi mereka dalam mengungkapkan bahasa secara lisan maupun tulisan. memperbaiki kualitas siswa mulai dari meningkatkan pengetahuan umum, adat istiadat yang luhur, nilainilai dan cita-cita yang benar, sehingga dapat meningkatkan pendidikan mereka dan mendidik mereka dengan moral yang luhur dan perilaku yang baik. Menurut Bonnie dan John terdapat manfaat dari metode menyanyi yaitu dapat membantu anak mencapai kemampuan pengembangan daya pikir, membantu menyalurkan emosi melalui isi lagu, dan membantu menambah kosa kata baru. Manfaat yang bisa diambil dari metode bernyanyi antara lain: memperkaya daya kreasi anak, melatih motorik kasar anak, tidak menimbulkan rasa jenuh dalam pebelajaran, karena anak-anak tidak suka pembelajaran yang terlalu serius, dan menambah rasa cinta pada pembelajaran (Sholichah et al. , 2. Selain memiliki manfaat, metode bernyanyi juga memiliki kelebihan dan Sebagaimana metode-metode pembelajaran yang lainnya. Berikut kelebihan dan kekurangan metode bernyanyi. kelebihan metode bernyanyi yaitu: memperkaya atau menambah sumber belajar bagi guru dan anak usia dini, memotivasi guru untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sebagai media pembelajaran, meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak usia dini, materi pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan konkret, untuk anak didik, diharapkan dapat merangsang kemampuan penalarannya, penciptaan, perkembangan daya pikir, perkembangan bahasa, berimajinasi dan kretivitas, membantu anak untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan baru yang didasarkan pada hal-hal yang telah anak ketahui dan yang Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bernyanyi Siska Ayunita et a. ingin diketahui anak. Bernyanyi harus menyediakan konsep yang dapat diselidiki oleh setiap anak melalui pengalaman praktik langsung tentang objek- objek yang nyata bagi anak untuk menilai dan memanipulasinya. Bernyanyi dapat disesuaikan dengan tema, materi dan kegiatan yang berlangsung, anak menjadi aktif terlibat di dalam kegiatan, sehingga anak akan menggunakan semua pemikirannya, hasil yang capai dari penerapan metode bernyanyi secara tidak langsung menghasilkan produk kreativitas, dan guru dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk merefleksikan apa yang telah anak ketahui. Meningkatkan kemandirian, harga diri yang positif . ercaya dir. Kekurangan Metode Bernyanyi adapun kekurangan metode bernyanyi dalam proses belajar mengajar adalah: apabila dilakukan tanpa diikuti metode-metode lainnya, maka tujuan pembelajaran yang dicapai sedikit terbatas, misalnya hanya mengembangkan kecerdasan musik saja, sulit digunakan pada kelas besar, hasilnya akan kurang efektif pada anak pendiam atau tidak suka bernyanyi, suasana kelas yang ramai, bisa mengganggu kelas yang lain (Efflamengo & Asyrofi, 2. Dari point-point tersebut dapat dipahami bahwa pada masa ini anak-anak memiliki semangat yang sangat tinggi untuk mengetahui banyak hal, selain itu anakanak memiliki imajinasi yang kuat dalam mengungkapkan apa yang difikirkan dalam bentuk yang bermacam macam seperti menggambar tokoh-tokoh kartun favoritnya, menyanyikan lagu-lagu favoritnya atau bahkan menirukan aksi- aksi tokoh kartun favoritnya (Putri & Fitria, 2. Namun hal ini biasanya tidak berlangsung lama, dalam artian mereka cepat merasa bosan dan akan beralih pada kegiatan lainnya. Selain itu daya tangkap anak-anak juga sangat kuat, sehingga pada masa inilah banyak hal yang dapat kita ajarkan kepada anak-anak, terkhusus dari segi kemampuan berbicara dengan baik dan benar. Sehingga anak-anak dapa berkomunikasi dengan baik serta dapat dipahami pula dengan baik. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal melalui metode menyanyi pada kegiatan pembelajaran tentu ada langkah prosedur yang harus dipersiapkan oleh guru. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam langkah-langkah metode bernyanyi, . Guru mengetahui dengan jelas isi pokok materi yang akan diajarkan. Merumuskan dengan benar informasi atau konsep ataupun fakta materi baru apa aja yang harus dikuasai/dihafalkan oleh anak. Memilih nada lagu yang familiar dikalangkan anak. Menyusun informasi konsep/fakta/materi yang kita inginkan untuk dikuasai Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development . Anak ke dalam bentuk lirik lagu yang disesuaikan dengan nada lagu yang . Guru Mendomentrasikannya bersama-sama secara berulang-ulang. Usahakan untuk diikuti dengan gerak tubuh yang sesuai. Mengajukan pertanyaan seputar materi tersebut untuk mengukur apakah siswa sudah dapat menghafal dan menguasainya melalui lagu yang dinyanyikan ersebut kesuksesan. Langkah-langkah di atas sangat bergantung pada peran dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan para siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan Langkah-langkah ini bukanlah hal yang mutlak, dengan maksud bahwa guru dapat makukan inovasi-inovasi baru dan ide-ide kreatif lainnya dalam proses Seperti penggunaan proyektor dengan layar yang besar serta sound yang sesuai sehingga suara dapat terdengar dengan baik dan para siswa juga dapatm melihat gambar-gambar yang bagus dan menarik dari lagu-lagu yang diajarkan. SIMPULAN Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan kosa kata dapat diterapkan oleh guru dengan baik dan efektif. Penerapan yang dilakukan oleh guru ialah melalui 3 tahapan yaitu: tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kelebihan dalam penerapan metode bernyanyi dapat membantu siswa dalam meningkatkan kosa kata dengan tanpa menghafal tetapi dengan bernyanyi dengan dilakukan berulang ulang. Sedangkan, kekurangan penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan kosa kata bahasa Arab yaitu: metode bernyanyi membutuhkan waktu yang banyak, metode bernyanyi menjadikan pengetahuan yang diperoleh bersifat teoritis, metode bernyanyi tidak cocok digunakan dikelas besar yang jumlah siswanya banyak karena dapat mengganggu ketenangan kelas lain, metode bernyanyi kurang efektif diterapkan bagi anak yang pendiam dan tidak suka bernyanyi. Penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan kosa kata bahasa Arab memiliki faktor pendukung dan penghambat di Faktor pendukung Penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan kosa kata bahasa Arab dapat berupa Internal yang meliputi sikap, mental dan kemampuan atau skil yang dimiliki oleh guru. Faktor penghambat juga bisa berasal dari internal dan eksternal. Dari internal terkait dengan kurangnya komitmen akan keberhasilan dalam penerapan metode bernyanyi ini dibuktikan dengan meluangkan waktu yang digunakan guru dalam menyiapkan metode pembelajaran, dan juga kemampuan guru untuk update lagu yang banyak disukai pada waktu ini. Sedangkan Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bernyanyi Siska Ayunita et a. faktor dari ekternal terkait dengan sarana dan prasarana yang ada dalam Madrasah. Untuk kelemahan peneliti dalam penelitian ialah keterbatasan riset, keterbatasan waktu dan tenaga dan kemampuan peneliti. REFERENSI