BIOLOVA Universitas Muhammadiyah Metro http://scholar. id/index. php/biolova/ DOI : History Article Received: September 2024 eISSN 2716-473X p ISSN 2716-4748 Approved: Maret 2026 Published: Maret 2026 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROYEK BERBASIS STEM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMA NEGERI 4 SAMARINDA Chairunisa Cahyani1. Jailani2. Herliani3. Zenia Lufti Kurniawati4 Program Studi Pendidikan Biologi. FKIP. Universitas Mulawarman Chairunisacaca09@gmail. 1,2,3,4 Abstrak: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat di era globalisasi menuntut dunia pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan mampu memecahkan masalah secara efektif. Sehingga diperlukan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran. Salah satu pendekatan yang efektif ialah dengan pembelajaran proyek berbasis STEM. Namun penerapan model ini belum optimal dilaksanakan, hal ini disebabkan guru menghadapi banyak tantangan dalam penerapannya sehingga menyebabkan kurangnya motivasi belajar dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran proyek berbasis STEM terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi bioteknologi di SMA Negeri 4 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas, yakni kelas X-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-7 sebagai kelas kontrol. Uji analisis yang digunakan adalah Independent Sample t-Test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji menunjukkan nilai Sig. 2 tailed sebesar . ,000 < 0,. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran proyek berbasis STEM terhadap motivasi dan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi bioteknologi di SMA Negeri 4 Samarinda Kata kunci: Keterampilan Berpikir Kreatif. Motivasi Belajar . Pembelajaran Proyek. STEM Abstrack: The rapid development of science and technology in the era of globalization requires the world of education to produce human resources who have creative, critical thinking skills, and are able to solve problems effectively. So that the right approach is needed in learning. One effective approach is STEM-based project learning. However, the application of this model has not been optimally implemented, this is because teachers face many challenges in its application, resulting in a lack of learning motivation and students' creative thinking skills. This study aims to determine the effect of the STEM-based project learning model on students' learning motivation and creative thinking skills in biotechnology material at SMA Negeri 4 Samarinda. This type of research is a quantitative approach with a Pretest-Posttest Control Group Design research design. Sampling was carried out using Purposive Sampling. The sample of this study consisted of 2 classes, namely class X-5 as the experimental class and class X-7 as the control class. The analysis test used was the Independent Sample t-Test with a significance level of 5%. The test results showed a Sig. tailed of . 000 < 0. Based on the results, it can be concluded that there is an influence of the STEM-based project learning model on students' motivation and creative thinking skills in biotechnology material at SMA Negeri 4 Samarinda. Key word: Creative Thinking Skills. Learning Motivation . Project Learning. STEM How to Cite Cahyani. Jailani. Herliani. Kurniawati. Pengaruh model pembelajaran proyek berbasis stem terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kreatif siswa di SMA Negeri 4 Samarinda. Biolova 7 . This is an open access article under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License BIOLOVA VOL. 7 NO. 1,30 Maret 2026 Kini kita telah berada pada abad ke 21 dengan menghadapi sebuah era digital yakni revolusi industri 4. Abad ke 21 ialah masa dimana ilmu berkembang semakin pesat. Hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan Untuk mampu bersaing di abad ini dibutuhkan keterampilan yang dikenal sebagai keterampilan abad ke 21. Zainil et al. , . berpendapat bahwa terdapat beberapa keterampilan abad ke 21 yang wajib dimiliki oleh masing masing individu salah satunya ialah keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan berpikir kreatif dapat membantu siswa untuk belajar lebih efektif, berpikir lebih mengemukakan hal baru yang orisinil dengan menggunakan berbagai teknik dan teknologi. Menurut (Faturohman et al. , 2. sebagai bagian dari proses menginspirasi dan menumbuhkan kreativitas siswa melalui berbagai teknik dan pendekatan, seperti pemecahan masalah, permainan peran, dan proyek kelompok. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif mampu mengartikulasikan ide dan pemikirannya untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sesuatu yang orisinal atau baru yang belum ditemukan oleh orang lain (Anditiasari et al. , 2. Keterampilan ini dapat diperoleh Pendidikan pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan untuk mencerdaskan manusia agar siap menghadapi tantangan hidup di masa depan. Salah satu indikator penentu efektivitas pendidikan adalah tingkat motivasi belajar siswa di kelas. Belajar yaitu sebuah proses dari kegiatan mental seseorang, dimana melalui pendidikan dan pengalaman akan dapat menghasilkan perubahan perilaku positif dalam jangka panjang yang mempengaruhi aspek fisik dan (QurAoani, 2. Melalui kata lainnya, belajar bisa diartikan dengan menjadi proses dimana siswa mengalami modifikasi dalam kemampuan mereka untuk merespon melalui langkah yang baru karena adanya interaksi diantara suatu stimulus beserta reaksi. (Amral & Asmar, 2. Kegiatan belajar tidak lepas dari proses pembelajaran. Pembelajaran (Darman, 2. merupakan hasil perpaduan teknologi, sumber daya, dan aspek manusia yang semuanya bekerja sama Motivasi belajar menurut Winkel . alam Seftinar et al. , n. ) merupakan kekuatan psikis kolektif yang ada dalam diri siswa, yang mempunyai kapasitas untuk menciptakan kegiatan belajar, memberikan arahan, dan memastikan bahwa mereka mencapai Sehingga motivasi dapat disebut sebagai upaya atau gerakan dari dalam diri individu guna mencapai suatu tujuan (Ajhuri Kayyis Fathuri, 2. Guru menjadi motivator dan memfasilitasi siswa untuk menemukan cara belajar yang nyaman dan efektif sehingga motivasi belajar siswa semakin meningkat. Indikator motivasi belajar menurut Uno . alam Muafiah, 2. meliputi adanya hasrat dan keinginan berhasil. adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. adanya harapan dan cita-cita masa depan. adanya penghargaan dalam belajar. adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. adanya situasi belajar yang Kemajuan pendidikan Indonesia tidak mungkin dipisahkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan Pembelajaran 42 | Cahyani. Jailani. Herliani. Kurniawati. Pengaruh modelA. BIOLOVA VOL. 7 NO. 1,30 Maret 2026 pendidikan yang sedang berkembang. Biologi merupakan mata pelajaran yang dipelajari siswa tingkat SMA. Menurut Amin et al. , . bidang keilmuan biologi mengkaji seluruh aspek kehidupan dan makhluk hidup, termasuk sel, jaringan, organ, sistem organ, manusia, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Biologi berkaitan langsung melalui keseharian hidup, bisa mengenai manusia, hewan, maupun lingkungan sekitarnya. Ini mencakup ide, gejala, dan proses penting yang ada di sekitar kita (Syarah et al. , 2. Mata pelajaran biologi yang memanfaatkan bidang teknologi dalam pembelajaran ialah Pendekatan proyek yang berpusat pada Science. Technology. Engineering Mathematic (STEM) dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk materi ini. Model pembelajaran proyek atau Project Based Learning (PjBL) keterlibatan siswa dalam mengerjakan penugasan berbasis masalah yang materi-materi pembelajaran serta mengaitkan dengan permasalahan disekitar mereka (Yanti & Novaliyosi, 2. Doppelt berpendapat . ikutip dari (Kamalah et , 2. bahwa Project-based learning adalah salah satu model pembelajaran yang berasal dari pendekatan konstruktivisme dimana hal ini mengarah pada upaya problem Model pembelajaran proyek berbasis STEM sangat tepat untuk memberi pembelajaran yang mampu melatih siswa melakukan pemecahan permasalahan melalui sebuah proyek terintegrasi dengan bidang lain yakni science, technology, engineering, dan Menurut (Grahito Wicaksono, 2. Pendekatan STEM menekankan aspek-aspek tertentu dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran ini dipilih karena pada penerapannya melibatkan siswa secara kegiatan pengerjaan proyek yang Setelah melakukan analisis masalah, siswa mendapat pembinaan memperoleh data, melakukan kegiatan mengevaluasi, dan membuat produk Menurut Slameto . alam Saputro & Sri Rayahu, 2. hasil akhir dari proyek adalah sebuah produk yang tidak harus berbentuk fisik tetapi dapat berupa presentasi , lakon, dan lain-lain. Siswa harus belajar dan menghasilkan karya agar model pembelajaran project based semangat belajar. Penggunaan pembelajaran proyek berbasis STEM dapat menggunakan sintaks PjBL yang terintegrasi dengan STEM. PjBL berbasis STEM dapat dilaksanakan dengan tahapan-tahapan, yakni . Penyampaian pertanyaan dasar, . Penyusunan rencana proyek, . Penyusunan . Pemantauan/Monitoring, . Pengujian hasil, dan . Evaluasi (Prajoko et al. , 2. Namun pada penerapannya, model proyek masih kurang optimal dilaksanakan di sekolah. Hal ini disebabkan karena guru menghadapi banyak kendala dalam penerapan model pembelajaran pada proses dikarenakan kurangnya pemahaman pengelolaan kelas yang belum maksimal, dan kurangnya tingkat keaktifan, motivasi belajar serta kreativitas siswa dalam proses Siswa mampu mengekspresikan ide mereka dalam pembelajaran. Keterampilan ini 43 | Cahyani. Jailani. Herliani. Kurniawati. Pengaruh modelA. BIOLOVA VOL. 7 NO. 1,30 Maret 2026 harus dibangun dan dibina oleh pengajar, namun jika dilihat realita yang terjadi dilapangan hal ini masih banyak mengalami permasalahan. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Proyek Berbasis STEM Terhadap Motivasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Bioteknologi di SMA Negeri 4 SamarindaAy METODE Penelitian ini menggunakan . uasi Desain digunakan pada penelitian ini yaitu pretest-postest Dua digunakan dalam desain penelitian ini yakni kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran proyek berbasis STEM dan kelas kontrol dengan model pembelajaran discovery Populasi adalah kategori luas yang terdiri dari item atau orang dengan karakteritik tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk diselidiki (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Samarinda dengan jumlah kelas X terdiri dari 11 kelas. Sampel merupakan sebagian kecil dari populasi yang bersifat representative (Sugiyono, 2. Sampel penelitian ini terdiri atas kelas X-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-7 sebagai kelas Penegujian dalam penelitian ini terbagi menjadi pengujian intrumen dan uji prasyarat. Uji Instruen terdiri dari uji validitas angket dan tes, uji keterlaksanaan sintaks, dan uji validitas perangkat Adapun uji prasyarat terdiri dari uji N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan software SPSS statistic 25. HASIL Hasil Uji N-Gain Uji N-Gain dilakukan dengan tujuan adalah untuk mengetahui peningkatan dalam hal ini motivsi belajar dan keterampilan berpikir kreatif pada sebelum pengaplikasian serta selepas pengaplikasian. Hasil uji N-gain disajikan pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil Uji N-Gain Kelas Data Eksperimen Terendah 0,46 Tertinggi 0,88 Rata-Rata Gain 0,69 Skor Keterangan Sedang Kelas Kontrol 0,20 0,76 0,55 Sedang Uji Hipotesis Uji-t mengetahui apakah secara parsial variabel independen berpengaruh secara signiikan terhadap variabel Jenis uji-t yang digunakan yaitu uji Independent Sample t-Test. Hasil uji t dapat diterima apabila nilai < 0,05. Hasil uji t disajikan pada Tabel 2 dan 3 berikut: Tabel 2. Hasil Uji Hipotesis Angket Motivasi belajar Uji Hipotesis Independen t Sample tTest Sig 5,16 44 | Cahyani. Jailani. Herliani. Kurniawati. Pengaruh modelA. Simpul -an BIOLOVA VOL. 7 NO. 1,30 Maret 2026 Tabel Hasil Uji Keterampilan Kreatif Siswa Uji Hipotesis Independ Sample tTest Hipotesis Berpikir Sig Simpulan 4,192 Sama halnya dengan hasil angket, hasil uji t keterampilan berpikir kreatif pun menunjukkan nilai Sig 0. Dimana 0. 000 < 0. 05, hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Unsur independen dan dependen mempunyai keterkaitan yang jelas. Uji hipotesis pada kelompok kontrol dan eksperimen pembelajaran proyek berbasis STEM mempengaruhi keterampilan berpikir kreatif siswa di kelas eksperimen. Adapun perbandingan nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kreatif pada kelas eksperimen dan kontrol disajikan pada Gambar 1. Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Berdasarkan data hasil angket diatas menunjukkan nilai Sig . 000 membuktikan Ha diterima dan H0 ditolak. Unsur independen dan dependen mempunyai keterkaitan yang jelas. Uji hipotesis eksperimen menunjukkan bahwa model pembelajaran proyek berbasis STEM mempengaruhi motivasi belajar siswa di kelas eksperimen secara PRETEST POSTTEST Gambar 1. Perbandingan Rata-Rata Hasil Tes Keterampilan Berpikir Kreatif Berdasarkan gambar 1. data hasil pretest pada kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan skor rata-rata yang rendah, hal ini dikarenakan siswa belum memahami lebih dalam terkait konsep materi bioteknologi serta pembelajaran materi bioteknologi. Sedangkan pada data hasil posttest menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman siswa pada konsep materi bioteknolgi, hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata siswa yang meningkat baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, bila dibandingkan dengan nilai sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran dengan perlakuan yang berbeda. Hasil Keterlaksanaan Sintaks Model Pembelajaran Proyek Berbasis STEM Hasil keterlaksanaan sintaks model pembelajaran berbasis STEM dapat dilihat pada tabel 4. Pelaksanaan dengan maksimal dimana rata-rata presentase pelaksanaannya mencapai 82% dengan kriteria baik. 45 | Cahyani. Jailani. Herliani. Kurniawati. Pengaruh modelA. BIOLOVA VOL. 7 NO. 1,30 Maret 2026 Tabel 4. Hasil keterlaksanaan Sintaks Model Pembelajaran Sub Materi Bioteknologi Konvensional Dampak Bioteknologi Penerapan Bioteknologi Rata-rata Persentase Keterlaksanaan (%) Kriteria Sangat Baik Baik Baik Baik Uji validitas lembar observasi dilakukan untuk menilai kesesuaian dilakukan dengan validitas isi menurut Gregory dalam Safitri et al. , 2023. Nilai Presentase sintaks didapatkan dengan menghitung rata-rata keterlaksanaan sintaks model pembelajaran selama 3 pertemuan di kelas X-5 sebagai kelas eksperimen. Keterlaksanaan sintaks akan membuat pembelajaran menjadi efektif. PEMBAHASAN Pengaruh Model Pembelajaran Proyek Berbasis STEM Terhadap Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil di atas, model pembelajaran proyek berbasis STEM terbukti dapat meningkatkan motivasi Hasil menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen sebanyak 10 . ,46%) siswa berada di bawah nilai rata-rata dan 16 . ,53%) siswa berada di atas nilai rata-rata. Sedangkkan pada kelas kontrol nilai dengan frekuensi terbanyak adalah kelas interval 50-54 sebanyak 9 kali. Diketahui bahwa sebanyak 14 . ,84%) siswa berada di bawah nilai rata-rata dan 12 . ,15%) siswa berada di atas nilai rata-rata. Dari kedua data diatas, diketahui bahwa nilai maksimum antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat selisih, yaitu pada kelas eksperimen nilai maksimum sebesar 74 sedangkan kelas kontrol sebesar 69. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat motivasi belajar yang berbeda antara kelas diperkuat dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa model pembelajaran proyek berbasis STEM berpengaruh nyata terhadap motivasi belajar siswa dengan melihat nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berikut merupakan beberapa faktor yang menunjukkan pengaruh model pembelajaran proyek berbasis STEM terhadap motivasi belajar, diantaranya ialah pada indikator kegiatan belajar yang menarik 53,8% siswa di kelas eksperimen setuju bahwa model pembelajaran yang dilakukan guru membuat siswa lebih mudah memahami materi dan menyukai penggunaan model tersebut. Selanjutnya pada indikator adanya dorongan untuk melakukan kegiatan belajar, 50% siswa dari kelas eksperimen setuju setelah penerapan model pembelajaran mendorong siswa untuk lebih berani bertanya kepada guru ketika ada bagian materi atau pembelajaran yang masih belum Dan pada indikator hasrat dan keinginan untuk melakukan belajar, terdapat 80,8% siswa dikelas eksperimen yang memilih jawaban memiliki semangat untuk datang dan belajar disekolah pada materi yang disukai dan dimengerti. Model proyek secara keseluruhan memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Melalui keterlibatan aktif dalam penyusunan rencana proyek, pembuatan produk, mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Hal ini mereka, membuat mereka lebih bersemangat dan termotivasi untuk pendidikan yang lebih tinggi. Terlebih 46 | Cahyani. Jailani. Herliani. Kurniawati. Pengaruh modelA. BIOLOVA VOL. 7 NO. 1,30 Maret 2026 digunakan pendekatan STEM pada materi bioteknologi konvensional memberikan dampak positif yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa dengan mengintegrasikan aspek sains, teknologi, engineering, dan Melalui eksperimen langsung, penggunaan alat teknologi, teknik, dan analisis matematis, siswa dapat melihat bagaimana teori diterapkan dalam praktik nyata, membuat pembelajaran lebih relevan dan menarik. Dengan demikian, pendekatan STEM tidak hanya memperdalam pemahaman siswa tentang bioteknologi konvensional tetapi juga memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengeksplorasi bidang ini lebih lanjut. Pengaruh Model Pembelajaran Proyek Berbasis STEM Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran proyek berbasis STEM berpengaruh dalam keterampilan berpikir kreatif pada materi bioteknologi. Siswa yang peningkatan rata-rata hasil tes yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang diberi perlakuan model discovery Peningkatan keterampilan berpikir kreatif ini dapat dilihat dari nilai tes siswa kelas eksperimen pada pretest . ebelum perlakua. sebesar 22,6 dan pada posttest . etelah perlakua. sebesar 77,1. Sedangkan nilai tes siswa kelas kontrol pada pretest . ebelum perlakua. sebesar 22,1 dan pada posttest . etelah perlakua. sebesar 65,5. Melalui data tersebut menujukkan bahwa hasil keterampilan berpikir kreatif siswa dengan model proyek lebih tinggi dibandingan dengan siswa yang belajar dengan model discovery Data ini diperkuat dengan hasil perhitungan uji Independent sample t-Test yang menunjukkan bahwa model pembelajaran proyek STEM signifikan pada keterampilan berpikir kreatif siswa dengan melihat nilai signifikasi hitung sebesar 0,000 < 0,05. Uji hipotesis dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak yaitu, adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran proyek berbasis STEM terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi bioteknologi di SMA Negeri 4 Samarinda. Hal ini disebabkan penerapan model proyek melibatkan siswa secara pembelajaran, siswa didorong untuk menemukan temuan baru berdasarkan ide-ide kreatif serta membuat siswa Pernyataan ini sejalan dengan (Dewi Anggraini & Sri Wulandari, 2. yang menyatakan bahwa melalui pembelajaran proyek siswa menyelesaikan proyek, menyiapkan presentasi dan mengevaluasi. Model yang digunakan ini dapat membantu siswa menjadi lebih mahir dalam menggunakan pemikiran kreatif. Model proyek secara efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa melalui berbagai tahap proyek, dari penyusunan rencana hingga pemaparan hasil. Dalam setiap tahap, siswa didorong untuk berpikir kritis, mengembangkan ide-ide baru, dan mencari solusi inovatif. Proses ini keterampilan berpikir kreatif mereka, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk beradaptasi dan menghadapi tantangan di dunia nyata dengan cara-cara yang kreatif dan Pendekatan STEM pada materi bioteknologi konvensional 47 | Cahyani. Jailani. Herliani. Kurniawati. Pengaruh modelA. BIOLOVA VOL. 7 NO. 1,30 Maret 2026 memiliki pengaruh yang kuat dalam berpikir kreatif siswa. Dengan mengintegrasikan sains, teknologi, pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi, merancang, dan mengimplementasikan solusi inovatif dalam konteks nyata. Sains eksperimen, teknologi memberikan alat untuk penerapan ide kreatif, engineering mengarahkan desain dan optimalisasi proses, dan matematika memberikan kerangka untuk analisis dan pemodelan. Dengan demikian, pendekatan STEM tidak hanya memperdalam pemahaman siswa tentang bioteknologi, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi secara inovatif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran proyek berbasis STEM terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi bioteknologi di SMA Negeri 4 Samarinda. Hal ini ditunjukkan dengan hasil yang signifikan antara motivasi belajar dan keterampilan berpikir kreatif kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi hitung sebesar . ,000 < 0,. SARAN